Day By Day [4/4 END]

day-by-day

Day By Day

Written by Vi

Starring SNSD Taeyeon | EXO-M Luhan

Rated for Teen

Sad | Romance | Drama | Little bit –psycho– | Friendship

.

.

Disclaimer: I just borrow the cast

Note: similar storyline with Naruto [SasuSaku’s Scene] but I also did some modification.

Sorry for bad fanfic and story

Poster by wolveswifeu

*****

“Aku akan berusaha melupakanmu. Jujur saja, sedari tadi aku bertanya-tanya, mengapa aku harus bertemu dan jatuh cinta padamu ?”

Perkataan Taeyeon sukses membuat Luhan yang masih sempat mendengar ucapan gadis itu mengepalkan tanganya kuat. Penuh amarah. Bukan marah pada gadis itu melainkan marah pada dirinya sendiri, disaat ia sudah berhasil mendapat kasih sayang dari seseorang yang ‘penting’ di hidupnya, seseorang itu malah merasa menyesal telah bertemu dan mencintainya karena sikapnya yang penuh dendam.

“Kalau kau merasa menyesal dan ingin melupakanku, maka pikirkanlah hal-hal kejam yang pernah kuperbuat padamu, lalu cobalah benci diriku seperti itu,” kata Luhan dingin. Taeyeon terkejut saat mengetahui Luhan masih mendengar ucapannya. Iapun menggigit bibirnya kuat, isak tangis tertahannya pun mulai terdengar.

“Berhentilah menangis, aku tak ingin seseorang yang kusayangi menangis karena menyesal telah mencintaiku dan menyayangiku,” kata Luhan sambil berjalan meninggalkan Taeyeon. Taeyeon menghentikan isakannya dan menatap Luhan tak percaya. Luhan sungguh-sungguh menghargai perasaannya dan menyayanginya ? Bahkan .. Tadi saja Luhan berterima kasih padanya karena telah mencintainya.

.

.

.

5 tahun kemudian ..

Setelah mereka mengadakan pesta perpisahan itu 5 tahun yang lalu, mereka tak pernah bertegur sapa.. Bahkan di acara kelulusan pun tak ada sedikitpun interaksi di antara mereka .. Hanya ada pandangan dingin dan menusuk diantara mereka. Interaksi terakhir mereka terjadi saat di pantai dan berakhir dengan menyedihkan ..

“Kim Taeyeon,” panggil seorang polisi lelaki berwajah imut yang ekspresinya dihiasi oleh keseriusan.

“Ya ? Ah, ada apa Baekhyun ?” tanya Taeyeon. Gadis cantik dan imut ini telah bertumbuh selama 5 tahun ini, ia menjadi lebih kuat dan selalu siap menghadapi rintangan. Begitu pula dengan lelaki bernama Baekhyun itu, ia memang konyol 5 tahun yang lalu, tetapi hebatnya .. Kini ia bahkan lebih serius dan dingin daripada seorang Kim Taeyeon.

“Terjadi kasus pembunuhan di jalan ***** , segeralah kesana bersamaku. Kita berdua kan bagian polisi yang harus menyelidiki kasus tersebut dan juga kata saksi sebaiknya kita pergi lebih cepat kesana karena pelakunya masih berdiri tegap disana,” perintah Baekhyun. Taeyeon mengangguk dan mengambil peralatan polisinya kemudian memasuki mobil polisi bersama dengan Baekhyun untuk menuju ke tempat kejadian perkara.

Entah mengapa saat ia mendengar kata ‘kasus pembunuhan’ keluar dari mulut Baekhyun, ia merasa sedih, ia kembali mengingat Luhan yang ia cintai sejak 5 tahun yang lalu hingga sekarang. Taeyeon sungguh-sungguh khawatir pada keadaan Luhan dan ia selalu berharap bahwa Luhan tidak akan membalaskan dendamnya.

“Ia pasti .. Tidak mau kehilangan orang yang ia sayangi kan ?” batin Taeyeon. Ia percaya bahwa Luhan akan menghentikan pikiran untuk membalaskan dendamnya sejak dirinya mengutarakan perasaannya pada Luhan , ia tahu betul bahwa Luhan butuh kasih sayang dari orang di sekitarnya.

