Goodbye, My Angel

Cover-ff-Goodbye-my-angel

Tittle                      : Goodbye, My Angel

Author                     : Liimeey transformed from J.M.A

Main Cast            :  Park Chanyeol (EXO-K) & Choi Sooyoung (Snsd)

Other Cast          :  Park (Kim) Taeyeon (Snsd)

Length                  : Oneshoot (2.727 word)

Genre                   : Romance, Angst,& AU

Rating                   : PG-13

Note                      : Annyeong Jasmine comeback^^. Kali ini Jasmine muncul dengan drabble gaje yang bercast Tower Couple alias Chanyeol-Sooyoung (again) hehe. Mianhae kalo banyak typo, alur ceritanya gaje, ga dapet feel, dan lain-lain.

Don’t be SILENT READERS, Don’t Bash, Don’t PLAGIARISM,& Don’t forget to RCL ^^. Mianhae banyak bacot langsung aja HAPPY READING! ^o^

Warning               : Fanfic ini murni hasil buatanku, terinpirasi dari beberapa lagu, fanfic,dan khayalan gaje Jasmine. Do not like the cast? DON’T READ THIS FANFIC!

Summary             :

Thank youforeverything, my guardian angel from heaven.”

 – Park Chanyeol

“ Aku akan berusaha untuk seperti burung merpati dan batu karang tersebut demi dirimu Chanyeol-ah, aku berjanji padamu.”

– Choi Sooyoung

Chanyeol POV

Kematian.

Apa yang kalian pikirkan tentang hal tersebut? Mungkin seluruh makhluk di dunia ini sudah tidak memikirkan hal tersebut lagi, namun bagaimana dengan diriku sendiri?

Tentu saja aku masih memikirkan hal tersebut dan aku rasa kematian akan segera menjemputku, untuk apa aku hidup di dunia ini jika hanya bisa merepotkan orang-orang dengan segala kelemahanku? Aku tidak bisa hidup dengan normal layaknya manusia biasa sejak 5 tahun yang lalu. Aku mengidap penyakit yang menakutkan dan ganas, namun mengapa ‘yeoja’ itu mau berteman dengaku dan parahnya dia mau menjadi ‘kekasihku’ walau dia tahu jika aku adalah namja yang mengidap penyakit parah?

Ya, yeoja itu bernama Choi Sooyoung. Teman semasa Junior High Shcool-ku, dia adalah yeoja yang cantik, cerdas, periang, ramah, dan optimis. Jujur aku memang mencintainya sejak lama, namun aku tidak menyangka bahwa dia mencintaiku juga dan bersedia menjadi kekasihku dengan kondisi tubuhku yang sangat mengenaskan. Tuhan mengapa aku harus memiliki penyakit ini? Aku merasa malu kepada yeojaku mengapa dia selalu bisa dengan tabahnya merawatku dan melindungiku? Seharusnya akulah sebagai namja yang merawatnya dan melindunginya, mengapa kau sangat memalukan dan bodoh Park Chanyeol?

“Sedang memikirkan apa eoh?”, sahut sebuah suara yang sangat merdu dari arah belakangku, aku sangat hafal pada orang yang memiliki suara ini.

Ani, aku tidak sedang memikirkan apa-apa chagiya.”

Jeongmal? Jangan berpikiran yang macam-macam, arraseo?”, kedua tangannya terulur memeluk leherku dari belakang dengan lembut, aroma mint yang berasal dari tubuhnya mulai menyerbak ke dalam indra penciumanku. Mengapa yeoja ini sangat peduli padaku? Aku tidak akan mampu untuk membayar seluruh kebaikannya padaku, sebagai gantinya kumohon padamu Tuhan, tolong jaga ia dari segala hal-hal buruk yang akan menimpanya nanti.

Aish, kau mulai melamun lagi.”, ucapnya sambil tetap memeluk leherku, kepalanya ia condongkan sedikit ke arahku. Aku pun memutar kepalaku untuk melihat wajahnya, matanya yang berwarna hazle dan berbentuk bulat, pipinya yang cubby, hidung yang mancung, rambut coklat panjang nan bergelombang, alis mata yang tidak terlalu tebal, dan bibirnya yang tipis berwarna pink.

