[Freelance] My Charming Girl (Chapter 4)

My Charming Girl Girl Chapter 4

Title : My Charming Girl (Chapter 4) || Author : Nawafil(@nafila_nida)
.

Rating : PG-13 || Length : Chaptered
.

Genre : Romance, sad, friendship || Main Cast : EXO’s Luhan | GG’s Yoona | EXO’s Kai
.

Other Cast : Find ‘em by yourself

Poster by Lee Yong Mi at Cafeposterart.wordpress.com

Disclaimer : All cast belong to God , the plot of this story is mine. If you don’t like don’t read. Don’t bash Please. This is just a fiction and forever will be a fiction.

A/N : Chapter 4 is coming! Readers, maaf karena lama update😄 kesibukan jadi kelas 9 sangat melelahkan, tugaslah, tiap hari latihan soal. Haha jadi curhat. Well, Langsung baca aja ya^^ Enjoy

+++

“Perjanjian pada malam itu, Jangan kau lupakan”

Kalimat itu terus terngiang ngiang di telinga yoona, berputar putar dikepalanya layaknya rumus rumus matematika yang ia benci. Yoona menghela nafas “Kau bodoh” gumamnya pelan “Kau bodoh karena dengan mudah mempercayainya” lanjut yoona

Ia menatap nanar ke arah jendela. Hujan. Air yang ditumpahkan langit itu tak mau berhenti, seolah ia juga tau keadaan hati yoona yang buruk “Haruskah aku menangis sepertimu?” tanyanya –masih menatap jendela tadi

Yoona menghembuskan nafasnya kasar, ia menundukkan kepalanya

Ddrrttt…Ddrrttt

Ponselnya bergetar, dengan gusar ia melirik ponsel disampingnya. 10 detik yoona habiskan dengan menatap ponselnya sebelum akhirnya ia mengangkat panggilan itu

“Yoboseyo” ucap yoona malas, yang menelepon namja itu lagi “Temui aku sekarang, aku ada didepan rumahmu” ucapnya singkat

TUT

Lalu sambungan telepon itu mati, yoona menjauhkan ponselnya dari telinganya dan menatapnya geram “Hanya itu yang kau katakan? Ck, dasar namja” yoona pun turun dari ranjangnya lalu keluar dari kamarnya. Jujur saja, ia tak mau menemui namja itu, tapi apa boleh buat.. Janji harus ditepati

.

.

.

“Ada perlu apa kau menemuiku?” ucap yoona dengan sedikit kasar saat ia sudah berada didepan Luhan “Aigoo~ Jangan kasar seperti itu Nona, kau harus menepati Janjimu bukan?” jawab Luhan dengan sedikit nada canda dalam ucapannya

“Apa maumu?” Tanya yoona ketus, Luhan memperdekat jarak anatara mereka.. wajahnya berubah serius. Seiring dengan langkah luhan, yoona juga berjalan mundur “Jika aku meminta first kiss-mu apa kau akan memberikannya?” Tanya luhan disertai smikrnya

Tiba tiba yoona berhenti, Raut wajah yang mulanya seperti orang ketakutan kini berubah menjadi tegas, Yoona tersenyum meremehkan sambil membuang mukanya “Sudah ku bilang tak ada kontak fisik” ucapnya

“Jika aku menginginkannya?” Tanya luhan “Lakukan dengan gadis lain” Jawab yoona singkat. Seketika Wajah Luhan kembali seperti biasa “Aku takkan pernah memintanya sampai kau memberikannya, yoong”

“Aku takkan pernah memberikannya!” sergah yoona cepat “Tunggu, apa yang kau lakukan disini?” lanjut yoona. “Well, aku punya 3 permintaan, bukan?”

“Lalu?” Tanya yoona “Aku akan menggunakan permintaan pertamaku” lanjut luhan “Apa itu?” potong yoona

“Yak! Berhenti memotong ucapanku” ucap luhan sedikit berteriak dengan wajah yang sedikit kesal. Yoona terkekeh pelan, ia menyukai sikap manja namja dihadapannya ini. “Lanjutkan” ucap yoona disela sela tawa ringannya

Luhan menghela nafas sebelum melanjutkan perkataannya “Aku…..” Luhan memanjangkan ucapannya, membuat Yoona menyimak apa yang akan diucapkan luhan. Takut kalau Luhan akan meminta hal yang tidak tidak

“Ingin meminjam buku Fisikamu”

DAMN! Tubuh yoona melemas seketika, ia tak habis pikir dengan namja ini. Hanya buku Fisika?! Ya tuhan, jadi dia malam malam kesini hanya untuk meminjam buku fisika?

