[Freelance] Story of EXOTaeng : My Someone Special (Chapter 2)

mss

Author : RYN

Length : multichapter

Rating : PG 17            +

Main Cast :

@ Taeyeon SNSD

@ Kris EXO

Other Cast :

Find it by yourself

Genre : fantasy, romance

Note : beberapa diantara kalian berpendapat kalau ff ini hampir sama or mirip dengan ff the day I meet him, tapi aku jamin 100% kalau isi dan plot di dalamnya akan BERBEDA. seperti yang kubilang kalau imajinasiku semakin melebar jadi, apapun yang akan terjadi dalam ff ini dtunggu aja setiap chapternya. ^^

Don’t plagiat, don’t copy paste without my permission!!

Aku tidak pernah memberikan izin pada siapapun untuk membuat cerita berdasarkan fanfic ini!!!

Warning typo bertebaran di mana-mana~

– – –

Taeyeon terkejut, rahangnya menurun selama beberapa detik sebelum suara protesnya yang tak terkontrol keluar dari mulutnya.

“kenapa bisa begitu?! Kau kan belum pernah menolongku sejak mengajukan syarat itu!” serunya tak terima.

“kau melupakan satu hal my love. Aku sudah menolongmu dari enam orang itu.” ujar Kris dingin. “apa kau sengaja melupakannya?” sebelah alisnya terangkat ke atas, menatap Taeyeon dengan curiga.

Air muka Taeyeon berubah datar. Dalam hati Kris tersenyum puas. Kali ini gadis itu pasti tidak bisa membantahnya lagi. walaupun mungkin ini tidak adil bagi gadis itu, Kris tetap tidak bisa membiarkan gadis itu menolaknya.

“apa malam itu tetap di hitung? Bukankah-”

“itu tidak penting bagiku.” Kris langsung memotongnya. Raut wajahnya berubah serius, “sisa 2 kali menolongmu, kau sudah harus menjadi istriku. Setuju atau tidak.” tegasnya.

“bagaimana kalau aku tidak mau?”

“apa kau bermaksud menolakku?”

Taeyeon berubah gugup. tatapan tajam Kris selalu membuatnya merasa terintimidasi dan akhirnya tak berkutik. Dalam sekejap mata, Kris telah menarik tubuhnya hingga jarak mereka merapat. Taeyeon terlonjak kaget, kedua matanya membulat lebar karena Kris telah melingkarkan lengannya di pinggangnya. Kris memiringkan tubuhnya sedikit ke samping, membisikkan sesuatu di telinganya. Sepersekian detik setelah Kris menarik wajahnya untuk menatapnya, wajah Taeyeon sudah berubah pucat.

Kris tidak tega melihatnya. dia melepaskan lengannya dan tersenyum tipis. “tidak kusangka kau langsung ketakutan seperti itu.”

Taeyeon melotot padanya. rasa takut tergambar jelas dalam matanya meskipun dia sudah berusaha menutupinya.

“memangnya siapa yang tidak ketakutan kalau kau mengatakan hal seperti itu?!” pekiknya. Dia tak bisa membayangkan jika suatu saat nanti Kris marah padanya dan langsung memangsanya karena tidak menuruti pemintaannya. Hanya membayangkannya saja, bulu kuduknya sudah bergidik ngeri.

“aku tidak akan meminum darahmu..sekarang.”

Apa pria ini serius? Taeyeon mendelik kesal padanya, bagaimana Kris bisa mengatakan hal menakutkan itu dengan santai? oh ya, dia lupa. Kris adalah vampir.

“jadi maksudmu kau akan memangsaku nanti, begitu?” Taeyeon panik.

Kris menatapnya, “ada banyak jenis vampir, kau beruntung bertemu dengan vampir yang tidak tertarik dengan darah manusia. setidaknya tidak sekarang.” ujarnya lalu tersenyum. senyum yang sedikit di paksakan. Taeyeon tidak menyadarinya  karena sibuk dengan pikirannya sendiri.

*apa itu berarti dia belum ingin memangsaku sekarang, tapi nanti?* dia masih bingung.

“tidak usah berpikir yang bukan-bukan tentangku. Hanya karena aku vampir bukan berarti aku akan memangsa calon istriku sendiri.” Kris menambahkan.

Taeyeon tersentak. dia tidak tahu apakah dia harus berbunga-bunga dengan kalimat itu atau mengabaikannya? Paling tidak dia sedikit lega mendengarnya namun itu tidak mengurangi rasa kesalnya pada Kris. pria itu sejak tadi terus saja mengerjainya. Ini seperti Kris tahu apa yang tengah di pikirkannya. Tiba-tiba sebuah pertanyaan terlintas dalam pikirannya, apa Kris memiliki kekuatan supranatural?

“apa kau bisa membaca pikiranku?” Taeyeon sungguh ingin tahu.

“apa yang kau pikirkan?”

Taeyeon menggeleng cepat. “lupakan saja.” dia mempercepat jalannya sembari kembali berkutat dengan pikirannya.

Tidak sulit bagi Kris untuk menyamakan langkahnya. Taeyeon hanya mendengus kasar begitu melihat Kris kembali berjalan di sampingnya. tidak mungkin dia menghindari Kris selamanya. Pria itu seperti sengaja menempel padanya.

“jika kau ingin menanyakan sesuatu padaku, sebaiknya tanyakan saja sekarang sebelum kau menyesal karena tidak tahu apapun tentang calon suamimu.”

Taeyeon memutar bola matanya. terkadang kepercayaan diri Kris membuatnya jengkel. Tapi, tidak ada salahnya juga jika ia menanyakan hal yang membuatnya penasaran.

“apa vampir juga memiliki kekuatan supranatural?”

Kris terdiam sejenak, Taeyeon menjadi semakin penasaran. Waktu kecil dia memang selalu tertarik dengan hal-hal magis atau fantasi di luar nalar manusia tapi dia tak pernah menyangka akan berhadapan langsung dengan hal-hal seperti sekarang. dia merasa takdir seolah mempermainkannya.

“bangsa kami memilikinya.”

*bangsa kami? Vampir memiliki banyak bangsa?* Taeyeon berpikir lagi. “jadi kalian benar-benar memiliki kekuatan supranatural?” tanyanya hampir tak percaya.

Kris mengangguk singkat. “sebagian dari kami.”

“kau sendiri? apa kau juga memilikinya?” Taeyeon mendadak antusias ingin mengetahuinya. Bukankah Kris sendiri yang menyuruhnya untuk bertanya? Jadi tidak masalah jika dia se-excited ini.

“aku sudah memperlihatkannya padamu.”

Kedua alis Taeyeon menaut. Dia tak begitu paham.

“kecepatanku. Bukankah kau sudah melihatnya?”

“ah..” Taeyeon mengerti sekarang, tapi tetap saja dia masih penasaran. “apa kau masih mempunyai kekuatan supranatural lain? maksudku..”

“aku tidak bisa memberitahumu sekarang. itu seharusnya masih menjadi rahasia.” Mata Kris sepintas lalu berubah menjadi dark blue sebelum kembali seperti semula. Tatapan mata dan aura wajahnya yang berubah gelap membuat Taeyeon tak berani bertanya panjang lebar lagi padanya meskipun masih banyak yang ingin di tanyakannya. Dalam hatinya penasaran seperti apa kekuatan supranatural Kris dan semua tentang dunianya. Dunia vampir.

Sibuk dengan pikirannya sendiri, Taeyeon tersentak begitu Kris menggenggam tangannya. tapi yang membuatnya terkejut dan heran adalah tangan Kris yang begitu dingin.

“a-apa yang kau lakukan?” Taeyeon gugup mencoba menarik tangannya. Kris yang tersenyum hangat padanya membuat wajahnya memanas dan jantungnya tiba-tiba berdebar-debar.

“l-lepaskan tanganku.” Pintanya.

Kris tidak melepaskannya, malah semakin menggenggam tangannya. “kau tidak tahu bagaimana aku selalu ingin menggenggam tanganmu seperti ini.”

Wajah Taeyeon bersemu merah. Untuk situasi ini dia tak tahu apa yang harus di lakukannya. Senyuman Kris otomatis meluluhkan hatinya. yang ada dia hanya bisa memalingkan mukanya, tidak ingin Kris melihatnya.

