[Freelance] I Will Get You, Im Yoona! (Chapter 1)

i-will-got-you-im-yoona_kim-sooki_melurmutia.cafeposter

Title : I Will Get You, Im Yoona! (Chapter 1)

Author : Kim Sooki

Leght : Chapter

Rating : PG –  15

Genre : School-Life, Romance, Angst

Main Cast :

Oh Sehun | Im Yoona

Other Cast :

Park Chanyeol | Choi Sooyoung

A/N : Hai, aku baru pertama ngepost ff disini😀 jadi aku butuh banyak saran dan kritik dari para readers disini. Aku masih butuh bimbingna😄 kamsanida~

 

Matahari pagi sudah bersinar dengan cerahnya, sesekali sang surya hanya tersenyum menatap gadis yang bermarga Im itu, yang sedang terpaku pada buku yang sedari tadi ia bolak-balik hanya untuk usaha mengerti.

“Hoaammm” .

Entah sudah berapa kali seorang Im Yoona menguap pelan menatap tidak minat pada buku pelajaran Matematika yang sedari tadi ia pelajari selam 1 jam ini.

“Yoona-ah, apa kau tidak bosan belajar, huh?” Sooyoung menghampirinya dengan wajah polos. “Bodoh, jika aku tidak belajar aku tidak akan mendapat nilai yang memuaskan,” Yoona tetap fokus pada buku matematikanya.

“Arraso Yoona sayang, aku tau itu. Seorang Im Yoona harus menjadi juara kelas.  Yoona-a,” panggil Sooyoung. “Hm?”

“Hari ini kita kedatangan murid dari Amerika. Katanya dia tampan.” Sooyoung tersenyum cerah.

“Lalu?”

“Dia pintar, dan..”

“Dan aku tidak peduli Sooyoungie, aku tidak peduli mau dia pintar atau tidak. Atau dia mau tampan atau tidak, aku tidak peduli” potong Yoona cepat. Ia memang benar-benar tidak peduli dengan apa yang Sooyoung bahas. Tak ada sosok pria yang ada di hatinya kecuali seseorang, Ayahnya.

“Apa kau tidak pernah tertarik dengan siapapun Yoona-ah?” Sooyoung menatapnya dengan wajah polosnya. “Tidak, dan aku tidak berharap” balas Yoona.

Sooyoung hanya menghela nafas. Bagaimana bisa sahabatnya yang satu ini tidak pernah melirik pria sekalipun selama ini? Padahal di Shinyoung High Schooln banyak pria tampan yang siap menjadi namjachingu seorang Im Yoona. Tetapi gadis itu selalu menolak mereka, sebenarnya gadis itu tidak melirik mereka sama sekali, tidak sekali pun.

-&-

Yoona dan Sooyoung berjalan cepat menuju kantin sekolah mereka sebelum mereka tidak mendapatkan tempat duduk untuk mereka duduki saat jam istirahat sedang padat merayap.

“Sooyoungie, kau tau tidak? Tadi aku melihat Naeun saem mencari perhatian pada Taemin saem. Tetapi Taemin tidak menanggapinya, haha” celoteh Yoona.

“Kasihan sekali, seharusnya Naeun saem tahu bahwa Taemin saem hanya mau denganku. Haha” timpal Sooyoung.

“Kau gila, guru itu tidak akan menyukaimu Sooyoungie,”

“Apa salahnya berharap?” Sooyoung menatap Yoona sebentar.  Mereka berdua terdiam lalu tertawa terpingkal-pingkal. Sampai sebuah bola basket mengenai makan siang Yoona.

Pyaar..

Piring makan siang Yoona terjatuh terkena bola basket itu. Yoona seketika terdiam.

“Mianhaeyo agashii,” ucap seseorang. Yoona bangkit dan menatap tajam laki-laki yang berpakaian acak-acakan dengan baju yang sudah kecokelatan karena terkena tanah itu.

