[Freelance] The Legend’s and The Goddess (Chapter 8)

The legend’s and the goddess part 8

the_legend's-and-the_goddess-poter-ryn-shinhyokyo 

Title : forcing princess

Author : RYN

Length : multichapter

Rate : PG 17+

Cast :

@ Taeyeon SNSD

@ all member EXO

Other cast : silahkan temukan sendiri

Genre : fantasy,romance,action,friendship

 

Thanks buat seseorang yang udah buatin posternya.^^

Don’t plagiat, don’t copy paste without my permission!!

Aku tidak pernah memberikan izin pada siapapun untuk membuat cerita berdasarkan fanfic ini!!!

Warning ! typo bertebaran…

– – –

“apa yang kau lakukan di kamarku?!”

Taeyeon melempar apapun yang ada di dekatnya ke arah Kai. guardian itu hanya tersenyum jahil dan berusaha menghindarinya dengan cara bergoyang kesana kemari seolah mengejeknya. wajah Taeyeon yang kesal membuatnya semakin ingin menggodanya.

“keluar dari sini sekarang juga!!”

“kalau aku tidak mau?”

“mwo?!”

“princess!!!”

Brak!

Tangan Taeyeon yang tengah menggenggam bantal bersiap untuk melempar, mendadak menggantung di udara. Kepalanya memutar ke arah pintu dan seketika wajahnya berubah shock.

*m-mereka..* matanya membelalak, kaget bercampur heran melihat sekumpulan pria aneh dan gila yang bertemu dengannya semalam kini lengkap berada di kamarnya. dia melirik pintu kamarnya yang telah rusak akibat di buka dengan paksa kemudian beralih pada guardian’s yang tiba-tiba terpaku di tempat mereka berdiri.

“a-apa yang kalian..” Taeyeon tercengang sekaligus speechless.

Kai memutar bola matanya dengan malas, tidak begitu semangat menerima kehadiran guardian’s. tak ada satupun dari guardian’s itu yang bergerak dari tempatnya. mereka seakan membeku dengan kedua mata membulat lebar. Taeyeon tersadar, wajahnya berubah merah padam. Dia buru-buru menjatuhkan bantal dari tangannya dan langsung memakai pakaian penutup baju tidurnya sambil melotot pada mereka.

“berhenti memandangiku alien pervert!”

Menyadari sikap mereka, para guardian itu serentak salah tingkah dan berpura-pura mengalihkan pandangan mereka ke tempat lain. sebagian dari mereka, bersemu merah. Merasa malu karena tertangkap basah. Kris yang selalu berwajah emotionless, tidak tahu harus bagaimana menyembunyikan wajahnya. dia ingin memasang wajah datarnya dan bersikap seakan tidak terjadi apa-apa, tapi rona merah yang samar-samar di pipinya seketika menghancurkan imagenya. Sebagai ketua guardian selatan, Suho tidak bisa memasang tampilan kharismatik seperti biasanya. dia mendadak kaku dan tidak tahu apa yang harus Ia lakukan. Alhasil, dia hanya bisa melihat kesana kemari menunjukkan betapa dia sangat salah tingkah. ujung-ujungnya berakhir dengan tersenyum seperti orang bodoh. Baekhyun berdehem, buru-buru memperbaiki sikapnya, sadar kalau dia sudah terlalu lama memandangi Taeyeon. dia mencoba bersikap seperti biasanya, tapi akhirnya juga gagal. Chanyeol dan Do mengerjapkan mata mereka sebelum akhirnya berpaling seraya mengusap punggung leher mereka sambil tersipu malu. Taeyeon hampir saja tersenyum geli melihatnya kalau saja dia tidak mengingat kesalahan mereka. meskipun terlihat menakutkan, keduanya sungguh sangat manis apalagi dengan wajah polos malu-malu seperti itu. Tao, Sehun dan Xiumin menatapnya tanpa berkedip dengan mulut yang membuka sementara Lay dan Chen hanya menundukkan kepalanya, bahkan terlalu takut untuk menggerakkannya. Siapapun bisa melihat, wajah keduanya sudah seperti kepiting rebus.

*setidaknya mereka berdua masih lebih baik dari tiga orang alien mesum itu* dengus Taeyeon kesal. dia melirik Kai yang bersikap seperti biasanya seolah tak merasa telah melakukan kesalahan. Diantara mereka, hanya Luhan yang mampu menutupi ekspresi wajahnya. tatapannya yang dingin ke arah Taeyeon, tidak ada yang tahu kalau sebenarnya dalam hatinya berdebar-debar. Taeyeon tak mengerti, mengapa pria dengan baby face itu bisa memiliki tatapan sedingin itu. terlihat sangat menakutkan.

Di planet Exo, para guardian itu telah terbiasa melihat para gadis memakai gaun halus yang transparan hingga menjuntai kebawah. Saking transparannya, paha dan bagian perut mereka dapat terlihat dengan sangat jelas. tapi, ketika melihat Taeyeon memakai pakaian yang mini seperti itu, entah mengapa membuat mereka berdebar-debar. Mereka hampir tak bisa mengalihkan pandangan mereka darinya kalau saja gadis itu tidak melotot tajam.

“apa yang kalian lakukan di kamarku?!” seru Taeyeon kesal begitu kesadarannya kembali. Berani-beraninya para alien itu menginvasi rumahnya, kamarnya tanpa izinnya. Bagaimana bisa mereka seenaknya masuk ke dalam kamarnya bahkan sampai merusak pintunya. Dan alien pervert yang tiba-tiba sudah berada di dalam kamarnya dan membangunkannya. “apa lagi? kami adalah guardian yang dikirim untuk melindungimu. Tentu saja kami berada di sini.” Do menjawabnya dengan malas.

Taeyeon mengirimkan tatapan tajam padanya, “itu bukan berarti kalian harus berada disini. DI KAMARKU!”

“kalau bukan di kamarmu, berarti kau mengizinkan kami tinggal di rumahmu?” Xiumin memasang tampang polosnya.

“siapa yang bilang begitu?!”

“tenanglah princess. Pagi-pagi kau sudah membuat keributan. Kau tentu tidak ingin tetanggamu datang kemari bukan?” Kai memberikan senyum innocent-nya.

*memangnya siapa yang membuatku seperti ini?!* Taeyeon mengepal kedua tangannya dengan geram.

“maafkan kami princess.” Suho maju selangkah, Taeyeon mendelik kesal padanya. “seperti yang kau dengar, kami adalah guardian yang bertugas melindungimu.” Taeyeon ingin membuka mulut untuk protes, tapi Suho kembali berbicara. “maafkan kami telah sengaja mengikutimu kemari. Kami tidak bisa membiarkanmu pergi begitu saja princess. Keselamatanmu adalah yang paling penting bagi kami, untuk itu kami memutuskan akan selalu berada di sisimu hingga tugas ini selesai.” Jelasnya sambil tersenyum lebar.

Taeyeon melongo shock. untuk seseorang, kalimat itu mungkin terdengar sedikit romantis dan bisa membuat gadis manapun luluh setelah mendengarnya. tapi tidak baginya. Ini terlalu mengada-ada. Lagipula, dia sama sekali tak mengenal mereka. membiarkannya tinggal di rumahnya? tentu saja tidak. bagaimana kalau tetangganya tahu dia tinggal bersama sekumpulan pria asing dari planet lain? imagenya di kota ini bisa hancur. Mereka akan menilainya sebagai wanita murahan dan sebagainya. Atau yang lebih buruk, mereka akan memasukkannya ke rumah sakit jiwa karena mengiranya gila berbicara tentang alien dari planet lain. membayangkannya saja sudah membuatnya merinding.

Taeyeon menarik nafas dalam-dalam. perhatian guardian’s yang masih terfokus padanya membuatnya sedikit salah tingkah.

