[Freelance] A Melody of Love Song

poster ff a-melody-love-song

A MELODY OF LOVE SONG (Ficlet)

 

Title                                       :               A Melody of Love Song

Author                                  :               Kwon Heirin

Artworker                           :               Lee Midah (yulhae4ever.wordpress.com)

Length                                  :               one shot

Rating                                   :               PG

Genre                                   :               sad, romance, drama

Main cast                             :               kwon yuri, wufan kris

Other cast                           :               yesung suju

Disclaimer                           :               the cast  is belong to god, their family, their self,  and their    management. I just borrow them. The story is mine. This song is belong to its singer, creator, and producer. I just borrow the lyrics.

Author’s note              :           Cerita ini terinspirasi dari lagunya ada band-senandung lagu cinta.

Seorang pria tampan dan gagah sedang merapikan pakaian kebanggaannya dan menggantungnya di sebuah lemarinya yang sederhana. Ia baru saja pulang kerja. Selesai makan, ia langsung mengambil gitar kesayangannya. Pria ini sangat senang bermain gitar. Bila ada waktu luang ia selalu bermain gitar.

Sebelum mengambil pendidikan sebagai polisi, ia adalah seorang anak band. Tepatnya seorang vocalist dan gitaris. Tapi, bukan sebuah band professional. Hanya sebuah hobi dan keisengan belaka. Namun, kadang ia menciptakan beberapa lagu yang diambil dari inspirasi kisah orang-orang.

Ia tidak memilih pekerjaan itu sebagai profesinya. Ia memilih menjadi seorang polisi seperti ayahnya. Walaupun ayahnya hanyalah seorang polisi biasa, baginya ayah seorang polisi yang hebat. Karena beliau lah yang mengajarkannya kedisiplinan dan kejujuran.

Wufan kris adalah seorang pria yang tampan dan juga keren. Ia mempunyai banyak yeojacingu ketika masih sekolah. Tapi, baginya itu hanya cinta yang sesaat.

Di rumah ini, tepatnya rumah sewaan ini ia hanya tinggal sendiri.  Ia dipindahkan dinas di incheon oleh komandannya. Sedangkan keluarganya jauh berada di daeju.

Pagi ini ia sedang mencuci motornya yang selalu menemaninya kemanapun ia pergi. Tanpa sengaja ia menoleh ke sebuah rumah di depannya. Tampak seorang wanita yang sedang duduk dengan rambut terurai  sedang membaca sebuah buku. Kris mencoba untuk melihatnya secara seksama. Ia merasa belum pernah melihat gadis ini di antara tetangga-tetanggnya.

‘sepertinya ia penghuni baru kontrakan rumah itu. Aku belum pernah melihatnya.’

Ketika ia sedang mengamati wanita itu, tanpa sengaja wanita itu juga menoleh ke arahnya.

Kris langsung menundukkan mukanya. Dan mengalihkan matanya ke motor yang sedang dicucinya.

Keeseokan harinya.

Pria ini sedang bersiap-siap pergi dan sedang memanaskan motornya. Ia melihat lagi wanita itu. Wanita itu juga sedang siap-siap untuk pergi dengan jas putih diselempangkan di tangannya. Ia akan pergi dengan mobilnya.

Ketika wanita ini melewati kris, ia membuka kaca mobilnya dan melemparkan senyum manisnya pada kris. Bukannya balas tersenyum, kris hanya diam dan memandang wanita itu dengan senyumnya yang sangat menawan. Pada saat wanita ini menutup kaca mobilnya dan sudah melewatinya, kris hanya menyesal.

‘kenapa aku tidak membalas senyumnya, nanti dia kira aku sombong’

Sesampainya di kantor, bayangan wanita ini masih saja melekat di benaknya.

‘stop to think that woman, please!’

Setiap pagi mereka selalu bertemu. Mereka memulai pergi beraktivitas di jam yang sama. Tapi, kris seakan merasa bodoh. ia mengenal wanita ini dan selau menyapanya dengan senyuman namun tak tahu siapa wanita ini.

Kali ini kris melihatnya sedang berdiri di depan rumahnya. Wanita ini terlihat bingung. Kemudian ia berjalan menuju sebuah halte.

Kris yang melihat si gadis cantik itu menghentikan motornya di dekat wanita itu.

“tin tin!”

Ia menoleh, kemudian tersenyum.

“mau ikut bersamaku?”

