[Freelance] Between Bestfriend and Love (Chapter 3)

Between Bestfriend ang Love ver1

Author             :  _agrn

Main Cast        : Jessica, Yoona, Luhan, Kris

Other Cast       : Xiumin, Xi Mei Lin (OC)

Genre              : Romance, Friendship, Sad, Little bit Comedy

Rate                 : PG 14

Length             : Multichapter

A/N                 : Annyeong~ Author Rin balik lagi ‘-‘ kali ini giliran FF kesayangan author (nomor dua tapi) yang diapdet ~’-‘)~  entah kenapa kalau ketemu FF ini bawaannya ketawaaa terus. Nginget-nginget masa pas kejadian ini berlangsung dan nginget-nginget betapa bodohnya kesalahan yang aku lakukan L

Waktu itu ada yang tanya langsung (ngedm) soal pembagian peran disini. Jadi, author bakal berceloteh sedikit.. gak baca gak papa sih /?/ jadi, kalian tahu roleplay? Ini semua sebenarnya yang aku alami dari roleplay world, bukan real world-_- tapi tetep aja feel-nya nyampe banget ke real L

Disana aku nge-rp (roleplay) sebagai Yoona, temen aku yang kumaksud ini kebetulan nge-rp jadi Jessica. Jessica ini bener-bener temen aku di real world. Si cowok yang satu nge-rp sebagai Kris dan yang satu lagi jadi Luhan’-‘ nah, cast-cast selanjutnya bakal kutentuin berdasarkan chara apa yang dimainkan orang itu di rp. Gak ngerti? Nah, aku gak tau juga deh-_-

Ok deh, cukup basa basinya, Happy Reading~ DON’T LIKE DON’T READ!

oOoOoOo

“Kau harus kencan denganku”

Kalau saja Jessica tidak mengendalikan dirinya, mungkin dia akan segera meninju namja jangkung dihadapannya ini. Apa-apaan dia? Kencan? Jangan bercanda! Seumur hidup Jessica tidak pernah berkencan. Dan ia hanya akan melakukannya dengan calon suaminya nanti. Ia bukan tipe orang yang ingin bermain-main.

Jessica menepis tangan Kris yang menyentuh dagunya. “Jangan bercanda. Kau pikir itu lucu?”

“Aku tidak bercanda. Aku serius”ujar Kris datar.

“Kau pikir ini masuk akal?”tanya Jessica dengan nada yang meninggi. Ia mengepalkan tangan sanking kesalnya.

Kris balas menjawab dengan nada yang datar. “Kau tidak mengerjakan tugas yang kuberikan sendiri, dan tidak mau menerima hukuman. Orang macam apa kau ini. Tidak kusangka kau orang seperti ini, Jessica Jung”

“Ap…”

Jessica baru akan menyumpah serapahi Kris saat Luhan menahan lengannya. Jessica menatap namja itu. “Apa?!”serunya kesal.

Luhan mendekatkan wajahnya ketelinga Jessica dan membisikkan “Turuti saja, atau kau akan membuat para penggemar Kris menghajarmu”

“Hei, aku tidak lemah! Aku…”

Luhan kembali memotong perkataan Jessica dengan bisikan “Diantara mereka, banyak yang merupakan orang-orang berkuasa. Aku tahu kau kuat dan juga berkuasa. Tapi Jessica Jung, keluargamu mungkin hancur jika lebih dari 5 keluarga lain menyerangmu”

Jessica menghela nafasnya. Ia tidak mau berhubungan dengan orang tuanya untuk sementara waktu. Jessica tidak mau mereka tiba-tiba tahu tentang ini. Jessica bisa dipukuli jika ketahuan menjadi asisten Kris, dan membuat penggemar Kris menghancurkan keluarganya. Ah, mungkin bukan dipukuli, tapi dibunuh. Bisa jadi.

“Terserah kau saja”ujar Jessica lagi lalu keluar dari ruang kelas itu tanpa mempedulikan tatapan bingung dari Kris, Luhan dan beberapa orang disana.

“Apa yang kau katakan padanya?”tanya Kris pada Luhan.

