Porphyria [1] – Who are You?

aiko-140

Porphyria [1] – Who are You?

by

Harumi Aiko

the Cast :

Choi Sooyoung || Wu Yi Fan || Park Chanyeol

Kwon Yuri || Choi Siwon

| Romance, Angst, Thriller, Tragedy | PG-13 | Chaptered |

Poster by Fearimaway

Disclaimer :

Cerita ini hanyalah karangan fiksi belaka yang terinspirasi dari asal-usul dan sejarah vampir.

Previous :

Prolog

.

Orang yang lama pergi, telah kembali

.

Sooyoung POV

Saat terbangun, aku mengedarkan pandanganku ke seluruh ruangan yang bernuansa putih ini. Hanya aku sendiri yang berada di ruangan sebesar ini. Jika ada yang bertanya apakah aku memiliki keluarga, aku akan menjawab tidak. Orang tuaku sudah meninggal sejak lima tahun yang lalu, dan aku tidak memiliki kakak maupun adik. Dan sejak saat itu, aku menganggap diriku tak memiliki keluarga lagi. Ibuku sama sepertiku tak memiliki saudara kandung dalam keluarganya. Dan ayahku memiliki seorang kakak laki-laki, yang berarti aku memiliki seorang paman. Keluarga pamanku sangat berjasa menghidupiku setelah orang tuaku meninggal. Tetapi aku sadar, selama ini mereka hanya kasihan padaku dan tidak tulus merawatku.

Beberapa menit setelah aku tersadar, aku mendengar suara langkah kaki mendekati pintu ruang rawatku. Kulihat dokter Kim beserta satu orang suster memasuki ruangan ini. Dokter Kim tersenyum padaku, dan aku tidak membalas senyumannya. Entah mengapa, sepertinya bibirku kelu dan sudah tak bisa lagi untuk tersenyum semenjak kehidupan bahagiaku lima tahun lalu berubah menjadi kehidupan yang sangat menyedihkan.

“Kondisimu sudah cukup membaik dan anda sudah diperbolehkan pulang. Jangan lupa minggu depan adalah jadwal anda terapi. Cukup sekian pemeriksaan kondisi anda dan selamat siang”.

Setelah memeriksaku, Dokter Kim dan suster keluar dari ruangan. Aku segera bangkit dari tempat tidur dan bergegas keluar rumah sakit. Beruntung, aku hanya dirawat selama sehari karena aku benar-benar tak menyukai suasana rumah sakit.

Saat di perjalan menuju apartemenku, aku merasa seseorang ada yang sedang membuntutiku dan mengawasiku. Tetapi, saat aku membalikkan badan lalu mengedarkan pandanganku untuk mencarinya, aku tak menemukan seorang pun yang mengikutiku. Sudah seminggu ini aku merasa ada yang mengawasiku dari jauh. Aku hanya berpikiran kalau orang itu adalah bawahan tuan Choi yang bertugas untuk mengikutiku kemanapun aku pergi.

Sesampainya di apartemen, aku segera menghempaskan tubuhku di tempat tidurku. Aku teringat kembali pada kejadian di kampus saat melihat seseorang bernama Park Chanyeol. Kepalaku tiba-tiba terasa nyeri saat mengingat wajahnya.

Bagaimana bisa lelaki bernama Park Chanyeol itu sangat mirip dengan seseorang yang berada dalam foto yang aku miliki lima tahun lalu?

Apakah lelaki itu orang dalam masa laluku?

Flashback 5 years ago

“Umma.. Appa.. Aku mohon jangan tinggalkan aku sendirian!!! Hiks hiks hiks”, Sooyoung terus menangisi kematian ayah dan ibunya. Gadis berusia 14 tahun merasa sangat terpukul dengan kematian kedua orang tuanya yang tanpa sebab. Orang tua Sooyoung ditemukan terbunuh di rumah dengan keadaan yang sangat mengenaskan. Sooyoung yang saat itu baru saja pulang sekolah, terkejut melihat kedua orang tuanya sudah bersimpah darah di lantai rumahnya yang sudah tidak bernyawa lagi.

