[Freelance] One Love, Forever

One Love, Forever

Title                 : One Love, Forever

Author             : Violet Park

Length             : Oneshoot

Genre              : Friendship, Sad, Romance, School Life

Rating             : General

Cast                 : Jessica, Baekhyun, Luhan, Kyuhyun

Disclamair       : This story is mine. Get inspiration from manga, song and the other source. Don’t Be Plagiat!!! And No Bash, please J

Backsound      : SUJU KRY – Hanamizuki, SNSD – Time Machine, Taeyang – Wedding Dress

____________________________________________________________________

 

= One Love, Forever =

 

Unusual Day

 

Hari ini mungkin sama seperti hari-hari yang lalu bagi Baekhyun.

 

Matahari masih bersinar dari timur, angin masih berhembus, omelan bangun pagi dari sang eomma yang menghiasi pagi harinya, wajah teman dan guru yang tidak pernah berubah seperti satu tahun yang belakangan dan yah… sama seperti hari-hari yang sebelumnya.

 

Baekhyun hanya dapat menghela nafas kasar sambil menaruh tas punggung miliknya di kursi. Ia rebahkan dirinya dan memandang sekeliling, ruang yang sama, suasana yang sama dan pastinya aktivitas yang sama seperti sebelumnya- berangkat, duduk, diam, makan, terkadang berkumpul bersama dan pulang.

 

Bel masukpun berbunyi dan semua anak-anak yang satu kelas dengannya langsung memposisikan diri mereka di bangku masing-masing.

 

Seosangnimpun masuk-terdengar dari bunyi pintu yang dibuka dan suara langkah kaki yang Baekhyun hafal sekali dan entah mengapa Baekhyun merasa ada yang aneh dengan atmosfer di sekitarnya.

 

Lebih….

 

Ramai mungkin?

 

“Selamat pagi anak-anak, hari ini kalian akan mendapatkan teman baru, silahkan perkenalkan dirimu” ucap Seosangnim sambil sedikit memberikan tempat yang cukup untuk seorang yeoja dengan rambut kecoklatan di belakangnya.

 

Mata semua murid yang ada di kelaspun tertuju kepada yeoja itu. Banyak bisikan yang terdengar di sekitar Baekhyun mulai dari namja atau yeoja di samping dan di depannya.

 

“Annyeonghaseyo, choneun Jessica imnida. Mannaseo bangapsumnida” salam yeoja tersebut sambil menunduk kecil tanpa memberikan sedikit senyumanpun di perkenalan pertamanya itu.

 

Baekhyun yang melihat perkenalan anak baru tersebut melongo heran.

 

Kenapa tidak memberikan senyum? Itu tidak sopan kan?’ batinnya.

 

Don’t Speak Anymore please

 

Baekhyun yang sedang tidak badan setelah pelajaran olahraga sedang berjalan sedikit terhuyung menuju ke ruang kesehatan. Ia menolak semua bantuan teman-temannya karena dirasa ia cukup kuat untuk berjalan ke ruang yang tak terlalu jauh dengan ruang basket di sekolahnya.

 

“Annyeong” sapa Baekhyun kepada dokter penjaga, sang dokterpun mengecek Baekhyun dan menyarankan namja tersebut untuk beristirahat di ruang kesehatan.

 

Namja itupun mengangguk dan hendak menuju ke ranjang di ruang kesehatan tersebut, hanya saja ketika ia menangkap sesosok bayangan yang ia kenal iapun mengernyit heran.

 

Dilihatnya murid baru itu sedang terduduk di sebelah ranjang yang hendak ia tempati dan di dilihatnya bahwa di ranjang tersebut ada seorang namja.

 

Ckckck apa-apaan yeoja itu? Berpacaran di ruang kesehatan? Haish sial sekali nasibku’ gerutu Baekhyun dalam hati.

 

Baekhyunpun hanya dapat melangkah menaiki ranjang dan mencoba beristirahat, namun suara murid baru tadi mengganggunya untuk segera tidur.

 

Sial, kenapa menjadi begini sih?’ batinnya sembari menutup seluruh tubuhnya dengan selimut yang ada di sana dan mencoba untuk tidur.

 

 

Hey, Am I Do Wrong?

 

Baekhyun yang datang terlalu awal di hari ini mendesah ketika mengetahui bahwa tidak ada seorangpun yang berada di kelas.

 

“Haish eomma membohongiku, kelas masih kosong begini kenapa aku disuruh berangkat?” kesalnya sambil melempar tasnya dengan kasar di bangku miliknya.

 

Matanyapun mengitari dengan malas melihat setiap sudut kelasnya namun sebuah benda dengan segera menghentikan aktivitasnya itu.

 

“Tas siapa ini?” ucap Baekhyun sambil berjalan menuju bangku yang ada di depan meja guru. Belum sampai di meja tersebut, matanya menangkap sebuah kilatan kecil. Dilihatnya sebuah gantungan bola krystal yang kecil namun indah tergeletak di samping meja tersebut. Gantungan itu kini berada di genggaman tangan Baekhyun dengan muka terpesona.

 

Hingga…

 

“LEPASKAN BENDA ITU…..!” teriak seorang yeoja sambil berlari menuju ke tempat di mana Baekhyun berada, terdengar dari derap langkahnya yang terdengar cepat dan bersuara keras.

 

Baekhyun yang sedikit tersentakpun melepaskan gantungan itu tanpa ia sengaja, membuat yeoja tadi melototkan matanya kepada Baekhyun kemudian tanpa sepatah katapun mengambil cepat gantungan yang hampir mendarat di tanah serta menyambar tas coklat miliknya.

 

Ia kembali buru-buru keluar kelas dan menghilang di belokan setelah sebelumnya memberikan death glare miliknya kepada Baekhyun, dan Baekhyun hanya melongo heran campur kaget karena sebelumnya ia melihat setitik air mata terlihat di sudut mata yeoja tadi.

 

“Jessica-ssi chamkaman aku bisa menjelaskan-aish” geram Baekhyun ketika hendak mengejar Jessica-yeoja itu namun terpaksa berhenti karena ia masih mengingat jelas setitik air mata itu.

 

“Haish apa yang salah denganmu Byun Baekhyun!” pukul Baekhyun sendiri.

 

 

Just Misunderstanding

 

Baekhyun dengan malas menendang kerikil kecil yang ia lihat dalam perjalanan pulang. Namja itu mendesah kasar, andai saja ia tidak merusak rantai sepedanya kemarin ia pasti sudah dengan tenang mengendarai sepedanya pulang sekolah tidak berjalan dari halte hingga ke rumahnya yang berjarak cukup jauh.

