[Freelance] 2 Years

poster

Title                 : 2 years

Author             : kimhyojin

Length             : Oneshoot

Rating                         : PG-15

Genre               : Sad, Friendship, Romance.

Main Cast        : Jessica SNSD, Kris EXO, Tiffany SNSD

Disclaimer       : This story is mine! Don’t be plagiator guys!

Author note      : Ini ff pertamaku ._.v hehe, mian kalo banyak typo atau bahasa yang kurang jelas, comment sangat dibutuhkan~ happy reading!

………………………………………………………………………………………………………

 

Jessica POV

Sudah berpuluh-puluh butir kristal bening jatuh dari mataku, sudah 2 tahun tidak terasa, ya..sudah 2 tahun aku merasa dalam bayang-bayang kesalahan . aku menangis sekarang bukan karena aku seorang yang cengeng, tapi aku benar-benar butuh untuk menangis supaya perasaanku lebih lega, tadi pagi aku mengetahui bahwa seorang namja yang aku kenal betul tiba-tiba muncul ditengah hidupku dan menjadi tetangga baru bagiku mulai sekarang. Dengan begitu, aku berpikir aku akan terus dikejar-kejar perasaan berdosa itu.

Suara isakanku terdengar semakin keras, mataku semakin bengkak pula.Namun, dengan begitu semakin lega pula hatiku. Aku mencoba menutup mata dalam tangisku sembari mengingat kejadian itu …..

(Flashback ON)

“Sicaaaaa!!” teriak sahabatku itu..ya! Dia tiffany, yeoja cempreng yang sekarang sedang berlari sambil meneriakkan namaku itu kini membangunkanku dari tidur cantik.

“Yak! Tiffany pabo! Apa-apaan kau ini hah?Mengganggu tidurku saja huh!” jawabku kesal.

“ish, bangun sleeping beauty tersayang! Tak ada kerjaan lain selain tidur? Aku pengen ngomong sesuatuuuuu! Hehehe”

“ne, ngomongin apa?” kuputar bola mata beloku(?)

“Nanti kau kerumahku ya!Aku pengen tunjukin tetangga baruku.Arra?”

“nde, arra udah? Kalo udah aku mau tidur lagi ya?”

Pletak! Satu jitakan melayang ke kepalaku! “jinjja tiffany-ya! Kau menyebalkan! Awas kau!” tiffany hanya menjulurkan lidahnya sambil berlari-lari.

Aku beranjak malas dari bangkuku lalu mengejar tiffany “Tiffany-ya! Kesini kau! Dasar mushroom” teriakku sambil terus berlari.

*pulang sekolah

“yeojapabo! katanya kau akan mengajakku kerumahmu hah? Dan sekarang kenapa kita berhenti di depan sini? Rumahmu masih 100 meter lagi tiffany!” ucapku kesal pada sahabatku ini yang mengajakku berhenti didepan rumah bercat putih.

“sica-ya, tak bisakan kau diam.. sst.. nanti bisa-bisa kita ketauhan” ucapnya dengan nada kesal.

“ketauhansiapa tiffany-ya?”

“sst, pelankan suara cemprengmu sica-ya, aku mengajakmu kesini untuk mengetahui dan mengawasi seseorang”

yak benar-benar yeoja ini, suara siapa coba yang cempreng? Dia kan!’ batinku kesal.Aku hanya membelokan mataku.

Kini aku melihat seorang namja keluar dari rumah bercat putih itu, namja jangkung yang lumayan oke(?) itu berjalan kearah taman. Tiffany pun langsung menarikku mengikuti kemana namja itu melangkah. ‘dasar’ -_-

Tiba-tiba saja namja itu menoleh dan….. DEG! Oke cukup! Dia membuatku gelagapan sekarang,matanya menatap mataku. ‘Oh god! Please’ kualihkan pandanganku untuk melirik tiffany, kulihat dia hanya tersenyum salting.

Kutarik tangan tiffany sambil mendudukkannya diujung taman tempat aku dan tiffany berada sekarang.

“Pabo! Hampir saja kita akan ketauhan namja jangkung itu hah!” teriakku kesal pada tiffany.

“Aih, jinjja! Sica-ya! Kenapa ada makhluk seganteng dia? Oh jebal! Ingin sekali aku jadi miliknya”

Tap! Kakiku langsung menginjak kakinya “Jangan terlalu banyak mimpi, okay?”

“Hei sica-ya, dreams come true” jawabnya dengan enteng sambil menjulurkan lidah ularnya itu ‘cih’

“nde, whatever!” jawabku cuek.

