[Freelance] Wo Ai Ni

woaini-cover

Wo Ai Ni

Title : Wo Ai Ni

Author : Shin Hyo Kyo a.k.a Zha – Zha

Main Cast : Jessica Jung From SNSD & Kris Wu From EXO

Other Cast : Huang Zi Tao & Search Yourself

Length : Ficlet

Rating :PG – 13 (?)

Genre : Romance (nggak jadi), Comedy (sepertinya tidak), & School Life

Disclaimer : FF ini murni dari hasil imajinasi saya yang sudah tidak waras lagi ._. Mian bila ada typo bertebaran, nggak lucu, nggak romantis, dan Mohon maaf sebesar-besarnya kalau ada kesamaan cerita. Dan Cast aku cuman minjem

Author Note : Annyeong!! Zha bawa FF baru nih!! #sadar diri dong couple racenya belum selesai! Kali ini Zha bawa FF labil nan gaje yang sangat aduh bagaimana ya tidak bisa dijelaskan dengan kata – kata #pret! Karena ya terlalu astof ._.v FF ini aku pernah aku publish di
http://hanafanfiction.wordpress.com
Dengan Main Cast HyunAh dan Xiumin😀 Jangan lupa kunjungin wp baru aku yah!! Linknya di atas dan diatasnya (?) kalimat ini #cie yang modus!
Dan aku mau berterima kasih sama temenku namanya enggak tahu #labil tapi biasa dipanggil munyu munyu, nama yang aneh bukan?! #minta digolok Karena sudah membantu sedikit FF ini bagian…. #tidak bisa disebutkan ._.v Ya, soalnya aku enggak berani ngetiknya =,= aku cuman ngasih ideku yang tidak baik dicontoh terus dia yg ngetik #alay
Pokoknya selamat membaca FF kamseupay ini!

WARNING!!! DON’T BE A PLAGIATOR!!!
WARNING!!! DON’T BE A SIDERS!!!

**********

Jessica POV

Huh, hari ini hari yang sangat membosankan! Tak ada yang menarik hari ini. Tiffany sedang tidak masuk sekolah, Seohyun dan Luhan sedang ada pembinaan menyanyi, Kai dan Hyoyeon sedang ada pembinaan menari, Suho dan Kris? entah mereka pergi kemana. Menyebalkan!! Aku ditinggal sendirian disini. Ya sudahlah daripada aku  mengoceh tidak jelas mending aku keluar kelas. Mau kemana ya? Perpustakaan? Jangan, aku sedang badmood. Kantin? Jangan, Aku sedang menabung. Atas gedung? Jangan, diataskan panas sekali. Taman depan sekolah?  Jangan, banyak orang sedang berpacaran disana ._. . Ah, aku tahu! kenapa tidak di taman belakang saja?! Kan biasannya sepi, Ya sudahlah aku kesana saja.

Tap

Tap

Tap

Tap

Tap

Baru saja aku melangkahkan kakiku lima langkah, ada seseorang yang sedang memegang pundakku. Aku membalikan badanku dan Tada, Kris Wu atau lebih tepatnya Kris sedang tersenyum polos melihatku.

“Andwe Kris-ah jangan pasang senyuman polosmu itu! Kau membuat janntung berdetak 100x lipat! Yak Kris-ah!” Batin Jessica sambil menarik nafas dalam – dalam dan menghembuskan nafasnya kasar.

“Ada apa Kris-ah?” Tanyaku sok malas.

“Ayo iku aku! Ke taman belakang sekolah!” Jawab Kris sambil menarik pergelangan tanganku dengan kasar dan menyeretku secara paksa.

“Hei, tapi kau belum ada izin dariku! Enak saja kau asal menarik pergelangan tanganku! Sakit tahu!” Seruku sambil memberhentikan langkaku secara paksa karena aku diseret (?) oleh Kris.

“Pokoknya kau ikut saja! Ini tentang masa depanmu!” Seru Kris sambil melirikku tajam.

“Masa depan? Bagaimana bisa?” Tanyaku lagi.

“Bisa karena… ya pokoknya kau ikut saja denganku!” Seru Kris sambil menarikku secara paksa lagi.

“Cih!!! Dasar namja menyebalkan!!!” Seruku pelan sambil melirik Kris sebal. Ayolah siapa sih yang tidak sebal kalau kau diajak orang  ke suatu tempat secara paksa dan tidak menjelaskan  secara jelas kenapa ia membawamu pergi? Pasti sebal.

“Apa kau Bilang?!” Kata Kris sambil melirikku tajam dan penuh selidik. Upss, sepertinya aku keceplosan hahahaha.

“Bukan apa-apa dan itu tidak penting.” Jawabku dingin sambil membuang wajahku ke arah lain.

**********

“Jadi, untuk apa Kris Wu membawa Jessica Jung kesini huh?” Tanyaku tanpa basi-basi saat sudah sampai ke taman belakang sekolah.

