Day By Day [2/4]

day-by-day

Day By Day

Written by Vi

Starring SNSD Taeyeon | EXO-M Luhan

Rated for Teen

Sad | Romance | Drama | Little bit –psycho– | Friendship

.

.

Disclaimer: I just borrow the cast

Note: similar storyline with Naruto [SasuSaku’s Scene] but I also did some modification.

Sorry for bad fanfic and story

Poster by wolveswifeu

*****

Guru berkaki jenjang dan berkacamata itupun berjalan masuk ke kelas Taeyeon. Ia meletakkan buku nya di meja guru dan berdeham sambil membenarkan kacamatanya. Seperti biasa, mendengar dehaman tersebut, Taeyeon , Luhan, dan murid-murid lainnya menoleh kearahnya lalu bersiap untuk memulai pelajaran.

“Begini, pasti kalian tahu sendiri kan bahwa tahun ajaran ini akan segera berakhir dan kalian akan segera lulus dari sekolah ini ? Karena itu, kami para guru telah berunding bahwa kami akan mengadakan acara perpisahan di uatu tempat dan kami ingin para murid memilih tempatnya,” kata guru itu. Semua murid tampak tertarik apalagi Taeyeon, ia berharap dari dulu bahwa ia ingin pergi ke suatu tempat bersama dengan Luhan yang disukainya.

“Tempat ya ? Dimana ya tempat yang bagus ? Bagaimana dengan menurutmu , Luhan ?” tanya Taeyeon sambil menopang dagunya dan memandang Luhan dengan imutnya. Luhan menghela nafas kasar dan mengalihkan pandangannya keluar jendela kelas.

“Dimanapun juga boleh,” kata Luhan tak peduli. Taeyeon mencibirkan bibirnya sambil membayangkan sosok Luhan saat ia bercerita tentang masa lalunya tadi dan sosoknya yang sekarang.

“Aisshh, ia seperti memiliki 2 kepribadian. Tapi ia tetaplah keren,” kata Taeyeon sambil tersenyum dan menutup matanya gemas. Luhan yang melihat ekspresi Taeyeon hanya bisa mengerutkan dahinya kesal. Karena dari ekspresi Taeyeon ia sudah bisa mengerti maksud dari ekspresi gadis itu.

Sensei ! Bagaimana kalau kita ke pantai seharian ! Aku yakin itu akan menyenangkan apalagi saat kita melihat matahari terbenam dan kembang api di malam hari. Terkadang di pantai yang pernah kukunjungi akan ada kembang api di malam hari dan itu sangat keren !” usul Taeyeon. Beberapa murid mendiskusikan usul Taeyeon dan kebanyakan dari mereka setuju.

“Bagaimana Luhan ? Apa kau mau ?” tanya Taeyeon ceria. Luhan terdiam dan melirik Taeyeon, “baiklah.”

Taeyeon tersenyum senang dan mengepalkan tangannya semangat, “baiklah, apa kita akan pergi ke pantai ?”

“Usulmu bagus, Taeyeon. Dan banyak dari murid disini setuju dengan usulmu, jadi ya.. Bolehlah.. Kalian satu kelas akan pergi ke pantai besok. Karena hari kelulusan sudah dekat kita harus kebut acara perpisahan ini,” kata guru berkacamata itu. Taeyeon mengangguk sambil mengulum senyuman manis di bibirnya.

“Asyik kita ke pantai ! Apa kau mau menikmati matahari terbenam bersamaku , Taeyeon ?” tanya Baekhyun ceria sambil menunjuk dirinya sendiri. Taeyeon menggigit bibirnya dan meremas seragamnya kesal, karena ia ingin melihat matahari terbenam bersama Luhan bukan Baekhyun.

Teriakan Baekhyun menganggu Luhan, maka dari itu Luhan balas berteriak –namun tidak terlalu keras–, “bisakah kau tenang ? Ini hanya pesta perpisahan biasa.”

