[Freelance] My Three Idiots (Chapter 4)

Poster 1

My Three Idiots (Chapter 4)

Title            : My Three Idiot

Author        : Kam Ha Moon | @tslykam

Main Casts :    – Im Yoona

– Oh Sehun

– Lee Taemin

– Xi Luhan

Other Casts :   – Krystal as Im Krystal/Yoona’s sister

– Minho as Im Minho/Yoona’s dad

– Kwon Yuri as Yoona’s mom

– and other SM artist

Genre         : Life, Sad, Friendship, Family, Romance

Rating        : G or maybe T

Length        : Multichapter

Disclaimer  : Semua casts milik SM dan orangtuanya masing-masing. Mohon maaf kalau ada kesamaan judul, cast, atau cerita. Cerita ini murni ide saya sendiri.

Note           : Annyeonghaseyo, Kam Ha Moon imnida. I’m newbie and this is my very first fanfiction. The main casts is my ultimate bias kkkk~ Sorry for bad poster. Hope you like it, Enjoy!

*jangan lupa komen chingu ^^

*bold flashback

My Three Idiots

.   .   .

Persahabatan, cinta, keluarga. Siapa yang harus mengalah?

 

Sampai saat ini Krystal belum juga sadar, Luhan masih setia menemani Krystal, sambil sesekali mengelus rambutnya pelan. Taemin memutuskan untuk pergi keluar membeli makanan, sedangkan Yoona, entah kenapa dia tidak betah berlama-lama didalam ruangan Krystal, apa mungkin karena perlakuan Luhan pada Krystal? Yoona pun tak tahu, dia malas memikirkannya, dia lebih memilih duduk di taman belakang rumah sakit. Taman ini sangat sepi, hanya ada 1 bangku, rerumputan dan daun maple yang mulai berguguran.

Yoona pov

‘Huh eomma, aku sangat merindukan eomma, aku membutuhkan eomma, aku benar-benar tidak tahan dengan perilaku appa, dan Krystal, apa yang terjadi padanya? aku lelah eomma, aku mohon bawa saja aku bersamamu eomma’ batinku sambil menenggelamkan wajah di kedua tanganku, tanpa sadar air mata ini sudah menyeruak keluar, untung  tidak ada siapa-siapa, aku tidak mau terlihat lemah didepan oranglain.

Noona…” terdengar suara yang sangat lembut dari arah belakang, aku tahu itu suara Sehun, aku pun segera menghapus airmata dan menoleh ke arahnya sambil tersenyum, dia duduk disampingku.

Noona habis menangis yaa?” ucapnya dengan wajah polosnya, haha hanya dengan melihat wajahnya pun aku bisa melupakan kesedihanku.

“Tidak Sehunna, aku tidak menangis, aku kan sudah bilang aku itu yeoja kuat, aku tak cengeng sepertimu wleee” ejekku dengan senyum palsu.

Noona, aku tidak sedang bercanda, berhentilah berpura-pura kuat, aku tau Noona lelah, kenapa Noona selalu menyembunyikannya? Noona harus tau, walaupun Noona menangis, aku tidak akan menjauhi Noona, aku akan selalu berada didekat Noona, berhentilah berpura-pur, aku tidak senang melihatnya” ucap Sehun dengan wajah serius, ya sepertinya kali ini dia benar, aku terlalu menyembunyikannya, aku tidak sadar bahwa aku memiliki Sehun Luhan oppa dan Taemin yang selalu ada untukku. Akupun hanya bisa diam, sungguh aku ingin menangis lagi sekarang, dan Sehun sepertinya dia bisa membaca pikiranku.

“Menangislah Noona” ucapnya sambil menarikku kedalam pelukannya, akupun menenggelamkan wajahku didada bidangnya, sekarang aku bisa menangis sepuasnya.

“Aku sangat khawatir pada Krystal Sehunna, tolong bantu aku menjaganya hiks hiks” ucapku disela-sela tangisanku.

“Aku mengerti Noona” jawab Sehun lembut.

Author pov

Yoona masih menangis dipelukan Sehun, Sehun pun mengelus rambut Yoona dengan lembut, berharap dapat membantu menenangkannya. Tanpa mereka ketahui, dibalik pohon berdiri seorang namja membawa sekantung makanan, rahang namja itu mengeras, ada perasaan tidak suka dihatinya, tapi dia sadar sampai kapanpun Yoona hanya menganggapnya sebagai sahabat, hanya sahabat dan selamanya akan seperti itu.