Luhan mengedikkan bahu “Tidak ada yang khusus.”

oOoOoOo

“Ya! Jessica Jung. Kenapa kau lesu sekali?”tanya Yoona ketika istirahat makan siang tengah berlangsung. Mereka kini ada di kelas. Kelas itu kosong karena yang lainnya sedang makan siang di luar kelas. Aneh sekali bagi Yoona. Kelas itu nyaman dan langsung menghadap ke lapangan, menyuguhkan pemandangan yang cukup menarik. Kenapa tidak banyak yang mau berada disana?

“Yoongie…”rengek Jessica seraya menghela nafas kasar. “Aku stress! Bagaimana bisa namja itu memintaku kencan dengannya karena aku tidak mengerjakan tugas yang ia berikan?!”

“Bukannya kau sudah memberikan tugas itu? dan bukankah sudah kuisi semua?”tanya Yoona bingung.

“Terimakasih pada teman rusamu itu. Dia yang mengatakannya pada Wu Yi Fan dengan polosnya.”gerutu Jessica.

“Bukankah kau seharusnya memanggilnya sunbae?”tanya Yoona polos. “Dia senior kita bukan?”

“Aku tidak akan peduli pada sopan santun untuk namja itu. Bisa-bisanya dia memberikan hukuman bodoh seperti itu. Ini baru 2 hari dan aku sudah hampir gila!”Jessica memutar bola matanya lalu membuka kotak bekalnya yang hanya berisi salad.

Yoona menatap bekal Jessica dengan pandangan khawatir. “Kau hanya makan itu Jess? Kau tahu? kau tidak akan kenyang dengan itu…”

Jessica tertawa. “Aku tidak sepertimu Yoong. Kau tidak akan kenyang bahkan dengan bekal milik Kim Min Seok…”

Yoona terkekeh kecil ketika mengingat teman SD mereka, Kim Min Seok. Dia gemuk dan lucu. Pipinya seperti bakpao dan dia akhirnya mendapatkan julukan baozi. Bekalnya banyak sekali, bahkan lebih dari 3 bekal anak SD pada umumnya. Tapi sepertinya dia melakukan diet, karena beberapa waktu belakangan ini, Yoona melihatnya di majalah sebagai cover. Dan harus diakui, Kim Min Seok sangat tampan.

Tapi, Yoona mengatakan hal tadi karena ia benar-benar khawatir dengan Jessica. Dulu Jessica selalu membawa bekal yang bahkan lebih besar porsinya dari Yoona. Sekarang, ia justru hanya makan salad, bahkan terkadang tidak makan sama sekali. Yoona tahu, Jessica tidak bisa memasak. Tapi orang tuanya terlalu sibuk untuk membuatkannya makanan dan pembantu-pembantu itu tidak bisa membuat Jessica mau memakan makanan mereka. Jessica yang sekarang hanya akan memakan makanan yang ia beli, atau yang Yoona beri.

“Sic, kau bisa sakit”komentar Yoona lagi. kali ini ada nada khawatir yang begitu kentara pada kalimatnya.

Jessica tersenyum simpul, ia paham betul apa isi pikiran Yoona sekarang. “Sudahlah, aku akan kenyang dan aku tidak pernah sakit walau makanku sedikit.”Jessica measukkan sesuap salad ke mulutnya. “Hmm… enak”

Yoona membalas dengan senyum tipis. Ia tahu, Jessica tidak benar-benar memuji masakan itu. Ia hanya mengatakannya agar Yoona tidak banyak mengomentarinya lagi.

Yoona tidak bisa menasihati Jessica tentang ini. Karena ini berhubungan dengan masalah pribadinya. Yoona tidak enak hati untuk masuk terlalu dalam ke masalah pribadi Jessica. Keluarga Jessica sungguh rumit. Terakhir Jessica bercerita tentang keluarganya adalah saat mereka kelas 1 SMP.

“Semoga kau bisa menyelesaikan masalah keluargamu Jess”batin Yoona. Setelah itu, ia berusaha tidak memikirkan itu lagi.

oOoOoOo

Gagal.

