[Freelance] Another Love (Chapter 7)

another love new

Tittle : Another Love

Author : Crisi Lee

Length : Chaptered

Genre : Angst.Hurt. Romance ( little bit ). Friendship

Rate : PG 13

Main cast :

-Im Yoona

-Jessica Jung

-Kris Wu

-Oh Sehun

Disclaimer : Semua cast diatas hanya saya pinjam. Cerita ini murni fiktif dan berasal dari imajinasi saya sendiri. Sorry for typo and bad fanfic. Don’t like don’t read. hope you like it and happy reading all.

 

Prev story

~Tak terasa air mata jatuh menuruni pipi jessica yang tirus itu. yang tidak ia sadari, ternyata sedari tadi yoona memperhatikannya. yoona bahkan menangkap dengan jelas raut kesedihan diwajah jessica. raut kesedihan yang sama yang selalu ia tampilkan saat melihat jessica bersama dengan kris. “jadi begitukah, takdir membuat kami berempat berada dalam cinta rumit seperti ini. Kalau begitu biar aku yang akan memperjelasnya. Aku akan mendapatkan kris oppa seutuhnya, dan kau juga akan medapatkan sehun-mu kembali jessica~ssi..” ucap yoona dalam hati.~

-Another Love, chap 7-

            Ada yang berbeda hari ini, gadis cantik itu, im yoona nampak sangat bersemangat. Sejak selesai kuliah tadi, tidak seperti biasanya yoona segera menghampiri sehun dan jessica yang sedang asik mengobrol. Ya, sehun dan jessica. jika biasanya yoona tidak akan menampakkkan dirinya saat sehun bersama jessica, namun berbeda dengan kali ini. “sunbaenim..” panggil yoona membuat kedua orang yang nampak sedang serius itu menoleh kearahnya. “eh, yoong..ada apa?” sehun merasa heran saat melihat yoona menghampirinya yang sedang bersama jessica. jessica yang merasa akan diacuhkan oleh kedua makhluk didepannya –sehun dan yoona- segera mengambil inisiatif untuk pergi. “baiklah sehunnie..kurasa aku harus pergi, aku ada janji dengan seseorang.” Bohong sica. Yoona langsung mencegah jessica yang akan pergi dengan mencekal lengannnya. “sunbae tidak perlu pergi, jika sunbae merasa keberatan dengan kehadiranku maka aku akan pergi.” “eh..ani..bukan begitu yoona~ssi..aku memang ada janji dengan seseorang..sungguh.” jessica merasa tak enak hati melihat wajah sedih yoona. “sungguh maafkan aku, mungkin kau bisa menemani sehun disini, aku harus segera pergi..sehunnie..aku pamit.” Lalu sica pun pergi meninggalkan yoona dan sehun. sehun hanya bisa memandangi yoona dengan keheranan. Tidak biasanya yoona suka dengan kehadiran jessica.

