[Freelance] Between Two Options (Chapter 2)

bth_paper-vintage-ribbons-ppt-backgrounds_zps76beb6db

Title : Between Two Options (Chapter 2)

Author : Selvy

Length : Chapter

Rating : PG15

Genre : romance, family, comedi

Main Cast : Taeyeon

Sehun

Luhan

Kris

Other Cast : Siwon, changmin, ryewook

Author Note : Hello, iam coming (?), tahu gak aku senang pake banget pas tahu ffku mau di publis. Rasanya aku terbang sampai ke jambul khatulistiwanya syahrini #dramatis #plak. Hehehe, aku memang lebay tambah alay (?) jadi sebagai orang yang normal pembaca yang budiman (?) harus mengerti. Oke, sepertinya penyakit autisku kambuh lagi#plak #abaikan, jadi untuk kata terakhirku #mulai lagi alainya “selamat menikmati”.

. . . . . . . .

 “Nyonya muda, ayo makan” ajak seorang wanita paru baya kepada seorang wanita muda.

“Tidak, aku maunya makan bersama oppa siwon” ucapnya terus menatap jalan depan rumahnya. Memang semenjak kepergian siwon semalam taeyeon bahkan tak mau berhenti menatap jalan raya. Air mata tak pernah berhenti mengalir di wajah cantiknya.

“Nyonya muda, tuan muda tidak mungkin datang” ucap wanita bernama sooyoung itu.

“Tidak bibi, siwon oppa sudah berjanji padaku kalau dia tidak akan meninggalkanku.” Ucapnya menatap dalam wanita bermarga choi itu.

Taeyeon terus termenung di depan pintu pagar rumahnya. Tanpa ia sadari sebuah mobil mewah kini telah terparkir disampingnya. Seorang wanita keluar dari mobil itu.

“Bi, apakah taeyeon masih belum mau makan” Tanya nyonya kim.

“Jangankan makan nonya, masuk ke rumah saja tidak mau” ucapnya pasrah.

Nyonya kim menatap putrinya khawatir, “sayang, kau harus makan. Nanti kalau sakit bagaimana?” ucapnya seraya berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan putri tercintanya.

“Eomma, kenapa siwon oppa mengingkari janjinya, mengapa oppaku meninggalkanku” ucapnya menunduk dengan tangis yang semakin pecah.

“Sayang oppa bukannya meninggalkanmu, kau tahu sekarang oppa sedang menyediakan hadiah yang sangat special untukmu” ucap nyonya Kim menghibur.

“Benarkah?, kapan oppa akan meberikannya?” tanyanya dengan mata berbinar.

“Jika kau sudah berusia 16 tahun” ucapnya tersenyum.

“Apakah itu waktu yang lama?” Tanyanya bingung.

“Tentu saja itu bukan waktu yang lama, jadi kau harus bersabar. Dan sekarang kau harus makan agar oppa tak menghawatirkanmu” ucapnya sambil menggendong taeyeon masuk ke dalam rumahnya.

“Ok”

 . . . . . . . .

Taeyeon sedang bersantai di kamar mewahnya sambil menonton tv. Ia terus memegangi kalungnya. “Oppa kau tahu, aku sangat merindukanmu. Tapi aku janji aku akan selalu menunggumu” ucapnya seraya tersenyum.

Tok . . tok . . tok . ..

“Non, dipanggil nyonya dibawah” ucap bibi choi seraya mengetuk pintu.

“baik bi” taeyeon segera membuka pintu dan segera menemui ibunya.

“Taeyeon sini sayang” ajak nyonya kim sambil melihat kearah taeyeon.

Taeyeon langsung berlari menuruni tangga. Yah itulah taeyeon, seorang anak yang rapuh karena orang tuanya yang selalu membuat keributan (?). tapi, dibalik itu semua, dia adalah sosok anak yang ceria bahkan terkadang tidak bisa diam atau lebih tepatnya seperti cacing kepanasan #plak.

