Why? – Part 6

why-asriwljng-3

 

Title : Why?

Author : asriwljng

Length : Chapter(5.101 words)

Rating : PG-15

Genre : Romance, Friendship, Drama

Main Cast :

–          Jessica Jung

–          Kris Wu

–          Seo Joo Hyun

Other Cast : Find it by your self^^

Disclaimer : FF ini asli punyaku, jika ada kesamaan alur cerita dengan FF lain itu karna tidak kesengajaan.

BEWARE OF THE TYPO(s) GUYS!

***

Author POV

Kris memarkirkan mobilnya di pinggir Sungai Han. Jessica turun dari mobil Kris terlebih dahulu dan menghirup nafas sebanyak – banyaknya karna merasakan udara segar Seoul siang ini. Cuaca siang ini juga sejuk walaupun matahari sedang menyinarkan sinanrnya dengan bersemangat. Angin yang lembut itu menerpa wajah mulus Jessica dan membuat rambutnya terbang kebelakang.

“Aku ingat sekali terakhir kali aku datang ke tempat ini saat kau dan teman – temanmu itu mengepungku dan mengejekku dulu.” Ucap Jessica mengingat masa lalunya yang menurutnya sangat suram karna ulah Kris dan teman – temannya. Jessica tertawa hambar mengingat kejadian itu. Apa lagi saat dia berusaha mati – matian untuk menahan air matanya yang siap mengalir kapan saja waktu itu. Dan juga berusaha menahan malu.

“Kau masih mengingatnya?”

“Tentu.”

“Lalu kau datang ke tempat ini untuk apa?”

“Untuk menangis menyesali perasaan ku pada mu saat itu.”

Kris memberhentikan jalannya dan menghadap Jessica yang kaget karna Kris berhenti tiba – tiba. Kris menatap Jessica gemas dan langsung menggenggam tangan gadisnya untuk lebih mendekat dengannya. Berjalan beriringan di pinggiran Sungai Han dengan perlahan menikmati suasana hari ini. Mereka berhenti dan memilih untuk duduk di bangku taman yang sepi itu.

“Jadi sampai kapan kau menangis karna ku saat itu?” tanya Kris saat mereka sudah duduk di bangku taman yang ada di sekitar Sungai Han itu. Tangannya masih menggenggam erat tangan Jessica seakan tidak ingin membiarkan gadisnya lepas satu detik saja dari dirinya.

“Kira – kira sampai jam 6 sore.”

“Orang tuamu tidak khawatir?”

“Tentu. Aku pulang karna mereka yang menemukan ku disini sedang menangis di bawah pohon yang rindang. Bahkan cuaca saat itu juga sedang hujan lebat.”

“Astaga-“

Ucapan Kris terhenti karna mendengar suara perempuan yang sudah tidak asing lagi di telinganya. Gadis itu berdiri tepat di hadapan mereka berdua dengan wajah tanpa dosanya itu. Jessica bahkan sempat diam tidak berbuat apa – apa. Dia berbohong pada gadis itu dan sekarang sudah terungkap, rasa bersalah benar – benar menyelimuti hatinya. Namun rasa kesal lebih mendominasinya, karna gadis yang di hadapannya kini masih ingin merebut Kris dari dirinya.

“Hai oppa, hai unnie!” sapa Seohyun gembira, seperti tidak ada beban hidup sama sekali. Jessica menghela nafas, menutup wajahnya dengan kedua tangannya itu. Hatinya rasanya sesak sekali, rasa takut sekarang menyelimuti hatinya, dia takut Kris akan berhasil direbut oleh Seohyun, dan melupakannya begitu saja. Tak terasa, air mata mulai mengalir dari kedua matanya. Namun tangannya masih betah untuk menutupi wajahnya.

Kris yang melihat sikap Jessica langsung merangkul Jessica, menjaga gadisnya baik – baik. Lalu dia menatap Seohyun tajam dan dingin yang sempat membuat Seohyun merinding dibuatnya. Namun Seohyun berusaha untuk tetap tenang walaupun sepertinya gagal.

“Ada apa kau datang lagi?” tanya Kris tajam. Menatap Seohyun langsung di kedua bola matanya.

“Aku kesini hanya sekedar berjalan – jalan. Lalu aku melihat kau dengan Jessica unnie. Lalu aku menghampiri kalian berdua, memangnya salah?” jawab Seohyun setelah mengumpulkan keberaniannya. Selagi dia menjawab pertanyaan Kris, dia tidak menatap Kris tepat di matanya, dia terlalu takut oleh Kris. Padahal dia masih ingin sekali untuk memiliki Kris.

“Pergilah. Dan kuharap kita tidak bertemu lagi.”

“Apa aku tidak boleh bergabung dengan kalian?”

“Tidak. Oh ya, dan jangan pernah kau temui Jessica juga.”

Kris berdiri dari duduknya, membantu Jessica agar ikut berdiri juga sama seperti dirinya. Jessica menjauhkan tangannya dari wajahnya itu. Matanya merah karna menangis, dia merasa seperti bocah saat berada di hadapan Seohyun tadi, hanya bisa menangis tanpa alasan yang jelas. Padahal Seohyun tidak punya salah dengannya, tapi dia yang mempunyai salah dengan Seohyun. Salahkan hatinya yang terlalu baik kepada orang lain.

