[OS] Into The Darkness

into-the-darkness1

Into The Darkness

Writing by Priskila (@priskilaaaa)

Do Kyungsoo [EXO K] – Kim Taeyeon [GG] | Kim Jongdae [EXO M] and Seo Joo Hyun [GG] as cameos

Ficlet | PG – 15 | Mystery, Physco

Disclaimer:

I don’t own the cast. But the storyline and the plot is mine. Everything here belongs to God and their family, their agency too. I just used their physical representation. 

Sosok itu berjalan sembari menggenggam erat benda itu. Sebuah benda yang berwarna keperakan dan berkilat memancarkan aura mencekam. Dalam kegelepan, dia tersenyum. Melukis sebuah senyum yang tak seimbang. Sosok itu berjalan semakin dalam ke lorong yang gelap itu.

Sekali lihat, dapat dipastikan bahwa itu adalah seorang lelaki. Bermata besar dan memiliki bibir bawah yang cukup tebal. Langkah – langkahnya terdengar tegas dan mengerikan. Sosok itu kini memasuki sebuah kompleks perumahan yang elit di kawasan Gangnam. Matanya mendelik ketika melihat empat orang satpam yang tengah berjaga di masing – masing posnya.

Kedatangannya tentu mengundang pertanyaan bagi para penjaga kompleks itu, apalagi dengan Do Kyungsoo yang berjalan tanpa mempedulikan mereka. Jelas – jelas orang itu bukanlah orang di kawasan perumahan itu.

“Permisi, apa anda punya urusan disini?” Seorang dari antara mereka menghampiri sosok Kyungsoo. Bertanya sembari memainkan tongkat hitamnya – bermaksud menakuti orang tak dikenal itu. Namun Kyungsoo tampak tak bergeming. Dirinya hanya menghentikan langkah dan menyampirkan seringainya.

“Permisi—“ Penjaga keamanan itu tersentak seketika melihat benda panjang berkilat yang memancarkan aura mengerikan terlihat dari genggaman Kyungsoo. “—Anda… A—ada penjahat!!!” teriak penjaga keamanan itu tiba – tiba. Lelaki gembul itu segera mengayunkan tongkatnya pada Kyungsoo namun dapat dihindari lelaki itu dengan gesit.

Tiga penjaga keamanan yang lain pun ikut campur. Mereka segera mengambil masing – masing senjata mereka dan batu lalu mendekati Kyungsoo. Secara bersamaan mereka menyerang Kyungsoo, tetapi tetap saja dianggap seperti sebuah angin oleh Kyungsoo. Bahkan Kyungsoo mulai beraksi, lelaki itu segera mengarahkan pisau belatinya pada salah seorang satpam.

CRASHHH

Tiga satpam tersisa itu terpaku ketika melihat dengan santainya belati itu menusuk dada teman mereka, menyemburkan darah karena tepat menusuk jantung. Raut ketakutan segera tampak pada wajah mereka, terlebih ketika Kyungsoo mendekati mereka dengan senyum miringnya.

“Saya punya urusan disini…”

ARGGGHHHH

“Taeyeon! Taeyeon!”

“Ugh, Wae oppa?” Sosok wanita itu mengucek matanya perlahan karena kantuk yang masih menyerangnya. Kim Taeyeon beranjak dari pembaringannya dan menatap lelaki yang berstatus sebagai suaminya itu dengan pandangan bertanya. “Ada apa?” tanyanya ulang melihat suaminya yang tampak panik. Lelaki itu beberapa kali melirik ke jendela kamar mereka, seakan takut akan sesuatu yang siap menyerang kapan saja.

“Cepat! Kita harus berkemas!” Dahi mulus wanita itu mengerut mendengar seruan suaminya, Jongdae. Jongdae tampak terburu – buru, dia mengambil koper dari atas lemari mereka dan memasukkan pakaian dengan acak.

“Kenapa? Ada apa?” Taeyeon bertanya paksa. Tak mengerti akan sikap Jongdae yang ketakutan. Wanita itu berdiri di samping Jongdae yang masih sibuk memasukkan barang – barang ke koper. “Oppa!”

“Tak banyak waktu! Kita harus cepat! Bahaya!” seru Jongdae panik. Kini dia menutup koper itu dan membawanya keluar kamar.

“Bahaya apa, Oppa? Kenapa kau ketakutan seperti itu?” Taeyeon menarik lengan Jongdae dengan paksa, menatap suaminya itu dengan penuh tanya.

