New Students – Chap 6

new-students-5_vi_melurmutia

New Students ? [Chap 6]

Written by Vi

Starring SNSD Sooyoung | EXO-M Kris | EXO-K Sehun

Rated for Teen

Romance | Friendship

.

.

Disclaimer: I just borrow the cast

Note: inspired by other ff, manga, anime, japanese drama,  and my imagination

Sorry for bad fanfic and story

Poster by MelurMutia @ cafeposterart.wordpress.com

*****

Setelah menemukan Sehun, Sooyoung berjalan ke kelas sambil membawa lelaki berwajah tampan itu di sampingnya. Beberapa murid merasa bahwa Sooyoung itu keren karena bisa membuat kedua murid bule itu tertarik untuk berteman dengannya.

BRAK

Sooyoung membuka pintu kelas lalu menutupnya lagi setelah dirinya dan Sehun masuk. Kris yang menyadari bahwa Sooyoung dan Sehun memasuki kelasnya, iapun tersenyum dan menyuruh kedua orang itu mendekat kearahnya.

“Sehun , where did you go ? Both of us are surprised when you’re gone,” kata Kris yang ditanggapi dengan tatapan kesal dari Sehun lalu Sehun membuang mukanya. Entah mengapa hari ini Sehun merasa sulit sekali untuk sekedar bersikap baik pada kakaknya. Ia merasa bahwa kakaknya itu menganggu hubungannya dengan Sooyoung.

What’s with you ? Why are you acting like that since yesterday ?” tanya Kris. Dimulailah percakapan yang tak begitu Sooyoung mengerti diantara kedua kakak beradik ini, betapa Sooyoung berharap bahwa ia bisa mengerti arah pembicaraan mereka sekarang ini.

Nothing really happen. I’m just not in a good mood , that’s all,” jawab Sehun malas sambil berjalan menuju meja di sebelah Kris lalu duduk menatap papan tulis sambil menopang dagunya.

Sooyoung pun berjalan mendekati Sehun lalu berkata, “umm, you want to know what is love right ?” Meski bahasa Inggris Sooyoung masih tak seberapa tapi setidaknya Sehun mengerti apa yang barusan ia ucapkan. Sehun pun menganggukkan kepalanya menanggapinya. Sooyoung pun berdeham dan ingin memulai penjelasannya mengenai cinta, “love is –“

TENG TENG

Bunyi bel tanda masuk kelas telah berbunyi, Sooyoung tak sempat menjelaskan pada Sehun. “Oh, the bell is ringing, maybe I’ll explain about it later.” Setelah ia meminta maaf pada Sehun atas tertundanya penjelasannya, iapun kembali ke tempat duduknya yang berada tak jauh dari kedua kakak-beradik itu.

Sehun menghela nafas kecewa dengan pelan karena saat Sooyoung sedang berjalan menuju tempat duduknya, wajahnya memerah malu saat melewati Kris, tanda-tanda cinta Sooyoung pada Kris tampak jelas di mata Sehun meski ia sendiri tak begitu mengerti apa itu cinta.

“Yang kuketahui mengenai cinta hanyalah itu, saat jatuh cinta wajah seseorang terkadang akan memerah malu.”

*****

TENG TENG

Setelah menghabiskan 2 jam pelajaran, jam istirahat telah tiba. Sooyoung yang baru saja selesai membereskan buku-bukunya berbalik untuk melihat kearah dua kakak-beradik itu, sesuai ucapannya, ia ingin menjelaskan apa itu cinta pada Sehun. Namun saat ia berbalik ia tak menemukan sosok dua kakak-beradik itu, dan itu membuatnya agak jengkel karena itu artinya ia harus mencari mereka di sekolah yang terbilang cukup besar ini.

“Aissh, kemana mereka pergi ? Terutama Sehun, padahal aku sudah bilang padanya bahwa nanti aku akan menjelaskan apa itu cinta,” bisik Sooyoung kesal sambil melipat tangannya. Iapun berjalan keluar kelas dan terkejut mendapati Sehun berdiri di samping pintu.

“Hah ? Sehun ? Mana Kris ?” tanya Sooyoung sambil celingukan mencari sosok jangkung yang merupakan kakak Sehun.

“Ia bangun agak telat tadi pagi dan tidak sempat sarapan, aku khawatir maagnya akan kambuh maka itu aku menyuruhnya makan dulu,” jawab Sehun datar. Sooyoung sendiri merasakan kedataran pada suara Sehun, ia sudah menyadarinya bahwa Sehun tidak seceria biasanya semenjak ia berhasil berbicara dalam bahasa Inggris kemarin.

“Apa yang terjadi apdanya ?” batin Sooyoung sambil memandangi Sehun khawatir.

