[Freelance] Fate

[freelance] fate

[Vignette] Fate
Title : Fate
Author : Rn
Length : Vignette
Rating : T (teen)
Genre : Sad, Romance, Angst
Main Cast : Kim Taeyeon [SNSD] | Byun Baek Hyun [EXO-K]
Pairing : Kim Taeyeon – Byun Baek Hyun
Disclaimer : All the cast not belong to me. The story is “Mine”. Inspired from one of many fanfiction that i read.
Author Notes : Halo readers! ini pertama kali jadi author freelance di exoshidae fanfiction. Maaf kalau ceritanya nantinya ngebosenin, feelnya gak dapet, gak nyambung, dsb. Btw, no copas, don’t bash!

Already posted in www.purpleblue05.wordpress.com with Luhan-Tiffany ver.

Warning : Typo!-_-

Happy Reading J

“When a thing you don’t want, now in front of you”

-fate-

            Suasana kota yang ramai membuat seorang yeoja yang tengah disibukkan dengan pekerjaannya, segera mempercepat langkah kakinya, lantaran khawatir ia akan terlambat, dan apabila itu terjadi ancamannya adalah di pecat. Dengan penampilan rapi, serta notebook yang terus berada genggaman tangannya ia segera melewati ribuan bahkan lebih pejalan kaki yang pada saat itu memadati jalan. Ialah Kim Taeyeon, yeoja berparas cantik, serta sifatnya yang baik yang sering kali dipanggil Taeyeon.

Karena kekhawatirannya itu ketika sedang buru-buru, ia tidak sengaja menabrak seorang namja dengan penampilan yang tak kalah rapi dengannya serta notebook ditangan yang benar-benar sama persis dengan milik Taeyeon. Ialah Byun Baek Hyun.

“Mianhae, mianhae” kata taeyeon meminta maaf pada baekhyun lalu mengambil notebook yang saat ini berada di depan kakinya, begitupun dengan baekhyun.

“Ahh, tidak apa-apa” kata bekhyun sambil tersenyum.

“Gomawo. Kalau begitu aku duluan.” Jawab taeyeon sambil segera meninggalkan baekhyun.

“Eeemm, Ya.” Kata baekhyun singkat dan segera berlalu meninggalkan tempat ia berdiri sekarang.

Dengan secepat mungkin taeyeon berlari, untung saja tempat ia bekerja sudah dekat. Taeyeon bekerja di suatu toko bunga yang cukup terkenal di kotanya, karena rangkaian bunganya yang sangat indah.

Setelah beberapa menit kemudian, sampailah taeyeon di tempat dimana ia bekerja. Dengan cepat ia segera menuju ke meja kasir, tempat dimana taeyeon melayani para pelanggan.

Dari pintu toko, nampak seorang namja yang tengah memasuki toko. Orang itu segera mencari bunga yang ingin ia beli. Nampaknya ia kebingungan. Berhubung pada saat itu seluruh pegawai toko sedang sibuk, taeyeon segera turun tangan menghampiri namja itu.

“Annyeong haseyo. Ada yang bisa kubantu ?” Kata taeyeon sembari membungkukkan tubuhnya.

“Annyeong haseyo. Ya, aku sedang mencari bunga. Menurutmu, bunga apa yang bagus untuk ku beli ?” Kata namja itu. Tanpa sedikitpun mengalihkan pandangan, dari banyaknya bunga yang ada di hadapannya.

“Sebelumnya, bolehkah aku bertanya, bunga yang hendak kau beli, akan kau berikan untuk siapa ?” kata taeyeon.

“Aku akan memberikannya kepada eomma ku, yang saat ini sedang berada di rumah sakit.” Kata namja itu, dan tetap saja sibuk melihat bunga-bunga yang ada.

“Ku rasa bunga ini bagus. Apabila kau mau, aku akan merangkaikannya untukmu.” Kata taeyeon, sambil menunjuk salah satu bunga yang ada.

“Baiklah, rangkaikan bunga ini untukku dan kartu ucapan mungkin.”
kata namja itu lalu mengalihkan pandangannya ke arah taeyeon.

“Kau ?” kata namja itu.

“Wae ?” kata taeyeon.

“ heyy.. kau namja yang tadi pagi bertabrakan denganku. Jeoneun Taeyeon imnida.” Kata taeyeon.

“Ne. Jeoneun Baekhyun imnida.”

“Senang bertemu denganmu. Semoga eomma mu cepat sembuh.” Kata taeyeon sambil merangkai bunga yang akan dipesan oleh Baekhyun.

“Ne. Gomawo.” Kata baekhyun.