Dia dengan cepat melupakan kejadian buruk yang sudah berlalu, mungkin kalau kau melihatnya dari luar saja  kau akan iri melihat kebahagiaannya. Tetapi, hanya dia, siwon dan tentunya tuhan yang tahu bagaimana taeyeon sangat menderita memendam rasa rindunya .

“Ya, kim taeyeon. Tidak bisakah kau pelan- pelan menuruni anak tangga itu? Bagaimana kalau kau jatuh, hah ?, pasti eomma juga yang sibuk mengurusimu” omel nyonya kim yang melihat taeyeon berlari.

Taeyeon menghentikan langkahnya, ia memanyunkan bibirnya kesal.

“Eomma bahkan tidak pernah merawatku ketika aku sakit” ucapnya menunduk.

Sesak, itulah yang dirasakan nyonya kim sekarang melihat anaknya yang polos itu. Ia perlahan bangkit mendekati lalu memeluk putri mungilnya itu. “Maafkan eomma sayang” ucap nyonya kim hampir terisak.

“Apa yang eomma katakan, bahkan eomma tidak pernah berbuat salah padaku. Aku yang terlalu nakal sehingga eomma selalu terganggu dengaku” ucapnya seraya merenggangkan pelukan mereka dan menatap wajah eommanya.

“Sayang kau tidak pernah merepotkan eomma” ucapnya mengusap kepala putrinya.

“Apakah kami harus terus menonton drama pertemuan ibu dan anak” ucap seseorang yang seumuran dengan nyonya kim.

Taeyeon tentunya memandangnya dengan tatapan Tanya, disebelah wanita itu ada ada seorang anak lelaki yang sedang menatapnya juga.

“Maaf kami melupakan kalian, taeyeon sini sayang” ucap eomma taeyeon tersenyum lalu membawa taeyeon ke sofa.

“Taeyeon perkenalkan ini teman eomma, namanya bibi seo. Dan ini anaknya namanya luhan. Luhan satu tahun lebih mudah darimu”

“Annyeonghaseyo taeyeon immida. Aku juga mempunya oppa nama siwon oppa. Dia sangat menyayangiku. Tapi, dia sekarang sedang menyiapkan kado istimewah untukku. Pasti oppa sangat senang bertemu denganmu luhan-sii, karena oppa tidak pernah mempunyai teman namja karena dia selalu menemaniku.” Jelasnya dengan mata berbinar. Nyonya kim dan seo hanya bisa terkekeh mendenganrnya. Sedangkan luhan hanya menatapnya dengan tatapan bingung.

“Minhae, taeyeon memang agak sedikit cerewet”

“Apa yang kau katakan, bahkan dulu kau lebih cerewet darinya” nyonya seo hanya terkekeh dengan ucapannya dan tentunya mendapat tatapan tajam dari nonya kim.

“Apakah kalian kira aku adalah patung yang terus mendengar lelucon aneh kalian” ucap luhan tiba- tiba membuat semuanya kaget.

“Luhan jaga ucapanmu” bentak nyonya seo.

“Tidak apa- apa seo, jangan membentaknya seperti itu” bela eomma taeyeon mencairkan suasana yang mulai canggung.

Taeyeon yang melihatnya hanya bisa terpaku, ia belum pernah kenal dengan anak lain selain siwon oppanya sendiri. ‘mengapa dia marah?, anak yang aneh’ katanya dalam hati.

“Sepertinya aku tidak dibutuhkan, aku akan keluar mencari udara segar.” Ucapnya dingin.

“LUHANN” teriak seo yang melihat luhan beranjak dari kursinya.

“Bibi, biar aku saja yang menyusulnya.” Sela taeyeon.

“Taeyeon sayang, kau belum mengenal luhan. Dia adalah anak yang menyebalkan tidak ada yang mau berteman dengannya. Bibi takut ia akan menyakitimu” jelas nyonya seo.

“Bi, bukankah luhan adalah anak bibi. Jadi bibi pasti sangat mengenalnya. Tidak mengkin dia menyakiti anak manis sepertiku” Balas taeyeon tersenyum.