“ehm, dengarkan aku guardian’s..atau apalah sebutan kalian..” Taeyeon menggerutu dalam hati karena ia harus menjelaskan ulang lagi apa yang dikatakannya semalam. Kali ini dia memastikan akan menjelaskannya pelan-pelan dan berharap mereka bisa mengerti. “aku bukanlah gadis yang kalian cari. Aku hanya gadis normal, gadis manusia-“

“tanpa kau beritahupun kami sudah tahu.” Do memotongnya.

“kalau begitu biarkan aku menyelesaikan kalimatku!”

Do mengangkat bahunya, “aku tidak pernah menyuruhmu berhenti.” ujarnya cuek.

“Do.” Baekhyun menegurnya. Do hanya menaikkan sebelah alisnya sebelum duduk di tepi ranjang sembari menaikkan sebelah kakinya dengan malas.

“lanjutkan princess.” Suruhnya.

Taeyeon menggertakkan giginya dengan geram. Dia ingin sekali meninju wajah alien bermata besar itu sekarang. tapi mengingat tujuannya adalah mengusir mereka baik-baik, dia berusaha meredam emosinya sendiri.

Lay yang memperhatikan ekspresinya, hanya menggeleng. Dia melirik Suho dan berbisik pelan.

“aku tidak yakin, gadis ini akan menyetujui ide kita.”

Suho tersenyum miris lalu mengangkat bahunya. “sama denganku. jika bukan karenanya, semua pasti akan lebih mudah.” Ucapnya melirik Do.

*gadis manusia benar-benar makhluk yang aneh* Chanyeol membatin sambil tetap memperhatikan Taeyeon.

Tiba-tiba Sehun sudah berada di samping Taeyeon sambil tersenyum lebar seperti biasanya. “jangan dengarkan dia princess. Do memang selalu bersikap bodoh di depan orang yang tidak sejenis dengannya.” ujarnya berusaha menghibur.

*jadi namanya Do.* Taeyeon mengerjapkan matanya.

“apa katamu?” Do bangkit dari tempatnya dan memandang Sehun dengan tatapan tajam.

Sehun menjadi gugup. “i-itu karena kau sudah membuat princess kita marah!” serunya kesal.

Do hanya memutar bola matanya. *memangnya kau tidak?* rutuknya kesal lalu kembali tersenyum pada Taeyeon.

“jangan dekat-dekat denganku. kau yakin, kau tidak akan membuatku marah sepertinya?” tatap Taeyeon sinis.

Sehun mengangguk cepat. “aku tidak akan membuat princess marah.”

“ugh, berhenti memanggilku dengan nama itu.”

Sehun mengerjapkan matanya berulang kali. “kenapa? bukankah itu nama yang sangat bagus?”

*bagus apanya?* Taeyeon mencibir. “sudah kubilang jangan panggil aku dengan nama itu. aku tidak suka.”

“tapi aku menyukainya.”

“aku juga. Sepertinya.” Tao mengangkat tangannya. “bukankah para gadis sangat menyukai panggilan itu? aneh saja kalau kau tidak menyukainya.”

Sehun mengangguk setuju. tingkahnya itu seperti anak anjing yang patuh pada tuannya.

“aku bukan mereka.”  Taeyeon bersungut kesal. persoalan nama ini membuatnya kesal. “kenapa kalian tidak mencari gadis lain dan memanggilnya dengan sebutan princess yang kalian suka itu huh? Jadi kalian tidak perlu repot-repot masuk ke rumah orang tanpa izin.” Tandasnya.

“ini sudah menjadi tugas.” Tao berujar santai.

Taeyeon mendelik, “termasuk masuk ke rumah orang tanpa izin?”

Tao mengangkat bahunya. “Suho sudah meminta maaf. Kurasa tidak ada masalah lagi.”

Taeyeon tercengang. Ada apa dengan alien-alien ini. apa di planet mereka, sifat pemaksa itu sudah menjadi sifat dasar mereka?

“ck, apa kau berpikir kami tidak punya pekerjaan lain princess?” Kai menaikkan sebelah alisnya.

Taeyeon menoleh padanya, “bukannya memang seperti itu?” balasnya sengit.

Kai tersenyum menyeringai, “sepertinya kau lupa kalau pekerjaan kami adalah melindungimu princess.”

Untuk kesekian kalinya, Taeyeon berusaha menahan emosinya yang sudah di ambang batas.

“aku ingin kalian pergi sekarang dari rumahku.” Dia memejamkan matanya menahan geram.

“kau tidak ingin mengusir kami dari kamarmu?”

“Kai!!” guardian’s serempak menegurnya. Wajah Taeyeon yang merah padam karena menahan marah, membuat mereka khawatir. Kai hanya memasang senyum polosnya seolah tidak terjadi apa-apa.

Taeyeon menatap guardian’s itu satu persatu. Tidak ada yang bergerak dari tempat mereka.

“apa kalian tidak mendengarku? Aku ingin kalian segera pergi dari KAMARKU dan RUMAHKU.” Desisnya.

Guardian’s tetap tidak bergeming.

“Yaa!”

Kris menaikkan sebelah alisnya, memperhatikan setiap gerak gerik Taeyeon dengan penuh selidik. *apa dia selalu berbicara dengan nada seperti ini?* dia tak habis pikir, sementara di planet mereka para gadis berbicara dengan lemah lembut dan sopan santun, gadis manusia di depannya sangat jauh berbeda.

Do berpura-pura menutup telinganya. “kenapa kau tidak mengambil mic saja sekalian lalu berteriak di telinga kami?” tanyanya. Taeyeon bisa merasakan kesan sindiran tajam dari kalimatnya. dia melotot padanya tapi Do hanya mendengus kesal.

Taeyeon melipat tangannya dengan perasaan jengkel. Dia sudah kehilangan ide mengusir para alien itu.

“sekalipun kau mengusir kami, kami tetap tidak bisa pergi dari sini.” ujar Baekhyun sambil memberinya senyum lembutnya yang pasti membuat siapapun yang melihatnya mencair, tapi untuk saat ini, Taeyeon tidak mood untuk terpesona.

“apa itu berarti kalian akan tinggal disini?! Bersamaku?!” pekiknya. Mulutnya sudah berbentuk huruf ‘O’ saking shocknya.

“pssh..memangnya kenapa dengan itu? bukankah malah bagus. Kau tidak perlu tinggal sendirian lagi?” komentar Kai mengejeknya. matanya menelusuri ruangan itu, “meskipun rumahmu sedikit lebih kecil dari yang kubayangkan. Tapi, sejauh ini, tidak masalah bagi kami.” Tambahnya dengan santai.

Para guardian tersenyum kaku begitu menyadari ekspresi Taeyeon. Kai tidak tahu atau memang pura-pura tidak tahu kalau saat ini Taeyeon melayangkan tatapan menusuk padanya. meskipun cute, entah mengapa Taeyeon terkadang bisa terlihat sangat menyeramkan. Tapi Kai, tetap acuh tak acuh. Dia sibuk melihat-lihat setiap sudut kamar Taeyeon. menelusuri satu persatu foto yang terpampang di atas meja dan beberapa foto yang menggantung di dinding.

Taeyeon menghela nafas dalam-dalam mencoba meredam emosinya. Dia sudah menduga, berbicara dengan makhluk yang sibuk menjelajahi kamarnya itu, selalu berakhir dengan kehilangan kontrol emosinya. Sekarang bukan hanya Kai yang berpetualang di kamarnya, Tao dan Sehun juga.

“maafkan kami princess. Tugas kami sebagai guardian adalah melindungimu dan memastikanmu tetap aman jadi kami tidak bisa meninggalkanmu begitu saja.” Suho kembali menjelaskan. “kami sudah memutuskan untuk tetap berada di sisimu sampai tugas kami selesai. Dan itu benar, kami akan tinggal bersamamu apapun yang terjadi.” Ucapnya sembari mengusap punggung lehernya dengan senyuman kaku.