Ya. Yoona gagal untuk melupakan kekhawatirannya atas Jessica. Ia masih terbayang-bayang perkataan Jessica saat pulang nanti.

“Kau dijemput? Biasanya kau pulang naik taksi kan Jess?”

Jessica tersenyum tipis pada Yoona lalu berkata dengan suara yang kecil “Orang tuaku… akan pulang dan berada di rumah…”

Yoona juga masih ingat bagaimana raut takut sekaligus pasrah dari Jessica. Keluarga Jessica sungguh keras. Itulah yang Yoona ketahui. Keluarga Jessica dalah keluarga yang berada, namun sangat keras dan kedua orang tua Jessica sangat workaholic. Pekerjaan mereka adalah yang nomor satu. Bahkan mungkin nyawa dan anak-anak mereka berada diurutan jauh dibawah pekerjaan, saham dan lain lain.

Yoona menghela nafas. Disaat seperti ini dia sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa. Teman macam apa dia ini.

“Yo!”

Yoona membelalak dan segera menoleh kearah suara. Ia mendapati Luhan yang masuk melalui balkonnya. Namja itu mengenakan kaos dan celana panjang yang terlihat nyaman. Yoona menghela nafas kembali. Namja itu datang lagi.

“Aku tidak dalam mood untuk meladenimu Lu”ujar Yoona datar seraya memainkan pensil yang ada ditangannya. Yeoja itu mengubah posisinya menjadi duduk ditempat tidur.

Luhan dengan santainya langsung duduk disebelah Yoona dan menatap apa yang dikerjakan yeoja itu. hei, dia dan Yoona adalah sahabat sejak kecil. Bahkan kalau tidak salah mereka pernah mandi bersama ketika berumur 5 tahun.

“Hei, kau kenapa?”tanya Luhan. Namja itu mendapati potret Jessica yang sedang digambar oleh Yoona. Luhan tahu kalau Yoona pandai membuat potret seseorang. “Ada masalah dengan Jessica? Kau bisa bercerita padaku Yoong”

“Kenapa harus?”jawab Yoona acuh tak acuh.

“Kau harus lebih sopan pada sunbaemu”celetuk Luhan seraya menjitak pelan kepala Yoona.

“Sunbae apa? Kita lahir di tahun yang sama. Kau hanya menggunakan jalur akselerasi sehingga kau bisa satu tahun diatasku sekarang”cibir Yoona seraya tersenyum kecil.

Luhan balas tersenyum “Begitu, kau harus tersenyum Yoong. Jangan cemberut seperti tadi”

Yoona menghela nafas namun masih mempertahankan senyum kecilnya. Ia tahu Luhan memang salah satu orang yang bisa menenangkannya. “Aku mengkhawatirkan Jessica”ujar Yoona kecil.

Luhan mengingat-ingat kejadian Kris dan Jessica tadi, lalu bertanya “Kau sudah tahu kalau mereka akan kencan besok?”

“Ya, aku tahu. Dan itu menjadi salah satu kekhawatiranku…”Yoona menatap Luhan “Kau mengatakan apa pada Jessica pagi tadi?”

“Aku bilang keluarganya bisa hancur kalau diserang oleh 5 keluarga besar lainnya sekaligus”ujar Luhan polos.

Yoona mengehela nafas. “Kau tidak seharusnya menyinggung keluarga Jessica… dia punya hubungan yang buruk dengan keluarganya”Yoona kembali fokus pada gambarannya.

Luhan menghela nafas. “Maaf, aku tidak tahu. Aku hanya berusaha menghindarkannya dari masalah”

“Kau seharusnya minta maaf padanya, bukan padaku bodoh”ejek Yoona lalu segera berdiri dari tempat tidurnya untuk menghindari Luhan yang mengejarnya.

“Ya! Beraninya kau mengataiku bodoh!”seru Luhan masih mengejar Yoona. Yoona sendiri tertawa tawa sampai akhirnya tawanya berhenti ketika ia jatuh akibat kakinya tersandung kotak tisu yang tadi ia letakkan sembarang.