“Aku ambilkan dulu” yoona berdiri dari posisi duduknya lalu melangkah menuju kamarnya. Sumpah serapah untuk namja menyebalkan itu tak lupa ia ucapkan juga

+++

Di atas kasur Kai masih bergelut dengan pikirannya, ia masih memikirkan kejadian saat tadi sore luhan pulang bersama yoona “Apa yang Luhan lakukan bersama yoona?” batinnya

“Kenapa kau tak mengikutinya bodoh?!” hardiknya pada dirinya sendiri. Ia mengacak rambutnya frustasi. Kenapa ia dibuat pusing seperti ini hanya karena seorang gadis?

Tak mau ambil pusing Kai beranjak menaiki tempat tidurnya lalu menarik selimutnya sampai sebatas dada. Perlahan kelopak mata itu mulai menutup jendela dunia itu

+++

“Annyeong yoong!” sapa Jessica sambil duduk di depan yoona dan mengambil beberapa roti “Tumben sekali pagi pagi sudah rapi, mau pergi kemana kau?” Tanya yoona sambil memakan sarapan paginya

“Tentu saja sekolah, kita akan pergi bersama” Jessica melahap rotinya dengan semangat “MWO?! Apa maksudmu dengan kata pergi bersama?!”

Jessica tertawa pelan melihat tingkah sahabatnya, Yoona memang tak pernah berubah “Apa kau bodoh? Maksudnya kita satu sekolah” ujar Jessica, yoona berdiri tanda ia menolak. Anak ini, setelah ia tinggal bersamanya lalu ia juga akan sekolah di sekolah yang sama juga? Jangan Harap itu akan terjadi “Aniya! Kau lebih baik mencari sekolah lain! Kenapa kau mendaftar disekolahku?” protes yoona

“Omo omo omo.. Jangan marah, memangnya kenapa kalau kita satu sekolah? Kau takut Luhan akan berpaling padaku ya?” kerlingan nakal itu kembali Jessica keluarkan. Yoona tak menjawab Jessica, ia terus menatap Jessica dengan pandangan serius

“Sudahlah, ayo kita berangkat” Jessica berdiri kemudian mengambil tasnya dan keluar dari apartment Yoona. Yoona mendengus kesal lalu mengikuti Jessica dari belakang. Sampai kapan Jessica akan terus mengikuti semua hal yang ia lakukan?

+++

Yoona bisa bernafas lega sekarang, setidaknya ia tak duduk bersebelahan dengan Jessica. Jika hal itu terjadi, telinganya bisa berbusa mendengar ocehan anak itu

“Yoong” tiba tiba sebuah suara membuyarkan lamunannya “Kai?” ucap yoona diiringi senyumnya. “Aku boleh duduk disini?” Tanya kai

“Tentu saja” kai pun duduk di sebelah yoona. Mereka terlihat sedikit canggung, tak ada yang berani membuka pembicaraan hingga tak lama kemudian kai membuka mulutnya “Sepenting apa sapu tangan itu untukmu?”

“eh? Kau mengetahuinya?” Yoona sedikit terkejut mendengar perkataan kai, jadi kai tau tentang sapu tangannya? “Tentu saja, sapu tangan itu tertinggal dirumahku saat aku mengajarimu”

“Tapi yang memberikannya padaku anak kecil, bukan dirimu”

“Aku tau, aku yang menyuruh anak itu” jawab kai “Kau.. Tidak berbohong kan?” yoona sedikit ragu dengan pernyataan kai “Dasar Rusa! Mana mungkin aku berbohong” kai menjitak kepala yoona pelan. “Yak! Kenapa kau menjitak kepalaku?” yoona mengelus pelan puncak kepalanya

“Karena kau telah menuduhku” jawab kai, ia tertawa pelan melihat tingkah yoona. Kenapa gadis ini selalu terlihat menggemaskan?

