[Freelance] Sorry, Because I Love You

pizap.com13814333762721

Title : Sorry, Because I Love You

Author : Selvy

Length : Oneshot

Rating : PG 17

Genre : romance, Sad, comedi

Main Cast : Taeyeon, Kai

Other Cast : Lihat sendiri yah J

Author Note : FF ini aku buat dalam waktu singkat, karena nggak bisa tidur, hehehe. Jadi, mohon maaf kalau ceritanya kurang menarik dan banyak typo.

 

. . . . . . . . .

Kai POV

“Good morning” aku menyapa foto disampingku, memang agak gila tapi itulah kebiasaanku setiap hari. Hai, namaku kai aku berumur 17 tahun, dan bersekolah di Seoul High School. Aku tinggal sendiri di apartemenku yang sederhana ini, bukan karena aku tidak mempunyai keluarga. Hanya saja keluargaku tinggal di busan, sedangkan aku tinggal di seoul, tentu saja dengan beberapa alasan.

Dan foto yang setiap hari kusapa adalah foto seorang yeoja cantik bernama seohyun. Ia adalah salah satu alasanku tinggal di busan. Dia sangat cantik, sudah dua tahun belakangan ini aku selalu memperhatikannya.

Setiap hari aku selalu ingin agar pagi segera datang agar aku bisa berjumpa dengannya. Oh tuhan, aku sangat mencintainya.

Aku selesai mandi, aku memasak mie instan dan memakannya sendirian, sebenarnya aku sangat kesepian. Tapi, mau bagaimana lagi demi cinta lautpun akan aku sebrangi, hehehe.

Aku mengendap- ngendap keluar dari jendela rumahku, persis seperti seorang pencuri yang hendak kabur dari pemilik rumah. Ini adalah kebiasaanku setiap hari, kenapa? Tentu saja karena ada yeoja gila yang selalu mengejar- ngejar cintaku, sunggu menjengkelkan.

Aku perlahan mulai keluar dari jendela, “Yes berhasil, ucapku setelah berhasil keluar. Namun, betapa terkejutnya aku ketika membalikkan badan, “Aaaa “

“Good morning my love” yeoja gila ini lagi.

Aku tidak memperhatikannya, aku terus saja berjalan berusaha meninggalkannya. Tetapi, dia terus mengikutiku, aku angat muak padanya. “Ya kim taeyeon, tidak bisakah sehari saja kau tidak menggangguku” teriakku padanya.

Dia hanya tersenyum padaku, dan itu malah membuatku makin muak, “Tentu saja tidak, bagaimana mungkin aku bisa jauh dari calon suamiku”

Aku hanya memutar bola mataku, sudah berapa kalo dia mengatakan hal itu padaku? Pastinya sudah tidak terhitung. Kami berjalan beriringan dengan kedua tangannya yang melilit lenganku. Aku tidak bisa melepasnya di jalan karena dia pasti akan menangis. Aku tidak mau dibilang penjahat oleh para pengguna jalan.

“Ya taeyeon lepaskan tanganku, kita sudah sampai disekolah. Apa kau mau menjadi pusat perhatian untuk yang kesekian kalinya” aku mencoba melepaskan kaitan lengannya.

“Aku tidak perduli” Jawabnya santai.

“Kau benar- benar tidak mempunyai malu” apapun yang kukatakan padanya pasti dia tidak peduli. Dia benar- benar perempuan gampangan.

Belum saja moodku bagus, aku sudah harus melihat pemandangan yang sangat menyesakkan hati, hari ini benar- benar sial untukku.

“Hy Kai” sapa seohyun yang baru saja datang bersama saingan terberatku kyuhyun. Seohyun tersenyum manis padaku. Namun senyumnya luntur ketika melihat tangan yeoja menjengkelkan ini dilenganku, aku yang menyadarinya langsung saja melepaskan tangan taeyeon dengan kasar.

“Kalian benar- benar serasi” terlihat dari matanya bahwa seohyun dangat sakit hati. Yah, dia juga menyukaiku, tapi karena ada dua parasit yang selalu menempel pada kami jadi kami tidak pernah bisa menyatakan perasaan masing- masing.

“Wow, kau memang hebat menilai” jawab taeyeon histeris, sungguh itu sangat menjijikkan bagiku.

“Aku ke kelas duluan yah” seohyun pergi sambil menarik tangan kyuhyun, sebelum pergi kyuhyun sempat melihat kearahku dengan smirk diwajahnya. Rasanya seandainya seohyun tidak ada, aku sudah membersihkan wajahnya dari smirk dan mengganggantinya dengan ringisan.

“Ini semua gara- gara kau” aku menatap tajam taeyeon yang hanya tersenyum padaku. Sungguh seandainya dia seorang namja, mungkin aku sudah membuatnya babak belur.

 . . . . . . . . . .

Huh, hari ini benar- benar buruk. Bukan hanya hari ini tapi setiap hariku buruk gara- gara ulah taeyeon. Aku tidak bisa bebas kemana- mana karena dia selalu mengikutiku, aku benar- benar menderita.