Kini waktu telah menunjukan pukul 7 malam, Krystal sudah sadar dan diperbolehkan untuk pulang, Taemin Luhan dan Sehun pun ikut mengantar Krystal pulang, kini mereka sedang ada diperjalanan menggunakan mobil Luhan.

Sehun pov

Aku melihat wajah Krystal yang pucat, kami duduk dibangku belakang bersama Yoona Noona, Krystal duduk disampingku dan aku merasakan tubuhnya sedikit menggigil, sebenarnya aku tidak ingin peduli, tapi mengingat kata-kata Yoona Noona ditaman tadi, aku memutuskan untuk mulai peduli padanya, kulakukan ini demi Yoona Noona. Akupun melepas jaketku dan memberikannya pada Krystal tanpa kuketahui seseorang menatap kami tidak suka.

“Nih pakai jaketku saja, aku tau kamu kedinginan” ucapku pada Krystal sambil berusaha tersenyum.

Jinjja? Gomawo Sehun” balasnya sambil tersenyum lemah.

Ne” balasku singkat, yah semoga saja apa yang aku lakukan ini benar, aku berbuat baik kan? Tentu saja, ini untuk Yoona Noona.

Yoona pov

Lega rasanya melihat Krystal, sudah lama sekali sejak terakhir kali aku melihatnya tersenyum seperti ini. Apa dia menyukai Sehun? Huh syukurlah, semoga Sehun bisa membuatnya terus tersenyum seperti ini, meskipun… hatiku berkata lain.

Tak terasa kami sudah sampai didepan rumah, aku meminta Sehun dan Taemin untuk memapah Krystal kedalam, dan Luhan oppa sedang memarkirkan mobilnya.

Huh lagi-lagi appa tidak ada dirumah.

“Sehunnie, Taeminnie, bawa saja Krystal ke kamarnya”

“Tidak eonnie, aku tidak mau ke kamar, aku ingin berkumpul dulu bersama kalian disini” ucap Krystal lemah.

“Baiklah tapi jangan banyak bergerak ya” aku memang tidak punya kemampuan untuk menolak permintaan Krystal.

Kamipun berkumpul diruang TV, aku memutuskan untuk mengambil camilan dan minuman di dapur.

Noona, kau sudah makan?” ucap Sehun tiba-tiba.

“Ya! Oh Sehun kau mengagetkan saja! aku tidak lapar”

“Hehehe maaf Noona. Kenapa? Seingatku, kau belum makan dari tadi siang Noona, makanlah” rengek Sehun seperti anak kecil yang menyuruh eommanya makan, haha dia lucu sekali.

“Haha arraseo Sehunna, aku akan makan” ucapku sambil mengelus pipinya.

“Baiklah Noona, sini aku yang bawa camilan dan minumannya” balasnya riang lalu kembali ke ruang TV.

Huh rasanya melegakan, sungguh aku berterimakasih kepada Tuhan, karena masih memiliki sahabat-sahabat yang mempedulikanku.

Taemin pov

Aku melirik ke arah dapur, dan apa yang kulihat? Yoona mengelus pipi Sehun? Kenapa aku merasa marah sekali ya melihatnya, sepertinya benar aku cemburu, apa sekarang aku benar-benar mencintai Yoona? Tapi apa yang akan terjadi pada kami jika aku benar-benar mencintainya? Haruskah aku menghilangkan perasaan ini demi persahabatan kami? Atau haruskah sekali ini aku bersikap egois dan menyatakan perasaanku pada Yoona?

“Taeminnie, kenapa melamun?” ucap Yoona sambil duduk disampingku.

“Ah? Aku tidak melamun pabo, aku sedang menonton TV” ucapku sambil tertawa, berharap bisa menghilangkan keteganganku sekarang.

“Hahaha kau yang pabo, masa menonton TV sambil menganga seperti tadi, itukan bukan film yadong” hahaha tawanya keras sampai dia tersedak.

“Tidak lucu sama sekali Im Yoona -_- makan dulu yang benar, jangan banyak bicara” ucapku mengalihkan pembicaraan, dia hanya menggembungkan pipinya dan melanjutkan makan, hahaa dia lucu sekali.