Luhan pun ikut terjatuh dan akhirnya jatuh diatas Yoona. Jarak mereka begitu dekat karena Luhan hanya menggunakan kedua tangannya untuk menyangga tubuhnya agar tidak menindih yeoja itu.

Keduanya terdiam. Hening menyelimuti mereka. Yang terdengar disana hanyalah detik jam dan degup jantung mereka. Yoona menatap Luhan dengan mata yang sedikit membelalak. Gugup dan takut menyelimuti hatinya. Apalagi melihat tatapan Luhan yang terlihat tenang-tenang saja.

Akhirnya hening itu terpecahkan oleh kekehan Luhan. “Dari dekat kau tambah mirip rusa. Jelek sekali”ejeknya sambil mencubit hidung Yoona.

Yoona membelalakkan matanya kesal. Yeoja itu berteriak “Mwoya?!”

Detik berikutnya Luhan telah berdiri dan langsung berlari ke balkon, meloncat ke balkon rumahnya dan menutup pintunya dengan segera, mengabaikan Yoona yang berteriak kencang padanya.

Begitu masuk, Luhan segera duduk di tepi tempat tidurnya dan menghela nafas. Kalau saja tadi dia tidak mengontrol dirinya, ia mungkin akan melakukan hal yang seharusnya tidak boleh ia lakukan.

“Babo”gumamnya kecil.

oOoOoOo

Kris melirik jam tangannya sekali lagi. sudah 15 menit. Yeoja itu terlambat. Padahal ia sudah memintanya datang jam 10 ke taman bermain dekat stasiun.

Kris tertawa kecil ketika mengingat wajah yeoja itu. yeoja yang berbeda dari yang lainnya. Yeoja yang tidak segan padanya. Yeoja yang berani memberikan tatapan dingin padanya. Jessica Jung.

Awal bertemu itu, dia hanya ingin melihat apa reaksi Jessica. Dan dia menebak Jessica akan diam dengan pipi bersemu seperti gadis gadis kebanyakan. Tapi ternyata dia salah. Jessica justru balas menjawabnya dan memberinya tatapan dingin.

Yeoja itu sungguh berbeda, dan Kris menyukainya. Ya, Kris menyukainya sebagai yeoja. Yeoja yang berbeda dari yeoja lainnya. Entah kenapa ide gila untuk mengajaknya kencan itu muncul begitu saja dikepalanya. Padahal dia tahu kalau Jessica pasti menolak. Untungnya Luhan mengatakan sesuatu hingga ia bersedia. Entah apa yang dikatakan Luhan, yang jelas Jessica mau berkencan dengannya hari ini.

Kris kembali melirik jam tangannya 10 menit berlalu. Hampir 30menit yeoja itu terlambat. Apa yang membuat yeoja itu terlambat? Apakah macet? Atau karena dia masih terlalu sibuk untuk berdandan? Tapi dia tidak terlihat seperti yeoja yang suka berdandan.

“Kris?”

Kris menoleh dan menorehkan senyum kecil ketika melihat Jessica yang datang… tunggu. Ada teman Jessica –entah siapa namanya, Kris tak ingat– dibelakangnya. “Kau membawa teman?”

“Ya, maka dari itu aku terlambat. Aku menjemput dia dulu”jawab Jessica singkat

Jessica mungkin tidak tahu, tapi Kris kecewa. Ia kecewa karena Jessica datang berdua. Ia ingin Jessica datang sendiri sehingga mereka dapat berdua dan berkencan seperti pasangan lainnya.

“Siapa yang menyuruhmu datang bersamanya hah?”tanya Kris datar, seperti biasa.

“Tidak ada yang pernah berkata bahwa aku tidak boleh membawa teman”jawab Jessica lagi dengan singkat.

Kris menghela nafas. Dia memang tidak pernah berkata begitu tapi ayolah, apa Jessica tidak tahu apa yang dimaksud dengan kencan?

“Hei, sedang apa?”

Ketiganya menoleh dan mendapati Luhan sedang menghampiri mereka dengan sang adik, Xi Mei Lin di sampingnya. “Hei rusa bodoh! Kenapa kau ikut diacara kencan mereka hah?”tanya Luhan pada Yoona.