“Aduh, tidak banyak waktu—“ Jongdae masih tampak panik. “—Semua orang sudah berkemas, pergi dari kompleks ini! Ada pembunuh berkeliaran disini! Cepatlah—Oh ya, cepat kemas barang – barang Joohyun! Bawa dia! Kita pergi ke villa!” ujarnya lalu segera pergi menuruni tangga.

Taeyeon membeku, sebuah lirihan keluar dari mulutnya, “Pem—bunuh?”

“TAEYEON! CEPAT!”

Mendengar seruan Jongdae, Taeyeon segera bergerak. Dia sedikit berlari menuju kamar anaknya dengan Jongdae yang berjarak dua ruangan dari kamar mereka. Anak mereka, Kim Joohyun yang baru berumur 6 bulan.

“Oeekkk Oekkk Oekkk”

Taeyeon berhenti berlari seketika. Itu… suara tangisan Joohyun? Apa sebab Joohyun menangis? Tidak biasanya anaknya itu menangis tengah malam. “Joo—Joohyun!!!” Dirinya kembali berlari, kali ini lebih cepat dari sebelumnya. Tangannya dengan tak sabaran membuka kunci pintu kamar Joohyun dan kemudian mencari sakelar lampu. Namun sebelum sempat tangannya menekan sakelar, Taeyeon terpaku ketika melihat jendela kamar anaknya itu terbuka, dengan sebuah sosok di depan jendela,…. menggendong Joohyun yang masih menangis.

“Kim Taeyeon…”

Sosok di dekat jendela itu menyeringai. Terlihat jelas oleh Taeyeon karena sinar rembulan yang menyinari setengah dari kamar itu dengan cahaya suramnya. Membuat sosok itu terlihat begitu menyeramkan bagi Taeyeon. Taeyeon merasa lututnya lemas sekarang. Ketakutan merayap di sekujur tubuhnya, terlebih sekarang anaknya sedang berada dalam bahaya.

“K…kau… si—siapa..?” tanyanya takut – takut dengan suara menahan tangis.

Tak menjawab, sosok itu hanya tersenyum miring.

“TAEYEON! KENAPA KAU LAMA SEKALI, SIH?! CEPAT SEDIKIT!” Teriakan Jongdae dari luar terdengar. Namun Taeyeon tampak tak mempedulikannya. Dia harus menyelamatkan Joohyun, tapi… untuk bergerak maju saja dia tak sanggup.

“Si—siapa kau…?”

Sosok itu tak menjawab, melainkan menoleh sejenak ke luar jendela yang terbuka, kemudian balik menatap Taeyeon dengan mata besarnya. “Suamimu itu… tampak tak sabaran sekali. Padahal dia tak tau kalau nasib anak istrinya sedang berasa di ambang maut…” ujar sosok itu mengomentari.

“Dia memang tak cocok denganmu, Taeyeonnie”

DEG!

Taeyeon merasa tubuhnya menegang mendengar panggilan orang itu padanya. Itu… “Kyu—kyungsoo?”

“Cih,” Sosok yang ternyata seorang Do Kyungsoo itu terkekeh namun terdengar begitu menakutkan, “Kukira kau sudah mengetahuinya dari tadi,… sayang”

“Kyungsoo,… kenapa?” Air mata wanita itu seakan tak dapat terbendung lagi. Ketakutannya benar – benar membuatnya lemah. Terlebih dia tak menyangka sosok yang sedang menggendong anaknya itu – dengan tanpa perasaan – adalah mantan kekasihnya terakhir sebelum menikah dengan Jongdae dulu. Kyungsoo yang lemah lembut dan pengertian padanya. Dia sangat tak menyangka kalau Kyungsoo akan kembali dengan aura menakutkan seperti ini.

“Sudah kubilang Taeyeon, aku tak rela kau menikah dengan siapapun kecuali denganku! Apalagi dengan Jongdae…” lirih Kyungsoo namun dengan penuh penekanan pada setiap katanya.

“Ta—tapi aku bahagia dengannya Kyungsoo… “

“Tapi aku tidak bahagia! Hidupku menderita tanpamu! Aku bagaikan seorang yang tak dihargai lagi, karena kau tak bersamaku! Hidupku hancur karena kau menikah dengan sahabatku! Seharusnya aku yang menikah denganmu!” balas Kyungsoo keras. Namun sesaat kemudian, dia menyeringai, “Tapi aku juga berterima kasih padamu, karena kau meninggalkanku, aku mempunyai hobi baru yang paling mengasyikkan sedunia, yaitu..” Kyungsoo sengaja menghentikan perkataannya sejenak, kemudian dia kembali melanjutkan dengan sorot mata mengerikan.