 

Di tengah perjalanan ia merasakan tetesan air yang membasahi puncak kepalanya.

 

“Hujan? Ah~ kenapa tadi aku tidak melihat ramalan cuaca hari ini?” desah Baekhyun sambil berlari mencari tempat berlindung sementara. Dilihatnya taman kompleks rumahnya yang memiliki sebuah permainan yang biasanya digunakan untuk anak-anak yang dilogikanya dapat melindungi dirinya dari hujan.

 

“Apa boleh buat masuk ke sana sajalah” ucapnya pelan sambil memasuki tempat tadi. Iapun mengusapkan kedua tangannya karena hawa yang cukup dingin sembari melepas jas seragamnya hingga menampakkan kemeja putih di tubuh atasnya.

 

Mata Baekhyun tak sengaja menatap sebuah sosok yang duduk menelungkup di sudut tempat tersebut. Ia kaget karena dikiranya hanya ada dirinya sendiri di sana.

 

Perlahan ia membuka rambut yeoja tersebut dan memperlihatkan yeoja yang selama ini membuatnya bersalah.

 

Jessica, yeoja itu kini terlihat tertidur pulas sambil mendekap erat seekor anjing kecil yang sama-sama tertidur dengan pulas. Yeoja itu terlihat semakin mengeratkan pelukannya agar anjing kecil tersebut tidak kedinginan dengan hawa yang dirasakannya.

 

Baekhyun yang melihat pemandangan dihadapannya dengan seulas senyum yang terlintas di wajahnya.

 

“Kurasa aku salah paham denganmu Jessica-ssi” ucapnya pelan sambil memberikan jas sekolahnya menutupi tubuh yeoja tersebut lalu pergi sambil berlari cukup kencang untuk menghindari tetesan air yang makin lama makin deras.

 

 

Is It Her Self?

 

Jessica bingung harus berbuat apa. Ia sudah sedari tadi mondar-mandir di depan loker seseorang yang tertera tulisan Byun Baekhyun di luarnya.

 

Dipegangnya Jas yang sedari tadi digenggamnya erat namun tidak sampai membuat kerutan berarti pada pakaian tersebut.

 

Flashback

Kyuhyun yang datang untuk menjemput Jessica segera membangunkan Jessica yang tengah terlelap tidur sambil memeluk erat seekor anak anjing yang berwarna kecoklatan.

 

“Ayo Sica-ya, kenapa kau lama sekali bangunnya? Oppa tidak akan kuat menggendong tubuhmu yang berat itu” ucap Kyuhyun membuat Jessica membuka matanya lalu menatap Kyuhyun dengan muka suntuk khas bangun tidur.

“Ah oppa, mianhae. Apa oppa sudah lama menungguku bangun?”sahut Jessica dengan suaa malas khas bangun tidur.

 

Kyuhyun hanya tersenyum kecil sambil mengusap sayang pucuk kepala dongsaengnya itu.

 

“Ani, baru saja. Ayo kita pulang, hujan sudah reda. Ah ya apa kau kesini juga bersama dengan temanmu selain bersama binatang itu?”Tanya Kyuhyun, membuat Jessica mengernyitkan alisnya heran.

 

“Nde? Aku? Yang benar saja oppa aku masih belum mempunyai teman di sekolah” ucap Jessica sambil mengibaskan tangannya membuat anjing kecil yang tertidur tadi membuka matanya sekaligus menjatuhkan jas yang menutupi tubuh Jessica.

 

“Oppa apa ini jas milikmu?” Tanya Jessica sambil menggenggam jas tadi dan mengacungkannya kepada Kyuhyun.

“Aniya, kau lihat sendiri oppa memakai jas, kenapa kau malah memberikan jas orang lain pada oppamu? Itu milik namjachingumu kah?” heran Kyuhyun karena melihat nama seorang namja yang tertera pada name tag jas tersebut.

 

Byun Baekhyun, itulah nama yang tertera pada jas yang dipegang Jessica saat ini.

 

“Ani, tapi kenapa sepertinya aku mengenal orangnya ya?” ucap Jessica pelan sambil memikirkan nama tersebut, dan akhirnya dia menyadari bahwa itu ada;ah nama namja yang pernah memegang salah satu bendanya dulu.

 

“Kau sudah mengetahuinya ya? Besok kembalikan jas itu dan ucapkanlah terima kasih padanya, jas itu pastinya sudah melindungimu dari hujan dan hawa dingin tadi. Ah pasti ia pulang basah kuyup, mengingat hujan yang cukup deras tadi” tambah Kyuhyun membuat Jessica melihat bercak air yang membasahi jas tersebut dari sisi belakang.

Flashback End

 

“Humm ku taruh saja di lokernya” gumam Jessica pelan sambil membuka loker Baekhyun dengan sangat hati-hati dan meletakkan jas beserta note terima kasih ke dalamnya. Tak lupa ia memberikan susu hangat dan saputangan di sana, ia merasa namja itu mungkin akan terkena flu keesokan harinya.

 

5 menit kemudian, Baekhyun yang tiba dengan teman-temannya langsung membuka loker dan bersiap mengganti sepatu mereka dengan sepatu khusus sekolah.

 

Hanya saja….

 

“Nah itu dia jasmu Baekhyun, kenapa kau bisa meninggalkannya di loker? Kau ini, bagaimana jika ketua komite kedisplinan menemukanmu tak mengenakan jas sekolah? Ckckck” ucap salah seorang teman Baekhyun.

 

Sedang Baekhyun yang mengambil jas tersebut hanya mengernyit heran menemukan jasnya terdapat di loker miliknya beserta sebuah notes berisi ucapan terima kasih tulisan khas seorang yeoja. Ditambah dengan adanya susu yang masih hangat dan saputangan berwarna biru muda di sana.

 

Iapun entah mengapa mengembangkan senyumnya, setelah sebelumnya mengantongi saputangan dan mengambil susu yang masih hangat tersebut membuat teman Baekhyun terheran-heran.

 

“Kenapa kau senang sekali? Jangan-jangan kau sudah gila ya? Hiii menakutkan”

“Ya! Aku tidak Gila pabbo!!!” teriak Baekhyun tak terima sambil masih mengembangkan senyumnya ketika ia sudah kembali memakai jas tersebut.

