Day By Day [3/4]

day-by-day

Day By Day

Written by Vi

Starring SNSD Taeyeon | EXO-M Luhan

Rated for Teen

Sad | Romance | Drama | Little bit –psycho– | Friendship

.

.

Disclaimer: I just borrow the cast

Note: similar storyline with Naruto [SasuSaku’s Scene] but I also did some modification.

Sorry for bad fanfic and story

Poster by wolveswifeu

*****

“Mungkin ini masih rasa suka yang kekanakan.”

Mendengar ucapan Taeyeon, Baekhyun mencibir dan berkata, “terserah saja kau mau percaya padaku atau tidak. Yang jelas , aku melihat rasa sukamu itu melebihi rasa suka yang kekanakan.”

Taeyeon menghela nafas dan mengangguk asal. Iapun berjalan mendekati laut, sesekali air laut mengenai kaki Taeyeon dan itu membuat Taeyeon merasa segar.

Ia menikmati udara pagi yang segar , deburan ombak yang sesekali mengenai kakinya, dan juga ia sangat menikmati saat melihat wajah tampan Luhan yang kini tengah berdiri disamping dirinya. Senyuman manis terpampang di bibir gadis imut itu, ia sangat senang karena 2 hari yang lalu ia bisa duduk berdekatan dengan Luhan sehingga bisa memandangi wajah lelaki itu cukup lama dan sekarang ia bisa berdiri di dekat Luhan.

“Luhan apakah kau menyukai tempat ini ? Mungkin saat pagi-pagi masih belum terlalu menarik pemandangannya tetapi saat sore dan malam hari aku yakin kau akan tertarik, pada sore hari akan ada matahari terbenam lalu saat malam hari akan ada pesta kembang api,” kata Taeyeon riang sambil berjalan mendekati Luhan dan memasang senyumannya. Luhan menoleh kearah Taeyeon dengan ekspresi dinginnya seperti biasanya, lalu iapun berkata, “hmm, aku menunggunya.”

Taeyeon mengangguk ceria karena akhirnya Luhan mau berbicara padanya. “Oh iya, kan sebentar lagi eh tidak besok hari kelulusan. Kau ingin melanjutkan sekolahmu kemana ? Aku ingin menjadi polisi kelak,” tanya Taeyeon sambil memberikan sedikit informasi mengenai dirinya.

“Benar, besok hari kelulusan. Yang jelas, kelak aku ingin membalaskan dendamku pada orang itu,” kata Luhan sambil menajamkan sorot matanya dan mem-flashback masa lalunya yang kelam. Taeyeon terdiam dan bergumam, “padahal Luhan yang kukenal dulu tidak seperti ini.”

“Taeyeon ! Luhan !” seru Baekhyun pada kedua orang itu. Kedua orang itu menoleh kearah Baekhyun , Baekhyun pun menjelaskan maksudnya memanggil mereka, “kita disuruh berkumpul oleh sensei,” kata Baekhyun. Taeyeon pun mengangguk dan menarik lengan Luhan bersamanya agar keduanya bisa berjalan bersama-sama menuju tempat yang dimaksud Baekhyun.

Keduanya berhenti di kerumunan murid-murid yang sudah berkumpul bersama gurunya. Guru itu pun berkata, “kalian boleh main sepuasnya di pantai ini, tapi tolong cegahlah kecelakaan. Para guru ingin memastikan bahwa kalian aman.”

“Baik !” seru para murid untuk menjawab ucapan gurunya. Merekapun langsung berlari meninggalkan guru itu dan bermain sepuasnya, Taeyeon terdiam dan iapun mendengar teriakan yang suaranya tidak terlalu jelas dari atas tebing.

“Kyaa ! Kalian nakal sekali !” seru seorang anak kecil berambut hitam yang sedang dibully oleh temannya, Kira-kira anak perempuan itu masih SD, Taeyeon pun berjalan menaiki tebing yang tidak terlalu tinggi itu, tepat disaat temannya itu mendorong si anak berambut hitam. Taeyeon pun buru-buru menarik tangan anak itu agar ia tidak jatuh.

“Bertahanlah,” kata Taeyeon pelan. Anak yang mendorong anak perempuan ini langsung pergi tanpa bertanggung jawab. Taeyeon berusaha menarik anak itu naik namun kekuatannya kurang, ia sudah terlalu lelah untuk sekedar memanjat tebing yang tidak begitu tinggi ini.