Di tempat tadi, Seohyun terduduk dengan lemas di bangku yang sebelumnya di tempati oleh Jessica dan Kris. Dia menangis dalam diam, air matanya mengalir dengan deras dari kedua matanya itu dan dia tidak berniat untuk menghapusnya sama sekali. Hatinya benar – benar sakit karna kedua orang itu. Hatinya sakit karna mendengar ucapan Kris yang begitu dingin padanya. Hatinya sakit karna melihat Kris yang begitu menjaga Jessica dengan cara memeluknya. Hatinya sakit karna Jessica yang telah membohonginya. Rasanya ingin dia membalas dendam pada kedua orang itu, namun apa daya. Dirinya pasti semakin di benci oleh Kris dan pasti tidak akan dimaafkan.

“ARGHHHH!” Seohyun berteriak frustasi, untung tempat ini sepi. Tidak ada orang sama sekali. Setelah berteriak seperti itu, barulah suara isak tangis Seohyun terdengar, nafasnya tak teratur karna menangis terlalu lama. Penampilannya bahkan berantakan, tidak seperti Seohyun yang biasanya. Yang selalu rapi, elegant, dan menjaga penampilannya sendiri dimanapun dia berada. Dan sekarang dia terlihat bukan seperti Seohyun yang biasanya. Rambutnya acak – acakkan, bajunya sedikit lusuh, dan make upnya pun luntur.

***

 

“Maaf, Jess.” Ucap Kris lirih. Rencana mereka berdua hari ini untuk bersenang – senang kini gagal karna Seohyun. Gadis itu merusak segalanya bagi Kris. Rasa kesal dan benci pun makin menjadi kepada gadis itu. Dan sekarang Jessica hanya diam, tidak berniat sama sekali untuk menjawab perkataan Kris. Jessica seperti bisu mendadak, ingin berbicara tapi dia terlalu malas. Moodnya mendadak buruk karna kejadian tadi siang.

Jessica sibuk dengan ponselnya, memainkannya dengan asik seperti tidak ada seorang pun disekitarnya. Padahal dia sadar Kris masih berada di dalam apartmentnya, tanpa berniat untuk kembali ke apartmentnya sendiri. Sedikit risih karna Kris yang sedari tadi meminta maaf padanya walaupun lelaki itu tidak mempunyai salah sama sekali dengannya. Tapi untuk menjawab permintaan maaf Kris rasanya dia malas sekali.

“Baiklah, Kris. Sepertinya kau harus pulang. Aku harus ke bandara untuk menjemput Krystal.” Jessica bangkit dari duduknya dan mengecek jam.

“Aku tadi bilang bahwa aku yang akan mengantarmu. Mengerti?”

“Kau pikir aku anak kecil? Aku juga bisa pergi sendiri tanpa di jaga. Lebih baik kau pulang!” Jessica lepas kendali. Dia berteriak membentak Kris karna terlalu kesal oleh Kris.

“Tapi aku-“

“Kalau begitu kau saja yang pergi menjemput Krystal!”

“KAU KENAPA HAH?” Kris berteriak, emosinya memuncak karna Jessica tidak mau dijaga olehnya. Rasanya dia seperti tidak dianggap kekasih sama sekali oleh Jessica. Gadisnya seperti baru saja meminum alkohol dengan kadar yang banyak dan mabuk. Jessica yang sekarang berbeda sekali dengan biasanya. Yang biasanya selalu bisa mengontrol emosinya sekarang lepas kendali. Marah dengan alasan yang tidak jelas.

PRANG!

Vas bunga yang tidak bersalah itu jatuh dan pecah berkeping – keping di lantai apartment ini, Jessica yang membantignya. Pecahan kacanya berserakan kemana – kemana, hampir mengenai kaki mulus Jessica. Kesal, Jessica menangis lagi. Berlari menuju kamarnya dan kakinya bahkan berdarah karna tak sengaja menginjak pecahan kaca tersebut. Pintu kamarnya dia banting dengan keras lalu menguncinya. Di dalam kamarnya, dia bersender dan merosot jatuh dilantai dingin kamarnya.

Kris rasanya ingin menghampiri Jessica saat ini juga, namun kakinya seperti membeku tidak bisa dia gerakkan sama sekali. Walau jika dia menghampiri Jessica pun nanti pasti akan ada barang – barang yang tidak bersalah akan rusak dan mungkin akan melukai gadisnya lagi. Kris mengacak rambutnya frustasi, lalu berjalan dengan hati – hati menuju pintu apartment Jessica lalu keluar.

***

Dilain tempat, seorang gadis cantik dengan membawa kopernya yang sedang itu keluar dari pintu penerbangan. Dengan wajahnya yang dingin dan kacamata hitam berada di matanya membuat banyak perhatian teralih padanya. Matanya menyapu sekitar melihat keberadaan unnie-nya, namun belum terlihat sama sekali. Dia berjalan dan menarik kopernya untuk duduk sebentar di bangku yang tersedia di bandara ini.

Krystal Jung, panggil saja dia Krystal atau Soo Jung. Dia mengeluarkan ponselnya dan menelfon unnie-nya. Menanyakan keberadaan unnie-nya sekarang ini dimana.

“Unnie, kau dimana?” tanya Krystal kepada unnienya di sebrang telfon. Wajahnya nampak sekali bahwa dia sudah sangat lelah sekali. Penerbangan yang membutuhkan waktu berjam – jam dan yang hanya dia lakukan hanya duduk diam di tempatnya. Namun demi bertemu unnie-nya, dia rela lelah di perjalanan seperti itu.

“Sorry, Soo Jung. Unnie masih di perjalanan. Sekitar 10 menit lagi sampai. Tunggu unnie saja ya?”

“Baiklah. Hati – hati, unnie.”