“itu tidak mungkin..” bisik Taeyeon pelan. dia tidak tahu harus berkata apa lagi. alien-alien itu memutuskan sepihak tanpa persetujuannya. Bagaimana dia bisa dengan tenang menerimanya?

“maaf princess tapi ini semua demi kebaikanmu.” Lay menambahkan. Tersenyum memperlihatkan dimplenya.

Bahu Taeyeon menurun, “jika kalian merasa menyesal, seharusnya kalian langsung pergi saja.” gerutunya. “apa kalian sungguh-sungguh tidak bisa melupakan kejadian ini? anggap saja kita tidak pernah bertemu. Anggap saja kalian menemukan gadis yang salah. yah.yah.yah.” Taeyeon memasang puppy eyesnya.

Para guardian’s mendadak gugup. bagaimana gadis manusia bisa membuat perasaan mereka berkecamuk hanya dengan melihatnya memelas seperti itu. jika saja mereka tidak teguh pada tugas, sudah sejak tadi mereka menyerah padanya. wajah Taeyeon langsung menekuk setelah mendapat gelengan kepala ‘tidak’ dari para guardian.

“arghh!!” Taeyeon bersungut kesal.

Guardian’s tersentak kaget melihatnya.

“w-wow itu…sesuatu yang baru.” Xiumin mengejapkan matanya , berbisik kagum dengan apa yang baru saja dilihatnya dari Taeyeon, lalu menoleh pada guardian yang lain. tersenyum geli, dia berkomentar, “gadis pendek yang kita temukan ini sangat unik.”

“m-mwo?” Taeyeon mencoba mencerna apa maksud kalimatnya. dia sempat berpikir mungkin hanya salah dengar tapi melihat senyum para guardian membuatnya merasa tidak nyaman. Tidak cukup mereka memaksanya, sekarang salah satu dari alien itu malah mengejeknya tentang tinggi badannya?!

“hei lihat!”

Semuanya, termasuk Taeyeon menoleh ke asal suara. seketika, kedua mata Taeyeon membulat, Sehun tersenyum lebar mengangkat sebuah bingkai foto di tangannya.

“ini foto princess waktu kecil!” serunya bersemangat seperti mendapat mainan baru. “princess lu-“

Taeyeon merampas bingkai foto itu dari tangannya sebelum yang lainnya melihatnya.

“jangan sembarangan menyentuh barang milik orang lain.” geram Taeyeon sambil melotot padanya. “apa kau tidak pernah di ajar sopan santun?”

Wajah Sehun langsung berubah sedih. melihat Sehun yang terluka karena perkataannya membuatnya merasa tidak enak.

“dengar, aku minta maaf okay.” Taeyeon merasa bersalah. tidak seharusnya ia mengatakan seperti itu padanya. “aku tidak suka barang-barangku di sentuh orang lain tanpa seizinku terutama orang asing seperti kalian. kau pasti mengerti apa maksudku bukan?”

Sehun mengangguk, wajahnya seketika ceria kembali. “apakah sekarang boleh aku melihatnya?” tanyanya penuh harap.

“tetap tidak boleh!” Taeyeon berseru keras membuat Sehun terlonjak kaget. untuk kedua kalinya, dia kembali sedih.

“gahhh..aku tidak tahan lagi.” Taeyeon memijit keningnya-merasa lelah dengan semua yang terjadi.

“Sehun, kemari.” Panggil Lay. Sehun mengangguk patuh dan berjalan ke arahnya.

“apa kau selalu seperti ini?” Kai kemudian meneliti Taeyeon dari atas hingga bawah lalu tersenyum mengejeknya, “hm..untuk ukuran gadis manusia, kau cukup pendek. Di planet kami, para gadis lebih tinggi darimu.” Ujarnya tanpa mempedulikan perasaan Taeyeon yang tersinggung dengan ucapannya.

“apa kau baru saja mengatakan aku pendek?” tanyanya mulai kesal.

Kai menaikkan sebelah alisnya, “kau ingin aku mengulangnya?” balasnya. “di lihat dari ukuran tubuhmu, aku yakin kau pasti masih berumur 10 tahun.” Ujarnya menambahkan.

Taeyeon mengepalkan tangannya dengan geram. Dia ingin sekali meninju wajah pria itu.

“kau sangat suka membuatnya marah.” Tao bergumam pelan. Kai hanya menyunggingkan smirknya sementara guardian lain hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

“ciri khasnya, tentu saja.” Do menambahkan.

*kenapa kau tidak pernah belajar dari pengalaman Kai?* Suho menghela nafas pelan. kedua matanya beralih pada Taeyeon yang masih dengan wajah kesalnya. *kenapa harus aku yang selalu membersihkan kekacauan yang di sebabkan olehnya? Ah, karena aku adalah ketua guardian selatan.* Suho tersenyum miris.

“kau pikir kau siapa mengatakan semua itu padaku huh? Perlu kau ketahui, dua minggu lagi umurku 18 tahun!”

“apa kau yakin?” Kai memasang tampang polosnya.

“tentu saja!”

“ah, kau terdengar tidak yakin.”

“kau tidak perlu membandingkanku dengan gadis di planetmu, alien idiot!” teriak Taeyeon geram. Sungguh, dia tidak tahan lagi.

Kai dan guardian’s terperangah. Beberapa detik setelahnya, senyum mereka mengembang. Tawa Do dan Xiumin meledak Sementara Kai, wajahnya otomatis berubah datar.

“panggilan yang cocok untukmu Kai.” Do mengejeknya. “ternyata bukan aku saja yang mengira dia idiot.” Ujarnya di sela-sela tawanya.

Xiumin mengangguk setuju, “aku tak menyangka princess telah menyiapkan panggilan khusus untukmu. Aku iri padamu. sungguh.”

Kai melotot tajam ke arah mereka berdua, nyata sekali kalau Xiumin sengaja menyindirnya. Tapi melihat sifat mereka berdua, bukannya berhenti, mereka malah semakin menjadi.

“itu balasan yang tepat untukmu karena menganggunya Kai.” ucap Lay menahan senyum gelinya. Sehun disampingnya mengangguk setuju dan tersenyum mengejeknya.

Taeyeon mendadak gugup, Kai yang tiba-tiba menatapnya dengan tajam membuat nyalinya menciut.

“alien?” suara Kai sedingin es tanpa mengalihkan tatapannya, “bukankah aku sudah mengatakan padamu kalau kami adalah guardian? Apa gadis manusia terlalu bodoh untuk mengingat hal sekecil itu?” kesan sinis di dalam kalimatnya membuat Taeyeon kembali kesal.

“terserahlah. Lagipula kau tidak terlihat seperti pelindungku.” Kai mengerutkan keningnya. “lebih terlihat seperti alien yang suka mencari masalah dengan orang lain.” tandasnya.

Kai sontak terdiam. kedua matanya menatap Taeyeon tak percaya.

“cukup kalian berdua.” Suho menghardik Xiumin dan Do yang kembali tertawa. Otomatis keduanya terdiam, tapi bisa dilihat bagaimana sulitnya mereka menahan tawa. Ini membuat Kai jengkel.

“kau tidak tahu siapa kami.”

Taeyeon menoleh, Luhan tengah menatapnya dengan wajah yang tanpa ekspresi.

“jangan menilai sembarangan.” Tambahnya.

Entah mengapa, suasana ruangan itu menjadi dingin. mungkin karena ucapan Luhan atau mungkin Taeyeon yang menjadi canggung di hadapan guardian’s itu. karena ucapan itu pula hingga ia tak bisa mengucapkan sepatah katapun untuk membalasnya. Apa yang dikatakan pria alien itu memang benar.