“Membunuh”

“Kau—apa kau yang disebut – sebut pembunuh yang sedang berkeliaran di sini?” gumam Taeyeon tak percaya.

Kyungsoo terkekeh pelan, “Tentu. Akulah pembunuh itu. Keren sekali kan?” balasnya seolah kegiatan itu adalah kegiatan yang paling keren di dunia. “Bahkan mungkin, beberapa saat lagi akan ada korban baru disini” lanjutnya sembari menatap bayi Taeyeon dengan senyum miring.

Taeyeon merasa tertohok dengan ucapan Kyungsoo. Kyungsoo ingin membunuh Joohyun? “Tolong,… lepaskan anakku” pinta Taeyeon dengan nada memelas. Berharap ada sedikit saja kebaikan di hati Kyungsoo untuk melepaskan Joohyun. Anaknya itu sudah sedari tadi menangis tidak karuan hingga akhirnya berhenti menangis karena kelelahan. Dan Taeyeon takut Kyungsoo melakukan sesuatu yang tak baik pada Joohyun, sesuai dengan perkataannya tadi.

Kyungsoo mengalihkan pandangannya dari Taeyeon pada bayi perempuan yang sedang digendongnya itu. Dengan tanpa perasaan, Kyungsoo menarik tangan kirinya secara tiba – tiba sehingga hanyalah tangan kanannya yang menggendong bayi itu. Tindakannya itu membuat Taeyeon terpekik tertahan dan juga anak Taeyeon itu tersentak kaget dari tidurnya, dan menangis keras.

“Kyungsoo! Jangan! Kumohon!” Taeyeon mencoba melangkah maju namun tubuhnya membeku mendadak ketika Kyungsoo mengacungkan sebuah benda cukup panjang berwarna hitam pada Joohyun yang masih saja menangis.

“Diam, atau jangan berharap anakmu ini dapat menangis lagi…”

“Kyungsoo! Kumohon jangan! Aaaaa!!!” Taeyeon semakin histeris ketika Kyungsoo meletakkan Joohyun kembali pada tempat tidurnya. Tapi bukan itu yang membuatnya depresi mendadak. Pasalnya setelah meletakkan Joohyun di kasurnya, tangan kanan Kyungsoo mengambil satu buah pistol lagi dari saku celananya. Lalu mengarahkan kedua pistol itu pada Joohyun.

“TAEYEON! LAMA SEKALI KAU! KENAPA KAU BERTERIAK SEPERTI ITU!??” Suara Jongdae kembali terdengar. Namun seperti sebelumnya, Taeyeon tetap saja tak peduli. Dia terus menangis histeris sambil mengacak – ngacak rambutnya. Gema langkah kaki Jongdae yang semakin mendekati kamar Joohyun membuat Taeyeon semakin frustasi. Dia takut Kyungsoo melakukan sesuatu pada suaminya itu.

“JANGAN KESINI!! JANGAAAN!!!” Taeyeon berteriak tak karuan. Tapi tetap saja, teriakan histerisnya itu malah membuat Jongdae semakin penasaran. Hingga akhirnya sosok suami Kim Taeyeon itu berada di ambang pintu ruangan yang masih gelap itu. “Ta—taeyeon!”

Jongdae membulatkan matanya tak percaya ketika melihat istrinya yang berlutut di lantai sembari meremas rambutnya dengan tangisan keras. “Y—ya! Tae—“ Sepasang mata itu tersentak ketika menangkap sebuah sosok di dekat jendela. Dengan kedua tangan mengacungkan pistol pada bayi mereka yang menangis.

“Lama tak berjumpa, Jongdae” Sosok itu mengeluarkan suaranya seraya menyampirkan senyuman miringnya. “Kau tumbuh dengan sangat tampan sekarang,…” lanjut sosok itu. “Tapi itu tak penting. Karena hidupmu takkan lama lagi…” Sembari mengucapkan kalimat itu, tangan kanannya terangkat mengacungkan pistol itu pada Jongdae.

“KYUNGSOO JANGAAAN!!!” Teriak Taeyeon ketika melihat Kyungsoo mengacungkan pistol revolverny pada Jongdae. Tidak! Jangan!