“Yang ingin ikut siapa? Justru Jessica yang mengajakku kesini. Lagi pula, kenapa kau kesini rusa jelek?”Yoona membalas dengan tak kalah sengit.

“Mei ingin naik komedi putar, aku menemaninya.”jawab Luhan sambil menghela nafas kembali.

“Bilang saja kau yang ingin naik komedi putar Lu. Kau pasti hanya memanfaatkan Mei”ujar Yoona sambil menjulurkan lidahnya.

“Apa maksudmu hah? Kau cari masalah denganku?!”

Kris memutar bola matanya. Pertengkaran mereka tidak mungkin berlangsung singkat. Ia melirik Jessica yang masih memperhatikan Luhan dan yeoja itu dengan malas. Kris mengambil kesempatan dan berhasil menarik Jessica menjauh dari kedua orang tersebut.

“Ya! Lepaskan!”seru Jessica. Ia mencubit tangan Kris yang menggenggam tangannya. Namun Kris justru hanya diam seakan tidak merasakan sakit.

“Jangan mencubitku. Aku hanya ingin menjauhkanmu dari mereka. Kau terlihat bosan dan malas”

Jessica mengiyakan dalam hati. Ia memang sedang malas melihat pertengkaran Luhan dan Yoona. Seakan dunia milik mereka saja, itu yang ada didalam pikiran Jessica. Keduanya tidak peduli tempat dan waktu kalau mereka ingin bertengkar.

“Baiklah, kau ingin naik apa?”tanya Kris.

Jessica melirik roller coaster tak jauh dari mereka berdua. Ia tidak ingin menaikinya, mengerikan menurutnya. Ia ingin naik yang lebih ringan. Misalnya komedi putar yang dibilang Luhan tadi.

“Pfft, kau ingin naik komedi putar?”tanya Kris lagi, sambil menahan tawanya.

Jessica menatap Kris tajam. Ia benci dianggap remeh seperti ini. “Aku ingin naik itu”ujar Jessica seraya menunjuk roller coaster.

“Kau serius?”

Jessica melirik Kris dengan pandangan menantang “Kenapa? Kau takut karena akan langsung muntah setelahnya?”

Smirk terlihat di wajah tampan Kris. “Aku tidak takut naik wahana itu. Justru aku takut jika ada yang muntah di bajuku nanti”

oOoOoOo

“Huek”

Kris tertawa dalam hati. Ia kini menatap Jessica yang masih berada di dalam toilet dan memuntahkan isi perutnya. Sudah Kris tebak, Jessica pasti hanya ingin terlihat lebih hebat dari Kris. Ia tahu seberapa tinggi gengsi yeoja itu. Baginya itu lucu.

“Siapa yang takut dan langsung mual sekarang?”tanya Kris jahil.

“Aku tidak takut! Aku mual dan muntah karena salah makan!”bantah Jessica saat sudah berada disamping Kris. Yeoja itu menutupi mulutnya dengan sebelah tangan.

“Siapa yang menjadi pucat pasi dan langsung berteriak walau roller coasternya baru berjalan?”

Jessica diam dengan wajah merah padam. Ya, itu dia. “Setidaknya kau tidak perlu mengatakan itu”

Kris menghentikan kekehan kecilnya dan menatap Jessica yang diam. “Kenapa? Jangan merajuk”Kris menyentuh bahu Jessica namun yeoja itu segera menggeser agar Kris tidak menyentuhnya.

Kris semakin ingin tertawa. Wajah Jessica terlihat begitu lucu dan menggemaskan. Apalagi dia sedang melakukan pout. Tumben sekali Jessica mau melakukan itu didepannya. “Ayolah, jangan merajuk. Bagaiman kalau kita naik komedi putar saja?”

Mata Jessica langsung berbinar. “Jinjjayo? Kajja!”

Kris sedikit kaget ketika Jessica menarik tangannya sambil berlari menuju loket pembelian tiket komedi putar. “Hei, hei.”Kris menyeru seraya menarik tangannya lepas dari Jessica.

