[Ficlet] Naega Gajigo Sipji Anh-a

Naega gajigo sipjianha

[Ficlet] Naega Gajigo Sipji Anh-a

I Don’t Want To Be Alone

Present by

Lee Midah

Kwon Yuri SNSD || Oh Sehun Exo- K || Suho Exo- K

Length : Ficlet || Rating : PG-15|| Genre : , Sad, Romance, Brothership, Friendship

Disclaimer

Kebetulan lagi kepikiran bikin Sequel I Will Protect Her, Hyung! Moga kalian suka. Alur dan Plot mine, Cast belong theyself. I just take for my story 😀 Jika ada kesamaan alur, cerita atau tokoh adalah faktor tidak sengaja karena aku menulis langsung di kertas sebelum aku ketik.

®Fanfiction Copyright Exishidae Fanfiction © Lee Midah

Typo is Art 😀

Don’t Be Siders!!! Don’t Plagiator!!! If You Resect To Me, Leave a Comment After Read!!!!

Happy Reading All !!! ^__^

= I Don’t Want To Be Alone=

Aku menatap jendela kamarku dengan tatapan kosong, sudah beberapa hari terakhir ini aku menjadi seperti ini. Hanya duduk menangis sampai aku merasa air mataku sudah tidak bisa keluar lagi.

Mengapa semua ini terjadi padaku?

Mengapa kau pergi meninggalkanku Oppa?

Kau sudah berjanji padaku untuk kembali, tapi mengapa tidak untuk kali ini?

Kau selalu mengingkari janjimu padaku Oppa.

Tidak apa kau membuatku untuk menunggu lama asalkan kau menepati janjimu padaku.

Aku janji tidak akan marah padamu, tapi aku mohon kembalilah Oppa.

Tidakkah kau tahu aku kesepian?

Tidakkah kau tahu aku membutuhkanmu?

Aku tidak ingin sendirian di dunia ini, tanpamu Oppa…

Aku merindukan suaramu, tawamu, candamu dan lagu yang sering kau nyanyikan untukku.

Aku merindukan semua yang ada didirimu Oppa…

Kembalilah atau bawa aku pergi bersamamu Oppa…

= I Don’t Want To Be Alone =

Kudengar suara pintu kamarku diketuk namun seperti biasa aku tidak memperdulikan siapa orang yang mengetuknya. Aku tetap diam dalam posisiku, duduk sambil memeluk kedua lututku diatas tempat tidur. Pintu kamarku mulai terbuka setelah beberapa menit tidak kuhiraukan ketukan – ketukannya. Tanpa bergerak atau menoleh aku tetap diam dalam tatapan kosongku.

“ Yuri… “, suara bass seorang pria terdengar, memang tidak asing untukku karena pemilik suara itu adalah Sehun. Sahabat terbaikku sekaligus adik dari kekasihku, Suho Oppa.

“ Aku membawakan makanan kesukaanmu, Omonim bilang kau belum makan “, ucapnya seraya menghampiriku dan duduk disampingku ditangannya terdapat sebuah nampan yang berisi satu mangkuk soup dan satu gelas air putih.

Sudah beberapa hari sejak meninggalnya Suho Oppa, Sehun selalu datang ke rumahku. Dia mencoba menghiburku, memberikan semangat juga memaksaku untuk makan yang sudah tidak memiliki selera lagi. Tapi aku selalu mengacuhkannya tanpa merespon semua apa yang dia lakukan atau dia ucapkan.

“ Yuri, makanlah sedikit. Kau butuh tenaga untuk tubuhmu “, bujuk Sehun namun aku tetap dalam posisiku, Sehun adalah orang yang sangat sabar dalam menghadapiku yang sudah seperti mayat hidup ini.

“ Aku tahu kau sedih, aku pun sama. Tapi jangan menyiksa dirimu sendiri seperti ini, Yuri “, ucap Sehun yang sudah berulang kali dia katakan namun tidak membuatku berubah.

“ Sampai kapan kau akan seperti ini? Suho Hyung tidak akan senang melihat keadaanmu yang seperti ini “, tambahnya yang membuatku menoleh karena mendengar nama Suho Oppa.