Suho berdehem membuat perhatian kini teralih padanya. pria itu menatap Taeyeon dengan senyum khas kharismatiknya. “izinkan kami tinggal disini princess, kami janji tidak akan membuat masalah.” Pintanya.

“itu benar princess. Kami akan berbuat baik padamu.” seru Sehun antusias mendukung Suho.

Chen memutar bola matanya, “kita tidak pernah berbuat jahat padanya bodoh.”

Taeyeon melihat ke arahnya. Chen menyadari tatapan Taeyeon, langsung tersipu malu membuat guardian lain memutar bola matanya. Chen tentu saja melayangkan tatapan mematikan pada mereka.

Taeyeon menggeleng tegas. “tidak. kalian harus pergi dari sini sekarang juga.” Setelah perdebatannya dengan Kai, tidak mungkin ia menyetujui mereka tinggal bersamanya. tapi, masyarakat di sekitarnya tetap masih jadi pertimbangan utamanya.

“kami tidak punya tempat lain selain disini princess.” Tao memelas.

Kening Taeyeon mengerut, dia tak habis pikir apa alien juga bisa merubah sifat mereka dalam sekejap? Setelah melihat contohnya pada Tao, percaya atau tidak, dia menyimpulkan para alien itu memang benar-benar aneh.

“aku tidak bisa menerima kalian.” jawabnya tegas.

“kenapa?”

Taeyeon mengalihkan pandangannya mencari asal suara itu. matanya seketika tertuju pada alien yang berdiri tidak jauh darinya. Taeyeon mengingatnya, dia adalah alien yang selalu menatapnya tanpa berkedip. Ini pertama kalinya ia mendengar suaranya. suara bass yang serak, terdengar lebih tegas dan sangat manly. Ekspresi bingungnya yang begitu cute sangat tidak cocok dengan jenis suaranya.

Chanyeol memiringkan sedikit kepalanya, matanya tak berkedip menatap Taeyeon.

“kenapa?” ulangnya lagi.

“huh?” untuk suatu alasan, Taeyeon kehilangan kata-katanya. Tatapan pria itu tidak beda jauh dengan tatapan pria yang tinggi menjulang di sampingnya. bedanya, tatapan pria itu lebih mengintimidasi sementara pria yang berbicara dengannya, seperti seorang anak kecil yang menuntut penjelasan ibunya.

“p-pokoknya aku tidak bisa.” Sahut Taeyeon gugup. pria itu terlalu cute hingga dia nyaris tak sanggup menolaknya dan malah berakhir dengan wajahnya yang kini bersemu merah. “kenapa kalian tidak kembali saja ke planet kalian? bukankah disana rumah kalian?” tanyanya spontan. Sengaja mengalihkan perhatiannya ke yang lainnya.

“kau sudah tahu princess, kami tidak akan kembali sebelum menunaikan tugas. Kami sudah memberitahumu berulang kali. Apa kau sengaja melupakan hal penting itu? aku yakin gadis manusia cukup pintar mengetahui maksud kedatangan kami kemari setelah beberapa dari kami telah berusaha menjelaskannya padamu.” Baekhyun menatapnya dengan tatapan datar. Dia mulai tidak suka bagaimana Taeyeon berusaha mengusir mereka.

Taeyeon tersentak tapi Baekhyun tetap dengan ekspresi datarnya. Taeyeon tidak pernah menyangka pria yang di pikirnya baik itu bisa berbicara dengan nada seperti itu padanya. tidak ada satupun dari guardian’s itu yang berbicara, mungkin karena mereka tahu bagaimana sifat Baekhyun.

Taeyeon menatap guardian’s di depannya itu bergantian. satu-satunya guardian yang tidak melihatnya adalah Luhan. guardian itu berdiri bersandar di salah satu dinding kamarnya sembari melipat tangannya dengan mata terpejam. Ia seolah tak terpengaruh dan tidak peduli dengan sekitarnya.

Taeyeon berdehem mencoba menepis kecanggungannya. Dia lalu menarik nafas dalam-dalam sebelum berbicara.

“aku akan mencoba berbicara pada orang yang telah mengirim kalian kemari agar membebas tugaskan kalian.” ujarnya serius.

Para guardian mengerjapkan mata mereka. alis mereka menaut sambil berusaha memahami jalan pikiran gadis itu ketika mengatakan kalimat itu. mereka tidak bisa memastikan kalau gadis di depan mereka itu bercanda atau tidak karena ekspresinya saat berbicara terlihat sangat serius.

“kau tahu..siapa mereka?” tanya Lay hati-hati, mewakili pertanyaan semuanya.

Taeyeon tertegun sejenak. sejujurnya, dia sama sekali tak mengerti apa yang tadi di ucapkannya. Seperti kalimat yang tiba-tiba muncul dalam kepalanya. untuk menjawab pertanyaan pria berdimple itu, dia tak ragu menggelengkan kepalanya.

“bukankah ‘mereka’ raja kalian?” kini dia yang malah balik bertanya.

“hmf..”

Mereka berusaha menahan tawa tapi Xiumin dan Do sama sekali tidak membantu. Perlu Suho yang memukul lengan mereka hingga membuat mereka langsung diam. Chanyeol di sisi lain, lagi-lagi menatapnya tak berkedip. Kris masih tetap sama dengan pokerface-nya.

Taeyeon menatap mereka dengan pandangan aneh. Apa pertanyaannya salah?

“lalu bagaimana kau akan berbicara dengan mereka?” Kai mengangkat alisnya, menuntut penjelasannya. Dia sudah menduga kalau gadis itu tak mampu menjawabnya.

Taeyeon terdiam sejenak untuk berpikir. Melihatnya serius seperti itu, entah mengapa membuat para guardian’s luluh seketika. Mereka bisa merasakan bagaimana Taeyeon bekerja keras untuk menjawabnya. “mm..menelponnya mungkin?”

Do mengerutkan keningnya sementara Xiumin tercengang mendengar kalimat yang dipakainya. Semuanya memasang ekspresi heran, termasuk Luhan yang sejak tadi mendengar pembicaraan mereka.

Taeyeon semakin bingung. dari setiap kata yang di ucapkannya, para alien di depannya diam menatapnya seakan dia baru saja mengatakan kalimat yang salah.

“apa aku salah lagi?”

“maaf princess, tapi kami tidak tahu apa yang kau maksud.” Ujar Suho.

Taeyeon mengejapkan matanya sekilas, kedua alisnya menaut, “maksudmu menelpon?”

Suho dan lainnya mengangguk.

“ah..itu..” Taeyeon tidak melanjutkan kalimatnya. dia kembali berpikir, para alien dari planet lain pasti tidak akan mengerti meskipun ia menjelaskan. jadi, dia berjalan ke samping tempat tidurnya untuk mengambil sebuah benda mungil di atas mejanya. Guardian’s memperhatikan setiap gerak geriknya, mereka ingin tahu apa yang ingin gadis itu lakukan.

“kalian lihat ini?” dia mengangkat handphonenya, memperlihatkan pada mereka. para guadian itu sontak mendekat, mereka ingin melihat dengan jelas benda apa yang ada di tangannya. “ini adalah handphone, dengan ini kalian bisa menghubungi siapapun meski dari jarak jauh sekalipun.” Jelasnya panjang lebar.

Sehun dan Suho ber ‘oh’ ria, sementara yang lainnya hanya mengangguk mengerti.

“woah, hebat sekali.” ujar Xiumin kagum.

Taeyeon tertawa kecil, ekspresi Xiumin seperti anak kecil. sangat lucu dan menggemaskan. Guardian’s melihat ke arahnya dan melunak. ini bukan pertama kalinya mereka melihat Taeyeon tersenyum tapi, setiap kali dia berwajah seperti itu, mereka sangat senang.