“Ice princess, by the way anyway busway kris itu cuek banget sama aku. Dan .. Ehm, aku sempat punya rencana deh supaya aku bisa dekat dengannya, tapi….”

“tapi apaaaa?” tanyaku penasaran.

“ kau mau membantuku? Aku butuh kau emmm… anggap saja kau jadi temanku”

“Aih! Jamur pabo! Aku memang temanmu eoh” jawabku geram

“hehehe iyaya, I know! Maksudku begitulah sica-ya hehe!”

“ yak kau ini. Menyebalkan jamur!”

“Ayolah sica-ya, kau kan cantik hehe” ucapnya sambil merengek dan menggelayutkan tangannya ditanganku(?)

“Hm… kalau ada maunya aja…”

“Ayolah sica-ya, kumohon kali ini saja kau membantuku”.

“Okay, untuk kali ini saja”

“Nah….. jadi berkenalanlah dengan kris, lalu dekatkanlah aku dengannya! Oh iya, pakailah nama Sooyeon-mu saja nde? Ingat sica-ya! Jangan sampai kau menyukainya.Karena aku menyukainya terlebih dahulu.Arra?” jelasnya panjang lebar sambil melempar tatapan smirk-nya diakhir pembicaraan.

“Nde, arrasseo nona hwang.Puas?”

“ Hehehe sudah sana dekati dia! ” ucapnya sambil menunjukkan sederetan gigi rapi itu.

Akupun berdiri dan berjalan pelan kearah tengah taman.

tenang sica, kau kan hanya perlu pura-pura dan berkenalan dengan namja jangkung itu, lalu mendekatkannya dengan tiffany’ batinku cemas.

Aku mencoba mencari ide agar aku cepat berkenalan dengannya dan… aha! Sebuah ide melintas dipikiranku, kebetulan saat itu aku melihat kris memegang sebuah ice cream dan, aku berpikir dengan membuatnya seakan menumpahkan ice cream itu kebajuku akan mempermudah aku berkenalan dengannya.

Langkahku semakin cepat mendekati kris dan… yes!Ice creamnya benar-benar menumpahi bajuku. Akupun menolehkan mataku menatap matanya sambil memberikan tatapan dinginku .

“jeongmal mianhae noona, saya tak sengaja” ucapnya sambil membersihkan noda ice cream dibajuku.

“oh okay, gwenchana” jawabku singkat sambil membuat sebuah fakesmile. Jujur saja aku sangat malas seperti ini.

“Eh, kris.Kris imnida, siapa namanoona?” tanyanya sambil mengulurkan tangan.

“Jes… eh, sooyeon imnida, ya!Jung Sooyeon imnida” jawabku gugup sambil meraih tangannya, kulihat matanya..oh jebal tatapan namja ini indah sekali.

“Sooyeon, nama yang bagus noona.Bolehkah saya meminta nomer ponsel noona?”

“nomor ponselku hanya satu kris, jangan kau minta juga haha” candaku.

“Ah, noona seorang yang humoris ternyata, tapi saya benar-benar butuh noona, Jaga-jaga jika saya harus mengganti baju noonajadi berapa?”

Jebal namja ini kenapa terlalu formal berbicara kepadaku huh!

“Oh okay. 0***********! Eh, kris-ya jangan pakai bahasa formal juseyo!”

“Mianhae noona, okay gomawo”

“Cheonma” jawabku singkat sambil tersenyum kepadanya.

“ndesooyeon noona, aku akan cepat menghubungimu” jawabnya sambil terkekeh.

Dia pun berjalan menjauh dari tempatku, sedangkan aku? Aku hanya berjalan menuju arah tiffany berada dan mungkin sedikit berfikir aku sedikit menyukai kris, oh no! ingat sahabatmu Jessica! Ah itu dia tiffany!

“jamur! Aku sudah berhasil berkenalan dengannya” ucapku datar sambil duduk disampingnya.

“ah jinjja? Yaaa sica-ya bagaimana?” jawabnya yang berbalik Tanya sambil memelukku.

“jinjja tiffany-ya! Liat dulu bajuku!” ucapku sambil menunjuk noda dibajuku,.

“Ah, gwenchana nanti aku laundry-kan” jawabnya girang.

“nde.kau memang harus membayar biaya laundry baju ini!”

Oh iya apa aku beritahu pada yeoja jamur ini ya kalau kris meminta nomor ponselku? Tak usahlah’ pikirku.

Urusan sore ini dengan sahabatku tiffany pun selesai, aku melangkahkan kakiku menuju kerumah.