“Ada apa dengan tatapanmu itu ? Ayo jelaskan mengenai cinta,” kata Sehun dingin. Sooyoung pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu ia menggandeng Sehun menuju taman belakang sekolah.

“S-Sooyoung ? Kau tak lapar ?” tanya Sehun. Ia tak menyangka bahwa Sooyoung bukan mengajaknya ke kafe dimana Kris berada dan malah membawanya ke tempat sepi yang diisi oleh beberapa orang saja.

“Aku bawa bekal kok, ayo makan bersama sambil membicarakan apa itu cinta,” ajak Sooyoung ceria. Sehun terdiam sejenak, ia terkejut dengan tindakan Sooyoung. Sooyoung tak mau mengajak Kris untuk makan bersama mereka di taman belakang sekolah ?

Sesampainya kedua orang itu di taman belakang sekolah, mereka pun duduk di rerumputan yang tumbuh di taman tersebut. Sooyoung membuka bekalnya yang hanya berisikan onigiri buatannya lalu menyerahkan beberapa onigiri pada Sehun, Sehun juga tampak menikmati onigiri buatan Sooyoung.

“Hmm, biar kujelaskan dalam bahasa Jepang saja ya agar aku bisa menjelaskannya dengan mudah,” kata Sooyoung sambil tersenyum manis pada Sehun. Sehun menyetujuinya, apapun bahasanya baik Inggris ataupun Jepang ia akan mendengarkannya agar ia bisa mengerti apa itu cinta.

“Cinta itu ketika kita menyukai seseorang dengan perasaan lebih, kita ingin selalu melindunginya, membantunya, dan berada disampingnya, mungkin kita juga tak mau melihat orang yang kita cintai terluka. Pokoknya tanda-tanda bahwa kau jatuh cinta adalah jantungmu berdebar kencang , terkadang kau merasa salah tingkah ketika berada di dekat orang yang kau cintai itu, dan juga kalau kita merasa malu biasanya wajah kita akan memerah. Itu saja yang kuketahui, aku mengamatinya dari komik-komik yang seringkali kubaca, mungkin aku tidak begitu mengerti tentang cinta juga tetapi setidaknya aku bisa menjelaskannya berdasarkan pengamatanku,” jelas Sooyoung sambil sesekali tersenyum dan melahap bekalnya.

Sehun yang mendengar penjelasan Sooyoung hanya bisa terdiam, ia tak menyangka bahwa kebanyakan tanda-tanda jatuh cinta yang disebutkan Sooyoung itu mirip seperti yang dialaminya ketika bersama Sooyoung, awalnya ia sama sekali tidak yakin bahwa perasaan ini adalah perasaan yang dinamakan cinta tapi kini ia yakin. Ia juga yakin bahwa perasaan tidak sukanya saat melihat hubungan Sooyoung dan Kris itu perasaan yang biasanya orang sebut dengan kata ‘cemburu’.

“Aku mengerti sekarang. Kau benar-benar menjelaskannya dengan baik ! Kau membuatku yakin bahwa kini aku jatuh cinta pada seseorang !” seru Sehun sambil mengenggam kedua tangan Sooyoung erat-erat setelah ia dan Sooyoung melahap habis onigiri di tangan mereka.

“Eh ? Kau jatuh cinta pada seseorang ?” tanya Sooyoung terkejut dengan wajah berseri-seri dan mata berbinar-binar ceria. Sehun menganggukkan kepalanya dengan polos.

“Ya !”

“Wah, hebat ! Ohya , kita ini .. Teman kan ?” tanya Sooyoung sambil menunjukkan senyuman jahilnya. Tentu saja Sehun yang polos dan tidak tahu dengan jelas sikap Sooyoung yang jahil itu mengangguk saja.

“I-Iya,” jawab Sehun lirih , padahal di dalam hatinya baginya Sooyoung itu cintanya.

Sooyoung pun makin melebarkan senyuman jahilnya dan berbisik, “kalau begitu beritahu aku siapa yang kau sukai !” Sehun hanya bisa terdiam dalam keterkejutannya, masa’ ia harus menyatakan perasaannya pada Sooyoung secepat itu ?

“Tidak .. Tidak dan tidak ! Aku akan menunggu sampai waktunya tepat,” tolak Sehun cepat. Sooyoung mencibir dan mendengus kesal, “ayolah..”

“Tidak bisa. Kalau kau mau tahu beritahu aku siapa yang kausukai dulu !” seru Sehun dengan jantung berdebar-debar. Khawatir kalau Sooyoung benar-benar akan memberitahukannya siapa yang ia sukai dan jawabannya adalah Kris.