“….”

“Yak!” Seruku karena aku merasa diabaikan.

“….”

“Yak!” Seruku lagi.

“….”

“Yak! Kris-ah! Tadi kau sudah menggeret – geretku secara paksa menuju ke taman belakang, Sekarang sudah sampai di taman belakang, Cepat kau mau bicara apa? Katanya tentang masa depanku!” Kataku sambil manaikkan suaraku.

“….”

“Yak Kris-ah!! Ppali!! Aku tidak punya banyak waktu!” Kataku lagi sambil meliriknya sebal.

“….”

“Cih! Dasar menyebalkan!! Sudah menggeretku secara paksa ke sini, tanpa penjelasan yang benar, Sekarang sudah sampai di taman belakang sekolah kau malah tidak berbicara bahkan sekata saja tidak! Yasudah, kalau tidak ada yang ingin dibicarakan lagi! Aku balik ke kalas ya!!! Annyeong!!” Kataku sebal sambil berjalan santai menuju kearah barat menuju kelas VIII A, atau lebih tepatnya kelasku.

“Tunggu!!” Kata Kris sambil membalikan badanku secara paksa.

Sret

“Omo wajah Kris dekat sekali denganku! Tarik nafasmu dalam – dalam Jessica, Yakin bahwa Kris tidak melakukan yang macam – macam!” Batinku sambil menundukan kepalaku.

Tiba – tiba Kris memegang pundakku. Segera saja aku menatapnya. Ia mentapku teduh. Aduh ada apa ini? Dan ia menunjukan senyuman. Tapi senyuman itu belum pernah aku lihat sebelum – sebelumnya. Bukan senyum polos, ya bukan. Itu senyuman lembut dari seorang Kris Wu. Aku tidak pernah melihatnya memberikan senyuman itu kepada orang lain. Ya Tuhan, ada apa ini?

“Apa?” Tanyaku sok dingin tapi apakah kalian tahu? aku… aku… sebenarnya… aku gugup dan malu. Ya Tuhan bagaimana ini?

“Ah.. emh.. itu.. aku… emh.. eh… uh… em….” Jawab Kris gugup. Kenapa dia? Apa dia juga merasakan yang sama sepertiku? Ah, kau pabo Jessica! Mana mungkin Kris mencintai sahabatnya sendiri!! Pabo!

“Cepatlah sedikit bicaranya! Dan tak usah Gugup Tuan Kris!” Seruku acuh.

“Itu.. aku.. emh.. aku…” Katanya gugup. Aduh Kris kau ini kenapa?

“Iya, kau kanapa?” Tanyaku.

“Itu… ah.. emh.. emh.. uh.. ah aku..” Jawabnya gugup ah bukan lebih gugup dari yang tadi.

“Cepatlah sedikit!” Kataku keras.

“Aku… ma.. mau.. bi..bil..bilang…. ka…kalau…a..aku….”Katanya lagi. Ah Dasar Kris menyebalkan! Kau ini mau bicara apa dari tadi tidak jelas! menyebalkan.

“Iya Kris Wu, kau mau bilang apa?!” Jawabku sambil menekan setiap kata yang aku ucapkan. Kris memang menggemaskan!

“Wo Ai Ni!” Jawabnya lantang sambil meninggalkanku begitu saja.

“Aku tunggu jawabanmu Sica-ah!!” Seru Kris keras sambil berlari tambah kencang.

“Apa dia bilang apa? Wo Ai Ni? Apa itu Wo Ai Ni? Lalu dia bilang apa? Aku tunggu jawabanmu Sica-ah? Jawaban apa? maksudnya apa sih? Ah, jangan – jangan Kris berbicara Bahasa Mandarin lagi! Dia kan sudah pernah bilang kalau ia akan berbahasa Mandarin bila ia gugup. Apa gugup? Tapi, kenapa dia gugup?” Kataku pada diriku sendiri.

**********

Sudah 5 hari aku tidak pernah bertemu dengan Kris. Aku rindu sekali dengan aegyo attacknya yang tidak jadi itu. Aku juga rindu celotahan konyol atau candaannya. Dan yang paling aku rindukan adalah senyum polosnya itu. Tunggu, Ya Jessica kau berfikin apa? ! Dasar pabo! Kau ini sahabat macam apa! Tapi ngomong – ngomong aku belum tahu Wo Ai Ni itu apa, aku harus cari tahu. Tapi dengan siapa? Chen oppa? Full Schedule. Suho oppa? Pergi ke Amerika. Kai? mana tahu. Lay oppa? pembinaan dance dan nyanyi. Xiumin oppa? Ijin. Luhan? Pembinaan menyanyi. Tao oppa? Tao oppa? Ah, Jessica pabo! kenapa baru sekarang ingetnya! Ah aku harus cepat – cepat pergi mencari Tao.