“Mianhaeyo?? Aku membeli ini dengan uang. Kau harus mengganti rugi makan siangku dan piring yang kau pecahkan ini !” omel  Yoona. Laki-laki itu terdiam, lalu ia segera merogoh sakunya dan mengeluarkan isi dompetnya. Ia memberi  Yoona uang 100.000 won.

“Ini cukup bukan untukmu, Nona? Apa kurang?” Laki-laki itu menyodorkan uangnya pada Yoona. Yoona mengambil uang itu dan melemparnya di depan laki-laki itu, “Aku tidak butuh uangmu, ”.

Yoona berjalan pergi bersama Sooyoung yang mengekor dibelakangnya, laki-laki itu terdiam. Ia tidak pernah diperlakukan seperti itu dengan wanita apa lagi segalak itu. Laki-laki itu segera pergi dari kantin dan meninggalkan uang  100.000 won di meja.

Sebelum kembali laki-laki itu sempat melihat nama dada gadis yang sempat mengomel padanya, “Im Yoona, cukup galak, cuek, dingin. Menarik” ucap laki-laki itu dengan senyum misteriusnya.

-&-

Oh Sehun, menguap malas. Ya, ia memang malas hari ini. Dia baru saja sampai di Korea jam 6 pagi tadi tapi Eommanya sudah memaksanya untuk langsung berangkat sekolah.  Entah kenapa Sehun hanya menyetejuinya tanpa protes, biasanya ia protes atau debat dulu dengan eommanya baru ia akan berangkat sekolah. Sebenarnya dia sangat capek tetapi dia juga sangat penasaran dengan sekolah barunya itu.

Saat disekolah, ia mendapat sambutan hangat dari sekolahnya . Sehun mendapatkan kelas 3-1 yang berada di lantai 3 sekolahnya. Ia diantar ke kelasnya oleh Taemin saem yang ramah. Bahkan saat di jalan ia juga sempat mendengar seorang siswi memujinya, “Aigo tampannya, jika ia masih sendiri akan aku dekati dia. Harus !” . Sehun hanya membalasnya dengan tersenyum.

Saat memasuki kelas barunya, kelas itu sunyi. Semua mata tertuju kepada Sehun yang berdiri di ambang pintu kelas.  Lalu Sehun memperkenalkan dirinya dan saat itu juga banyak siswi yang menanyakan tentang dirinya. Ia tidak menyangka bahwa fansnya sebanyak ini (?).

Taemin saem menyuruhnya duduk dengan seorang namja yang berpawakan tinggi, pipi yang sedikit tembam, bibir yang mungil dan gigi putih yang siap ia pamerkan kapan pun itu. Namja itu bernama Park Chanyeol. Ia dan Chanyeol mulai perbincangan yang sangat menarik sampai-sampai tidak terasa bel istirahat berbunyi.

KRING..KRINGG

“Sehun-ah, apa kau mau ikut bermain basket dilapangan?” tawar Chanyeol. Sehun berpikir sebentar, “Tentu saja,”

Saat Sehun bermain dilapangan tidak ada yang menyangka Sehun sangat pintar bermain basket, Chanyeol juga sempat terkesiap permainan Sehun, para siswi yang menoton atau sekedar lewat menatapnya kagum dan memujinya.

Saat mendribble bola ia tiba-tiba bola itu terlempar keluar lapangan. Sehun mengejarnya sampai akhirnya bola itu mengenai makan siang seorang yeoja.

“PYARR..”

Sehun mendekatinya, “Mianhaeyo agashii,” ucap Sehun. Gadis itu bangkit dan menatap tajam Sehun yang berpakaian acak-acakan dengan baju yang sudah kecokelatan karena terkena tanah itu.

“Mianhaeyo?? Aku membeli ini dengan uang. Kau harus mengganti rugi makan siangku dan piring yang kau pecahkan ini !” omel  Gadis itu. Sehun hanya terdiam, lalu ia segera merogoh sakunya dan mengeluarkan isi dompetnya. Ia memberi  Gadis itu uang sebesar 100.000 won.

