[Freelance] Sincere

Sincere poster

Sincere

Tittle : Sincere

Author : Cicil

Cast : Sehun and Taeyeon

Genre : romance, ficlet

Rating : G

Disclaimer : all belong to GOD

Happy Reading J

Taeyeon meraih tas sekolahnya malas, dengan gontainya dia menelusuri lorong sekolah. Huh! Kelas paling pojok, terpencil dan itu menyebalkan menurutnya. Kim Taeyeon, dengan marga khas Korea dan nama yang bagus.

Entah mungkin itu yang membuatnya terkenal, tapi dia salah satu murid perempuan yang ‘ditakuti’ di sekolah. Banyak lelaki mengejarnya dan semua orang berkata ‘hidup Taeyeon sungguh sempurna’ benarkah itu? Tentu Tuhan adil ’kan? Dibalik kesempurnaannya pasti ada sisi yang kurang.

Ia cantik, ia pintar, postur tubuh mungil dengan wajah baby face. Ranking sepuluh besar, punya banyak teman sekaligus penggemar. Kaya raya, tapi orang tuanya- siapa yang tau? Kebanyakan mereka yang kaya adalah kekurangan kasih sayang. Taeyeon salah satunya.

“Ya! Jangan duduk dibangku ku!” Luhan menoleh sontak kearah pintu kelas bagian belakang. Sebentar. Kemudian melanjutkan kembali permainannya bersama teman-teman yang lain. Mengabaikan Taeyeon yang sibuk mengoceh tak jelas juga mengumpatnya.

Taeyeon selangkah lagi lebih dekat dengan kursinya yang diambil alih. Ia mulai berkacak pinggang, memancarkan sorot mata marah dari situ. Si penumpang bangku untuk yang kedua kali menoleh, mendapati wajah Taeyeon tepat dihadapannya. Ia meringis lebar, memamerkan giginya.

Sedetik berlalu dan gadis mungil itu sudah menjatuhkan diri dengan anggunnya. Luhan hanya bisa mengumpat si iris hitam itu, langkahnya samar-samar menghilang dari balik pintu kelas bagian depan. Tebakan tepat kalau cowok itu pasti kabur ke lapangan futsal.

“Taeyeon-ah.”

“Oe?” Yoona menduduki kursi depan Taeyeon, menatapnya intents.

“Hari ini kita jadi ‘kan? Pesta di rumahmu?” Taeyeon lagi-lagi berdecak meremehkan.

“Tentu saja.” seulas senyum girang menghiasi wajah cantik itu –saingannya dalam hal kecantikan-

_____,__________

Malam terang datang juga. Ia masih saja sibuk mengurusi persiapan pesta malam ini. Tamu-tamu akan datang sebentar lagi, tepatnya pukul sepuluh jarum panjang di angka duabelas. Ia tersentak tiba-tiba. Seseorang memeluknya dari belakang, merangkulnya kuat-kuat.

Taeyeon membalikan badannya malas, menemukan pancaran semangat dari iris coklat sahabatnya. “Sudah siap? Bagaimana kalau aku bantu?”

“Tidak perlu Yoong. Untuk jatah membantuku kau terlalu terlambat datang.”

Yoona memamerkan lagi gigi putihnya. Tawanya yang besar itu adalah andalan sisi khasnya, bedanya dengan Taeyeon. Yoona suka berkencan, ah tidak lebih lagi yaitu berpacaran. Semacam playgirl mungkin? Yang jelas ia tak percaya cinta sejati.

“Hei! Apa aku terlambat?” sahabatnya satu lagi, datang membawa se-tas kecil warna pink mencolok. “Oh baby! Acaranya bahkan belum dimulai. Kau bilang terlambat?” Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya dihiasi senyum datar.

Semakin malam, semakin banyak yang mengunjungi rumah megahnya. Semakin ramai termasuk si cowo menyebalkan itu –kata Taeyeon- kesehariannya tanpa orang tua.