Mereka berdua berjalan berdampingan. suasana hening di antara mereka membuat Taeyeon merasa sedikit canggung. dia melirik ke bawah dimana kedua tangan mereka saling bertaut lalu menghela nafas dalam-dalam. di luar dugaan, tangan Kris yang dingin entah mengapa dia bisa merasakan kehangatan disana.

“kau terlalu banyak berpikir. Aku berada di dekatmu tapi kau malah melamun dan tidak menganggapku.”

“kenapa kau tidak melamun juga?” sahut Taeyeon ketus. Dia tidak menyukai kenyataan bahwa Kris selalu berhasil membuatnya tak bisa berbuat apa-apa meski hanya dengan suara, senyuman, tatapan, sentuhan..

Taeyeon menggeleng cepat. dia seharusnya tidak berpikir berlebihan seperti ini. nanti, dia harus memperisai dirinya dari ke 4 magis Kris itu.

“apa kau mulai menyukaiku?”

Wajah Taeyeon kembali memerah, “m-mwo? Aku tidak terpesona padamu!” serunya spontan. Begitu sadar, dia langsung membungkam mulutnya dan segera merutuki dirinya sendiri.

“benarkah?” Kris tersenyum menggodanya, “berarti benar, kau mulai menyukaiku.”

Taeyeon bisa merasakan bagaimana telinga dan wajahnya semakin memanas karena itu. perasaannya campur aduk. dalam hatinya, dia tak memungkiri kalau dia sedikit terpesona pada Kris. siapa yang tidak? Sosoknya yang sangat tampan dengan fisik yang ideal, hanya gadis bodoh yang tidak terpesona padanya.

Taeyeon diam-diam melirik pria yang berjalan di sampingnya. Kris memang sangat tampan tapi di sisi lain dia juga misterius. Bagaimana mungkin di dunia modern vampir masih tetap eksis? Apakah ini kutukan baginya? Menikah dengan makhluk yang bernama vampir?

***

Senin pagi, Taeyeon bangun lebih cepat dari biasanya. bangkit dari ranjangnya, dia berjalan menuju ke arah jendela kamarnya. entah mengapa, begitu bangun dari tidurnya, hal pertama yang terlintas di kepalanya adalah jendela bertirai biru itu. seperti sesuatu dalam dirinya yang mendorong kakinya harus melangkah kesitu. Taeyeon menyibak setengah tirai biru jendelanya. Dia cukup terkejut mendapati Kris telah berdiri di depan rumahnya. pria itu melambaikan tangannya ke arahnya dengan senyum hangatnya. Pembicaraan mereka semalam mendadak terlintas di dalam kepalanya dan tanpa basa basi, Taeyeon menutup kembali tirai jendelanya di iringi dengusan kesalnya. Di luar sana, Kris masih tersenyum meski dia tahu Taeyeon tidak menyukai kedatangannya dan bersikap acuh tak acuh padanya.

“apa kau sedang ada masalah?”

“huh?” Taeyeon tersentak mengangkat kepalanya menatap pria berumur 40 tahun yang duduk tepat di depannya.

Kening pria itu berkerut heran, “appa perhatikan, sepertinya akhir-akhir ini kau selalu merenung dan menggerutu tidak jelas.” ujar pria yang adalah ayah Taeyeon. dari raut wajahnya, siapapun bisa melihat kalau dia begitu mengkhawatirkan putri satu-satunya.

Taeyeon menghentikan makannya, mendadak tidak berselera lagi. pikirannya saat ini tertuju pada Kris yang sedang menunggu di luar rumahnya.

“appa…bisakah aku tidak berangkat ke sekolah hari ini?” tanyanya ragu. meskipun dia sudah menduga ayahnya tidak akan suka jika dia membolos, dia masih menggantungkan harapannya. Siapa tahu saja ayahnya berubah pikiran hari ini. dan seperti dugaannya, ayahnya menolak mentah-mentah.

“tidak boleh! Kau harus ke sekolah!” tegas ayahnya dengan memasang wajah tidak setujunya.

Taeyeon mendengus pelan, “baiklah appa. Aku akan pergi sekarang.”

Dengan wajah tidak bersemangat, Taeyeon bangkit dari kursinya menyandang tasnya. Setiap gerakannya, tidak luput dari perhatian ayahnya.

“apa kau sakit?” tanyanya cemas.

Taeyeon menggeleng cepat dan segera memasang senyumnya. Tentu saja senyum yang hanya setengah hati. “tidak apa-apa appa. Baiklah aku berangkat dulu.” Pamitnya kemudian berlari keluar.  dia sengaja buru-buru pergi karena takut jika ayahnya bertanya macam-macam yang tidak bisa di jawabnya.

Sejak keluar pintu hingga membuka pagar rumahnya, Taeyeon tidak berhenti bicara sendiri.

“bagaimana kalau sampai appa tahu? tidak. Itu tidak boleh terjadi! Tidak boleh!”

Beberapa kali pula ia menggeleng dan mengetuk-ngetuk kepalanya sendiri. Kris yang berdiri di samping mobilnya, tersenyum geli melihat tingkah lakunya. Dia bahagia karena bisa melihat Taeyeon lagi setelah semalaman ia tak bisa tidur karena memikirkannya.

Pria itu pun menghampiri Taeyeon dan Taeyeon cepat-cepat memperbaiki sikapnya dengan memasang wajah acuh tak acuhnya. Kris masih tersenyum padanya. mata icy blue miliknya terlihat berbinar-binar dan kelihatan lebih indah di pagi hari. Rambut pirangnya tampak berkilauan di bawah sinar mentari.

Taeyeon memperhatikan Kris sekilas, hari ini penampilan pria itu terlihat sangat berbeda. lebih tampan. Bukan karena kemarin-kemarin ia tidak tampan, tapi hari ini dia luar biasa tampan. Kris memakai sweat shirt putih yang simpel dipadu dengan jeans. Tidak seperti pakaiannya semalam yang serba hitam dan terlihat menakutkan, kali ini dia terlihat santai. Mungkin karena di tunjang dengan fisik yang sempurna, jadi apapun yang dikenakannya selalu membuatnya tampak seperti model pada pemotretan di majalah. Dia baru menyadari kalau ternyata Kris juga memiliki beberapa silver piercing di telinganya. Di lihat dari sudut manapun, pria itu tetap saja menarik. Seperti sebuah ‘mannequin’.

“kenapa kau kemari?” Taeyeon bertanya dengan ketus sambil melipat tangannya. dia tak menyukai kehadiran Kris.

“karena kau calon istriku, aku akan mengantarmu ke sekolah.” Kris menjawabnya dengan simpel.

Taeyeon mendelik, “tidak perlu! Aku bisa pergi sendiri!” tolaknya.

“tidak bisa.” Kris menolak tegas. Pria itu menatapnya dengan sungguh-sungguh, “sudah menjadi kewajibanku untuk mengantar calon istriku sampai dengan selamat dan lagi, aku sudah berjanji akan selalu melindungimu.” Ucapnya tenang. “kau harus sepakat dengan itu, suka atau tidak.” tegasnya mengakhiri kalimatnya.

“tapi kau tidak perlu melakukan ini.” Taeyeon memelas. Kris menggeleng tegas dan memberinya tatapan tajam.

*dasar vampir menyebalkan! Ugh, apa dia sengaja menakutiku huh? Menyebalkan!* Taeyeon cemberut, dengan bersungut kesal dia pun akhirnya naik ke mobil di ikuti senyuman Kris yang telah kembali seperti biasanya.

– – –

Beberapa menit kemudian setelah mereka memasuki area halaman sekolah, pekikan dan teriakan menggema di hampir seluruh sisi sekolah menyambut mereka. Taeyeon menutup wajahnya dengan telapak tangannya karena malu. Kris yang turun dari mobil untuk membukakan pintu sebelum ia membukanya, tak membantunya sama sekali. para gadis di sekitarnya memekik dan bersorak layaknya fangirl dan itu membuatnya ingin segera lenyap dari tempat itu. tak perlu di tanya, mengapa mereka bertingkah berlebihan seperti itu. seperti dugaannya sebelum berangkat, Kris akan menarik seluruh perhatian hampir seisi sekolahnya. Dan itu terbukti.

