Nightmare

Nightmare

Poster - Nightmare's

[Kalimat Taeyeon terngiang memenuhi lamunan Tiffany. Jantungnya mulai berdetak panik]

[Length: Ficlet – Rating: G – Cast: Tiffany – Genre: Horror]

 [AuthorGenie]

Tiffany Hwang dan Kim Taeyeon turun dari mobil berwarna pink milik Tiffany didepan sebuah mini market dekat apartemen mereka, masih mengenakan pakaian kerja lengkap guna membeli persedian makanan yang mulai menipis. Sebuah suara wanita dari mesin menyambut ketika pintu didorong terbuka kedalam.

“Kau mimpi buruk lagi, Taeyeon-ah?” tanya Tiffany seiring langkah keduanya bergerak menuju rak panjang nan tiggi tempat bermacam susu kotak berjajar rapi. Lagi-lagi ada garis hitam dibawah sepasang kelopak mata sahabatnya itu. Taeyeon menghela nafas lemah, seakan sudah bisa menebak pertanyaan itu terlontar dari bibir Tiffany dan tindakan itu sudah cukup menjawab pertanyaannya.

Belum genap setahun sejak keduanya pindah ke apartemen yang kini mereka tempati namun Taeyeon sering sekali mengalami mimpi buruk sementara Tiffany tidak pernah sekalipun. Taeyeon sendiri bukanlah tipikal gadis penakut, dia bisa mengatasinya sendiri walaupun berdampak kurang tidur. Maka Tiffany tentu saja terkejut ketika suatu malam Taeyeon menelponnya sambil terisak, meminta Tiffany datang kekamarnya. Dia tidak mau tidur sendirian.

“kita harus pindah Fany-ah” katanya sambil mengambil beberapa kotak susu strawberry, kemudian dia masukkan kedalan keranjang yang sedari tadi menggantung dilengannya.

“aku sudah tidak tahan lagi. Semalam aku bermimpi duduk disofa ruang tamu bersama Baekhyun, lalu dia aku tinggal sebentar kedapur untuk mengambil susu strawberry. Ketika aku kembali keruang tengah bukan sosok Baekhyun lagi yang kutemui” Taeyeon menutup matanya erat, berusaha mengusir bayangan pria yang semalam masuk dalam mimpinya.

Dan Tiffany tahu betul sosok pria yang dimaksud Taeyeon, sosok yang membuat sahabatnya sampai menangis penuh rasa takut ditengah malam.

“kita pasti pindah, Taeyeon. Hanya saja tidak sekarang. Tunggu hingga sewa habis baru pindah, oke? Kita bisa tidur bersama kalo kau takut mimpi buruk” kata Tiffany mencoba membuat perasaan Taeyeon sedikit tenang.

Lagi-lagi Taeyeon hanya mengehela nafas, karena  yang dia butuhkan adalah segera keluar dari apartemen itu. Secepat mungkin.

***

Langit malam hari ini lebih gelap dari malam lainnya. Kilatan petir memenuhi langit bagaikan flash kamera. Nampaknya hujan lebat akan mengguyur kota Seoul sebentar lagi. Tiffany Hwang berjalan dilorong lantai apartemen seorang diri, Taeyeon sudah dibawa kabur Baekhyun begitu jam kerja mereka berakhir.

Kesunyian yang sedikit tidak nyaman menyambut Tiffany ketika dia masuk kedalam apartemen. Ini malam terakhir mereka disini, ruang tamu tampak dipenuhi banyak box bermacam ukuran berisi barang-barang milik keduanya.  Sepasang langkah Tiffany melangkah menuju kamarnya, meletakkan tas kerja berwarna pink fanta diatas ranjang kemudian merajut langkah menuju kamar mandi.

***

 Bunyi air mendidih menggema memenuhi ruangan apartemen yang sudah hampir kosong,Tiffany berlari kecil keluar kamar menuju dapur mengenakan gaun tidur selutut dan handuk menutupi rambut. Dia mematikan kompor, menuangkan air panas tersebut hati-hati kedalam gelas yang sudah berisi bubuk teteh, sambil mengaduk dia kembali menuju kamar mendapati lampu dari layar ponselnya yang ada diatas meja kerja disamping laptop menyala. Dia duduk disana, meraih ponsel. Ada sebuah pesan masuk.

From: Taeyeon Kim

Fany-ah maaf aku tidak pulang sekarang. Kau tidak apa-apa kan sendiri? Baekhyun dan aku akan menjemput Chanyeol dibandara subuh ini. Sampai ketemu besok, astaga akhirnya kita pindah juga dari apartemen berhantu itu!