“Tunggu dulu, kau melihatku menangis?” Yoona baru ingat, ia juga sempat meneteskan air matanya saat itu. Karena ia mengingat sepenggal kisah tentang masa lalunya “Tentu saja” jawab kai santai sambil meletakkan kedua tangannya dibelakang kepalanya

“Jangan beranggapan yang tidak tidak, aku tak seperti yang kau pikirkan” ucap yoona meyakinkan kai agar ia tak terlalu memikirkan kejadian saat itu. “Memangnya apa yang aku pikirkan, gadis cengeng?” ejek kai

“Yak! Siapa bilang aku cengeng?!” saat kai hendak menjawab ucapan yoona tiba tiba Kim sonsaengnim masuk kelas, beliau langsung meletakkan tasnya di meja dan duduk, raut wajahnya terlihat tenang tapi terlihat serius pula

“Ada pengumuman penting untuk kalian” ucapnya tanpa memberikan ucapan Selamat Pagi anak anak atau Bagaimana kabar kalian? Seperti biasanya. Sepertinya akan terjadi sesuatu, pikir  kai

“Berhubung materi kita telah selesai dan ulangan terakhir kalian kemarin juga sangat bagus, kalian takkan menyantap soal maupun materi pada pelajaran saya” keadaan kelas menjadi tak terkendali, semua siswa sibuk bersorak dengan berita bagus dari Kim sonsaengnim

“Tapi jangan senang dulu” lanjut Kim Sonsaengnim, suasana kelas hening kembali. Hal seperti ini yang paling mereka benci. Pasti akan ada sesuatu

“Kalian harus menyiapkan penampilan kalian di acara seni bulan depan” ucap kim sonsaeng “Apakah kita akan menyuguhkan tarian?” Tanya Taemin “Aku dan kai bisa melakukannya” lanjutnya lagi

“Lebih baik kita menampilkan drama sonsaengnim, pasti semua sangat menunggu Luhan melakukannya lagi, benarkan teman teman?” ucap salah satu siswa perempuan di pojok ruangan “Ne…” semuanya antusias mengiyakan pendapat gadis tadi

“Yak! Lebih baik kita menampilan tarian saja. Semuanya juga ingin melihat kai lagi!” ucap salah satu gadis “Hei! Apa bagusnya sih tarian? Lebih baik kita menampilkan drama lagi, kau tau akting luhan sangat memukau”

“Tapi tarian kai tak kalah memukau!”

“Akting Luhan lebih bagus!”

Yoona menggelengkan kepalanya melihat perdebatan para Fangirl Luhan dan Kai. Yoona akui mereka memang sangat populer disekolah, tapi mereka tidak seharusnya bersikap seolah luhan dan kai yang terbaik ‘kan?

“Jangan berisik!” teriak Kim sonsaengnim. “Terima kasih sonsaengnim, kau menyelamatkanku” batin yoona. “Melihat antusias kalian akan kai dan luhan, saya pikir mereka akan tampil bersama” Luhan menangkat tangannya “Apa maksud kim sonsaengnim?”

“Begini, kita akan menampilkan drama yang didalamnya terdapat unsur tariannya. Luhan, kau bisa menari kan?” Kim sonsaengnim mengalihkan pandangannya pada Luhan. “eh? Jweseonghamnida, saya tidak bisa menari” jawab luhan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal

Yoona mengerutkan keningnya, Luhan bahkan bisa menari dengan sangat baik saat itu, kenapa sekarang ia malah berkata bahwa ia tak bisa menari?

Di depan, Kim sonsaeng terlihat agak kecewa “Kalau begitu, Luhan akan digantikan Taemin” Fangirl Luhan mendesah kecewa sedangkan Fangirl Kai tertawa puas

Yoona mengangkat tangannya “Maaf, setahuku Luhan sangat pandai menari bahkan saat itu—“ Luhan yang mendegar Yoona membocorkan rahasianya berteriak kencang “Yak! Itu tidak benar!” Yoona melihat luhan tajam “Kau berbohong” gumamnya sangat pelan

“Xi Luhan, benarkah itu?” Kim sonsaengnim ikut melayangkan pandangan tajamnya “Sonsaengnim, aku…”

“Ini demi semua temanmu juga, tidak salahnya mencoba, bukan?” Luhan hanya mendongakkan kepalanya dan mendesah pelan “Baiklah” ucapnya

Seperti sebelumnya kelas itu kembali berisik. Diantara puluhan siswa ada seorang gadis tersenyum memandang Luhan dan Kai secara bergantian “Aku tau kalian bisa” batinnya

+++

YOONA POV

Mataku menatap makanan didepanku dengan tak nafsu, kejadian tadi sore benar benar membuat Moodku hilang. Ya, seusai jam terakhir tadi, aku dipanggil ke ruangan Kim Sonsaengnim. Dan tebak, apa yang di minta Guru itu?