Author pov

 

Mereka menghabiskan sepanjang malam dengan menonton dan mengobrol, kebetulan appa Yoona tidak pulang, jadi mereka bisa mengobrol sampai larut malam, Luhan tak henti-hentinya menunjukkan perhatian pada Krystal yang kadang membuat hati Yoona sedikit panas, tapi Yoona sadar mereka hanyalah sahabat, dan asalkan Krystal tersenyum, dia rela mengorbankan apapun, bahkan perasaannya sendiri.

“Krystal-ah ayo oppa antar ke kamar, kau harus istirahat sekarang” ucap Luhan sambil mengulurkan tangannya.

“Sekarang oppa? Tapi aku masih ingin disini” jawab Krystal sambil mem-pout bibirnya.

“Istirahatlah Krystal, kami juga mau pulang” ucap Sehun menyela. Krystal menoleh dan tersenyum, Sehun selalu dingin padanya, tapi sekarang Sehun menyuruhnya istirahat, tentu saja ia akan menurutinya.

“Hmm baiklah, oppa kajja” ucap Krystal riang sambil menerima uluran tangan Luhan.

Luhan pun mengantar Krystal ke kamarnya.

Luhan pov

 

“Hati-hati” saat kami akan menaikki tangga, kini aku menggenggam tangannya, tangannya sangat lembut, tapi juga sangat dingin.

Ne oppa” balasnya sambil tersenyum.

Setelah sampai aku segera membaringkannya ditempat tidur, lalu menyelimutinya.

“Tidurlah, agar kau cepat sehat dan bisa sekolah lagi, arrachi?” ucapku sambil mengelus rambutnya, entah perasaan apa ini, tapi aku benar-benar merasa harus melindunginya sekarang, mungkinkah melindunginya sebagai adik, atau?

“Baiklah oppa, hehe gomawoyo” balasnya membuyarkan lamunanku, dia segera menutup matanya, wajahnya sangat polos dan cantik, meskipun sedikit pucat tapi tidak mengurangi kecantikannya, akupun tersenyum dan segera turun, ini sudah sangat malam dan aku harus segera pulang.

“Kenapa lama sekali hyung?” tanya Sehun datar, apa dia cemburu? Ah tidak, wajah Sehun memang selalu datar.

“Benarkah? Aku rasa tadi hanya sebentar Sehunna, ayo kita pulang ini sudah sangat malam” ucapku mengalihkan pembicaraan.

“Oh, ne kajja” balasnya singkat.

Yoona pov

 

Benar juga ya apa kata Sehun, kenapa Luhan oppa tadi lama sekali, apa yang mereka lakukan! Ah tidak-tidak, aku tidak boleh pikir macam-macam.

“Yoona-ya kita pulang dulu ya, kalau terjadi apa-apa pada Krystal, hubungi saja aku, dan kau juga jangan lupa beristirahat, ne?”

Huh kenapa Luhan oppa jadi sangat peduli ya pada Krystal. Tak apalah, justru seharusnya aku berterimakasih padanya.

Ne oppa, gomawoyo” jawabku sambil berusaha tersenyum.

Noona aku pulang dulu ya, annyeong” ucap Sehun sambil melambaikan tangannya.

Ne, hati-hati ya”

Setelah mengantar mereka keluar, akupun kembali masuk kedalam, kulihat Taemin masih menonton TV sambil menguap, wajahnya terlihat sangat lelah.

“Taemin, kau tidak lelah? Pulanglah, kami tidak apa-apa” ucapku sambil duduk disampingnya.

“Tidak apa-apa Yoona, aku akan menunggu sampai appamu pulang, kau tidurlah, aku tau kau yang lebih lelah” ucapnya lembut.

“Nanti saja Taeminna, aku mau menemanimu saja”

Taemin pov

 

Dasar Im Yoona memang keras kepala, dia memilih begadang bersamaku sambil menonton TV, padahal lihat saja matanya sudah merah begitu, belum lagi dia sudah menguap beratus-ratus kali, dasar pabo, selalu saja menyiksa diri sendiri, bagaimana jika nanti aku benar-benar pergi, siapa yang akan mengingatkannya.