Sooyoung berlari keluar rumah menuju kerumah pamannya yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Gadis kecil itu terus berlari sambil menangis tersedu-sedu. Saat Sooyoung sudah sampai dirumah keluarga pamannya, ia langsung memencet tombol bel rumah itu dengan tak sabar.

Tuan Choi yang saat itu membuka pintu rumahnya terkejut melihat Sooyoung menangis dengan terengah-engah, “Youngie, waeyo??”.

“Paman, hiks hiks.. Umma dan appa.. berdarah hiks hiks”.

“Apa yang terjadi, Youngie? Bicaralah pelan-pelan”

“Umma.. Appa.. meninggal”, Setelah itu Sooyoung kehilangan kesadarannya.

“Youngie !!! Bangun nak.. Yeobo !!! Siwon !!! Cepatlah keluar, Sooyoung tak sadarkan diri lagi”.

Sejak kematian orang tuanya, Sooyoung tinggal bersama keluarga pamannya. Meskipun merasa terpukul, Sooyoung berusaha untuk tetap bahagia di tengah-tengah keluarga barunya.

“Youngie, apa kau akan kerumah sakit lagi?”, Tanya Siwon sambil menendang-nendang bola dengan kakinya.

“Ne oppa, aku akan melakukan terapi lagi. Oppa akan menemaniku terapi, kan?”, Siwon mengangukkan kepalanya.

***

Siwon dan Tuan Choi menunggu Sooyoung keluar dari ruang terapi. Beberapa menit kemudian, dokter Kim menyuruh Tuan Choi masuk ke ruangannya.

“Tuan Choi, saya sudah berhasil menemukan apa penyakit yang diderita oleh Sooyoung. Penyakit ini memiliki kesamaan dengan Anemia, yaitu terjadi kelainan pada hemoglobin. Penyakit yang Sooyoung derita dinamakan Porphyria, suatu kelainan pada komponen sel darah merah yang mengikat oksigen dan mengalirkan ke seluruh tubuh. Pada penderita Porphyria, terjadia peningkatan ekskresi porphyrin yaitu enzim yang berperan dalam sintesis heme. Penumpukan porphyrin dalam jaringan tubuh menyebabkan urin berwarna merah keunguan dan kulit sangat sensitif terhadap sinar matahari.  Dalam beberapa kasus penderitanya mengalami Anemia parah. Apakah ada diantara keluarga anda yang sangat sensitif dengan sinar matahari ?”.

“Ne, ayah Sooyoung memiliki kulit yang sangat sensitif jika terkena sinar matahari. Saat ayah Sooyoung masih muda, ia selalu mengkonsumsi obat-obatan narkoba. Saat ia sudah berhenti mengkonsumsi obat-obatan terlarang itu, ia selalu mengeluh kulitnya sangat sensitif dan urin yang ia keluarkan selalu berwarna ungu. Apakah penyakit yang Sooyoung derita berhubungan dengan kelainan yang ayahnya derita?”

“Dalam kasus penyakit Porphyria, 20% penderita mendapat penyakit Porphyria dari warisan genetik atau 80% disebabkan oleh penderita yang menggunakan narkotika dan alkohol. Saya simpulkan Sooyoung memiliki penyakit Porphyria berasal dari warisan genetik. Sampai saat ini, belum ada obat untuk penyakit Porphyria berhubung penyakit ini sangat jarang ditemukan di dunia. Penderita penyakit Porphyria harus selalu melakukan transfusi darah dan meminum obat yang saya sarankan. Obat ini mencegah penderitanya untuk tidak kekurangan hemoglobin. Jika ingin meminum obat ini, obat tersebut harus dicelupkan pada segelas susu putih. Obat ini akan mengubah warna susu putih menjadi merah. Obat ini hanya dikonsumsi oleh penderita Porphyria”.

Tanpa dokter Kim dan tuan Choi sadari, sedari tadi Sooyoung terus mendengar perkataan dokter Kim tentang penyakit yang dideritanya secara diam-diam. Sooyoung sangat penasaran dengan penyakit yang selama ini ia derita.

