[Freelance] Thorn (Part 2/END)

kako-ueda-cut-paper-art_副本

Title                       : Thorn

Author                  : Flawless Jung

Main Cast            : Jessica Jung as Jung Sooyeon

Suho as Kim Joonmyun

Chanyeol as Park Chanyeol

Son Naeun as Son Naeun

Length                  : Twoshoot

Genre                   : Drama , Hurt , Bittersweet , Fluff

Rate                       : PG13

Author note       : The story is mine ! tetapi basicly terinspirasi dari beberapa manga yang baru-baru ini saya baca .

Previous Chapter

GREP

Sekarang aku merasa ada dua telapak tangan hangat yang menggenggam erat kedua pipiku . Hangatnya menjalar keseluruh saraf . Aku mengangkat kepalaku menatapnya , meski bukan benar-benar menatap .

“jika aku mati dulu , mataku jadi milik Naeun . Itu janjiku .”

Author POV

“jika aku mati dulu , mataku jadi milik Naeun . Itu janjiku .”

Lelaki muda itu menatap intens lawan bicaranya , walaupun ia tau pasti kalau gadisnya itu sama sekali tidak bisa melihat tatapannya itu . Entah b agaimana , perasaannya pada si gadis sangat dalam . Seakan hari-harinya tak akan baik-baik saja jika ia tidak bertemu Naeun , gadisnya .

Naeun –gadisnya itu- mengerjapkan matanya berkali kali . Ia mencoba percaya dengan apa yang baru ia dengar . Perlahan , senyum manisnya mengembang dengan mata bulan sabit yang cantik .

“Gomawo oppa .. Tapi lebih baik jangan bicarakan itu . Aku ingin oppa tetap berada disampingku , menjagaku”

“pasti . pasti ! Aku akan selalu menjagamu , karena aku pelindungmu .” lelaki itu –Kim joonmyun- , Suho tidak melepaskan pandangannya dari Naeun . Cintanya pada gadisnya itu semakin meyakinkannya . Perlahan ia memiringkan kepalanya . Mengambil jarak yang lebih dekat . Perlahan tapi pasti kedua bibir ranum itu bertemu .

Tak mereka sadari , 2 insan yang sedari tadi mengikuti mereka sejak pulang sekolah sekarang masih mentap mereka . Jung Sooyeon dan Park Chanyeol . Kedua orang itu hanya bisa terdiam melihat pemandangan yang disuguhkan . Langit berwarna jingga kekuningan , dengan tambahan dua orang yang sedang berpagutan bibir .

Lelaki jangkung itu langsung menarik si gadis kedalam pelukannya . Gadis itu menurut saja . arah tatapannya kosong walaupun sekarang ia telah berada dalam dekapan dada bidang lelaki tinggi itu .

“menangislah , jangan kau tahan lagi .”

Hanya itu yang terucap dari bibir seorang Park Chanyeol . Gadis didalam pelukannya muliai terisak kecil . Ia bisa merasakan air mata gadis itu telah membanjiri seragam sekolahnya . Tangannya hanya bisa mengelus puncak kepala Sooyeon dengan tangan yang lainnya mndekap erat tubuh gadis itu .

“Kau sudah terlalu jauh Sooyeon-ah .”

Park Chanyeol POV

Aku lebih sakit Sooyeon-ah . Aku sedang berusaha kuat ketika gadis yang kucintai ternyata sedang menangisi lelaki lain . Tak adakah yang lebih sakit dari ini ?

Tanganku masih mendekap erat tubuhnya . Isakan kecil masih terdengar diiringin guncangan tubuhnya yang mulai mereda . Sedangkan kedua orang yang kami perhatikan tadi sudah menghilang . Entah kapan , aku tak tau . Aku terlalu sibuk untuk menenangkan gadisku .

Aku bisa merasakan Sooyeon melonggarkan dekapanku padanya . Sepertinya ia sudah lebih tenang . aku meraih wajahnya dengan dua jempolku ditiap sudut matanya . Membantunya menghapus air mata yang membekas .

“Kau mau pulang sekarang ?”

Ia hanya mengangguk pelan . AKu meraih tangannya mendekapnya erat . Aku takut dia kembali terpuruk dan jatuh .

“aku akan mengantarmu , kajja”

Sepanjang perjalanan menuju rumah Sooyeon kami hanya terdiam . Aku masih belum berani melepas genggaman tanganku padanya . Entah kenapa , perasaan ini kembali memuncak . Aku ingin merebutnya dari Joonmyun . Aku ingin dia melihatku . Hanya aku .

Perjalanan kami terhenti saat telapak kaki kami mencapai halaman depan rumah Sooyeon . Sooyeon masih diam . Kemuadian ia menatapku kemudian membungkuk sedikit .