Mobil polisi yang dikendarai Baekhyun dan ditumpangi Taeyeon telah sampai di tempat kejadian perkara. Keduanya melihat korban yang berlumuran darah di depan rumah mewah, Baekhyun bertanya pada para saksi kasus ini dan mencatatnya di buku notesnya. Taeyeon melirik ke seluruh arah agar setidaknya ia menemukan sesuatu yang berhubungan dengan kasus ini.

“Ohya polisi,” panggil seorang anak perempuan yang kira-kira masih SD pada Taeyeon. Taeyeon menoleh saat anak itu menarik-narik ujung bajunya, “ya , ada apa ?”

“Aku melihat kakak itu membunuh orang ini dengan pisau di tangannya,” kata anak itu sambil menunjuk ke seseorang , seorang lelaki berambut coklat dan bertampang familiar bagi Taeyeon. Taeyeon perlahan menoleh kearah lelaki yang ditunjuk anak itu.. Lalu ia tersentak mendapati siapa yang ditunjuk anak itu. Baju yang ia kenakan penuh dengan darah dan ada sebuah pisau di tangannya , itulah bukti bahwa ia pelakunya .. Pelakunya .. Luhan ?

“Kau ?” tanya Taeyeon kaget. Sungguh, Taeyeon tak percaya bahwa Luhan-lah pelakunya, namun senyuman sinis di wajah lelaki itu semakin menguatkan fakta bahwa ialah pelakunya.

“Kau sungguh-sungguh melihatnya ?” tanya Taeyeon pada anak yang menunjuk kearah Luhan barusan.

“Tentu, saat itu aku berjalan di seberang jalan sampai akhirnya kakak ini tiba-tiba menusuk orang yang meninggal itu dengan pisau tajam di tangannya, lalu darah langsung mengalir banyak, aku ketakutan tapi aku ingin menolong orang ini,” jelas anak kecil itu sambil menunjuk kearah Luhan ketika ia menyebutkan kata ‘kakak ini’ dan menunjuk kearah sesosok lelaki yang meninggal dengan bersimbah darah di jalan itu ketika ia menyebutkan kata ‘orang ini’.

Taeyeon pun menoleh kearah Baekhyun yang juga ikut mendengarkan penjelasan anak ini tadinya, Baekhyun dan Taeyeon pun kini bersama-sama berbalik kearah Luhan.

“Tak bisa dipungkiri lagi, bukti-bukti merujuk kearah dirimu, kaulah pelakunya !” kata Baekhyun sambil menunjuk Luhan dengan sorot mata tajam. Ditatapi dengan sorot mata tajam, Luhan pun balik menatapi Taeyeon dan Baekhyun dengan tatapan tajamnya yang terkesan mengerikan sehingga Taeyeon dan Baekhyun dapat merasakan bahwa bulu kuduk mereka kini tengah berdiri saking takutnya.

Tak butuh waktu lama, Luhan pun melarikan diri dari kerumunan orang itu. Baekhyun buru-buru menghubungi beberapa polisi terdekat untuk ikut membantu mereka mengejar Luhan. Setelah menghubungi polisi-polisi itu, Baekhyun yang ingin ikut mengejar Luhan pun dihentikan oleh Taeyeon.

“Baekhyun,” panggil Taeyeon sambil menahan lengan Baekhyun agar lelaki itu tak meninggalkannya.

“E-eh ? Taeyeon ? Bukankah seharusnya kau mengejar Luhan ?” tanya Baekhyun heran. Taeyeon mengangguk namun tatapannya menyiratkan kekecewaan dan kesedihan yang sangat mendalam, Baekhyun yang menyadari perubahan pada raut wajah Taeyeon pun berbalik dan memegang kedua pundak Taeyeon erat.

“Kau merasa tak bisa mengejarnya karena kau masih mencintainya kan ?” tanya Baekhyun. Taeyeon mengangguk dan air matanya yang sudah ia tahan pun mengalir deras.

“Hikss.. Hiks.. Aku tak menyangka bahwa dugaanku pada 5 tahun yang lalu itu benar bahwa suatu hari aku dan Luhan akan menjadi lawan .. Aku tak bisa melawan orang yang kucintai,” kata Taeyeon lirih. Isak tangis Taeyeon mulai terdengar, namun Baekhyun yang mengingat bahwa tugasnya mengejar Luhan harus diselesaikan itupun menaikkan dagu Taeyeon agar gadis itu menatapnya.