“tentu saja. di planet kalian pasti tidak ada yang seperti ini.” Taeyeon dengan bangga memamerkannya.

Kai memberinya tatapan mengejek sementara Do memutar bola matanya. Xiumin yang mendapat perhatian Taeyeon membuat mereka sedikit kurang senang.

“kami tidak membutuhkan benda seperti itu di planet kami. Cukup gunakan binatang atau telepati dan kau bisa berkomunikasi dengan seseorang dari jarak jauh.” Do mengatakannya sambil memasang ekspresi tidak tertarik.

“kalian bisa menggunakan telepati?!” Taeyeon berseru dengan pandangan tak percaya. “apa itu berarti kalian bisa membaca pikiran orang lain?” tanyanya lagi-mendadak antusias.

“tidak.” Do menjawab datar. Taeyeon cemberut. “tapi pretty boy yang ada disana, bisa melakukannya.” ujarnya sambil menunjuk Luhan.

Taeyeon mengikuti arahnya dan kaget begitu Luhan memberinya tatapan tajam.

“sekali lagi kau menyebutku pretty boy, aku tidak akan segan menghabisimu dalam waktu sepersekian detik.” Geram Luhan.

Mendadak tubuh Taeyeon merinding mendengar kata-kata itu. keputusannya untuk tidak percaya dengan wajah cute seperti Luhan sudah tepat. Pria itu sangat tidak cocok dengan wajahnya. setiap kata yang di ucapkannya bisa membuat siapapun yang mendengarnya bergidik ngeri.

Do menepis tangannya dengan bosan, “ya.ya.ya..katakan itu lain kali.” Dia terlihat tidak takut dengan ancamannya.

“Do jangan memancingnya.” Suho kembali menegurnya. Dia mengalihkan perhatiannya pada Taeyeon dan tersenyum sopan seolah memberitahunya kalau mereka memang selalu seperti itu, jadi tidak ada yang perlu di pikirkan.

Taeyeon hanya tersenyum kaku. dia tetap merasa aneh, tapi mengingat ketika pertama kali bertemu, mereka pun seperti itu, sepertinya dia memang harus membiasakan diri.

“kami tidak tahu apa yang kau pikirkan tentang orang yang mengirim kami kemari princess, tapi kau tidak bisa menghubungi mereka menggunakan benda di tanganmu itu.”

Taeyeon menoleh pada Baekhyun yang berbicara. Baekhyun yang tersenyum padanya membuatnya cukup terkejut. pria itu tidak lagi berbicara kasar dan pandangannya pun teduh, tidak seperti tadi. Baekhyun sudah bisa membaca dari pandangan Taeyeon padanya, dia tahu gadis itu merasa tidak nyaman dengannya karena ucapannya beberapa saat yang lalu. Dia merasa bersalah karena telah membuat gadis itu merasa seperti itu.

Merasa Baekhyun terus menatapnya, Taeyeon menjadi salah tingkah. dia pura-pura berdehem untuk mengalihkan rasa canggungnya.

“kenapa? apa kalian tidak tahu nomor ponselnya?” tanyanya kemudian-sebisa mungkin menghindari kontak mata dengan Baekhyun.

“berbicaralah dengan menggunakan kalimat yang bisa di mengerti.” Kai menegaskan.

“aku sendiri tidak tahu apa yang kau katakan.” Keluhnya.

“apa gadis di bumi bodoh sepertimu?”

“apa alien di planetmu sok pintar sepertimu?” Taeyeon membalasnya dengan sengit.

“kami pengecualian.” Sehun dan Tao menjawab hampir serentak.

“maaf, tapi aku tidak sepertinya.” Do melipat tangannya dengan pandangan angkuh.

“sama denganku.” Xiumin mengangkat tangannya. “aku pintar dengan caraku sendiri.” tambahnya dengan ekspresi serius.

Lay dan Chen menggeleng-gelengkan kepala mereka. *dasar kekanakan.*

Suho menghela nafas pelan sementara Chanyeol diam di tempatnya-masih dengan ekspresi yang sama.

*sungguh membuang-bunga waktu* Luhan mendengus pelan.

“kalian hanya malu mengakuinya.” Kai mengejek mereka.

“kurasa tidak ada gunanya kita berbicara panjang lebar.” Luhan masih di tempatnya, memandangi Taeyeon. semuanya diam. “kau cukup menerima kami dan semuanya selesai.”

Taeyeon mencibir, “mudah bagimu mengatakan itu. aku tetap tidak bisa menerima kalian. silahkan kalian mencari rumah sendiri dan tinggal dengan nyaman disana. aku punya kehidupan dan privasi sendiri.”

“well sekarang tidak lagi.” Luhan menanggapinya dengan tenang, “kehidupanmu di tambah dengan 12 dari kami.” Ekspresi bosan di wajahnya membuat Taeyeon jengkel.

“sekali tidak, tetap tidak. aku tidak mungkin mengorbankan kehidupanku yang berharga hanya untuk sekumpulan orang yang tidak kukenal.” Taeyeon menolak tegas.

*dia lebih keras kepala dari yang kubayangkan* Baekhyun menatap Taeyeon dengan intens tanpa gadis itu sadari.

*begitu banyak gadis-gadis yang rela melakukan apapun untuk bersama kami, gadis manusia ini malah menolak mentah-mentah. Apa dia tidak ingin kami menolongnya?* Chanyeol mengerutkan keningnya selama memandangi Taeyeon.

“kau pikir kami tidak?” Taeyeon tersentak, Luhan kembali memberinya tatapan dingin. “kami tidak akan membuang-buang waktu dengan gadis manusia yang tidak kami kenal jika kami tidak di beri tugas dari dewan tertinggi.”

Taeyeon menganga. Pria itu, apakah dia harus terus terang seperti ini? menyebalkan!

*bisakah gadis ini langsung menyetujuinya saja? kenapa dia harus keras kepala menolak kami? Apakah semua gadis manusia sulit sepertinya?* Kris diam-diam memperhatikan Taeyeon. dia tahu, dia harus melakukan sesuatu.

“berhentilah keras kepala dan terima takdirmu.” Luhan mengakhiri kalimatnya.

“siapa kau seenaknya memerintahku?” kemarahan Taeyeon meledak.

“guardian mind planet Exo yang sebentar lagi jadi pelindungmu kalau kau tidak keras kepala.” Jawab Luhan datar.

Taeyeon membuka mulutnya untuk protes lagi tapi sebuah suara menghentikannya.

“seberapa keras pun kau menolak, kau tetap tidak bisa menghentikan kami.”

Pria yang berbicara dengannya adalah pria tinggi menjulang yang selalu memasang emotionless, begitulah ia menamakannya. Dia sulit mengartikan arti tatapan pria itu padanya. ternyata bukan hanya dia yang cukup terkejut dengan ucapan pria itu. yang lainnya juga sepertinya tak menyangka kalau dia akan mengucapkan kalimat itu.

*kuharap kau tidak membuatnya semakin kesal pada kita Kris.* Suho menatapnya dengan penuh rasa harap dalam hatinya.

“jika kau tidak mengizinkan kami tinggal disini, kami akan tetap memaksamu.”

Kedua mata Taeyeon membulat lebar. Suho tersenyum tipis begitu melihat ekspresinya, tapi dia tahu hanya itu satu-satunya jalan untuk membuat Taeyeon setuju dengannya. dia teringat perkataan Kris waktu itu, jika gadis itu tidak menerima mereka, mereka harus memaksanya. Dan Kris membuktikan ucapannya.

Kris masih tak menunjukkan ekspresi yang berarti, “mudah saja, kami hanya perlu tidur di luar rumahmu dan segera setelah itu, tetanggamu yang melihat kami akan berdatangan dan bertanya padamu penyebabnya. Hanya dengan melakukan sedikit acting sedih, semua orang pasti akan percaya. bukankah kau ingin menjaga imagemu?”