“Porphyria? Bukankah itu penyakit vampire?”, Sooyoung berlari menjauh dari ruangan dokter Kim dengan menangis terisak tanpa arah tujuan. Sooyoung berlari ke jalan raya tanpa melihat ke arah kanan dan kirinya. Tiba-tiba ada truk besar dari arah kanan jalan dengan kecepatan tinggi. Sang sopir truk menyetir dengan keadaan mengantuk, tak tahu ada seorang gadis kecil yang sedang berlari melewati truk-nya.

“Ckiitt… BRAKKK!!!!”, Sooyoung tertabrak truk besar itu hingga membuat gadis itu terpental cukup jauh. Kepalanya terbentur sangat keras dan sekujur badannya terluka dan memar-memar. Orang-orang yang berada di sekitar lokasi kejadian, segera membawa Sooyoung ke rumah sakit yang memang saat itu jarak lokasi kejadian dengan rumah sakit tidak terlalu jauh.

Siwon yang saat itu sedang keluar rumah sakit untuk membeli beberapa makanan dan minuman di minimarket terkaget saat melihat kecelakaan di hadapannya terjadi karena seorang gadis yang Siwon cukup kenali.

“Bukankah itu Sooyoung?”, Siwon menjatuhkan semua makanan dan minuman yang dibelinya dan berlari ke arah seorang gadis yang tergeletak dengan kondisi cukup parah.

“Youngie !!! mengapa kau terluka parah seperti ini? Mianhae Youngie, aku tidak bisa menjagamu dengan baik”, Siwon terus belari mengejar orang-orang yang membawa Sooyoung kerumah sakit.

***

Chanyeol yang saat itu baru saja mengetahui Sooyoung mengalami kecelakaan, segera pergi menuju rumah sakit dengan gelisah. Sesampainya di rumah sakit, Chanyeol menanyakan pada resepsionis rumah sakit menanyakan dimana ruang Sooyoung dirawat.

“Dimana ruang pasien bernama Choi Sooyoung dirawat?”.

“Di lantai 4 ruang 201”, Chanyeol bergegas menaiki lift menuju lantai 4 dan mencari ruang 201. Saat Chanyeol berjalan mendekati ruang dimana Sooyoung dirawat, Chanyeol menghampiri Siwon dan melayangkan pukulan di wajah Siwon.

“Mengapa kau baru memberitahuku sekarang, hah?”

“Mianhae Chanyeol, aku yang membuat kondisi Sooyoung semakin kritis. Ini salahku yang tak bisa menjaganya dengan baik”.

Chanyeol memasuki ruang rawat Sooyoung dengan keadaan marah. Ia berjalan mendekati tubuh Sooyoung yang tak sadarkan diri. Tiba-tiba air mata keluar membasahi pipi Chanyeol saat melihat Sooyoung terbaring lemah di kasur dengan selang-selang infus yang dipasang di tangan dan hidung yeoja-nya.

Chanyeol memegang tangan Sooyoung yang sangat dingin dan menautkan tangannya dengan tangan Sooyoung dengan erat, “Bangunlah.. Aku tak sanggup melihatmu dengan keadaan seperti ini. Mengapa kau sembunyikan semua ini dariku? Kau gadis yang sangat tegar dan kuat menutupi semua bebanmu sendirian. Kumohon bangunlah, Chagi. Aku tak mau kehilanganmu. Aku ingin berada disampingmu selamanya”, Chanyeol mengecup kening Sooyoung dengan lembut.

“Saranghae..”, ucap Chanyeol pelan di dekat telinga Sooyoung. Tiba-tiba Chanyeol merasakan tangan Sooyoung yang dipegangnya bergerak pelan dan melihat mata yeoja-nya membuka perlahan. Chanyeol tersenyum saat melihat Sooyoung tersadar dari koma-nya.

“Chagiya, akhirnya kau sadar juga”.

Sooyoung membuka katup oksigen menghalangi mulutnya, “Nu… gu.. ya?”

“Aku namjachingu-mu, Youngie. Apakah kau mengingatku?”

“Mian.. aku tak ingat apa-apa”, Ucap Sooyoung pelan seraya memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit.

 Flashback END

***

Chanyeol POV

Apakah Sooyoung pingsan karena melihatku?

Apakah ia masih lupa ingatan?