Taeyeon yang mendengar Luhan meneriaki Baekhyun pun tertawa senang. Suasana kelas menjadi heboh seketika sampai akhirnya guru kelas itu menenangkan mereka dan memulai pelajaran seperti biasanya.

*****

Hari-hari berjalan seperti biasa, hari-hari Taeyeon dilewati dengan sikap dingin Luhan , berisiknya Baekhyun, dan Tiffany yang mengesalkan. Memang hari ini berjalan seperti biasanya, namun Taeyeon justru malah bergembira, sangat gembira karena besok ada kemungkinan bahwa ia dapat melihat matahari terbenam dan kembang api di malam hari bersama Luhan , idolanya.

Tak butuh waktu begitu lama, Taeyeon telah sampai di rumahnya. Keluarganya menyambutnya saat ia memasuki pintu rumah kemudian ia bercerita pada keluarganya bahwa besok ia akan di pantai seharian bersama teman sekelasnya.

“Hei, Taeyeon. Kau harus hati-hati di pantai , kau kan tak bisa berenang,” kata Hyoyeon yang merupakan adik Taeyeon. Taeyeon mengerucutkan bibirnya dan berkata, “bisakah kau bersikap lebih sopan padaku ? Aku ini kakakmu dan seharusnya kau memanggilku onee-chan bukan Taeyeon !”

“Kita hanya berbeda 6 bulan, tak perlu memakai panggilan seperti itu segala,” kata Hyoyeon santai sambil menyesap teh hangat yang disukainya. Taeyeon mengepalkan tangannya kesal kemudian ia menarik nafas dalam-dalam , setidaknya ia bisa memendam amarahnya.

“Sudahlah, hanya masalah kecil seperti itu, sebaiknya kita lupakan saja,” kata Taeyeon sambil berjalan meninggalkan Hyoyeon ke dalam kamarnya. Senyuman pun terpasang di wajahnya, ia tak bisa menahan rasa gembiranya untuk keesokan harinya.

“Hyoyeon ! Besok pagi tolong bantu aku menyiapkan bekal kesana ya !” seru Taeyeon dari dalam kamarnya. Hyoyeon yang masih berdiri diluar kamar pun menyetujuinya, “baik !”

*****

Keesokan harinya..

Pagi yang indah, di luar masih belum begitu terang namun Hyoyeon dan Taeyeon sudah terbangun dan mereka tengah membuat bekal di dapur. Bekal yang mereka buat hanya onigiri karena mereka sangat tidak sanggup kalau masih pagi mereka telah dipaksa untuk membuat makanan yang sulit dibuat dan agak rumit. Kakak-beradik itu sesekali membuat onigiri sambil menguap, namun untunglah mereka pandai memasak maka itu hasil makanan buatan mereka cukup memuaskan meski bentuknya tidak begitu rapi.

“Nah , apa segini cukup ?” tanya Hyoyeon sambil meletakkan onigiri yang baru saja dibuatnya kedalam kotak bekal milik Taeyeon.

“Cukup, arigatou, Hyoyeon,” kata Taeyeon puas sambil memasukkan kotak bekalnya kedalam sebuah tas kecil. Hyoyeon tersenyum dan mengangguk lalu menguap lebar, “setelah ini aku mau tidur sebentar, tolong jangan ganggu aku.”

Taeyeon mengangguk mendengar ucapan Hyoyeon, ia membiarkan adiknya beristirahat sejenak karena adiknya itu sudah cukup banyak membantunya dalam membuat onigiri.

Taeyeon memilih untuk menonton acara televisi pagi sambil menunggu jam berangkat sekolah. Ia tak mau tidur lagi karena ia khawatir kalau nantinya ia akan terlambat dan membuat yang lainnya menunggu. Lagipula ia juga mau menjaga image nya di depan Luhan. Ia ingin berusaha mendapatkan hati idolanya itu.

“Uh, aku harus cuci muka terlebih dulu agar nanti saat berkumpul di pantai itu aku sudah terlihat sebagai Taeyeon yang ceria seperti biasanya,” kata Taeyeon sambil menahan kantuknya dan mencuci wajahnya.