Onee-chan , aku takut,” kata anak itu dengan bibir bergetar menahan tangis. Taeyeon terdiam dan menggigit bibirnya, ia ingin menghibur anak ini namun baginya keselamatan anak ini lebih penting untuk sekarang.

Taeyeon menggigit bibirnya kuat, iapun bergumam pada dirinya sendiri, “bagaimana bisa aku menjadi polisi kelak apabila masalah sekecil ini saja aku tak bisa menyelesaikannya.”

Keringat mulai membasahi tangan Taeyeon sehingga gadis itu mengeratkan pegangannya pada anak itu, sampai akhirnya Taeyeon tak sanggup menahan lagi dan keduanya hampir jatuh.

“Ahh !” teriak Taeyeon. Tepat sebelum Taeyeon terjatuh, Luhan menarik kaki Taeyeon dan menahannya agar gadis itu tak terjatuh.

“Kim Taeyeon bertahanlah,” kata Luhan. Taeyeon merasakan semburat merah menghiasi wajahnya sekarang, ia tak menyangka Luhan akan membantunya.

“Luhan ?”

“Sekarang bukan waktunya untuk kebingungan , cepat gunakan seluruh tenagamu untuk menarik anak itu naik sementara aku menahanmu,” kata Luhan. Taeyeon mengangguk dan mengeluarkan seluruh tenaganya untuk membawa anak kecil itu naik ke atas tebing dan berhasil.

“Hahh.. Hahh.. Arigatou, onne-chan,” kata anak itu. Taeyeon mengangguk dan mengusap rambut anak kecil itu dengan pelan, “ya.”

Anak kecil itupun berlari menuruni tebing meninggalkan Taeyeon dan Luhan diatas tebing itu berduaan. “Hmm, itu .. Arigatou, Luhan,” kata Taeyeon malu-malu.

“Huff, ya,” jawab Luhan malas. Taeyeon tersenyum dan sekarang suasananya sangat canggung. Bahkan Taeyeon yang biasanya berisikpun tak mengeluarkan suara sedikitpun.

DEG DEG

Taeyeon dapat merasakan jantungnya berdebar kencang tiap kali melihat Luhan. Entah mengapa ia merasa ia dapat mengenal Luhan setelah duduk bersamanya dan insiden kecil hari ini. Kemarin ia merasa Luhan adalah orang yang penuh dendam namun sekarang , justru Taeyeon tak merasa begitu, memang benar Luhan penuh dengan dendam namun ia masih ingin menolong orang lain. Kalau Luhan orang yang sangat jahat tak mungkin ia mau melakukan itu kan ? Bahkan Luhan sampai memanjat tebing ini untuk menolongnya.

“Mengapa kau bisa tahu bahwa aku dalam bahaya tadi ?” tanya Taeyeon pelan untuk memecah keheningan. Angin pantai berhembus pelan membuat suasana menjadi semakin canggung.

“Aku tak sengaja melihatmu menolong anak itu di tebing, aku hanya ingin membantumu saja. Kau kan temanku, aku tak mau melihat orang yang kusayangi hilang dari kehidupanku lagi seperti dulu,” jelas Luhan. Taeyeon tertunduk malu, wajahnya memerah, ia tak menyangka Luhan sudah menganggapnya sebagai teman dan orang yang disayanginya.

A-Arigatou,” kata Taeyeon lirih.

Luhan dan Taeyeon pun memutuskan untuk turun dari tebing itu , sesekali Luhan membantu Taeyeon yang kesulitan menuruni tebing itu dan sikapnya membuat Taeyeon semakin jatuh cinta padanya.

“Apa yang dikatakan Baekhyun itu benar ? Aku sudah benar-benar jatuh cinta pada Luhan dan ini bukan lagi rasa suka yang kekanakan ?” batin Taeyeon sambil memandangi wajah Luhan. Taeyeon pun mengulum senyuman kecil, “mengapa aku merasa menyesal jatuh cinta padanya ? Dan mengapa aku ingin diriku untuk membencinya ? Apa itu karena aku jatuh cinta pada lelaki yang penuh dendam ?” bisik Taeyeon lirih.

Sesampai mereka di bawah tebing, merekapun berjalan mendekati lautan. Taeyeon menundukkan kepalanya sedih, matanya berkaca-kaca, ia menyesal telah jatuh cinta pada Luhan meski perasaannya baru muncul pada hari ini. Ia ingin segera menghapus perasaan itu namun ia tak bisa karena ia benar-benar jatuh cinta pada Luhan.