Aku pun sampai dirumah dan kini merebahkan tubuh di surge terindah, ya! Surgaku ada dikasur hehe.

Drrrt..drrrt

“Yeoboseo?”

“Annyeong, ini kris.Bagaimana dengan bajumu noona?”

“Gwenchana kris, sudah aku laudry-kan, jangan memikirkan itu”

“Oh okay, ah iya ice princess noona….”

“wait! Ice princess? Bagaimana kau tau nama julukanku?”

“Jinjja? Itu nama julukanmu? Aku hanya menebak dari tatapanmu sooyeon noona”

“hehe, nde, wae? berartikau tadi memanggilku kan?”

“Emm… bagaimana kalau kita makan malam bersama hari ini?Kau tidak ada acara?hitung-hitung sebagai permintaan maafku padamu noona”

“Oh, nde, aku bisa hari ini kebetulan sedang tidak ada janji hehe.”

“Oh iya noona ice, dimana rumahmu?”

“Seoul regency no 5, tunggu saja didepan rumah okay?”

“Oh okay ice noona..aku akan menjemputmu nanti jam 7”

“Okay kris, aku akan bersiap-siap sekarang! Bye” ucapku sambil menutup ponselku.

Jam 7! Teng!

“eomma, sica ada acara diluar nde? Bolehkan?” ucapku pada eomma yang sedang menonton tv.

Oh, okay dear, be careful ne?”

Okay eomma, bye” jawabku

Dengan rambut blonde dan dress biru dilapis jaket jeans aku pun melangkahkan kakiku kerumah.Kulihat seorang namja rapi menunggu dengan motor sport-nya.

“Annyeong, kris!” sapaku sambil menundukkan sedikit kepala.

“Annyeong sooyeon noona, wow!beautiful!”

Blush!Kuyakin semburat merah muncul sempurna dipipiku.

“hahaha gomawo, kris. Kamu juga kelihatan lebih rapi dari pagi tadi” jawabku malu-malu.

“hahaha iya juga ya” jawabnya sambil terkekeh dan menggaruk kepalanya yang tak gatal itu.

“mau berangkat sekarang?” tanyaku

“jika noona memaksa” jawabnya sambil memberikan helm berwarna hitam itu kepadaku, akupun langsung memakainya. Dan naik kemotor sport-nya itu.

“pegangan yang erat noona, aku akan mengebut” teriaknya saat motor itu sedang melaju.

“okay kris” jawabku singkat sambil mempererat pegangan atau pelukanku ke tubuhnya. ‘Hangat!Sangat hangat’ batinku.Oh jebal, sepertinya aku benar-benar mencintai dia.

Setelah beberapa menit perjalanan.. “noona, kita sudah sampai”.. ucapnya sambil memarkirkan motornya. Tangannya mengulur kepadaku, mengarahkanku turun dari motornya.

“Oh okay, gomawo kris” ucapku, tanganku dan tangannya masih bergandengan.Oh god! Please! Jantungku berdetak lebih cepat!

Kulirik dia berjalan santai seolah menganggapku sebagai yeojachingunya.

Dia mempersilahkanku duduk, aku pun langsung duduk dan melihatnya sambil tersenyum kearahnya. Dia membalas senyumku, dan sekitar 10 detik mataku dan matanya saling bertatapan hingga…

“permisi mau pesan apa?” ucap seorang pelayan yang datang dan mengagetkan aku dan kris disaat yang bersamaan.

“Vanilla tea..” ucapku dan kris bersamaan.

Pelayan itu hanya menatap kami dengan tatapan kebingungan. “makanannya?” ucapnya lagi.

“Cheese cake” ucap aku dan dia bersamaan lagi.

“kalian memang jodoh! Okay, tunggu sebentar” ucap pelayan itu sambil meninggalkan aku dan kris yang terbengong-bengong.

Setelah beberapa waktu menunggu, pesanan kami pun datang! Ya, dua cheese cake dan dua vanilla tea. Aku dan kris melahapnya dengan penuh candatawa.

Angka di jam tangan kecil milikku menunjukkan pukul 10.00 pm KST, aku dan kris pun memutuskan untuk pulang.

Sesampai dirumah..

“Sudah makan sic?” Tanya appaku yang sedang ngemil bersama eomma diruang tamu, tumben appa sama eommaku belum masuk kamr(?) jam segini.

“Sudah appa, tadi sica makan sama teman, hehe” jawabku sambil cengengesan.

“Duduk sini sica..” ucap eommaku lembut sambil mempersilahkanku duduk ditengah-tengah mereka.

“Nde, eomma?Ada apa?” tanyaku setelah duduk diantara mereka berdua.