Aku bisa melihat kesedihan diwajah Sehun, aku tahu aku tidak seharusnya seperti ini tapi aku belum bisa menerima kenyataan pahit ini kalau Suho Oppa sudah pergi selamanya.

“ Sehun-a, apa Oppa merindukanku sama seperti aku saat ini? “, tanyaku dengan nada serendah mungkin karena rasanya aku tidak memiliki kekuatan untuk bicara .

Sehun menatapku sedih, apa dia merasa kasihan padaku? Apa dia merasa aku ini begitu menyedihkan sampai dia harus memasang wajah seperti itu?

“ Tentu saja. Dia pasti sangat merindukanmu “, jawab Sehun membuat bibirku menyunggingkan sebuah senyuman, namun bukan senyum bahagia melainkan senyuman pahit yang aku rasakan dengan sesaknya dadaku ini.

“ Apa kau pikir dia mencintaiku? “, tanyaku lagi dengan nada yang sama.

“ Dia sangat mencintaimu, Yuri “, jawab Sehun.

Air mataku yang kukira sudah mengering berhasil turun dengan mulusnya dipipiku.

“ Kau bohong , Sehun-a. Suho Oppa tidak pernah mencintaiku “, ucapku membuat Sehun menatapku heran.

“ Jika dia memang mencintaiku, jika dia memang menyayangiku tidak mungkin dia meninggalkanku seperti ini? Dia tidak mungkin…hiks hiks hiks “, aku mulai menangis, Sehun hanya menatapku pilu, dia bingung harus melakukan apa?

Sehun menarikku dalam dekapannya, dia memelukku erat sampai aku bisa merasakan detak jantungnya . Mianhae, Sehun-a. Aku belum bisa menjadi diriku seperti dulu lagi seperti yang kau harapkan. Aku hanya belum bisa melakukannya sekarang. Aku manangis didada Sehun seperti hari – hari sebelumnya sampai aku tertidur.

“ Jangan seperti ini Yuri, aku juga terluka melihat keadaanmu ini “, sebelum tidur aku mendengar lirihan Sehun di telingku.

= I Don’t Want To Be Alone =

Aku terbangun di sebuah taman yang sangat indah, taman yang dikelilingi bunga berwarna – warni. Sungguh taman yang sangat cantik! Saat aku sedang mengagumi sekitar taman itu, aku menddengar seseorang memanggil namaku.

“ Yuri! “,

Suara itu? Aku sangat mengenal suara itu? Suara yang sangat aku rindukan bahkan aku merasa sesak jika aku ingin mendengarnya. Aku pun membalikkan tubuhku untuk menoleh kearah orang yang memanggilku itu.

“ Oppa!!! “, seruku yang langsung berlari kearahnya, Suho Oppa tersenyum sambil merentangkan tangannya dan aku langsung memeluknya erat.

“ Bogoshipho “, ucapku yang membenamkan wajahku didadanya.

“ Nadoo “, balasnya yang memelukku erat.

Kini kami berdua duduk di rerumputan taman di bawah sebuah pohon rindang yang melindungi kami dari cahaya matahari. Aku tidur dipangkuan Suho Oppa yang terus membelai lembut rambutku. Rasanya aku tidak ingin waktu berakhir dengan cepat.

“ Yuri… “, ucapnya yang membuatku langsung menatap wajah tampannya.

“ Wae? “, sahutku.

“ Lupakan aku “, jawabnya yang membuatku kaget dan langsung bangun menatapnya tidak percaya.

“ Mwo?! “,

“ Jangan menderita lagi karena aku dan jangan menyiksa dirimu sendiri seperti ini “,

“ Apa yang kau katakan Oppa? aku tidak mengerti? “, aku bingung mengapa Suho Oppa mengatakan itu padaku.

Tanpa menjawabku Suho Oppa berdiri lalu berjalan didepanku, aku tidak tahu kemana dia akan pergi namun aku pun mengikutinya. Kami berjalan dan aku tidak tahu kemana Suho Oppa akan membawaku. Sampai akhirnya kami sampai disebuah tempat yang sangat familiar denganku.