Taeyeon pun tersenyum, sambil memberikan rangkaian bunga yang baekhyun pesan. Baekhyun segera mengambil rangkaian bunga itu, lalu memberikan beberapa lembar uang kepada taeyeon.

“Sekali lagi, terima kasih.” Kata baekhyun.

“Ne. Berkunjunglah lagi kesini, apabila kau ada waktu, atau ada yang butuhkan.” Kata Taeyeon.

“Ya pasti.”

Baekhyun segera meninggalkan toko itu. Sedangkan taeyeon segera mengambil notebooknya yang tadi pagi sempat terjatuh, akibat ia bertabrakan dengan baekhyun.

Ketika hendak menulis, ia kaget ketika melihat kata-kata yang terangkai rapi di notebook, sama sekali bukan tulisan tangannya. Ia lalu membacanya, dan terkejutlah dia ketika melihat di akhir tulisan itu tertulis nama “Byun Baek Hyun”. Ia langsung mengingat baekhyun, dan segera berlari keluar dari toko bunga ia bekerja, lalu mencari sosok yang ia cari. Tapi, apa boleh buat, baekhyun sejak tadi telah meninggalkan toko itu. Sehingga, sosok baekhyun tak lagi terlihat di sekitar toko.

Taeyeon hanya bisa pasrah. Ia takut baekhyun akan membaca semua yang ada di notebooknya itu. Ia berniat mengembalikan notebook baekhyun dan segera menukarkannnya dengan notebook miliknya, apabila ia bertemu dengan baekhyun suatu hari nanti. Sayangnya, taeyeon tidak bisa membiarkan itu terjadi lama. Ia ingin segera menemukan baekhyun, karena ia tak bisa apabila terus-terusan tidak bersama notebooknya itu.

-fate-

            Keesokan harinya, ketika taeyeon hendak menuju tempat ia bekerja. Nampak dari kejauhan, ia melihat sosok yang sejak kemarin ia cari. Yaitu baekhyun.

“Baekhyun!” teriak taeyeon.

“Seperti ada yang memanggilku.” Kata baekhyun sambil mengedarkan pandangannya. Pada saat itu pun ia melihat sosok yang memanggilnya. Ia melihat taeyeon, yang tengah melambaikan tangan kepadanya.

“Taeyeon!” Teriak baekhyun kepada taeyeon.

Baekhyun segera menghampiri taeyeon. Yang sejak tadi terus saja menyuruh baekhyun agar mempercepat laju jalannya.

“Taeyeon, ada apa? Kau membuatku lelah.” kata baekhyun dengan tampang yang cukup kelelahan.

“Mianhae, sudah membuatmu seperti ini. Ini.” Kata taeyeon sambil memberikan notebook baekhyun yang saat ini pegang.

“Notebook ? untuk apa ?”

“Hey, ini tampaknya persis dengan milikku. Tapi, saat ini notebookku ada bersamaku.” Kata baekhyun.

“Ini notebookmu. Lihatnya disini tertulis namamu. Notebook mu tertukar denganku, akibat tabrakan kemarin.” Kata taeyeon.

“Jeongmal ? Berikan padaku.” Kata baekhyun.

Taeyeon pun memberikan notebook yang saat ini ada di genggaman tangannya.

“Gomawo.” Kata baekhyun.

“Lalu, dimana notebook ku ?” tanya taeyeon.

“Ahh, saat ini notebookmu tidak kubawa. Notebookmu ada dirumahku. Jika kau mau, nanti aku akan datang ke toko bunga, tempat kau bekerja, lalu mengatarmu ke rumahku untuk mengambil notebookmu itu.”

“Baiklah. Ku tunggu.” Kata taeyeon.

“Ne.” Kata baekhyun singkat.

Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka ke tempat tujuan mereka masing-masing.

-fate-

            Ketika sedang membersihkan toko bunga, dan hendak pulang. Muncullah sosok namja yang berjanji akan mengembalikan notebook milik taeyeon di depan pintu masuk toko.

“Taeyeon.” Kata baekhyun sambil melambaikan tangannya ke arah baekhyun.

“Apakah kau sudah selesai ?”

“Ne. Kajja!” kata taeyeon.

Setelah menyusuri jalan, sampailah taeyeon dan baekhyun di sebuah rumah, tempat baekhyun tinggal.

“Masuklah.” Kata baekhyun sembari membuka pintu rumahnya.

“Ne. Gomawo.” Kata taeyeon singkat.

Sampailah mereka berdua di ruang tamu rumah baekhyun.

“Silahkan duduk taeyeon.” Kata baekhyun.

“Gomawo.” Kata taeyeon.