“bolehkah?”

“tentu saja”

“terimakasih” ia tersenyum lagi yang membuat kris terpana melihatnya.

Kris menggaskan motornya.

“biasanya kau bersama dengan mobilmu. Ke mana ia?”

“mobilku sedang di service, jadi hari ini aku akan naik kendaraan umum”.

“kau ini seorang dokter ya, bekerja di rumah sakit mana?”

“aku dokter baru. aku bekerja di rumah sakit incheon dekat kantor walikota’.

Mereka berhenti di depan sebuah jalan menuju halaman rumah sakit.

“di sini saja,terimakasih kris-ssi”

“kris, kau tahu namaku? Aku kan belum pernah memberitahunya.”

“haha. Mudah saja. Itu.” Yuri menunjuk ke arah dada kris yang terdapat tulisan namanya.

Yuri baru berjalan 2 langkah.

“tunggu!”  yuri menoleh dan mengibaskan rambutnya yang indah.

“kau tahu namaku, tapi aku tak tahu namamu. Itu tak adil kan?”

Yuri tersenyum mengerti maksud pria ini

“namaku kwon yuri. Panggil saja yuri, oke.” hembusan angin menerbangkan rambutnya yang indah yang membuat gadis itu semakin cantik.

Yuri lalu melangkah menuju rumah sakit itu dan menyapa satpam yang sedang duduk bertugas.

Kris merasakan hatinya bergetar. Ia terpesona oleh wanita ini. Bukan hanya karena ia cantik. Ia sudah sering bertemu dengan wanita cantik. Itu adalah hal yang biasa baginya. Getaran di hatinya, itulah yang membedakannya.

‘wanita ini, kenapa tidak jadi model saja. Ia lebih cantik dari seorang model. Bahkan, ia seperti seorang dewi. Dewi yang mengenakan baju manusia.’ Pikir kris sambil meperhatikan wanita itu yang masih berjalan.

Kris menghidupkan motornya dan menuju tempat kerjanya.

a melody of love song

kris sedang mengganti pakaian dinasnya. Ia menatap ke rumah itu mealui jendela kamarnya.

‘kenapa aku terus memikirkannya? Apa mungkin aku …….’

Hari minggu yang cerah ini kris ingin menyempatkan diri berkunjung k sebuah took buku di salah satu mall. Ia ingin mencari buku lagu-lagu beserta kunci nadanya.

Karena sangat serius, kris tidak menyadari ada orang di sampingnya.

“serius sekali.”

Kris melihat ke arah sumber suara itu.

“yuri?”

“wah, kau masih ingat namaku ya? Padahal aku baru memberitahumu satu kali. Sedangkan untuk mengingat namamu, aku membutuhkan waktu tiga kali untuk melihat ke baju dinasmu itu.”

Kris tertawa kecil dan diikuti yuri.

“kau sedang mencari apa? Maksudku buku apa?”

“aku mencari buku memahami pasien karya tan hoan tjay”

“berat ya?”

“iya ni, bukunya berat”

“hahaha, maksudku isi buku itu berat.”

Yuri juga tertawa, “tidak juga”.

“aku langsung ya”

“eh, bareng saja aku juga sudah selesai”

Mereka berdua ke luar dari toko itu bersama-sama.

“yuri, ini sudah waktu makan siang. Bagaimana kalau kita makan di restoran itu bersama”

kris menunjuk ke arah restoran yang tidak terlalu ramai.

“kajja”

Di restoran itu mereka memilih tempat duduk di  dekat jendela dan pojok agar lebih nyaman. Mereka berdua mengobrol tentang profesi mereka masing-masing. Tak ada kecanggungan di antara mereka. Semua mengalir begitu saja.

“kris!” seorang namja yang juga tinggi seperti kris menghampiri mereka.

“chanyeol, tao”

kris berdiri dan menyuruh mereka untuk duduk di meja yang sama.

Mereka melihat ke arah kris lalu yuri. Dan yuri tersenyum manis pada mereka.

“hmm, kenalkan ini yuri” belum selesai kris bicara, tao sudah memotongnya.

“ouh, yeojacingumu ya.”

“bukan, ia tetanggaku”

Mereka pun bersalaman.

“ya sudah, kami duluan ya. Yang kami cari sudah ketemu”, kata chanyeol

“sampai jumpa lagi ya yuri”, gumam tao.

Yuri hanya tersenyum dengan manisnya.

