[Freelance] Flower Power

22

Title                 : Flower Power

Author             : NinkNonk

Main cast        : Kim Taeyeon (GG), Wu Yi Fan (EXO)

Other cast       : find by yourself

Genre              : romance, sad

Length             : oneshot

Rating             :  PG-15

Disclaimer       : FF ini terinspirasi begitu saja ketika lagi nyari-nyari bahan untuk FF Be Mine. All cast milik Allah SWT. but the story is pure mind of its own author. Cieilah…. basa-basi dikit. Hehehehe……

Disebuah taman yang lumayan ramai, terlihat seorang yeoja yang dengan gelisah menunggu seseorang sedari tadi. Nampak raut wajahnya yang menandakan kekecewaan, marah, sekaligus bosan bercampur menjadi satu. Sesekali dia melirik jam tangannya lalu mengecek kembali keadaan disekitar taman tersebut berharap orang yang ditunggunya datang sesuai dengan janjinya kemarin.

Namun, orang yang ditunggunya sedari tadi tidak kunjung juga memperlihatkan batang hidungnya. Lelah menunggu selama kurang lebih 2 jam, yeoja itupun akhirnya menyerah dengan cuaca dingin yang mulai menyergapnya. Namun, mengingat ucapan yang orang tersebut janjikan kemarin dia kembali mengurungkan niatnya untuk pergi.

“sebentar lagi, aku akan menunggunya sebentar lagi…” batinnya, belum sempat dia memperbaiki posisi duduknya disebuah bangku tiba-tiba hujan turun dengan derasnya.

Melihat dirinya yang sedang basah kuyub, tak khayal membuatnya mulai menitikkan airmata. Dia mulai merutuki dirinya sendiri ketika dalam benaknya dia merasa dipermainkan oleh seorang makhluk yang bernama namja dan musim yang selalu berubah dan tidak bisa mendukungnya sama sekali. Akhirnya, Taeyeon memutuskan untuk meninggalkan tempat tersebut tidak peduli dengan janji yang dibuatnya dengan namjachingunya lagi, Kris.

Dengan langkah gontai, dia menyusuri jalan menuju tempat tinggalnya yang berjarak cukup jauh dari tempat tersebut. Matanya mulai sembab seiring dengan bajunya yang sudah basah total, beberapa orang yang melihatnya dijalan hanya bisa merasa iba.

“Kris…. kau dimana? Lagi-lagi kau mempermainkan perasaanku!” sambil terus terisak dia mulai mempercepat langkahnya karena tinggal beberapa meter lagi dia bisa sampai dirumahnya.

Ketika dia sudah berdiri tepat didepan pintu rumahnya, perasaannya berubah menjadi gelap dan seketika itu juga dia ambruk tak sadarkan diri. Seorang penghuni rumah tersebut, Seohyun yang tidak lain merupakan sahabatnya mendengar suara tersebut lalu berlari keluar rumah dan mendapati sahabatnya tergeletak didepan pintu rumah mereka.

“Ya!!! Taeyeon, apa yang terjadi denganmu?” histeris sahabatnya tersebut dengan raut wajah panik.

Tidak butuh waktu lama, Taeyeon sudah diperiksa oleh dokter yang juga merupakan teman dekat mereka. Seohyun bermaksud menanyakan beberapa hal mengenai kondisi Taeyeon, namun bel rumah mereka berbunyi. Ketika Seohyun mengetahui tamunya itu adalah Kris, dia sedikit tersentak karena belum beberapa saat dia menghubungi namja tersebut tetapi namja tersebut sudah sampai dirumahnya dengan cepat. Dari raut wajah namja tersebut tidak bisa dilepaskan dari kepanikan bercampur kekhawatiran yang tidak kalah darinya.

“Seohyun, bagaimana kondisi Taeyeon? Apa dokter sudah memeriksanya? Apa dia sudah sadar?” tanya Kris bertubi-tubi sedangkan orang yang ditanyainya hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.

“dokternya ada didalam, kau saja yang bertanya padanya!” seru Seohyun sambil menunjuk kamar Taeyeon.

