[Freelance] A Story About Angel and Devil

a-story-about-angel-and-devil1

Title : A Story About Angel and Devil

 

Author : Hyeri Choi

 

Cast : Seo Joohyun (GG Seohyun), Oh Sehoon (EXO Sehun)

 

Support Cast : Lu Han (EXO Luhan)

 

Genre : romance, fantasy

 

Rated : T

 

Length : vignette

 

Poster Art : http://imagineofyeoshin.wordpress.com (thanks chingu ^^)

 

Disclaimer : FF ini punya saya, cast punya Tuhan YME, orang tua dan manajemen mereka.

 

already published at choihyeri.wordpress.com, seoexoartfanfic.wordpress.com, exoshidaeseohanwordpress.com (with Luhan-Seohyun as cast)

 

2013 © Hyeri Choi

 

“Our story will not be over because we will meet again” (EXO – Peterpan)

 

***

 

Sebuah malaikat melayang terbang di langit malam. Dia terbang dari dari satu awan ke awan lainnya. Tubuhnya yang berbalut pakaian putih bersih dan sayapnya yang berwarna sama seperti pakaiannya semakin memperjelas kesucian makhluk indah itu. Dia kemudian duduk di salah satu awan sambil memandangi sang dewi bulan yang bersinar terang hari ini. Rambutnya yang panjang kecoklatan bertebangan karena angin tapi ia tidak memperdulikan hal itu.

 

“Apa yang sedang kau lakukan disini?” suara yang berat membuatnya menoleh, mencari asal suara. Di sebelahnya kini duduk seorang namja yang putih pucat dengan sayap hitam di punggungnya.

 

Deg!

 

Sang malaikat itu terkejut, karena disebelahnya adalah seorang iblis. Ia tak pernah membayangkan jika ia akan bertemu dengan iblis dalam hidupnya.

 

“Ma-maafkan aku jika aku sudah menganggumu, lebih baik aku pergi sekarang…” kata malaikat itu tapi tangan sang iblis kini menahannya pergi.

 

“Tunggu, temani aku disini” kata sang iblis membuat malaikat terkejut. Tidak mungkin iblis ingin malaikat menemaninya.

 

“Tapi—”

 

“Tidak ada penolakan, kau tahu makhluk sepertiku lebih sering memaksakan kehendak.”

 

Sang malaikat kemudian mengurungkan niatnya. Dia duduk diatas awan berdampingan dengan sang iblis. Terjadi keheningan diantara mereka.

 

“Kau tidak takut kepadaku?” tanya sang iblis memecahkan keheningan di antara mereka. Sang malaikat menoleh ke arah sang iblis dan menatapnya dengan bingung.

 

“Kau tak takut kepadaku, maksudku kau tak takut dengan makhluk sepertiku?” tanya sang iblis menjelaskan. Malaikat itu kemudian menggeleng.

 

“Tidak…” jawab malaikat itu. Sang iblis kemudian menoleh kearah sang malaikat dengan tatapan tak percaya.

 

“Kenapa kau menjawab tidak?”

 

“Kurasa kau tidak seperti teman-temanmu yang lain. Kau terlihat berbeda.”

 

“Apa kau bercanda? Bagaimana mungkin kau bisa berbicara begitu?”

 

“Tidak, aku sedang tidak bercanda. Kurasa kau tahu jika malaikat tidak akan pernah bisa berbohong walau sekecil apapun.”

 

“Baiklah, aku percaya dengan perkataanmu.”

 

“Kurasa sudah saatnya aku kembali ke tempatku, senang bisa bertemu denganmu.” kata sang malaikat tersenyum dan terbang meninggalkan sang iblis. Sang iblis terpaku dengan jawaban sang malaikat.

 

Sang iblis merasa ada yang lain saat terlibat dalam percakapan singkat itu. Apa benar yang dikatakan malaikat itu? Apa dirinya berbeda dengan iblis pada umumnya?

 

“Hey, Sehun, apa yang kau lakukan disini?” tanya seorang namja bersayap hitam sama seperti sang iblis menepuk pundak sang iblis. Iblis yang bernama Sehun itu hanya mendongkak keatas.

 

“Tidak, aku tidak apa-apa. Ayo kita kembali.” kata Sehun.

 

***

 

Sang malaikat kemudian mendarat di tempat seharusnya dia berada. Di surga, dimana banyak makhluk seperti dirinya berada dalam kuasa Tuhan. Sang malaikat itu kemudian menapaki jalan sampai seorang malaikat datang menghampirinya.