 

 

It Feel Hurt Inside, Why It Must Happen to Me?

 

Baekhyun mendapat banyak kunjungan teman-temannya sewaktu ia cedera yang cukup parah dan harus dirawat di rumah sakit untuk waktu yang cukup lama.

 

Matanya sedari tadi memandang teman-temannya, mencoba mencari seseorang yang hilang dari daftar pencariannya.

 

di mana yeoja itu?” pikirnya heran.

 

“Baekhyun cepat sembuh ne mianhae semua teman sekelas tidak menjengukmu, ada yang sedang berhalangan hadir” ucap ketua kelas Baekhyun membuat Baekhyun hanya membulatkan mulutnya tanda mengerti.

 

Teman-teman Baekhyunpun kini sudah meninggalkan Baekhyun, tinggal tersisa Baekhyun dan seorang pasien namja yang berada di sebelah Baekhyun.

 

“Wah ternyata namamu Baekhyun ya? Perkenalkan namaku Luhan” ucap namja tadi yang sudah tiba-tiba berdiri di samping ranjang rawat Baekhyun sambil mengulurkan tangannya yang putih kurus.

“Eh? nde, salam kenal Luhan-ssi” balas Baekhyun sambil juga megulurkan tangannya dan menerima jabatan tangan hangat namja itu.

 

Luhan tersenyum senang, matanya terlihat bersinar-sinar sambil sesekali mengeratkan pakaian rumah sakit yang terbalut jaket biru tua yang melekat pada badan kurusnya.

 

“Ehm, jika kau kedinginan aku bisa menutup jendela kamar ini” ucap Baekhyun mengerti sambil menurunkan kakinya, bersiap turun dari ranjangnya.

 

Luhan yang melihat bahwa cedera Baekhyun masih sembuh benar langsung menghalangi namja tersebut.

 

“Aniya Baekhyun-ssi, kau masih belum sembuh benar. Istirahatlah saja, udara segar akan membuat pikiran kita juga segar bukan begitu? hehehe” kekeh Luhan sambil membenarkan posisi Baekhyun dan memberikan selimut pada namja tersebut.

 

Baekhyun hanya dapat tersenyum kecil, namja itu rupanya sangat baik dan perhatian dengannya. Namun ia heran karena Luhan yang kelihatan selalu sendirian dan tidak dikunjungi oleh satupun keluarga atau teman-temannya.

 

“Ehm, mianhae Apakah orangtua atau temanmu tidak datang menjengukmu?” Tanya Baekhyun hati-hati.

 

Luhan sekilas memperlihatkan ekspresi sedih yang dengan segera berganti menjadi senyum lebar di wajahnya yang cukup pucat.

 

“Ani, masih ada seseorang yang selalu menjengukku. Mungkin sebentar lagi ia akan datang” balas Luhan sambil melihat jam dinding ruangan yang memperlihatkan pukul tiga sore.

 

Tok Tok

 

“Ah itu dia” ucap Luhan sambil segera berbalik dan langsung melompat kecil ke ranjang rawatnya, ia menyibakkan selimutnya dan segera berpura-pura tidur.

 

Baekhyun yang melihat hal tersebut langsung heran, ada apa dengan namja ini?

 

Suara pintupun terbuka, memperlihatkan seorang yeoja dengan rambut kecoklatan yang menenteng sebuah bungkusan plastic yang digenggam di tangan kirinya.

 

Semula Baekhyun tak terlalu memperhatikan, ia malah dengan asyik menatap pemandangan luar yang langsung mengarah ke taman rumah sakit yang cukup menghiburnya.

 

Yeoja tadi langsung melangkah menuju ranjang rawat Luhan yang terletak di sebelah ranjang Baekhyun.

 

Ia menaruh bungkusan tadi di meja yang ada di sana lalu terlihat melipat kedua tangannya ke depan dengan malas.

 

“Xi Luhan, kau jangan berpura-pura tidur di saat aku datang menjenguk sedangkan kau malah terkikik hebat di balik selimutmu itu” ucap yeoja tadi dengan nada kesal.

 

Baekhyun yang merasa familiar dengan suara tadi langsung menolehkan kepalanya, ia membuka mulutnya tak percaya.

 

“Jessica-ssi?” ucap Baekhyun yang membuat yeoja itu-Jessica juga menoleh pada direksi yang sama.

“Ah Baekhyun-ssi Annyeong” ucap Jessica sambil membungkukkan badannya pelan.

 

Hening… satu sama lain tidak megucapkan suatu kata apapun. Baekhyun masih saja membuka mulutnya tak percaya sedangkan Jessica diam karena ia bingung harus berbicara apa dengan namja itu. Lalu tiba-tiba….

 

“Hufhaaa Sica-ya kenapa kau lama sekali~” ucap Luhan tiba-tiba sambil membuka lebar selimutnya, membuat pandangan Jessica dan Baekhyun langsung mengalih kepada Luhan.

 

“Nah, jika begini kau akan bangun hehe. Kenapa kau suka sekali berpura-pura? Tidak manis sekali. Jangan lupa rapatkan jaketmu, udara cukup dingin hari ini” ucap Jessica sambil tersenyum sementara ia mengambil kursi yang dekat dan langsung duduk di sana.

 

Tak lupa ia membenarkan jaket Luhan yang belum tertutup rapat dan memperhatikan Luhan yang kini tengah menggembungkan pipinya kesal.

 

“Jangan beraegyo Luhan-ah kau tidak manis dengan aegyo itu, aegyo tidak cocok untukmu” tambah Jessica sambil menyingkirkan tangan Luhan yang mencoba menirukan gerakan bbuing bbuing yang sering dipraktikan namja tersebut sebelum-sebelumnya.

 

Baekhyun yang melihat pemandangan barusan hanya dapat tersenyum kecut tanpa mereka berdua ketahui, entah mengapa ada yang aneh pada dirinya.

 

Rasanya sakit dan entah mengapa aku… ingin menangis?

 

 

The Missing Time

 

Baekhyun yang memang masih belum sembuh benar masih saja dirawat di rumah sakit. kini ia dan Luhan terlihat sedang memainkan game berdua.

 

Dan seperti biasa jam tiga sore Jessica akan menemani mereka berdua, entah bermain entah bercanda, berbincang dan lain sebagainya.

 

Tak sering Jessica membawa kamera dan mengambil foto dirinya, Luhan dan sesekali Baekhyun saat mereka bersama.