“Yoona, sudah sana tidur, kau ini keras kep-“ ucapanku terpotong saat kepala Yoona jatuh tepat dibahuku, hahah ternyata dia tertidur, wajahnya terlihat sangat lelah, sepertinya dia punya beban yang sangat berat, aku tidak tega membangunkannya, lebih baik aku biarkan saja.

Author pov

 

Sementara itu dimobil Luhan keadaannya sangat hening, entah kenapa mereka merasa canggung untuk memulai pembicaraan.

“Ekhemmm” mereka berdeham bersamaan.

“Eish hyung jangan meniruku” canda Sehun memulai pembicaraan.

“Aku tidak menirumu Sehunna haha kau ini enak saja” jawab Luhan sambil terus fokus memperhatikan jalan, keadaan kembali hening sampai “Hyung, aku ingin bertanya sesuatu” ucap Sehun serius.

“Ada apa Sehunna?”

“Apa kau menyukai Krystal?” ucap Sehun membuat Luhan sedikit terenyak.

“A-Apa maksudmu Sehunna?” jawab Luhan gugup.

“Hmm aneh saja hyung, tiba-tiba kau jadi sangat peduli pada Krystal, apa kau jatuh cinta tiba-tiba?” tanya Sehun polos.

“Hahaha apa kau cemburu Sehunna?”

“Jangan mengalihkan pembicaraanku hyung, jawab duluu.” Ucap Sehun kesal.

“Emmmm…..”

Taemin pov

 

Wah kepala Yoona lama-lama berat juga ya, sebenarnya kini bahuku sangat pegal, belum lagi aku juga mengantuk, tapi aku benar-benar tidak tega membangunkan Yoona, sepertinya dia sangat nyenyak, kulirik wajahnya damainya, dia sungguh cantik, semoga Tuhan selalu melindungimu kalau aku pergi nanti Yoona, kusentuh pelan rambut yang menghalangi wajahnya, keningnya sangat indah, dan tanpaku sadari.

Chu~

Aku mencium keningnya! Ya! Lee Taemin apa kau sudah gila? Bagaimana kalau dia merasakannya?! Pabo pabo pabo! Kerasukan setan apa aku tadi!

Tiba-tiba tubuh Yoona bergerak, dan apa?!!! Dia bangun? Bagaimana ini, apa dia merasakannya tadi, dia meluruskan tubuhnya dan menatapku dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.

Author pov

Apakah yang akan terjadi pada Yoona dan Taemin selanjutnya?

Dan sebenarnya apa jawaban Luhan dari pertanyaan Sehun?

TBC

 

Gyaa akhirnya di post juga hehe oiya sekali lagi maaf ya yang kurang suka sama jalan ceritanya, maaf juga buat yang minta banyak luyoon moment, ini cerita udah author bikin sampe chap 10 jadi ga akan ada yang dirubah lagi, tapi untuk chapter 10 dan selanjutnya author bakal ikutin saran kalian ko, jadi ikutin aja dulu ceritanya ya, author pengen bikin yang agak beda hehe maaf yaaa semoga sukaaa J don’t bash okay? Author mau bikin yoong menderita dulu disini.

Chapter selanjutnya bakal secepatnya diposting heheh ditunggu yaa….

Maaf kalau ada typo kkk, maaf juga kalau part ini kependekan.

Author masih tetep bingung nih sama pairingnya, jangan lupa tinggalin jejak ya.

Gomawo ~

@tslykam ^^ let’s be friend.

35 thoughts on “[Freelance] My Three Idiots (Chapter 4)

  1. Kyaa!!!!!!!
    Eonnie akhirnya fanfictnya dipublish juga waaaaa*sujud syukur*
    Belumut nungguin dipublishnya eon huhuhu:”
    *nangis dipojoan*

    LUYOON jjang!! Jjang!!
    SEYOON jjang!! Jjang!!
    Klok bisa sih pairingnya yoonghunhan ._.V eon hehehe

    Oke,Next chapter ditunggu eonn
    Update soon yayayayayayya;;)*kedip2*

    HWAITING eonn (ง`☐´)ง

  2. Kya ada cinta segi 5 ternyata. Ceritanya seru, perasaan mereka susah ditebak dan bikin penasaran. Kalo bisa ketiga namja itu aja yang jadian sama yoong eonni. >< habis nya suka semuanya.

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s