“mereka itu teman-temanku di kesatuan polisi”

“teman-temanmu pasti menyenangkan ya?”

“tidak, lebih banyak menyebalkannya”

Mereka tertawa bersama.

Hari ini musim gugur pertama di kota itu. Yuri memandang pepohonan di luar.

‘musim gugur akan tiba, aku ingin menikmatinya’

Baru setengah jalan, yuri meminta kris untuk menghentikan motornya di sekitar pepohonan yang rindang.

“Kris, kau duluan saja ya? Aku ingin menikmati ini. Aku jarang memiliki waktu luang”

Kris ingin sekali menemani yuri, tapi ia memandang motornya.

“bagaimana ya? Aku ingin sekali menemanimu, tapi motorku.”

“aku kan tidak minta kau menemaniku. Sudah, kau pulang duluan saja.”

Kris tidak ingin kesempatan untuk tetap dekat dengan wanita itu musnah.

Gadis itu duduk, menikmati terpaan angin yang berhembus.

Kris memandangi gadis itu.

‘yuri sangat indah. Setelah sekian lama aku tak tersentuh getaran ini. Akhirnya aku merasakannya dengan gadis yang ada di depanku.’

Setelah puas, ia menghampiri kris di motornya.

“ternyata kau masih menungguku? Baik sekali”

“katamu kau itu jarang naik kendaraan umum. Jadi, aku kasihan kepadamu.”

a melody of love song

hari ini kris sangat bahagia. Karena ia bisa menghabisi sebagian besar waktunya di hari ini bersama wanita yang telah merebut perhatiannya.

Ia mengambil gitar kesayangannya. Nalurinya sebagai anak band muncul lagi untuk menciptakan sebuah lagu.

Senandung lagu cinta

Tercipta untukmu

Yang getarkan jiwa ini

Lumpuhkan jantungku

                                                            Kecantikan sempurna

Yang tak terlukiskan

Bahagiakan diri ini

Saat bersamamu

Lekuk tubuh anggunmu

Bagaikan sang dewi

Di dalam sanubariku

Terukir wajahmu

Kris menciptakan sebuah lagu sambil membayangkan wajah yuri yang sempurna. Bukan hanya wajahnya yang cantik, rambut dan tubuhnya yang indah. Tapi ia juga menyukai keramahan, keanggunan, kecerdasan, dan rasa humor yang dimiliki wanita ini.

Di minggu kedua di musim gugur ini ia mengajak yuri untuk jalan lagi. Kali ini mereka berdua memilih naik kendaraan umum. Berjalan kaki di trotoar bersama, naik bus bersama, naik kereta bersama untuk mengelilingi kota ini.

Bagi kris ini adalah salah satu hari favoritnya. Dan ia tak akan melupakan moment ini. Saat malam tiba, lampu-lampu indah menambah romantisme hawa di antara mereka berdua. Tapi, hanya kris yang merasakan itu.

“kris kau ini menyenangkan ya?” gumam yuri sambil mengayun-ayunkan kedua kakinya scara bergantian.

“kamu orang yang ke sembilan ribu tiga ratus satu yang mengatakan itu padaku”

“aish, jadi selama kau hidup di dunia kau sudah bertemu dengan sembilan ribu orang?”

“tentu saja, aku ini kan polisi. Jadi, sudah banyak orang yang aku temui di jalan.”

“siap, pak!” yuri membentuk tangannya menjadi segitiga memberi hormat pada kris yang membuat kris tertawa.

“apa yeojacingumu tak marah kau terus mengajakku jalan?”

“aku belum punya yeojacingu. Bagaimana kalau kau saja?” terdengar nada bercanda dari kris.

“tidak mau ah. Nanti kau aku suntik terus. Karena kau selalu membuatku tertawa.”

Mereka tertawa. Tapi, kris kemudian terdiam.

“aku hanya bercanda”

“aku juga bercanda”

Mereka tersenyum lagi, dan menikmati malam yang sangat dingin ini. Menikmati kelap kelip jembatan di kota itu.

“tin tin!”

“hai, kris!”

Kris menoleh pada sebuah mobil dengan plat yang belum pernah di lihatnya. Tapi, kemudian ia tersenyum melihat sosok wanita yang ada di belakang stir itu.

“kau ganti mobil, yuri?”