Dua pertanyaan itu yang selalu terngiang-ngiang dalam benakku. Tiba-tiba terlintas dalam otakku, untuk menghubungi seseorang.

“Yoboseyo, Tuan Byun. Bisakah anda mencari tahu latar belakang dari gadis yang bernama Choi Sooyoung? Ne, dia berkuliah di universitas yang sama denganku.. Kamsahamnida, Baekhyun-shi”. Aku menutup telponku dan tiba-tiba seseorang menepuk pundakku dengan kasar.

“Ya !!! Park Chanyeol.. Mengapa kau tak menghubungiku dulu hah kalau kau ingin kemari?. Kau tahu, semua wanita di universitas ini membicarakan mahasiswa baru yang menurut mereka sangat tampan. Calon tunanganku memang tampan dan mempesona. Aku beruntung sekali akan memilikimu !!!”, gadis yang tak aku ketahui namanya memelukku kegirangan dengan sangat erat. Orang-orang di sekitar melihat kami berdua dengan tatapan penasaran dan curiga.

“Chanyeol oppa, perkenalkan namaku Kwon Yuri. Apa kau pernah dengar namaku? Ah, kau pasti sudah tau diriku dari orang tuamu kan?”.

Jadi gadis ini yang akan bertunangan denganku?’, ucapku dalam hati.

“Oppa, aku senang sekali akhirnya aku bisa bertemu denganmu secara langsung. Selama ini aku hanya diberi fotomu oleh orang tuaku. Mereka juga memberiku nomor teleponmu, tapi aku malu menelponmu duluan. Bagaimana kehidupanmu selama di Amerika? Aha! Kau kemari ini menjemputku kan?”, Gadis yang bernama Yuri itu terus mengamit lenganku dengan manja. Aish, benar-benar gadis yang cerewet.

“Aniyo. Aku kemari hanya ingin melihat-lihat tempat kuliahku yang baru. Bahkan aku tak tahu kalau dirimu berkuliah disini juga”.

“Oppa !!! jangan malu-malu begitu padaku. Umma oppa menelponku dan katanya dirimu kemari ingin menjemputku dan mengajakku jalan-jalan. Kuliahku sudah beres sekarang, jadi ayo kita pergi bersama-sama”.

‘Dasar Umma. Kalau aku menolak permintaan gadis ini, aku pasti akan dimarahi umma dan menyuruhku kembali ke Amerika. Ingat, Chanyeol. Kau kembali ke korea bukan karena pertunanganmu dengan gadis aneh ini. Tetapi kau ke korea ingin berhubungan kembali dengan Sooyoung. Jadi perlakukan gadis aneh ini dengan baik, jika kau mau selamat di korea. Fighting Chanyeol !!! Ne, Fighting !!!’, Ujar Chanyeol dalam hati seraya memberikan semangat untuk dirinya sendiri.

***

Saat ini aku sedang berada di restoran tradisional korea. Ketika sedang menunggu makanan yang kami pesan datang, aku berpikiran untuk menanyakan Sooyoung padanya.

“Yuri-ah, apakah kau mengenal Choi Sooyoung?”, tanyaku hati-hati.

“Sooyoung yang berkuliah di Fakultas Ekonomi? Aku tidak mengenalnya, tetapi aku tahu dia. Menurut orang-orang, gadis itu memiliki gangguan mental. Perilakunya benar-benar sangat aneh. Setiap jam istirahat tiba, ia selalu membeli segelas susu putih dan mencampurkan obat aneh pada susu yang akan ia  minum. Orang-orang berfikir kalau gadis itu adalah manusia vampire. Karena dia memiliki kulit sangat pucat dan selalu berpakaian panjang dan tebal untuk menghindarinya terkena sinar matahari. Tak ada yang berani mendekatinya, karena jika ada orang yang berdekatan dengannya akan mendapat kesialan. Kudengar dari teman-temanku oppa tadi pagi menolongnya saat ia jatuh pingsan. Apa oppa tidak apa-apa? Apa setelah menolongnya, oppa mendapat kesialan?”.

‘Iya aku mendapat kesialan karena akan bertunangan dengan gadis cerewet sepertimu’, geramku dalam hati.