1 jam kemudian..

Setelah 1 jam perjuangan Taeyeon menunggu, saat-saat yang disukainya pun dimulai. Ia sudah boleh berangkat sekarang. Iapun membawa peralatan yang dibutuhkan di pantai termasuk topi pantai kesayangannya. Setelah selesai bersiap-siap untuk pergi, Taeyeon pun berangkat dan sebelum berangkat ia pamit pada orangtuanya.

“Hati-hati ya !” seru orangtua Taeyeon. Taeyeon meng-iyakan perintah orangtuanya. Ia berjalan menuju pantai yang memang tidak begitu jauh dari rumahnya itu, saat ia berjalan menuju pantai tiba-tiba ia melihat Luhan tengah berjalan di sampingnya.

“Eh ? L-Luhan ? Sejak kapan kau disampingku ?” tanya Taeyeon gugup.

“Ah, bahkan aku baru sadar bahwa kau ada disampingku,” kata Luhan sambil tersenyum dingin. Taeyeon tersenyum malu-malu dengan semburat merah menghiasi wajah manisnya itu.

Taeyeon dan Luhan berjalan menuju pantai bersama-sama sampai akhirnya Tiffany datang menghadang mereka, “hey, Taeyeon ! Kau pikir hanya dirimu saja yang bisa bersama Luhan ? Ingat rumahku juga di dekat sini, jadi kita akan berjalan menuju pantai bertiga,” kata Tiffany geram. Taeyeon pun mendengus kesal karena momennya bersama Luhan diganggu oleh Tiffany, Taeyeon pun membiarkan Tiffany masuk diantara mereka. Tiffany yang berjalan bersama keduanya pun mulai ber-fangirling ria terhadap Luhan dan itu membuat Taeyeon yang melihatnya merasa jenuh.

“Ughh, bisakah kau berhenti ber-fangirling ria Tiffany ? Ingat , sekarang bukan hanya ada kau dan Luhan tetapi aku juga ada tahu !” seru Taeyeon tak terima. Tiffany yang mendengar ucapan Taeyeon pun mendengus kesal , mencibir , melipat tangannya, kemudian membuang muka.

“Hentikan pertengkaran konyol ini, kita semua sudah sampai di pantai. Kita nikmati saja acara perpisahan ini,” kata Luhan menengahi, tentu saja ia menengahi masih dengan suara dinginnya. Taeyeon dan Tiffany pun mengangguk dan menarik Luhan yang menganggap kedua gadis itu mengesalkan dan menganggu pada dirinya. Taeyeon dan Tiffany mengajak Luhan duduk bersama mereka dan membuka bekal mereka.

“Luhan, ini bekal buatanku, ini roti panggan dan enak untuk dinikmati pada pagi hari,” kata Tiffany sambil menyuapkan Luhan sepotong roti panggang. Taeyeon tak mau kalah meski bekalnya hanya onigiri.

“Luhan-kun, makanlah bekal buatanku dan adikku, meski hanya beberapa potong onigiri tapi kami berusaha membuatkannya pagi-pagi,” kata Taeyeon sambil menyodorkan bekalnya. Luhan yang merasa tidak nyaman berada diantara kedua gadis itupun berdiri dan berjalan dengan wajah angkuhnya meninggalkan kedua gadis itu.

“Ughh, ini semua gara-gara kau Kim Taeyeon !”

“Tidak ! Jangan menyalahkanku dong !” seru Taeyeon.

Tiba-tiba sesosok lelaki imut berambut coklat datang menghampiri Taeyeon, “Taeyeon !”

“Suara menganggu itu lagi..” batin Taeyeon sambil mengerucutkan bibirnya dan mengepalkan salah satu kepalan tangannya. Meski Baekhyun sendiri merasa bahwa hubungan mereka sudah mulai dekat sejak mereka sama-sama mengikuti Luhan, tetapi Taeyeon masih merasa sama pada Baekhyun. Baekhyun hanya teman sekelasnya yang menganggu dan selalu mengejarnya dengan kekanakan.

