[Freelance] Ballerina (Prolog)

Ballerina

Tittle : Ballerina

Author : PinkyPark

Cast : GG’s Tifany Hwang||EXO’s Xi Luhan

 Genre : Romance||Angst

Length : Chaptered

Rating : PG-15

Pairing : Tiffany –Luhan

Disclaimer : This Storyline is Pure by me. The Cast belong to God and them parents. Don’t Be Plagiator and Silent Reader. Please give me a support to continue this Fanfic. Thank You So Much!~

 

Ballerina.

“Seorang ballerina hanya akan memakai sepatu baletnya.”

“Dan pria dengan senyum manis itu hanya akan mencintai cinta pertamanya”.

 

“Kesempurnaan yang sederhana. Seperti sebuah alunan melodi dasar. Aku paham betul kala mata itu bertemu denganku. Inginnya aku bisa menatapnya seperti dia menatapku. Tapi apa dayaku? Aku hanya seorang ballerina.”

“Aku selalu meminta kepada tuhan. Agar pria itu selalu bahagia dengan apapun yang dilakukannya. Aku mungkin mencintainya. Tapi lagi, apa dayaku? Aku hanya seorang ballerina.”

“Tatkala dia tersenyum. Aku selalu mendengar diriku terkikik pelan. Geli yang kurasakan bukannya tak beralasan. Namun aku ingin mencintainya dengan cara yang berbeda.”

“Bagi wanita, cinta adalah sesuatu yang dirahasiakan. Dan ketika jam pasir sudah menjatuhkan tubuh terakhirnya. Wanita itu hanya bisa menangis dan mengubur cintanya dalam- dalam.”

“Dunia luar selalu membuat beberapa orang berhenti melangkah. Tapi jika dipikirkan, terlalu banyak hal indah yang akan dilewatkan. Termasuk hembusan nafasnya.”

“Seperti sebuah kaca. Aku menjatuhkannya dan membaginya menjadi potongan yang lebih kecil. Segalanya selalu terpecah. Ballet, ibu, dan pria itu.”

“bahkan jika pada akhirnya hanya ada aku yang terluka. Aku berjanji, tidak akan pernah menangis dihadapannya.”

“ibu selalu bilang. Setiap manusia hidup dengan arahnya masing- masing. Dan aku, arahku hanya pada pria itu. Apa yang harus kulakukan ?”

“ketika aku terjatuh saat latihan, aku selalu bersyukur. Setidaknya dia tidak melihatku kesakitan.”

“dan bahkan kini aku sadar, kebebasan tidak ada apa- apanya jika aku merindukannya.”

 

 – Tiffany Hwang –

 

“Lengkungan busur yang mempesona itu, membuatku menyukainya.”

“dan diriku yang kosong ini, membuatnya bungkam tanpa kata.”

 

“Ketika aku terbangun, aku tersadar. Bahkan wajahnya selalu membuka pagi hariku.”

“Aku melihatnya sekilas, tapi jantungku tak juga kunjung normal.”

“Sehelai rambutnya terbang, konyolnya aku ingin sekali menangkap rambut itu.”

“Hari itu dia menundukkan kepalanya, enggan melihatku. Cantiknya itu berbeda. Dan itu membuatku gila.”

“Dan sejak kapan aku menyukai musik klasik?”

“Dia mencintai ibunya, aku bisa lihat saat dia tersenyum seperti itu.”

“Aku yang lebih dulu melihatnya. Jadi aku yang harus memilikinya. – hanya aku. Retakan di kursi taman ini bahkan selalu kuperhatikan. Hanya untuk menunggunya.”

“Langkahnya  sedikit berbeda, dan aku mendengar diriku khawatir.”

“Jangan menatapnya seperti itu, karena dia – tunggu ? memang aku siapanya?”

“Bulan itu berkedip kepadaku. Aku hanya menatapnya tanpa ekspresi. Bintang disebelahnya mulai menari- nari menghiburku. Dan aku tetap merindukannya.”

 

 – Xi Luhan –

 

 

Ballerina.

Cahaya terang membuat pantulan tubuh rampingnya terlihat sangat berpendar. Gadis itu tersenyum. Bahkan angin pun sangat menyukainya. Seperti sebuah peri kecil. Rambutnya tergelung keatas. Menampakkan leher jenjangnya dan rahangnya yang tirus. Setiap tarikan nafasnya selalu hati- hati. Dan menghembuskannya lagi dengan perlahan.

Pintu terbuka,

“Nona Hwang, sepuluh menit lagi.” Seorang pria dengan Microphone yang nyaris ditelannya menyembul dari balik pintu. T-Shirt abu kecoklatan yang dipakainya terlihat sedikit lembab karena keringat. Kendati seperti itu, pria dengan senyuman lelah itu tetap terlihat sangat tampan.

Gadis bermarga – Hwang. Itu menoleh. Lengkungan busur di kedua matanya mulai terbentuk dan deretan gigi putih rapi nya kini terpampang jelas. Mempesona, seperti bunga di taman yang menarik serangga untuk mendekatinya. Gadis itu menganggukan kepalanya perlahan. Tapi seketika senyuman malaikatnya hilang. Menggantinya dengan sebuah tarikan bibir datar tanpa nama. Ekspresi gadis itu mendadak kosong. “tunggu sebentar, aku lupa sepatuku.”

Ballerina.

“Kau pernah berpikir untuk mencintai seseorang? Mendekatinya dan menariknya kedalam pelukanmu. Kau pernah berpikir untuk memiliki seseorang? Melindungi dan merasakan apa yang dinamakan cemburu.” Pria dengan kemeja kotak- kotak berwarna merah marun kini menatap teman pria nya yang tengah – sibuk. sibuk melamun dan berbicara dengan langit- langit diatasnya. Pria itu terdiam beberapa saat. Beberapa saat yang cukup lama hingga keheningan panjang cukup terjalin diantara keduanya.

Pria dengan baju coklat dan celana jeans pendek itu bangkit dari tidurnya. Menyudahi acara wawancaranya dengan sang – langit- langit yang bisu. Pria itu menggeleng. “bagaimana bisa aku mencintai dan memiliki seseorang ketika aku sama sekali belum mengenal apa yang dinamakan cinta ?”

Pria satu lagi dengan kemeja kotak- kotaknya hanya menghela nafasnya perlahan. Mungkin ada yang salah dengan bronkusnya atau mungkin dia hanya bersikap melodramatis saja. “Xi Luhan, cinta tidak akan mengajarkannya. Kau yang harus datang dan mempelajarinya. Cinta hanya menunggu mu datang menjemputnya. Dan cinta – ”

“adalah sebuah kata yang kau pelajari dan kau dengar dalam drama. ” potong pria bernama Luhan itu dengan nada sedikit lebih tinggi dari sebelumnya. Pria itu menyaksikan sang teman yang kini bungkam karena kata- katanya terpotong begitu saja. Angin September melayang masuk lewat jendela kamar yang terbuka. Tanpa permisi dan aba- aba.

Saat itu juga, pria dengan nama Xi Luhan itu menghilang di balik pintu.

 – Cinta adalah sebuah kata yang kau pelajari dan kau dengar dalam drama –

Xi Luhan. Pria itu bahkan tidak begitu yakin dengan kata- katanya.

17 thoughts on “[Freelance] Ballerina (Prolog)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s