[Freelance] I Wish

iwish1

Tittle                : I Wish

Author             : Kim Minchan (@wiwitcho)

Length             : Vignatte – Songfict

Rating              : General

Genre              : Romance, Sad

Cast                 : Xi Luhan, Seo Joohyun, Kris Wu, And Other

*Now Playing : One Direction – I Wish

*Poster            : highschoolgraphics.wordpress.com Jungleelovely

KIM MIN CHAN PRESENT®

Seungri High School, malam ini tengah merayakan sebuah acara pensi. Acara yang diadakan dan sekaligus dihadiri oleh para siswa Seungri yang diisi dengan band-band favorite sekolah, tanding dance dan beberapa kegiatan seni lainnya.

Semua siswa disana tampak senang sekaligus bahagia menghadirinya, tentu saja, ini adalah salah satu perayaan sekolah yang hanya diadakan setahun sekali. Jadi mereka tak ingin melewatkan moment-moment ‘tak terlupakan’ selama mereka menjadi siswa Seungri.

Terkecuali untuk seorang laki-laki berambut pirang, yang tengah duduk di pojok deretan kursi yang tersedia. Dia –Xi Luhan dengan wajahnya yang pucat, memilih menyendiri dari teman-temannya. Dengan ditemani segelas soda di tangannya, fikirannya terbang melayang ke sosok gadis cantik yang berdiri tak jauh darinya. Gadis dengan dress putih selutut yang tengah berbicara dengan teman-temannya.

Seo Joohyun, siapa yang tak kenal dengan si ketua chearleaders Seungri. Gadis cantik sekaligus pintar itu mampu menjadi pusat perhatian para siswa laki-laki di sekolah. Ya, tentu saja Luhan termasuk dari siswa laki-laki tersebut. Sama seperti mereka, Luhan juga menyukai gadis itu.

Mencintai gadis itu lebih tepatnya.

Sejak awal mereka dipertemukan, saat perkenalan di kelas. Luhan sudah terhipnotis dengan segala yang ada pada Seohyun. Mulai dari cara bicaranya, senyumannya, hingga ketika ia dan grup chearleadersnya tampil.

Ia menyukai segalanya tentang Seohyun.

Diam-diam memperhatikannya adalah salah satu kebiasaan Luhan. Kerap kali ia merutuki dirinya yang sering kali salah tingkah atau gugup ketika berbicara langsung dengan Seohyun. Hingga menjadikannya sampai saat ini belum juga berani mengutarakan perasaannya.

Luhan takut.

Karena ini cinta pertamanya, ia takut untuk mendengar kata ‘penolakan’. Terlebih lagi, gadis yang ia cintai disukai oleh banyak siswa laki-laki di sekolahnya. Yang membuatnya merasa memiliki banyak saingan.

“Hei, bro! Sendirian saja” sapa Sehun, yang malam ini terlihat keren dengan rambut warna-warninya. Dibelakangnya ada Kai, Suho, Chanyeol dan Baekhyun yang langsung duduk di sisinya.

“Oh Luhan, kenapa wajahmu pucat? Ini kan malam pensi, di malam ini jangan pasang wajah jelek seperti itu, arra?” oceh Chanyeol

Luhan hanya membalas perkataan temannya itu dengan senyuman tipis yang ia paksakan. “Bagaimana aku bisa senang di saat aku akan menyatakan perasaanku…” lirihnya

“Ayolah, tak ada lagi waktu untukmu menundanya! Lihat, dia adalah saingan terberatmu saat ini Luhan”

Luhan buru-buru menengok ke arah yang Kai maksud. Wajah Luhan berubah masam ketika ia  mendapati seorang laki-laki tengah asik berbicara dengan Seohyun. Siapa lagi kalau bukan Kris Wu. Kapten tim basket Seungri yang seminggu belakangan ini selalu terlihat bersama dengan Seohyun.

Dan parahnya lagi, tangan Kris meraih tangan gadis itu dan menggenggamnya. Sedangkan Seohyun, tetap diam dengan posisi tangannya yang tengah berkaitan dengan tangan milik Kris. Cara gadis itu menatap Kris, Luhan bisa merasakan perbedaannya.

Tatapannya seperti….

Tiba-tiba gelas yang saat ini ditangannya dirampas, berlanjut dengan sedetik kemudian kedua tangannya itu ditarik yang membuatnya beranjak bangun dari kursinya saat ini.

“Yak, Apa yang kalian–“

“Sudah, jangan mengulur waktu terus!”

“Namja itu sudah pergi, jadi ini adalah kesempatan buatmu!”

