[Freelance] Let’s Not (SongFic)

jhjjh

Title
Let’s Not

 

Author
L’Cloud

 

Length
Song Fic / Drabble

 

Rating
PG 13+

 

Genre
Romance, Angst

 

Main Cast
Xiumin a.k.a Kim Min Seok

Kim Taeyeon

 

Other Cast

Xi Luhan

Kangin a.k.a Kim Young Woon of SJ

 

Disclaimer
The storyline is made by my self.

 

Author Note

Silakan baca Songfic ini sembari mendengarkan lagu Super Junior K.R.Y Let’s Not. ^^ Hanya saran saja.

Thankyou for read.

 

****

 

Saying that this moment is the last to you whom i loved so much

Even if you try to turn it back, even if you hold onto me crying, i was the one who said no and bid our farewell.

 

“Apa kau benar-benar mencintaiku?”,tanyaku memecah keheningan.

“Yak! Minseok ah! Mengapa kau bertanya seperti itu?!”,ia menatapku tajam.

“Karna aku ragu.”,jawabku singkat.

“Kau tak boleh ragu padaku. Meskipun.. Meskipun aku kecewa dengan sikapmu. Kau TAK BOLEH SEKALIPUN RAGU PADAKU!!!”,kali ini tanda kemarahan mucul di wajahnya.

“Mari kita selesaikan ini. I can’t keep pretend like you really loves me. Aku tidak bisa. Kupikir, kau pasti juga lelah berpura-pura mencintaiku.”

“MINSEOK!!”

“Taeyeon ah, aku ingin semua berhenti di sini. Ku mohon, kita selesaikan semuanya hari ini.”,aku menahan ekspresiku. Menahan air mataku. Menahan teriakanku yang nyaris saja keluar.

“B..Bagaimana kau bisa berkata begitu?! A..apa kau lupa semua hari-hari yang telah kita lalui? Apa kau lupa janji kita? Apa kau lupa impian-impian kita untuk hidup bersama hingga mati nanti? Hah?!! MINSEOK!!!”,gadis itu mencengkeram bahuku dan menggoyang-goyangkannya.

 

Ia menatapku dengan tatapan nanar. Ah, mana mungkin aku lupa dengan semua itu. Saat-saat terindah dalam hidupku. Tidak, tidak mungkin aku lupa. Tapi..

 

“Aku lupa.”,ucapku membuatnya bisu.

“Mari kita jalani hari-hari kita di depan. Yang lalu hanyalah pemanis hidup kita di masa lalu. Lupakanlah, karna itu tak akan membawa kebaikan apapun bagimu.”,tambahku dengan wajah dingin, seolah bisa membekukan seluruh lautan di bumi ini.

 

Aku membalik badanku dan beranjak pergi. Namun tangan mungilnya masih menahanku. Ia berlutut sembari terus menahan air matanya.

 

“Kau mungkin lupa. Tapi aku tidak. Kau mungkin ragu padaku, tapi aku selalu mempercayaimu. Kenapa? Kenapa kau mencoba mengakhiri hal yang sama-sama kita harapkan berakhir dengan indah? Ini mungkin mudah bagimu. Tapi aku tidak seperti itu! Ini tidak adil bagiku! Aku tak bisa! Aku tak mau berpisah begini!! Jeball! Tetaplah di sini. Ayo kita menikah, memiliki banyak anak yang lucu dan menggemaskan seperti anak-anak kelinci. Mari pindah ke pedesaan seperti harapan kita. Mari kita membesarkan bayi-bayi kita. Mari kita akhiri hidup kita dalam satu pelukan di gubuk tua saat sudah berumur seabad nanti. Jeball.. Jeball.. Jeball Minseok aah.. Jeball!!”,kali ini air matanya tumpah membanjiri wajahnya.

 

Jika aku adalah pria pintar, saat itu juga aku pasti sudah membalik badanku dan memeluknya, menghapus air matanya, mengakiri prahara yang terjadi dengan senyuman. Tapi sayanganya Tuhan melahirkanku dengan kebodohan teramat sangat. Aku hanya menahan air mataku yang rasanya jika tumpah arusnya akan lebih kuat dari segala macam Tsunami.

 

Aku menghempas tangan Kim Taeyeon. Berjalan dengan kaki dan tangan yang kaku. Memasang wajah paling menyebalkan di dunia ini. Maafkan aku Kim Taeyeon, itu tak akan ada gunanya.

 

***

 

I always act strong,
But i’m a cowardly man didn’t have the confidence to protect you forever and left

 

Don’t love someone like me again
Don’t make someone to miss again
One who looks at only you and needs only you

Meet someone who loves you so much they can’t go a day without you.. Please..

 

 

Ia berjalan dengan mata sembap memasuki gedung ini. Aku hanya menatapnya dari jauh. Tidak aku tak sanggup mendekat.