“Huff, yang kusukai ? Aku tak yakin kalau ini bisa kusebut sebagai rasa suka atau tidak, kurasa aku hanya mengaguminya saja,” kata Sooyoung lemah. Sehun mengerutkan dahinya, ia tak mengerti maksud perkataan Sooyoung.

“Siapa yang kau kagumi ?” tanya Sehun penasaran. Sooyoung menghela nafas pelan dan berkata, “sama denganmu. Aku takkan memberitahukannya padamu sebelum waktunya tepat. Aku akan menunggu sampai aku benar-benar yakin pada perasaanku ini,” kata Sooyoung.

Sehun mengangguk mengerti sampai akhirnya Sooyoung menolehkan kepalanya kearahnya dan berkata, “sudahlah. Makanlah, waktu istirahat sudah mau habis.” Sehun pun tersenyum dan mengangguk untuk ke sekian kalinya dan melahap onigiri yang ia ambil.

Diam-diam , sedari tadi ada yang mengintip dua orang itu dengan tatapan sedihnya, orang itu adalah sesosok tampan yang jangkung. Kris.

So this is what he wants ? He asked me to go to the cafetaria and eat my lunch because I hadn’t eat this morning ? But, he didn’t want to go with me because he wants to finish today’s lunch with Sooyoung ?”

Kris menggeram kesal, ia tak menyangka adiknya sengaja melakukan ini. Ia merasa disingkirkan oleh adiknya.

What is he thinking ?”

*****

Setelah menghabiskan seharian di sekolah , akhirnya para murid diperbolehkan pulang namun Sooyoung tak diperbolehkan pulang karena ia memiliki kelas bahasa Inggris.

Good luck, Soo !” seru Kris sambil tersenyum dan mengusap rambut Sooyoung pelan lalu ditanggapi dengan wajah merah Sooyoung. Sehun yang tidak mau kalah pun berkata, “semangat !”

Sooyoung menoleh kearah Sehun dan mengangguk sambil mengepalkan tangannya, jujur saja reaksi dari Sooyoung itu membuat Sehun agak kecewa, ia berharap Sooyoung akan meresponnya seperti gadis itu merespon Kris. Setidaknya wajah gadis itu juga memerah sedikit saja untuk Sehun.

“Kami harus segera mengerjakan tugas yang disuruh oleh guru, maka itu kami harus pulang sekarang. Sampai jumpa besok, Soo ! Semoga Inggrismu semakin lancar ya ?” kata Sehun sambil menggandeng kakaknya dan melambaikan tangannya pada Sooyoung. Kris pun melambaikan tangannya pada Sooyoung juga, lagi-lagi ada hal yang membuat Sehun kecewa, kali ini lelaki itu kecewa karena Sooyoung hanya memandangi Kris padahal dirinyalah yang mengatakan begitu banyak hal pada Sooyoung.

Sooyoung pun memasuki kelas saat Sehun dan Kris sampai diluar pintu masuk sekolah. Kedua lelaki itu tak lagi mengulum senyuman seperti tadi, suasana agak canggung dan dingin, jarang sekali suasana seperi ini terjadi diantara kedua kakak beradik ini.

That breaktime, you asked me to go to the cafeteria first because actually you want to spend your breaktime with Sooyoung yourself , right ?” tanya Kris. Sehun tersentak kaget mendengar ucapan kakaknya.

Why do you ask me about this ?” tanya Sehun balik. Kris tertawa dan berkata, “you can’t really trick me, little brother. Actually , I ate really quickly that time to search for both of you and when I see both of you outside of the school building which means both of you are in a park, I’m really dissapointed. Is this your way to treat your big brother nicely ? I thought you’ve promise me to always treat me well ?”

We’ve promised to talk about something this morning, that’s why we spent our time together to talk about it,” jawab Sehun atas pernyataan Kris.

You like Sooyoung , didn’t you ?” tanya Kris dengan smirk menghiasi bibirnya. Sehun terkejut mendengar ucapan Kris, ia tak menyangka Kris bisa mengetahui hal itu.

How did you know ?” seru Sehun sambil menghentikan langkahnya. “Finally, you know what is love. I’ve thought of it from the first that both of us might love the same person,” kata Kris sambil menghentikan langkahnya pula. Keduanya di tempatkan di suasana yang tidak nyaman , saat mereka berdua menyadari perasaan mereka pada Sooyoung bahwa mereka berdua sama-sama mencintai Sooyoung.

I never think that we will be a rival for our love,” kata Sehun lirih. Ia makin merasa sulit mendapatkan hati Sooyoung karena ia tahu bahwa Kris itu bukan tipe orang yang selalu mengalah untuk adiknya, ia tak mau juga menyerahkan Sooyoung begitu saja pada kakaknya.

Do we really should be a rival ?

To be continued

Mian gaje, pls komen ya !

36 thoughts on “New Students – Chap 6

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s