 

“Hey Seohyun, darimana saja kau? Aku mencarimu…” tanya malaikat itu kepada sang malaikat bernama Seohyun.

 

“Hanya melihat dunia luar, Luhan” jawab Seohyun dengan senyumannya itu.

 

“Benarkah? Kau tidak apa-apa? Apa kau bertemu dengan iblis?”

 

“Ya, aku tidak apa-apa dan aku bertemu iblis saat aku berada di luar sana.”

 

Malaikat bernama Luhan itu terkejut. Dia kemudian memeriksa sayap Seohyun dan dia tak menemukan sedikitpun goresan di sayap kecil milik Seohyun.

 

“Benarkah? Apa kau dilukai iblis itu?” tanyanya.

 

“Tidak, aku hanya sedikit terlibat percakapan dengannya. Kau tak usah khawatir, Luhan.”

 

“Tapi aku tak mau kau terluka, Seohyun. Kau tahu kalau aku tak akan bisa melihatmu terluka, walaupun hanya sebatas goresan saja” Luhan kemudian mengembungkan pipinya, terlihat imut. Seohyun terkekeh.

 

“Sudahlah, jangan seperti anak kecil, Luhan.” kata Seohyun sambil mengacak-acak rambut Luhan.

 

***

 

Malam berikutnya Seohyun kembali keluar, terbang seakan menikmati hembusan angin yang cukup dingin.

 

“Kau lagi?” Seohyun menoleh dan kini sang iblis yang tak lain adalah Sehun berada disebelahnya.

 

“Dan kedua kalinya aku bertemu denganmu.” kata Seohyun.

 

“Kenapa kau suka sekali keluar dari tempatmu? Kenapa kau lebih memilih kemari daripada tempatmu yang sangat suci?” tanya Sehun tanpa mengalihkan pandangannya yang lurus.

 

“Entahlah, tapi aku memang menyukai seperti ini.” jawab Seohyun pelan.

 

“Ya, dan kau tahu, ini adalah pertama kalinya aku berbicara dengan malaikat karena semua teman-temanmu selalu mengusirku ketika berada di dekat mereka.” kata Sehun terkekeh. Seohyun hanya tertawa kecil.

 

“Aku juga pertama kali berbicara dengan iblis, bahkan ini adalah pertama kalinya bertemu dengan iblis.”

 

“Baiklah, namaku Sehun.”

 

“Namaku Seohyun.”

 

***

 

Hari-hari berikutnya, Seohyun dan Sehun sering bertemu bahkan terkadang mereka bercanda yang berakhir dengan tawa di keduanya. Hanya satu yang mengganjal di hati mereka, rasa yang nyaman ketika bersama dan merasa kehilangan ketika Seohyun harus kembali ke tempatnya. Sehun merasa bingung dengan perasaan ini, dia adalah iblis dan iblis tak akan pernah bisa merasakan perasaan apapun.

 

Kini Sehun dan Seohyun bertemu lagi. Mereka berdua kemudian duduk di sebuah awan. Seohyun menyandarkan kepalanya dipundak Sehun sedangkan Sehun mengusap-usap puncak kepala Seohyun, seakan mereka tak rela untuk berpisah.

 

Dan tanpa ada yang menyadari, ada sesosok malaikat yang memperhatikan mereka…

 

Sehun mengantarkan Seohyun sampai depan gerbang surga, Sehun mengangguk dan Seohyun tersenyum terbang masuk kedalam surga. Sehun berbalik tapi sebelum dia beranjak pergi, dia ditahan oleh beberapa malaikat penjaga.

 

Seohyun terbang masuk dan mempijakkan kakinya. Ada yang berbeda dari dari biasanya, semua malaikat yang ditemuinya menatapnya aneh seakan ada yang salah. Seohyun bingung dengan apa yang terjadi sampai sebuah tangan menarik tangan Seohyun. Ternyata Luhan.

 

“Bisa kau jelaskan apa yang terjadi antara kau dengan iblis itu?” tanya Luhan datar. Seohyun menatapnya bingung, tak biasanya Luhan berkata seperti itu.

 

“Aku hanya berteman dengannya, Luhan.” jawab Seohyun.

 

“Berteman? Lalu, bisa kau jelaskan kenapa kau menyandarkan kepalamu di pundaknya seperti tadi?” Seohyun terkejut, bagaimana bisa ia mengetahui hal itu.

 

“Jawab aku, Seohyun, apa kau mencintai iblis itu?”