Beliau memintaku menjadi pemeran utama dalam drama itu. Sangat gila, bukan? Pertama, aku  tak mau mendapat cemoohan dari fangirl kedua pria itu. Kedua, pasti melelahkan melakukan latihan selama 2 minggu berturut turut dan yang ketiga… entah apa perasaan ini, tapi aku selalu gugup saat berada didekat keduanya

Aku menghembuskan nafas pelan, menunjukkan raut wajah frustasi. Akupun berdiri dan meninggalkan meja makan, lalu menyambar jaket dan keluar dari apartment

Aku berjalan melihat kota kelahiranku pada malam hari, udaranya sangat segar ditambah lagi banyak orang yang berlalu lalang disini walaupun waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 KST

Langkahku` terhenti ketika melihat toko buku disamping kiriku, Aku tersenyum getir “Dulu, aku dengannya sering pergi ke tempat ini” gumamku pelan. Bahkan setelah 1 tahun Aku tak pergi ke sini aku masih mengingat dengan jelas bagaimana pria itu berjalan santai memilih buku yang ia sukai, tersenyum lembut padaku ketika aku salah membaca judul buku dari Negara luar, saat pria itu mengacak rambutku gemas. Ya tuhan, aku sangat merindukannya

Ketika aku hampir melangkah pandanganku jatuh pada sosok seorang pria yang tengah memilih buku dengan serius, tanpa berpikir panjang aku melangkahkan kakiku masuk ke dalam. Aku mendekati pria itu lalu menepuk bahunya

“Annyeong” sapaku, ia menoleh dengan sedikit terkejut “Apa yang sedang kau lakukan?” tanyanya, aku mengambil tempat disampingnya lalu memilih milih buku “tentu saja mencari buku” jawabku yang Ia hanya ber-oh-ria

“Kau suka membaca buku?” Tanyaku mencoba memecahkan suasana tegang yang mulai terasa antara kami “Begitulah, ini hobiku dari dulu” jawab pria disampingku ini

“Ah! Reminiscence!” Aku berteriak agak kencang saat melihat novel ini, dulu aku sempat membacanya tapi tidak sampai akhir, karena saat itu namjachinguku tiba tiba jatuh sakit dan sampai sekarang aku belum menyelesaikannya

Reminisin, kau harus membacanya seperti itu” Aku menoleh ketika dia memperbaiki bahasa Inggrisku yang salah, Ini hampir 1 tahun dan aku masih salah dalam pengucapannya “walaupun tulisannya Remeniscence tapi kau harus membacanya seperti yang tadi aku katakan, bagaimana bisa seseorang yang berumur 17 tahun masih belum bisa mengucapkannya dengan benar?” lanjutnya, terdengar seperti ejekan

“Aku tau kau pintar, Kai” aku mendelik sebal karena ucapannya. Apa maksudnya? Mencoba mengejekku, huh?

“Aku tau itu” Ya tuhan, apa ia sedang menyombongkan dirinya? “Aku menarik kembali ucapanku” Ucapku datar

“Hei! Mana bisa begitu? Akui saja kalau aku memang pintar!” Kai menyikut lenganku, aku hanya mendengus kesal. Apakah tidak ada pria yang benar benar baik di dunia ini? Aku bisa gila jika bertemu pria pria seperti mereka –Yang aku maksud Luhan dan Kai

“Terserah padamu” aku beranjak pergi meninggalkannya namun belum terlalu jauh aku melangkah suaranya menghentikanku “Namjachingumu, apa yang terjadi padanya?” tanyanya perlahan, aku tau ia tak mau menyinggung perasaanku

Kai, kau menghancurkan pertahanan yang selama ini aku bangun, kau membuka kembali luka yang berusaha aku sembuhkan, kau membuat luka itu semakin dalam karena pertanyaanmu itu “Dia baik baik saja” jawabku sesantai mungkin

“Geotjimal, aku tahu kau berbohong” terdengar derap langkah mendekat ke arahku.

GREB

Kai memelukku dari belakang dengan lembut “Menangislah, kau terluka” ujarnya. Tidak. Air mata ini tidak boleh jatuh dihadapannya. Kai tidak boleh melihat air mata ini “Gwaenchana” Kai mempererat pelukannya “Aku mohon, kali ini saja.. Tumpahkan semua yang kau rasakan”

Setetes liquid bening lolos dari mataku “Aku lelah Kai-ah” ucapku dengan suara yang parau “Kata lelah tak cukup untuk menggambarkan perasaanmu selama ini, ucapkan semua yang kau rasakan. Aku disini untuk mendengarnya”