“Dengar, aku tahu ini sulit .. Tapi .. Kalau kau mencintainya .. Apa kau tak mau mencoba untuk menariknya kembali ke jalan yang benar meski harus menggunakan cara yang kasar ?” tanya Baekhyun. Taeyeon terdiam dan menggigit bibirnya ragu harus menjawab apa.

“Baiklah.. Meski menggunakan cara kasar pun aku akan membantu orang yang kucintai kembali ke jalan yang benar,” tekad Taeyeon. Baekhyun tersenyum dan menepuk pundak Taeyeon untuk memberinya semangat, iapun berlari mengejar Luhan bersama Taeyeon.

“Luhan .. Kini aku akan menghadapimu dan menarikmu kembali ke jalan yang benar meski harus menggunakan cara yang kasar, aku tak sanggup melihatmu menyakiti orang lain lagi..”

*****

Luhan berlari tergesa-gesa untuk menghindari sekawanan polisi itu, ia memasuki sebuah gang dan bersembunyi disitu. Ia berusaha mengatur nafasnya yang tak karuan setelah dikejar polisi sebanyak itu.

“Hahh .. Hahh.. Akhirnya aku dapat membalaskan dendamku pada lelaki itu ! Akhirnya aku bisa membalaskan dendamku pada Kim Jongin yang menyakiti sepupuku kesayanganku,” kata Luhan sambil menatapi pisau berlumuran darah itu, aku yakin bahwa semua orang yang melihat Luhan berdiri bersama dengan pisau itu pasti akan merasa merinding , tatapan kejam dan tajam dari seorang Luhan dan pisau yang penuh darah.

“Kau merasakan hal yang sama, Kim Jongin !” kata Luhan penuh emosi saat membayangkan masa lalunya lagi.

Flashback

“Luhan, apakah kau mau main ke rumahku ?” tanya seorang lelaki berusia 15 tahun yang memiliki rambut hitam kecoklatan.

“Lagi-lagi kau mengundangku ke rumahmu, apa kau tak bosan terus bermain denganku ? Sebaiknya kau akrabkan dirimu pada saudara-saudaramu, aku yakin kau bisa merasa nyaman bermain bersama mereka daripada bersamaku,” jawab Luhan singkat. “Memangnya kenapa kau tak mau bermain ke rumahku ? Selalu begitu, akhir-akhir ini kau tak mau bermain bersamaku seperti biasanya, bahkan kau juga seolah melupakanku. Hanya hari ini saja aku dapat pulang bersamamu karena aku memaksamu.”

“Sepupuku datang bermain ke rumahku.. Ia menyenangkan sekali.. Sudah ya, aku pulang dulu, aku tak sabar untuk bertemu dengannya,” seru Luhan tanpa menoleh kearah Jongin sedikitpun. Jongin yang merasa diabaikan pun mengepalkan tangannya kuat, ia tak mau kehilangan sahabatnya hanya karena orang yang dipanggil sebagi sepupu Luhan itu.

“Padahal Luhan tahu aku penyendiri, mengapa ia malah meninggalkanku karena sepupunya ? Apa ia pikir sahabat sejati sepertiku mudah dicari ?” tanya Jongin geram sambil mengusap air matanya yang mulai mengalir.

“Hahh !” Jongin mengerang kesal, ia pun berlari ke rumah Luhan melalui jalan pintas, ia ingin sampai duluan sebelum Luhan sampai.

.

.

Luhan yang baru saja sampai ke rumah pun dengan santainya menyapa, “Sehun ! Ayo kita bermain ber– Ah !!”

Luhan berteriak kaget melihat Sehun yang berlumuran darah dengan pisau tertancap , selain itu, Luhan juga melihat sosok Jongin yang tertawa kejam. “Luhan , sepupumu sudah tak ada lagi, bagaimana kalau kau bermain denganku ?”

“Jongin ! Apa yang kau perbuat ?” tanya Luhan sambil mencengkeram kerah baju Jongin dan menatap sahabatnya itu dengan penuh amarah.