Krystal menghembuskan nafas lega, beruntung karna Jessica tidak lupa untuk menjemputnya dibandara malam ini. Namun dia seperti menangkap ada yang salah dengan suara kakaknya itu, suaranya serak seperti habis menangis dan lemah. Tidak seperti Jessica biasanya, yang selalu ceria dimanapun dia berada. Krystal membantah pikirannya itu, mungkin unnie-nya lelah.

Didalam mobil Jessica, dia menyetir dengan fokus. Setelah sejam dia menangis, dia teringat dengan kedatangan Krystal. Lalu dia cepat – cepat merapikan diri dan memberi make up yang lumayan banyak di sekitar matanya karna matanya tadi sangat sembab sehabis menangis. Namun sepertinya gagal, setelah dia melihat matanya di kacaa spion mobilnya, sepertinya matanya masih terlihat sembab walaupun sudah diberi make up yang lumayan tebal.

Dan untuk masalahnya dengan Kris, dia sangat ingin meminta maaf dengan Kris karna belum bisa mengontrol emosinya tadi. Dia benar – benar kacau saat tadi sore, karna Seohyun, karna Kris dan banyak hal lainnya yang membuat moodnya hilang entah kemana.

***

Jessica mendorong pintu cafe dengan pelan, aroma kopi yang khas mulai memasuki indra penciumannya. Lantai kayu yang terinjak olehnya berbunyi pelan, pengunjung cafe disini tidak banyak karna sekarang sudah pukul 7 malam. Jessica berjalan ke arah pojokan cafe karna melihat Krystal sudah menunggunya disana yang sedang asyik meminum minumannya tanpa menyadari kehadiran Jessica di cafe ini.

“Hai, Soo Jung!” Jessica menyapa Krystal dengan gembira dan duduk berhadapan langsung dengan adiknya. Krystal sempat tersentak, namun saat mendengar suara kakaknya yang khas itu senyumnya mengembang.

“Unnie~ I miss you so much!

“Kau lelah? Kita langsung ke apartment ku saja bagaimana?”

“Baiklah~”

Mereka berdua bangkit dari duduknya, Krystal menarik kopernya dan berjalan beriringan bersama Jessica keluar dari cafe ini. Pelayan yang melihat mereka ingin pergi dari cafe ini mengucapkan terima kasih kepada mereka berdua yang dibalas senyuman tipis dari Jessica dan Krystal.

***

Perbincangan terus mengalir dari kedua adik kakak ini, melepas rindu setelah 2 bulan tidak bertemu dengan jarak satu sama lain yang sangat jauh. Jessica menutup pintu mobilnya dan membantu membawa beberapa barang Krystal yang tersisa. Krystal terus menarik kopernya selama berjalan menuju apartment Jessica. Jessica membawa satu paperbag yang berisikan tas bermerk dari Krystal untuknya. Tas yang beberapa hari ini dia incar.

“Unnie, matamu baik – baik saja?” tanya Krystal sambil memperhatikan mata Jessica lekat – lekat.

“Kenapa? Ada yang salah, ya?”

“Mata unnie bengkak. Habis menangis?”

“Tidak kok.”

“Bohong.”

“Iya aku berbohong. Puas?”

Jessica memutar bola matanya malas, selalu saja ketahuan saat dia berbohong. Mereka berdua memasuki lift yang kosong, hanya mereka berdua saja. Dan saat pintu lift ingin tertutup, ada seseorang yang buru – buru memencet tombol lift agar terbuka. Lelaki itu masuk kedalam lift dengan nafas yang sedikit tidak beratur. Jessica yang sedang berbicara dengan Krystal mendadak diam karna melihat lelaki yang baru saja masuk kedalam lift ini.

“Unnie, are you okay?” tanya Krystal cemas karna unnie-nya tiba – tiba diam begitu saja.

“Y-ya aku baik – baik saja.” Jawab Jessica sedikit terbata. Kris berdiri disamping kiri Jessica, Krystal berdiri disamping kanan Jessica. Saat ini Jessica benar – benar risih saat Kris berada disampingnya, rasanya seperti ingin mengusir Kris dari dalam lift ini, tapi tidak bisa.

Suara dentingan lift yang khas memecahkan keheningan diantara mereka bertiga, Kris keluar lebih dulu, tanpa berbicara apapun pada Jessica. Sedikit rasa kecewa ada didalam hati Jessica, namun dia ingat keadaannya dengan Kris saat ini. Mereka sedang tidak akur karna suatu hal.

Krystal memandang Jessica dan Kris bergantian. Dia merasa ada sesuatu yang tidak beres antara unnie-nya dan lelaki berambut pirang tadi. Dan dia juga merasa familiar dengan wajah Kris, seperti pernah melihatnya, tapi kapan?

***

“Soo Jung, kau tidur di kamar tamu, ya? Kamar ku tepat di sampingmu. Oh ya, besok aku bekerja pukul jam 7 pagi. Kalau kau ingin pergi kau telfon aku saja ya?” Jessica menjelaskan semua kepada Krystal, Krystal mengangguk mengerti dan membuka pintu kamarnya. Jessica tersenyum pada Krystal lalu keluar dari kamar adiknya dan berjalan menuju kamarnya. Dia membiarkan Krystal malam ini beristirahat karna dia pasti masih merasa jet-lag karna penerbangan yang memakan waktu cukup lama itu.

Jessica menatap kosong kearah meja kecil di ruang tamunya, vas bunga yang biasanya selalu disana sekarang sudah pecah karna perbuatannya yang sedang kesal tadi. Kesal karna Kris, karna Seohyun dan yang hanya bisa dia limpaskan amarahnya hanya kepada vas bunga yang tidak berdosa itu. Dan untung saja dia sudah membersihkan pecahan kaca dari vas bunga itu, kalau tidak pasti Krystal akan bertanya – tanya padanya.