“Ini cukup bukan untukmu, Nona? Apa kurang?” Sehun menyodorkan uangnya pada gadis itu. Gadis itu tidak mengambil uang itu dan malah melempar uang itu tepat di depan Sehun, “Aku tidak butuh uangmu, ” . Gadis itu berlalu pergi dengan sahabatnya yang mengekor dibelakangnya.

Sehun segera pergi dari kantin dan meninggalkan uang  100.000 won di meja.

Sebelum kembali Sehun sempat melihat nama dada gadis yang sempat mengomel padanya, “Im Yoona, cukup galak, cuek, dingin. Menarik” ucap Sehun dengan senyum misteriusnya.

Sehun berbalik dan berlari menuju lapangan lalu menghampiri Chanyeol yang duduk dan menegak minumannya.

“Chanyeol-ah, apa kau tau gadis yang bernama Im Yoona?” tanya Sehun. Chanyeol berhenti dan menatap Sehun, “Im Yoona? Gadis 3-5 itu maksudmu?”

Sehun menatap Chanyeol dengan bingung, “Mollayo, makanya aku bertanya padamu Chanyeol-ah” . Chanyeol menatap Sehun dengan tatapan menyelidiki.

“Aku mengenalnya, dia adalah gadis yang di idolakan namjadeul disini tapi dia selalu dingin. Entahlah, dia itu pintar tetapi mungkin sombong atau cuek. Aku tidak tahu, waeyo Sehun-ah?”

Sehun menggeleng pelan. “Gwechana,”

“Baiklah, kajja kita masuk kelas. Kulihat tadi Naeun saem berjalan menuju kelas kita.” Tukas Chanyeol. “Ohya, kau tau hubungan antar Naeun saem dan Taemin saem?” . Sehun hanya menggeleng cepat. “Bagaimana kita berjalan dengan membahasnya?” Chanyeol tersenyum ramah. “Tentu saja, aku suka bergosip” canda Sehun.

-&-

Yoona menghela napas panjang, nilai ulangan matematikanya hanya 90 padahal ia berharap mendapatkan lebih dari itu. Tetapi mau bagaimana? Nasi telah menjadi bubur, seandainya ia lebih teliti mungkin ia tidak akan salah menghitung.

“Sedih karena tidak mendapat 100 bulat, Im Yoona-sii?” Sooyoung mendekatinya. Yoona hanya mengangguk lesu. “Aku sudah berjanji pada eomma kalau aku harus dapat 100. Tapi bagaimana lagi,” keluh Yoona.

“Sudahlah Yoona-a, masih ada kesempatan. Jangan pesimis tetap optimis,” hibur Sooyoung. “Gomawo Sooyoungie~”

“Yoona-a, lihat namja itu ! Tampan sekali bukan?” tunjuk Sooyoung ketika seorang namja melewati kelas mereka dengan temannya.

Yoona berbalik dan menatap arah pandangan sahabatnya itu. “Wajah membosankan,” komentar Yoona pendek. Soooung tidak peduli komentar Yoona, ia tetap menatap namja itu dengan kagum, ‘Apa mata Yoona itu buram? Namja tampan seperti itu dibilang membosankan?’ pikirnya.

“Lihat, dia adalah murid baru ! Tampan sekali !” teriak teman Yoona. “Siapa namanya? Tehun? Siapa sih? Gehun?” celetuk salah satu murid yang lain. Yoona yang mendengar itu segera mengambil earphonenya dan memutar playlist favoritnya dengan volume keras.

“Berisik,” .

-&-

KRINGG..KRINGG

Bel pulang sudah berbunyi, berarti ini saatnya bagi Yoona beristirahat sejenak dari pelajaran atau tugas rumah yang menumpuk segunung himalaya. Baginya.

“Sooyoungie, kajja kita pulang.” Yoona menarik Sooyoung keluar kelas. Sooyoung mengangguk setuju. “Yoona-a, aku punya teman , dia tampan, pintar dan anak seorang direktur. Mungkin kau ingin mengenalnya?” tawar  Sooyoung. Yoona terdiam sejenak.