 

Luhan yang selalu bertingkah konyol dan sangat amat manja seperti layaknya kucing peliharaan kepada Jessica, Jessica yang selalu memberikan death glare maupun senyum manisnya kepada Luhan atau kamera, serta Baekhyun yang terkadang terlihat memberikan senyum terpaksa dan lirikan horror ketika Luhan memberikan sesuatu efek aneh pada dirinya di hadapan kamera.

 

Suatu hari ketika Baekhyun sudah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit, Luhan menatapnya sedih.

 

“A~ kenapa kau sudah sembuh~” gerutu Luhan yang terlihat duduk di sisi samping ranjang rawatnya, kakinya menendang-nendang kecil udara sambil mengerucutkan bibirnya kesal.

 

Baekhyun yang melihat Luhan jadi sedikit tidak tega, yah iapun juga sebenarnya tidak ikhlas untuk sembuh. Kesempatan melihat yeoja itu yang tertawa lepas serta kepribadian yang disembunyikannya disekolah pasti akan menghilang dengan cepat.

 

“Haha, kan ada Jessica yang menjagamu Luhan-ssi, kau pasti tidak akan kesepian” ucap Baekhyun dengan senyum kecil.

 

Luhan yang melihat senyum kecil itu langsung membalas dengan senyum lebar.

 

“Memang sih, dia yeojachingu yang baik dan sangat perhatian. Tapi kan dia bukan namja yang cocok untuk teman sepermainanku” balas Luhan membuat Baekhyun setengah mati menahan rasa sakit mendengar kata yeojachingu yang keluar dari mulut Luhan.

 

“Maka dari itu Luhan-ssi, cepatlah sembuh dan kapan-kapan ayo kita bermain bersama” tawar Baekhyun setelah mampu menguasai perasaanya.

 

Luhan hanya dapat tersenyum kecil sambil memandang jauh ke arah taman.

 

“Nde, aku akan berusaha untuk sembuh” ucapnya pelan.

 

 

That Romantic Sketch

 

Baekhyun kini sudah menginjak masa kuliah. Ia memasuki universitas dan jurusan yang sama dengan Jessica.

 

Namja itu selalu saja melihat dan menjaga Jessica tanpa yeoja itu tahu. Tentu saja, Baekhyun tahu diri karena yeoja itu sudah merupakan milik namja lain. Ia hanya dapat memandangnya dari jauh dan menjaga untuk masalah kecil yang selalu dilupakan oleh yeoja itu.

 

Baekhyunpun tahu Jessica selalu mengunjungi jurusan seni untuk menyambangi Luhan yang berada di sana, terkadang Luhanlah yang menyuruh Jessica untuk ikut serta membawa Baekhyun dan bermain bersama setelahnya.

 

Jessica dan Luhan selalu berbahagia bersama, dan itu membuat Baekhyun selalu menahan rasa sakit dihatinya dan mencoba untuk berbahagia atas kebahagiaan mereka.

 

Suatu hari ketika Jessica sedang berhalangan hadir, Baekhyun yang iseng berjalan-jalan menuju ke jurusan seni yang tengah lenggang karena mahasiswa di dalamnya sudah terlebih dahulu meninggalkan kelas karena memang jam pada hari itu hanya sedikit dari yang biasanya.

 

Di ruang kelas ia melihat Luhan yang tengah sibuk menggambar sketsa.

 

Baekhyun yang penasaran, diam-diam mendekati Luhan dari belakang. Dilihatnya beberapa sketsa seorang namja dan yeoja sedang berbahagia menaiki sebuah perahu di danau yang indah, ada juga dimana sang namja dan yeoja tadi memainkan piano bersama dengan background panggung besar yang indah serta sketsa yang sedang digambar Luhan kini adalah sketsa seorang namja dan yeoja yang sedang memegang tangan satu sama lain dengan altar sebagai background sketsa tersebut.

 

Baekhyun menelan salivanya dengan susah payah. Ya, kini ia sadar tak akan ada sedikitpun kesempatan untuk mendapatkan yeoja yang dicintainya. Ia teringat waktu di mana Jessica juga diam-diam menggambar sketsa yang hampir sama dengan yang sedang digambar Luhan saat pelajaran berlangsung.

 

Baekhyun yang telah tersadar menguatkan dirinya lalu menoleh ke arah Luhan.

 

Terkejut, tentu saja. Tiba-tiba Baekhyun melihat Luhan yang tengah meneteskan air mata walau itu hanya terlihat di pelupuk mata namja itu.

 

Merasa ada seseorang yang berada didekatnya, Luhanpun membalikkan badan dan melihat Baekhyun yang berdiri mematung sambil menatapnya.

 

Tak perlu waktu lama, Luhan langsung menghapus air mata tadi dan menggantinya dengan senyum lebarnya.

 

“Hehe aku masih pemula ya? Sketsa sosangnim masih lebih bagus dari pada punyaku” ucapnya sambil membereskan peralatannya.

“Tidak kok, ini bagus sekali” ujar Baekhyun jujur.

dan terlebih lagi, lukisan itu merupakan isi hati paling dalam kalian berdua” tambah Baekhyun dalam hati.

 

“Hehe gomawo” ucap Luhan singkat.

 

“Lalu mengapa kau menangis? Eiy namja tidak boleh menangis, dia akan terlihat lemah kau tahu?” ujar Baekhyun membuat Luhan hanya menaikkan alisnya ke atas.

 

“Aku tidak menangis, aku hanya terharu. Lukisan ini sangat romantis” ucap Luhan membuat Baekhyun terdiam.

 

Yah, itu sangat romantis. Amat sangat romatis.

 

 

The Paper

 

Tahunpun berlalu cepat.

 

Baekhyun sudah menjani pekerjaannya. Kini ia merambah ke dunia hiburan di suatu agensi besar. Ia merupakan composer lagu dan sekaligus penyanyi solo di sana.

 

Suatu hari, tiba-tiba Jessica masuk ke ruangannya sendirian-suatu hal yang tidak biasa karena biasanya Luhan akan senantiasa berada di samping Jessica membuat Baekhyun mengerutkan dahinya bingung.

 

Jessica yang faham dengan pemikiran Baekhyun hanya membalas dengan senyuman kecil.

 

“Kau mencari Luhan? Tenang saja dia hanya sedang ada urusan sebentar” ucap Jessica membuat Baekhyun hanya membulatkan mulutnya tanda mengerti.