“Berhenti mengangguku !” teriak Taeyeon sambil memasang tampang geram pada Baekhyun. Kemudian ia membalikkan kepalanya untuk melihat Luhan , Taeyeon menatap Luhan sendu karena melihat tatapan mata Luhan yang sepertinya penuh kebencian.

“Apa ia kembali memikirkan masa lalunya ? Aku melihat ekspresi itu 2 hari yang lalu,” batin Taeyeon sambil membayangkan ekspresi Luhan 2 hari yang lalu dan yang sekarang.

“Taeyeon..” panggil Baekhyun ketika melihat tatapan Taeyeon pada Luhan. Baekhyun yang merasa tak diperdulikan pun memanggil Taeyeon sekali lagi, “Taeyeon..”

“Apa sih ?” seru Taeyeon sambil menaikkan volume suaranya geram. Baekhyun terkejut melihat jawaban Taeyeon namun setelah menenangkan dirinya , iapun berkata, “mengapa kau memandang Luhan seperti itu ?”

“Memangnya tak boleh ?” tanya Taeyeon kesal.

“Bukannya tak boleh, hanya saja kurasa kau sangat memperhatikan Luhan. Bahkan ketika melihat ekspresi aneh itu di wajah Luhan, kau pun ikut berekspresi khawatir, seolah mengerti sesuatu dibalik ekspresi itu,” jelas Baekhyun. Taeyeon terdiam dan tersenyum lembut pada Baekhyun, Baekhyun terkejut melihat senyuman Taeyeon , ini kali pertamanya Taeyeon tersenyum lembut seperti itu pada Baekhyun.

“Aku memang tahu mengapa ia berekspresi seperti itu,” kata Taeyeon lirih. Tiffany yang tak sengaja mendengar percakapan antara Baekhyun dan Taeyeon pun berdiri dan berkata, “jangan kira hanya kau saja yang mengerti perasaan Luhan ! Aku juga tahu !”

“Eh ?” Taeyeon terkejut dengan ucapan Tiffany, Tiffany pun menghampiri Luhan dan berkata, “Luhan, gomen ne atas kejadian tadi. Aku tahu kau berekspresi seperti itu karena kejadian tadi.”

“Bukan.. Luhan berekspresi seperti itu karena ia mengingat masa lalunya yang pahit..” batin Taeyeon.

“Bukan, bukan masalah itu kok. Aku hanya teringat akan masa laluku saja,” kata Luhan sambil memaksakan sebuah senyuman. Taeyeon terkejut bahwa dugaannya benar.

“Sebegitunya kah aku memperhatikan Luhan sampai-sampai aku hafal mengenai ekspresinya ?” kata Taeyeon lirih. Baekhyun menatap Taeyeon sendu. Ia merasa semakin sulit mendapatkan hati Taeyeon karena sepertinya Taeyeon mulai benar-benar jatuh cinta pada Luhan.

“Mungkin kau sudah jatuh cinta padanya maka itu kau bisa mengerti ekspresinya. Kau memperhatikannya karena kau mencintainya,” kata Baekhyun pelan. Taeyeon terdiam sejenak kemudian kembali memasang ekspresi cemberut, “jangan sok tahu ! Aku memang menyukainya !”

“Tapi rasa sukamu yang dulu itu masih rasa suka yang kekanakan. Jatuh cinta dan rasa suka yang kekanakan itu berbeda,” kata Baekhyun sambil tersenyum.

“Eh ?” Taeyeon terkejut, ia membulatkan mulutnya. Ia pun memandang Luhan , “mungkin ini masih rasa suka yang kekanakan.”

To be continued

MIan gaje, pls komen ya !

47 thoughts on “Day By Day [2/4]

  1. daebak thor..
    taeyeon ma tiffany disini mirip karaktet sakura dan ino yang memperebutkan sasuke..

    cie2 taeng bnran tlah jatuh cinta pada lulu,kasihan baek..
    fighting thor

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s