Porphyria [Prolog]

aiko-140

Porphyria [Prolog]

by

Harumi Aiko

the Cast :

Choi Sooyoung || Wu Yi Fan || Park Chanyeol

Kwon Yuri || Choi Siwon

| Romance, Angst, Thriller, Tragedy | PG-13 | Chaptered |

Poster by Fearimaway

Disclaimer :

Cerita ini hanyalah karangan fiksi belaka yang terinspirasi dari asal-usul dan sejarah vampir.

Previous :

Secret of Teaser

.

Aku memiliki ciri-ciri yang sama seperti vampir

Selalu ingin meminum darah, kulit pucat yg sensitif jika terkena sinar matahari

Aku bukan vampir

Aku adalah manusia penderita penyakit aneh yang sangat langka di dunia

Penyakit yang kualami ini bernama, Porphyria..

.

“Selamat pagi Permisa. Kami akan melaporkan peristiwa pembunuhan yang terjadi di sebuah gang kecil sekitar Myeondong. Menurut laporan yang diberikan polisi, korban pembunuhan berinisial KJ tewas dengan kondisi tubuh yang naas dengan luka tusuk di bagian dada. Belum diketahui motif…”

“Membosankan”, Ujar seorang gadis yang baru saja mematikan layar televisi yang berada di hadapannya. Gadis itu membuang remote televisi yang di pegangnya ke sembarang arah. Ia tidak peduli remote itu akan hancur dan rusak karena perilakunya yang seenaknya itu.

“Pembunuhan lagi, eoh?”, Ia tersenyum sarkastik.

Smartphone yang berada di samping gadis itu bergetar cukup lama karena ada panggilan masuk pada gadis itu. Ia hanya tertawa pelan saat melihat nama penelpon yang tertera pada layar smartphone gadis itu.

Yoboseyo?”, Jawab gadis itu datar.

“Choi Sooyoung, kau tidak apa-apa?”, Tanya si penelpon.

“Jika terjadi sesuatu padaku, memangnya apa yang akan kau lakukan? Apakah kau akan mengirim pengawal kepercayaanmu lagi untukku?”, Si penelpon hanya diam terpaku tanpa menjawab pertanyaan gadis itu.

“Jangan tunjukkan kepedulianmu padaku. Kau munafik”, Ucap gadis itu sambil memencet tombol merah pada smartphone-nya.

Ia tersenyum penuh arti saat melihat jam tangan yang ia kenakan di pergelangan tangan kirinya, “Saatnya pergi ke nereka”.

***

Sooyoung berjalan cepat saat memasuki tempat yang ia sebut sebagai ‘neraka’. Banyak orang yang menatap Sooyoung dengan tatapan tak suka bahkan mencemooh gadis itu saat ia berjalan di depan mereka. Penampilan Sooyoung memang sangat berbeda dengan orang-orang biasanya. Selalu memakai hoodie berkain tebal dengan panjang dibawah lutut berwarna hitam, selalu memakai masker layaknya berpenampilan seperti artis atau mungkin ia berpenampilan seperti paranormal karena Sooyoung selalu berpakaian serba hitam. Yang dimaksud neraka bagi Sooyoung adalah kampus tempat ia menimba ilmu. Hanya Sooyoung yang benar-benar berwujud seperti makhluk neraka. Selalu menunjukkan tatapan dingin dan tak pernah berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Tak ada yang ingin berinteraksi dengannya, karena orang-orang percaya jika berinteraksi dengan Sooyoung akan mendapat kesialan besar dalam hidup mereka.

Sooyoung tak menghiraukan perkataan orang-orang yang membenci dirinya. Ia terus berjalan, sampai akhirnya Sooyoung menghentikan langkahnya saat melihat sekumpulan wanita berteriak histeris di hadapannya.

Chanyeol Oppa !!!! Oppa !!!”

Sooyoung melihat ke sekitarnya mencari tahu apa yang membuat wanita-wanita itu bersikap berlebihan meneriakkan nama Park Chanyeol. Ia mengeleng-gelengkan kepalanya saat menyadari sekumpulan wanita itu meneriakkan nama yang cukup familiar baginya. Ia memejamkan matanya dengan tangan yang gemetar. Perlahan, Sooyoung membuka matanya memberanikan diri untuk melihat orang yang membuat para gadis itu histeris.

“Bagaimana bisa?”, Ucapnya dalam hati. Sooyoung membalikkan badannya, berjalan perlahan sambil memegang kepalanya yang berdenyut hebat. Tatapan matanya semakin buram saat melihat sekitarnya. Tiba-tiba tubuh Sooyoung limbung dan terjatuh pingsan. Di akhir kesadarannya, Sooyoung merasa ada tangan seseorang menahan tubuhnya yang hampir terjatuh dan memangil namanya dengan panik.

“Youngie!!! Youngie!!!”, Seseorang itu segera membawa Sooyoung tanpa tahu dimana letak ruang kesehatan berada. Ia terus bertanya letak ruang kesehatan pada orang-orang yang ia temui.

***

Chanyeol POV

Aku segera menolong saat melihat seseorang yang hampir saja jatuh pingsan. Aku berusaha menopang badannya agar tidak terjatuh ke lantai. Kulihat wajah seseorang itu yang ditutupi oleh masker hitam yang tebal. Hanya mata orang itu yang bisa kulihat. Saat kulihat matanya mulai menutup, entah mengapa aku langsung mengingat seseorang yang kukenali di masa lalu.