Setelah mencari – cari di sekitar sekolah, akhirnya aku bertemu juga dengan Tao oppa di lapangan Basket. Untung Tao oppa sedang  sendirian! Coba kalau Tidak?!. Dengan langkah yang cepat aku menghampiri Tao oppa dan segera duduk disebelahnya. Sepertinya Tao oppa tidak menyadari akan kedatanganku. Ia masih asyik mendribble bola basketnya sambil menunduk ke bawah.

“Annyeong Tao Oppa!!” Sapaku ramah, yang kusapa hanya membalikkan badannya dan menunjukan wajah keterkejutannya.

“Si…Si… si… ca!! Sejak kapan kau disini?!” Katanya sambil memberhentikan kegiatan mendribble bolanya.

“Barusan saja hihihi. Jessica mengganggu waktu Oppa ya?” Jawabku.

“Ani! Memangnya kenapa Jessica datang kesini?” Kata Tao oppa penasaran.

“Jessica mau nanya sama Tao oppa boleh?” Tanyaku sambil menunjukan puppy eyesku.

“Bo.. bo.. boleh sa.. saja! Si..si..Sica ma… mau.. ta…tanya a.. apa?” Jawabnya gugup. Ada apa dengan Tao oppa? Kok Tao oppa gugup seperti itu? ada yang salah ya denganku? Ah, sudahlah lupakan.

“Itu Jessica mau tanya, kalau Jessica bilang Wo Ai Ni sama Tao oppa, Tao oppa mau jawab apa kalau pakai bahasa Korea?” Kataku sambil melirik Tao oppa penuh harap.

“Apa Jessica bilang? Wo.. wo.. wo.. a… a… ai… ni.. ni?” Tanya Tao oppa gugup dan kaget. Aku hanya menjawab dengan anggukan dan senyuman polosku.

“Iya! kalau misalnya lho!” Jawabku menambahi.

“Misalnya?” Tanya Tao oppa lagi sambil membesarkan matanya (?).

“Iya oppa!” Jawabku gemas.

“Kalau misalnya Jessica bilang Wo Ai Ni kepada Tao oppa tentu saja Oppa akan jawab Nado Saranghe!” Seru Tao Oppa lemas.

“Nado Saranghe oppa? Jadi Wo Ai Ni itu artinya Saranghe, oppa?” Tanyaku kaget. Tao Oppa hanya menganggukan kepalanya dengan lemas.

“Jadi, Kris bilang Saranghe kepadaku? Khya~~~!!! OMO!!! Apa aku mimpi?! Khya~~~!!! Jadi, selama ini Kris mencintaiku?! AAAAAAA!!!!” Batinku tidak percaya.

“Sica! Sica! Kau tak apa?” Tanya Tao oppa sambil mengibas – ibaskan tangannya di depan wajahku.

“Sica tidak apa – apa kok Oppa! Makasih Sudah mau menjawab pertanyaan Sica!” Jawabku senang sambil mencium pipi kiri Tao Oppa dan segera aku pergi dari lapangan basket.

“Annyeong Oppa!” Seruku keras dari kejauhan.

Author POV 

 

“Ne cheonma.” Kata Tao.

“Tuhan!!! Apa aku mimpi?! Tadi Sica menciumku! OMO!!! Tak apalah Sica tidak bilang bahwa ia mencintaiku! Cukup kecupan singkat saja aku sudah senang!! Khya~~~!!! Terima kasih Tuhan!!! Dan sepertinya pipiku tak akan aku bersihkan hihihi!” Kata Tao lagi  sambil tersenyum – senyum sendiri mengingat kejadian yang tadi sambil mengusap – usap (?) pipinya.

**********

“Aku harus mencari Kris! Kemana anak itu?” Gumam Jessica sambil berlari – lari kesana – kemari mencari Kris.

“Ah! Itu dia!” Gumam Jessica lagi sambil berlari kearah taman belakang sekolah.

“Kris!!! Kris oppa!!! Oppa!!!” Teraik Jessica sambil berlari kearah Kris.

“Ha?! O.. op..oppa? Sica memanggilku oppa?! OMO!” Gumam Kris sambil melihat kaget Jessica yang sedang berlari kearahnya.

“Aduh, dia bakal jawab apa ya? Tuhan bantu aku!” Gumam Kris lagi dan melihat Jessica lagi yang jaraknya sudah dekat dengannya.

“Annyeong Oppa!” Kata Jessica ramah setelah sampai (?).

“Annyeong Sica-ah!! Ada apa kau datang kemari?” Kata Kris pura – pura tidak tahu.

“Ahh Kris oppa pabo! Tentu saja aku datang kemari untuk berbicara kepadamu Kris oppa!” Jawab Jessica gemas.