Sungguh ciptaan Tuhan bernama Choi Sooyoung ini sangatlah nyaris sempurna bagaikan malaikat yang Engkau turunkan untuk menemani sisa-sisa hidupku di dunia ini. Ingin rasanya aku untuk selalu hidup di dunia ini, berada di sampingnya, memeluknya, menikahinya, memiliki ia seutuhnya, dan memiliki banyak keturunan dengannya. Namun apa daya? Waktuku yang tersisa untuk hidup di dunia ini sangatlah sedikit.

Chagiya.”, panggilku pelan pada Sooyoung.

“Hm, wae?”, sahutnya.

“Mengapa kau ingin menjadi kekasihku? Padahal kau sendiri sudah tahu bagaimana kondisiku, dan mungkin waktuku di dunia ini akan segera habis.”

“Aku mencintaimu dengan tulus, aku menerima semua kekuranganmu. Love is not have a reason, right? Dan tolong berhentilah melontarkan pertanyaan itu, yang harus kau tahu hanyalah aku sangat-sangat mencintaimu dan menyayangimu. I can’t say with the word how big my love for you, because i give all my love for you Park Chanyeol.”, sungguh mengapa yeoja ini memiliki hati yang sangat baik bagaikan seorang malaikat?

Gomawo chagiya, i love you more than you love me.”

“Hm, apa kau sudah makan siang chagiya?”, tanya Sooyoung sambil menaruh kepalanya di pundakku.

“Aku sudah makan tadi chagiya, kau sendiri bagaimana?”

“Tentu saja sudah, bahkan aku tadi makan dengan sangat banyak dan lahap hehe.”, ucapnya girang seperti anak kecil, she’s always be my mood booster.

“Sekarangkan musim panas, bagaimana jika kita jalan-jalan ke taman rumah sakit sebentar? Agar kau tidak bosan di kamar rawat terus dan bisa menghirup udara segar di sana, eottokhe?”, tawar Sooyoung sambil menatap manik mataku. Astaga melihat matanya saja sudah membuat jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. “Mengapa kau malah melamun lagi chagiya?”

AAni, arraseo. Kajja kita pergi ke taman rumah sakit ini chagiya.”, ucapku sambil berusaha untuk tersenyum manis padanya, walau mungkin akan terasa aneh?

Ne, kajja! Tersenyumlah dengan ikhlas, jangan dipaksakan jika memang kau sulit untuk tersenyum chagiya.”, i love her because She’s always understand me.

~*****~

Dan disinilah kami berdua berada sekarang, yaitu di taman rumah sakit. Yang di katakan Sooyoung benar, udara dan pemandangan di sini sangatlah asri dan itu tidak membuatku bosan karena selalu terkurung di kamar rawatku.

Sooyoung dengan sabarnya mengajakku mengelilingi taman rumah sakit ini dengan mendorong kursi rodaku, dan sesekali aku dan ia bertegur sapa dengan para perawat dan pasien lainnya. Karena merasa lelah akhirnya kami beristirahat di bawah pohon rindang di rumah sakit tersebut. Sooyoung pun duduk di sebuah kursi kayu panjang dan kursi rodaku

“Sooyoung-ah.”

“Wae chagiya?”

“Apa kau mengerti arti dari burung merpati, kertas dan pensil, serta batu karang yang di hantam oleh ombak besar?”, tanyaku padanya yang berhasil membuatnya kebingungan.

Ani, aku tidak mengerti maksud itu semua. Malhaebwa Chanyeol-ah!”, ucapnya bersemangat sambil melihatku dengan antusias.

“Arti dari burung merpati itu melambangkan kesucian dan ketulusan, kalo sepasang merpati baru melambangkan cinta yang abadi. Kau tahu mengapa aku menganggapmu seperti satu merpati yang sedang mengepakan sayapnya?”, ucapku masih misterius, dia hanya menggelengkan kepalanya bingung.

“Karena bagiku, kau mengepakan sayapmu dan terbang tinggi diangkasa sana walau sendiri, tanpa diriku. Aku yakin kamu bisa terbang tinggi sendiri walau tanpa adanya diriku. Kepakanlah sayapmu agar kau bisa terbang. Jadi jangan patah semangat apapun yang terjadi. Aku yakin kamu bisa.”

“Jadi maksudmu, aku ini bisa terbang ke atas langit dengan sangat indahnya seperti burung merpati walau itu tanpa dirimu begitukah?”