Sekarang saja aku sedang kabur ke belakang sekolah, tentu saja perlu usaha yang sulit untuk lari dari seorang taeyeon. Aku harus pura- pura ke kamar kecil, dan tentu saja ia menungguku di depan pintu. Dan terpaksa aku harus kabur lewat jendela. ‘Benar- benar melelahkan’

Dua tahun aku terus seperti ini benar- benar sangat melelahkan. Sekarang aku hanya berjalan sendirian dibelakang sekolah.

“Seohyun” mataku tiba- tiba berbinar ketika mendapati yeoja idamanku itu duduk dibawah pohon dibelakang sekolah.

Aku menghampirinya, dan betapa terkejutnya aku ketika melihatnya menagis. Aku tidak meu melihatnya menangis, “Kau kenapa?” tanyaku khawatir setelah duduk disebelahnya.

Dia menghapus air matanya, “Tidak aku tidak apa- apa”

“Kau bohong, ayolah katakana padaku” aku menggenggam tangannya.

Ia menghempaskan tangannya dari genggamanku dan menatapku tajam, “Kau pernah bilang kalu kau mencintaiku. Tapi, kenapa kau selalu bersama dengan yeoja itu”

Aku terdiam mendengar kata- katanya. Jujur saja hatiku sakit mendengarnya “Yoona- ssi maafkan aku, dia tidak pernah mau berpisah denganku” aku mengelus kepalanya namun dia menangkisnya.

“Kau jauhi dia atau aku yang menjauhimu” aku tersentak mendengar pernyataannya. Tentu saja aku tidak mau dijauhi oleh yoona, tetapi entah kenapa hatiku berkata bahwa aku tidak bisa menjauhi taeyeon.

“Baiklah kau diam maka aku . . “ dia tidak melanjutkan kata- katanya karena aku sudah menutup mulutnya dengan bibirku. Awalnya dia kaget, tapi lama- lama dia mulai menikmatinya.

 

. . . . . .  . .

Malam ini rencanannya aku ingin menyuruh maksudnya memaksa taeyeon untuk menjauhiku. Aku tidak mau seohyun yang sudah menjadi yeojachinguku sakit hati melihatnya. Memang biasanya setiap malam dia membawakanku makanan, walaupun dia tahu aku pasti akan menolaknya

Aku menunggunya didepan rumahku, dan dia mulai terlihat. Dia berlari ke arahku, aku tahu pasti dia sangat senang melihatku.

“Kau menungguku? Apakah kau merindukanku?” katanya ceria, “Ini untukmu” dia menyerahkan rantang makanan kepadaku, namun aku memukulnya hingga jatuh. Aku sebenarnya tidak tega namun aku terpaksa.

“Yah jatuh, tenang saja my love masih banyak . . . “

“Diam “ aku membentaknya kasar, aku tahu walaupun aku menjatuhkan seribu rantangnya dia juga tidak akan marah padaku.

Dia terlihat menajan tangis, dan entah kenapa melihatnya seperti ini hatiku sangat perih. “Jangan pernah dekati aku”

Dia sangat terkejut mendengarnya, “Mengapa kau terus bercanda?” dia tertawa dan sangat terlihat bahwa dia memaksakan tawanya.

“Jangan terus berpura- pura bodoh dihadapanku, kau tahu dengan kau mencintaiku aku selalu mendapat masalah” kataku dengan nada geram.

Dia menatapku tajam, jujur saja ini pertama kalinya aku ditatap seperti itu olehnya, “Aku memang bodoh karena mencintaimu, aku memang bodoh karena selalu mengharapkanmu. Dan aku memang selalu membawa masalah, bahkan cinta tulusku padamupun adalah masalah untukmu, tapi mengapa cintanya seohyun bukan masalah untukmu huh? Dan satu lagi, aku minta maaf karena telah mencintaimu”

Dia berlari pergi meninggalkanku dengan terisak, entah kenapa air mataku juga menetes melihatnya.

 

. . . .  . . . .

Matahari telah memasuki jendela kamarku, seperti biasa aku bangun mandi, dan sarapan. Setelah itu aku pergi melewati jendela seperti biasanya. Aku berbalik hendak berkjalan ke sekolah namun aku tidak melihat yeoja yang selalu menungguku diluar jendela dan mengucapkan selamat pagi padaku. ‘Kemana dia’

Aku merasa kehilangan sesuat yang berharga. Aku kembali memasuki jendela, aku membuka pintu rumahku dan berharap taeyeon berada di depan pintu. Namun nihil taeyeon tidak ada.

Aku berjalan sendiri ke sekolah, sangat sepi tak ada lagi yang selalu aku merahi, tak ada lagi yeoja yang selalu bersikap manja padaku, tak ada lagi tangisan tak kala aku menolah genggaman tangannya. Tapi, bukannya itu bagus ? tak ada lagi yang menggangguku sekarang, ‘Aku sekarang bebas’

Aku berjalan memasuki gerbang sekolah dan tiba- tiba ada yang memelukku dari belakang. Aku kira itu adalah taeyeon, namun senyumanku memudar setelah aku tahu itu adalah seohyun. “Kai nanti kita pergi ke salon yah?”