            “oppa..apa jessica sunbae tidak menyukaiku?” Tanya yoona lirih. “eh? i..itu..mengapa kau punya pikiran seperti itu yoong?” “aku merasa jessica sunbae tidak suka dengan kehadiranku..padahal aku sangat Ingin mengenal jessica sunbae lebih jauh..” “tentu saja tidak seperti itu yoong, jessica sepertinya memang sudah ada janji dengan orang lain.” Sehun coba menghibur yoona yang tampak murung. “hei..jangan tunjukan wajah jelek seperti itu, bagaimana kalau besok kita pergi bersama..aku, kau dan jessica jika kau ingin memulai bersahabat dengannya.” “jinjja? Akh..kalau begitu bagaimana kalau oppa minta jessica sunbae untuk mengajak kris oppa juga?” “kris, maksudmu sepupumu itu?” yoona menganggukan kepalanya. “baiklah..aku akan bicara pada jessica.” yoona tersenyum lembut sekali pada sehun, membuat sehun lagi-lagi salah tingkah. “kalau begitu oppa kekelas dulu yoong..” pamit sehun kemudian, saat berbalik ia memegangi wajahnya yang terasa panas. Pipi sehun memerah. Yoona tersenyum- lebih tepatnya menyeringai- saat sehun pergi meninggakannya. “kita lihat kejutan apa yang akan terjadi besok kris oppa..”

~~~~~

            “huh..sehun babo..” maki jessica saat menerima sebuah pesan singkat dari sehun. “tidak masalah jika aku harus pergi bertiga bersama ia dan yoona, tapi mengapa harus mengajak makhluk menyebalkan itu..huh! aku kan sedang marah padanya..bagaimana mungkin aku harus menghubunginya lebih dulu..arrgghh..” jessica mengacak rambutnya frustasi. Yang tidak jessica sadari ternyata sedari tadi kris memperhatikan dirinya dari seberang jalan. Kris nampak tertawa melihat kelakuan ajaib jessica yang menjambak sendiri rambutnya dan berteriak. Ia lalu mengeluarkan handphonenya dan mengetik sebuah pesan singkat kepada jessica. tak lama kemudian tawa kris meledak melihat ekspresi yang diperlihatkan oleh gadis itu.

            Jessica nampak mengedarkan pandangannya kesegala arah dengan raut wajah waspada. Tadi ia baru saja mendapat sms dari kris. “bagaimana ia tahu kalau aku sedang menjambak rambutku sendiri? Pasti pria aneh itu ada disini. aku yakin.” Jessica berkata-kata sendiri sambil terus mencari keberadaan kris lewat mata indahnya. Kemudian pandangannya terhenti pada sebuah mobil Ferrari hitam yang terparkir manis tak jauh dari tempatnya berada sekarang. Jessica menyipitkan matanya, sepertinya ia kenal mobil itu. taak lama kemudian kris turun dari mobil Ferrari hitam itu dengan menggunakan kemeja polos warna putih yang lengannya digulung sampai ke siku, dan mengenakan kaca mata hitam dengan rambut yang sedikit berantakan. Ia melambaikan tangannya kearah jessica yang menatap takjub kearah kris. Entahlah, kris memang tampan. Tapi penampilannya hari ini sedikit..errr..seksi. jessica menggeleng-gelengkan kepalanya mengusir pikiran-pikiran aneh yang muncul dikepalanya. Tidak mungkin ia mulai terpesona oleh setan satu ini kan? Pikirnya.

            Tuk~.. “ya!! Appo..” jessica memegangi kepalanya yang baru saja dihadiahi pukulan oleh kris yang ternyata sudah berdiri dihadapannya. semula jessica ingin segera marah dan mengumpati kris,namun mlihat wajah kris yang tersenyum-eh..lebih tepatnya evil smirk yang ditampilkan- membuat jessica lagi-lagi terpana pada pria dihadapannya ini. Sebenarnya sudah berapa lama aku tidak bertemu dengan makhluk aneh ini, apakah tidak bertemu satu hari saja bisa membuat perubahan yang begitu besar, kenapa ia terlihat begitu tampan sekarang? Jessica berkata dalam hati. “kenapa memukulku?” hardik jessica saat telah sadar dari rasa terpukaunya. “aish..kau menyebalkan, membiarkan ku terlihat seperti orang bodoh. Mengapa tidak membalas seruanku sedari tadi,eoh?” “ah..memang kau dari tadi memanggilku?” Tanya jessica polos. Tuk..~ “aww..” jessica lagi-lagi memegangi kepalanya. “tentu saja sedari tadi aku memanggilmu nona jung. Dan apa itu tadi, kau? Mana sebutan oppa untukku?” jessica hanya mengerucutkan bibirnya. “aish..jangan memasang wajah seperti itu, tidak bertemu sehari saja sudah membuat mu jadi aneh seperti itu..sepertinya kita memang harus bertemu setiap hari agar kau jadi normal kembali.” Kris mengedipkan sebelah matanya pada jessica. jessica kemudian membalas dengan memukul lengan kris. Membuat pria itu mengaduh kesakitan sambil mengelus lengannya. “dengar ya mr.Wu..aku ini masih marah padamu atas kejadian kemarin. Jadi kau jangan dekat-dekat denganku.” “benarkah? Sayang sekali nona Jung, padahal aku ingin mengajakmu pergi besok..” Jessica menoleh cepat kearah kris. “apa?” Tanya kris kemudian. “baiklah..ayo kita pergi besok, kebetulan sehun dan yoona mengajakku pergi bersama. Aku tidak mungkin pergi sendirian kan?” “aish..jadi kau memanfaatkan aku begitu?” jessica mengangguk polos. Membuat kris jengkel seketika. “shireo..” kris menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya. “kenapa tidak mau? Bukankah kau menyukaiku?” “walaupun aku menyukaimu nona Jung,oh tidak. Ralat kata-kata itu. aku mencintaimu..tapi tidak berarti kau bisa memanfaatkan aku!” kris tersulut emosi. Jessica menggigit bibirnya, “ehm..anggap saja kita sedang berkencan?” wajah kris seketika langsung berubah cerah, “kalau begitu deal..”