“ Sekolah? “,

Aku bingung mengapa Suho Oppa membawaku ke sekolah dimana aku, Suho Oppa dan Sehun dulu belajar. Dia terus berjalan dan berhenti saat ada kerumunan gadis yang terlihat sedang memukuli seseorang. Aku hendak membantu gadis itu namun Suho Oppa menahanku, aku menatapnya dan dia hanya tersenyum padaku. Tiba – tiba datanglah seorang pria dengan tergesa – gesa dan masuk kerumunan itu.

“ Hentikan! “, suruhnya membuat para gadis itu mundur beberapa langkah.

“ Jika kalian menyentuhnya lagi, aku bersumpah akan membalas kalian berkali – kali lipat “, ancam pria itu membuat para gadis itu langsung pergi.

Aku menatap kejadian itu, mengapa kejadian itu terasa tidak asing untukku? Akhirnya aku melihat dengan jelas siapa mereka.

“ Sehun? Dan… aku? “, aku tidak percaya melihat kejadian itu.

“ Gwenchana? “, tanya Sehun khawatir dan disana aku hanya membalas dengan senyuman.

“ Mengapa kau tidak melawan eoh? “, marah Sehun padaku.

“ Mereka hanya iri padaku, karena aku kekasih Suho Oppa “, jawabku sambil tersenyum, terlihat wajah Sehun berubah kecewa. Apa aku salah mengatakan hal itu?

Kemudian Suho Oppa membawaku keatap, walaupun aku masih bingung mengapa Suho Oppa membawaku kesini tapi aku juga penasaran apa maksudnya.

“ Tidak bisakah kau memberiku kesempatan sekali lagi? “, suara seorang gadis yang terdengar.

“ Mianhae, Ahyoung-a. Aku tidak ingin menyakitimu lagi karena aku tidak bisa membalas cintamu “, ucap Sehun dengan penyesalan.

Sehun memutuskan Ahyoung? Bukankah Ahyoung yang memintanya untuk mengakhiri hubungan mereka? Aku semakin tidak mengerti apa yang terjadi?

“ Apa kau masih menyukai Yuri? Apa kau masih mengharapkan gadis yang sudah menjadi kekasih Hyungmu? “, tanya Ahyoung yang membuatku tidak percaya. Sehun menyukaiku? Tidak mungkin!

“ Walaupun dia lebih memilih Hyung, tapi dia akan selalu ada dihatiku dan mianhae aku tidak bisa menggantikannya dengan gadis manamun “, jawab Sehun, aku menutup mulutku tidak percaya.

Terlihat Ahyoung mulai terisak lalu pergi meninggalkan Sehun dengan terluka, Sehun hanya bisa menatapnya dengan penuh penyesalan.

“ Mianhae, aku hanya mencintainya “, lirih Sehun yang membuatku meneteskan air mataku.

Suho Oppa berjalan kembali mengajakku pergi ketaman, aku melihat kejadian dimana aku menangis karena orang tuaku bercerai. Dan Sehun, dia mencoba menghiburku dengan segala tingkah konyolnya. Sehun selalu ada untukku, Sehun yang selalu mencoba membuatku tersenyum dan Sehun juga melindungiku dari semua fans Suho Oppa yang membullyku. Mengapa aku begitu bodoh tidak menyadari perasaannya padahal semua itu sangat jelas terlihat?

            = I Don’t Want To Be Alone =

“ Oppa, apa maksud semua ini? Mengapa kau mengajakku melihat semua itu? “, tanyaku pada Suho Oppa yang kini duduk di bangku taman belakang sekolah.

“ Aku hanya ingin menyadarkanmu satu hal, Yuri. Bahwa ada seseorang yang lebih kau butuhkan di banding aku “, jawabnya yang membuatku menoleh.

“ Sehun sangat mencintaimu, bahkan dia rela terluka untuk melihatmu bahagia “, tambahnya.

“ Tapi aku… “, belum aku bicara Suho Oppa menyelanya.