Taeyeon memutar bola matanya dan cemberut. “ish, dia sama sekali tidak sehebat itu!” gerutunya turun dari mobil. Meski dia mengecilkan suaranya, Kris masih bisa menangkapnya dengan sangat jelas.

“kau pasti cemburu karena banyak teman-temanmu yang ternyata menyukai calon suamimu ini.” ujar Kris sambil tersenyum menggodanya. dia menoleh ke gadis-gadis itu dan tersenyum.

Gadis-gadis yang melihatnya langsung memekik riuh dan sebagian dari mereka tersipu malu. Taeyeon lagi-lagi memutar bola matanya. entah mengapa, timbul perasaan aneh dalam hatinya. dia kesal, sangat kesal tanpa alasan yang jelas. dia merasa terganggu dengan tingkah gadis-gadis itu. dan ucapan Kris tadi sempat membuat kupingnya menjadi panas.

“cemburu? Jangan berpikir yang macam-macam! Dan berhentilah membicarakan tentang calon suami dan calon istri. Aku tidak ingin orang tahu, apalagi kalau sampai mereka tahu aku akan menikah dengan seorang vampir. Seluruh sekolah bahkan seluruh dunia pasti akan menertawaiku!” cerocos Taeyeon. suaranya sengaja di pelankan karena tidak ingin siswa di sekitar mereka mendengar apa yang di ucapkannya.

Kris hanya tersenyum, dia kemudian menurunkah tubuhnya hingga wajahnya sejajar dengan wajah Taeyeon. Taeyeon terlonjak kaget hingga tubuhnya tak sengaja terdorong kebelakang, beruntung lengan Kris segera menahan pinggangnya. Taeyeon bersemu merah karena jarak mereka yang sangat dekat. Rasa gugup menyelimutinya dengan cepat.

“aku tidak perduli apa yang orang-orang itu katakan.” Ucap Kris.

“tapi aku perduli!” Taeyeon meninggikan suaranya.

Kris tidak berkata apa-apa. dia menatap Taeyeon dalam-dalam, kedua mata icy bluenya menelusuri setiap lekuk wajah gadis itu. pandangannya meneduh, wajah kesal Taeyeon padanya membuatnya tersenyum.

“kita punya kesepakatan bukan?” tanyanya lembut tanpa mengalihkan tatapannya.

Kening Taeyeon sedikit berkerut, dia sebenarnya tak begitu paham kemana arah pembicaraan Kris tapi tetap mengangguk layaknya anak yang patuh. Tatapan Kris seolah menghipnotisnya. sepasang icy blue miliknya begitu memukau dan memikatnya, membuatnya tak bisa berpaling. Ia sejenak lupa dengan 4 magis Kris yang harus di hindarinya.

Kris tersenyum lembut padanya membuat jantungnya berdebar-debar. Dia hanya diam, menanti dengan cemas apa yang akan dilakukan Kris padanya.

“..dan setiap kesepakatan harus di segel untuk meresmikannya.” Bisik Kris.

*huh?*

Belum sempat Taeyeon mencerna maksud kalimat itu, Kris telah menangkup wajahnya tanpa melepas kontak mata di antara mereka. Kris tak peduli dengan sekitarnya kalau saat ini berton-ton pasang mata tengah melihat ke arah mereka dengan mata yang hampir meloncat keluar.

Kedua mata Taeyeon membulat lebar. dunia di sekitarnya tiba-tiba menjadi slow motion, tempat itu mendadak hening. Suara-suara dari para gadis-gadis itu lenyap. hanya suara nafas yang saling memburu yang terdengar dengan jelas bersamaan dengan detak jantungnya yang berdebar sangat kencang. tubuhnya masih dalam posisi yang sama, masih diam terpaku membatu di tempat.

Kris yang tiba-tiba mencium bibirnya membuat pikirannya kosong. Lututnya melemas dan hampir saja dia melongsor ke bawah jika saja Kris tak segera melingkarkan lengannya di pinggangnya-menahannya. ini ciuman pertamanya, dan seorang vampir telah merampasnya. Dia seharusnya menolaknya dan mendorongnya dengan keras, tapi mengapa tubuhnya tak bisa di kendalikan? Untuk alasan yang tidak ia ketahui, dia tak bisa. Yang kemudian dilakukannya adalah menutup kedua matanya. Ini bukanlah jenis ciuman penuh gairah tapi sebuah ciuman yang benar-benar murni. Kris hanya menempelkan bibirnya. tapi tetap saja, hatinya serasa meledak keluar. bibir Kris sangat lembut dan halus. Bagaimana dia bisa menahannya?

Kris melepaskan tautan bibir mereka dan tersenyum lembut mengusap pipi Taeyeon yang kini merona merah.

“sah.” Ucapnya. pelan tapi tegas.

Wajah Taeyeon merah padam. Dia masih shock hingga tak bisa mengeluarkan sepatah katapun dari mulutnya. bahkan menatap mata Kris pun ia tak sanggup. Kris menciumnya di depan teman-temannya, sungguh tak pernah disangkanya. Teriakan histeris yang sejak tadi menggema dan gumaman iri terdengar hampir di setiap sudut. Kris seperti biasanya tetap terlihat tenang. dia mendekatkan kembali wajahnya dan membisikkan sesuatu di telinga Taeyeon membuat wajah gadis itu semakin memerah dan akhirnya salah tingkah.

Kris pun pamit dan berjanji akan menjemputnya lagi sehabis pulang dari sekolah. Taeyeon masih diam di tempatnya sembari memegangi kedua pipinya yang terasa hangat. degup jantungnya masih berdebar di dalam sana seiring dengan mengingat kata-kata Kris yang di ucapkannya tadi sebelum pergi.

Aku senang kau cemburu, itu artinya kau mulai suka padaku..

Taeyeon menatap ke arah jalan yang tadi di lalui mobil Kris. *orang itu selalu seenaknya dan tidak perduli dengan apa yang kukatakan.* mendadak kemarahannya membuncah. Dia yang tadinya kelihatan tenang-tenang saja, akhirnya tersadar kalau seharusnya dia tidak bersikap lemah terhadap Kris tadi. Buktinya pria itu telah berani merampas ciuman pertamanya. Setengah berlari, dia meninggalkan tempat itu menuju ruang kelasnya. Sepanjang jalan kepalanya menunduk menghindari semua tatapan iri yang mengarah padanya. sepanjang jalan itu pula Taeyeon merutuki dirinya sendiri karena terlalu bodoh membiarkan Kris menciumnya. “Taeyeon!”

Taeyeon berhenti tepat di depan ruangannya. Suara familiar milik Sunny menghentikan langkahnya. dia menoleh dan mendapati sahabatnya itu berlari ke arahnya. melihat Sunny tersenyum lebar padanya, Taeyeon langsung mendongkol. Dia ingin menutup wajahnya dengan telapak tangannya dan segera menghilang dari tempat itu. tanpa ia mengatakannya pun, Sunny pasti sudah melihat semuanya. pertanyaannya sekarang, bagaimana dia menjawab pertanyaan sahabatnya itu nanti?

“kau berutang penjelasan padaku.” Sunny menatapnya dengan serius memulai interogasinya. “kenapa kau tidak pernah bilang padaku kalau kau sudah mempunyai kekasih huh? Apa kau sekarang ingin main rahasia-rahasiaan denganku?”

“a-aku tak mengerti maksudmu.” Taeyeon mengelak. Senyum kakunya membuat Sunny semakin tidak percaya dan malah kesal padanya.

“kau benar-benar ingin membohongiku Taeyeon-sshi?” tatap Sunny seraya menaikkan alisnya.

Taeyeon gugup. “dia bukan pacarku..sungguh.”

Sunny memutar bola matanya lalu melipat tangannya menatap lurus ke arahnya. “katakan itu pada gadis yang baru saja berciuman di halaman sekolah.” sindirnya.