Aktivitasnya yang tanpa larangan, membuatnya bebas. Terlebih uang mendukung semua apa yang ia inginkan. Hidup Taeyeon bahagia tapi tidak dengan perhatian. Didalam lubuk hatinya, ada seorang anak kecil meringkuk disana, dalam gelap dan kesepian.

“Jangan ganggu aku!” ia menangkis tarikan Tiffany kasar. Ia mabuk air alcohol sekarang. Hingga sahabat-sahabatnya yang baik itu coba untuk menghentikan tuangan botol bir ke gelas beling kecil. “Taeyeon!” Tiffany berteriak keras membentak, seluruh kericuhan seketika menghening. Melihat si tuan rumah tengah kacau, bermasalah.

____,________

 

Ia melirik jarum jam, yang pendek mengarah ke angka empat. Waktu empat pagi lewat limapuluh menit tiga detik. Ia merenungkan diri ditepi kolam renang, fajar menyingsing memberikan sinar oranyenya pada Taeyeon. Siluetnya terlihat sangat jelas dari kejauhan. Tubuh tidak tegap, diselimuti baju berkain pink muda.

“Hei!” matanya membelalak lebar, ia menoleh kesamping. Ada seorang laki-laki pucat duduk disamping kirinya, tersenyum padanya dengan tangan dilambaikan tanda menyapa. Tampan, sepertinya polos. Namun bukan itu yang dinilainya terlebih dulu.

Tunggu!

Siapa dia? Bagaimana bisa masuk kesini?

Taeyeon memperjauh jaraknya segera sebelum lelaki itu berbuat yang tidak-tidak seperti yang otaknya pikirkan. “Kau?”

“aku? Aahh ehhmmmm aku dikirim Tuhan untuk menemani Taeyeon. Kata perintahNya itu Sehun harus membuat Taeyeon tidak merasa kesepian lagi. Diberi waktu dua hari dan Ia biang itu cukup” Taeyeon mengerutkan keningnya, menyatukan kedua alisnya. Malaikat? Hantu? Penjahat? Pintar sekali mengarang cerita.

“Jangan takut. Hei! Aku ini tampan kenapa kau harus ngeri berdekatan denganku?”

“Aawww appo!” Sehun meringis sakit saat satu jitakan mulus mendarat dikepalanya, Taeyeon dengan rasa takut diabaikan berhasil melakukannya. Ini masih pagi, dan keributan terjadi begitu saja dirumahnya.

“Malaikat?”

“Ya, mungkin bisa dibilang malaikat juga.” Sehun menerawang ke langit-langit, ada sekelompok merpati menyebrangi atasnya.

“Jadi kau ini apa? bukan malaikat bukan hantu.” Taeyeon mulai geram, laki-laki yang sepertinya lebih muda darinya ini menghabiskan kesabarannya.

“Namaku Sehun, Oh Sehun. Ehhmmm aku ituuuu ehmmm terserah kau mau panggil apa”muka putih pucatnya terlihat kekanak-kanakan, sekaligus nada bicara yang terdengar sedikit cadel. Taeyeon tertawa sambil memegangi perutnya.

Sedangkan Sehun membingungkan otaknya sendiri, apa yang perempuan ini lakukan? Apa ada yang lucu?

____,________

 

Gadis beriris hitam itu berjalan penuh semangat, hingga debaran sepatunya berjingkrak-jingkrak. Ada Sehun disebelahnya dengan pakaian yang sama. Ikut berdampingan, menemaninya kemanapun ia pergi. “jadi yah dia terjatuh, karena bibi Nam lupa memberi tanda kalau lantainya basah”

“bahahahahahha”

“jangan tertawa, itu hal memalukan baginya tau!” tapi Taeyeon malah ikut terbahak-bahak menertawai kejadian Yoona terpeleset di ruang tamunya. “bhahahahhahaaahaha”

Sampai langkahnya memasuki ruang kelas pojok itu, Taeyeon masih saja tertawa. Seisi kelas terbengong-bengong, seorang Kim Taeyeon bisa sesenang itu saat pergi ke sekolah, itu hal langka bahkan tak pernah terjadi.