Aku semakin membiarkan cairan cairan bening itu keluar tanpa berniat untuk menahannya “Aku ingin mengulang waktu, kau tau berapa kali aku menyia nyiakannya? Saat ia memintaku untuk menemaninya mencari buku dan aku menolaknya lalu bermain dengan teman temanku. Saat ia mengajakku kencan aku beralasan bahwa aku sakit. Saat ia… hiks saat ia…” Ucapanku tertahan, aku tak bisa. Semuanya terlalu menyakitkan

“Kau hanya belum mengerti” ucapnya menenangkanku

“Tidak, semuanya salahku. Aku tak pernah meluangkan waktuku untuknya. Tapi sungguh, aku tak pernah menginginkannya pergi. Seharusnya ia masih disini sekarang, aku tak pernah mengizinkannya untuk pergi. Aku.. sangat mencintainya” Aku mulai merasakan kepalaku berat, kakiku seperti tak bisa menahan bobot tubuhku dan tiba tiba semuanya menjadi gelap

+++

AUTHOR POV

Yoona terbangun dari pingsannya. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali, dimana dia sekarang? Secara bersamaan Kai masuk dan membawa air putih “Gwaenchana?” Tanya Kai sambil mendekati Yoona

“Aku dimana?” Kai tersenyum manis “Dirumahku” jawabnya singkat. Sesaat suasana diantara keduanya hening, baik Kai maupun Yoona mengunci mulut mereka rapat rapat

“Yoong?! Kau kenapa?” Secara tiba tiba Luhan muncul dari balik pintu dan berlari menghampiri Yoona “Eodi appa?” tanyanya sambil memegang tangan Yoona “Nan Gwaenchana, kkokkjeonghajima”

Luhan merotasikan pandangannya pada Kai “Apa yang terjadi?” tanyanya dengan pandangan mengintimidasi. Kai menjawab dengan malas “Yoona kecapean”

“kalau begitu sebaiknya kau tidak usah latihan hari ini” Luhan kembali melihat iris mata Yoona, tangannya juga ikut mempererat genggamannya “Yak! Lepaskan tangannya” Kai membentak Luhan, anak itu mencari kesempatan dalam kesempitan saja

“Punya hak apa kau melarangku, huh?” Luhan menatap Kai dengan tatapan tajam “Aku calon namjachingunya” Kai menjawabnya dengan yakin. “Kalau begitu aku calon suaminya” Mata Yoona membulat ketika mendengar kata calon suami

“Apa yang kalian bicarakan? Tidak ada namjachingu dan suami, aku masih ingin sekolah dengan tenang” Luhan dan Kai menatap Yoona secara bersamaan dengan pandangan polos, Yoona mendengus kesal. Dua namja pintar dihadapannya terkadang bodoh juga

Yoona menghembuskan nafasnya “Lupakan masalah barusan” Yoona menundukkan kepalanya tapi tiba tiba ia teringat akan perkataan Luhan tadi dan dengan segera Yoona mendongakkan kepalanya “Luhan-ah, apa yang kau maksud dengan latihan?”

“Ah ya, kau belum tahu ya? Kau kan terpilih menjadi pemeran utama dalam drama yang akan kita tampilkan nanti” jawab Luhan dengan riang “untung aku tidak menolak tawaran sonsaengnim, ternyata pemeran utamanya kau, Im Yoona” lanjutnya

DAMN

Tubuh Yoona melemas, ia benar benar harus ikut berperan dalam menyukseskan drama ini. “Jinjja-yo?” Kai bertanya dengan senang, saking senangnya ia tak sadar bahwa tubuhnya telah menggoyangkan kasur karena tubuhnya naik ke kasur

“Tentu saja dan aku yakin pasangan Yoona nanti adalah aku” Luhan menepuk dadanya dengan percaya diri. “Jangan senang dulu Tn.Xi, Seseorang yang cantik seperti Yoona hanya akan bersanding dengan pria tampan, bukan pria cantik sepertimu kkk~”

Luhan menatap tajam Kai, memangnya dia cantik?