“Aku tak ingin ia mencampuri persahabatan kita, ia merusak persahabatan kita !” teriak Jongin. Luhan terdiam dan meratapi tubuh Sehun yang sudah tak bernyawa, iapun menatap Sehun miris. Mendengar tawa Jongin , Luhan pun makin bertekad bahwa suatu hari ia akan membalaskan dendamnya.

“Suatu hari nanti.. Aku akan membalaskan dendamku.. Kim Jongin !”

Flashback end

Luhan tersenyum puas setelah membayangkan bahwa ia berhasil membunuh Jongin tadi. Ia tertawa mengingat bahwa Jongin merasakan sesuatu yang sama dengan Sehun.

Taeyeon yang sedang mengelilingi kota sendirian pun menemukan sosok Luhan yang tengah tertawa di sebuah gang. Beruntung Luhan membelakanginya sehingga Luhan tak tahu bahwa ia tengah mendekati lelaki itu diam-diam sambil membawa sebuah pistol untuk berjaga-jaga apabila Luhan bergerak dengan tiba-tiba.

Taeyeon mengeluarkan borgol yang dibawanya lalu mendekati Luhan lebih lagi, ia menguatkan dirinya bahwa ia sanggup melakukan ini, dan ia melakukan ini karena ia ingin menarik paksa Luhan ke jalan yang benar lagi.

Sebenarnya ini kesempatan baik untuk segera memasangkan borgol ke tangan Luhan namun entah mengapa ia tak sanggup. Memori mengenai Luhan terputar kembali di otaknya, bagaimana 5 tahun yang lalu ia bersikap dingin padanya, menolongnya, berterima kasih padanya karena telah mencintainya, apalagi momen dimana ia dan Luhan melihat kembang api bersama-sama.

“Mengapa.. Aku tak dapat melakukannya ?” batin Taeyeon. Tiba-tiba Luhan berbalik dan melihat Taeyeon, Taeyeon pun tertangkap basah ingin memasang borgol padanya.

“Apa yang mau kau lakukan ?” tanya Luhan penuh amarah dan emosi. Taeyeon terkejut dan berteriak kencang sehingga Baekhyun yang mendengarnya dengan sigap berlari dan menariknya keluar dari gang itu sebelum Luhan melakukan sesuatu yang buruk pada Taeyeon.

“B-Baekhyun ?” Taeyeon terkejut melihat dirinya kini ada dalam gendongan Baekhyun , Baekhyun pun menurunkannya dan menatap tajam Luhan.

“Seharusnya kau berterima kasih karena Taeyeon belum memasang borgol ini padamu.. Dan juga, seharusnya kau lebih berterima kasih lagi padanya karena ia melakukan semua ini untuk mengeluarkanmu dari jalan yang salah,” kata Baekhyun.

“Hmm .. Aku tak peduli lagi padanya,” kata Luhan tajam dan dingin. Baekhyun memandang Luhan kesal dan mengarahkan borgol tersebut kepada kedua tangan Luhan namun tangan Baekhyun yang membawa borgol itu dengan mudahnya ditepis oleh Luhan lalu Luhan memukul wajah Baekhyun sehingga lelaki itu jatuh tersungkur.

“Baekhyun.” Taeyeon buru-buru membantu Baekhyun yang kesakitan, Taeyeon tentu saja tak terima jika Baekhyun yang merupakan sahabatnya semenjak mereka menjadi polisi itu disakitu. Iapun berdiri dan berkata, “hentikan semua ini, Luhan ! Sebenarnya apa dendammu pada orang tadi ? Jelaskan !”

“Ia membunuh sepupuku hanya karena aku mengabaikannya, tak seharusnya ia melakukan itu ! Sekalipun ia sahabatku tapi .. Tapi ia menyakiti sepupu kesayanganku !” seru Luhan histeris sambil mengepalkan tangannya agar ia tak kembali menyakiti orang yang di depannya hanya karena moodnya.

“Karena kau mengabaikannya maka itu ia menyakiti sepupumu, andaikan saja sahabatmu itu penyendiri pasti ia merasa sedih apabila kau melupakannya terus,” kata Taeyeon setengah membentak. Luhan tersentak kaget, kedua matanya membulat, ia baru saja teringat bahwa .. Kim Jongin adalah penyendiri yang selalu kesepian..