“Sooyoungie, apa wajahku seperti gadis mata duitan huh? Lagi pula kau tahu, aku tidak akan pernah mau” Yoona masih menatap lurus kedepan tanpa melihat Sooyoung sama sekali.

Sooyoung menghela napas panjang, “Ayolah aku ingin kau punya..”

“Aku tidak akan mau Sooyoungie. Ini bukan waktu yang tepat. Gomawo kau peduli padaku~” Yoona mencubit pelan pinggang Sooyoung. “Aww..” Sooyoung mengaduh pelan.

Mereka tertawa bersama, sampai akhirnya mereka sampai di halte bus dekat sekolah mereka. “Sooyoungie, hati-hati ya. Jika ada yang menganggumu telfon Chanyeol~” goda Yoona. Wajah Sooyoung bersemu merah, “Kau bisa saja Yoona-a.” .

Sooyoung segera menaiki bus yang akan mengantarnya pulang. Yoona melambaikan tangan pada Sooyoung dan sebaliknya juga.

Beda dengan Sooyoung, Yoona biasanya pulang sekitar jam 4 sore. Ini baru pukul 3 sore. Masih ada waktu 1 jam, jadi ia memilih untuk ke kedai kopi langganannya. Sebelumnya ia mengambil earphonenya, dan memutar playlist favoritnya dengan volume keras.

-&-

“Yo ! Sehun-ah, mau pulang bersama?” tawar Chanyeol. “Aniyo, aku membawa mobil Chanyeol-ah. Gomawo tawaranmu” ujar Sehun dengan tersenyum. Chanyeol mengangguk pelan, “Jadi apa besok kita bisa berangkat bersama? Supaya aku lebih mengenalmu,” tawar Chanyeol dengan tersenyum lebar yang memamerkan gigi putihnya.

“Tentu saja, berikan aku nomor ponselmu, dan aku akan menghubungimu,” . Chanyeol segera mendekati Sehun dan memberikan nomer ponselnya.

“Sehun-ah, kau tinggal dengan siapa di Seoul?” Chanyeol membuka percakapan. “Dengan Eomma, tetapi sebentar lagi Eomma akan ke Amerika lagi menyusul Appa.”

“Lalu apa alasanmu pindah?” tanya Chanyeol penasaran. “Hanya berganti suasana saja. Waeyo?” Sehun bertanya balik . “Aniyo,” .

Chanyeol dan Sehun berjalan menuju parkiran sepeda montor dan mobil. Tetapi langkah Sehun terhenti ketika melihat seorang gadis yang berdiri dekat halte bus dengan temannya. ‘Im Yoona kah?’ tanya Sehun pada dirinya. Rambut panjang gadis itu bertebangan tertiup angin yang melintas. Kadang-kadang ia memegangnya erat. Sehun tersenyum memandangnya.

“Waeyo? Kau memperhatikan siapa huh? Maklum disini banyak gadis cantik, jadi tidak mungkin jika kau tidak tergoda Sehun-ah,” goda Chanyeol dengan menepuk pelan pundak Sehun. “Aku tidak memerhatikan siapa-siapa. Kau bodoh,” elak Sehun. Chanyeol yang melihat perubahan Sehun hanya tersenyum dengan terkekeh kecil.

“Aku hanya bercanda, kajja kita pulang,” ajak Chanyeol dengan mulai menaiki sepeda montor nya. “Aniyo, kau duluan saja Chanyeol-ah. Aku ada urusan,” tolak Sehun. Chanyeol mengangguk cepat . Chanyeol menyalakan sepeda montornya dan berlalu pergi.

Sehun hanya terdiam, jujur saja ia sangat penasaran gadis yang bernama Im Yoona itu. Sehun segera memasuki mobil sport hitamnya dan bergerak mendekati gadis ‘itu’.

Sehun mengikuti gadis itu dari belakang dengan jarak 100 meter. Sehun memperhatikan dengan cermat, gadis itu akan kemana. Tetapi gadis itu berhenti di depan kedai kopi. Ya, kedai kopi. Mungkin ini trick bagus untuknya agar bisa mendekati Im Yoona.