“dokter, bagaimana kondisinya?” tanyanya sambil menggenggam erat tangan yeojachingunya ketika sudah duduk ditepi ranjang tempat Taeyeon sedang terbaring lemah.

“tidak apa-apa, dia hanya dehidrasi dan sedikit kurang darah karena kehujanan tadi. Dia hanya perlu istirahat yang cukup dan rutin meminum obatnya ini!’ seru dokter tersebut sambil meletakkan resep obat yang sudah dicatatnya dimeja dekat ranjang Taeyeon.

gamsa hamnida…..” sapanya sambil sedikit membungkukkan badannya ketika dokter tersebut berpamitan untuk kembali kerumah sakit tempatnya bekerja.

Kris yang merasa bersalah telah membuat yeojachingunya tersebut berada dalam kondisi sakit saat ini hanya bisa meminta maaf sambil sesekali mengecup tangan dan kening Taeyeon secara bergantian. Seohyun yang melihatnya dari dekat pintu kamar hanya bisa tersenyum lega.

“sepertinya kali ini aku tidak akan dimaafkan dengan mudah karena sudah membuatnya kecewa lagi.” lirihnya namun Seohyun bisa mendengarnya dengan jelas.

“kumohon oppa, jangan membuatnya seperti ini lagi. Aku kasihan dengan eonni, tadi pagi dia sangat bersemangat ketika dia tahu oppa ingin menemuinya di taman.” ucap Seohyun yang sangat mengerti dengan perasaan sahabatnya tersebut.

“aku tahu, aku yang salah. Padahal aku sudah mengosongkan jadwalku hari ini untuk melamarnya, tapi tiba-tiba klien kami dari Jepang datang secara mendadak.” sesalnya lagi.

mwo??? Oppa mau melamar eonni?” tanya Seohyun untuk memastika bahwa dia tidak salah dengar tadi.

neh…” balasnya sambil mengangguk pelan.

jeongmal? wah…. chukkae oppa.” ucap Seohyun yang juga merasa bahagia mendengarnya.

gomawo…. tapi jangan katakan pada eonnimu dulu, aku ingin memberinya kejutan besok pagi sekaligus melamarnya.” ucapnya.

“aku juga akan membantu oppa mempersiapkan momentnya besok.” seru Seohyun sambil berlalu menuju kamarnya untuk mempersiapkan beberapa kejutan untuk eonninya itu.

Pagi itu, Taeyeon dengan sedikit kekuatannya mulai membuka matanya ketika matanya terkena cahaya matahari. Namun, ketika matanya terbuka perlahan dia sangat terkejut melihat sekeliling kamarnya yang berubah drastis akibat ratusan bahkan hingga ribuan bunga menghiasi kamarnya. Dengan sangat jelas, dia bisa melihat banyaknya bunga yang sangat dia sukai berada didekatnya. Tapi, ada bunga sebuket bunga yang paling dia sukai namun berada sedikit jauh dari tempatnya, mawar putih. Ketika dia hendak meraihnya dengan sedikit bersusah payah. Tiba-tiba bunga tersebut mendekat dengan sendirinya ke arahnya dilihat dari dekat bunga tersebut membawa sebuah benda kecil yang terlihat berkilauan dengan indahnya, sebuah cincin dengan sebutir berlian kecil. Dan seketika dari sampingnya sudah berlutut seorang namja yang berpakaian sangat rapi, Kris namjachingunya.

“Taeyeon…. will U marry me?” ucapnya dengan lembut.

Namun, Taeyeon hanya bisa diam mematung melihatnya. Sejujurnya, dia masih kesal dengan kejadian kemarin sehingga dia memutuskan untuk mengacuhkan pernyataan Kris. Kris yang merasa tidak direspon dengan baik sedikit kecewa, namun dia tidak akan menyerah begitu saja.

mianhae chagi… aku sangat menyesal.” ucapnya dengan sedikit gugup, namun sekali lagi Taeyeon mengacuhkannya.