Nyonya kim hanya terpaku mendengar ucapan taeyeon. Yah, walaupun dia ibunya luhan, ia tidak pernah mengenal anaknya lebih dekat karena kesibukannya sendiri. ia terus menatap kepergian taeyeon. ‘Apakah anak umur lima tahun yang mengajariku?’ Batinnya.

“Maaf” ucap nyonya kim membuyarkan lamunannya (?).

“Taeyeon memang seperti itu, terkadang bersifat seperti anak bayi (?), tetapi terkadang juga bersifat seperti orang dewasa.

“Kim hyoyeon, aku mengukai anakmu. Bagaimana kalau kita menjodohkan mereka berdua”

 

. . . . . . . .  .

 

Taeyeon mencari luhan ke taman samping rumahnya. taman yang sangat luas dengan banyak arena bermain (?) dan satu kolom renang besar di samping taman.

Dugaannya benar, luhan sedang termenung di salah satu ayunan di taman itu.

“Kau bahkan pergi tanpa pamit padaku, kau bahkan belum berbicara padaku. Apakah kau tahu kalau kau itu sangat jahat.” Ucap taeyeon berdiri di depan luhan dengan melipat kedua tangannya cemberut.

Luhan mengangkat kepalanya bingung. Dia baru bertemu dengan taeyeon, tetapi kenapa taeyeon berlaku seolah olah mereka sudah kenal sejak bayi (?). Luhan beranjak dari kursinya ia berniat meninggalkan yeoja aneh itu. Namun tangan mungil taeyeon lebih dahulu menghalanginya.

“Apakah kau tidak melihatku”. Tanya taeyeon kesal. Tentu saja sudah pasti luhan melihatnya. Mengapa ia masih bertanya ?. itu semua membuat luhan kesal, luhan adalah anak yang tidak suka basa basi. Tanpa ia sadari ia menghempaskan tangan taeyeon kasar, sehingga taeyeon terjatuh.

“ aaaaaaaaaaaaa, haaaaaaaaa, mengapa kau mendorongku, kau tahu kau sangat jahat.” Tangis taeyeon pecah dan tentunya luhan ketakutan melihatnya mengamuk (?) seperti orang gila.

“sudahlah pelankan suaramu, apa kau ingin aku dimarahi lagi karenamu” ucap luhan menenangkan taeyeon.

“aaaaaa . . . . ” teriak  teyeon semakin kencang.

“Baiklah apa yang kau inginkan.” Tawar luhan. Taeyeon dengan cepat merubah ekspresinya senang.

“Jinjja? Oh luhan-sii, kau tahu kau sangat baik” ucapnya memegang tangan luhan.

Luhan hanya mentapnya bingung,’mengapa dia sangat aneh’.

“Oke sekarang kita pergi beli icecream. Kajja” ucapnya menarik luhan.

Mereka berjalan sambil taeyeon terus memegangi tangan luhan. Luhan juga mulai senang dengan kehadiran taeyeon, yang seolah megubah hidupnya dalam satu malam. Ia sedikit tersenyum melihat taeyeon yang terus tersenyum kepada orang- orang sekitar situ.

“Aha, itu dia. Luhan-sii tunggu aku sebenar. Jangan kemana- mana, kalau tidak aku akan memakanmu” ucap taeyeon seolah olah menatap tajam luhan.

Luhan hanya menatap kepergian taeyeon, ia melihat taeyeon ke salah satu toko ice cream. Luhan  terkekeh melihat taeyeon yang beberapa kali menunjukkan aegyo andalannya kepada pemilik toko itu. ‘ tanpa berekspresi lucu pun kau sudah sangat lucu’

 

 . . . . . . .

“kenapa kau terus memandangi ice creamnya? Apakah kau tidak menyukainya? Tapi setidaknya kau menghargaiku yang susah payah menggoda pemilik toko itu untuk memberikan ice creamnya. Kau tahu aku bahkan lupa meminta uang kepada oemma untuk membelinya. Kenapa dari tadi kau diam? Mengapa kau tidak menjawab pertnyaanku?” Luhan hanya bengong (?) mendengar ocehan gadis aneh didepannya ini.