 

Hening, itulah yang dirasakan mereka berdua karena biasanya Luhan akan selalu mencairkan suasana awkward diantara keduanya dengan lelucon atau segala macam cerita.

 

Tak ingin berlama-lama dengan suasana tersebut tiba-tiba Jessica memberikan sepucuk undangan berwarna putih yang dibungkus dengan pita berwarna merah hati yang sederhana namun terlihat elegan kepada Baekhyun.

 

Namja itu memandang benda tadi bingung sedang Jessica langsung memeluk Baekhyun dengan cukup erat, membuat jantung Baekhyun seakan berhenti berdetak saat itu juga.

 

“Baekhyun-ssi terima kasih atas segalanya, datanglah di upacara pernikahanku dengan Luhan esok” ucap Jessica setelah memeluk Baekhyun.

 

Menikah?

 

Bagai masuk dalam lumpur hisap, Namja itu hanya berdiri kaku sambil sesekali menguatkan hati dan pikirannya yang berkecamuk.

 

Jessica yang melihat hal tersebutpun memandangnya bingung.

 

“Baekhyun-ssi, gwencana?” ucapnya khawatir.

 

Tersadar, Baekhyun langsung tersenyum sangat manis kepada yeoja dihadapannya ini.

 

“Wah chukkae, aku pasti akan datang. Jangan mulai upacaranya tanpa aku ne? aku sangat ingin melihat kalian bersatu nanti” balas namja itu membuat senyum kembali merekah di wajah Jessica.

“Nde, maka dari itu jangan terlambar Baekhyun-ssi” balas Jessica sambil membungkukkan badannya tanda undur diri.

 

Baekhyunpun langsung melambaikan tangannya kepada yeoja itu yang masih mengembangkan senyum di wajahnya-setelah sebelumnya mengantar hingga ke depan ruangannya, hingga sosok yeoja itu menghilang dari pandangan.

 

Begitu pintu ruangan tertutup. Baekhyun jatuh lemah tak berdaya, air mata mengucur deras dan suara paraunya terdengar lemah. Saat ini ia merasa telah berada dalam titik terlemahnya sepanjang hidup-kehilangan kesempatan akan yeoja yang dicintainya.

 

“Saranghae Jessica, jeongmal saranghae” ucapnya parau sambil melihat foto yang selama ini di bawanya, foto ia dan Jessica yang sedang tersenyum lebar.

 

 

Namja itu merapikan jas hitam yang melekat pada tubuhnya, tak lupa ia membenarkan posisi dasinya yang sedikit miring.

 

Pas

 

Iapun langsung mengambil kunci mobil dan berangkat menuju ke sebuah tempat, tempat upacara sacral Luhan dan Jessica berlangsung.

 

I Must Be Strong

 

Tak perlu waktu lama untuk mencapai tempat tersebut. Baekhyun sudah hafal sekali dengan tempat itu. Tempat yang mereka bertiga kunjungi dahulu semasa kuliah.

 

Iapun segera masuk dan melihat ke kamar rias. Dilihatnya dua insan yang sudah menjelma menjadi pasangan pangeran dan tuan putri yang serasi. Sang putri yang terbalut gaun putih dan sang pangeran yang mengenakan jas hitam yang menawan dengan keduanya mengenakan make up natural yang menyegarkan.

 

“Hey apa Luhan tidak salah kostum? Kau harusnya memakai gaun milik Jessica” lelucon Baekhyun kepada Luhan yang dijawab Luhan dengan kekehan kecil.

“Jika aku memakainya dikira Jessica adalah lesbi oleh sang pendeta, shireo” tolak Luhan dan dibalas cengiran kecil oleh Jessica.

 

“Wah kalung yang cantik” tambah Baekhyun lagi sembari melihat kalung berbandul sama persis dengan gantungan milik Jessica dahulu.

“Tentu saja, Luhan memberikan ini padaku untuk kado pernikahan ini. Hampir mirip dengan yang kau berikan padaku dulu kan chagi?” balas Jessica sambil memandang lembut ke arah Luhan.

 

Ketika upacara siap dilaksanakan, Jessica dan Luhan segera mempersiapkan diri. Tak lain halnya dengan pasangan itu, Baekhyun juga sudah terlebih dahulu duduk di belakang grand piano berwarna putih, ia akan memberikan pertunjukan special untuk pasangan yang satu ini.

 

Upacarapun dimulai, terlihat Jessica yang berjalan pelan namun pasti menuju ke tempat Luhan berada. Kyuhyun sebagai pengganti ayah Jessica memberikan Jessica kepada Luhan dan kedua pasangan tersebut memperlihatkan ekspresi bahagia namun ada satu hal yang Baekhyun tidak mengerti.

 

Ada yang janggal dengan ekspresi keduanya, dan Baekhyun tak mengetahui apa sebabnya.

 

Prosesipun terus berlanjut hingga tibalah saat Jessica dan Luhan dianjurkan untuk mencium pasangan masing-masing.

 

Luhan yang hendak mencium Jessica terlebih dahulu menoleh ke arah Baekhyun, sejenak namja itu memberikan tatapan yang sulit dimengerti oleh Baekhyun.

 

Luhan membelakangi posisi Baekhyun sehingga namja itu tidak dapat melihat saat yeoja yang dicintainya dicium oleh Luhan. Yang Baekhyun tahu ketika para tamu bertepuk tangan Luhan sudah menyelesaikan ciumannya dengan cepat.

 

 

His Message and My Promise

 

Tak lama setelah upacara pernikahan Luhan dan Jessica, Baekhyun kembali disibukkan oleh beberapa pekerjaan yang tak bisa ia tinggalkan. Ia sangat bersyukur dengan pekerjaan yang semakin banyak, karena dengan itu ia dapat melupakan sakit hatinya untuk sementara waktu.

 

Di suatu hari Baekhyun yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya di luar negeri tiba-tiba mendapatkan sebuah pesan dari nomor tak dikenal.

 

Ragu-ragu, iapun membuka pesan tersebut dan mendapatkan tulisan.

 

“Jagalah Jessica dan Berjanjilah untukku”

 

Baekhyun mengernyit heran. Jessica? Apa yeoja itu? Tapi di dunia ini banyak kan nama Jessica?

 

Tak selang lama ada lagi pesan dari nomor yang sama.

 

“Balas pesanku dan berjanjilah kau akan menjaganya”

 

Karena tidak mau ambil pusing Baekhyunpun langsung membalas pesan tersebut dengan asal. Toh mungkin itu hanya pesan aneh dari orang lain.