“Benar, dan apa kau tau arti dari kertas dan sebuah pensil Sooyoung-ah?”

Ani, memang artinya apa Chanyeol-ah?”

“Pensil dan kertas itu bisa saling melengkapi, walau kelihatannya mereka sepele.Anggaplah kau adalah kertas dan aku siap menjadi pensilnya, jika kertas tanpa ada coretan pasti akan sangat terasa sepi dan hambar. Jadi aku ingin menjadi pensil yang akan menorehkan sebuah coretan-coretan pada kertas itu dengan coretan kebahagiaan, yang bisa membuatmu tertawa dan tersenyum tanpa harus mengeluarkan air mata.”

“Intinya jika aku kertas kosong makan kau akan menjadi pensil yang menorehkan sebuah coretan kebahagiaan, sehingga membuat hidupku lebih berwarna tanpa mengeluarkan air mata?”

“Tepat sekali, lalu apa kau tahu arti dari batu karang yang di hantam oleh ombak besar?”

“Untuk yang satu ini aku tidak dapat mengerti maksudnya Chanyeol-ah.”

“Aku ingin kau seperti batu karang yang di hantam oleh ombak besar itu, karena sekencang apapun batu karang itu di hantam oleh ombak besar, dia tetap kokoh dan tidak goyah. Jadi intinya sebesar apa pun masalah yang kau hadapi nanti, aku ingin kau seperti batu karang itu yang kokoh dan tidak goyah. Dan kau harus tetap tegar dan optimis, karena aku tahu bahwa kau adalah yeoja yang kuat.”

“Jadi bertahanlah seperti batu karang itu. Kamu bisakan chagiya? Walau tanpa diriku?”

“Tentu saja aku akan berusaha untuk seperti batu karang itu chagiya. Berarti jika aku mendapat masalah nanti aku harus tetap tegar dan tidak boleh putus asa seperti batu karang tersebut?”

“Benar sekali, jadi kumohon tolonglah kamu seperti ketiga hal yang kusebutkan tadi jika aku sudah tidak berada di sampingmu lagi.”, ucapku seraya menggenggam kedua tangannya yang sangat lembut.

“Aku akan berusaha untuk seperti burung merpati dan batu karang tersebut demi dirimu Chanyeol-ah, aku berjanji padamu.”

“Akan selalu ku pegang janjimu tersebut Sooyoung-ah, tapi untuk kali ini izinkan aku untuk selalu berada di sampingmu hingga waktuku di dunia ini habis.”

“Tentu saja sangat-sangat boleh Chanyeol-ah.”

Gomawo Sooyoung-ah, jeongmal saranghaeyo.”

Nado saranghaeyo Chanyeol-ah.”

Namun tiba-tiba saja kepalaku terasa sangat pusing, semua objek yang kupandangi seolah berputar dan berlipat ganda. Namun dapat kudengar bahwa Sooyoung menyebut namaku dengan panik, dan semuanya gelap.

~*****~

Sooyoung POV

“Chanyeol-ah!!!”. “YA! Suster tolong bantu aku bawa ia ke ruang rawatnya nomor 3 ruang mawar ne?”, ucapku panik pada seorang suster yang lewat di hadapanku, suster itu pun segera berlari masuk kedalam rumah sakit untuk meminta pertolongan. Kumohon Chanyeol-ah bertahanlah

~*****~

“Apa kau kerabatnya pasien Park Chanyeol?”, tanya dokter yang menangani Chanyeol.

Ne, aku kerabatnya pasien Park Chanyeol. Ada apa dok?”

“Penyakit kanker selaput otaknya semakin bertambah parah, dan kemungkinan untuk bertahan hidup sangatlah tipis.”

AAni! Dia masih bisa bertahan hidup dengan lama dok, aku yakin itu!”, tak terasa air mata ini keluar dengan mudahnya, membasahi kedua pipiku.

“Berdo’alah kepada Tuhan dan minta sebuah keajaiban akan terjadi pada pasien. Kalau begitu aku permisi dulu, bersabarlah, Annyeong.”, ucap dokter sambil menepuk bahuku sebelum berlalu meninggalkanku berdua dengan Chanyeol di ruang rawatnya. Ya Tuhan kumohon tolonglah hambamu ini. Hamba belum siap untuk kehilangan orang yang sangat hamba cintai dan sayangi.