Taeyeon melongo shock. Kris tersenyum sinis padanya. Siapa yang menjamin kalau ternyata pria emotionless punya trik licik seperti itu? pria itu mengatakannya seolah baru saja memberitahu prakiraan cuaca. Sangat tenang dan santai hingga nyaris membuatnya berseru kesal.

Guardian’s saling berpandangan penuh arti lalu menyunggingkan smirk mereka. yah, mereka menyukai ide brilian itu. Taeyeon tercengang.

“kalian tidak bisa melakukan itu padaku!” protesnya cepat. apa yang akan dijawabnya jika tetangganya nanti menanyainya tentang mereka? apalagi jika mereka sampai benar-benar akan tidur di luar rumahnya?

“percayalah princess, kami bisa melakukannya.” Kai tersenyum manis mengedipkan matanya.

“a-aku akan melaporkan kalian pada polisi!” ancamnya. Taeyeon belum ingin menyerah.

Tao memicingkan matanya, “siapa itu polisi? orang yang berkuasa di bumi?”

“orang yang memegang peraturan di bumi.” Taeyeon mengoreksinya.

“oh, aku tidak menyangka bumi punya orang seperti itu.” Tao mengangkat bahunya dengan cuek.

Taeyeon mendelik padanya. *kau pikir bumi itu seperti apa? hanya onggokan bangunan? Stupid alien!* gerutunya. *bahkan bangunan saja punya penguasa.* dengusnya kesal.

“bumi punya orang seperti itu?”

Taeyeon memutar bola matanya-merasa bosan dan terganggu. Xiumin menatapnya tak percaya dengan kedua mata bulatnya, tapi di balik itu, Taeyeon bisa melihat kalau alien chubby itu penasaran. Dalam hati Taeyeon tertawa miris, jika mereka tidak tahu apapun tentang bumi, bagaimana mereka bisa tinggal di sini dan ngotot menumpang di rumahnya? jika nanti para alien itu tersesat, tidak lama setelahnya akan tersiar kabar dari kantor polisi tentang 12 anak yang hilang. Sungguh menggelikan. Membayangkannya saja hampir membuatnya tertawa jika tidak mengingat dia sedang berhadapan dengan 12 anak itu.

Chanyeol menaikkan sebelah alisnya begitu melihat Taeyeon. *ada sesuatu yang lucu?* pikirnya. Taeyeon terlihat menahan tawanya.

“tentu saja.”

“seseorang yang lebih kuat dari dewan tertinggi?!” sama dengan Xiumin, Sehun pun berpikir demikian.

Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya melihat reaksi berlebihan teman-temannya. *tidak heran saat master menjelaskan, mereka tidak mendengarkan dan sibuk berdebat satu sama lain.*

“waw” tanggapan Do biasa-biasa saja.

Taeyeon menghela nafas dalam-dalam. Haruskah dia menjadi guide mereka untuk menjelaskan bumi dan segala isinya? Apa mereka tidak pernah mendengar nama bumi sebelumnya?

Luhan memperhatikan ekspresi bosan Taeyeon dengan teliti. Dia berharap bisa mendengar apa yang di pikirkan gadis itu. sayangnya, kemampuannya belum sampai ke tahap itu. seluruh guardian kini fokus pada Taeyeon, menanti penjelasannya.

“polisi adalah penjaga keamanan di daerah ini.” Taeyeon menjelaskan.

“lebih kuat dari dewan tertinggi?” tanya Sehun masih bingung. Do dan Kai melihatnya dengan bosan.

“tidak seperti itu Sehun.” Suho mengoreksinya. “master sudah menjelaskan semuanya pada kita.”

“aku lupa.” Sehun nyengir sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“jadi apa kehebatan polisimu itu yang membuat kami harus takut padanya?” Kai menatapnya remeh.

Taeyeon menoleh padanya, “polisi bisa memenjarakan kalian.” ucapnya dengan senyum puas.

Diluar dugaan, guardian’s langsung terdiam. tubuh mereka menegang begitu mendengar kata penjara. Mereka bertanya-tanya dalam hati, mengapa para dewan tertinggi tidak pernah menceritakan hal ini pada mereka? Taeyeon bisa merasakan tatapan awas mereka dan itu membuatnya heran tapi juga senang. Para alien itu takut pada polisi, bukankah itu sesuatu yang menguntungkan baginya? Tapi semuanya tidak berlangsung sesuai keinginannya karena ternyata sebagian guardian itu sudah tahu seperti apa polisi di planet bumi.

“berhentilah bersikap berlebihan.” Luhan berucap dingin. dia beralih menatap Taeyeon dengan tatapan dinginnya. “apa kau pikir kami tidak tahu seperti apa polisi itu? jika kau ingin menakuti kami dengan polisi bumi kesayanganmu itu, lupakan saja. kekuatan kami lebih kuat dari mereka.”

Taeyeon dengan ekspresi cuek, mengangkat kedua bahunya. “aku tidak pernah bilang begitu. Aku hanya mengatakan sesuai fakta.”

Smirk samar di bibir Luhan kian jelas, “kami menjadi guardian bukan tanpa alasan princess.”

Untuk suatu alasan yang tidak di ketahuinya, kalimat Luhan membuat Taeyeon bergidik ngeri. Tekanan suaranya ketika menyebutnya princess, sangat dingin dan menusuk.

“kau sepertinya terlalu meremehkan kami.”

“aku tidak pernah bilang seperti itu!” Taeyeon membela diri.

“kau lihat guardian itu?” Luhan mengangguk ke arah Do. Taeyeon menoleh lalu mengernyitkan keningnya. *memangnya ada apa dengannya?* “dia guardian earth. Kekuatannya bisa membuat rumahmu yang kecil ini hancur seketika.”

Kedua mata Taeyeon membulat. Pandangannya berubah horor, Do yang tersenyum menyeringai padanya, sama sekali tak membuat suasana hatinya menjadi lebih baik.

“guardian yang berada di hadapanmu adalah guardian wind. Bukankah kau sudah pernah melihat kekuatannya? angin tornado yang dibuatnya bisa membuat rumahmu yang sangat kau sayangi ini hilang dalam waktu sekejap mata.” Luhan terus berbicara.

Sehun hanya tersipu malu ketika Taeyeon menoleh padanya.

*Luhan kau akan membuatnya ketakutan!* Baekhyun ingin melarangnya, tapi Luhan seolah tak peduli. seluruh guardian tampak cemas begitu melihat ekspresi Taeyeon yang tak terbaca.

Seringaian halus Luhan membuat guardian’s semakin khawatir. Jika Luhan terus seperti ini, Taeyeon mungkin akan pingsan di tempat. Mereka sudah hafal betul sifat Luhan yang selalu berbicara dingin dan tanpa perasaan. Dan mengatakan kekuatan mereka di saat gadis itu belum begitu mengenal mereka, kemungkinan yang buruk bisa saja terjadi.

“kau juga sudah pernah melihat kekuatan guardian itu juga, bukan?” pertanyaannya merujuk pada Xiumin. “aku tidak perlu memberitahumu seluruh kekuatan kami. Yang perlu kau tahu, polisi bumi tidak berarti apa-apa di hadapan kami. Seperti yang kau ketahui, kami mendarat di bumi karena sebuah tugas dan jika kau tidak bersikap baik atau menerima kami, guardian itu mungkin akan MEMANGGANGMU hidup-hidup.” Ujarnya mengakhiri kalimatnya.

Chanyeol melongo kaget.  “berhentilah membuatku tampak jahat di depannya.” geramnya. Tentu saja Luhan tidak mempedulikannya.

Taeyeon speechless, wajahnya memucat. Ekspresinya itu membuat Chanyeol merasa tidak enak.