“kami tidak berciuman!” Taeyeon berseru keras membuat siswa-siswa di dalam ruangan melihat ke arahnya dengan tatapan aneh. “kami tidak punya hubungan apa-apa.” jelasnya.

“kau yakin?” Sunny tidak percaya. “jika kalian tidak punya hubungan apa-apa, dia tidak mungkin menciummu. Aku tidak pernah tahu kalau kau punya hobi mencium orang sembarangan.”

“yaa!!”

Wajah Taeyeon merah padam karena malu. Sunny hanya mencibir.

“kenapa kau tidak jujur saja? aku sahabatmu atau bukan? Masalah seperti ini kau malah menyembunyikannya dariku.” Sunny cemberut.

Taeyeon terdiam. Sunny semakin penasaran. “apa..kalian sudah sampai tahap ‘itu’?” tanyanya ingin tahu.

Taeyeon tak menjawab melainkan mendelik tajam padanya.

“kau tidak ingin menceritakannya padaku. aku penasaran!” Sunny berseru kesal.

Helaan nafas dalam keluar dari mulut Taeyeon. “dia bukan kekasihku seperti yang kau kira. Kami hanya berteman, tidak lebih dari itu.” jelasnya. Dia tidak ingin dan tidak boleh memberitahu siapapun tentang hubungannya dengan Kris. termasuk pada Sunny. Mungkin nanti, tapi tidak sekarang.

Sunny mengerucutkan bibirnya, kurang puas dengan jawaban Taeyeon. dia sebenarnya ingin mendengar sesuatu yang lebih. Taeyeon yang memiliki kekasih, tentu saja dia sangat bahagia.

“seorang teman tidak akan mencium seperti itu.” tandasnya.

Taeyeon menggigit bibir bawahnya menutupi kegugupannya. Bayangan ciuman pertamanya beberapa menit yang lalu membuat wajahnya bersemu merah kembali. Dan Sunny, tentu saja menyadari hal itu.

“apa kau yakin hubungan kalian tidak lebih dari itu?” selidiknya.

Taeyeon semakin gugup. tidak butuh waktu lama dan Sunny akan tahu segalanya.

“i-itu..”

“lihat ‘kan?” Sunny mengejeknya, “kau sama sekali tak bisa menjawabnya. aku melihat semuanya dan dari cara dia menatapmu, aku bisa merasakan kalau dia sangat menyukaimu.” ujarnya yakin.

Taeyeon tersenyum geli dengan sikap Sunny yang bak seorang ibu memberi nasihat pada putrinya.

“tidak ada apa-apa di antara kami Sunny. Lagipula…” dia menatap sahabatnya dan keningnya berkerut, “sejak kapan kau menjadi pemerhati perasaan orang lain huh?” tanyanya heran.

Sunny mengangkat bahunya cuek, “well karena kau sahabatku, aku merasa wajib mengatakan itu.”

Taeyeon memutar bola matanya kemudian berbalik masuk ke dalam kelasnya. Sunny tersenyum dan ikut masuk mengikutinya.

Tidak seperti biasanya, guru pelajaran sejarah belum masuk ke kelas mereka. alhasil, kelas menjadi sangat gaduh karena sebagian besar dari para siswa itu sibuk bercakap-cakap dengan teman-temannya tanpa mempedulikan sekitarnya yang juga butuh ketenangan. Taeyeon memandang teman-teman kelasnya dengan pandangan bosan sebelum melempar pandangannya keluar jendela. dia berpikir, bagaimana reaksi teman-temannya nanti jika mereka tahu kalau di dunia mereka para vampir itu nyata? Apakah mereka akan tetap segembira ini atau terkejut sepertinya? sungguh malang, manusia sepertinya menjalani kehidupan dengan aman dan damai tanpa tahu makhluk mengerikan seperti vampir hidup di antara mereka. bagaimana jika para vampir itu menampakkan diri mereka dan memangsa mereka? membayangkannya saja membuat Taeyeon merinding.

“hei.” Taeyeon menoleh. Sunny yang duduk di sampingnya tersenyum sumringah padanya. “kau belum memberitahuku nama pria itu.”

“namanya Kris.” Taeyeon menjawabnya dengan malas.

“Kris?” Sunny mengerutkan keningnya. “dia tidak terlihat seperti orang Korea. Marganya?”

Taeyeon hanya mengangkat bahunya. mana dia tahu tentang itu. Kris tak pernah mengatakannya. Lagipula, dia malas membahas pria vampir itu jadinya, jawaban yang di berikannya pada Sunny juga setengah hati.

“keluarganya? Bagaimana kalian bertemu? Kris itu orang seperti apa? dan apa kau sudah bertemu dengan keluarganya?” tidak puas, Sunny langsung melayangkan berbagai pertanyaan.

Taeyeon kembali mengangkat bahunya kemudian mendengus pelan. mana dia tahu tentang keluarga Kris. lagipula, bagaimana mungkin dia bisa mencari tahu apalagi bertemu dengan keluarga Kris? mereka saja baru bertemu beberapa hari yang lalu. Dan lagi, Kris adalah vampir tentu semua keluarganya juga vampir. Bisa-bisa dia menjadi santapan mereka jika nanti dia bertemu dengan keluarganya. Membayangkannya saja sudah membuatnya bergidik ngeri.

“kau pelit sekali.”

“kan sudah kubilang, aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa.”

“dan kau berharap aku percaya?”

Taeyeon bungkam. Dia sangat tahu, Sunny adalah tipe gadis yang selalu ingin tahu. jadi meskipun dia berusaha menghindari pertanyaannya, Sunny pasti akan menemukan jalan lain untuk mendapat jawabannya.

“kau beruntung sekali..” Taeyeon menaikkan alisnya. “pria itu sangat tampan Taeyeon. andainya aku tidak punya Minhyuk oppa, aku pasti sudah mengejarnya.” Sunny sibuk berceloteh di sampingnya.

Taeyeon tertawa ringan. “aku akan mengadukanmu pada Minhyuk.”

Muka Sunny langsung tertekuk membuat Taeyeon semakin tertawa. Tiba-tiba Sunny menatapnya wajah serius.

“a-ada apa?”  entah mengapa, Taeyeon merasa tidak nyaman sekaligus was-was dengan tatapannya.

Sunny mendekat, kedua matanya menatap ke satu arah di bagian wajah Taeyeon. gadis itu kemudian tersenyum jahil.

“jadi, bagaimana rasanya di cium Kris?” Taeyeon tersentak kaget, seketika wajahnya merona merah. “bukankah itu ciuman pertamamu?”

“berhenti berbicara yang tidak-tidak.” Taeyeon masih berusaha mempertahankan sikap santainya. Tapi Sunny yang sudah tahu betul sifatnya, semakin tersenyum lebar.

“jangan membahasnya lagi. aku tidak ingin membicarakan itu.” Tukas Taeyeon.

Melihat Sunny yang nyengir, Taeyeon menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. dia sangat malu mengingat kejadian ciuman itu. ketika dia melepaskan tangannya, Sunny masih tersenyum menggodanya.

“Sunny~”

Sunny hanya terkikik, Taeyeon merajuk sambil memperlihatkan aegyonya.

“songsaengnim datang!” seru salah seorang siswa yang berlari duduk ke bangkunya.

Seketika kelas menjadi gaduh karena masing-masing siswa buru-buru kembali ke tempatnya. hanya beberapa detik, ruangan kelas telah kembali hening. semuanya diam menanti guru yang akan memasuki ruangan kelas mereka. tak lama setelahnya, seorang pria muncul di pintu kelas. Taeyeon dan Sunny saling berpandangan heran. bisik-bisik siswa mulai terdengar di belakang ketika pria itu berjalan memasuki kelas dan berdiri di depan.

“selamat pagi.” Pria itu menyapa mereka sambil tersenyum. sebagian siswi di kelas itu berbisik-bisik dengan rekan sebangkunya tentang betapa tampannya pria itu. “perkenalkan, namaku Shim Changmin. Aku adalah guru pengganti sementara karena guru Han sedang cuti sakit.” Ujarnya memperkenalkan dirinya.