“gamsahamnida..”

Lalu ia memutar badannya menuju pintu utama rumahnya . Aku tidak bisa menahannya lebih lama . Kakiku bergerak sendiri , mencoba menyeimbangi langkah Sooyeon .

GREP

Aku memeluknya dari belakang . Kulingkarkan kedua belah lenganku erat pada pundaknya . Menahan kepergiannya . Entah keberanian dari mana , tapi kuyrasa ia juga sama terkejutnya .

“chanyeolah , wa…”

“tolong , lihatlah aku..” aku memotong ucapannya . Ia kembali diam . Entah apa yang dipikirkannya . Persetan dengan itu , aku hanya ia mendengarku kali ini .

“berhenti menatap Joonmyun. Aku . Aku ada disini Sooyeon-ah . Bukan Joonmyun . Lihatlah aku..” Aku berusaha terus meyakinkannya . Aku mencintainya . Aku harus bisa meyakinkan padanya kalau aku masih ada buatnya . Bukan pria lain .

“Chanyeol-ah ..” Sooyeon membalikkan badannya . Ia menatap mataku . Sedangkan kedua lenganku sudah turun kepundaknya .

“apa kau baik-baik saja ?” ia mendaratkan punggung tanganya pada keningku . Apa yang sedang ia pikirkan ? Aku baik-baik saja !

“Aku baik-baik Sooyeon-ah .. Semua yang kukatakan tadi , aku mengatakannya dengan kesadaran penuh . Jangan meragukan itu .”

Ia hanya bisa menatapku . Entah apa yang ia cari . Kejujuran mungkin .

CUP

Kali ini aku memberanikan diriku . Kudaratkan bibirku pada keningnya . Menciumnya lembut .

“Aku disini , datang padaku kapan saja kau mau . Aku akan selalu ada untukmu . Lupakan dia . Aku akan membantumu .”

“baiklah , aku pulang yaa .. jangan dipikirkan perkataanku tadi . Aku hanya ingin memberitahumu “

Setelah mengatakn itu aku berbalik . Menjauhi Sooyeon menuju pintu pagarnya . Kurasa hari ini cukup sampai disini .

Naeun POV

Hari ini aku akan berkunjung ketaman mawar . Sudah seminggu aku tidak kesana . Disana adalah tempat favoritku . Tempat dimana aku dan pelindungku bertemu , Suho .

Tongkat yang kupegang ini membantuku banyak sekali . Sudah sejak kecil aku tidak bisa melihat . Aku bahkan tidak tau menau bagaimana rupa orangtuaku . Aku hanya bisa tau kalau mereka itu cantik dan tampan , hanya itu kurasa . Dan setauku , omma dan appa bercerai . Aku ikut appa , dan omma pergi dengan oppa ku .

Saat itu aku masih sangat kecil , sehingga aku tidak bisa mengingat apapun . Aku hanya mendengar bahwa omma sangat menyukai mawar . Itulah alasannya mengapa aku sangat menyukai mawar . Dengan menghirupnya , aku bisa merasakan omma bersamaku .

Aku memilih duduk disalah satu kursi yang tersedia ditaman . Kemuadian kupejamkan mataku merasakan hembusan angina yang membelai pipiku . Alangkah baiknya jika aku bisa melihat . Itu pikirku .

Hal pertama yingin kulihat saat itu adalah Suho oppa . Aku hanya bisa meraba wajahnya tanpa tau ia siapa , bagaimana dan mengapa ia sangat baik padaku . Aku gadis buta . Aku sudah terbiasa dikucilkan . Tapi Suho oppa datang padaku , menjadi mataku , menuntunku , menjagaku , aku benar-benar bersyukur .

“orang buta .. orang buta ! hahaha . Kasihan sekali ”

Mulai lagi , sepertinya anak-anak nakal itu datang lagi . Langsung kuraih tongkatku dan menggenggamnya erat . kukibaskankan tongkatku , bermaksud untuk mengusir mereka . Tapi naas , salah satu dari mereka menarik ujung tongkat yang satunya . Sehingga sekarang aku bagaikan ditarik oleh mereka .

“hei ! lepaskan ! kalian tidak sopan !“

Percuma meneriaki mereka , anak-anak itu hanya tertawa tanpa mendengar perkataanku . Sial . Mereka menarik semakin cepat . Terpaksa aku terus mengikuti mereka walau hampir jatuh karena tersandung . Kurasa mereka menarikku kearah jalan raya . Ini bagaimana ? Aku tidak bisa melihat !

BUUKKK !!

Kurasakan tubuhku terpental jauh .diiringi bunyi tabrakan . Apakah seseorang tertabrak ? Siapa ?

“Joonmyun-ssi !!” Suara seorang perempuan berteriak kencang .