“Luhan-sii kau tahu kau sangat jahat, kau bahkan tidak menjawab satu . . .  . “

“Bagaimana aku mau menjawab kalau kau terus berbicara tidak jelas” potong luhan.

Taeyeon tampak berfikir, dan luhan hanya bisa memutar bola matanya menatap anak manis disampingnya itu.

“Hehehehe, maaf baby”

Deg . . .

Luhan memandangi taeyeon, “Kau memanggilku apa?”

“Baby” jawab taeyeon polos.

“Mulai sekarang kau akan aku panggil baby, karena kau adalah adikku yang sangat manis” sambung taeyeon seraya mencubit pipi luhan.

Luhan masih terpaku memandangi taeyeon ‘adik ?’

“Sudahlah, dari tadi kau terus memandangiku. Makanlah icecreamnya sebelum mencair” ucap taeyeon membuyarkan lamunan luhan.

“Tapi, oemma melarangku memakannya. Kata oemma aku akan pilek jika aku memakannya” jawab luhan #akhirnya gomong #plak

“Kau tahu aku dan oppa pun dilarang memakan ice cream oleh oemma, tapi aku dan oppa selalu kabur untuk membeli ice cream. Kami sangat nakal” Ucap taeyeon dengan wajah yang berbunga- bunga (?).

“Apakah kau sangat menyayangi oppamu” Tanya luhan.

“Tentu saja” jawab taeyeon singkat.

“kau sangat beruntung memiliki oppa yang dekat denganmu, kau tahu dari kecil aku selalu sendiri. bahkan aku tidak memiliki teman” ucap luhan sambil menunduk.

“Jangan khawatar, mulai saat ini kita akan selalu bersama. Dan suatu saat nanti aku akan mengenalkanmu kepada oppaku” ucap taeyeon memegang tangan luhan.

“Jinjja ?” Tanya luhan antusias.

“Ne”

Semenjak itu, mereka menjadi sangat dekat. Sedikit demi sedikit taeyeon mulai tidak terlalu memikirkan siwon. Walaupun terkadang ia menangis jika sudah mengingat oppa yang sangat dicintainya itu. Tetapi, itulah taeyeon dia tidak akan menampakkan kesedihannya di depan orang- orang. Ia terus membulati setiap tanggal di kelender tanpa mengenal lelah, yah tentu saja menghitung sampai umurnya 16 tahun.

Sementara luhan bisa dibilang berubah 180 derajat dengan kehadiran taeyeon. Luhan yang dingin, angkuh, pendiam kini seolah tidak ada lagi. Yang ada hanya luhan yang ramah, cerewet, dan tentunya kekanak- kanakan. Dan tentunya itu semua gara- gara my darlingnya. Oemma luhanpun telah berubah, ia lebih memperhatikan luhan, walaupun masih tetap sibuk, namun setidaknya ia rela menunggu luhan setiap pagi untuk mengantarnya ke sekolah. dan tentunya itu juga gara- gara taeyeon.

Taeyeon dan luhan sekarang seolah- olah satu paket (?) yang tak terpisahkan. Taeyeon sedikit terhibur dengan kehadiran luhan, ia bisa sedikit melupakan siwon. Yah walaupun tidak akan bisa, tapi setidaknya luhan selalu menghiburnya. Taeyeon sudah menganggap luhan sebagai adik. Namaun berbeda dengan luhan yang sebenarnya sudah menyukai taeyeon sejak pandangan pertama.

 . . . . . . . .

Sepuluh tahun kemudian, baijing china

Seorang yeoja tengan asik membulati kelendernya, yang sudah hampir penuh dengan tinta merah. Tanpa ia sadari seorang namja sedang bersandar di pintu kamarnya sambil memperhatkannya.

“Hmmm, apakah kau tidak bosan selalu melakukan itu setiap hari” ucap luhan.