“Argh.”, aku dapat mendengar rintihan suara dari atas ranjang yang di tiduri oleh Chanyeol.

“Chanyeol-ah, kau sudah sadar?”, ucapku segera duduk di kursi yang tersedia di sebelah ranjangnya, mata Baekhyun mulai terbuka dengan perlahan.

“Aku dimana chagiya?”, tanya Chanyeol padaku sambil memegang kepalanya dan berusaha untuk duduk.

“Jangan banyak bergerak! Kau berada di ruang rawatmu chagiya.”

“Memangnya apa yang terjadi padaku tadi? Kenapa semuanya tiba-tiba gelap?”

“Kau tadi pingsan chagiya, maka dari itu aku tadi sangat panik dan membawamu ke ruang rawatmu.”, kini wajah Chanyeol sedang menghadap ke arah jendela ruang rawatnya, sungguh mengapa akhir-akhir ini ia menjadi lebih sering melamun? Aku belum sanggup untuk kehilangan dirinya, walau aku sudah berjanji padanya untuk seperti ketiga hal yang ia ceritakan padaku tadi.

“Sekarang kau yang melamun chagiya hahaha.”, ucap Chanyeol menyadarkanku kembali ke dunia nyata, suara bassnya terdengar mulai melemah seiring berjalannya waktu. Aku ingin Chanyeol sehat seperti dulu walau itu sangatlah tidak mungkin.

Ani, aku tidak melamun hanya sedang berpikir saja chagiya.”

“Memang kau sedang memikirkan apa chagiya?”

“Bagaimana jika aku yang berada di posisimu saat ini, dan kau yang berada di posisiku.”

“Jika hal itu terjadi, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri.”

“Mengapa begitu?”

“Karena aku tidak akan rela melihat yeoja yang sangat kucintai dan kusayangi, memiliki kondisi seperti diriku. Lebih baik aku yang menderita daripada kau yang mengalami penderitaan ini chagiya.”

“Apa kau pikir selama ini aku yang melihatmu dalam kondisi seperti ini tidak sedih? Hatiku sangat teriris saat melihatmu dalam kondisi seperti ini Chanyeol-ah! Itulah yang aku rasakan, jadi kumohon tetaplah bertahan demi diriku Chanyeol-ah, jebal.”, air mata ini mulai turun membasahi kedua pipiku kembali, dan sialnya air mata ini keluar dengan banyaknya sehingga membuatku tersedat. Namun tiba-tiba tubuhku sudah berada di dalam pelukan Chanyeol, dan tangannya dengan lembut mengelus-ngelus kepala belakangku.

Air mata ini semakin menjadi-jadi, aku tidak ingin terlihat lemah di hadapan Chanyeol. Jika aku terlihat lemah di hadapannya, mungkin keadaan Chanyeol bisa lebih lemah dariku saat ini.

“Tolong jangan menangis karena diriku, aku yakin kau adalah yeoja yang kuat Sooyoung-ah.”, ucapnya sambil memelukku lebih erat lagi.

~*****~

Sudah beberapa minggu ini keadaan Chanyeol memang semakin memburuk, untuk berdiri saja susah apalagi untuk berjalan. Aku tidak bisa jauh dari Chanyeol, karena aku yakin dia pasti membutuhkanku.

Dan akhir-akhir ini juga Chanyeol menjadi sering menulis, aku pernah bertanya ia menulis apa tapi ia tak pernah memperbolehkanku untuk membacanya. Seperti sore ini, aku melakukan rutinitasku yaitu menjaga Chanyeol.

“Sooyoung-ah, jika kau memiliki sebuah keinginan yang akan dikabulkan sekarang. Kau ingin apa?”, aku hanya mengernyitkan dahiku bingung mendengar pertanyaan Chanyeol beberapa detik yang lalu.

“Tentu saja aku akan memohon untuk memiliki masa depan yang sukses dan kesembuhan dirimu Chanyeol-ah. Kau sendiri akan memohon apa?”

“Aku akan meminta diriku segera sembuh dan menikahi dirmu Sooyoung-ah.” Blush. Pipiku tibi-tiba terasa panas mendengar jawaban Chanyeol, aish mengapa namja ini selalu bisa membuat pipiku terasa panas?