Yoona sigap mendatangi sahabatnya. “ada apa? pagi ini begitu cerah ya hingga kau tersenyum”

Taeyeon mengibas-ibaskan telapak tengannya. “bukan-bukan. Perkenalkan dia sehun” Taeyeon melirik kesamping kanannya. Yoona menyipitkan matanya, hanya mendapati udara kosong disitu. Terlebih suara dan wujud cowo perkenalan Taeyeon sama sekali tak menyenggol indranya.

“Siapa yang kau maksud? Sehun?”

Sehun memperhatikan gadis mungil disampingnya lekat-lekat, dan Taeyeon membalas tatapannya. Ada sebuah sirat arti dari situ. Bodohnya ia baru sadar kalau Sehun tak pernah terlihat. “aahhh tidak. Maksudku itu tadi ada kejadian lucu didepan sekolah, jadi aku tertawa”

“Jangan berbohong padaku”

“Sungguh aku tidak bohong”

“Sudahlah, kau berubah Tae-“ Yoona melihat gadis dihadapannya dari ujung kaki sampai helainya. “jadi aneh dan-“ ia menempelkan punggung tangan pada dahi Taeyeon “kau tidak gia ‘kan?”

“aku dengar dari murid sekitar. Sedari tadi kau berbicara senditi Taeng”

____,________

Semuanya bahkan terubah dengan cepatnya. Sehun seperti malapetaka untuknya, Yoona dan Tiffany menjauh, dan Luhan tak lagi menggodanya. Tak ada surat penggemar, ajakan makan siang bersama. yang ada hanya Taeyeon yang ditemani Oh Sehun.

Setitik air mata jatuh menelusuri lekuk pipinya. “kau menangis?” Taeyeon memalingkan wajah “ini berat untukku. Kau membuatku kehilangan kesepian sekaligus teman-temanku”

Ada pedang menusuk hati Sehun, ia tertohok mendengar kalimat itu. Apa ini karenanya? Ia pembwa sial?

“mungkin Tuhan salah kirim, mungkin Tuhan salah menuliskan nama.”

“jika itu maksudmu. Aku akan pergi dan menghilang” bersamaan keduanya menatap langit-langit dari atas gedung sekolah, tempat akhir-akhir ini yang Taeyeon singgahi saat istirahat.

Sejumlah merpati melewati  mereka “Tulusnya aku menemanimu seperti putihnya burung merpati yang terbang. Ingat itu”

Perlahan sosok Sehun memudar bersama hembusan angin lembut. Surainya menurunkan tingkat pengihatan, mengakibatkan hanya samar-samar yang tertangkap oleh retina matanya.

____,________

 

Terlalu terlambat untuk sadar. Sebuah penyesalan dari Kim Taeyeon. Tuhan sudah amat baik mengirimkannya malaikan penjaga, yang dengan mentahnya ia pulangkan kembali ke asal. Tidak ada yang kembali. Yoona maupun Tiffany, serta Sehun. Mereka tetap menjauh.

 

 

Gimana? Ini aku buat dalam kurun waktu paling cepet yang pernah aku lakukan (?) bagus? Minta saran sama minta maaf kalau ada typo dan kurang feel. J

10 thoughts on “[Freelance] Sincere

  1. annyeonghaseo author’-‘)/
    Knp tiba-tiba sehun pergi?kurang gereget thor:(
    next ff harus gereget thor,fighting ne’-‘)9

  2. Piuuuh cerita apa ini T___T
    Bagus banget oe feelnya dapet, tapi itu kenapa pada ngejauh ya temen2nya? Ahh sehun cuman nongol bentar terus ngilang -__-

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s