Aku menatapnya dan tersenyum, “Aku sedang tidak enak badan” ucapku lembut.

Dia mengerucutkan bibirnya kesal, “Ku kira kau itu namja yang romantic, tapi ternyata tidak. Aku tidak ingin berpacaran denganmu, kita putus” ia berlari meninggalkanku.

Aku ingin mengejarnya, namun aku tidak bisa. Malah aku mengingat taeyeon, taeyeon yang tidak pernah marah jika aku membentaknya, taeyeon yang tidak pernah tersinggung dengan kata- kata kasarku, taeyeon yang selalu tersenyum jika aku menolaknkya. Aku sadar bahwa aku mencintainya seperti dia mencintaiku.

Setelah istirahat aku langsung mencari taeyeon dikelasnya, namun kata teman- temannya dia tidak masik. Aku benar- benar khawatir padanya. Aku takut ia akan membenciku setelah kejadian semalan. Tapi, aku baru ingat bahwa taeyeon tidak pernah marah padaku.

 

. . . . . . . .

Setelah pulang dari sekolah aku langsung kerumahnya. Aku memencet bel rumahnya dan keluarlah wanita yang kucintai dan sangat kurindukan saat ini.

“Annyeong taeyeon” aku menyapanya dengan senyuman termanisku. Namun ia hanya menatapku dengan tatapan dingin. Dia benar- benar berbeda dengan taeyeon yang kukenal selama ini.

“Mau apa kau kesini?” tanyanya sinis.

“Taeyeon- ssi jangan bersifat seperti ini padaku. Aku hanya ingin meminta maaf padamu”

Smirk muncul diwajahnya, “Aku tidak akan mengganggumu lagi, jadi jangan pernah menggangguku.”

Ia hendak menutup pintu rumahnya, namun aku menahannya, “Taeyeon- ssi aku mencintaimu”

Plak

Apa? Dia menamparku, “Apa yang kau lakukan” tanyaku geram.

Plak

Satu lagi sisi wajahku ditampar olehnya, “Mengapa kau seperti ini? “ tanyaku marah, sepertinya ak mulai kehabisan kesabaran.

“Sakit?” tanyanya dengan air mata yang tiba- tiba memenuhi wajah mulusnya, “Apakah kau tahu bahwa hatiku lebih sakit selama ini karenamu. Setiap hari aku selalu menunggumu untuk pergi sekolah bersama, tapi apa? Kau selalu menghindar. Aku bahkan mengejarmu sampai ke depan jendela tapi kau malah mengacuhkanku” dia mengusap air matanya.

“Setiap pulang sekolah aku menghabiskan waktu bermainku untuk memasak hidangan untukmu. Tapi apa? Kau malah menolaknya mentah- mentah. Kau mengejar- ngejar seohyun dihadapanku tanpa memerhatikan kondisi hatiku yang sekarat. Kau selalu bersikap kasar padaku. Kau selalu menghindariku di sekolah bahkan aku rela menunggumu di depan WC pria. Dan itu semua terjadi selama dua tahun” hatiku benar- benar sesak mendengar penuturannya.

“Aku selalu dibuli oleh teman- temanku karenamu tapi aku tetap sabar memperjuangkan cintaku. Sampai aku melihatimu mencium seohyun di depan mataku tapi aku tetap berusaha tegar” air mataku juga sudah mengalir deras, ternyata ia melihat aku mencium seohyun dan dia tidak marah sama sekali waktu itu.

“sampai akhirnya aku sudah tidak bisa bersabar, ternyata lelaki yang kucintai menganggapku sebagai sumber masalah”

Aku memagan tangannya, “Maafkan kau aku . “

Plak

“Aku tidak mau berurusan denganmu lagi, aku sudah cukup lelah selama dua tahun. Aku akan pindah dari seoul. Jadi jangan pernah menggangguku lagi, anggap saja aku tidak pernah hadir dalam hidupmu” dia menamparku dan membanting pintunya dihadapanku dengan keras.

Aku tersungkur di depan pintunya, aku menangis sejadi- jadinya aku tidak peduli dengan orang- orang yang menatapku. Aku kembali mengingat masa- masaku bersama taeyeon, aku terlalu bodoh  untuk menyadari betapa berartinya dia dihidupku. Aku terlalu buta untuk melihat cintanya padaku.

Kini yang ada hanya penyesalan, penyesalan yang mungkin tidak akan pernah terlupakan dalam hidupku. Sekarang aku hanya bisa hidup tanpa taeyeon, tanpa tawanya, tanpa cintanya. Hal yang dulu kubenci darinya kini semua aku rindukan. Ya tuhan aku benar- benar bodoh.

“SARANGHAE KIM TAEYEON”

End

Sampai pagi aku nggak bisa tidur, siap- siap aja ngantuk di sekolah.

66 thoughts on “[Freelance] Sorry, Because I Love You

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s