“Aku malah mencintai seseorang yang seharusnya kubenci. Ia penuh dengan dendam sedangkan aku ingin menjadi polisi kelak. Bisa saja kami menjadi 2 orang yang harus menjadi lawan nantinya,” gumam Taeyeon sambil mengusap matanya yang sudah mulai meneteskan air mata.

“Taeyeon ! Jangan keasyikan bersama Luhan ! Biar aku bersama Luhan, kau makan siang saja sana !” seru Tiffany. Taeyeon buru-buru menghapus air matanya dan berkata, “baik aku akan pergi.” Tiffany yang merasa tidak puas mendapat perlakuan aneh dari Taeyeon pun kebingungan, ia pikir Taeyeon akan menolaknya bersama Luhan namun kenyataannya Taeyeon justru pergi meninggalkan Luhan bersama Tiffany.

“Ada apa dengannya ?” gumam Luhan sambil melirik kearah Taeyeon. Tiffany pun terdiam dan berkata, “apa kau berkata sesuatu barusan ?”

“Tidak, sudahlah lupakan saja,” kata Luhan sambil memfokuskan dirinya pada pemandangan laut di depannya. Namun entah mengapa pikirannya tetap tertuju pada sikap aneh Taeyeon tadi, padahal Taeyeon yang ia kenal selalu menjadi lawan Tiffany kalau ada yang bersangkutan mengenai dirinya.

Daripada memikirkan Luhan, Taeyeon kini lebih memilih untuk bermain dengan Baekhyun. Baekhyun sendiri heran pada sikap Taeyeon, padahal biasanya Taeyeon akan mengomelinya dan memilih untuk bersama dengan Luhan.

Namun, karena ini kesempatan emas bagi Baekhyun, Baekhyun pun memilih untuk tidak memikirkannya lebih lanjut, ia memilih untuk menemani Taeyeon bermain di pantai sampai sore hari.

*****

Setelah menghabiskan waktu selama siang hari bersama dengan Baekhyun. Akhirnya matahari pun terbenam, beberapa murid melihat pemandangan tersebut dengan kagum termasuk Taeyeon. Sesekali Taeyeon melirik kearah Luhan dan berbisik, “ini harapanku sejak dulu, aku ingin melihat matahari terbenam bersama Luhan. Tetapi mengapa saat harapanku tercapai, aku malah dipenuhi dengan perasaan sedih ini ?”

“Aku harus menghentikan Luhan sebelum hari kelulusan besok. Aku harus menghentikan Luhan untuk membalaskan dendamnya pada seseorang itu, aku tak mau mencintai seseorang yang penuh dengan dendam seperti itu. Aku akan menghentikannya karena aku tak bisa menghapus perasaan ini dengan instan,” kata Taeyeon sambil mengepalkan tangannya. Baguslah , tak ada yang mendengar ucapan Taeyeon barusan karena semua terfokus pada pemandangan indah di depan mereka.

“Wah indah sekali ya.” Semua murid sekelas Taeyeon berkata seperti itu dengan kagum. Taeyeon pun mengatakannya, “indah sekali.”

*****

Hari sudah malam, beberapa murid sudah ada yang pulang karena rumah mereka jauh namun ada juga yang belum pulang karena rumah mereka dekat dan ingin melihat pesta kembang api. Taeyeon tersenyum saat mendapati Luhan belum pulang ke rumahnya, ia ingin membicarakan hal yang ingin ia katakan tadi sore.

“Taeyeon. Apa sebentar lagi pesta kembang api dimulai ?” tanya Luhan pada Taeyeon. Taeyeon terkejut saat Luhan menanyainya pertanyaan seperti itu.

“Ah, i-iya. Sebentar lagi kok, ada apa ?” tanya Taeyeon. Ia berpikir ini adalah kesempatan bagus untuk memulai pembicaraan sehingga nanti saat ia mengatakannya ia tak perlu kesulitan membuka pembicaraan.

[Backsound: Utakata Hanabi – Supercell]

When the two of us looked up at the suddenly risen fireworks
I secretly stole a glance of your face watching them in a trance

“Aku suka melihat kembang api, tapi aku jarang sekali pergi ke festival kembang api,” kata Luhan sambil tersenyum. Taeyeon mengangguk mengerti. Tiba-tiba..

PTAR PTAR

Kembang api mulai ditembakkan ke langit, Taeyeon melihatnya sambil tersenyum lebar, iapun melirik kearah Luhan , ia terkejut melihat senyuman tulus dan polos menghiasi wajah lelaki itu. Ia terlihat berbeda dari biasanya, ia seperti kembali ke Luhan yang dulu. Luhan yang ceria.