*Luhan apa yang kau lakukan? Kau sudah membuatnya semakin ketakutan.* Lay menggeleng-gelengkan kepalanya.

“kau menghancurkan semuanya sebelum kita memulainya Luhan. kerja yang bagus.” Kai berujar sinis padanya.

“bagaimana princess? Apa kau mau menerima kami atau tidak?” Luhan mengabaikan Kai.

Taeyeon mengepal kedua tangannya kuat-kuat dengan geram. Matanya berkilat penuh amarah, “fine! Lakukan apapun yang kalian inginkan!”

Guardian’s terkejut sementara Luhan tersenyum penuh kemenangan. Suho maju selangkah di depan Taeyeon dan mengulurkan tangannya sembari tersenyum seperti biasanya.

“terima kasih princess. Mulai hari ini, kami akan melakukan tugas kami dengan baik. kami pasti tidak akan mengecewakanmu.”

Taeyeon menatap tangan Suho dengan tatapan kosong. Sedetik kemudian dia tersenyum sinis dan menepis tangan itu dengan kasar. Suho dan lainnya terkejut dengan sikapnya.

“aku tidak punya pilihan lain.” ujarnya dingin. “kalian sudah mendapat apa yang kalian inginkan, sekarang keluar dari kamarku.”

Guardian’s tersentak kaget namun tak mengatakan apapun selain merasa bersalah padanya. Baekhyun memandangnya iba tapi Taeyeon segera memalingkan mukanya. Kris juga merasa tidak enak pada Taeyeon, dia lalu mengalihkan perhatiannya ke sampingnya. ekspresi Luhan sulit terbaca tapi dia bisa melihat dengan jelas bagaimana kedua tangan Luhan mengepal kuat di bawah sana. Guardian itu pasti sangat merasa bersalah sekarang.

Sebenarnya, Taeyeon merasa sedikit menyesal pada Suho. Pria itu hanya mencoba bersikap baik padanya, tapi dia malah bersikap kasar padanya.

Satu persatu guardian pun meninggalkan kamar Taeyeon. Chanyeol paling terakhir keluar dari kamar itu. dia berbalik, Taeyeon mengejapkan matanya. Chanyeol menatapnya cukup lama.

“aku…” *jangan takut padaku princess.* dia ingin mengucapkan kalimat itu tapi tidak jadi. Kedua matanya kemudian melirik pintu kamar yang setengahnya telah rusak. Kening Taeyeon berkerut, dia ingin tahu apa yang akan di katakan pria itu padanya. hanya sebentar, Chanyeol pun berlalu tanpa mengucapkan sepatah katapun padanya.

Setelah yakin pria itu benar-benar telah pergi, Taeyeon melepaskan helaan nafas panjangnya. Dia melirik pintu kamarnya. pintu itu rusak akibat dobrakan para alien yang menerobos masuk tadi. Taeyeon menghela nafas dalam-dalam lalu mengambil bathrobenya menuju kamar mandi.

– – –

Ruangan Tv kini tampak hening. para guardian itu duduk menyebar tanpa satupun dari mereka yang berbicara. semuanya menunduk, merasa bersalah pada Taeyeon. cara bicara dan tatapan Taeyeon yang dingin membuat mereka terluka. Luhan satu-satunya yang paling merasa bersalah. dia menyesal telah bersikap terlalu kasar pada Taeyeon. semua adalah salahnya, begitulah yang terus di pikirkannya. Selama ini, dia tak pernah merasa seperti ini pada siapapun setelah apa yang ia lakukan atau ucapkan. Semuanya menjadi hal biasa baginya dan guardian lain tahu hal itu.

“aku lapar.” Xiumin merengek.

“aku juga.” Sehun bergumam.

Do beringsut dari kursi sofa yang di dudukinya. “great. Sekarang kita kelaparan dan tidak ada satupun yang akan memberi kita makanan karena seseorang sudah membuat princess marah.” keluhnya.

Luhan melayangkan tatapan menusuk padanya.

“jangan menatapku. Kau tahu apa yang kukatakan tidak salah.”

Luhan memandangnya dengan geram. Do balas menatapnya.

“cukup.” Suho menegur mereka. “bukan saatnya saling menyalahkan.”

Luhan dan Do saling memalingkan muka.

“apa kalian masih punya sedikit makanan?” Xiumin menatap wajah guardian’s satu persatu dengan penuh harap.

“kau bahkan lupa sudah menghabiskan semuanya di pesawat tadi.” Chen menggerutu.

“benarkah?” Xiumin mengerjapkan matanya. Chen memutar bola matanya.

“kau juga mengambil bagianku.” Sehun mendengus kesal.

“bagianku juga. Bagian Suho dan Baekhyun juga.” Sambung Tao.

“hei aku tidak serakus itu!” Xiumin membela diri.

Tao menatapnya tak percaya, “apa aku sudah mengatakan kalau kau juga mengambil bagian Chen dan Lay?” sindirnya.

Sehun dan Chen manggut-manggut setuju. “dan sekarang dia merengek kelaparan. Kau serius semua makanan itu masuk ke perutmu?” tanya Sehun ragu-ragu.

“tentu saja!” Xiumin berkoar.

Suho menggeleng-gelengkan kepalanya, “aku tidak tahu sampai kapan mereka akan berhenti.” dia mendesah pelan.

Lay hanya memberinya senyum simpatik. Kris diam-diam menoleh ke atas tangga. *apa dia baik-baik saja?* pikirnya. Chanyeol ikut memalingkan pandangannya ke arah kamar Taeyeon dan mengingatkan dirinya dalam hati bahwa nanti dia harus segera memperbaiki pintu kamarnya.

Baekhyun menoleh pada Luhan yang duduk di salah satu sudut, sedikit jauh dari mereka. dari raut mukanya, Baekhyun tahu Luhan pasti sangat menyesal. Perlahan dia beranjak dari tempatnya lalu berjalan menghampiri Luhan. Kai yang berdiri bersandar pada dinding dengan kedua tangan melipat, memperhatikan keduanya dari sudut matanya. Luhan merasakan seseorang duduk disampingnya, mengangkat kepalanya.

“hei.” sapa Baekhyun. ekspresi Luhan tetap sama. Datar. “apa kau baik-baik saja?” tanyanya.

“bagaimana mungkin dia baik-baik saja setelah apa yang ia lakukan.”

Ruangan mendadak hening kembali. Baekhyun dan Luhan menoleh ke arah Kai yang kini memberi Luhan tatapan tidak sukanya.

“Kai.” Baekhyun menggeleng, memberinya isyarat pada Kai agar tetap diam. tapi Kai adalah pria yang keras kepala, tentu saja dia tidak menurutinya.

“kenapa?” Kai menatap Baekhyun sinis, “ini semua salahnya. Jika saja dia tidak menakutinya, mungkin princess tidak akan bersikap dingin pada kita.” Ujarnya lagi sambil menahan geram.

“Kai ini bukan salah Luhan. kau tidak berhak menyalahkannya.” Baekhyun mencoba tetap tenang. “kau tahu sendiri, ini bukan sepenuhnya salahnya Kai.”

Ruangan seketika berubah tegang ketika Luhan sontak berdiri dan berhadapan dengan Kai. seluruh guardian mulai waspada. mereka tahu apa yang akan terjadi jika Luhan dan Kai sampai tidak bisa meredam emosi mereka. Suho khawatir, dia tidak ingin tetangga tahu identitas mereka jika Luhan dan Kai tidak bisa mengendalikan diri mereka.

“kau sendiri, apa kau tidak merasa malu telah masuk ke kamarnya tanpa izinnya?” balas Luhan. Kai terperangah. Dia tak menyangka Luhan akan mengungkit hal itu.

“itu karena aku ingin memastikan rumah ini milik princess atau bukan.” Kai membela diri.