“Ahjumma Vanillate 1” pesan Yoona. Ahjumma itu mengangguk dengan tersenyum.

Gadis itu duduk dipinggir dekat jendela yang memberi pemandangan jalan raya dengan pohon maple di kanan-kirinya.

“Ahjumma Cappucino hangat 1 ne,” pesan Sehun. Ahjumma itu hanya mengangguk, Sehun mencari tempat dimana ia bisa mengamati Yoona tanpa di ketahui gadis itu sama sekali. Ia duduk 10 meter di belakang gadis itu. Ia mengamati gadis itu dari belakang.

Tiba-tiba ahjumma itu mengantar Cappucino hangatnya. Sehun tersenyum hangat, “Khamsanida Ahjumma” . Ahjumma itu hanya tersenyum ramah pada Sehun.

“Ahjumma, bisakah saya minta tolong? Bujuk dia agar mau memberikan nomer poselnya pada saya,” titah Sehun dengan menunjuk Yoona. Ahjumma hanya mengangguk tanda mengerti apa yang Sehun instruksikan.

Lalu Ahjumma itu mengantar Vanillate Yoona dengan senyum lebar. “Ige, Vanillate yang anda minta,”.

“Ne khamsanida Ahjumma,” Yoona tersenyum ramah pada Ahjumma. Tetapi Ahjumma itu terdiam dan melirik Sehun sebentar, Sehun memberi 2 jempolnya untuk Ahjumma itu.

“Maaf Nona, tuan yang disana ingin mempunyai nomer ponsel anda . Apa boleh?” tawar Ahjumma itu. Yoona terdiam. “Tuan? Siapa yang dimaksud Ahjumma?” . Ahjumma itu segera menunjuk Sehun yang berada dibelakangnya, Yoona mengikuti arah yang ditunjukkan ahjumma itu.

Gadis itu berbalik dan.. ‘Gosh, laki-laki itu?’ . Sehun tersenyum dan melambaikan tangan pada Yoona. Gadis itu membalas dengan menatapnya tajam.

“Khamsanida ahjumma, aku tidak berminat memberinya nomer ponselku.” Yoona beranjak dari kursinya dan berjalan keluar kedai kopi itu.

Sehun yang dibelakangnya segera mengikutinya, tak lupa ia mengucapkan terima kasih atas bantuan ahjumma itu walaupun hasilnya nihil. Sehun segera menaiki mobil sportnya dan mensejajarkan mobilnya dengan langkah Yoona.

“Kau Im Yoona, bukan?” tanya Sehun. Yoona tetap berjalan lurus dan mengacuhkan namja itu. “Ya, kau Im Yoona 3-5 bukan?”

“…..”

“Hei, jawab aku.”

“…..”

“Kau dengar tidak Im Yoona-ssi?”

“….”

“Apa kau tuli?”

Yoona berhenti dan berjalan mendekati Sehun yang berada di dalam mobil. Sehun yang melihat respon Yoona hanya tersenyum cerah.

“Mianhaeyo ahjussi, saya tidak mengenal anda. Eomma bilang saya tidak boleh berbicara dengan orang asing,” . Sehun terdiam, lalu ia turun dari mobil sportnya dan mendekati Yoona.

“Baiklah, Oh Sehun imnida. Aku di kelas 3-1. Aku adalah murid baru. Mohon bantuannya,” Sehun mengulurkan tangannya . Yoona menatapnya dengan datar, “Aku tidak bertanya”.

Yoona berjalan menjauh dan menyetop sebuah taxi agar ia segera pulang dan menjauh dari makhluk aneh yang bernama ‘Oh Sehun ‘ itu.

Sehun menatapnya dari kejauhan dan tersenyum miring, “Kau menarik sekali Im Yoona.” . Namja itu segera menyalakan gas mobilnya dan melaju dengan kencang.

27 thoughts on “[Freelance] I Will Get You, Im Yoona! (Chapter 1)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s