“Sekarang atau kau akan kehilangannya Luhan!”

.

Akibat dari teman-temannya yang mendorong paksa dirinya untuk menghampiri Seohyun tadi  membuat wajah Luhan memerah. Apalagi saat ini, ia sedang berdua saja dengan Seohyun di depan stan makanan.

Entah ini hanya suatu kebetulan saja ia bisa berdua dengan gadis ini. Padahal sedari tadi gadis ini selalu di kelilingi oleh teman-temannya atau juga siswa laki-laki lain.

“Hai Luhan” sapa gadis itu ramah, yang sepertinya baru menyadari kehadiran Luhan.

“Hai Seohyun” balas Luhan, dengan nadanya yang terdengar kaku.

“Kau sangat keren malam ini, dengan jas yang kau gunakan”

DEG!

Andai Luhan memiliki sepasang sayap, bisa dipastikan mungkin saat ini ia akan terbang ke atas langit. Bagaimana tidak, gadis yang ia sukai memujinya tampan! Bukankah itu sungguh menyenangkan?

“Te-terima kasih. Kau…juga cantik malam ini”

‘Tidak Seohyun, maksudku kau sangat cantik malam ini. Sama seperti biasanya.’ Lirih Luhan

Sudah hampir lima menit mereka hanya diam, tanpa sepatah kata yang keluar dari bibir masing-masing. Dan hal ini yang membuat Luhan membeku. Dengan detak jantungnya yang ia sendiri bisa mendengarnya tiap kali Luhan berada didekat Seohyun.

Jauh di hadapannya, terlihat ke-empat temannya yang sepertinya memberi aba-aba atau mungkin semangat untuk segera mengungkapkan perasaannya. Namun sekali lagi, rasa takutnya kembali hadir. Terlebih lagi ia tak pandai merangkai kata-kata romantis untuk mengucapkan perasaannya pada Seohyun.

Barang mengucapkan satu kalimat saja, saat ini lidah Luhan terasa kelu.

“Selamat malam semua! Bagaimana, apakah kalian menikmati acara pensi tahun ini?” Tiffany, yang terpilih menjadi host acara ini terlihat muncul diatas panggung. Gadis bergaun merah jambu dengan eye smile-nya membuat kami refleks menoleh ke arah Tiffany.

“Seperti di acara pensi di tahun-tahun sebelumnya, banyak pasangan yang menyatakan cintanya di saat malam pensi. Dan untuk tahun ini, kita memiliki seorang cowo tampan yang akan menyatakan cintanya kepada cewek yang ia cintai.”

Seketika suasana terdengar heboh, para siswa-siswi mulai menebak-nebak atau saling tanya akan siapa laki-laki yang disebut oleh Tiffany barusan.

“Tenang teman-teman, supaya kalian tidak makin bingung aku akan segera memanggilnya untuk naik ke atas panggung dan menyatakan cintanya langsung kepada salah satu cewek di sini. Tapi lebih dulu, tolong beri tepuk tangan yang meriah untuk cowo yang gentle ini!”

 Semuanya lalu mengikuti aba-aba dari Tiffany, bertepuk tangan. Sementara Luhan mengernyit bingung, apakah ini adalah rencana dari teman-temannya? Jika iya, oh… yang benar saja…

“Ayo Kris, silahkan maju!”

DEG!

Luhan menggeleng kecil, apa ia tidak salah dengar? Kris?

Dan benar saja, Kris –namja yang sudah ia cap sebagai ‘saingan’nya itu kini berada di atas panggung. Luhan merasa akan ada hal buruk yang akan terjadi padanya dan tentunya menyangkut Seohyun.

Dengan gitar akustik yang berada di tangannya, laki-laki itu mulai bernyanyi. Membuat suasana yang awalnya ricuh berubah menjadi tenang, hanya suara Kris yang terdengar.

Tak sengaja matanya menangkap sosok gadis di sebelahnya yang tengah menikmati nyanyian Kris. Seohyun, gadis itu tersenyum manis. Senyuman yang terlihat sangat indah, membuat jantung Luhan kembali berdebar.

Kapan Seohyun memberikan senyuman se-indah itu padanya? Luhan berharap, ia akan menerima senyuman indah itu juga dari Seohyun.

Kris menghentikan nyanyiannya. Sungguh saat ini Luhan ingin menutup kedua telinganya agar ia tak bisa mendengar siapa gadis yang dicintai Kris. Tapi terlambat, laki-laki itu lebih cepat mengatakannya. Membuat Luhan bisa mendengarnya dengan sangat jelas siapa gadis tersebut.

“Seohyun, kumohon kemarilah.”