 

“Aku…”

 

“Malaikat dan iblis tak akan bisa bersama, Seohyun. Seharusnya kau tahu akan hal ini.”

 

“Aku tak tahu, tapi ku rasa aku memang mencintainya, walaupun kami berbeda.” kata Seohyun lirih. Luhan kemudian memeluk yeoja itu.

 

“Bisakah kau melupakannya dan melihatku? Aku juga mencintaimu, Seohyun. Kalian tidak akan pernah bisa bersama.”

 

“Aku—”

 

“Seohyun, kau harus menghadiri pengadilan Tuhan saat ini juga.” seorang malaikat penjaga surga muncul dihadapan mereka berdua. Luhan melepaskan pelukannya. Seohyun mengangguk dan kemudian terbang mengikuti dari belakang malaikat itu.

 

***

 

Pengadilan Tuhan berarti ada suatu pelanggaran berat yang terjadi sehingga Tuhan sendiri yang harus mengadilinya.

 

Seohyun kini berdiri dihadapan dengan Tuhan yang menciptakannya. Dia bingung dengan pelanggaran apa yang dia perbuat.

 

“Kau tahu pelanggaran apa yang kau perbuat?” tanya Tuhan dengan suaranya yang lembut namun tegas.

 

“Sesungguhnya tidak, Tuhanku.” jawab Seohyun pelan. Ya, malaikat tak akan pernah bisa berbohong walau sekecil apapun.

 

“Bawa ia kemari.” kata Tuhan. Beberapa malaikat penjaga kemudian membawa masuk sesosok yang membuat Seohyun terkejut. Ternyata itu Sehun.

 

“Se-sehun?” gumam Seohyun. Sehun hanya menatap wajah Seohyun dari jauh.

 

“Seohyun, kau membuat pelanggaran dengan berteman dengan iblis.” kata Tuhan membuka catatannya. Seohyun menunduk, tak menyangka berteman dengan Sehun merupakan pelanggaran.

 

“Jawab aku, Seohyun. Apa kau mempunyai perasaan kepada iblis itu?” tanya Tuhan dengan nada yang lembut.

 

Deg!

 

Pertanyaan yang sama dengan apa yang Luhan tanyakan. Seohyun menunduk dan enggan untuk menjawab.

 

“Jawablah pertanyaanku, Seohyun. Apa kau mencintainya?” tanya Tuhan sekali lagi.

 

“Aku makhluk ciptaanMu, ya Tuhan. Aku tak akan pernah bisa berbohong apapun termasuk kepadaMu.” jawab Seohyun lirih.

 

Sang Tuhan kemudian tersenyum dengan jawaban Seohyun. Sedangkan Sehun tak percaya dengan apa yang dikatakan Seohyun barusan. Hatinya bergejolak dengan jawaban Seohyun. Sejujurnya ia bingung dengan jawaban Seohyun, ia berusaha mencerna perkataan yeoja itu.

 

“Dengan ini, Seohyun, kau dinyatakan bersalah. Kau akan dihukum turun ke bumi.” Tuhan kemudian mengetukkan palunya.

 

Beberapa malaikat penjaga kemudian memegang tangan Seohyun untuk melaksanakan hukumannya. Sehun ingin sekali menghampirinya namun ia tak bisa, saat ini dia sendiri tak jauh berbeda dengan Seohyun, beberapa malaikat kuat menjaganya. Seohyun dan Sehun kemudian dibawa menuju gerbang untuk turun ke bumi.

 

“Tuhan, bolehkah aku berbicara dengan Sehun sebentar saja?” tanya Seohyun kepada Tuhan. Sang Maha Pencipta yang menciptakannya mengangguk. Seohyun kemudian menghampiri Sehun dan memeluknya. Sehun terkaget, pelan-pelan ia membalas pelukan Seohyun.

 

“Terima kasih sudah menemaniku, terima kasih sudah mengenalkan aku kepada perasaan cinta. Aku tak akan pernah menyesal bertemu denganmu.” kata Seohyun. Dia kemudian melepas pelukannya. Dengan sedikit tak rela, Sehun ikut melepaskan pelukannya. Seohyun kemudian berjalan ke gerbang itu.

 

Seohyun tersenyum manis kepada Sehun yang mungkin adalah terlahir kalinya dilihat olehnya. Sang malaikat itu kemudian berjalan menuju gerbang itu dan tak sedikitpun menoleh ke belakang.