Ada sebagian siswa yang heran dan ada pula sebagian yang senang mendengar berita itu. guru Han adalah guru yang cukup tegas pada siswa-siswanya, tentunya bagi siswa yang sering mendapat hukuman darinya merasa senang dengan hal ini.

*guru Han sakit?* kening Taeyeon berkerut heran. selama ini yang ia tahu, guru Han adalah guru yang selalu berstamina dan jarang sakit. tapi jika sekarang ia cuti karena sakit, berarti guru Han memang tidak sekuat yang terlihat.

Taeyeon memainkan polpennya sembari mengamati guru barunya yang sudah duduk di kursinya. Ada sesuatu yang mengusik pikirannya. Pria itu masih sangat muda untuk menjadi seorang guru. Dia memiliki tinggi yang hampir menyamai tinggi Kris dan wajahnya juga tampan. pantas saja siswi di kelasnya terpesona padanya. tapi lebih dari itu, kulit putih pucat gurunya membuatnya heran. dia terlalu putih untuk kulit orang-orang di kotanya. Taeyeon nyaris menjatuhkan polpennya ketika pria itu menangkap tatapannya. Buru-buru dia menundukkan pandangannya dan pura-pura sibuk membaca buku di depannya. Rupanya, pria itu menyadari seseorang sedang memperhatikannya. dan Taeyeon tak menyadari kalau pria itu tersenyum misterius menatapnya.

“sekarang buka halaman 180. Kita akan melanjutkan pelajaran guru Han.” Ucap pria itu memulai pelajarannya.

Tidak perlu dua kali mengatakannya, seluruh siswa termasuk Taeyeon langsung patuh. Dan begitulah, pelajaran berlangsung seperti biasanya.

– – –

Tak terasa beberapa jam telah berlalu. Bel tanda aktifitas sekolah usai, berdering kencang. beberapa menit kemudian, satu persatu siswa terlihat keluar dari dalam kelas masing-masing dan berjalan pulang menuju gerbang sekolah. Taeyeon dan Sunny yang berada di antara siswa-siswa itu, berjalan berdampingan sembari saling bercanda.

Mendekati gerbang sekolah, mereka di kejutkan oleh suara pekikan dan bisik-bisik dari para siswi-siswi yang nampak berkerumun di depan gerbang sekolah. Taeyeon memandang mereka dengan pandangan tidak suka sementara Sunny sibuk berjingjit ingin tahu apa yang terjadi di depan mereka. Taeyeon maklum, sahabatnya itu selalu penasaran terhadap apapun.

Rahang Sunny seketika menurun, mulutnya membuka membentuk huruf O besar tepat ketika matanya menangkap pemandangan yang tersuguh di depannya.

“T-Taeyeon..” suaranya bergumam. Kedua tangannya menggoncang lengan Taeyeon tapi matanya masih tak berpaling.

Taeyeon mengeryit heran, kenapa tiba-tiba Sunny bersikap aneh. Tapi dia tak berminat untuk melongokkan kepalanya. selain kerumunan di depannya memiliki tinggi sedikit di atasnya, dia malas untuk ikut-ikutan. Sunny semakin menarik lengan bajunya dan itu membuatnya terganggu.

“kau kenapa?” tanya Taeyeon mulai kesal. “sedikit lagi lengan bajuku robek di tanganmu.” Sindirnya.

Sunny berdecak kesal. “kekasihmu ada di depan sana!”

Taeyeon mengerjapkan matanya tak percaya. dia menerobos kerumunan siswi itu dan berhenti di tengah. Tidak jauh di depannya, Kris berdiri bersandar di pintu mobilnya. kedua tangannya melipat di dadanya sambil memejamkan matanya. pria itu seperti tak perduli dengan suara gaduh di sekitarnya. Sebagian besar dari siswi yang berdiri di sekitarnya sibuk mengambil fotonya karena mengira dia adalah seorang model. Taeyeon mengepal tangannya kuat-kuat dengan geram. Bukan karena ia cemburu pada teman-teman sekolahnya yang genit tapi karena keberadaan Kris di depan sekolahnya. Apa yang pria itu lakukan disini? selain itu, dia masih marah pada Kris karena telah menciumnya.

“kau tidak ingin menghampirinya?” bisik Sunny.

Seolah bisa mendengar suara Sunny, Kris membuka matanya dan mengangkat kepalanya menatap Taeyeon yang berdiri tidak jauh di depannya. pria itu seketika tersenyum lalu berjalan menghampirinya. setiap gerak-geriknya tak pernah lepas dari banyaknya pasang mata yang serius ingin tahu apa yang nanti akan mereka lihat.

“my-“

“apa yang kau lakukan di sekolahku?” Taeyeon dengan tatapan dingin langsung memotong ucapan Kris. “kau sengaja ingin mencari perhatian seluruh siswa?” lagi, dia tak membiarkan Kris menjawabnya.

“Taeyeon.” Sunny menegurnya. Taeyeon mendengus kasar. Dia memberikan tatapan tajam pada para siswi yang melihat ke arahnya.

Kris tersenyum tetap tenang. “aku datang menjemputmu.” Ucapnya lembut.

Taeyeon melongo. Kris menepati janjinya, menjemputnya setelah pulang sekolah. Taeyeon bisa melihat pandangan mencibir dari beberapa siswi di sekitarnya karena mendengar ucapan Kris.

“apa kau tidak punya pekerjaan lain? aku bisa pulang sendiri.” nada suara Taeyeon masih ketus. Tapi Kris, tetap tenang menanggapinya.

“aku menjemputmu. Itu sudah kewajibanku.” Jawabnya santai.

Taeyeon mengatup mulutnya rapat-rapat berusaha meredam emosinya. Sampai kapanpun dia tak akan bisa menang melawan sifat keras kepala Kris. dia baru menyadarinya sekarang. Melihat Taeyeon diam saja, Sunny pun berinisiatif memperkenalkan dirinya.

“hai, aku Sunny. Sahabat Taeyeon. kau pasti Kris.”

Kedua mata Taeyeon langsung membulat tapi Sunny hanya mengacuhkannya. Kris yang sejak tadi fokus menatap Taeyeon, menoleh dan tersenyum ramah. “senang berkenalan denganmu Sunny-sshi.” Ucapnya lalu kembali menatap Taeyeon, “kau sudah memberitahunya kalau kita akan me-hmf.”

Kalimatnya terhenti karena Taeyeon membungkam mulutnya. “sudah kubilang jangan bicara sembarangan!!” gadis itu menatapnya dengan kesal,

Kris tersenyum mengecup telapak tangan Taeyeon membuat gadis itu tersentak, segera menurunkan tangannya.

Sunny tersenyum geli memperhatikan interaksi mereka. dia tidak bodoh hingga tidak bisa melihat kalau Kris sangat menyukai Taeyeon. dan Taeyeon, meski selalu menyangkalnya, dia bisa merasakan kalau sahabatnya itu juga memiliki sedikit perasaan khusus terhadap Kris.

“kalian akrab sekali.” komentar Sunny menggoda mereka.

Kris hanya tersenyum tenang menanggapinya sementara Taeyeon melotot tajam padanya, “ini tidak seperti yang kau bayangkan!” serunya kesal.

Sunny hanya mengangkat bahunya, malas mempercayai ucapannya. “kau sepertinya bukan orang Korea.” Dia kembali berbicara dengan Kris. tatapan matanya terlihat ingin tahu.

Kris beralih menatapnya, “aku bukan asli Korea.”

Taeyeon diam mendengarkan. Info yang satu ini, dia juga baru mengetahuinya.

“benarkah?” Sunny tampak bersemangat. “tapi bahasa Koreamu sangat fasih.” Ucapnya kagum sambil tersenyum memperlihatkan eye-smilenya.

Kris meraih tangan Taeyeon dan menggenggamnya dengan erat, “aku akan mengantarmu pulang.” Ujarnya sambil tersenyum.

Taeyeon melepaskan helaan nafas kasarnya, tidak mungkin menolak. Kris yang seorang vampir pasti akan menemukannya dengan mudah jika ia berpikir melarikan diri darinya.

“kau ingin ikut bersama kami Sunny-sshi?” tanya Kris menawarkan.