“Luhannnn my baby” teriak taeyeon yang langsung melompat (?) memeluk luhan.

“YAA apakah kau mau merusak gendang terlingaku” omelnya.

“Luhan- sii kau tahu sebentar lagi tanggal 16 Desember” ucap taeyeon seraya melepaskan pelukannya sambil tersenyum manis.

Luhan menaikkan sebelah alisnya “Bukankah itu hari ulang tahunmu yang ke 16”

“Benar sekali” jawabnya taeyeon tersenyum senang.

Luhan sedikit bingung, setahunya taeyeon tidak pernah sesenang ini jika ulang tahunnya sudah dekat. Tiba- tiba ia mengingat Sesuatu.

Flashback

Taeyeon dan luhan kini tengah berada di kamar taeyeon. Taeyeon sedang sibuk mengurus (?) kelendernya. Sedangkan luhan hanya menonton tv dan sesekali melirik taeyeon dengan kesal karena merasa diabaikan.

“Dear, sampai kapan kau akan terus bersama dengan kelender jelek itu, dan terus mengabaikan namja ganteng di depanmu ini?” ucapnya dengan nada kesal.

Taeyeon hanya terkekeh pelan mendengar pernyataan dari adik manisnya itu. “Apakah adikku sedang merajuk?, kau tahu kalau kau sangat lucu?”

Luhan hanya menatap tajam taeyeon ‘mengapa dia selalu memanggilku adik?’.

“Kau bahkan melamun lagi” ucap taeyeon yang tanpa luhan sadari kini telah berada disampingnya.

Luhan terus memandang taeyeon, “Dear, kenapa kau selalu membulati setiap tanggal di kelender?” Tanyanya.

“Karena aku tidak sabar menunggu ulang tahunku” jawabnya tersenyum.

“Memang kenapa dengan ulang tahunmu”

“Apakah kau masih ingat dengan siwon oppa yang sering aku ceritakan?” tanyanya yang dibalas anggukan kepala oleh luhan.

“Kata eomma siwon oppa sedang menyiapkan hadiah special untukku. Dan kau tahu dia akan memberikannya saat aku berusia 16 tahun” jelas taeyeon dengan mata berbinar.

Flashback end

“Ohhh, aku ingat sekarang, berarti sebentar lagi kau akan mendapatkan hadiah yang oppamu iyakan?” Tanya luhan.

“Pintar sekali, sudahlah sepertinya kita harus berangkat sekarang. Kalau tidak kita bisa terlambat sampai ke sekolah.” taeyeon menarik tangan luhan segera keluar dari kamarnya.

Taeyeon dan luhan memang satu sekolah semenjak TK (?). mereka selalu berangkat bersama menggunakan mobil luhan. Mereka sekolah di international Beijing high school, salah satu sekolah elit di china.

Luhan sangat popular di sekolah itu, selain karena wajahnya yang ganteng. Keluarga luhan juga sangat kaya raya. Bahkan sekolah merekapun adalah milik orang tua luhan. Jadi, tidak salah kalau banyak yang terkagum- kagum padanya. Sayangnya, luhan tidak pernah melirik satupun gadis- gadis dihadapannya. Yah, tentunya karena dia masih setia menunggu sampai taeyeon bisa melihat cintanya.

Kalau taeyeon jangan ditanya lagi. Dengan paras cantik, ramah, pintar, dan juga selalu membawa kebahagiaan bagi teman- temannya siapa yang tidak menyukainya ?. bahkan jika ia tidak masuk sekolah semua orang akan heboh mencarinya termasuk guru- guru di sekolah itu. Bahkan terkadang rumah taeyeon seperti pasar (?) yang sangat ramai jika ia sedang sakit, karena sangat banyak yang ingin menjenguknya.