~~~~~

            Kris nampak kesal, sudah setengah jam ia menunggu yoona dan sehun. disebelahnya nampak jessica yang tidak enak hati karena sudah membuat kencan pertamanya dengan kris jadi berantakan. “apa benar mereka akan datang?” kris mulai terlihat tak sabar. “kita tunggu saja, sehun bilang ia sudah dekat.” Jessica takut juga melihat wajah kris yang seperti sekarang. Kris memutar bola matanya bosan. “maaf kami datang terlambat.” Ucap yoona terengah-engah sambil membungkuk pada kris dan jessica. kris nampak acuh pada yoona, ia bahkan tidak memandang gadis itu sama sekali. “ne..tidak apa-apa yoona~ssi..” jessica mencoba bersikap ramah pada yoona. “ya sudah, ayo..kita pergi.” kris lalu menarik lengan jessica. lalu sehun pun memegang lengan yoona, tersenyum begitu lembut pada gadis disampingnya itu. “jessica tidak akan marah karena kita terlambat, kau tenang saja yoong.” “ ne..oppa.” kemudian, mereka pun mengikuti pasangan kris-sica tadi.

            Kris nampak antusias menarik-narik jessica mencoba berbagai wahana yang ada di lotte world. Sedangkan tiga orang lainnya, jessica-sehun-yoona nampak pasrah mengikuti kemana kris membawa mereka. Yoona tersenyum kecut saat kris memperlakukan jessica dengan begitu baik. Sehun yang ada disamping yoona bukan tidak menyadari tatapan gadis itu ke kris. Ia tahu betul kalau yoona mencintai kris, tapi ia masih bingung dengan status mereka. Bagaimana mungkin yoona memendam cinta pada sepupunya sendiri, pikir sehun. Sehun kemudian tersentak saat yoona melepaskan genggaman tangannya di tangan sehun. gadis itu nampak memegang lengan kris yang hendak menaiki jet coaster. “biar aku dengan kris oppa saja ya sunbae..” yoona menatap jessica penuh harap. Kris langsung memberikan tatapan tidak setuju. “tentu saja yoona~ssi..silahkan” jessica kemudian berjalan kearah sehun. sehun nampak memberikan tatapan sinis pada kris. Begitu pula kris, lelaki itu langsung membalas tatapan sehun tak kalah sinisnya.

            Yoona nampak diam, ia bahkan tak menunjukan raut ketakutan sedikitpun saat menaiki wahana yang terkenal cukup mengerikan itu. berbeda sekali dengan jessica yang sudah menjerit-jerit histeris, sambil menggenggam lengan sehun kuat-kuat. Disebelahnya sehun malah tertawa sangat keras melihat jessica yang ketakutan. Sedangkan kris, ia tampak menahan amarah. Dalam hati ia berjanji akan membuat perhitungan dengan yoona setelah ini karena mengganggu kencannya dengan jessica. setelah turun dari jet coaster, jessica langsung menyeret sehun ke toilet tanpa menunggu yoona dan kris. Kris semakin kesal saja melihat pemandangan -jessica yang berlari-lari sambil menggenggam tangan sehun-. yoona menyeringai, bagus sekali..tepat seperti yang aku inginkan. Yoona berkata dalam hati. Yoona dan kris menatap sehun yang nampak memijat tengkuk jessica. sepertinya gadis itu sudah mulai mual. Sehun lalu mengelus kepala jessica lembut. Kris mendengus, ia tidak suka jessica diperlakukan seperti itu oleh tidak menanggapi perkataan yoona.

            Akhirnya setelah jessica merasa baikan, mereka berempat melanjutkan perjalanan mereka. Namun ada yang terlihat berbeda, kini mereka seperti bertukar pasangan. Yoona yang selalu menggenggam tangan kris, dan jessica yang seperti juga tidak mau melepaskan genggamannya pada sehun. sedangkan sehun dan kris nampak saling melempar tatapan sins.

            Kencan pertama yang sangat ditunggu oleh kris sepertinya tidak berjalan sesuai dengan yang dia inginkan. Kris harus menelan kekecewaan saat melihat Jessica yang terus saja menempel pada sehun. Walaupun sehun dan Jessica terlihat wajar berdekatan karena mereka adalah sahabat, tapi hal itu membuat kris jengkel saat mendapati kenyataan bahwa sehun lebih mengerti Jessica dibanding dirinya. Jessica pun seolah tak mengerti keadaan kris, ia seperti lupa bahwa dirinyalah yang menawarkan opsi kencan pertama pada kris. yoona yang mengerti keadaan pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk dapat terus berdekatan dengan lelaki yang begitu ia puja selama ini. Ya, boleh dibilang inilah yang diinginkan yoona dengan merencanakan acara pergi berempat, agar ia bisa menunjukan pada kris bahwa pria yang dicintai Jessica adalah sehun, bukan kris. sedangkan sehun, entahlah..ia jelas tidak mengabaikan segala permintaan Jessica, tapi ia terus mengawasi gerak-gerik yoona. Ia semakin yakin bahwa yoona dan kris bukanlah menjalin hubungan yang biasa. Boleh dibilang sehun dapat melihat dengan jelas kalau yoona sangat bahagia berdekatan dengan kris. dan itu tentu saja membuat hatinya sakit.