Seohyun yang sedari tadi bersembunyi dibalik pintu merasa prihatin melihat Kris yang tidak dihiraukan oleh eonninya. Hingga akhirnya dia juga merasa jengkel melihat keadaan tersebut yang tidak sesuai dengan harapannya.

eonni! bisakah kau tidak bersikap seperti itu? kasihan oppa, mulai dari kemarin dia menemanimu terus sampai mempersiapkan moment ini sehingga dia tidak pernah tidur sedetikpun.” seru Seohyun membela Kris.

mianhae chagi…..jeongmal mianhae…” ucap Kris dengan penuh ketulusan. Taeyeon yang tidak tega melihatnya seperti itu, akhirnya kembali menitikkan airmatanya.

Kris semakin merasa bersalah melihat airmata yeojanya itu terjatuh lagi karenanya. Tidak mau membuat Taeyeon semakin larut dalam kesedihannya, dia lalu membawa tubuh yeoja tersebut kedalam pelukannya.

“tidak apa-apa kalau kau menolakku sekarang, tapi satu hal yang harus selalu kau ingat bahwa aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi. Seberapa besar bencimu terhadapku, aku akan selalu mengejarmu hingga ke ujung dunia sekalipun.” ucapnya meyakinkan.

pabo! satu hal juga yang harus kau ingat bahwa seumur hidupku aku tidak akan pernah meninggalkanmu dan tidak akan bisa membencimu walau sebesar biji bunga sekalipun.” balas Taeyeon.

jinjjayo? jadi, will U marry me?” tanya Kris lagi sambil menyodorkan cincin itu lagi.

I do….” balas Taeyeon lalu Kris menyematkan cincin tersebut ke jari manis Taeyeon.

Kris yang mendengar jawaban yeoja tersebut, tidak dapat menyembunyikan perasaannya lagi. Tidak peduli dengan kondisi Taeyeon yang masih lemah, Kris mengangkat tubuh Taeyeon yang mungil sambil memeluknya erat. Seohyun yang melihat mereka dengan perasan ikut bahagia juga. Setelah beberapa saat, Kris menurunkan Taeyeon yang sedikit pusing lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Taeyeon kemudian mencium bibir Taeyeon dengan lembut. Seohyun yang melihat kejadian tersebut, merasa malu sendiri.

“Ya, kalian! Tidak tahu apa disini ada yeoja yang masih polos!” seru Seohyun sambil memanyunkan bibirnya.

mianhae, Seo baby…. bisa tinggalkan kami berdua!” pinta Kris.

arraseo... selamat bersenang-senang!” ujarnya lalu menutup pintu kamar tersebut.

“sepertinya tidak akan ada lagi yang bisa mengganggu kita.” ucap Kris sambil memasang smirk evil diwajahnya.

mwo? Apa yang akan kau lakukan?” teriak Taeyeon sambil menyilangkan kedua tangannya tepat didepan dadanya yang sedikit terkejut melihat ekspresi Kris yang seperti hendak menerkamnya hidup-hidup.

Namun karena kondisi yang kurang fit, Taeyeon akhirnya menyerah dengan apa yang akan terjadi padanya nanti. Lama mereka bercumbu dikamar tersebut hingga lupa waktu.

chagi... sepertinya aku akan ke kantor sebentar baru kembali kerumah dan setelah itu akan kembali kesini lagi untuk menemanimu.” ucap Kris semabri mengelus lembut rambut Taeyeon.

philyo obsoyo, sebaiknya kau istirahat saja dulu, lagipula ada Seohyun yang akan menemaniku disini.” ucap Taeyeon.

neh…. sebagai calon istriku, kau juga harus menjaga kesehatanmu.” ucap Kris lalu mengecup kening Taeyeon kemudian beranjak keluar.

arraseo...” angguk Taeyeon sambil tersenyum lebar.

Diruang tamu, terlihat Seohyun yang sedang menonton acara kesukaaannya. Ketika Seohyun menyadari kehadiran Kris didekatnya, dia pun menoleh.

oppa, sudah mau pulang?” tanyanya.

neh… oh iya, aku minta tolong jaga nyonya Wu untukku yah?” ucap Kris.

mwo? aigoo…. sepertinya sebentar lagi aku akan menggendong keponakan.” goda Seohyun.

“hahahaha…. doakan saja secepatnya, tolong yah?” pinta Kris dan Seohyun pun membalasnya dengan anggukan lalu berjalan menuju pintu rumah tersebut.