“Sadarlah , Joonmyun-ah . Kumohon , kuatlah . Siapapun , tolong panggilkan ambulans . Joonmyun-ah ! Hiks hiks ..”

Siapa itu Joonmyun ? Apa ia yang menolongku tadi ? Aku terduduk . Kurasakan lututku nyeri . Sepertinya bedarah .

“Naeun-ssi , kau baik-baik saja ?” kali ini suara berat seorang lelaki . Ia membantuku berdiri . Tapi , bagaimana ia mengetahui namaku ? Rasanya , ini baru pertama kali aku mendengar suaranya .

“Gwenchanayo.. Gamsahamnida ..”

“Park Chanyeol imnida ..”

“nee , Gamsahamnida Park Chanyeol-ssi”

“apa perlu kerumah sakit ?”

“kurasa tidak . err .. apakah seseorang tertabrak karena menyelamatkanku ?”

“hmm .. nee .. dia tertabrak “

“dia ? dia siapa ?”

“Kim Joonmyun ..atau kau lebih mengenalnya sebagai Suho ”

Suho ? Kim Joonmyun. Joonmyun oppa ? Sebenarnya ada apa ini ? Bagaimana bisa ? Kaki dan tanganku lemas seperti tak bertenaga . Aku tidak tau harus bagaimana . Apakah aku harus sedih atau senang ? Senang ? Kenapa ? Karena akhirnya aku menemukannya , aku menemukan oppaku , Kim Joonmyun .

Aku pernah mendengarnya dari halmoni . Ia mengatakan aku mempunyai seorang oppa bernama Son Joonmyun . Tapi saat appa dan omma bercerai , ia berganti ke marga omma , Kim Joonmyun . Aku akhirnya menemukannya , tapi mengapa ia pergi disaat ini juga ?

Author POV

Suasana dilokasi tabrakan tadi menjadi sangat ramai . Suara tangis seorang perempuan menjadi lagu tersendiri . Mobil berwarna putih khas rumah sakit akhirnya sampai pada lokasi . Beberapa orang keluar dari dalam dan menurunkan tandu untuk mengangkat korban .

“Joonmyun-ah , bangun . Aku tau kau kuat . Sadar Joonmyun-ah”

Perempuan yang sedari tadi menangis mengguncang tubuh lelaki yang bearada dalam dekapannya kencang .  Petugas mulai memisahkan mereka dengan mengangkat tubuh lelaki itu dan membawanya dengan tandu kedalam mobil ambulans .

Seorang lagi , perempuan dengan surai hitam yang memiliki beberapa luka kecil di gandeng petugas untuk ikut kedalam mobil . Ia hanya menatap kedepan kosong . Bibirnya bergetar . Ia sedang berusaha meyakinkan dirinya bahwa semua ini hanya mimpi buruk yang berakhir ketika ia bangun .

“Sooyeon-ah , kita pergi juga kerumah sakit pakai mobilku . Kebetulan , aku membawa mobil . Ayo”

wanita yang diajak bicara mengangguk cepat dengan mata masih tertuju pada sosok yang telah masuk kedalam ambulans yang melaju .

-o-o-

“operasinya sukses , pasien sudah bias dijenguk . Tapi ingat , dia tetap harus istirahat” sekelompok orang berpakaian serba putih keluar dari ruangan . Sedangkan sepasang lelaki dan perempuan muda itu menatap lurus kedalam kamar rawat .

“ayo ..”

Perempuan itu melangkahkan kakinya masuk . Dengan segenap rasa yang masih tersisa ia membuka pintu kamar rawat . Pemandangan yang pertama kali ia lihat adalah seorang pasien dengan mata yang tertutup perban dan sepasang kapas .

“Hi .. Apa kabar?”

“ah , kalian . Sooyeon-ssi dan Chanyeol-ssi ? aku baik-baik saja . Sangat baik malah . Terimakasih sudah datang”

“nee , anyway .. chukkhaeyo..” pperempuan itu menggigit bibir bawahnya kuat-kuat . Ia sedang mencoba untuk memberanikan dirinya untuk mengucapkan kata yang mungkin berat untuknya kali ini .

“ahh . nee . gomawo Sooyeon-ssi . Aku ingin kau menjadi orang pertama yang kulihat nanti ” balas lawan bicaranya .

“baiklah , aku akan hadir saat pembukaan perban matamu , Naeun-ssi”

END

Aneh ? ok thanks . Tapi Cuma ini hasilnya . butuh sekuei ??

Sekuel akan terbit saat komen mencapai 30 . kalo ga sampe yah terpaksa aku kubur dalam dalam idenya >.<

Nah , chinggu .. komenjuseyo ^^

 

3 thoughts on “[Freelance] Thorn (Part 2/END)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s