“Kau tadi makan malam dengan namja ne?hayo ngaku.. anak eomma sudah besar ternyata” ucap eommaku.

“ish, eomma. Itu temen baru Jessica, namanya kris.Dia tinggal didekat rumah tiffany.”

“nde, eomma sudah tau, dia anaknya yuri, teman eomma yang dulu.”

“yuri ahjumma?”

“nde, yuri ahjumma teman SMA eomma yang dulu populer itu” jawab eomma

Aku hanya ber’Oh ria.

“Sudah sica, kalau kamu mengantuk..tidur sana! Pasti capek kan?” ucap appaku

“hehe, iya appa. Nite eomma, appa” ucapku sambil berjalan menuju kamarku sambil melambaikan tangan kearah mereka.

Oh jebal, akhirnya bau kasur ini tercium juga..aku merebahkan tubuhku diatas kasur empuk ini sambil memflashback kejadian mala mini bersama dengan kris.. ah indahnya! Sampai-sampai aku teringat….. tiffany!

Astaga! Aku melupakan tiffany!

*keesokan harinya

“Annyeong Sica-ya..bagaimana dengan kris?” Tanya tiffany saat aku baru saja menaruh tasku dibangku.

“Yak, tiffany-ya!Aku baru saja datang eoh, tak bisakah kau menungguku bernafas sebentar?” jawabku dengan nada kesal.

“Ayo ppali! Ceritakan! Apakah kau sudah berbicara tentangku?Tentang seorang tiffany?” celotehnya.

“JEbal! Berisik! Jawabannya, belum dan belum okay! Aku lupa.Oh iya, aku kemaren sempat jalan dengannya.” Jawabku datar

“What? Jalan?dengan kris?omo!” teriaknya dengan nada frustasi(?)

“nde, jalan-dengan-kris” ucapku sambil menirukan gaya bahasanya.

“sudah kubilang jangan menyukai dia!” jawabnya ketus

“aku tidak menyukai dia. Aku hanya menerima tawarannya sebagai pengganti bajuku” ucapku berbohong.

“Oh okay! Terserah” jawabnya sambil meninggalkanku sendirian.

tiffany marah?’ batinku

Waktu terus berjalan, hingga aku benar-benar dekat dengan kris.

Iya, kris.Namja itu benar-benar membuatku tergila-gila sekarang, kadang aku juga bingung dan mungkin takut sahabatku tiffany tau jika aku benar-benar dekat dengan kris.

Saat ini, aku dan kris sedang berada ditaman bermain untuk piknik berdua hehe.

“noona, kau makan ini ne? Roti selai ala chef kris”

“Aaaaak” akupun melebarkan mulutku untuk memakan roti selai buatannya.

“hmm. Enak!” ucapku sambil menelan sisa roti yang ada dimulutku.

“noona, liat! Gajah terbang” ucapnya sambil menunjuk kelangit.

gajah terbang?’ batinku, akupun menolehkan pandanganku kelangit dan.

Chu!

Blush!Apa tadi? Kris mencium pipiku?

“yak! Kris! Apa yang kau lakukan eoh?”

“hanya mencium noona hehe” jawabnya sambil terkekeh.

“kau ini! Dasar!” akupun menjitak kepalanya sambil tertawa-tawa.

Tiba-tiba…..

“Eh namja pabo! Asal kamu tau ya! Yeoja ini hanya suruhankusaja buat deket sama kamu . Dan kamu!aku kecewa sama kamu sica! Kecewa!” teriak seorang yeoja, ya Tiffany!setelah berteriak, ia pun langsung pergi entah kemana.

Aku melihat kris dengan tatapan takut, dia menoleh ke arahku.

“Noona hanya disuruh sama yeoja itu?” bentaknya kepadaku.

“I..itu dulu, mianhae kris, jeongmal hiks” jawabku sambil menangis, ya aku menangis, hal yang benar-benar aku takutkan sekarang terjadi.

“Berarti selama ini noona ingin mempermainkan aku saja?”

“Tidak kris, tidak begitu hiks”

“Sudahlah noona! Aku capek! Aku benci noona!”

“Kris … hiks” tangisku tersedu-sedu ditaman sambil melangkahkan kakiku untuk pulang.

2 tahun sudah berlalu sms, email, mention, hingga surat semua sudah kutujukan kepada  kris untuk meminta maaf namun nihil! Tak ada satupun yang dibalas.

Dan tak ada kata sapaan yang terlontar dari mulutnya selama 2 tahun ini, yang ada hanya sebuah tatapan sinis, kebencian.