Beberapa minggu kemudian….

“Seo, mengapa Kris akhir-akhir ini jarang menghubungiku?” curhat Taeyeon.

eonni, jangan berpikiran yang macam-macam dulu. Mungkin oppa sedang sibuk apalagi beberapa minggu lagi kalian akan menikah!” ucap Seohyun.

“aku tahu, tapi ini sudah satu minggu lebih. Terakhir kali aku berbicara dengannya, dia selalu bilang sedang sibuk.” ungkap Taeyeon sedih.

“bagaimana kalau eonni menelponnya lagi?” saran Seohyun.

“baiklah, akan aku coba.” Taeyeon langsung meraih hpnya lalu menekan beberapa tombol yang merupakan nomor Kris.

Tuut…. Tuut….

“tidak ada yang menjawabnya.” ucap Taeyeon kesal.

“coba eonni hubungi kantornya.” sarannya lagi dan lalu Taeyeon langsung menghubungi kantor Kris.

yeoboseyo… apa tuan Wu ada dikantor?” tanya Taeyeon ketika salah satu sekretaris Kris menjawab panggilannya.

mianhae nona…. tuan Wu sedang ada rapat penting dan mungkin nanti siang baru akan selesai. Apa nona ada pesan?” tanya sekretaris tersebut.

aniyo…. gamsa hamnida…” salam Taeyeon lalu menutup telpon tersebut.

“tuh kan, eonni tidak perlu khawatir lagi. Apa eonni tidak berangkat kerumah sakit?” tanya Seohyun.

omo! aku lupa.” ucapnya sambil menepuk jidatnya.

“aish… eonni ini kan seorang dokter tapi kenapa mengidap penyakit lupa.” kesal Seohyun.

arraseo…. Seo, eonni berangkat dulu neh!” ucap Taeyeon.

chakkaman, mana cincin eonni?” tanya Seohyun ketika menyadari cincin pertunangan Taeyeon tidak ada.

“itu, aku simpan dilaci meja rias. Aku takut saat sedang ada operasi nanti akan hilang, jadi lebih aman jika aku menyimpannya saja.” balas Taeyeon lalu keluar rumah menuju mobilnya.

Diperjalanan menuju rumah sakit, tiba-tiba hpnya berdering. Dari seberang telpon tersebut, terdengar suara seorang yeoja yang panik.

eonni, tolong aku. Ahjumma tiba-tiba tidak sadarkan diri.” isak yeoja tersebut.

“Yoojung, jangan panik. Eonni akan segera kesana.” ucap Taeyeon dan langsung membanting setirnya menuju rumah Yoojung yang sudah dia anggap seperti dongsaengnya sendiri.

Setibanya dirumah tersebut, Taeyeon langsung berlari masuk kedalam dan mendapati seorang yeoja paruh baya sedang tergeletak tak berdaya sedangkan disampingnya ada Yoojung yang masih terisak. Taeyeon segera memeriksanya dan berusaha untuk menenangkan Yoojung.

“ambulans sudah datang, kau harus menemani ahjumma kerumah sakit. Eonni akan segera menyusul.” ucap Taeyeo lalu memanggil beberapa petugas medis untuk segera mengangkat yeoja paruh baya tersebut.

eonni, tolong jemput Hyoyeon eonni ditempat kerjanya.” pinta Yoojung ketika dia memasuki mobil ambulans tersebut.

arraseo…. eonni dan Hyoyeon akan segera menyusulmu.” ucap Taeyeon lagi sambil menuju mobilnya dan segera menjemput Hyoyeon.

Taeyeon, hanya bisa menunggu Hyoyeon dari luar cafe tempatnya bekerja. Sembari menunggu Hyoyeon keluar, Taeyeon masuk menuju cafe tersebut untuk memesan bubble tea dan beberapa potong cake kesukaannya karen sejak tadi dia belum sarapan. Namun, betapa terkejutnya dia ketika didalam cafe tersebut dia melihat sesosok namja yang sangat dia kenali yang ternyata adalah Kris sedang berbicara dengan seorang yeoja berambut blonde. Sekilas dilihat, keduanya bicara dengan sangat mesra dan sangat serasi.