“Lihatlah pipimu merah chagi, hahahahaha.”, tawa Chanyeol puas walau suaranya seperti dipaksakan. Kemudian ia terdiam dan memegang kepalanya kembali, dan ia merintih kesakitan.

“Arrrgghhhh!”, rintihnya menahan sakit di kepalanya. Aku pun segera berlari keluar ruangan dan memanggil dokter, dan dokter pun segera menangani Chanyeol. Tuhan tolong selamatkah dia.

Aku pun segera memberi kabar pada keluarga Chanyeol, dan mereka bilang jika mereka akan ke rumah sakit sekarang. Beberapa saat kemudian dokter pun keluar dari dalam ruang rawat Chanyeol, aku dan keluarga Baekhyun pun segera menghampiri sang dokter.

“Pasien ingin bertemu dengan keluarganya, permisi.”, dokter pun berlalu dari hadapanku dan keluarga Chanyeol masuk kedalam untuk bertemu dengan Chanyeol. Aku hanya dapat menunggu diluar dan memohon kepada Tuhan, tolong sembuhkanlah ia. Tapi beberapa saat kemudian aku dapat mendengar suara teriakan dan tangisan dari dalam ruang rawat Chanyeol.

Taeyeon eonni pun berlari keluar dari ruang rawat Chanyeol dan kembali lagi dengan membawa dokter yang menangani Baekhyun. Aku pun ikut masuk kedalam ruang rawat Chanyeol.

Mianhae, pasien sudah tidak bisa bertahan ia sudah pergi sekarang. Kami sudah berusaha untuk melakukan yang terbaik.”, ucapan dokter sangat menyakitkan. Suara tangis mulai pecah di ruangan tersebut. Aku hanya terdiam untuk beberapa saat, aku masih tidak percaya bahwa Chanyeol sudah pergi meninggalkanku. Aku pun mendekati jasadnya.

“I-ini tidak mungkinkan? I-ini hanya pura-purakan Baekhyun-ah? Bangun Park Chanyeol jawab pertanyaanku!!!”, ucapku sambil menggucang-guncangkan bahunya yang kaku. Air mata mulai keluar membasahi kedua pipiku, badanku terasa sangat lemah sekarang seperti semua tenagaku hilang entah kemana.

“Sooyoung-ah, Chanyeol sudah pergi biarkan ia tenang diatas sana. Kita harus merelakannya, apa kau mau membuatnya bersedih diatas sana?”, ucap Taeyeon eonni sambil merangkulku. Air mata juga keluar dari mata Taeyeon eonni, aku hanya menggelengkan kepalaku.

“Kita harus berusaha tegar Sooyoung-ah, lebih baik Chanyeol pergi supaya bebas dari rasa sakitnya daripada ia bertahan disini dan terus merasakan sakit.”, apa yang dikatakan Taeyeon eonni barusan memang benar. Lebih baik ia pergi daripada ia disini terus merasakan sakit. Aku pun menolehkan kepalaku kearah wajah Chanyeol yang mulai memucat dan tersenyum damai.

“Chanyeol-ah, aku akan berusaha untuk seperti burung merpati dan batu karang seperti yang kau bilang padaku. Beristirahatlah dengan tenang diatas sana, aku mencintaimu.”, aku pun mencium bibir Chanyeol untuk yang terakhir kalinya, air mataku mulai berjatuhan dan membasahi pipi Chanyeol. Chanyeol-ah yang harus kau tau adalah aku sangat mencintaimu, dan aku akan selalu mendo’akanmu dari sini.

~*****~

Acara pemakaman sudah berakhir dari setengah jam yang lalu, namun dengan setianya aku masih berdiri disamping makam Chanyeol.

“Sooyoung-ah.”, panggil sebuah suara dari arah belakangku yang tidak lain adalah Taeyeon eonni.

Waeyo  eonni?”

“Sebelum Chanyeol pergi, ia menitipkan sebuah surat untukmu, ini suratnya ambilah.”, ucap Taeyeon eonni sambil memberiku sebuah amplop yang sedikit tebal. Aku pun menerima surat tersebut.

“Gomawo eonni.”

“Kalau begitu aku pamit duluan ne Sooyoung-ah? Annyeong.”, Taeyeon eonni berlalu dari hadapanku. Ku tatap amplop pemberian Baekhyun lama, karena penasaran aku pun membukanya dan membacanya.