 

(Flasback OFF)

“Sica?” ucap seseorang memanggil namaku itu yang membuyarkan lamunanku.

“Eomma?” jawabku sambil mengusap kristal dimataku.

“Wae?Kris again?” eomma pun memelukku.

“Hiks..nde eomma, wae? Kenapa dia muncul lagi eomma? Aku takut..aku takut hiks” air mataku tak bisa kutahan lagi, kuluapkan semua sehingga membasahi baju eomma-ku.

“Don’t cry dear, air matamu tak akan mengubah segalanya! Ingat itu!” ucap eommaku sambil menghapus air yang mengalir dimataku.

“Tapi sica bingung  eomma, sica tak bisa melupakan itu semua, mianhae hiks”

“Percaya dengan eomma deh, eomma yakin kris sebenarnya memaafkanmu. Mungkin dia hanya gengsi”

“Tapi eomma….”

“Ssst sudahlah sica, kamu makan sana!”

“I..iya eomma.. setelah itu sica langsung berjalan-jalan seperti biasa ne?” ucapku sambil mencoba menghapus sisa air mata dan keluar dari kamar.

“Ne.” jawab eommaku singkat.

Author POV

Tanpa Jessica sadari, saat ia menangis tadi sepasang mata elang sedang mengawasinya dari kejauhan, ya! Kris, namja yang disebut-sebut eomma Jessica tadi memang sekarang tengah dalam kebingungan. Jujur, ia memang sekarang memang mencintai Jessica, namun sekarang apa boleh buat? ia masih dalam kemarahan, kebencian jika mengingat 2 tahun lalu ..antara  jessica, tiffany, dan dirinya!

 

Kris POV

‘Kenapa eomma harus membawaku pindah kesini?’ gerutunya kesal. 2 tahun sudah berlalu, tapi aku benar-benar tidak bisa melupakan jung sooyeon alias Jessica itu!

Aku tadi melihatnya, dia menangis setelah melihatku. Ya! Mungkin dia juga masih belum bisa melupakan kejadian 2 tahun lalu, apa mungkin dia kaget melihatku pindah rumah yang tepat berada didepan rumahnya? Haha!

Aku ingin berjalan-jalan sebentar berkeliling di kompleks ini sambil lari-lari mungkin, kuambil sepatu lariku, handuk kecil serta air mineral, aku pun langsung memulai lari-lari kecil.

“satu dua tiga……” hitungku sambil berlari.

Sinar senja kemerahan menyinari wajahku yang dipenuhi oleh keringat ini ‘huh capek’ batinku samba duduk disebelah seorang yeoja yang mungkin juga sama sepertiku, habis lari sore(?)

“mau air mineral?” tawarku.

Gadis itu menoleh dan…… mataku terbelalak!

“noona?”

“K..kris?”

Kulihat dia mengucap namaku dengan bergetar, lalu ia pun menangis.

“jeongmal mianhae kris, apa kau masih membenciku? Hiks” tanyanya disela tangisannya.

Aku hanya diam larut dalam pikiranku.

“hiks.. hiks” kudengar tangisnya semakin tersedu-sedu.

“noona?” panggilku, dia pun menoleh.

Kutarik tubuhnya kedalam dekapanku. “noona, seharusnya aku yang meminta maaf kepada noona, sekarang aku mengerti, aku yang salah. Noona jangan menangis” ucapku sambil mengusap aliran sungai dimatanya itu.

Dia tersenyum “gomawo kris..”

“Cheonmayo noona..saranghae” bisikku ditelinganya

“emmm.. nado saranghae nggak ya?” godanya sambil sedikit terkekeh.

“Ish dasar sooyeon noona-_-“ jawabku sambil mengepout ria(?)

“ne, nado saranghae kris!” bisiknya sambil tersenyum dan mungkin terharu (?)

………………………………………………………………………………………………………

 

12 thoughts on “[Freelance] 2 Years

  1. law dilhat dr alur crita ni sbenar’a udh bgus bget thor. cma alur’a trlalu kcepatan & mksa sihc. bs diblag bhasa’@ kurang rapi & ada yg tdk diphami. nah sran sihc sbg readers spy lbih diperbaiki. nah byak bljar dr author2 lma dehc. tp ni hya permulaan ntar author psti bkal jdi author yg muanteb. smua btuh proses. wlaupun q jg gk pndai bwd ff. tp q ingin jdi pngembag bkat pra author. itu emg tugas readrs bgi sran & kritik yg mmbgun. biar gk cm numpang bc ff’a doang. hehe..
    so ditggu ff u lain’a…

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s