“Bahkan kau mengalahkan Suzy dalam ajang hmmpptt—“ ucapan Kai terpotong, mulutnya telah luhan bekap dengan kaos kaki yang Luhan pakai. “Yak! Ine ba skakmwd” ucapnya tak jelas. Yoona terkekeh melihat tingkah keduanya

“Haha Rasakan, kaos kakiku ajaib bukan?” Luhan semakin mendorong kaos kakinya masuk ke mulut Kai. “Yak! Apa yang kau lakukan?” Kai membentak Luhan saat ia –tepatnya mulutnya terbebas dari kaos kaki tak beraroma itu

“Aish, kau jorok Luhan-ah, kaos kakimu bau sekali”sindir Yoona masih menahan tawanya yang mungkin sebentar lagi akan meledak. “Hei, aku tidak jorok Yoong, aku hanya lupa mencucinya” Luhan mengelak dari tuduhan Yoona

“Itu sama saja, Pabo” Kai menjitak keras kepala Luhan dan dengan sigap Luhan membalas perlakuan Kai namun perkataan Yoona menghentikannya “Luhan-ah, Kai-ah.. bisakah kalian menari untukku?”

“Maksudmu?” Tanya Luhan dan Kai secara bersamaan “Maksudku, kenapa kalian tidak battle dance saja?” Yoona memperjelas permintaannya

“Battle Dance? Dengannya? Itu mudah, bahkan ia sama sekali belum pernah menunjukkan skill dancenya” ucap Kai meremehkan, Luhan memalingkan wajahnya dan tersenyum yang tak dapat di artikan “Seharusnya kau yang bersiap siap untuk menelan pil kekalahan”

“Sudahlah, berhenti bertengkar dan mulailah sekarang. Tunjukkan sisi dewasa kalian” pinta Yoona. Tanpa basa basi Luhan dan Kai bersiap siap mengambil posisi masing masing

Luhan dan Kai memulainya dengan sangat kacau, posisi yang tidak benar dan gerakan dance yang juga berantakan. Mereka mendorong satu sama lain, terkadang memukul satu sama lain pula

Yoona hanya menghembuskan nafasnya pelan ketika melihat tingkah kekanak kanakkan dua pria yang suka membuat jantungnya berdebar ini, Well, sebenarnya ia juga merasa lucu melihat tingkah keduanya

“Lakukan dengan benar, pemenangnya akan mendapat hadiah berkencan denganku” seketika Luhan dan Kai berhenti dari aktivitas yang mereka lakukan. “Kencan?” Tanya Luhan “Kau serius?” Tanya Kai melanjutkan

“Tentu saja, maka dari itu lakukanlah dengan benar” ucap Yoona. “Ah ya, aku ingin melihat kalian membawakan tarian Baby Don’t Cry dari EXO, group favoritku” lanjut Yoona

“Keure! Aku akan melakukannya” ucap Luhan dan Kai secara bersamaan. “Lakukan pada waktu yang sama. Kai, tempatmu disitu dan Luhan kau disitu” Yoona mengatur tempat dimana Luhan dan Kai akan melakukan dance nya

Yoona, Tidakkah kau berpikir bahwa kau ini seorang putri? Di kelilingi dua namja yang menjadi pujaan semua siswi disekolah. Kau hebat!

Alunan musik mulai terdengar, Luhan dan Kai mulai meliuk liukkan badan mereka yang sangat lentur

Kurang dari 2 menit lagu telah selesai, Luhan dan Kai membungkukkan punggungnya. Yoona terdiam sesaat, apakah benar yang menari barusan adalah mereka berdua? Dengan sikap childishnya mereka bisa menunjukkan tarian sebagus itu?

“kenapa kau melamun, Nona Im? Kau terpukau, benar kan?” Tanya Kai dengan wajah sombong kepunyaannya.

Prok Prok Prok

Yoona menepukkan kedua tangannya, tak lupa senyum indah miliknya juga menambah kesan cantik “Biasanya aku akan mengelak tapi kali ini aku benar benar mengakuinya, Kalian benar benar hebat! Wanjeon Jjangida!” Yoona menunjukkan dua jempolnya

“Keure, aku tahu. Lalu mana hadiahnya?” Tanya Luhan. Yoona terdiam, benar.. hadiahnya.

“eottohke? Aku tadi tidak memberikan penilaian” batinnya. “Ppalliwa!” ucap Kai dengan lucunya. Yoona meneguk salivanya “Baiklah, aku.. aku memilih…”

TBC

Cuma mau minta pendapat, menurut kalian mending Kai atau Luhan yang Yoona pilih? Tapi ini ga menentukan lho^^ untuk Perjanjian Yoona sama Luhan malem itu belum diperjelas dichapter ini dan Maaf juga karena bahasa atau cerita atau apalah itu yang agak amburadul, terlebih lagi ini masih pendek. semoga di next chap bisa lebih baik. Minta commentnyaaaa’-‘)

34 thoughts on “[Freelance] My Charming Girl (Chapter 4)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s