“ Sudah waktunya kau membuka matamu Yuri, aku sudah tidak bisa bersamamu. Cobalah menerima kenyataan dan hiduplah bahagia. Aku yakin Sehunlah pria yang pantas untukmu dan dia bisa membahagiakanmu melebihi apa yang aku lakukan padamu “, ujarnya sambil memegang kedua pipiku.

“ Aku tidak ingin melihatmu menangis lagi, selalu tersenyumlah karena melihat senyumanmu akan membuat aku bahagia “, Suho Oppa mencium keningku lembut dan aku hanya terdiam tanpa mengatakan apapun.

Aku pun membuka mataku dan kulihat aku kembali berada di kamarku. Aku merasakan tanganku yang digenggam oleh seseorang, siapa lagi kalau bukan Sehun. Aku menatap wajahnya yang tertidur. Kelelahan, ya kelelahan yang terpancar kini diwajah tampannya. Tapi dia tidak pernah meninggalkanku dan membiarkan aku sendiri disaat aku membutuhkan sandaran.

Sehun-a, apa aku begitu kejam padamu? Apa aku jahat padamu? Bisakah aku memulainya denganmu? Apa perasaanmu masih sama padaku? Mianhae, aku tidak pernah tahu tentang itu. Mianhae, aku selalu egois karena memikirkan kebahagianku sendiri tanpa melihatmu terluka karena aku. Aku ingin memulainya lagi, ya memulai semuanya dari awal lagi.

Aku merasakan Sehun mulai bergerak, dia membuka matanya dan kaget melihatku yang kini sedang menatapnya.

“ Yuri, kau sudah bangun? Mianhae, aku ketiduran tadi kar…. “, dia terlihat panik dan bingung namun aku langsung menyelanya.

“ Aku lapar “, ucapku yang membuatnya menatapku.

“ Kau lapar? Makanannya sudah dingin, aku ambilkan yang baru ya “, tawarnya namun aku menahan tangannya sebelum dia berdiri untuk keluar dari kamarnya.

“ Gwenchana, aku ingin makan yang itu “, ucapku dan Sehun pun duduk kembali sambil mengambil semangkuk soup yang sudah dingin itu di atas meja.

“ Aku ingin kau menyuapiku “, pintaku, terlihat wajah Sehun memancarkan keheranan namun aku hanya tersenyum padanya.

Dia pun menyuapiku dengan senang sampai makanan itu habis, setelah makan aku memintanya menemaniku keluar dari kamarku yang tidak pernah aku lakukan beberapa minggu ini. Sehun semakin heran dengan permintaanku namun dia terlihat lega melihat sikapku yang sudah mulai kembali menjadi Yuri yang dulu.

“ Sehun-a, bisakah aku minta sesuatu? “, ucapku yang membuatnya menoleh padaku saat kami berada ditaman dekat rumahku.

“ Neh, kau ingin aku apa dariku? “, tanyanya.

“ Bantu aku kembali menjadi diriku lagi “,

Sehun menatapku tidak percaya, dia mungkin bingung tapi aku sudah memutuskannya kalau aku ingin kembali seperti dulu.

“ Apa itu berarti kau… “, tanya Sehun dan aku mengangguk.

“ Neh, aku ingin move on. Aku tidak ingin terlihat menyedihkan lagi. Bukankah Suho Oppa tidak akan menyukainya jika aku terus bersedih? “, ujarku dan wajah Sehun yang bahagia sempat menjadi kecewa saat aku mengatakan Suho Oppa akan bersedih. Apa dia kecewa lagi?

“ Aku juga tidak ingin membuat seseorang terus menungguku dan terluka karena aku “, ucapku yang kini membuatnya menatapku tidak mengerti.

“ Babo! Jika kau begitu menyukaiku, mengapa kau tidak pernah jujur padaku? “, cibirku membuat wajahnya terlihat kaget.

“ Ma… maksudmu? “, Sehun terlihat gugup dengan apa yang aku ucapkan.

“ Jika kau mencintaiku, seharusnya kau mengatakannya dari dulu. Dasar pengecut! “, aku memasang wajah kesal padanya yang membuatnya terlihat seperti orang bodoh.