 

Beberapa detik kemudian ada pesan balasan.

 

“Kau harus menjaga janjimu, Baekhyun-ssi. Gomawo Mianhae”

 

Mendadak entah mengapa ia merasakan suatu firasat buruk, cepat-cepat ia menelepon nomor tadi.

 

“Sial kenapa tidak aktif” ucapnya keras.

 

Iapun lalu menelepon ke nomor Jessica. Dan sama seperti nomor yang dicoba hubunginya barusan. Kedua nomor tidak aktif. Berkali-kali ia mencoba hingga beberapa jam lamanya ia tunggu agar nomor tadi aktif dengan sendirinya.

 

Baekhyunpun kesal, ia menelepon salah seorang temannya yang cukup dekat dengan pasangan tersebut.

 

“Yoboseoyo”

“Hyung apa ada sesuatu yang terjadi dengan Jessica atau Luhan?” Tanya Baekhyun.

“Nde?”

“Apa ada hal buruk yang terjadi dengan Jessica atau Luhan?” Tanya Baekhyun lagi.

“…”

 

Baekhyunpun membanting teleponnya kesal. Iapun menelepon manajernya dan menyuruhnya untuk segera kembali ke korea besok, apapun yang terjadi.

 

“Sialan kau Luhan”

 

 

Namja itu terlihat mengenakan kacamata hitam dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi segera setelah ia tiba di korea.

 

Ia tidak memperdulikan klakson pengendara lain yang terganggu akibat ulahnya yang main serobot. Namja itu hanya perduli pada satu hal. Pada yeoja itu, pada Jessica.

 

“Apa ada hal buruk yang terjadi pada Jessica atau Luhan?”

“Lho kau kan cukup dekat apa kau tidak tahu?”

“Tidak tahu apa?”

“Apa mereka berdua sama sekali tidak memberi tahumu?”

“Tidak, tidak sama sekali memangnya apa yang terjadi?”

“Luhan tengah dirawat di rumah sakit, penyakitnya dahulu kambuh dan semakin parah. Dokter bilang Luhan dapat bertahan hidup lebih dari 3 tahun lamanya adalah suatu keajaiban. Ia hanya dapat dirawatan stadium akhir secara intensif dan baru saja ketika aku menjenguk ke rumah sakit, Luhan sudah tiada”

 

Percakapan Baekhyun dan temannya kemarin membuat pikiran Baekhyun semakin kalut. Ia semakin mempercepat laju mobilnya dan menuju ke sebuah tempat, tempat di mana Luhan pernah bercanda mengenai tempat tersebut padanya.

 

Flashback

“Kau tahu tempat yang dirasa manusia paling tenang tapi mereka selalu melupakannya?” Tanya Luhan pada Baekhyun semasa mereka berdua masih drawat di rumah sakit.

 

Baekhyun mengernyitkan alisnya bingung “Maksudmu Luhan-ssi?”

 

“Ah kau pasti bingung ya? Haha. Manusia sering melupakan tempat itu padahal itu adalah tempat yang paling tenang, kau harus sering-sering mengunjunginya kelak jika sedang tertekan” ucap Luhan membuat Baekhyun semakin tidak mengerti untuk meresponnya.

 

“Peristirahatan terakhir, harusnya manusia selalu mengingat tempat tersebut. Di sana bersemayam raga-raga manusia sebelum kita. Ah aku ingin sekali mengunjunginya jika bisa” tambah Luhan lagi membuat Baekhyun semakin tidak mengerti.

Flashback End

 

 

She’s just act strong

 

Baekhyun mengawasi dari jauh prosesi pemakaman Luhan yang sudah selesai sedari tadi.

 

Banyak teman dan sanak saudara yang mengelilingi area tersebut. Dan di barisan terdepan dapat Baekhyun lihat Jessica yang berdiri tegar di sana.

 

Yeoja itu mengenakan gaun putih selutut sambil membawa foto Luhan yang terbingkai apik, menampakan senyum mengembang namja itu.

 

Baekhyun terus menunggu dan menunggu hingga pada akhirnya tinggal Jessica dan seorang namja yang Baekhyun kenal adalah Kyuhyun, oppa Jessica.

 

Kyuhyun terlihat sedang membujuk Jessica untuk segera meninggalkan area pemakaman namun Jessica menolak dan menyuruh Kyuhyun agar menunggunya di dalam mobil saja.

 

Kyuhyun terlihat hendak menolak, namun kemudian ia mengangguk faham dan meninggalkan yeoja itu sendirian di sana.

 

Baekhyunpun mendekati yeoja tadi perlahan, tak berniat membuat sedikitpun suara untuk menyadarkan yeoja itu akan kehadirannya.

 

Tak perlu waktu lama, yeoja itu terduduk lemas. Ia memandang foto yang masih berada di depannya. Ia mengangis deras dan masih menahan suara tangisannya. Ia menangis dalam diam.

 

Baekhyun tak tega melihatnya, tangannya hendak saja menepuk punggung yeoja itu untuk menenangkannya namun ia urungkan niatan tersebut. Ia merasa bahwa jika Jessica sudah seperti itu, yeoja tersebut akan lebih tenang.

 

Dan benar dugaan Baekhyun, Jessica sudah terlihat lebih tegar walau matanya masih memancarkan kesedihan dan kehilangan yang amat dalam.

 

“Baekhyun-ssi? Apakah itu dirimu?” Tanya Jessica dengan suara lemah tanpa menengok sedikitpun ke arah Baekhyun.

 

Baekhyun membalas dengan senyum lemah sambil menganggukkan kepalanya lalu melepas kacamata hitam yang masih melekat.

 

“Apa kabar?” ucap Baekhyun, sedetik kemudian ia tersadar-ia seakan ingin memukul kepalanya. Kenapa bisa ia selancang itu menannyakan keadaan yeoja yang jawabannya dengan jelas ada di depan matanya?

 

Jessica yang mendengar pertanyaan Baekhyun hanya dapat tersenyum lemah.

 

“Cukup baik jika aku berbohong hehe” balasnya sambil menghapus air mata yang memenuhi wajahnya.

 

“Kenapa kau tahu aku ada di sini? Bukankah kau masih ada pekerjaan di luar negeri?” tanyanya membuat Baekhyun hanya menghela nafas kasar.