“Ia penyendiri, aku baru saja ingat,” bisik Luhan cukup keras sehingga Taeyeon mampu mendengarnya.

“Kau mengabaikannya kan ? Berarti itu kesalahanmu yang membuat ia membunuh sepupumu, lalu kini kau membunuhnya. Kau menyakiti orang yang kau sayangi termasuk sepupumu, masalah inikan diawali dari dirimu yang mengabaikannya,” kata Taeyeon sambil memandang lekat-lekat wajah Luhan. Luhan terdiam dan menarik rambutnya sambil berteriak histeris, “ini semua salahku ! Aku menyesal !”

“Berhentilah menjadi seseorang yang pendendam, Luhan, tak ada gunanya kau seperti itu,” nasihat Taeyeon sambil memegang kedua tangan Luhan agar Luhan berhenti menarik rambutnya histeris. Luhan berhenti berteriak dan menarik rambutnya, Taeyeon menggenggam kedua tangan Luhan dan berkata, “jangan lakukan ini lagi. Belalah kebenaran bersamaku sebagai polisi.” Saat Taeyeon mengucapkan keinginannya, air mata sudah menggenangi matanya karena ia teringat pada 5 tahun yang lalu dimana mereka berdua sedang berada di pantai dan Luhan menolak ajakannya menjadi polisi.

“Tapi aku jahat,” kata Luhan.

“Kalau kau tak mau begitu, belalah kebenaran bersamaku tanpa menjadi polisi, kau bisa menyemangatiku sebagai polisi dari belakang dan kau bisa mencari pekerjaan lainnya. Setidaknya tetaplah bersamaku dan ulanglah kisah mengenai kita berdua dari awal , bayangkan seolah tak ada yang terjadi di masa lalu,” minta Taeyeon. Ia memejamkan matanya dan membiarkan air matanya tergenang dan mengalir, Baekhyun menatap kejadian itu dengan senyuman di wajahnya, ia tak menyangka momen romantis diantara mereka berdua masih bisa terjadi.

Arigatou , aku tak menyangka kau masih menyayangiku seperti ini. Sebenarnya, aku juga mencintaimu.. Aku merasa keberatan untuk menolak tawaranmu dulu tetapi sebenarnya aku mencintaimu,” ungkap Luhan yang sukses membuat Taeyeon membulatkan matanya kaget.

“L-Luhan ?”

“Aku mencintaimu karena kau berbeda dari fangirl lainnya yang hanya menyukaiku karena penampilanku tapi kau tidak kekanakan , aku yakin kau sangat kesulitan berurusan dengan perasaan ini, karena kau tak mau mencintaiku tapi kau sudah terlanjur mencintaiku.. Kali ini, aku takkan menyia-nyiakan cintamu lagi, aku membalas perasaanmu sekarang dengan jujur,” ungkap Luhan sambil mengeratkan genggamannya pada tangan Taeyeon.

“Baguslah mereka kembali bersama lagi,” kata Baekhyun.

“Tapi, Luhan ! Kau tetap harus berurusan dengan polisi, kau tetap bersalah, kita akan membicarakan soal ini di kantor polisi,” seru Baekhyun sambil menunjukkan borgolnya. Luhan menunjukkannya tatapan dinginnya pada Baekhyun dan tertawa kecil, “baik, aku terima.”

Baekhyun dan Luhan berjalan menuju kantor polisi, diam-diam Taeyeon tersenyum di belakang mereka, “aku berhasil membuat Luhan kembali ke jalan yang benar tanpa menggunakan cara kasar. Baguslah..”

Taeyeon mengikuti keduanya di belakang mereka sambil memandangi wajah Luhan  yang berseri-seri kala ini , ia seolah mengingat wajah polos Luhan saat melihat kembang api di pantai 5 tahun yang lalu.

END

Mian gaje, akhirnya selesai nih ff, kapan2 kalo aku buat ff EXOTaeng mau aku buat couple siapa nih ? Aku udh buat KrisTae (finished) : Alone and Cheerful, BaekYeon (belum selesai) : Even She Is My Sunbae , LuTae (finished) : Day By Day , slanjutnya siapa ? pls komen ya !

59 thoughts on “Day By Day [4/4 END]

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s