“Bicara tentang apa Jessica?” Tanya Kris yang lagi – lagi pura – pura tidak tahu.

“Aku mau jawab pertanyaan oppa 5 hari yang lalu!” Jawab Jessica sebal.

“…”

“…”

“Jadi?” Tanya Kris sambil menaikan alisnya.

“Itu.. emhh… ah.. eh.. uh…Na..na..nad..nado..sa..sar…saranghe..op..oppa.” Jawab Jessica menundukan kepalanya dalam karena wajahnya sudah merah padam.

“Jinja?” Tanya Kris yang tidak bisa menahan senyum lebarnya.

“Ne…nne..” Jawab Jessica Gugup.

“Jinja?” Goda Kris sambil menundukan kepalanya agar dapat melihat Jessica.

“Yak! Opp…”

Chu~

Kris mencium Jessica tepat di bibirnya. Jessica hanya mengerjap – erjapkan matanya lucu. Pikiran Hyuna kosong saat itu.

“Oppaaaaa!!!! Kau menyebalkan!!!! Itu first kiss ku!!! Yak!! Nappeun Namja!!! Menyebalkan!!!” Seru Jessica saat otaknya (?) berjalan lancar lagi dan kesadarannya telah kembali (?).

“Hei, hei, hei! Bagaimana bisa aku nappeun namja? Aku ini Namjachingu-mu, jadi itu tidak apa – apa.” Kata Kris santai.

“Sejak kapan aku sahkan oppa menjadi namjachingu-ku?” Tanya Jessica sebal.

“Sejak tadi.” Jawab Kris.

“Memang tadi aku bilang apa? Cuman bilang Nado Saranghe saja kan? Aku Tidak bilang bahwa Oppa itu namjachingu-ku!” Goda Jessica.

“Baiklah kalau begitu mulai detik ini, menit ini, jam ini, hari ini, minggu ini, bulan ini, dan tahun ini Kris Wu dan Jessica Jung resmi berpacaran!” Jawab Xiumin tidak mau kalah.

“Dasar menyebalkan!” Kata Jessica sambil melihat Kris gemas.

Ya, hari itu, hari itu dimana Jessica dan Kris resmi menjadi sepasang kekasih. Ya, hari itu, hari itu dimana hari yang panjang bagi Jessica dan Kris. Dan Ya, hari itu, hari itu dimana hari yang menyenangkan dan membahagiakan bagi Jessica dan Kris.

**********

” Ya, begitulah Yeon-ah cerita appa yang menyatakan perasaan kepada eomma.” Kata Jessica kepada anak pertamanya, Taeyeon yang sudah menginjak umur 16 tahun.

“Ha?! Hanya seperti itu?” Tanya Taeyeon kepada eommanya.

“Iya, hanya seperti itu!” Jawab Jessica.

“Cih!! Appa payah!!” Kata Taeyeon sambil melihat appanya gemas.

“Hei! Bagaimana bisa Appamu yang tampan nan romantis ini bisa kau salahkan, Yeon-ah?!” Jawab Kris yang masih sibuk main i-pad.

“Apa yang appa bilang? romantis? Romantis darimana? Kalau Appa romantis seharusnya appa bisa menyatakan perasaan ke eomma dengan sikap romantis! Appa malah berbicara Bahasa Mandarin ke eomma! Appa payah! Setidaknya appa beri bunga atau cokelat atau apalah yang romantis atau Appa bisa merangkai kata – kata puitis untuk eomma!” Omel Taeyeon kepada Appanya.

“Yak! Appa kan waktu itu lagi bokek Yeon-ah!” Kata Kris mencari alasan padahal di dalam benaknya ia juga berfikir kenapa dulu ia menyatakan perasaan kepada Jessica dengan cara konyol itu.

“Iya, ya Yeo-ah! Kalau dipikir – pikir Appa konyol sekali menyatakan perasaanya kepada Eomma! Tidak ada romantisnya!” Tambah Jessica.

“Tuh Appa?! Eomma juga bilang seperti itu!” Kata Taeyeon.

“Yak, Chagi! kenapa kau malah membela Yeon-ah?!” Kata Kris mengerucutkan bibirnya lucu.

“Karena eomma membela yang benar, Appa!” Jawab Taeyeon sambil menjulurkan lidahnya ke arah appanya.

“Sudah – sudah itukan cuman memory saja!” Lerai Jessica.

END

Gimana? gimana? FF-nya absurd dan gak jelas ya? Hahaha Emang :P End-nya juga aduh ancur sekali =,=

Jangan lupa comment-nya yah Chingu!!!

9 thoughts on “[Freelance] Wo Ai Ni

  1. Wah keren ceritanya (^_^)
    Kris pke malu2 segala lagi ! Hahaa…. Gokil thor
    Ditunggu ff selanjutnya ya, yg maint castnya Jessica eonnie :’) hehee…

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s