Apalagi oemma taeyeon yang super duper kaya. tetapi, walaupun begitu taeyeon tetap rendah hati. Itulah salah satu alasan mengapa begitu banyak yang mengaguminya. Apakah taeyeon pernah pacaran?. Jangankan pacaran jatuh cinta saja belum pernah. Ia memang hampir dikatakan dewasa, tapi tetap saja dia adalah taeyeon yang kekanak- kanakan.

 

 . . . . . . . .

 

Taeyeon dan luhan telah sampai di sekolah mereka, tetapi taeyeon tak kunjung turun dari mobil mewah luhan. Dari wajahnya sudah sangat kelihatan bahwa ia sangat kesal.

“Dear, kau marah lagi? “ Tanya luhan memegang tangan taeyeon.

“Apa kau tahu kalau kau sangat jahat, bagaimana mungkin kau melajukan mobil secepat itu. Apakah kau pikir kau ini pembalab, ha?” omel taeyeon menatap tajam luhan.

“Dear, aku minta maaf. Kalau aku tidak melajukan mobilnya nanti kita bisa terlambat kesekolah.”

“Kau bahkan tidak memikirkanku, kau kira jantungku ini terbuat dari besi? Kau tahu kau sangat jahat”

Luhan hanya bisa menahan kekehannya mendengar pernyataan taeyeon. ‘apakah kau tahu kalau kau marah, kau malah tambah imut’

“My darling, ayolah jangan marah lagi. Sebagai gantinya aku akan membelikanmu ice cream dan aku janji tidak akan melaporkannya kepada oemmamu, oke?” tawar luhan.

Tentu saja taeyeon akan luluh, “Jinjja? ohh baby, kau tahu kau sangat baik”

Luhan hanya bisa menggeleng melihat taeyeon yang seperti ini. Memang taeyeon paling tidak bisa marah berlama- lama pada orang- orang apalagi orang itu adalah luhan.

“Kajja kita ke kelas” ajak taeyeon.

Sepanjang perjalanan orang- orang hanya menatap mereka dengan tatapan kagum dan iri. Kagum karena melihat dua malaikat cantik dan tampan dihadapan mereka. Dan tentunya iri karena kedekatan taeyeon dan luhan. Seluruh warga (?) sekolah memang tahu bagaimana perasaan luhan ke taeyeon. Hanya saja taeyeon terlalu polos untuk mengetahuinya.

“Baby aku ke kelasku dulu yah, by . ..  “ taeyeon pergi sambil melambaikan tangannya.

“By” balas luhan singkat.

Taeyeon kelas XIA, sedangkan luhan kelas XB. Jadi mereka tidak satu kelas karena luhan lebih muda satu tahun dari taeyeon. Tetapi walaupun begitu luhan tidak pernah memanggil taeyeon dengan sebutan nonna, dia lebih senang memanggil taeyeon dengan sebutan dear atau my darling.

 

 . . . . . . .  .

Seoul, Korea Selatan. (01.00 am)

Seorang namja tinggi mengendap- ngendap (?) memasuki sebuah rumah mewah, kalau saja orang yang baru melihatnya mungkin ia akan mengira bahwa namja itu adalah pria nakal yang berusaha mencuri barang berharga di rumah itu. Ia berusaha berjalan dengan sangat pelan. Tetapi, sepertinya itu tidak ada gunanya. Karena sekarang lampu telah dengan terangnya menyinari seluruh ruangan tersebut. Tentu saja itu membuatnya berhenti.

“Dari mana saja kau? “ Tanya tuan Choi dingin.

“Aku dari rumah ryewook” Jawabnya santai tanpa melihat muka appanya.

“Apakah kau tidak punya sopan satun, kau ini anak seorang presdir choi. Bagaimana mungkin sifatnya seperti anak berandalan” bentak tuan choi seraya bangkit dari sofa mewahnya.

Siwon menunjukkan smirknya “Bukankah kau yang membuatku seperti ini?”

“Kau . .”

“Apakah kau telah lupa?, kau dengan teganya memisahkanku dengan adikku. Kau bahkan tidak pantas disebut seorang appa. Mana ada orangtua yang membuat anaknya menderita” potong siwon lalu berjalan meninggalkan appanya.