Sunny mengerjap, mata Taeyeon langsung membulat. “aku?” tanyanya hampir tak percaya. Kris hanya tersenyum. “tentu saja aku mau.” jawabnya riang.

“yaa kau tidak pulang bersama Minhyuk oppa mu?” Taeyeon bertanya padanya.

Sunny menggeleng. Senyum masih melekat di wajahnya. “Minhyuk oppa sedang ada urusan penting.”

Kris berjalan membuka pintu mobilnya untuk Taeyeon. Taeyeon cemberut. Dengan sangat terpaksa, ia pun naik ke mobil itu. sementara itu di belakangnya Sunny sudah duduk tenang di sana. Tak lama kemudian, mobil itu pun meninggalkan sekolah di iringi tatapan mata dari para siswi yang masih setia berdiri di sana.

Sepanjang perjalanan, Taeyeon hanya diam. Kris berapa kali mengajaknya berbicara tapi dia hanya menanggapinya dengan kalimat singkat ‘hm’. Sunny yang melihatnya menjadi tidak tahan. Alasan sebenarnya mengapa dia ingin ikut bersama Taeyeon dan Kris adalah karena dia ingin tahu lebih banyak tentang Kris. dan sepertinya, Taeyeon pun mengetahui hal itu.

“sudah berapa lama kau dan Taeyeon menjalin hubungan?”

Taeyeon tersentak, dia hampir saja tersedak mendengar pertanyaan Sunny yang tiba-tiba. Dia menoleh kebelakang untuk melayangkan tatapan tajam padanya. Sunny tersenyum lebar.

“cherryku belum memberitahumu tentangku?” Kris balik bertanya. Dia tersenyum melirik Taeyeon yang langsung memalingkan mukanya, lalu kembali fokus pada jalanan di depannya.

“cherryku?” Sunny melirik Taeyeon di depannya sembari menahan senyum gelinya. “manis sekali.” komentarnya sengaja menggoda sahabatnya.

Taeyeon semakin kesal, Kris dan Sunny sengaja membuatnya kesal.

“kami sudah saling mengenal sejak dulu tapi cherry sepertinya sudah melupakanku.” Jelas Kris.

Sunny mengeryit heran, “benarkah? Aku tak pernah mendengar cerita itu dari Taeyeon.”

*sama denganku. aku merasa tidak pernah mengenal pria vampir ini* Taeyeon bersungut kesal. *dia datang dan langsung mengklaim orang sebagai calon istrinya. Vampir aneh!*

– – –

Setelah mengantar Sunny, Kris mengemudikan mobilnya menuju rumah Taeyeon. berada berdua dengan Kris membuat Taeyeon menjadi canggung. saat bersama Sunny tadi, cukup membuatnya senang karena setidaknya Sunny selalu mengajak Kris berbicara. tidak sepertinya yang selalu diam dan acuh tiap pria itu bertanya padanya.

“kau masih tidak ingin berbicara denganku?” Kris bertanya padanya.

Taeyeon hanya memalingkan mukanya keluar jendela. dia tersentak ketika Kris tiba-tiba meminggirkan mobilnya di tepi jalan.

“my love..bicaralah padaku.” suara Kris yang memohon membuat Taeyeon menoleh menatapnya. dengan tajam.

“apa kau marah padaku?” Kris bertanya dengan suara yang lembut. tangannya terulur meraih tangan Taeyeon dan menggenggamnya. Taeyeon menarik tangannya dengan kasar. Diluar dugaan, Kris membiarkan genggamannya terlepas.

“kau benar-benar ingin tahu?” Taeyeon menatapnya dingin. “kenapa kau datang ke sekolahku? Kenapa kau memberitahu hubungan kita pada Sunny? Aku sudah mengatakan padanya kalau diantara kita tidak ada hubungan apa-apa, tapi kau, kau malah membuatnya semakin berpikir kalau kita memang menjalin hubungan!” serunya kesal.

Raut wajah Kris berubah datar. Tidak ada ekspresi lembut yang selalu tampak setiap kali berbicara dan menatap Taeyeon.

“kau marah karena masalah itu?”

Taeyeon tersentak, tekanan suara Kris sangat dingin. tatapan matanya tajam menusuk. tapi Taeyeon masih keras kepala. Dia menganggap ini tidak adil baginya. Selalu saja setiap Kris berubah seperti itu, selalu membuatnya gugup dan dia membencinya karena telah membuatnya merasa seperti itu.

“aku menjemputmu sesuai janjiku. Sebagai calon suamimu, aku berhak melakukan semua yang ku inginkan termasuk memastikanmu tetap aman.” Nada tenang dalam suaranya membuat Taeyeon sedikit mencair. “kenapa kau ingin menyembunyikan hubungan kita pada orang lain? kau gadis yang kusukai dan ingin kunikahi. Daripada kau berusaha menolakku, kenapa kau tidak mencoba menerimaku?” nada tegasnya mengakhiri kalimatnya.

Taeyeon tercengang. Dia hampir tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya. Tidak ada kalimat yang keluar dari mulutnya. dia terlalu terkejut hingga mulutnya membungkam.

“kau sudah setuju menikah denganku cherry dan kau harus menepati janjimu.“

“mengenai 3 kali-“

“kau sudah menyetujuinya jauh sebelum itu.” Kris memotongnya.

Taeyeon terkejut. *bagaimana dia bisa menyetujuinya sementara pertemuan mereka baru beberapa hari yang lalu?*

“kau pasti bercanda. Aku baru mengenalmu dan kita baru bertemu beberapa hari yang lalu. Itu tidak mungkin!”

“itu pilihanmu. Tapi pilihanku, kau tetap harus menikah denganku.”

Taeyeon menatapnya sinis, “bukankah menikah tanpa perasaan cinta itu sama saja dengan pemaksaan? Kau ingin tetap menikah denganku meski aku tidak memiliki perasaan itu padamu?”

Kris tersenyum dingin, “aku tidak bilang akan menikah secepatnya denganmu. Belum saatnya.”

Kening Taeyeon berkerut. Tak begitu paham dengan maksud ucapan Kris.

“aku akan membuatmu jatuh cinta padaku.” Kris tersenyum mengakhiri kalimatnya. setelah mengucapkan kalimat itu, Kris kembali mengemudikan mobilnya.

Taeyeon terdiam. kalimat Kris terulang-ulang dalam kepalanya sepanjang perjalanan menuju rumahnya. dia sungguh tak bisa mengerti jalan pikiran Kris. pria itu selalu tegas dan terus terang. pria misterius yang tidak suka berbasa basi. Begitulah pemikirannya tentang Kris. Taeyeon mendadak berdebar-debar, Kris yang akan membuatnya jatuh cinta padanya, seperti apa? dia juga ingin tahu.

– – –

Tak lama kemudian mereka telah sampai di depan rumah Taeyeon. Taeyeon turun dari mobil dan melangkah menuju pagar rumahnya. langkahnya terhenti dan berbalik menatap Kris. Kris tersenyum memandanginya. Dalam sekejap mata, pria itu sudah berada tepat di depannya.

“berhentilah melakukan hal mengejutkan seperti itu!” tukas Taeyeon sambil menyentuh dadanya yang berdegup kencang karena terkejut dengan Kris yang muncul tiba-tiba di depannya. “bagaimana kalau ada yang melihatmu dengan kekuatan anehmu itu?” keluhnya.

Kris tidak mengatakan apa-apa. dia lebih memilih memeluk tubuh mungil Taeyeon.

“K-Kris..o-orang-orang nanti melihat kita.” Taeyeon tergagap. Dia terkejut sekaligus malu karena Kris tetap tidak melepaskannya.

“nyaman sekali.” Kris mendesah pelan. matanya memejam menikmati sisa kebersamaannya yang akan segera berakhir bersama Taeyeon. meski Taeyeon tak membalas pelukannya, ia cukup puas merasakan tubuh gadis itu di lengannya. “aku baru sadar kalau calon istriku memiliki tubuh yang sangat kecil.” candanya.

Taeyeon merasa kesal mendengarnya. sekuat tenaga ia berusaha mendorong Kris. tapi Kris yang lebih besar darinya, bahkan menguasai seluruh tubuhnya hanya dengan kedua lengan kuatnya, membuatnya tak berdaya di bawah pelukannya.