“jadi yang kau bilang sedang ada rapat penting, disini?” tanya Taeyeon dengan menahan airmatanya yang spontan membuat kedua orang tersebut terkejut.

“Tae… Taeyeon… apa yang kau lakukan disini? Dan kumohon jangan salah paham dulu!” pinta Kris lalu beranjak dari tempatnya kemudian mendekati Taeyeon dan berusaha memegang tangannya.

Namun Taeyeon yang tidak dapat menahan airmatanya lagi dan menepis tangan Kris.

“cukup Wu Yi Fan, aku tidak mau mendengar alasanmu lagi!” teriak Taeyeon yang membuat semua orang di cafe tersebut memandangi mereka.

Taeyeon lalu pergi meninggalkan Kris yang masih tersentak karena Taeyeon yang baru pertama kali ini bertindak kasar padanya. Melihat Taeyeon yang semakin menjauh, sontak Kris mulai mengejarnya. Taeyeon berlari menuju mobilnya dan memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia tidak peduli lagi dengan rambu-rambu lalu lintas dan beberapa tanda larangan. Hatinya sangat hancur.

Dari arah yang berlawanan, tiba-tiba ada sebuah truk yang sedang melaju. Saat Taeyeon berusaha menghindarinya, tiba-tiba mobilnya oleng lalu menabrak pembatas jalan dan jatuh kejurang. Sementara itu, Kris yang berusaha mengejar Taeyeon sedang terjebak macet total. Dari barah belakang terdengar sirine pemadam kebakaran dan disusul oleh mobil ambulans. Beberapa pejalan kaki yang tidak jauh dari tempat Kris bercerita tentang kondisi yang sedang terjadi disana, dan dari percakapan mereka Kris menjadi semakin panik karena ciri-ciri yang mereka sebutkan tadi sesuai dengan ciri-ciri mobil Taeyeon.

Kris berlari menuju tempat kejadian untuk memastikan bahwa kejadian itu salah, disana sudah banyak orang yang memadati tempat tersebut. Kris berusaha masuk diantara para petugas medis dan pemadam kebakaran tersebut.

ahjussi… apa yang terjadi?” tanya Kris khawatir.

mianhae tuan, tempat ini cukup berbahaya. Jika tuan mau bertanya tentang korban silahkan ke petugas medis yang ada disana!” seru petugas tersebut sambil menunjuk arah mobil ambulans.

“pak, dilihat dari mobil korban dan beberapa petunjuk didalam mobil tersebut. Dapat dipastikan bahwa korban adalah dokter Kim.” ucap petugas medis tersebut ke atasannya.

mwo? maksudmu dokter Kim dari rumah sakit kita, Kim Taeyeon?” tanyanya tidak percaya.

neh… jasad korban…. mianhae, karena kendaraan korban beberapa kali membentur benda keras dan meledak jadi jasad korban juga….” petugas tersebut tidak sanggup melanjutkan kalimatnya lagi dan malah tertunduk sedih.

Kris yang mendengarnya, berubah semakin shock dan menarik kerah petugas tersebut berharap petugas tersebut salah.

mianhae tuan, kami juga turut berduka.” ucap atasannya tersebut.

andwae….. Taeyeon….” teriak Kris histeris.

Dirumah sakit, Kris terlihat seperti orang yang hilang akal sehatnya. Seohyun yang baru tiba dirumah sakit, mempercepat langkahnya dengan matanya yang terlihat sembab, dia menghampiri Kris.

oppa, apa yang terjadi? Dimana eonni?” tanya Seohyun panik.

Namun Kris tidak menghiraukan pertanyaannya, Seohyun yang melihat Kris tidak jauh berbeda dengan dirinya kembali menangis. Didalam kamar jenazah, jasad Taeyeon sudah dimasukkan kedalam peti dan akan segera dimakamkan. Ditempat pemakaman, banyak sahabat serta para dokter yang datang untuk memberi salam perpisahan untuk Taeyeon. Kris yang terus berada disamping peti Taeyeon, tidak bergerak sedikitpun hingga pemakaman itupun selesai dia tidak berniat untuk meninggalkan tempat itu.