“Anni.. Mengapa orang-orang di kampusmu berpikiran seperti itu? Bukankah vampire itu hanya makhluk mitos yang sampai saat ini tidak terbukti keberadaannya?”.

“Aku tidak tahu. Tetapi menurut teman-temanku ada seseorang yang melihatnya meminum darah. Dan sampai saat ini orang itu menghilang tak tahu kemana. Sejak kejadian itu, orang-orang menganggap gadis bernama Sooyoung itu adalah manusia vampire karena mereka semua berpikir kalau gadis itu telah meminum darah orang itu. Sebenarnya aku kurang percaya kalau gadis itu adalah vampire. Karena bukti bahwa gadis bernama Sooyoung itu bisa meminum darah manusia masih diragukan. Entahlah aku tidak mengerti. Kalau oppa masih ingin hidup dengan nyaman, aku sarankan agar oppa tidak dekat-dekat dengan gadis bernama Sooyoung itu. Dia benar-benar pembawa sial”.

“Apakah selama dia berkuliah disana selalu ada korban yang berjatuhan?”.

“Menurut berita yang aku dapatkan, dia mencari korban di luar lingkungan universitas. Apa kau tahu, seseorang berinisial KJ yang dibunuh di sekitar Myeongdong adalah Kim Jongdae, kakak kandung ketua presiden mahasiswa di kampusku yang bernama Kim Jong In. Jongdae bekerja di salah satu café yang berada di sekitar Myoengdong, dan ia meninggal tepat di gang kecil yang terletak di sebelah tempat ia bekerja. Semenjak Jongdae meninggal, Jong In yang dahulu memiliki perilaku yang sangat hangat sekarang berubah menjadi seseorang yang sangat dingin dan pendiam. Menurut teman dekatnya yang bernama Xiumin, Jong In selalu menatap dengan tatapan kosong ke arah Sooyoung. Oppa, bukankah semua itu terlihat aneh?”,

***

Author POV

Seseorang melangkah mendekati pintu apartemen bernomor 311. Ia memencet bel apartemen yang ia tuju. Beberapa menit kemudian, seorang gadis dengan rambut acak-acakkan membuka pintu apartemennya dengan keadaan setengah tidak sadar karena gadis itu masih terbawa dalam dunia mimpi. Seseorang datang ke apartemen gadis itu, segera memeluk orang yang berada dihadapannya dengan perasaan rindu yang berkecambuk dalam hatinya.

“Nuguya?”, Tanya gadis itu pada seseorang yang memeluknya.

“Aku calon tunanganmu, Kris Wu. Dan aku kembali ke pelukanmu”, Tiba-tiba tubuh gadis itu limbung saat mendengar orang itu menyebutkan namanya.

“Kris? Mian, aku lupa”, Ucap gadis itu sambil memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa nyeri.

“Bolehkah aku masuk, Youngie?”, Tanya Kris ragu-ragu pada Sooyoung.

“Masuklah”, Kris tersenyum sumringah dan masuk ke apartemen Sooyoung sambil membawa koper-koper pribadinya. Kris melihat Sooyoung berusaha menelpon seseorang dan tiba-tiba smartphone yang dipegang oleh Sooyoung terjatuh.

Sooyoung mencoba melihat wajah Kris dengan tangan dan kaki yang gemetar.

“Yi Fan, kau kah itu?”, Kris melihat air mata Sooyoung jatuh membasahi pipi gadis itu.

Sooyoung berjalan mendekati Kris dengan langkah kaki yang gemetar. Saat Sooyoung sudah berada di hadapan Kris, Sooyoung langsung memeluknya.

“Kumohon jangan pergi lagi”.

“Aku takkan lagi meninggalkanmu dan aku akan terus di sampingmu”, Ucap Kris seraya tersenyum penuh kemenangan.

.

.

.

aiko-140-2

.

.

.

Next Chapter >>  Revenge of the past

44 thoughts on “Porphyria [1] – Who are You?

  1. Pingback: Porphyria [2] – Revenge Of The Past | EXOShiDae Fanfiction

  2. Pingback: Porphyria [3] – The Ending | EXOShiDae Fanfiction

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s