“kalau tubuhku kecil kenapa kau bersikeras mau menikah denganku huh?”

Kris melonggarkan pelukannya lalu menatapnya dalam-dalam. “karena gadis yang kuinginkan hanya kau cherry. Meskipun kau menolakku, aku tetap akan mengejarmu.” Ucapnya sungguh-sungguh.

Untuk kesekian kalinya, Taeyeon tak bisa berkata apa-apa. jantungnya di dalam sana berdebar sangat kencang mendengar ucapan Kris. tidak mungkin dia secepat ini menyukai pria itu hanya karena mengucapkan kalimat manis seperti itu ‘kan? Taeyeon entah mengapa mulai meragukan perasaannya sendiri. Dia yang selalu ingin menolak Kris kenapa saat ini hanya diam?

Taeyeon tertunduk malu. tatapan Kris yang intens padanya selalu membuatnya merasakan perasaan yang berdebar-debar. Tapi Taeyeon, dia masih belum ingin mengakuinya.  Terlalu cepat baginya menyerah pada perasaannya. Kris adalah vampir, makhluk penghisap darah yang berbahaya. Begitulah selalu ia mengingatkan dirinya. Tidak mungkin gadis manusia biasa sepertinya menjalin hubungan dengan makhluk itu. mereka tidak hidup di dalam buku dongeng tapi kehidupan yang nyata. Dia harus memikirkannya sebelum mengambil keputusan yang tidak akan membuatnya menyesal nantinya.

Kris sedikit menurunkan tubuhnya mengecup puncak kepala Taeyeon. gadis itu tersentak kaget tapi tak mengatakan apapun, bahkan menolaknya pun tidak.

“masuklah. Terlalu lama disini akan membuatmu semakin dingin.” tatap Kris lembut. dia tersenyum hangat mengusap rambut hitam Taeyeon lalu mengelus pipinya. “aku akan menunggumu disini.”

“kau juga akan mengantarku ke café?!” Taeyeon setengah berteriak. Kedua matanya membulat lebar. ekspresinya membuat Kris terkekeh pelan. gadis itu tidak perlu berusaha keras untuk terlihat cute karena dia memang sudah cute. sangat cute.

“kenapa? kau tidak suka?” Kris menatapnya.

*tentu saja!* Taeyeon ingin sekali meneriakinya tapi yang ada, dia malah mendengus kasar. “aku bisa pergi sendiri.” ucapnya setegas mungkin. ekspresi Kris tidak berubah, itu berarti pria itu tak perduli dengan apapun alasan yang dikatakannya. Taeyeon memberenggut kesal, “selama ini aku selalu pergi sendiri, kau tidak perlu mengantarku. aku bukan anak kecil yang harus diantar kesana kemari Kris.” keluhnya.

Kris hanya tersenyum. “aku senang mendengarmu menyebut namaku. Sekarang, masuklah. Aku akan menunggumu disini.” Ujarnya lembut namun ada kesan memerintah di dalamnya.

“Kris!” Taeyeon berteriak frustasi.

“aku tidak akan membiarkanmu pergi sendirian my love.” Tatapan Kris begitu teduh dan hangat.

Taeyeon tidak punya pilihan lain selain menurut. Dengan bersungut kesal dia masuk ke dalam rumahnya. segera setelah Taeyeon hilang dari pandangannya, senyum Kris perlahan lenyap dan ekspresinya berubah datar.

“keluarlah.” Nada dingin dari suaranya membuat sosok yang bersembunyi tak jauh di belakangnya itu gemetar.

“m-maafkan kami yang mulia, kakak anda menyuruh kami membawa anda pulang.” Seorang pria berjubah hitam keluar dari tempat persembunyiannya bersama dua orang pria lainnya. Mereka menutupi kepala mereka dengan penutup dari jubah hitam panjang yang dikenakannya hingga yang terlihat hanya wajahnya saja. Wajah mereka yang putih pucat semakin memucat karena gugup.

Kedua tangan Kris mengepal kuat. Reaksinya membuat ketiga pria itu semakin ketakutan.

“katakan pada mereka aku akan pulang setelah urusanku selesai.” Ucapannya tetap dingin.

“tapi yang mulia-“

“apa aku harus mengulang ucapanku?” Kris berbalik melayangkan tatapan tajam padanya.

Ketiga pengawalnya langsung tertunduk, tak berani menatap matanya.

“yang mulia Vallerian akan segera tiba. Jika anda tidak segera kembali sekarang, dia akan tahu kalau anda pergi ke dunia manusia lagi.”

Tubuh Kris menegang. *ayah akan tiba?* dia menatap ketiga pengawalnya dengan ekspresi yang sulit di artikan. “aku mengerti.” Kris memutar tubuhnya membelakangi ketiga pengawalnya yang masih menundukkan wajah mereka. ketiga pengawalnya sontak mengangkat kepala mereka.

“yang mulia, anda…”

“aku tidak bisa pulang sekarang.” jawabnya singkat.

“apa karena gadis itu?” tanya salah satu dari mereka.

“pergilah. Aku tidak ingin melihat kalian muncul di hadapanku lagi.”

“tapi-“

Dalam hitungan detik, tubuh pengawal itu telah terdesak menghimpit batang pohon tak jauh di belakangnya sebelum ia sempat melanjutkan kalimatnya. kedua matanya membulat lebar memancarkan ketakutan yang sangat. Kris berdiri tepat di depannya, rahangnya mengeras, sebelah tangannya mencengkeram lehernya tanpa rasa kasihan.

“aku tidak menyukai siapapun yang menentang perintahku.” Suaranya tegas dan jelas, Ekspresinya yang tajam menusuk membuat pengawal itu semakin takut hingga tubuhnya bergetar tanpa sadar.

Kedua pengawalnya yang lain menunduk takut. Kris lebih menakutkan di bandingkan saudaranya yang lain, oleh sebab itu tak pernah ada satupun dari mereka yang berani menentang perintahnya.

“m-maafkan a-aku yang mulia. T-tolong…m-maafkan…a-aku…yang..mulia.” Pria itu berusaha memohon meski yang keluar dari mulutnya hanyalah kalimat putus-putus di tengah-tengah tekanan kuat di lehernya.

Kris tersenyum dingin. dia kemudian melepas cengkeramannya dan pria itupun jatuh ke bawah sambil memegangi lehernya yang sakit.

“pergilah.”

Ketiga pengawal itu langsung membungkuk hormat padanya dan segera meninggalkan tempat itu. Kris menghela nafas pelan. dia tak pernah perduli pada perintah ayahnya yang menyuruhnya untuk tidak pergi ke dunia manusia tapi jika ayahnya tahu dia berada disini, dia takut kesempatannya bertemu Taeyeon berakhir.

Setelah mengganti pakaiannya, Taeyeon segera turun kebawah menuju dapurnya. Di jam seperti ini, ayahnya belum pulang dari kantornya. Itulah sebabnya tiap pulang sekolah ia harus memasak dulu untuk ayahnya sebelum berangkat ke tempat kerjanya. selesai menyiapkan semuanya, Taeyeon tersenyum puas. Dia menoleh ke arah jendela sejenak lalu kembali menatap makanan di atas meja.

*untuk apa aku memikirkannya?* Taeyeon mendengus kesal. *dia pasti sudah kenyang menghisap darah manusia. aku hanya membuang-buang waktu menawarkannya makanan* tapi kemudian dia berpikir lagi. *bagaimana kalau dia kelaparan? Ah tidak..itu tidak mungkin. aku yakin dia pasti sudah makan. Ugh, ada apa denganku? Kenapa aku harus perduli padanya?!*

Taeyeon menggeleng-gelengkan kepalanya menepis semua pikiran-pikiran yang muncul dalam kepalanya. tapi pada akhirnya, dia juga membungkus makanan untuk Kris dan memasukkannya di dalam tasnya. Setelah mengunci pintu rumahnya, dia menghampiri Kris yang berdiri seperti biasanya disamping mobilnya. entah mengapa, melihat Kris membuat hatinya melunak. pria itu tetap bersikeras mengantarnya dan kini menunggunya di tengah cuaca dingin seperti ini. apa dia tidak kedinginan? Terkadang, Taeyeon berharap Kris adalah pria biasa. Dengan begitu, mungkin..mungkin saja semua akan lebih mudah baginya.