Beberapa bulan kemudian….

Disebuah pemakaman nampak sesosok namja yang membawa sebuket mawar putih, berdiri sedari tadi didekat makam tersebut. Seohyun yang sedang berada ditempat itu membawa beberapa bunga untuk diletakkan diatas dimakam Taeyeon, prihatin melihat kondisi Kris.

“hari ini oppa datang lagi?” tanya Seohyun.

neh… aku sudah berjanji tidak akan pernah meninggalkannya sendiri disini.” ucap Kris sedih.

oppa, berhentilah seperti ini terus. Disana, eonni juga pasti akan sedih jika tahu oppa sering bertindak nekat dan tidak memperhatikan kesehatan oppa.” sedih Seohyun.

Namun Kris hanya mengacuhkan perkataan Seohyun.

“sebenarnya aku tidak ingin membuat oppa terluka lagi, tapi hal ini harus aku lakukan. Ini benda kesayangan eonni sejak beberapa bulan yang lalu. Pagi itu, saat eonni akan berangkat menuju rumah sakit dia bilang tidak akan memakai cincin ini karena takut hilang ketika ada pasiennya yang akan dioperasi.” ucap Seohyun sambil menyodorkan cincin tersebut lalu berlalu pergi meninggalkan Kris.

Kris yang melihat cincin pemberiannya untuk Taeyeon saat melamarnya, kembali meneteskan airmatanya. Seandainya saat itu, dia lebih perhatian terhadap Taeyeon mungkin hal ini tidak akan terjadi.

chagiya…. apa kau tidak merindukanku? Apa kau masih ingat janjimu tidak akan pernah meninggalkanku? Kau mengingkarinya sendiri, bagaimana aku bisa hidup tanpamu?” tanya Kris sambil menggenggam cincin tersebut dengan erat.

“setiap hari aku selalu membawakanmu bunga mawar putih, bunga kesukaanmu dan meletakkannya dimakammu. Apa disana kau bisa menghirup wanginya? Chagiya… naneun nareul bogoshipda. Aku rindu melihatmu menghirup wangi bunga mawar yang sering kuberikan padamu. Saranghaeyo Kim Taeyeon….” lirih Kris kemudian beranjak meninggalkan tempat tersebut.

Disuatu tempat, seorang yeoja tiba-tiba terbangun ketika dia merasa bermimpi. Dimimpi tersebut, seorang namja sambil terus berlari mengejarnya dan memanggilnya ‘Kim Taeyeon’. Dia merasa sedikit bingung, sebenarnya dia sering kali bermimpi seperti itu namun tidak pernah dia hiraukan karena dia merasa tidak memiliki hubungan sama sekali dengan namja tersebut.

“Kim Taeyeon? Nuguya?” ucapnya sambil terus mengeringkan jidatnya yang dpenuhi dengan keringat dingin.

……………………………………………………………THE END…………………………………………………………………..

Akhirnya FF ini selesai juga kurang dari 24 jam, sesuai target, fiuuh….

Saat membuat FF ini, jujur author agak sedikit mewek dibuatnya apalagi sambil dengar lagunya ‘Taeyeon-Closer’ feelnya dapet banget….

Mianhae kalau ceritanya tidak sesuai harapan para readers, tapi author masih mempertimbangkan untuk bikin sequelnya karena cerita yang di oneshotnya sengaja author ambil pas dibagian pertengahannya saja. Rencana dari awal cuma pengen dijadiin teaser doank, tapi terlalu panjang jadi dibikin oneshot sekalian.

Buat para readers yang berniat dibikinin sequelnya, PLEASE! LEAVE YOUR COMMENT. And, yang pengen dibikinin poster, sebutin pairingnya dan silahkan inbox aja di akun FB author @astrina syarif gp.

HAPPY READING!!!

Sekian… Gamsa hamnida…. Annyeong…..

 

54 thoughts on “[Freelance] Flower Power

  1. bikin squelnya thor, baguuss ampe nangis bacanya, si taeng knapa meninggl😥
    aku ga rela taengnya meninggal kyk gtu, lanjuut thor hehehehe

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s