Untuk malaikat cantik bernama Choi Sooyoung

 

Annyeong chagi-ah, jika kau membaca surat ini berarti aku sudah pergi meninggalkanmu.

Apa kau tau Sooyoung-ah? Aku merasa sangat beruntung bertemu denganmu, menjadi temanmu, dan menjadi kekasihmu. Aku sangat mencintaimu lebih dari kau mencintaiku, awalnya aku ragu ketika kau mengatakan bahwa kau mencintaiku juga. Aku berpikir kau bilang seperti itu karena kau merasa kasihan kepadaku, tapi ternyata dugaanku salah. Kau memang mencintaiku dengan tulus, aku dapat melihat itu semua dari matamu.

Mianhae aku selalu membuatmu menangis, menyusahkanmu, dan tak pernah membuatmu bahagia. Aku sebagai namja merasa malu karena tak bisa menjaga dan melindungimu, yang ada justru kau yang selalu menjaga dan melindungiku. Aku ingin mengucapkan banyak terima kasih padamu.

Yang perlu kau tau adalah walau ragaku sudah terkubur nanti, tapi jiwaku masih ada didalam hatimu dan aku akan selalu berada disampingmu untuk melindungimu.

Dan aku ingin kau menjaga kalung keberuntunganku, ya mungkin aku konyol menganggap kalung tersebut sebagai keberuntungan. Tapi aku merasakan beruntung jika memakai kalung tersebut, karena kalung itulah yang membuat kita di pertemukan ketika masih junior high school  di bawah pohon mapple itu. Kau ingatkan? Hahaha…

Kurasa cukup sudah surat dariku untukmu, kepalaku sangatlah sakit sekarang. Jaga dirimu disana dengan baik dan tolong jangan menangis karena diriku. Karena itu akan membuatku tidak tenang, dan jadilah seperti burung merpati dan batu karang itu.

Thank youforeverything, my guardian angel from heaven.  Goodbye my angel, I love you more than you love me.

 

Park Chanyeol

“Chanyeol-ah, jadi kau selama ini menulis surat untukku ketika kau sudah pergi?”, air mata ini terus berjatuhan membasahi pipiku dan surat terakhir dari Chanyeol yang sedang ku pegang, aku pun mengambil kalung pemberian Chanyeol dari dalam amplop tersebut dan melihatnya dalam. Kau benar Chanyeol-ah, berkat kalung ini kita dipertemukan.

“Chanyeol-ah, aku juga ingin berterima kasih padamu karena berkat kau kau mengerti akan dicintai, mencintai, dan arti hidup sebenarnya. Kau benar, kau akan selalu berada didalam hatiku. Aku juga berjanji untuk selalu menjaga kalung ini.”

Saranghae Chanyeol-ah. Aku harus pergi sekarang, beristirahatlah dengan tenang aku akan berkunjung dilain hari. Annyeong.”, ucapku kemudian mencium batu nisan yang betuliskan ‘RIP Park Chanyeol’. Tiba-tiba angin dengan lembutnya menerbangkan rambutku dan saat itu pula aku dapat melihat siluet Chanyeol yang mengenakan pakaian serba putih sedang berdiri disamping makamnya dan melemparkan senyum hangatnya padaku.

Tuhan memang selalu adil kepada hambanya, mungkin keadilan itu sekarang ia berikan kepada Chanyeol. Agar ia tidak merasakan sakit lagi di dunia ini dan hidup tenang serta damai di atas sana. Chanyeol-ah, tunggulah aku disana. Dan, Tuhan terima kasih banyak kau telah mempertemukanku dengannya.

-The End-

Hai hai hai~

Apa kabar readers? Lama ga jumpa ya sama Jasmine, mianhae baru post fanfic lagi. Soalnya Jasmine lagi sibuk banget sama tugas sekolah dan organisasi hehe, apalgi Jasmine sekarang udah keals 9 jadi kalian tahulah rasanya jadi kelas 9 itu gimana (bagi yang udah kelas 9 keatas ._.)

Gimana nih fanficnya? Ga dapet feel, kurang bagus, typo, dan lain-lain? Maaf ya kalo fanficnya emang aneh dan alurnya menurut Jasmine alay banget -_-

Tapi Jasmine tunggu commentnya ya hehe, tunggu Jasmine dengan fanfic lainnya ya. Annyeong ^^

22 thoughts on “Goodbye, My Angel

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s