 

“Menurutmu? Gara-gara ulah siapa aku ada di sini?” ucap Baekhyun membuat Jessica hanya menelan salivanya kasar.

 

“Karena kematian Luhan kan? Mian tidak memberitahumu sebelumnya”

 

 

Hari itu seperti biasa Baekhyun akan mengosongkan jadwal sorenya untuk ikut menemani Jessica menyambangi tempat peristirahatan terakhir suaminya, Luhan.

 

Jessica masih sama memakai gaun putih selutut sambil membawa seikat bunga mawar putih sedangkan Baekhyun membawa seikat tulip dengan warna yang berbeda di setiap kunjungannya.

 

Jessica duduk berdoa sedangkan Baekhyun hanya berdiri diam sambil menatap Jessica dan sesekali gundukan tanah di depannya.

 

Luhan, kau harus tetap mencintai Jessica di sana

 

 

Di hari yang minggu cerah, Baekhyun yang lengkap dengan alat penyamarannya dengan setia menemani Jessica yang kini sedang melukis di taman.

 

Jessica yang bingung harus memberikan tambahan apa kini entah mengapa tengah melihat pasangan muda yang sedang berjalan di kejauhan. Iapun hanya dapat tersenyum pahit, ingatannya akan Luhan bersamanya dahulu kembali berputar.

 

Baekhyun yang mengetahui kondisi hati Jessica langsung memberikan komentar agar yeoja tersebut tak larut dalam kesedihannya lagi.

 

“Jangan lupa kau beri warna putih di sana” ucap Baekhyun sambil mengarahkan telunjuknya kepada gambar mawar yang terpampang di sketsa milik Jessica.

“Haha kau tahu saja jika aku selalu lupa memberi warna pada mawarnya” ucap Jessica lalu ia memberikan warna putih pada mawar dan menaikkan kertasnya ke atas.

 

“Ah yeppoda~ andai Luhan masih ada di sini ia pasti akan memberikan gambar manusia di dalamnya” ucap Jessica pelan sambil tesenyum dan berusaha menahan tangis yang akan keluar.

“Nde, ia pasti akan menambahkanmu dan dirinya di dalam lukisan itu” balas Baekhyun membuat Jessica tesenyum.

 

“Dan kau juga tentunya, kau sahabat terbaik kami”

 

 

Masa dewasa telah Baekhyun dan Jessica lewati. Kini mereka menjadi semakin tua dan renta.

 

Keduanya tidak pernah menikah. Alasannya apa? Pasti kalian sudah tahu sendiri alasannya apa bukan? Jessica masih mencintai Luhan, cinta yang tidak akan pernah luntur sekalipun dimensi mereka berdua sudah berbeda. Baekhyun juga masih mencintai Jessica walau ia tahu, ia tidak akan pernah bisa mendapatkan cinta dari yeoja itu lebih dari sekedar seorang sahabat, teman ataupun saudara dan ia tulus untuk selalu mencintai yeoja itu.

 

Keduanya masih menjalani kegiatan seperti biasa, seperti mengunjungi makam Luhan seperti sebelum-sebelumnya.

 

Jessicapun masih setia memakai gaun putih selutut ditambah dengan cardigan putih dari benang wol yang disulamnya. Wajah cantiknya masih nampak walau beberapa kerutan kecil mulai tampak pada kedua pipinya tanda ia tak lagi muda. Baekhyunpun sudah terlihat memakai tongkat dan kacamata plus yang menghias wajahnya yang tetap mempesona walau telah termakan usia.

 

Seperti biasa juga Jessica terus berdoa dan memberikan seikat mawar putih sedang Baekhyun memberikan seikat bunga tulip, mereka berduapun pulang ke rumah masing-masing dan terus melanjutkan kehidupan mereka berdua.

 

Hingga Tuhan memanggil mereka berdua ke hadapan-Nya.

 

Luhan

 

“Baekhyun a~

Jaga Jessica ne? aku tahu kau mencintainya

Amat mencintainya malah

Aku tahu dari dulu ketika melihat pandangan matamu pada Istriku itu

Karena dari itu jagalah ia sewaktu aku tak lagi bersamanya hidup di dunia ini

Aku tahu kau namja yang dapat diandalkan dan dapat kupercaya

Walau beribu kesempatan akan mengutungkan bagimu untuk memperoleh cinta Jessica

Tapi kau tak akan merebutnya dariku bukan? Hehe apakah aku terlalu PD?

Karena itu, aku titip Jessica ne?

Jaga ia baik-baik, dia permataku yang berharga

I will trust you to protect her in your world now”

 

“Jessica, sayangku

Terima kasih sudah mencintaiku apapun kondisiku selama ini

Terima kasih atas segala senyum dan death glare menakutkanmu itu padaku *peace

Aku tahu kau sebenarnya yeoja yang baik

Hanya saja mungkin kau hanya akan menunjukkan kebaikanmu pada orang-orang yang kau percaya dan mempercayaimu sama seperti kau mempercayai mereka

Maka dari itu tetaplah tegar ya chagi

Jangan buat aku bersedih di alam sana ketika aku meninggalkanmu

Aku akan selalu mengawasimu dari sana, percayalah itu

Dan percayalah bahwa cintaku tidak akan pernah luntur maupun hilang walau aku digoda oleh 1000 bidadari cantik jelita di sana *aku tidak menggombal dan aku serius kau tahu?

Mianhae tidak bisa bersamamu lebih lama lagi ketika kita resmi bersatu

Jeongmal mianhae

Jung Soo Yeon, My Jessie~, Saranghae”

 

Jessica

 

“Chagi~Annyeong

Apa kabarmu di sana?

Kau tidak terpesona pada bidadari nan cantik jelita di sana kan?*haha aku hanya bercanda

Karena pastinya aku lebih cantik dari mereka semua *tapi hanya di matamu saja kan? Karena Jika di mata orang lain pasti aku sudah di kalahkan para bidadari itu

Luhoney~

Jeongmal bogoshipeoseo

Kenapa Tuhan tidak mempercepat waktu kita untuk bertemu?

Aku selalu merindukanmu di saat apapun

Beruntung Baekhyun-ssi selalu menjaga dan menyayangiku sebagai sahabat

Dia sahabat yang sangat baik bukan?

Anehnya ia masih saja belum menikah, padahal banyak yeoja di luar sana yang pantas untuknya

Apa ini gara-gara ia harus menjagaku sebagai sahabatnya?