Jongdae menganga, terkejut mendengar nama yang diteriakkan Taeyeon barusan, “Kyu—kyungsoo? Ja—jadi..”

“—sampai jumpa… Kim Jongdae”

DORRR

ANDWAEEE!!!!!!”

Tubuh Jongdae terpental menabrak dinding. Peluru dingin pistol itu berhasil menembus jantungnya, membuatnya mati di tempat setelah beberapa saat mengerang kesakitan. Taeyeon membatu, terlalu terkejut dengan tindakan Kyungsoo. Lelaki itu berani membunuh suaminya tanpa segan – segan. Tidak! Beberapa detik kemudian wanita itu seakan tersadar, dia segera meraih tubuh mati Jongdae yang tampak bersandar di dinding dengan darah mengalir di sekitar dada hingga perut, dan memeluknya dengan histeris. “Aandwae… Jo—jongdae! Bangun! Jongdae!”

“Dia sudah mati, sayang” Suara kejam milik Kyungsoo terdengar. Lelaki itu hanya melirih, namun dapat terdengar jelas pada indera pendengaran Taeyeon. Kepala wanita itu menoleh takut pada Kyungsoo yang masih setia dengan seringai sadisnya.

“Kau kejam!” pekik Taeyeon. “Aku membencimu, Kyungsoo! Aku menyesal pernah mengenalmu! Aku menye—“

“JANGAN KATAKAN ITU LAGI ATAU ANAKMU SEGERA KUBUNUH!”

Klik

 

Kyungsoo menarik pelatuk pistolnya. Bersiap menembak Joohyun kapan saja jika Taeyeon berani mengucapkan bahwa dia membenci Kyungsoo. Taeyeon tidak boleh membencinya, wanita itu seharusnya mencintainya! Memujanya sebagai pria yang paling sempurna bagi dirinya, bukan malah memaki Kyungsoo karena membunuh Jongdae!

“Ja—jangan berani – berani, Kim Taeyeon…” Nafas Kyungsoo tampak terengah – engah. Matanya menatap Taeyeon menusuk.

Taeyeon terisak. Meratapi nasib hidupnya sekarang. Kyungsoo sangat kejam! Dia tidak punya hati! Wanita itu perlahan melepas tubuh Jongdae dari pelukannya, mengecup pelan dahi lelaki yang sudah meninggal itu dengan perih.

Dan hal itu cukup membuat Kyungsoo naik pitam.

“Kyungsoo…” Taeyeon berbalik, kembali memandang Kyungsoo dengan sorot mata memelas. Bahkan dirinya kini berlutut di depan kasur Joohyun yang memisahkan jarak di antara mereka. “Kumohon,… lepaskan Joohyun, apapun maumu… akan kupenuhi. Asal, lepaskan anakku. Kumohon… dia masih kecil, Kyungsoo…”

“Kau pikir aku peduli?” balas Kyungsoo. “Dia anakmu dengan Jongdae,..”

“Apapun, Kyungsoo! Apapun akan kupenuhi! Asal kumohon, lepaskan Joohyun. Apapun!” pekik Taeyeon kemudian menangis perih.

Kyungsoo tampak terdiam. Menimbang – nimbang penawaran yang disampaikan Taeyeon. Hingga akhirnya dia tersenyum – menyeringai, “Aku mau dirimu, sayang…” katanya kemudian. “Aku mau kau menjadi milikku”

Taeyeon terdiam kembali. Dia tau Kyungsoo akan mengatakan hal itu. Lelaki itu,… dia terlalu terobsesi pada dirinya. “Kau mau melepaskan Joohyun, jika aku bersamamu?” tanya wanita itu pelan. Mencari keyakinan pada mata besar Kyungsoo.

“Tentu… asal kau menjadi milikku” balas Kyungsoo dengan nada tenang serta senyum miring. Sosok itu mengulurkan tangan kirinya pada Taeyeon, seolah mengajak wanita itu untuk pergi.

Taeyeon mulai beranjak dari lantai. Tubuhnya seakan melemah begitu saja karena kejadian ini, hingga untuk berjalan pun rasanya dia tak mampu. Langkahnya tertatih menuju Kyungsoo, menyambut uluran tangan lelaki itu. Bahkan untuk menatap iris lelaki itu saja, bulu kuduknya merinding tak karuan.

“Kyung—“

“Aku tau.”