“ Aku hanya tidak ingin mengganggu hubunganmu dengan Hyung “, belanya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“ Jadi sekarang apa kau sudah tidak menyukaiku lagi dan sudah mencintai gadis lain? “, tanyaku yang membuatnya langsung menatapku.

“ Anio, aku sangat menyukaimu. Bagaiamana mungkin aku mencintai gadis lain? Kau yang aku cintai dan hanya kau yang ada dihatiku “, aku Sehun yang membuatku ingin sekali tertawa.

“ Aku tidak percaya “, ucapku yang membuat wajahnya kecewa.

“ Aku serius, Yuri. Percayalah padaku! “, ucapnya yang ingin meyakinkanku.

“ Aku akan percaya, jika kau berjanji akan selamanya ada disampingku dan tidak pernah meninggalkanku apapun yang terjadi. Apa kau sanggup? “, tanyaku.

“ Aku janji! Aku janji dengan seluruh hidupku! “, Aku pun terkekeh melihat ekspresinya yang terlihat serius dan membuatnya menatapku heran. Beberapa lamaa Sehun pun sadar kalau aku hanya menjahilinya.

“ Ya! Apa kau mengerjaiku? “, tanyanya yang baru sadar kalau aku hanya mengetesnya saja.

“ Siapa yang mengerjaimu? Aku tidak! “, sangkalku namun aku masih terkekeh.

“ Ya! Kwon Yuri! Awas kau ya! Berani sekali kau membuatku seperti orang bodoh! “, terlihat Sehun bersiap menerkamku.

“ Kau memang bodoh! “, aku pun menjulurkan lidahku padanya dan dia mulai mengejarku.

Kami terus berlarian sambil saling mengejar, sampai akhirnya kami kelelahan dan tertidur ditaman sambil menatap langit sore.

“ Mengapa tiba – tiba kau berubah Yuri? “, tanya Sehun penasaran sambil memiringkan tubuhnya menatapku yang masih melihat ke arah langit.

“ Aku hanya mengikuti apa kata hatiku “, jawabku tanpa menoleh padanya yang masih dalam posisi yang sama.

“ Jadi kau mulai menerima semua kenyataan ini? “, tanyanya lagi dan aku mengangguk lalu menoleh padanya.

“ Tidak ada gunanya lagi aku bersedih, bukankah Suho Oppa sudah tenang disana? Dan masih ada yang harus aku lakukan dari pada mengurung diri didalam kamar. Aku juga tidak ingin sahabat bodohku terus saja menyimpan perasaannya tanpa mengungkapkannya padaku “, tuturku.

Tiba – tiba saja Sehun mendekatkan wajahnya padaku lalu menciumku singkat.  Chu~

Aku merasakan tubuhku membeku, ada sesuatu yang menyerang tubuhku dan jantungku yang mulai berdegup kencang. Kutatap Sehun yang kini tersenyum padaku, dia pun mendekatkan wajahnya lalu menciumku lagi lebih lama dan sangat lembut.

“ Aku tidak peduli jika kau belum bisa melupakan Hyung, tapi aku tetap akan selalu disisimu. Saranghae… “, ucapnya disela – sela ciuman kami.

Aku hanya tersenyum lalu kami melanjutkannya lagi. Gomawo, Suho Oppa. Aku janji akan bahagia untukmu, untukku juga Sehun. Terima kasih karena kau mengirimkan malaikat untuk menemaniku karena aku tidak mau sendiri di dunia ini.

The End

Gimana Sequelnya? Lagi kepikiran ma cerita itu sekalian aja aku lanjutin. Jangan lupa RCLnya ya 😀 Hargai karya Orang lain apalagi kalian menikmati karya itu 🙂

28 thoughts on “[Ficlet] Naega Gajigo Sipji Anh-a

  1. makasih arwahnya suho uda masuk kedalam mimpi yuri jadi yuri sadar kalau selama ini sehun mencintai yuri dan yuri membalasnya. seneng bngt liat sehun sama yuri bahagia ^^

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s