Jessica membuka pintu kamarnya lemas, lalu merebahkan tubuhnya di ranjang miliknya. Dia memeriksa ponselnya. Terdapat satu pesan masuk dari Kris, 10 menit yang lalu. Berarti saat Kris keluar dari lift dia langsung mengirim Jessica pesan. Jessica menghela nafas lelah, lalu membuka pesan dari Kris dan membacanya dengan malas.

From: Kris

Ternyata kau benar – benar menjemput adikmu sendiri, ya.

Jessica menaikkan alisnya, bingung dengan isi dari pesan Kris. Sepertinya lelakinya itu kesal karna Jessica menjemput Krystal sendiri tanpa adanya siapa – siapa yang menemaninya. Jessica membalas pesan Kris dengan kesal dan ponselnya ia pegang dengan erat.

To: Kris

Memang kenapa, hah? Tidak boleh?!

Jessica langsung mematikan ponselnya saat pesannya terkirim. Tidak peduli dengan jawaban selanjutnya dari Kris. Dia sudah terlanjur kesal dengan kekasihnya itu. Padahal jelas sekali bahwa yang bersalah hari ini bukan Kris, namun Seohyun. Tapi kenapa Jessica marah dengan Kris bukan kepada Seohyun?

***

Jessica mengetuk pintu kamar Krystal dan tak lama terdengar sahutan dari dalam, Jessica membuka pintu itu dan terlihat Krystal yang sedang membaca novelnya sembari merebahkan badannya di ranjangnya.

“Kau sudah makan?” tanya Jessica lembut. Dia ikut merebahkan dirinya disamping Krystal dan membaca sedikit bagian dari novel itu.

“Belum, unnie.”

“Kau lapar? Kalau iya aku akan mengajak mu makan malam di restoran terdekat.”

“Baiklah. Aku berganti baju sebentar, ya.”

Jessica mengangguk dan mengelus puncak kepala Krystal dengan sayang lalu keluar dari kamar adiknya dan kembali kedalam kamarnya untuk berganti baju. Jessica membuka lemari pakaiannya mengambil baju santai dan sweater-nya yang berwarna coklat terang lalu memakainya. Dia mengambil kunci mobilnya yang berada di meja kecil disamping ranjangnya dan mengambil ponsel dan tentu dompetnya. Lalu dia keluar dari kamarnya dan menunggu Krystal di sofa yang ada di ruang tamunya.

***

Jessica memarkirkan mobilnya di tempat pinggiran yang masih kosong. Tempat yang malam ini akan mereka datangi adalah kedai makanan khas Korea yang berada di tempat pedagang kaki lima berjualan. Jam malam seperti ini malah tempat pedagang kaki lima ramai dengan penduduk yang sedang berkumpul atau sekedar makan sebentar seorang diri. Jessica dan Krystal memilih ke kedai kecil khusus makanan bibimbap, lalu keduanya duduk di kursi plastik yang berada di tengah kedai ini. Seorang ahjumma mendatangi mereka dan menanyakan pesanan mereka lalu pergi meninggalkan mereka setelah mereka berdua menyebutkan pesanan masing – masing.

“Aku sudah lama sekali tidak makan di tempat seperti ini, disana hanya ada makanan cepat saji yang belum tentu sehat untuk tubuh kita.” Ucap Krystal membandingkan keadaan Seoul dengan San Francisco yang sangat jauh berbeda menurutnya.

“Kau betul, Soo Jung. Selama 3 bulan di Korea, unnie juga baru sekali ke tempat seperti ini. Pekerjaan unnie sangat sibuk dan memakan waktu.” Ucap Jessica lalu menghela nafas lelah, Krystal memandang maklum kakaknya, dia tau betul pekerjaan kakaknya, seperti bekerja di bagian apa dan bagaimana pekerjaannya.

“Oh benarkah? Memangnya kau sesibuk apa, unnie?”

“Bagaimana ya, sibuk sekali. Beruntung karna aku masih bisa mengontrol kesehatan diriku sendiri.”

“Lalu apa unnie sudah mendapat seorang kekasih?”

Terkejut dengan perkataan Krystal, Jessica tersedak soju yang sedang dia tenggak. Krystal menolong Jessica dan mengusap – usap bagian belakang tubuh Jessica.

“Aku tidak apa – apa kok.” Ucap Jessica setelah merasa dirinya baik – baik saja.

“Jadi?”

“Aku belum mempunyai kekasih.”

Krystal ingin menjawab, namun makanan yang mereka sudah datang dan harus segera dimakan sebelum makanannya menjadi tidak hangat lagi. Keadaan sekarang sedikit lebih canggung setelah pertanyaan Krystal tadi. Jessica makan dalam diam dan terlarut dalam pikirannya sendiri, ucapannya saat dia mengatakan pada Krystal bahwa dia sama sekali belum mempunyai kekasih selama datang kembali ke Korea.

Jessica telah selesai memakan makanannya. Iseng, dia menyalakan ponselnya yang tadi dalam keadaan mati. 5 pesan singkat dan 10 missed call masuk kedalam ponselnya dan semuanya dari orang yang sama, Kris. Jessica membacanya satu persatu, namun dia tidak berniat untuk membalas pesan dari Kris satupun.

Sembari menunggu Krystal selesai menghabiskan makanannya, dia terus meminum sojunya sambil bermain dengan ponselnya. Dua pesan masuk lagi kedalam ponselnya. Dari Taeyeon dan dari Kris. Jessica membaca pesan dari Taeyeon terlebih dahulu yang berisikan tentang pernikahannya itu.