“kau sudah selesai?” pertanyaan Kris membuat Taeyeon tersentak dari lamunannya. Dia hanya mengangguk singkat.

Kris tersenyum menatapnya. dia tidak pernah bosan memandangi gadis di depannya itu. gadis itu selalu menyita seluruh perhatian dan perasaannya. setiap kali melihatnya, jantungnya serasa ingin meledak di dalam sana. Perasaan aneh yang begitu membahagiakan selalu muncul tiap kali gadis itu bersamanya. dia tak mengira, perasaan sukanya dahulu telah berubah menjadi perasaan cinta yang akhirnya membuatnya selalu ingin melindunginya. perasaan itu pula yang membentuk rasa takut yang besar dalam dirinya akan kehilangan gadis itu. dia ingin mendekap tubuh mungil itu dalam pelukannya, merengkuhnya dan memperlakukannya dengan lembut tanpa pernah melepasnya. Meski keberadaannya sebagai makhluk menakutkan membuat dinding besar di antara mereka, itu tak menurunkan semangatnya untuk bersama gadis itu.

Ditatap Kris seperti itu, Taeyeon menjadi salah tingkah. dia tidak tahu mengapa Kris menatapnya dengan tatapan yang sulit terbaca. Menyadari ketidak nyamanannya, Kris hanya tersenyum. dia segera membuka pintu mobilnya. bagaikan anak yang patuh, Taeyeon segera masuk ke dalam.

Suasana hening dalam perjalanan membuat Taeyeon kembali merasa tidak nyaman. Kris yang tidak pernah berbicara dengannya, membuatnya heran dan bertanya-tanya. diam-diam dia selalu melirik Kris yang tetap terpaku pada jalanan di depannya. kening Taeyeon berkerut heran, Kris tidak seperti biasanya. raut wajah pria itu terlihat seolah sedang memikirkan sesuatu.

“ehm..” Taeyeon berdehem mencoba mencairkan suasana. Kris menoleh padanya dan tersenyum sebelum kembali menatap jalanan di depannya. wajah Taeyeon cemberut. Kris mengacuhkannya lagi.

“ehm.” Dia kembali berdehem. Kali ini lebih keras dari sebelumnya. Kris tiba-tiba meraih tangannya dan menautkan jari-jari mereka sebelum membawanya ke bibirnya untuk mengecupnya.

Taeyeon tersentak, matanya mengerjap kaget. “aku menghargai usahamu mencari perhatianku, my love.” Kris tersenyum menggodanya. “aku menyukainya.”

Taeyeon langsung menarik tangannya dan memalingkan mukanya. Wajahnya memanas, jantungnya berdebar-debar atas ucapan Kris. *aku hanya mempermalukan diriku sendiri. dasar bodoh!* rutuknya.

Kris diam-diam memperhatikannya. hatinya melunak, dia bisa melihat bagaimana Taeyeon berusaha semaksimal mungkin menutupi wajahnya darinya.

“my love…jika kau ingin berbicara denganku, kau tinggal mengatakannya saja. aku minta maaf karena sejak tadi mengacuhkanmu.” Kris tersenyum kembali menautkan tangan mereka.

Taeyeon hanya diam sementara di dalam sana, perasaannya berkecamuk. Untuk alasan yang tak ia ketahui, dia membiarkan Kris menggenggam tangannya.

Sambil menutupi kegugupannya, Taeyeon berinisiatif bertanya padanya. “apa kau juga akan menjemputku?” suaranya yang pelan masih terdengar gugup.

Kris menoleh sekilas padanya sebelum menjawabnya dengan singkat. “kau sudah tahu jawabannya.”

Muka Taeyeon menekuk. dia menyesal menanyakan pertanyaan itu. matanya kemudian melirik ke bawah dimana tasnya berada di pangkuannya. *apa kuberikan saja padanya?* tanyanya pada dirinya. di dalam sana, ada bekal yang ia simpan untuk Kris. tapi ia tak tahu bagaimana cara memberikannya. Asyik berkutat dengan pikirannya, apakah dia harus memberikan bekal itu pada Kris atau tidak, dia tak menyadari kalau Kris sejak tadi memperhatikannya. Dan pria itu ingin tahu apa yang ada di pikiran gadis di sampingnya itu.

“apa yang kau pikirkan?”

Taeyeon tersentak kaget. tentu saja, dia tadi tidak fokus. “eh..itu..itu..tidak ada.” Setelah berputar-putar mencari alasannya, jawabannya berakhir kurang memuaskan.

Kris menaikkan sebelah alisnya, jelas tidak menerima alasan seperti itu.

“makhluk sepertimu..maksudku vampir.” Taeyeon meralatnya cepat, takut Kris salah paham. Tapi Kris tetap dengan ekspresi datarnya. Tak perduli. “apa vampir sepertimu juga bisa kelaparan?” selesai menanyakan pertanyaan itu, Taeyeon menyesalinya. Itu pertanyaan terbodoh yang pernah dia ajukan.

Kris hanya diam menatapnya. Taeyeon kembali memperbaiki pertanyaannya. “maksudku, apa kau tidak lapar?” tanyanya lagi. “kau bilang tidak menghisap darah manusia.” tambahnya.

Kris tersenyum mengerti kemana arah pertanyaan itu. “aku sama sepertimu. Makan makanan seperti manusia.”  wajah Taeyeon mendadak cerah. “tapi, kami bisa menahan rasa lapar selama seminggu bahkan bisa lebih lama dari itu. Jadi jika kau bertanya apa aku lapar sekarang, jawabannya tidak.” ujarnya mengakhiri penjelasannya.

Taeyeon langsung memalingkan mukanya. Kesal dan menyesal. Kesal karena sejak tadi ia hanya sia-sia menanyakan hal seperti itu pada Kris. menyesal karena dia sudah menyiapkan makanan untuk Kris tapi pria itu malah mengatakan tidak lapar.  tanpa sadar kedua tangannya meremas tas di pangkuannya dengan geram. *menyebalkan! Seharusnya dari awal aku tidak perlu menyiapkan makanan ini untuknya!!* jeritnya sebal.

“hei kau kenapa?” suara Kris yang lembut bertanya padanya tidak mengurangi kejengkelan Taeyeon.  Bukannya menjawab, dia malah menatapnya dengan tajam.

“kau menyebalkan!”

Mata Kris mengerjap. Dia sama sekali tak tahu mengapa Taeyeon bersikap seperti itu lagi padanya.

“apa kau marah lagi padaku?”

Dengan wajah cemberut, Taeyeon membuang mukanya memandang keluar jendela, mengabaikan pertanyaannya. Kris hanya tersenyum melihatnya. sebelah tangannya menepuk-nepuk puncak kepala Taeyeon dengan penuh kasih sayang lalu menautkan tangan mereka sebelum kembali fokus menyetir. Bibir Taeyeon mengerucut, Kris memperlakukannya seperti anak-anak dan dia tidak menyukainya.

 

To be continued…

Aku senang banget di chapter 1-nya banyak tanggapan positif dan kuharap di chap ini juga begitu.

INGAT!!! Aku menulis sesuai Mood. Aku tidak bisa memaksa melanjutkan semua ffku sekaligus jika moodku sedang buruk. Aku melanjutkan ff  hanya jika saat itu moodku untuk ff itu sedang bagus. Jika tidak, aku beralih pada ff lain yang sekiranya moodku sedang baik di ff itu. dan moodku untuk ff iniiiiiiiiii…sangat bagus^^ makanya chapter 2 nya cepat.

Aku sudah berjanji dan sebisa mungkin aku berusaha menepatinya. Kuharap pengertian dan kesabaran kalian ^_~

Just ask : ada yang bisa kasih tahu g’ dimana tempat kirim ff khusus author freelance selain di blog ini?

–> RYN

Advertisements

85 thoughts on “[Freelance] Story of EXOTaeng : My Someone Special (Chapter 2)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s