“bagaimana ya menjelaskannya. Aku tidak ganti, hanya saja tiba-tiba sudah ada orang yang mengantarkannya di depan rumahku beserta kuncinya.”

“itu sama saja yuri”

“mau ikut bersama?”

“tidak, terimakasih. Apa kata kawan-kawanku nanti.”

“memang apa kata mereka?”

“wufan kris memilki supir yang cantik”

“hahah. ah, kau ini. Aku duluan ne.”

“hati-hati”

Kris pernah menanyakan kepada yuri apa pekerjaan ayahnya. Ia hanya mengatakan kris pasti mengenalnya. Kris juga tidak  mau memaksakan yuri menjawab.

Kris sedang menuju perjalanan ke rumahnya bersama motor yang selalu setia menemaninya. Sepasang pria dan wanita sedang berjalan bersama saling merangkul di trotoar jalan, mearik perhatian kris. Saat kris melihat kedua insan itu. Ia membelalakkan matanya. Kris mengenal mereka. Mereka terlihat tersenyum dan bahagia. Yang pria sedang mengambil gambar wanitanya dengan background musim gugur yang indah.

Wanita itu tak sengaja melihat kris dan memanggilnya. Kris menghentikan motornya.

“kris, kenalkan. Ini yesung oppa. Namjacinguku. Baru pulang dari pendidikan S-3 nya di jerman”.

Kris sperti jatuh melayang dari gunung everest yang tertinggi di dunia.

Yesung mengajak kris berjabat tangan.

“ia tetangga di depan rumahku” kata yuri sambil tersenyum.

Yuri meminta tolong padanya untuk mengambil gambar mereka. Kris mengiyakan walau sebenarnya ia tak sanggup.

Setelah membuat gaya yang berbeda sebanyak empat kali. Kris izin untuk pergi duluan. Ia teramat sangat sedih melihat itu dan mengetahui semuanya. Ia ingin cepat-cepat pulang ke rumahnya dan menumpahkan semua kesedihannya.

Ia mendapat sebuah pesan elektronik

y &  y

Yuri

&

Yesung

‘kwon jiyong itu kan jenderal yang menjabat di kepala kepolisian province gyeonggi-do yang baru dan yesung itu kan kim jong won anak mantan kepala kepolisian korea. Mereka memang serasi. Aku harusnya tahu diri’

Kris sedih. Hampir 2 bulan ini, hatinya berbunga-bunga karena yuri. Sekarang hatinya sudah hancur. Hancur seketika karena yuri juga. Ia ingin menangis, tapi ia tak bisa mengeluarkan air matanya.

“aku lelaki yang tak bisa menangis, apa yang harus ku lakukan?” tanyanya pada diri sendiri.

“kris kau ditunjuk untuk menjadi supir untuk mendampingi atasan kita kepala keolisian incheon. Ini suratnya.”

Tao memberikan sebuah surat untuk kris di ruang kerjanya.

“aku”.

Seharusnya kris merasa senang. Tapi….

‘aku harus professional’, pikirnya.

Kris sedang melanjutkan lagu yang sedang ia buat. Lagu itu belum selesai.

Meskipun kusadari

Tak mungkin memelukmu

Waktu kau isyaratkan

Bahwa dirimu

Telah bersamanya

Tatap matamu untuk yang terakhir

Siksa batinku yang mencintaimu

Ku pasrahkan pada ilahi

Relakanmu untuknya  

Jurang yang dalam pisahkan kita

Yang tak mungkin untuk dilalui

Biarlah lagu cinta ini

Terdengar dalam kalbu

Lagu ini telah selesai dibuatnya. Akhir yang menyedihkan Ia nyanyikan dengan sepenuh hati dengan memetikkan sebuah nada yang indah. Sambil merasakan sebuah keperihan di dalam hati kecilnya.

‘selama ini aku tidak tahu ia anak seorang polisi yang berpengaruh dan memiliki jabatan.’

Kris ada di acara undangan itu. tapi, ia hanya bertindak sebagai pengawal acara itu. matanya selalu mengarah pada yuri. Wanita itu sangat sempurna dengan gaun panjang dan tatanan rambut yang sesuai.

Yesung memperhatikan orang-orang yang ada di sekitarnya. dan berhenti lama ketika melihat kris.

‘aku melihat sesuatu di mata itu. caranya melihat kwon yuri ku seperti menyimpan…..’

 

The End

9 thoughts on “[Freelance] A Melody of Love Song

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s