From: Taeyeon

Pernikahan ku dengan Baekhyun satu minggu lagi! Dan kau harus datang ke acara pernikahanku, harus bersama Kris!

Jessica lemas seketika saat membaca kalimat terakhir dari pesan Taeyeon. Bagaimana bisa dia datang ke acara Taeyeon dengan Kris jika dirinya sedang bertengkar tidak jelas dengan lelakinya itu? Apa dia harus datang sendiri kesana? Jessica menghela nafas kesal dan mengunci kembali ponselnya dan memasukkan kedalam saku jeansnya. Pesan dari Kris sengaja dia tidak baca karna tiba – tiba dia malas dengan lelakinya itu.

“Soo Jung, kau sampai kapan akan di Korea?”

“Sebulan, unnie. Kenapa?”

“Tidak hanya bertanya. Unnie senang karna tidak sendiri lagi jika pulang kerja, hahaha.”

Me too, unnie~

“Kalau begitu unnie akan membayar makanan ini terlebih dahulu lalu kau langsung saja kedalam mobil.” Ucap Jessica lalu menyerahkan kunci mobilnya pada Krystal.

***

Jessica membuka pintu kerjanya dengan lemas, semalam saat meminum soju dengan Krystal kepalanya sedikit penat setelah bangun dari tidurnya pagi ini. Padahal dia hanya meminum setengah botol soju namun rasanya kepalanya penat sekali. Jessica menyesali dirinya sendiri karna dia sepertinya bukan peminum yang handal.

Jessica melihat ke arah meja kerja Sunny namun tidak ada gadis berperawakan mungil itu, yang ada malah lelaki tinggi berambut pirang dengan setelan jasnya yang sangat rapi itu sedang memandangnya dengan tajam dan dingin yang membuat Jessica merinding seketika. Siapa lagi kalau bukan Kris?

“Keluar, Kris. Ini masih pagi, aku tidak ingin berdebat dengan mu dan menyebabkan barang – barang yang tidak bersalah disini terpecahkan.” Ucap Jessica dingin sembari meletakkan tasnya di meja kerjanya dan tak menatap Kris sama sekali.

“Kalau kau berbicara dengan seseorang, kau harus menatap orang tersebut. Kalau tidak itu namanya adalah seseorang yang tidak sopan.” Balas Kris tak kalah dinginnya.

Spontan, Jessica langsung menatap Kris tepat dimatanya. Sindiran Kris tadi sangat membuat moodnya turun seketika, padahal dia berniat hari ini untuk tidak akan merusak moodnya sendiri, namun seseorang malah merusak moodnya dipagi hari ini.

“Aku sudah menatap mu, tepat di bola matamu. Puas?”

“Cukup puas.”

“Sekarang, silahkan keluar Kris Wu yang terhormat.”

“Aku ingin bicara dulu, Jess.”

“Bicaralah sesukamu.”

“Kemarin malam kau kemana saja, hah? Pesan dan panggilan telfonku sama sekali tidak kau jawab. Kau tau? Aku sangat khawatir, bodoh!” ucap Kris yang langsung emosi seketika dan membentak Jessica. Jujur saja, Jessica cukup kaget karna Kris tiba – tiba berteriak padanya karna sebelumnya dia berbicara dengan tenang seperti biasanya, namun tadi Kris baru saja membentaknya.

“Aku hanya makan malam saja dengan adikku di kedai kecil di temapat pedagang kaki lima berjualan.” Jawab Jessica setelah mencoba menjawab dengan cuek. Habis sudah kesabaran Kris. Kris mendekati Jessica dan mencengkram kedua bahu Jessica dengan erat. Jessica mencoba melepaskan tangan Kris dari bahunya. Mata Kris sangat memancarkan kemarahan padanya, namun karna dilihat dengan dekat seperti ini, Jessica tau bahwa dibalik tatapan marahnya kentara sekali bahwa terdapat tatapan sedih, kecewam dan khawatir didalam sana. Jessica tau betul dengan tatapan Kris. Jessica kasihan dengan Kris, namun egonya sekarang sedang mengontrol dirinya sendiri.

“Lepaskan, Kris. Ku mohon.” Ucap Jessica lirih dan menundukkan kepalanya. Tak sanggup menatap Kris yang sedang kacau seperti ini. Kris tidak melepaskan pegangannya, namun dia sedikit mengendurkan cengkramannya, dia sadar bahwa cengkramannya tadi cukup kuat kepada Jessica dan membuat gadisnya sedikit sakit olehnya.

“Kau kenapa, Jess? Kemarin bukanlah kau yang biasanya. Kemarin kau berubah, sangat kekanakkan dan aku sangat membencinya.”

“Kau seharusnya tau kenapa aku seperti kemarin, Kris. Kau seharusnya peka terhadap perasaan ku dan jangan pernah membuatku menjadi berubah karnamu walau hanya sebentar saja.”

“Karna Seohyun? Maaf aku tidak bisa mengerti perasaanmu, Jess.”

“Mungkin karna dia. Ah, pikirkan saja sendiri.”

Jessica mendorong Kris agar menjauh darinya karna sekarang sudah memasuki jam kerja, takut kalau ada karyawan yang masuk kedalam ruangannya dan melihatnya dengan Kris dengan posisi mereka yang dekat seperti tadi. Takut kalau karyawan lain akan memikirkan yang macam – macam dengannya dan Kris.