Luhan tersenyum sinis, “memastikan huh? Benar-benar cocok denganmu. Melanggar privasi orang lain dan kini kau menyalahkanku atas semua yang terjadi?”

“apa maksud dari ucapanmu itu huh?” Kai menggertakkan giginya.

“kau tidak suka? kau ingin melawanku sekarang?” tantang Luhan. “kau tentu tidak lupa kalau aku adalah guardian mind.”

Smirk Kai tersungging di bibirnya, “kau tentu juga tidak lupa, kekuatanmu tidak berarti apa-apa padaku. sungguh ironis.”

“ini pasti sangat menyenangkan.” Luhan tersenyum dingin.

Sebelum semua mencoba menahannya, Luhan sudah menyerang Kai. tidak seperti yang lainnya, Luhan dan Kai akan saling menyerang tanpa menggunakan kekuatan supranatural mereka karena kekuatan keduanya tidak berfungsi pada tubuh satu sama lain. tapi meski tanpa kekuatan, Luhan maupun Kai memiliki kekuatan yang lebih cepat dari yang lain, termasuk Baekhyun. Luhan melayangkan tinjunya ke depan wajah Kai tapi Kai cepat menghindarinya dan membalasnya dengan tendangan. Sama sepertinya, Luhan cukup gesit menghindarinya. tidak sampai disitu, Kai secepat kilat menerjangnya, mendaratkan pukulan di perut Luhan tapi Luhan kembali bisa menghindarinya dengan memutar tubuhnya ke belakang Kai. Luhan membalas, dia menendang dan memukul bersamaan. Ketika Kai lengah, salah satu tendangan bertubi-tubi Luhan berhasil mengenai perutnya. Kai tidak mau kalah, begitu melihat kesempatan dia segera melayangkan tinjunya pada pipi kanan Luhan dan berhasil. Keduanya semakin sulit mengendalikan diri dan saling menyerang tanpa memikirkan dimana mereka sekarang.

“Kai, Luhan cukup!” teriak Suho mencoba menghentikan mereka.

Tidak ada yang mendengarnya. ruangan itu kini telah berantakan. Beberapa dinding retak karena tidak kuat menahan benturan tubuh Kai dan Luhan.

Suho melirik Xiumin dan Xiumin seketika tahu apa yang harus ia lakukan. Dia berkosentrasi pada kedua telapak tangannya dan sedetik kemudian sinar biru muncul dari dalam. dia segera mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah Kai dan Luhan, tapi sebelum semuanya terjadi sesuai keinginannya, tubuhnya tiba-tiba menjadi kaku.

Lay dan Baekhyun sontak melihat ke arah Luhan. benar saja, Luhan tersenyum dingin sembari menggerakkan tangannya untuk menghentikan Xiumin.

“jangan mencoba menghentikanku.” Desis Luhan.

“argh!” Xiumin mengerang. Luhan berlebihan menggunakan kekuatannya.

“Luhan hentikan! Kau menyakitinya!” Lay berseru keras.

Xiumin semakin mengerang. kedua matanya berubah menjadi warna putih, dia berusaha melawan kekuatan Luhan hingga membuat dinding ruangan perlahan-lahan memutih dan akhirnya mengeras. Suhu ruangan itu pun menjadi sangat dingin.

Kai menyerang Luhan, mencoba menolong Xiumin dengan memecah kosentrasinya tapi Luhan selalu bisa kembali fokus.

“aku benci melakukan ini.” Tao bergumam. Dia mengerahkan seluruh kekuataannya hingga warna matanya berubah menjadi hitam pekat. Cara menghentikan Luhan adalah dengan membuat waktu berhenti, namun Luhan sudah lebih dulu membacanya. Tubuh Tao kaku seperti halnya Xiumin. Luhan menghentikan syaraf dalam tubuh mereka.

Guardian’s terkejut. mereka mengakui, hingga sampai level ini, Luhanlah yang paling mahir menggunakan kekuatannya. kedua darinya adalah Chanyeol dan Baekhyun.

Baekhyun tidak tahan lagi, secepat kilat dia mengarahkan telapak tangannya yang bersinar terang ke arah Luhan membuat Luhan menghalangi matanya karena terlalu silau. Tidak perlu kekuatan penuh, kosentrasi Luhan buyar. Tao dan Xiumin akhirnya terlepas darinya. keduanya terduduk lemas di lantai. Lay menghampiri mereka untuk memulihkan kondisi mereka.

“Chanyeol jangan!”

Baekhyun sontak menoleh ke belakang ketika mendengar Sehun. pandangan mereka berubah horor, Chanyeol sudah siap dengan gumpalan api di tangannya.

*oh tidak..* mereka menggeleng. Jika Chanyeol melemparkan api itu dan Luhan menghindarinya, rumah ini di pastikan akan terbakar.

Dalam sekejap mata, bola api di tangan Chanyeol melesat ke arah Luhan. sesuai dugaan, Luhan bisa menghindarinya dan bola api itu mendarat dan menjalar di dinding rumah. Luhan terkejut, Suho segera bertindak. Sebelum api semakin membakar semuanya dia segera menggunakan kekuatannya. sebagai guardian water, Suho bisa mengeluarkan air dalam jumlah yang banyak, cukup untuk memadamkan api yang besar.

Kris menutup matanya dan ketika ia membuka matanya, kedua matanya kini berwarna merah terang.

“freeze.”

Luhan, Kai dan Chanyeol jatuh berlutut di lantai tanpa bisa berbuat apa-apa. ruangan yang tadinya dingin, berangsur-angsur kembali ke suhu yang normal. Dinding yang membeku perlahan-lahan mencair menyisakan genangan air di lantai ruangan itu.

Sebagai ketua guardian, Kris memiliki kekuatan mengontrol guardian lain. itulah sebabnya mengapa ia dengan mudah melumpuhkan ketiganya hanya dengan mengucapkan kalimat singkat itu. tapi meski demikian, Kris hanya mampu mengeluarkan kekuatannya jika hal itu mendesak dan benar-benar sangat di perlukan saat itu. Sama halnya dengan Chanyeol, Kris bisa menetralkan kekuatannya, merubah suhu dingin menjadi normal kembali dengan hawa panas yang dikeluarkannya. Berbeda dengan Chanyeol yang masih belum terlalu mahir menggunakannya, dia bisa tidak sengaja membakar sekitarnya sementara Kris bisa dibilang telah menguasai kekuatan itu.

“APA YANG TERJADI DISINI?!”

 

To be continued…

Maaf sudah membuat kalian menunggu lama kelanjutan fanfic ini. para cast yang banyak serta percakapan di antara mereka salah satu kendala dari pembuatan next chapternya. Aku butuh banyak ide agar fanficku tidak terdengar membosankan. Setelah mengalami beberapa perombakan dan proses pengeditan, jadilah chapter 8-nya. Aku harap chap ini sedikit memuaskan kalian. momen ExoTaeng akan berlangsung mulai dari chapter ini hingga seterusnya. ^^

Silahkan yang mau memberi kritik atau sarannya. Jika ada di antara kalian yang ingin memberikan ide, silahkan. Untuk yang menunggu fanfic2q yang lain, sabar ya. Aku berusaha menyelesaikan semuanya.

Nb: yang mau bantu buatin poster fanfic ini juga poster untuk fanfic2q yang lain silahkan kirim ke Rynfamutmainnah@yahoo.com jangan lupa cantumin kredit di posternya. Yang ingin bercakap-cakap denganku, sekalian aja disitu.

Mengenai hiatusku, sebenarnya itu dah aku kirim beberapa minggu yang lalu tapi baru di post. jadi, mungkin aku masih tetap melanjutkan fanfic2ku yang lain tanpa hiatus dulu.

96 thoughts on “[Freelance] The Legend’s and The Goddess (Chapter 8)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s