“Kenapa kau berhenti? Aku ingin segera naik”ujar Jessica dengan nada kesal sambil menatap Kris.

“Aku tidak akan naik bodoh. Untuk apa aku menaiki permainan itu? Kau saja yang naik dan aku yang membeli tiketnya. Oke?”

Jessica mengangguk kecil lalu kembali berlari menuju barisan anak-anak yang akan naik komedi putar. Kris menghela nafas dan menggeleng-gelengkan kepalanya. disaat seperti ini Jessica terlihat seperti anak-anak. Berbeda sekali dengan dirinya saat disekolah. Yeoja itu berbanding 180 derajat. Kris berjalan menuju loket dan membeli tiketnya. Setelah mendapatkannya, Kris langsung mendekati Jessica dan menepuk bahu yeoja itu.

Jessica menoleh dengan raut bingung “Hm?”

“Ini tiketnya.”Kris mengulurkan tangannya dan Jessica mengambil tiket itu dengan senang hati.

“Gomawo”ucapnya sambil tersenyum manis.

Kris tersenyum tipis sebagai jawabannya. “Kau tidak malu? Kau yang paling tinggi disini, paling dewasa. Lihatlah, disini hanya ada anak-anak”

Jessica terlihat tidak peduli “Tidak. Apa salahnya jika aku mau menaiki komedi putar. Lagi pula,”Jessica menatap Kris. “Sekarang kau yang paling tinggi disini, dasar tiang”

“Kau memang pendek”ejek Kris lalu menjauh dari sana, mengabaikan Jessica yang sudah siap untuk membentaknya lagi.

oOoOoOo

“Berhentilah memasang tampang seperti itu, jelek sekali”

Yoona mendengus dan menatap cake dihadapannya tanpa minat. “Kau melihatnya jelek karena matamu buta. Mei, aku cantik bukan?”

Mei Lin yang sedang memakan ice creamnya mengangguk lalu sibuk kembali dengan ice creamnya. Mengabaikan Luhan yang ingin sekali menjitak kepalanya.

“Aku serius Im Yoona. Kau kenapa sensitif sekali sekarang. Apa kau sedang datang bulan?”

Yoona mendelik pada Luhan. “Aku sedang datang bulan atau tidak itu bukan urusanmu! Lagi pula aku tidak sedang kesal karena itu”

“Oh, kalau begitu karena apa?”tanya Luhan lagi. Kini namja itu menyeruput bubble tea-nya.

“Jessica.”

“Tumben kau bisa kesal karena sahabatmu sendiri”

“Tentu saja!”ujar Yoona dengan suara yang sedikit dibesarkan. “Bagaimana aku tidak kesal kalau ketika aku dipaksa ikut, aku malah ditinggal. Dasar menyebalkan. Kau juga! Kenapa kau memancing amarahku sehingga Kris Sunbae dan Jessica pergi?!”

“Aku tidak merasa memancing amarahmu bodoh!”

“Kau jelas saja memancing amarahku sejak kau datang tadi!”

“Eonni, Gege!”seru Mei Lin, kedua orang yang lebih dewasa darinya itu menoleh. “Kajja kita jalan-jalan.”Mei Lin tahu, kalau dia membiarkan mereka, dia dan kedua orang itu bisa diusir dari café ini.

Luhan menghela nafas. “Arraseo. Kajja, Yoong, Mei”

Yoona pun mendengus. Ada benarnya, daripada dia sibuk merutuki nasibnya, lebih baik ia bersenang-senang dengan dua kakak beradik itu.

oOoOoOo

Kris memperhatikan Jessica yang sedang asyik tertawa dan tersenyum ketika komedi putar yang ia naiki berputar. Sesekali Jessica melambai pada Kris dan Kris membalasnya dengan senyum tipis. Yeoja itu bercengkrama dengan anak-anak kecil, lalu tertawa lagi. sungguh, Kris akan melakukan apapun agar Jessica tetap terlihat tersenyum senang seperti itu setiap hari. Dia sungguh cantik dan manis. Senyumnya membius hati Kris yang dulunya tak pernah bisa luluh kecuali pada Ibunya.