“Kembali lah ke ruanganmu. Aku memaafkan mu sekarang.” Jessica mengusir Kris dengan lembut dari ruangannya. Kris menatap Jessica bingung, lalu menuruti perkataan Jessica karna takut akan berdebat lagi dengan gadisnya itu.

“Saranghae.” Bisik Kris lembut lalu berjalan keluar dari ruangan Jessica.

“Hm.” Jawab Jessica dengan gumaman kecilnya. Hati Kris sedikit sakit karna sikap Jessica yang sangat berbeda dengan biasanya. Sekarang dia tau bagaimana rasanya saat dulu dia mengabaikan Jessica, rasanya sangat sakit dan begitu terasa di hati. Kris menutup pintu ruangan Jessica pelan lalu berjalan menuju ruangan kerjanya. Dan dia melihat Sunny yang baru saja keluar dari lift dengan langkahnya yang terburu – buru karna hari ini dia datang telat.

***

Kris membuka pintu ruangan kerjanya dan duduk di kuris miliknya. Menyenderkan badannya ke kepala kursi dan memejamkan matanya sejenak karna mengantuk. Semalam dia tidak bisa tidur karna terpikir oleh Jessica yang tidak membalas pesannya sama sekali, dia takut kalau Jessica terluka, dia takut kalau Jessica mendapat masalah, dan tentu dia takut kehilangan Jessica. Gadis cantik yang dulu dia abaikan namun sekarang dia sangat mencintai gadis itu, tak peduli dengan apa yang telah dia lakukan dulu kepada Jessica.

Pikirannya sekarang sangat tidak menentu. Tidak terfokus pada sesuatu yang penting seperti biasanya, sekarang pikirannya bercampur tentang pekerjaannya, sikap Jessica, Seohyun, dan masih banyak lagi. Ingin rasanya dia melampiaskan semua masalahnya itu, namun dia bingung dengan cara seperti apa. Otaknya sedang tak dapat berpikir dengan baik sekarang ini.

Kris bangkit dari duduknya, mengambil tas kerjanya lalu keluar dari ruangannya. Hari ini dia ingin sekali untuk beristirahat. Menenangkan sedikit pikirannya yang belakangan ini di penuhi dengan masalah – masalah yang berhubungan dengan gadis yang membuatnya penat karna memikirkannya.

Kris merogoh saku jas miliknya, mengambil ponsel miliknya dan menelfon Chanyeol meminta izin untuk pulang dan memintal tolong untuk mengerjakan pekerjaannya sedikit untuk membantu, dan dengan senang hati, Chanyeol menerimanya dan tak lupa menanya alasan Kris pulang namun lelaki itu tidak menjawabnya sama sekali dan langsung mematikan telfonnya yang membuat Chanyeol bingung dengan sikap Kris tadi.

***

Kris mengendarai mobilnya tanpa tujuan, jalanan yang sedikit sepi mendukungnya untuk membawa laju mobilnya dengan kecepatan yang kencang. Tanpa sadar, dia membawa dirinya sendiri ke pinggiran kota Seoul yang terhindar dari suara bising orang – orang, kendaraan dan lainnya.

Dia memarkirkan mobilnya di lapangan luas yang terdapat beberapa SMA sedang bermain basket. Melihat itu membuat Kris bernostalgia saat dia masih menjadi kapten tim basket di SMP maupun SMA-nya. Membuatnya menjadi anak populer disekolahnya dan banyak gadis yang bertekuk lutut padanya, termasuk Jessica.

“Hei, boleh aku bermain bersama kalian?” Kris bergabung bersama anak – anak yang sedang bermain basket tadi dan bertanya untuk gabung bermain. Salah satu anak lelaki yang berperawakan tinggi itu melihat wajah temannya satu persatu. Lelaki tadi mengangguk, Kris tersenyum senang karna di perbolehkan bermain bersama.

“Tapi kita bertanding. Aku berlima dan kau sendiri. Bagaimana?” tanya lelaki tadi kepada Kris. Kris tersenyum meremehkan dan mengangguk setuju lalu tertawa pelan.

“Aku Kris. Kalian?” Kris mengulurkan tangannya pada lelaki tadi.

“Aku Minho.” Jawab lelaki tadi yang ternyata bernama Minho sambil tersenyum. Semua membalas jabatan tangan Kris. Kini Kris tau nama mereka semua. Minho, Taemin, Changmin, Donghae, dan Kyuhyun.

Mereka mulai bermain untuk memperebutkan bola basket itu lalu membawanya ke ring basket. Kris mendrible bola basket itu dengan semangat, lawannya pun tak kalah semangat seperti dirinya. Baju masing – masing sudah basah oleh keringat. Permainan terus berlanjut sampai satu jam kemudian. Kris menshoot bola basketnya untuk yang keterakhir kalinya dan duduk dengan lelah di tengan lapangan. Nafasnya terengah. Minho, Taemin, Changmin, Donghae, dan Kyuhyun menghampirinya dan duduk mengelilingi Kris dengan nafas yang sama terengah juga.

“Hyung, aku akui kemampuan mu bagus sekali. Kalau kita bertemu lagi ajarkan kami bermain basket agar lebih jago lagi! Hahaha!” Minho menyikut Kris pelan yang ditanggapi dengan senyuman kemenangan oleh Kris.

“Oh tentu boleh. Dulu aku adalah kapten tim basket di SMP, dan SMA ku.” Jawab Kris menyombongkan diri sendiri. Semua yang berada disana tertawa karna mendengar Kris yang terlalu menyombongkan dirinya.

“Minho juga kapten basket, hyung!” ucap Taemin membela teman – temannya.

“Benarkah?”