Tuan choi sangat marah, bahkan ia menggepalkan tangannya kuat, “berhenti”

Siwon berhenti, lalu membalikkan badannya, “Apa lagi?, apakah kau ingin menamparku lagi. Ck, itu sudah tidak mempan lagi untukku” ucapnya dingin.

“Apakah kau hanya mempunyai adik didunia ini, apakah kau tidak mempunyai orang tua? Hah?” bentak tuan Choi.

Siwon terdiam sebentar, “Memang kenyataannya begitu kan?” ucapnya dingin.

Plak . ..

Tamparan keras kini benar- benar mendarat di wajah mulus namja itu. “Kau benar- benar tidak mempunyai sopan santun” bentak tuan choi.

Smirk kini muncul diwajah siwon, “ck, apakah kau sudah lupa?, sejak kecil kau bahkan tidak pernah berada di rumah. Apakah kau pernah menggendongku sewaktu aku bayi? apakah kau pernah memperhatikanku sedikit saja? apakah kau pernah memelukku?. Bahkan kau tidak pernah menyentuh kulitku kalau bukan hanya memukul saja. Dan sekarang kau dengan gampangnya berkata padaku kalau aku tak punya sopan santun. Hah, itu sangat lucu” Jelasnya lalu meninggalkan appanya yang sedang terpaku layaknya patung (?).

‘Apakah aku telah sejahat itu’ batin tuan Cho, dia hanya bisa menatap kepergian putranya dengan hati yang seolah teriris beribu pisau yang sangat tajam. #dramatis#plak

 

. . . . . . . . . . .

 

Nyonya kim mengelus kepala taeyeon yang tengah tertidur pulas, ia terus menatap lembut anak manisnya itu. Sesekali ia mengecup kening taeyeon dengan penuh kasih sayang. Dia tidak tega membangunkan taeyeon, ‘mengapa aku tidak pernah menyadari kalau aku mempunyai putri yang sangat manis’ batinnya lalu mengecup kening taeyeon lagi.

“Bi, aku masih ngantuk, apakah ini sudah pagi?, mengapa waktu berjalan sangat cepat” ucapnya kesal tanpa membuka matanya.

Nyonya kim tersenyum melihat putrinya itu, “Sayang ini eomma”

Tentu saja taeyeon langsung bangkit dan membelalakkan matanya melihat kejadian lagkah ini.

“Me . . mengapa eom. .  ma datang kesini? Bu . . kannya oemma ma . . sih di London” ucapnya gagap.

Tentunya taeyeon sangat kaget, karena eommanya tidak pernah masuk kekamarnya kalau tidak ada urusan yang sangat mendesak. Jangankan kamar taeyeon, rumahnya saja jarang dia kunjungi.

“Sayang mengapa kau sangat kaget? Apakah kau tidak senang dengan kehadiran eomma?” ucap eomma taeyeon pura pura cemberut.

“Bukan begitu eomma, aku hanya. . “ Taeyeon bingung melanjutkan kata- katanya, ia hanya menggaruk kepalanya yang tentu saja tidak gatal.

“hehe, eomma hanya bercanda, sini sayang” eomma taeyeon merentangkan tangannya agar taeyeon memeluknya. Dengan agak ragu taeyeon mendekatkan diri dan memeluk eommanya.

“Taeyeon maafkan eomma” ucap nyonya kim semakin mempererat pelukannya.

“Eomma tidak punya salah apa- apa. Jadi, eomma tidak perlu meminta maaf padaku”

“Taeyeon, apakah kau merindukan oppamu” Tanya nyonya kim.

Taeyeon sedikit kaget, tapi dia berusaha mengontrolnya. “Kenapa eomma bertanya? Tentu saja aku sangat merindukan oppa”

Hening, itulah yang terjadi saat ini dikamar mewah taeyeon. Taeyeon agak sedikit kaget ketika ia merasakan ada cairan bening yang mulai membasahi rambut indahnya. Ia melepas pelukannya dan menatap eommanya “Mengapa eomma menangis? Apakah aku salah bicara? Eomma maafkaa aku, aku sama sekali tidak bermaksud . . .. “

“Sayang, ini bukan karnamu” potong nyonya Kim.