 

“HEY!! Apa yang kau lamunkan?!!”,seseorang yang dengan tanpa perasaan bersalah memukul pundakku keras.

“Aaak! Apa kau memang harus memukulku seperti itu hah, Luhan?!”,bentakku.

“Kau ini kenapa?! Apa kau sedang datang bulan? Sensitif sekali. Ckckck, apa biasanya aku menyapamu dengan ciuman? Hah?!!”,Luhan menatapku sebal.

“Ah, mianhae. Aku hanyaa..”

“Ugh! Lihat! Bukankah itu Taeyeon sunbaenim? Kau tak ingin menghampiri kekasihmu itu?”

“Bukan. Bukan lagi kekasihku.”

“Ha? Ige mwoya?! Bb..Bagaimana bisa?!”

“Aku sudah memutuskannya.”

“T..tidak mungkin!”,Luhan menatapku tak percaya, ya, dia sangat tahu sedalam apa aku mencintai sunbae ku itu.

“Aku.. Aku bosan bersamanya. Dia gadis, yang, ternyata, sangat, membosankan.”,sanggahku dengan kalimat yang meragukan.

 

Luhan memicingkan matanya masih dengan tatapan tak percaya. Ia mencari-cari kebohongan yang kututupi. Dan sepertinya dia menemukannya, tepat di dalam lubuk hatiku.

 

“Hhhh..”,Luhan menghembuskan nafasnya.

“Apa Taeyeon noona sudah tahu kau akan pergi?”,tanya Luhan. Aku menggeleng pelan.

 

“Aku tak bisa memberitahunya. Aku tak sanggup.”,ucapku.

“Kau pengecut.”,ucapnya.

“Tidak. Aku melakukan yang terbaik. Dan maaf, jaga bicaramu. Bagaimanapun aku tetap lebih tua darimu.”

 

Aku pergi dengan sebal. Aku tak percaya pria cantik itu menyebutku pengecut. Aku tak suka mendengarnya.

 

“Xi..Xi..Umin.”,seseorang memanggilku. Aku menoleh, dan refleksi gadis yang tampak menyedihkan itu tepat berada di mataku kini.

“Xiumin ah.”,ia memanggilku sekali lagi.

 

“Ne. Mwo sunbae?”,aku memanggilnya dengan sebutan ‘sunbae’.

“Aku tahu yang kemarin itu tidak benar bukan?”,ia memasang tatapan penuh harap.

Aku menghela nafasku,”Jangnan aniya.” Ucapku membuatnya memasang tatapan terluka.

 

“Aku tahu kau pasti merasa kasihan padaku. Pada kasusku. Tapi aku tak apa. Kau tak perlu merasa kasihan.”,ucapku dingin.

“Nan jeongmal saranghae. Saranghae Minseok..”,ucapnya tertahan.

“Aku tak bisa percaya, tapi jika itu memang benar. Lebih baik lupakan perasaan sesaatmu itu. Tak akan ada gunanya. Banyak lelaki yang lebih baik dari aku. Lupakan aku. Lupakan. Apalagi skandal yang kuciptakan di dunia hiburan sudah seperti gajiku selama 5 tahun. Aku akan merusak karirmu.”,rahangku mengeras karna mengucapkan hal itu.

“Aku tak apa, aku tak keberatan.”,air matanya tertahan dipelupuk matanya.

“Aku yang merasa bermasalah, dan, keberatan.”

“Mari kita kabur dari dunia hiburan.”

“Tidak. Jika aku kabur,aku akan kabur sendiri. Tidak membawamu, tidak membawa member EXO, aku hanya akan kabur sendiri.”

 

Aku akan kabur sendiri, dan mungkin meninggal tanpa diketahui oleh orang lain.

 

“Jika kau memang ingin kabur , carilah pria lain untuk kau ajak kabur. Aku hanya akan melangkah sendiri.”,aku mengakhiri pembicaraan itu dengan langkah yang berat. Langkah seorang yang kesepian.

 

***

 

 

Hurting, you try to hold me back,
But i’m a cowardly man who doesn’t have the confidence to give happiness to the girl beside me

 

“KENAPA KAU TAK PERNAH BILANG?!!!!!!”,mantan kekasihku itu membentakku.

“Apa kau masih kekasihku? Hingga aku harus memberitahumu setiap yang akan kulakukan.”,tanyaku sinis.

 

Plakkkkk..!!!!

Plakkk….!!!

 

Ia menamparku dua kali, tepat di pipi kanan, dimana ia selalu menciumku.

 

Ya, tamparlah aku sayangku, agar kau segera membenciku. Lelaki paling buruk dalam hidupmu.

 

“Ku mohon jangan pergi. Jangan pergi tanpa aku.. Atau tetaplah di sini. Aku tak bisa berjalan sendirian.”,ia memohon padaku. Aku hanya membuang muka.