 

Seoul, South Korea

 

“Aigo.. Aku terlambat, bagaimana ini?” gumam yeoja berambut panjang kecoklatan itu sambil berlari menyusuri jalan kota Seoul.

 

‘Kalau saja aku tidak terlambat bangun mungkin saat ini aku tidak perlu berlari seperti ini’ runtuknya dalam hati.

 

Yeoja itu terburu-buru, berpacu dengan waktu. Kelasnya akan dimulai 10 menit lagi. Dia berlari menuju kampusnya tanpa melihat seseorang yang berjalan berlawanan arah dengannya.

 

Bruk!

 

Buku-bukunya jatuh saat ia tak sengaja bertabrakan dengan seseorang.

 

‘Bodoh, kenapa aku bisa seceroboh ini.’ gumamnya dalam hati.

 

Yeoja itu kemudian memunggut buku-bukunya yang berjatuhan. Seorang namja yang menjadi korban itu juga membantunya.

 

“Joesonghamnida, agaeshi..” kata yeoja itu. Sang namja itu mengangguk dan menyodorkan bukunya.

 

“Seo Joohyun?” gumam namja itu. Yeoja yang merasa namanya dipanggil menenggok ke namja tersebut.

 

“Itu namaku, agaeshi.” kata yeoja itu.

 

“Kurasa aku satu universitas bahkan satu jurusan denganmu, nona Seo.”

 

“Eh? Benarkah? Kenapa aku tak tahu?”

 

“Begitupun denganku.”

 

“Baiklah, senang bisa bertemu denganmu tuan…”

 

“Panggil saja aku Sehun. Namaku Oh Sehun.” namja bernama Sehun itu kemudian mengulurkan tangannya.

 

“Baiklah, Sehun-ssi. Namaku Seo Joohyun. Panggil saja aku Seohyun.” kata yeoja bernama Seohyun itu menyambut uluran tangannya.

 

“Senang bisa berkenalan denganmu.” Sehun kemudian tersenyum ramah kepada Seohyun yang dibalas dengan senyuman manis yeoja bersurai panjang itu.

 

‘Aneh. Kenapa aku merasa berdebar-debar dengannya padahal aku baru bertemu dengannya hari ini.’ gumam Seohyun dalam hatinya.

 

‘Kurasa aku menyukainya. Cinta pada pandangan pertama juga tak buruk juga kan?’ gumam Sehun dalam batinnya.

 

“Mau ke kampus bersamaku?” tanya Sehun. Seohyun mengangguk dan mereka kemudian berjalan berdua.

 

Tanpa mereka tahu, sesosok malaikat yang tak lain adalah Luhan memperhatikan semua itu. Dia tersenyum.

 

“Aku memang mencintai Seohyun tapi aku harus rela melihatnya bahagia dengan Sehun. Aku mencintaimu, Seohyun.” gumam namja itu kemudian menghilang dari tempat itu.

 

***

 

Seohyun sudah tak terlihat lagi dari gerbang itu. Tuhan kemudian berjalan menuju Sehun. Sehun kemudian jatuh terduduk. Hatinya seakan hilang, memang tak seharusnya ia mempunyai perasaan itu. Tapi kini ia merasakannya.

 

“Kejarlah ia. Kalian memang tak akan bisa bersama, namun kalian hanya bisa bersama jika kalian berada dalam wujud yang sama.” kata Tuhan. Sehun menatap sang Tuhan dengan bingung. Tuhan tersenyum lembut.

 

“Lewatilah gerbang itu dan kalian akan bersama.” lanjut Tuhan.

 

Sehun memikirkan sesuatu. Ia tahu gerbang yang dilewati Seohyun itu adalah gerbang yang membuat malaikat dilahirkan kembali dalam wujud manusia.

 

Tunggu? Jadi?

 

Sehun kemudian menoleh ke arah Tuhan. Tuhan hanya tersenyum lembut dan mengangguk. Tanpa berpikir panjang lagi, Sehun bangkit berdiri dan berjalan melewati gerbang itu.

 

“Kisah kita tak akan berakhir karena kita akan bertemu lagi. Aku juga mencintaimu, Seohyun.” gumam Sehun sebelum cahaya membungkus tubuhnya.

 

End

 

mian gaje, aneh, typo dan sebagainya😀 author masih abal-abal. oh ya, ff ini tak ada sangkut pautnya dengan agama apapun, just for fun, guys!

 

2013 © Hyeri Choi

4 thoughts on “[Freelance] A Story About Angel and Devil

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s