“Kris”

Kris sadar dari lamunannya lalu menatap Jessica yang ternyata sudah ada disampingnya. Senyum tipis masih tertoreh di wajah cantiknya. “Aku sudah selesai. Ada yang ingin kau lakukan sekarang?”

Kris melirik jam tangannya. “Ini sudah siang, kita makan saja dulu”

Jessica mengangguk. “Arraseo, kajja.”Jessica menarik tangan Kris lagi, namun Kris menghentikan langkah yeoja itu.

“Wae?”tanya Jessica bingung.

“Jangan menarikku begitu, aku seperti hewan peliharaanmu saja.” Kris beralih menggenggam tangan Jessica. “Setidaknya ini lebih manusiawi”

Jessica menatap Kris sekilas lalu segera berujar “Arraseo. Lebih manusiawi. Sekarang ayo makan, aku lapar”

Kris mengangguk lalu berjalan disamping Jessica menuju sebuah café. Mereka memilih tempat duduk yang ada di sudut, namun yang paling dekat dengan jendela besar. Setelah memesan makanan, mereka kembali mengobrolkan hal-hal ringan, hingga Kris bertanya “Kenapa kau sungguh berbeda hari ini?”

Jessica tahu dan mengerti apa maksud pertanyaan Kris. Ia menghela nafas, dan menunduk menatapi segelas air putih di hadapannya. “Aku hanya sedang senang…”

Kris menangkap raut sedih dan raut tidak tenang di wajah Jessica. Kris tahu ada sesuatu yang disembunyikan Jessica, dan dia tidak boleh terlalu terlibat didalamnya. Ia tidak seharusnya menanyakan hal ini. “Maaf kalau kau menjadi tidak enak”

Jessica tersenyum tipis. “Tidak apa.”

“Tapi kau harus lebih sering tersenyum Jessica Jung. Kau cantik kalau tersenyum”puji Kris tanpa niat menggoda.

Jessica terkekeh. “Ucapanmu sama persis seperti Donghae Oppa”

“Donghae Oppa? Siapa?”tanya Kris dengan alis berkerut.

“Kakakku. Sedari tadi kau sama seperti dia. Perlakuanmu sama persis, atau kau Donghae Oppa yang menyamar?”

Kris terkekeh walau dihatinya, ia sedikit merasa tidak suka karena Jessica menyamakannya dengan kakakknya.

“Kau juga harus lebih banyak menunjukkan ekspresi seperti sekarang Kris. Jangan kaku terus”tambah Jessica.

“Kalau kau memanggilku Oppa, aku akan menurutimu”

Jessica mengerutkan alisnya. “Oppa? Bukankah kau seharusnya dipanggil Gege? Kau dari Cina bukan?”

“Tidak, aku ingin kau memanggilku Oppa. Asisten”

Jessica menyipitkan matanya dan menatap Kris sengit. Ia benci dengan kata asisten itu. Namun saat melihat raut datar Kris, ia pun segera mengatakannya “Oppa”

“Sekali lagi”

“Oppa”jawabnya, kali ini tanpa menatap Kris dan mempoutkan bibirnya lucu.

Kris terkekeh lalu menyentil hidung Jessica pelan. “Kau terlalu lucu”

Jessica menatap Kris, lalu tak bisa menahan dirinya untuk tertawa juga. Ia suka Kris yang seperti ini. Entah kenapa ia bisa membuat Jessica tertawa, seperti saat Yoona dan Donghae membuatnya tertawa.

Mereka tertawa bersama, dan melanjutkan obrolan mereka.

oOoOoOo

Mulai sekarang hubungan mereka akan lebih rumit

TBC

Sekarang aku fokus sama tugas nih, wkwk maaf telat ya… disini juga lebih fokus sama yoonhan dan krissic

Aku gak bakal banyak komentar dulu. Yang penting RCL dan kritik yang membangun ya~

57 thoughts on “[Freelance] Between Bestfriend and Love (Chapter 3)

  1. Pingback: FanFictions | Infinitely A

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s