            “sica~a..aku ingin bicara” kris menarik jessica menjauh dari sehun dan yoona. Yoona yang melihat hal itu berniat untuk menyusul kris, namun lengannya ditahan oleh sehun. “biarkan sepupumu itu berbicara pada sica, yoona~ya..mari kita berkeliling saja.” Kemudian sehun telah berhasil menyeret yoona untuk mengikuti langkahnya.

            “ada apa?” Tanya Jessica ketus pada kris. “bukan kah kau bilang ini kencan pertama kita? Lalu mengapa kau terus saja menempel pada si pucat itu?” “a-apa..kau bilang sehun apa tadi?” Jessica melotot kearah kris. “si pucat!” balas kris dingin. “dia itu punya nama. Aku tidak suka kau mengatai sehun seperti itu!” “shireo..aku akan terus memanggilnya seperti itu.” “kris..” “apa? Kau mau marah? Bukankah seharusnya aku yang marah. Kau itu benar-benar berniat mempermainkan aku ya?” “apa maksudmu, aku tidak mengerti.” “bukankah kita saat ini sedang kencan, jadi kita itu harus melakukan hal-hal yang biasa dilakukan pasangan kencan lainnya nona jung, bukan menempel terus pada lelaki lain.” “tapi kau juga terus menempel pada yoona. Ya..walau pun aku tahu kalian sepupu, tapi..” Jessica tidak bias melanjutkan kata-katanya. “tapi..kau cemburu, begitukan?” kris mulai tersenyum menggoda kearah Jessica. “ti-tidak seperti itu..kau salah paham.” Jessica mulai gugup. Hey..mengapa ia harus gugup seperti ini dihadapan kris?, bodoh. Pikir Jessica. “aah..aku mengerti, wanita memang sulit untuk mengungkapkan perasaannya bukan? Jadi kau berniat untuk membuat ku cemburu dengan terus bersama dengan sehun?, manis sekali..” kris masih tersenyum-tepatnya ia menampilkan evil smirk nya- “mwo??” Jessica hanya bisa melongo mendengar ucapan kris barusan.

~~~~

            Yoona mulai gelisah, sudah lebih dari setengah jam sejak kris membawa Jessica tadi tapi kedua orang itu tak kunjung kembali untuk menemui dirinya dan sehun. Ia mulai tak sabar, meninggalkan kris berdua dengan Jessica sama saja membuat rencananya sia-sia. Dan itu tidak boleh terjadi, pikir yoona. “oppa, mengapa Jessica sunbae dan kris oppa lama sekali.” “mereka sudah pulang sejak tadi yoona~ya..” “a-apa?” yoona membelalakan matanya tak percaya dengar apa yang barusan ia dengar. “kau tidak tahu? Aku pikir sepupumu telah mengabari mu. Jessica tadi mengirimkan pesan padaku jika ia dan kris pulang lebih dulu.” “mengapa oppa tidak mengatakan dari tadi kalau Jessica sunbae mengirim pesan?” sehun mengerutkan keningnya, “aku pikir kau sudah tahu karena kau diam saja yoona~ya..” yoona diam. Tidak mungkin ia meluapkan kekesalannya pada sehun. “aku ingin pulang oppa..aku merasa tidak enak badan,” ucap yoona akhirnya. Sehun tanpa banyak bertanya menyetujui keinginan yoona tersebut. Ia kemudian menggandeng tangan yoona hingga keparkiran tempat mobilnya berada.

            Selama perjalanan menuju rumah yoona, sehun hanya diam. Sejujurnya ia ingin sekali bertanya pada yoona tentang perasaannya yang sebenarnya pada kris, tapi ia tidak cukup memiliki keberanian untuk melakukan hal itu. Lebih tepatnya, ia takut dengan jawaban yang akan yoona berikan nanti. Saat sehun sibuk dengan pemikirannya, yoona yang tidak ingin diganggu oleh sehun pura-pura tertidur sepanjang perjalanan. Jujur ia sangat kesal karena rencananya untuk menjauhkan kris dan Jessica gagal kali ini.