Dengan perlahan, Kyungsoo meletakkan bayi perempuan itu pada tempat tidurnya. Berbeda dengan caranya yang kasar, kini Kyungsoo tampak lebih lembut meletakkannya. Dan hal itu cukup membuat Taeyeon menghela nafas.

Seiring tangan Taeyeon yang tergenggam lembut oleh Kyungsoo, tangisan Joohyun kembali terurai – seakan anak kecil itu tak rela ibunya bersama Kyungsoo, lelaki kejam yang berniat jahat padanya.

“Oeeekkk oeeekk oeeeekk”

“Joohyun-ah..” lirih Taeyeon sambil menggendong anaknya itu dengan gemetar. Ketakutan masih merayap di sekujur tubuhnya. Bulu kuduknya masih setia berdiri. Wanita itu menggendong anaknya dan memeluknya penuh kasih. Sesekali isakan kecil terdengar darinya.

“Eomma menyayangimu sayang. Eomma tidak akan meninggalkanmu…”

“Taeyeon.”

“N—ne—“

DOOORRRRR

“Oeeeek oeeek oeeekkk”

“Ayo pergi dengan Appa, Joohyun. Kita pergi…”

                                                                                                                                                            Epilog

 

“Appa!”

Sosok gadis kecil berusia 10 tahun itu berlari ke arah seorang pria gagah yang berdiri tak jauh dari tempatnya. Gadis kecil itu tersenyum riang seiring sosok yang dipanggilnnya Appa itu membuka kedua lengannya – berniat memeluk gadis kecilnya. “Seohyunnie,” Pria itu memeluk anaknya dengan lembut “ how with your day, hm?”

Gadis kecil yang bernama Seohyun itu membalas, “Tadi aku sudah bisa menembak dengan tepat sasaran, Appa! Jinyoung ahjussi bilang tembakanku sudah 100% akurat!”

“Jinjja?”

“Hm!” Seohyun kecil tampak begitu bangga dengan reaksi Appanya itu. “Appa, setelah ini, kita akan ke arena berkuda dan bela diri kan? Iya, ‘kan?”

Appanya mengangguk, “Tentu, sayang. Kau harus tumbuh menjadi gadis yang kuat. Gadis yang pemberani dan membanggakan seorang Do Kyungsoo, Appamu

END

Note:

HUAAHAHAHAHAAA!!!! /KetawabarengKyungsoo/

Entah kenapa aku lagi senang banget buat FF physco bin aneh kayak gini xD

Seru gimana gitu…. walau akhirnya aku gak bisa buat ending yang sempurna-.-

Kenapa aku milih KyungTae sebagai cast disini? Karena aku ngerasa muka Kyungsoo itu rada psikopat gimana gitu, sama dengan couplenya /lirikKai/. Rada – rada misterius serem… Setuju gak? 😉

Tapi tetep aja dia ganteng minta ampuuuuun~~~ /nyiumfotonyaKyungsoo/

Last, terima kasih buat yang setia membaca hingga akhir kata di FF ini :3

Saranghaeee~~~ Pai paai~~

33 thoughts on “[OS] Into The Darkness

  1. DOOORRRRR

    “Oeeeek oeeek oeeekkk”

    “Ayo pergi dengan Appa, Joohyun. Kita pergi…”

    Itu maksudnya apa ? siapa yang nembak ? kyungso ? nembak apa dia ? appa dari tulisan itu siapa ? kyungsoo ?
    Hehehee mian cerewet

    • Yang nembak, Kyungsoo.
      Maksud dari Appa itu ya Kyungsoo.

      Gimana ya, itu maksudnya kan Kyungsoo nembak Taeyeon terus ngambil Joohyun, dan besarin dia. Dalam kata singkat (?), Joohyun diangkat jadi anaknya.
      Semoga ngerti :3

  2. sebentar.. tadi pas kyungsoo nembak taeyeon, taeyeon nya itu digeletakin begitu aja ? ._. kasian~ anaknya malah diajarin yang lebih sadis… bagus~! aku kadang suka sama cerita psikopat beginian~ gimana gitu lebih gak terlalu maistrem?loh?kok?.-./ keep writing~^^

    • iya bener banget… sadis banget kan dia -_- jadi pengen cium” gemes sendiri /plak/
      suka thriller ya? wooooww… sama dong sama aku xD aku suka bangeeet pake bangeeeeeeeeeeeeett….
      Makasih banyak yaa ^^

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s