Seluruh badan Luhan terasa melemas, seperti tak kuat menopang berat badannya saat ini. Deru nafasnya yang cepat memperlihatkan betapa ia kini tengah mencoba menguatkan dirinya. Ia tak boleh terlihat menyedihkan.

Seohyun lalu berlalu dari hadapannya, ya menuju ke atas panggung. Para siswa tengah menyoraki namanya seperti memberi isyarat untuknya maju ke atas panggung. Setelah ia sudah berada di atas panggung, Kris kini  meraih kedua tangan Seohyun. Ia menundukkan badannya, lalu mengeluarkan setangkai mawar merah dari saku jasnya.

“Would you be my girl friend, Seohyun? If you want, please take this rose”

DEG!

Luhan, laki-laki itu di belakang sana menggeleng. ‘Tidak Seohyun, jangan mengambilnya!’ lirihnya dalam hati yang sungguh berbanding dengan para siswa yang berteriak “Ambil! Ambil!”

Dengan bola mata hazelnya yang sudah berlinang air mata, perlahan tangan gadis itu lalu buru-buru menghapus air mata haru yang kini sudah jatuh membasahi pipi chubbynya. Setelah itu ia mengangguk kecil, dengan dilanjut salah satu tangannya yang meraih mawar merah di hadapannya.

Kris, yang sedari tadi memilih memejamkan matanya lalu dengan cepat beranjak bangun. Mendekap tubuh Seohyun –sang kekasihnya erat seakan melampiaskan kegembiraannya.

Luhan memejamkan kedua matanya, menahan agar linangan air mata tidak keluar. Ini semua bagaikan mimpi baginya. Terlalu cepat berlalu.

“CIUM! CIUM! CIUM!”

Sorakan dari para siswa membuat dua pasangan baru itu dilanda salah tingkah, namun Kris perlahan menghapus jarak antara dirinya dengan Seohyun hingga pekikkan keras terdengar setelah beberapa detik bibir milik Kris dan Seohyun terlepas.

Patah hati.

Satu hal yang selama ini dihindari oleh Luhan. Dan kini akhirnya ia merasakannya, atas penantiannya selama ini.

“Teman-teman, ayo ucapkan selamat untuk pasangan yang baru saja jadian ini!” ujar Tiffany yang kini berada di atas panggung, mengambil alih acara sejenak.

“Dan seperti yang dilakukan tahun-tahun sebelumnya, untuk pasangan baru diberikan kehormatan untuk memimpin sesi dansa menari untuk couple-couple lain yang ada di Seungri!!”

Musik dansa mulai terdengar, beberapa pasangan kekasih mulai berdansa di bawah sinar rembulan. Menambah kesan romantis bagi mereka para pasangan.

Luhan kini termenung, menatap pasangan yang tengah menari diatas panggung sana. Luhan kini sudah menyadarinya dengan sangat jelas. Cara Kris menatap Seohyun, sama dengan caranya menatap Seohyun selama ini. Begitupun dengan cara Seohyun sendiri yang menatap Kris, Luhan sudah mengerti.

Semua yang Kris lakukan, Luhan sebenarnya bisa melakukannya.

Ya, andaikan waktu bisa diputar kembali. Setidaknya Luhan bisa lebih cepat melakukannya. Karena ada tiga kata yang selama ini ingin Luhan katakan kepada Seohyun.
‘Aku Mencintai Kamu’

Ia merasakan beberapa tangan mengusap pundaknya. Siapa lagi kalau bukan ke-empat sahabatnya yang hanya bisa memberikan semangat untuknya agar sabar atas semua yang terjadi padanya. Walau jauh di lubuk hati mereka kini menyesali tindakan Luhan yang selama ini tak pernah berani mengungkapkan perasaannya.

Saat ini, Luhan patah hati di tengah cahaya rembulan. Ia hanya dapat berharap, sungguh sangat berharap bahwa laki-laki di hadapan Seohyun adalah dirinya….

.

.

.

.

 END

Maaf ya, kalo ceritanya aneh atau feelnya gak berasa._.v masih dalam tahap belajar bikin yang genrenya galau /biasa, doyan galaunisasi gitu/ plak!-_- aku buat fanfict ini pas lagi kesel sama si luhan>< abisnya, di setiap moment seohan dia selalu aja beraninya natep dari jauh, curi pandang gitu deh pokoknya! Gak berani ngedeketin seohyun-nya langsung! /ini kenapa aku yang gregetan yah;’) muehehe/ /jiwa shipper kumat/

Advertisements

15 thoughts on “[Freelance] I Wish

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s