Semua mengangguk dengan semangat. Minho tersenyum dengan lebar, Kris tertawa melihat Minho yang begitu senang karna mendapat dukungan dari teman – temannya.

“Ngomong – ngomong, kenapa jam segini kalian sudah tidak disekolah? Ini baru jam 1 siang dan kalian sudah keluar dari sekolah.” Tanya Kris lalu melirik jam tangannya. Semuanya menunduk dan menggaruk tenguk masing – masing karna sudah ketahuan oleh Kris.

“Oh kalian bolos ya?” tanya Kris lagi dengan bersemangat. Semua mengangguk canggung. Kris tertawa terbahak melihat mereka semua yang mendadak diam dan tidak bersemangat seperti ini.

“Aku juga pernah, kok. Bagi pelajar mungkin bolos sekolah itu wajar – wajar saja, kan?”

Mereka semua mengangguk meng-iyakan pertanyaan Kris dengan semangat. Membuat Kris tersenyum karna sikap mereka yang masih seperti anak kecil ini. Dia tersenyum senang melupakan masalah – masalah yang menimpanya belakangan ini. Melupakan sedikit masalahnya dengan Jessica, dan Seohyun.

Tanpa sadar, jam sudah menujukkan waktu pukul  4 sore, terlalu asyik dengan obrolan mereka tanpa tidak sadar waktu. Kris berdiri dari duduknya dan menyampirkan jasnya dibahunya.

“Aku pulang dulu, ya. Rumah kalian dimana? Mungkin bisa ku antar.” Ucap Kris berbaik hati.

“Rumah kami juga di Seoul, kok. Tapi Changmin sudah membawa mobil, hyung.” Ucap Kyuhyun dan menunjuk mobil Changmin yang terparkir tepat disamping mobil Kris sendiri.

“Baiklah kalau begitu aku pulang dulu, ya!” Kris melambaikan tangannya dan berjalan menuju mobilnya untuk siap kembali ke Seoul.

***

Kris memencet bel pintu apartment Jessica. Menunggu sampai 5 menit di depan pintu n itu barulah muncul seorang gadis yang belum terlalu Kris kenal namun dia yakin bahwa gadis itu adalah adik Jessica, Krystal.

“Kau siapa?” tanya Krystal yang hanya memunculkan kepalanya dan badannya tertutup oleh pintu. Takut karna melihat Kris yang berbadan tinggi dan wajahnya yang agak seram menurut Krystal.

“A-aku teman Jessica. Dia ada di dalam?” jawab Kris sedikit terbata. Krystal menatap Kris dari ujung kepala sampai ujung kakinya, meyakinkan apa benar dia teman kakaknya atau bukan.

“Unnie belum pulang.” Jawab Krystal dingin. Krystal langsung menutup pintu apartment Jessica, namun tangan Kris menahan pintu itu agar tidak tertutup.

“Hei, sebentar. Boleh aku menunggunya didalam?”

“Kata ibu tidak baik tinggal berdua dengan lelaki di ruangan yang sama.”

“Aku janji tidak akan melakukan hal yang buruk padamu!”

“Tetap saja tidak boleh!” Krystal berteriak kesal. Kris mengacak rambutnya frustasi. Sikap kakak dan adik yang benar – benar sama. Terkadang keras kepala dan susah diatur menurutnya. Krystal hampir menutup pintunya lagi namun Kris menahannya lagi.

“Memangnya sejak kapan unnie berteman dengan lelaki, huh?!”

“Sejak dia datang ke Korea. Kumohon…” Kris menatap Krystal dengan tatapan memelasnya, mencoba untuk Krystal mengasihani dirinya lalu mempersilahkannya masuk. Krystal hanya menggeleng dengan tegas, Kris menghela nafas kesal.

“Tidak baikkan bertengkar diluar seperti ini? Tolong biarkan aku masuk untuk menunggu unnie-mu. Ada sesuatu yang harus kami bicarakan.”

“Memangnya…”

“Hei ada apa ini?” Jessica muncul dari belakang tubuh Kris. Memisahkan pertengakaran kecil antara Krystal dan Kris. Krystal langsung menarik tangan Jessica agar segera masuk dan mulai mengadu pada unnie-nya tentang Kris.

“Unnie, dia teman mu?” tanya Krystal.

“Y-ya, memang kenapa?” jawab Jessica meng-iyakan pertanyaan Krystal. Kris menahann diri untuk tidak mengeluarkan emosinya sekarang juga karna Jessica menganggapnya sebagai teman, bukan kekasih.

“Dia tadi memaksa untuk masuk untuk menunggu unnie.”

“Oh, lalu?”

“Aku bilang saja tidak.”

“Oh begitu. Kau masuk saja. Unnie akan berbicara sebentar dengannya diluar sambil mencari udara segar.”

***

Jessica dan Kris berjalan beriringan mengelilingi taman yang ada di dekat apartment mereka. Mereka atau lebih tepatnya Jessica agak berdiri lebih jauh dari Kris karna mengingat hubungan mereka yang sedang tidak baik. Tidak ada yang berani memulai pembicaraan sampai akhirnya Kris berdehem untuk memulia pembicaraan mereka.

“Duduk disana saja.” Kris menunjuk bangku taman yang disinari dengan terang oleh lampu di sekitarnya. Jessica hanya mengangguk dan mengikuti Kris yang berjalan lebih dulu dari dirinya. Langkahnya yang pendek tidak mampu mempersamakan jalannya disamping Kris. Bahkan lelaki itu kini sudah duduk dengan canggung di bangku tadi.