            “yoona~ya..bangun, kita sudah sampai.” Sehun mengguncangkan sedikit bahu yoona untuk membangunkan gadis cantik itu. “eehh..” yoona pura-pura menggeliat, persis yang dilalukan seseorang yang baru bangun tidur. Sehun yang baru pertama melihat yoona seperti itu tersenyum. Bagaimana mungkin ada orang yang bahkan tetap terlihat manis saat menggeliat seperti itu, batinnya. “kita sudah sampai oppa?” “ne..” “a..baiklah, kalau begitu terimakasih karena oppa sudah mau mengantarku.” Yoona tersenyum dan segera membuka pintu mobil sehun, namun sehun segera menahan tangan yoona, “apa kau masih tidak enak badan?” Tanya sehun lembut. Yoona menganggukan kepalanya, “ kepala ku masih terasa sedikit pusing oppa” “apa kau mau aku menemanimu sampai kau tertidur? Setelah itu aku akan pulang..” sehun menatap yoona tulus. Yoona menggigit bibir bawahnya, ia bingung. “aku hanya akan menungguimu saja, aku ingin memastikan kau baik-baik saja saat aku pulang nanti.” Raut wajah itu, yoona sungguh tidak tega mempermainkan sehun seperti ini, memanfaatkan sehun untuk mendapatkan kris. yoona bisa melihat jelas jika sehun benar-benar khawatir padanya. “tidak usah oppa, aku hanya sakit kepala saja dan ini sudah sering terjadi. Nanti juga akan hilang, oppa tidak usah khawatir.” Tanpa menunggu jawaban dari sehun, yoona langsung membuka pintu mobil dan keluar dari sana, ia berjalan cepat tanpa menengok kembali kearah mobil sehun. “maafkan aku..” ucap yoona saat ia telah sampai didalam rumahnya.

            Yoona baru saja hendak masuk kedalam kamarnya saat sebuah ketukan pintu membatalkan niatnya tersebut. “apa sehun oppa belum pulang?” yoona bertanya pada dirinya sendiri kemudian bergegas membukakan pintu karena sepertinya orang yang mengetuk itu sudah tidak sabar, ketukannya semakin kencang saja. Yoona membukakan pintu dan sangat terkejut saat mendapati kris berada dihadapannya saat ini. Yoona mengerjapkan matanya beberapa kali, mencoba meyakinkan dirinya bahwa sekarang ia sedang tidak bermimpi. “oppa..” “wae, kau terkejut?” yoona menggelengkan kepalanya cepat, “ani..mari oppa, kita masuk.” “tidak usah, aku tidak akan lama-lama disini.” Yoona hanya tersenyum, tentu ia tahu jika kris tidak akan mau berlama-lama bersamanya. Apalagi hanya berdua saja seperti sekarang ini. “aku hanya ingin memperingatkan mu yoona, jika kau bersikap seperti tadi aku tidak akan segan-segan untuk mempermalukan mu dihadapan Jessica dan sahabatnya itu.” “a-apa maksud oppa?” “berhentilah berpura-pura. Aku tahu kau merencanakan sesuatu, aku perjelas sekali lagi padamu. Aku tidak akan pernah mencintaimu, walau sebesar apapun hal yang kau lakukan agar aku membalas perasaanmu. Jadi berhentilah, jika terus seperti ini, kau hanya akan menyakiti dirimu sendiri.” Kris berkata dengan wajah yang sangat dingin. “oppa tidak mengerti, ini hanya masalah waktu. Aku yakin oppa akan bisa belajar mencintaiku. Aku mohon jangan seperti ini. Jessica bukan siapa-siapa, ia mencintai sehun oppa. Dia tidak mencintaimu oppa, tidakkah oppa bisa melihatnya saat kencan tadi?” yoona memegang lengan kris erat. “apa maksudmu? Jadi tadi kau sengaja menjauhkan aku dari Jessica agar ia bisa berdekatan dengan sehun begitu? Kau pikir aku cemburu? Ternyata kau tidak sepolos yang orang-orang kira. Eomma salah besar jika menganggap kau gadis baik. Ternyata kau..LICIK..”

Tbc..

Mianhae..ada yang masih nunggu update ff ini kah? Maaf banget updatenya lama. Saya kehilangan feel untuk nulis.tapi aku usahain next chap bisa lebih cepet. Makasi buat yang masih mau RCL..

42 thoughts on “[Freelance] Another Love (Chapter 7)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s