“Youngie!!! Youngie!!!, Entah mengapa aku refleks memanggilnya dengan nama seseorang yang sangat aku rindukan saat ini. Aku segera membawanya ke ruang kesehatan yang tak aku tahu dimana letaknya. Aku bertanya pada orang-orang yang kutemui dan beruntung mereka memberi tahu aku letak dimana ruang kesehatan berada.

Saat aku sampai di ruang kesehatan, aku langsung membaringkan tubuh orang yang tadi kutolong dan membuka masker yang ia kenakan. Aku tercenang saat melihat wajah seseorang yang saat ini berada dihadapanku. Aku segera membuka tas ransel yang kugunakan dan mencari foto seseorang yang selama bertahun-tahun aku cari.

“Akhirnya kita bertemu lagi, Sooyoung” , Aku tersenyum saat menatap gadis dihadapanku ini. Lima tahun aku tidak bertemu dengannya membuatku sangat merindukannya. Aku mengelus pelan pipinya yang pucat dan berharap Sooyoung bisa sadar dari pingsannya dengan cepat.

Setengah jam kemudian, kulihat tangan Sooyoung bergerak dan kelopak matanya membuka dengan perlahan. Saat Sooyoung melihatku, ia langsung memegang kepalanya dan meringis kesakitan.

“Pergi… Pergi !!!!! Argh !!!!”, Dokter segera masuk ke ruangan dan memeriksa Sooyoung yang terlihat cukup gelisah saat melihatku.

“Bisakah Anda di luar? Saya akan memeriksa teman Anda”, Aku menuruti permintaan dokter itu.

Beberapa menit kemudia dokter keluar dari ruangan dan menghampiriku, “Teman Anda pingsan kembali. Dan saya harap Anda jangan menemuinya lagi untuk sementara waktu ini. Kondisinya sangat kritis dan sebentar lagi pihak dari keluarganya akan segera menjemput teman Anda”.

Aku berjalan keluar dari ruang kesehatan dengan pasrah. Kulihat beberapa orang berpakaian serba hitam masuk ke ruang kesehatan. Mereka membawa Sooyoung yang belum sadarkan diri ke dalam mobil. Setelah semua orang berpakaian hitam masuk ke dalam mobil, mereka segera pergi meninggalkan area kampus.

“Apakah semua ini karena dampak dari kesalahanku?”, Ucapku dalam hati.

End of Chanyeol POV

***

Canada, 5 Oktober 2012

“Michelle, besok kita harus ke Seoul. Tolong siapkan semuanya untuk penerbangan besok”, Ujar Kris sambil memainkan pulpen di atas meja kerjanya dengan malas.

“Baik Tuan. Saya akan kerjaan saat ini juga. Maaf Tuan, kalau saya boleh mengapa Anda mendadak ingin pergi ke Seoul? Apakah ada sesuatu yang terjadi?”.

Kris tersenyum kecut pada gadis bernama Michelle itu, “Chanyeol sudah kembali. Dan akupun harus segera kembali sebelum dia merebut lagi apa yang seharusnya menjadi milikku. Mungkin sekarang saatnya untuk aku melakukan aksi balas dendamku pada seseorang.

“Dan saat kau berada di hadapanku, bersiaplah untuk mati Tuan Park”.

.

.

.

aiko-140-2

 .

.

.

Author Notes :

Annyeong Hasseo, readers !!!🙂

Maaf banget kalau Prolog dari fanfic ini baru bisa aku bikin sekarang

Padahal teasernya udah dipublish sekitar 3 bulan yang lalu

Dan maaf juga kalau prolognya kependekan T.T

Setelah kalian baca prolog ini, aku berharap semoga kalian bisa tambah penasaran lagi sama fanfic Porphyria.. Untuk chapter selanjutnya, aku usahain publish secepatnya minggu ini atau minggu depan.

Karena ini fanfic chapter, mungkin akan aku publish dalam seminggu 1 chapter atau 2 minggu 1 chapter. Aku gak bisa dalam seminggu bikin langsung beberapa chapter, karena sekarang aku udah sibuk jadi mahasiswi T.T

Jadi kalau misalnya minggu depan aku gak publish chapter selanjutnya berarti di minggu selanjutnya dipublishnya. Sekali lagi aku gak janji..

Tapi aku usahain publish cepet biar gak disangka ngeharkosin (?) ckckckck😀

Kalau mau nanya-nanya dan penasaran seputar fanfic ini, atau mau kenalan sama aku (?) boleh kita bergeje ria disini atau bisa juga mention ke twitter aku, cukup klik nama pena aku ‘Harumi Aiko’ yang ada diatas sana yaa ^.^

Oke cukup sekian cuap-cuapnya..

komentar, kritik, maupun saran kalian adalah semangat aku dalam menulis fanfic😀

Jadi jangan lupa tinggalkan komen yaa~

Kamsahamnida, readers ^^

 

32 thoughts on “Porphyria [Prolog]

  1. Pingback: Porphyria [1] – Who are You? | EXOShiDae Fanfiction

  2. Udah baca part 1’nya, rada bingung gara2 belom baca prolognya. Wkwk. Tapi skrg udh ngerti. Cerita2 begini aku suka bgt nih. Dilanjut ya. Oia, jgn lama2 ya. Hehe, aku suka bgt soalnya sm ceritanya. Semangat ya nulisnya (•ˆ⌣ˆ•)

  3. Pingback: Porphyria [2] – Revenge Of The Past | EXOShiDae Fanfiction

  4. Pingback: Porphyria [3] – The Ending | EXOShiDae Fanfiction

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s