“Tidurlah, karena besok kau harus bagun pagi- pagi, karena eomma takut kau akan terlambar ke bandara” lanjutnya.

“Bandara?” Tanya taeyeon polos.

“Ia, bukankah besok adalah ualng tahunmu ? tidakkah kau merindukan oppamu? Jadi besok kau akan mengusulnya ke seoul”

“JINJJA” teriak taeyeon girang (?)

“Tentu saja, apakah kau melihat eomma sedang bercanda”

“Eomma taeyeon mencintaimu” ucap taeyeon memeluk eommanya.

Taeyeon sangat senang, tetapi dia mengingat sesuatu, “Tetapi, bagaimana dengan sekolahku?, terus apakah eomma akan ikut bersamaku? Dan aku juga aku belum pamit kepada luhan. Aku juga belum membereskan pakaianku” Ucapnya menatap eommanya bingung.

Eomma hanya tersenyum lembut, “Tenang saja, surat kepindahan sekolahmu sudah eomma urus, pakaianmu juga sudah dibereskan oleh bibi soo, dan eomma tidak bisa ikut denganmu karena eomma masih sibuk”

“Aku pasti merindukan eomma” ucapnya cemberut.

Nyonya kim hanya bisa terkekeh melihat tampang imut taeyeon, “Oya, luhan apakah eomma perlu menyuruh dia kesini”

“Tidak eomma, besok luhan akan bertanding basket, aku tidak mau mengganggunya”

“Apakah tidak apa- apa?”

“Oya eomma bagaimana mungkin eomma bisa menyiapkan semua ini?” Tanya taeyeon tanpa menjawab pertanyaan eommanya.

Nyonya kim hanya mendengus, tentu saja ia tahu kalau taeyeon hanya ingin mengalihkan pembicaraan. “Bukankah kau telah menunggu ini selama 11 tahun?”

“Maksudnya” Tanya taeyeon bingung.

Nyonya kim sedikit jengkel dengan putrinya yang polos, bakan terlalu polos situ. “Ini adalah hadiah ulang tahunmu.”

“Benarkah? Eomma aku sangat mencintaimu. Ini adalah hadiah terindah dalam hidupku” Ucapnya dengan mata berbinar.

Taeyeon memeluk eommanya erat, begitu pula dengan nyonya kim. Sebenarnya taeyeon sangat ingin menemui luhan, tetapi ia takut kalau luhan dikeluarkan dari tim basket hanya karenanya. Taeyeon sebenarnya tidak ingin berpisah dengan luhan yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri. tetapi, dia juga sudah sangat merindukan oppanya. ‘maafkan aku baby’ batinnya, dan setelah itu baik taeyaon maupun nyonya kim sudah berada di alam mimpi.

 

^^TBC^^

Akhirnya chapter duanya keluar jugaa . . .. . . .

Aku udah berusaha nepatin janji kalau ff ini dibuat lebih panjang dari yang kemarin . . .. .

Dan juga aku udah berusaha buat ff ini secepatnya agar bisa cepat di post . . . ..

Jadi, aku harap semuanya bisa puas J

Sampai jumpa di chapter selanjutnya . . .. . . . .

 

63 thoughts on “[Freelance] Between Two Options (Chapter 2)

  1. Akhirnya penantian taeyeon datenggg
    Tapi kasian lulu gege T.T
    Semoga nyar ketemu lagii
    Lahhh tapi sehun kris nya manaaaa
    Apa sehun ama kris temen nya taeyeon di seoul ??

  2. apa tak salah kris jadi adik reywook namja cool dengan namja agak lembek haha
    Wuah taeyeon hebat 3pria dibuatnya jatuh cinta..kece – kece lagi prianya jadi iri nih..
    Sehunkah tetangganya ….

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s