 

Bughh..!!!

 

Sebuah pukulan keras mendarat di perutku. Seorang lelaki dengan bringas mendadak muncul dan memukul perutku sekali, tapi sudah cukup untuk membuatku  jatuh tak berdaya.

 

“Kang..in.. hyung..”,ucapku terbata.

“Brengsek kau!! Kau tak seharusnya lari seperti ini! Setidaknya jangan meninggalkan kami yang masih mencintaimu..! Jangan bodoh! Siapa yang memberimu ide bodoh untuk kabur hah?!!!”,ia membentakku.

“Hhyuungh..”

 

Taeyeon menatapku dengan tatapan nanar tanpa berniat untuk mendekat. Justru Kangin hyung yang mendekat dan merunduk untuk mengatakan sesuatu padaku.

 

“Apa kau tahu arti dirimu bagi gadis itu? Kau boelh pergi dari skandal-skandalmu. Tapi bawalah apa yang menjadi milikmu! Bagaimana mungkin kau meninggalkannya?! Aku bahkan tak pernah bisa meskipun hanya menolak untuk menemaninya berbelanja. Kau, jangan pernah meninggalkannya! Dia, aku sudah menganggapnya adikku. Aku tak rela kau menyakitinya! Kaulah yang bisa membuatnya bahagia! Bagaimana bisa kau meninggalkannya!”,ia nyaris menangis.

“Hyung, aku tak bisa membawanya lebih jauh dalam kegelapan. Aku tak bisa memberi dia kebahagiaan.”

“Ya tuhan, kebahagiaannya adalah bersamamu. Ijinkan ia ikut bersamamu atau kau harus tinggal di sini.”

“Aku tak bisa. Aku tak bisa! Aku tak akan pernah rela ia hancur bersamaku. Biarlah aku yang menjadi abu. Aku hanya ingin terus melihatnya bersinar. Aku ingin, ia tetap bersinar di panggung.”,air mataku sukses mengalir.

“Brengsekk!! Apa kau ini lelaki pengecut?!! Ia mencintaimu! Ia hanya bahagia berada di sampingmu!!”,Kangin hyung mencengkeram kerah bajuku.

“Kau tak mengerti! Kau tak tahu apa yang ku inginkan dari perpisahan ini. Ku mohon, karna tak satupun akan dapat menahanku.”

“Brengsek kau! Brengseekkk!!”,ia menghempaskanku dan berjalan dengan hentakan kaki.

 

Aku menatap kepergian Kangin hyung dengan perih. Kualihkan pandanganku kepada gadis itu. Ia hanya menatapku kosong.

 

Aku mendekatinya, mencengkeram pundaknya dan merengkuhnya dalam pelukanku.

 

“Jangan mencintaiku lagi. Jangan. Jangan. Jangan. Aku hanyalah pria bodoh. Hiduplah dengan baik. Lupakan aku. Carilah lelaki yang terbaik dari yang terbaik. Kau pantas mendapatkannya. Bukan aku. Bukan. Aku hanyalah kelam. Aku lelah dan tak ingin bersandar terlalu lama pada pundakmu yang rapuh. Kau harus mengerti. Kau harus paham mengapa aku meninggalkanmu. Aku menyesal kita harus berpisah. Tapi, lupakanlah aku, bencilah aku, buang semua ingatan masa lalu tentangku. Jangan ingat hari kemarin, atau hari ini, karena ada aku di dalamnya. Majulah kedepan. Berbahagialah. Jangan merindukanku. Jangan pernah merindukan pecundang sepertiku. Let’s never meet again.”,kulepaskan pelukanku, kuusap air mata gadis itu dengan gentle, dan berlalu meninggalkannya, membawa seluruh barang-barangku.

 

Ya, chagiya, let’s never meet again..

 

Don’t love someone like me again
Don’t make someone to miss again
One who looks at only you and needs only you
Meet someone who loves you so much they can’t go a day without you

Even if we are ever to regret our breakup
I can’t do anything but give you our farewell

Don’t cry in pain counting the time that’s passed
Don’t miss a foolish love that’s already passed
One who looks at only you and needs only you
Meet someone who loves you so much they can’t go a day without you..

Please, i hope that you’ll be happy
Let’s never meet again..

 

****

 

-END-

 

13 thoughts on “[Freelance] Let’s Not (SongFic)

  1. OMO! Xiumin bikin greget, udah elah bawa Taeyeon aku rela/? Asal Taeyeon eonni gak sedih lagi hiks, keren thor bikin aku berlinangan air mata

  2. Ya ampun nagis hiks hikss minseokk aaa pengecut kangin oppa hajar ajah minseok biar sadar hiks hiks taeng unni sabar yahh kasian

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s