Ah aku merasa bersalah jika begitu

Chagi~ karena itu salahmu kau harus memaket seorang bidadari terbaik di sana untuk Baekhyun ne? harus yang terbaik, jangan lupa itu!

Omong-omong kenapa aku tidak bisa menggambar manusia sebagus dirimu sih?

Aku hanya dapat menggambar benda-benda mati itupun terkadang di bantu oleh Baekhyun jika tidak ingin gambar yang Wow buruknya errr -_____-

Luhan~

Kapan kita dapat bertemu?

Aku rindu dengan aegyo tidak manismu itu~

Aaaaaa micheo

X.I L.U.H.A.N S-A-R-A-N-G-H-A-E

From your Baby Jung”

 

“Baekhyun-ssi gomawo karena kau telah menjadi sahabat baikku dan Luhan dari awal hingga akhir

Maaf pertemuan pertama kita kurang mengenakkan-kau tahu maksudku kan?

Terima kasih juga atas segala bentuk perhatian dan kasih sayangmu pada kami berdua, dan maaf juga karena aku dan Luhan sepakat untuk tidak memberitahumu mengenai kematiannya, karena kurasa kau akan terpukul lagipula itu akan menghalangi setiap jadwalmu yang padat dan kami tidak ingin itu terjadi, jeongmal mianhaeyo

Oh ya Baekhyun-ssi, Kenapa kau tidak menikah? Kau kan punya segudang fans yeoja yang akan siap untuk kau persunting secepatnya? O_O

Apa itu gara-gara aku?😥

Jika begitu kau harus mengabaikannya ne? aku yeoja yang kuat kau tahu :’)

Aku berdoa untuk kebaikanmu Baekhyun-ssi the best friend ever ^^

By your friend ~Jessica Jung”

 

Baekhyun

Jessica jeongmal saranghaeyo

Ah aku ingin sekali meneriakkan kalimat itu padamu tapi hey itu tidak mungkin bukan?

I’m just your friend

Kau sudah memiliki Luhan yang telah kau pilih sebagai pendamping hidupmu

Kau sudah menetapkannya sebagai satu-satunya namja yang selalu ada di hatimu

Bagaimana aku bisa berani mengatakan satu kalimat teratas tadi bukan? Hahaha

Kau tahu?

Aku sebenarnya sangat sedih karena kau yang amat tidak peka pada perasaanku

Tapi untung saja sih kau tidak peka makanya aku tidak usah berakting di hadapanmu hehe

Oh ya mungkin kau khawatir padaku yang masih melajang hingga tua bukan?

Terlukis jelas sekali di wajah dan matamu itu

Tenang saja, aku tidak menikah tidak apa-apa kok, daripada aku harus menyakiti perasaan yeoja yang kunikahi

Itu akan membuatku menjadi namja yang kejam dan aku tidak mau itu

I’m still a good guy, you know? Haha

Maka dari itu, Jessica kau harus tetap kuat tapi jangan berpura-pura kuat

Jika kau tidak sanggup lampiaskan perasaanmu dengan tangisan atau teriakan

Kurasa itu akan menghilangkan bebanmu sedikit demi sedikit

Keep smile Jessica

I ALWAYS PRAY TO YOUR HAPPINESS

“L-U-H-A-N!!!

Beraninya kau meninggalkan Jessica sendirian huh?

Kau tidak melihat betapa tersiksanya yeoja itu ketika kau meninggalkannya?

Tak sedihkah engkau melihat air matanya?

Ciiih

Harusnya kau bilang pada malaikat maut untuk menukar daftar kematianmu menjadi daftar kematianku agar Jessica bisa berbahagia lebih lama denganmu

\dan…

Kau kan orang yang mengirim pesan padaku pada hari itu?

Mengakulah~

Oh ya, Aku sudah menepati janjiku bukan?

Untuk selalu menjaga Jessica

Eits tenang saja jangan cemburu di alam sana

Aku tidak mengapa-apakan Jessicamu di sini

Tapi kau malah yang membuatnya bersedih jika mengingatmu

Dan aku malah yang harus membalikkan moodnya itu

It’s hard to me you know?

Tapi yah~ karena itu janjiku aku akan tetap melakukannya

I’m good guy and the best friends right?

Maka dari itu tetap cintai Jessica di alam sana dan selalu doakan yang terbaik untuknya

Awas jika tidak di kehidupan selanjutnya Jessica tak akan pernah kuberikan padamu!”

 

= One Love, Forever =

 

Ah~ Akhirnya selese juga ff genre Sad (?) ini ^0^ *ngelap keringet

 

Nah menurut kalian yang mana pairing ff ini? BaekSica ato HanSica? ^^

 

Sebenernya author nggak ingin sih couple-couple yang unyu-unyu ni punya ending like this story but entah kenapa author akhir-akhir ini pengen buat ff yang berending demikian -_-“

Tapi author juga heran pas bacanya, entah kenapa sedihnya jadi ilang langsung gara-gara prolog jadi-jadian di atas (?) ato perasaan author aja? Humm humm ._.

 

Thanks for read this fanfic, dan untuk readers yang belum pernah atuhor balas commentnya di ff author yang lain jongmal mianhae. Author udah semakin sibuk akhir-akhir ini jadi bisanya cuman lihat komentar sebentar terus udah sibuk lagi, jeongmal mianhae x( *bungkuk 90 derajat

 

But overall Gamsahamnida untuk semangat dari kalian dan segudang comment positifnya terutama yang buanyak bgt commentnya and yang menjadi readers setia author ^^ it’s like fantastic spirit bomber to me😀 #author cry in happiness cause that :’)

 

Tapi bagi yang siders juga author tetep ucapkan terima kasih untuk kalian, walau kalian tidak memberikan komentar author rasa kalian udah ngirim2 sinyal semangat ke author secara tidak langsung walau hanya dengan membaca ff author kekeke ^_^

 

So…. Don’t forget to comment Chingu, see you again in the other fanfic ^^

 

Full of Love To You All – Violet Park ^*^

24 thoughts on “[Freelance] One Love, Forever

  1. Kisahnya sedih banget.. nyesek bacanya juga. Kasihan baek tidak terbalaskan cinta…
    Baguss ceritanya… bikin ff couple soca lagi yah yg lebih seru pokoknya

  2. Huaaaa :’)
    Sedih , kenapa luhan harus mati :’)
    Kan romantis bgt tuh mereka berdua :’)

    Btw kenapa baekhyun jadi perjaka tua ? Hahahaa

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s