Tiffany tersenyum lebar membaca isi pesan Taeyeon, tentu saja Taeyeon menjadi orang paling bahagia atas kepindahan mereka. Selesai membalas pesan, dia letakkan lagi ponsel diatas meja, sambil menunggu laptop menyala Tiffany menyesap teh. Sebenarnya dia lelah, segera ingin merebahkan diri dikasur, namun sial ada pekerjaan kantor yang harus dia selesaikan terlebih dahulu.

Kepalanya menoleh kerah kaca jendela, tetesan air hujan mulai mengalir disana diiringi kilatan petir. Dan tiba-tiba semuanya menjadi gelap.

.

.

.

.

.

Mati lampu.

“sial” rutuknya. Ditengah kegelapan dia bangkit, melangkah menuju ranjangnya, sebelah tangan bekerja melepas lilitan handuk diatas kepala. Kali ini tidak ada lagi alasan untuk menunda tidur, salahkan mati lampu sehingga dia tidak bisa menyelesaikan tugas kantor.

Tubuh kurusnya bergulung antusias pada selimut, kedua kelopak matanya perlahan menutup. Dia bahkan terlalu malas untuk menyalakan sebatang lilin. Dia hanya butuh tidur.

***

Tidur Tiffany terusik ketika kelopak matanya bergerak tidak nyaman menyadari lampu sudah kembali menyala, dia tidak bisa tidur dalam keadaan terang. Dia baru mau membuka kelopak mata ketika tau-tau dadanya terasa sesak, pasokan oksigen seperti menguap dari  paru-paru. Dia mencoba menggerakkan tubuh namun gagal, seakan ada beban berat menghantam tubuhnya.

.

.

.

Beban berat?

“aku tiba-tiba sesak nafas, tubuhku tidak mau bergerak seperti ada yang duduk diatas tubuhku…”

 

Kalimat Taeyeon terngiang memenuhi lamunan Tiffany. Jantungnya mulai berdetak panik.

Tidak mungkin…

 

“lalu ketika aku membuka mata…”

Kelopak mata Tiffany terbuka pelan-pelan.

 

“aku ingin berteriak tapi tidak bisa…”

Sepasang iris hitam Tiffany membulat lebar, dia mau berteriak namun mulutnya mengatup rapat.

 

“ada seseorang duduk diatas tubuhku, menatap kearahku datar…”

Seorang pria duduk diatas tubuhnya, menatap tepat kearah bola mata Tiffany. Sebelah sudut bibir sang pria terangkat, membentuk seringai.

 

“Wajahnya hancur parah. Berlumuran darah. Dipenuhi luka tusukan pisau dan kedua bola matanya sudah tidak ada…”

.

.

.

.

.

—END—

 

A/N: this is based on true story. Temen baikku yang kebetulan satu kosan dan kamarnya sebelah aku dulu sering mimpi buruk, tengah malem aku nyusulin dia karena mimpi buruk sampe nangis dan akhirnya kita 2an tidur dikamarku. Tau ketindihan gak? Tiba-tiba susah nafas dan ga bisa gerak badannya? Aku sih pernah tapi ga separah dia yang ngeliat sosok duduk dibadannya dengan muka ga berbentuk ;-;

Gwad, aku sampe ngungsi kerumah temen seminggu karena kejadian ini dan untungnya sekarang uda ga pernah lagi :””))) kosanku kembali tentram dan damai tanpa gangguan mahkluk halus – Genie.

39 thoughts on “Nightmare

  1. Thor, tanggung jawab ya. Ak langsung merinding loh bacanya..
    But…KEREN BANGET!
    Horrornya itu kerasa banget.. Dan, itu pengalaman pribadi author?
    Ditunggu ff horrormu yg lainnya^^

  2. ka, ini serem tapi kurang serem /? / masudnya serem cuman pas mau tidur aja ituh😀 pasti kepikiran kkk~ but tetep wow kok😉
    ditunggu karya horror selanjutnya,
    keep writing ^^

    • iya aku tau kok seremnnya disitu doang
      karena kisah temen aku disitu doang cuma intronya aku ngarang dan agak gagal ya ._.)\
      siaaaap! ditunggu ya ~
      thanks by the way ^-^

  3. Serem bangett thor.
    Ngerinding Bacanyaa.
    And. Ceritanya seru and seram.
    Hihihi.
    Tiffany eon memang co2k jdi cast daLam cerita horor(?).V.

  4. Keren thor,
    True story y??
    iiiiihh, serem bgt dong?
    Feelny dapet bgt thor
    Daebak deh ^^
    aku pernah gak bs bangun dr tidur,sesak,
    tp jgn smpe liat yg ‘begituan’
    ><

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s