“Mengapa aku makin tak sanggup menghapus perasaanku.. Kurasa aku sungguh-sungguh harus menghalangi keinginan Luhan untuk membalas dendam, aku tak mau kalau kelak aku benar-benar menjalin hubungan dengan Luhan, kami akan menjadi lawan. Aku menjadi polisi sedangkan ia menjadi penjahat, aku tak mau jika suatu hari itu harus terjadi..”

Although it would be better if I’d come to hate you
On a day like today
I’d remember you again for sure

Pesta kembang api selesai, senyuman puas tampak di bibir Luhan. Taeyeon tak tega menghilangkan senyuman itu namun ia membulatkan tekadnya dan berkata, “jangan balas dendam.”

Luhan yang mendengar ucapan Taeyeon pun menoleh dan tampak bertanya-tanya.

“Apa ? Jangan balas dendam ?” tanya Luhan bingung. Taeyeon menganggukkan kepalanya dengan mata berair, Luhan menajamkan sorot matanya, senyuman di bibirnya menghilang seketika, iapun berjalan meninggalkan Taeyeon lalu berhenti dan membelakangi Taeyeon yang terdiam sehabis mengatakan kalimatnya pada Luhan.

“Mengapa kau tidak mau aku balas dendam ? Bukankah aku sudah menjelaskan padamu bahwa aku sudah memendam dendamku sejak kecil,” kata Luhan dingin. Taeyeon terdiam dan memainkan rambutnya dengan mata yang sudah tergenang air mata, bahkan air matanya pun sudah mulai menitik.

“Aku ingin bersamamu, tapi aku tak mau ikut balas dendam bersamamu, aku ingin kau bersamaku menjadi polisi,” kata Taeyeon jujur. Luhan menggigit bibirnya emosi.

“Kau egois.. Kim Taeyeon,” kata Luhan dingin dan kasar. Namun meski dikatai seperti itu, itu tak menghentikan tekad Taeyeon untuk menghalangi Luhan balas dendam. “Aku mencintaimu.. Aku tak mau kau masuk ke jalan yang salah ! Aku mencintaimu bukan sebagai fangirl seperti Tiffany, aku sungguh-sungguh mencintaimu, kalau kau bersamaku kau pasti akan sangat bahagia. Kita akan bersenang-senang tiap harinya. Jadi tolong jangan pergi,” ungkap Taeyeon.

“Kau tak mau aku balas dendam karena impianmu sebagai polisi kan ? Kalau aku balas dendam, kau yakin bahwa suatu hari kita akan dipertemukan sebagai lawan kan ? Maka itu kau menghentikanku ? Tapi, kalau itulah alasanmu, cukup benci diriku saja. Kalau kau bisa mencintaiku mengapa kau tak bisa membenciku ?” kata Luhan panjang lebar , ekspresinya datar, sulit mengetahui apa yang dipikirkan Luhan sekarang apabila ekspresinya datar begitu.

“Membenci orang itu tak mudah, setelah aku sadar aku mencintaimu aku berusaha membencimu namun tak berhasil sama sekali ! Maka itu aku melakukan cara ini, menghalangimu untuk balas dendam agar kita tak menjadi lawan !” seru Taeyeon dengan air mata yang mengalir deras. Luhan menoleh kearah Taeyeon kemudian memutar-balikkan tubuhnya dan berkata, “arigatou, arigatou sudah mencintaiku. Tapi , aku tak bisa menjadi polisi, selain balas dendam aku juga ingin menjadi yang lain bukan polisi.”

Setelah mengatakannya, Luhan pergi meninggalkannya Taeyeon dan Taeyeon pun tak mengejar Luhan. Ia pikir usahanya sia-sia, tekad Luhan sudah bulat.

I’ll forget all about you now 
This is just too sad 
Why must we have met?
If I close my eyes
It’ll be like you’re there even now

“Aku akan berusaha melupakanmu. Jujur saja, sedari tadi aku bertanya-tanya, mengapa aku harus bertemu dan jatuh cinta padamu ?” gumam Taeyeon sambil menutup matanya untuk sekedar mencegah air matanya yang sudah tergenang.

To be continued

Mian gaje, feelnya gak dapet T_T , kalo pke dengerin lagu Utakata Hanabi- Supercell mungkin bakal lebih dpt feelnya 🙂 pls komen ya !

48 thoughts on “Day By Day [3/4]

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s