“Langkahmu panjang sekali ya.” Jessica duduk disamping Kris dan berkata dengan tenang. Seolah dia tidak ingat bahwa mereka sedang bertengkar sekarang ini.

“Itu karna kau pendek, Jess.”

“Hei sopanlah sedikit. Aku lebih tua darimu setahun.” Jessica menatap Kris dengan kesal. Lelaki di sampingnya kini tidak pernah menganggapnya lebih tua dari dirinya, malah dia seakan menganggap bahwa Jessica lebih muda darinya.

“Oh ya? Tapi kau seperti bocah.” Ucap Kris lalu tertawa pelan.

“Ah kembali  ke topik. Kenapa kau ingin bertemu denganku?”

“Y-ya aku ingin membicarakan tentang masalah kemarin.”

Jessica mengangguk mengerti namun tidak berniat untuk berbicara sedikitpun. Mempersilahkan Kris untuk melanjutkan pembicaraannya sampai selesai barulah dia bisa menjawabnya. Kris mengusap tenguknya gugup, baru pertama kali dia gugup dihadapan gadis karna sebelumnya dia tidak pernah seguugup ini. Mungkin karna dia ingin meminta maaf pada gadis yang ia cintai dengan tulus sepenuh hati?

“Aku ingin minta maaf, Jess.”

“Tidak ini salahku. Moodku saat kemarin sedang tidak stabil dan aku tidak bisa mengontrol emosi ku sendiri. Seharusnya aku yang meminta maaf padamu namun egoku lebih tinggi yang membuatku tetap tidak ingin meminta maaf padamu.” Jawab Jessica panjang menjelaskan semuanya pada Kris, memberi tau semua alasannya agar Kris tidak perlu meminta maaf padanya lagi. Sudah terlalu sering Kris meminta maaf pada dirinya. Dan kali ini, Jessica ingin dia sendiri yang meminta maaf pada Kris, bukan seperti biasanya.

“Tapi karna keda-“

“Sudahlah. Aku kan sudah meminta maaf padamu kan?” ucap Jessica lembut dan tersenyum dengan manis pada Kris, membuat Kris sempat membeku karna melihat senyuman Jessica.

“Jadi?”

“Apa?” Jessica balik bertanya pada Kris. Tidak mengerti dengan pertanyaan lelaki itu yang tidak jelas apa maksudnya.

“Jadi kau sudah benar – benar memaafkan ku?”

Jessica mengangguk dan memejamkan matanya sesaat, menikmati angin malam yang begitu sejuk untuk dirinya. Jarang – jarang dia bisa merasakan udara malam yang segar seperti ini, karna pekerjaan kantor yang menumpuk yang menyita waktu luangnya untuk sekedar berjalan – jalan malam.

“Lalu kau tadi kemana saja belum pulang?” tanya Kris. Jessica menghela nafas kesal. Dia sangat tidak suka dengan sikap Kris yang begitu protektif pada dirinya. Jessica tau bahwa tujuannya agar dirinya tidak terluka atau terkena masalah, tapi tidak dengan cara seperti ini.

“Aku kerumah Taeyeon sebentar.” Jawab Jessica singkat.

“Hubungi aku jika kau pulang agak telat, Jess.”

“Lalu kau kemana siang tadi yang tiba – tiba menghilang dari kantor?”

“Aku pulang. Tidak pulang sih. Aku ke pinggiran kota Seoul dan bermain basket bersama dengan anak SMA yang sedang membolos.”

“Tidak baik seperti itu. Kasihan Chanyeol mengerjakan tugasmu sampai dia menggunakan jam makan siangnya untuk mengerjakan tugasmu.”

“Dia saja yang terlalu rajin, aku kan hanya menyuruhnya untuk mengerjakan tugasku sedkit, tidak banyak.” Jawab Kris cuek dan mengangkat bahunya tidak peduli. Toh Chanyeol ini kan juga temannya, bukan hanya bawahannya yang sekedar tau nama dan tidak begitu kenal dengan dekat.

“Baiklah aku ingin pulang. Aku lelah sekali.”

Kris mengangguk dan menggenggam tangan Jessica dengan erat dan berjalan bersama kembali ke apartment mereka masing – masing. Canda tawa mereka terdengar begitu gembira walaupun mereka baru saja berdamai setelah bertengkar. Kris menatap wajah Jessica dari samping yang sedang tertawa, lalu dengan cepat mencium pipi Jessica dan menangkap tangan gadisnya agar tidak memukul atau mencubitnya. Dan mereka berdua tertawa bersama yang mampu membuat orang lain memandang mereka dengan tatapan iri.

TBC

Oke tau kok tau makin kesini cerita makin ngawur tapi malah tambah panjang sampe 5000+ gini. Udah gitu moment2 merekanya juga ga jelas, berantem mulu pula-_-oke deh ya maafkan ff ini yang begitu absurd dan ga jelas tujuan ceritanya apa:’D

Tapi aku tetep butuh comment guysss! Comment kalian beneran deh bikin semangat banget buat lanjutin ff ini. Apa lagi sama comment yang panjang gitu aduh demen deh bacanya:’D

Oh iya, aku jg open request cover/atau semacamnya di personal blog aku, jadi kalau mungkin ada yang mau request cover ff dan semacamnya dengan senang hati aku mengerjakannya/? Bisa di cek disini yaaa hehehe.

32 thoughts on “Why? – Part 6

  1. Hi , aku reader baru hehehe sori aku baru komen di part ini cerita Nya bagus banget sampe lupa komen ,Thor minta password part 7 nya dong plis aku pengen cepet cepet baca lanjutannya

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s