“Tunggu sebentar, aku akan mengambil notebook milikmu.” Kata baekhyun, lalu pergi meninggalkan Taeyeon sendiri di ruang tamu rumahnya.

Setelah beberapa menit meninggalkan Taeyeon, kembalilah baekhyun sambil membawa notebook milik taeyeon.

“Ahh, itu dia.” Kata taeyeon sambil mengarahkan telunjuk jarinya ke arah notebook miliknya.

“Ini dia taeyeon.” Kata luhan sambil memberikan notebook milik taeyeon.

“Untung saja aku bertemu denganmu pagi tadi.” Kata taeyeon.

“Kalau begitu aku pulang dulu.” Kata taeyeon.

“Ahh, kau ini, baru saja sampai. Sudah mau pergi saja.” Sahut baekhyun

“Aku harus berbuat apa lagi? Yang kubutuhkan sudah ada padaku ? Lalu?”

“Tinggallah sebentar. Aku akan membuatkanmu minuman. Kau tampak lelah.” Kata baekhyun.

“Baiklah.” Jawab taeyeon.

Pergilah baekhyun ke dapur rumahnya untuk membuat minuman untuk taeyeon dan untuknya. Setelah beberapa menit meninggalkan taeyeon, kembalilah baekhyun membawa nampan yang diatasnya telah berdiri 2 gelas minuman.

“Silahkan.” Kata baekhyun singkat.

“Ne. Gomawo baekhyun.” Kata taeyeon.

Sembari menikmati minuman yang telah dibuat oleh baekhyun, taeyeon sempat berbicara banyak ke baekhyun. Di saat perbicangan mereka, baekhyun merasakan sesuatu hal terjadi padanya. Detak jantungnya kini tidak karuan. Ia merasakan suatu perasaan yang tidak biasa. Perasaan yang sungguh jarang ia rasakan, ketika berhadapan dengan seorang yeoja.

“Perasaan apa ini ?”  kata baekhyun di dalam hati.

“Cinta ?”

“Ahh, tidak mungkin.” Kata baekhyun berusaha mengabaikan.

Begitupun dengan taeyeon, taeyeon juga seperti merasakan hal yang sama. Perasaan yang sangat jarang ia rasakan.

Hari demi hari, perasaan itu terus tumbuh, hingga akhirnya baekhyun berniat menyatakannya pada taeyeon.

-fate-

            Seperti biasanya suasana kota selalu saja ramai. Hari ini, baekhyun berniat untuk mengunjungi Taeyeon di tempat taeyeon bekerja. Dan berencana untuk menyatakan perasaannya.

Setelah menyusuri keramaian kota, sampailah baekhyun di sebuah toko bunga, tempat taeyeon bekerja.

“Taeyeon.” sahut baekhyun

“Baekhyun.” Kata taeyeon sambil mengarahkan pandangannya ke arah baekhyun.

Baekhyun segera memasuki toko, dan mencari bunga yang ingin ia beli. Taeyeon pun segera menghampiri baekhyun, dan berniat untuk membantu baekhyun.

“Kau ingin membeli bunga untuk siapa?” tanya taeyeon.

“untuk seorang yeoja. Misalkan kau yeoja yang ku maksud, kau ingin kuberikan yang mana ?” kata baekhyun sambil tertawa kecil.

“Aku ?” jawab taeyeon bingung.

“Ya, jika yeoja itu adalah kau, kau ingin kuberikan yang mana ?”

“Aku akan memilih bunga itu.” Kata taeyeon sambil menunjuk salah satu bunga yang kini berada dihadapannya dengan wajah kebingungan.

“Baiklah, rangkaikan bunga itu untukku.” Kata baekhyun.

Sembari taeyeon merangkai bunga, baekhyun segera meminta kartu ucapan yang hendak ia berikan kepada yeoja yang ia maksud.

“Berikan kartu ucapannya padaku. Apakah kau memiliki pulpen?” kata baekhyun.

“Ya. Ini” kata taeyeon sambil memberikan pulpen miliknya kepada baekhyun.

Baekhyun pun mulai menulis.

∞∞∞∞

To : Taeyeon

Would you be my Girlfriend Taeyeon ?

-Byun Baek Hyun-

∞∞∞∞

            Selesai menulis, baekhyun memberikan kartu ucapan yang dalam keadaan terbuka itu kepada Taeyeon.

Kagetlah taeyeon, setelah melihat di kartu ucapan itu telah tertulis namanya.

“Taeyeon ?” kata taeyeon heran.

“Ini untukku?” kata taeyeon lagi.

“Ya. Ini untukmu, bunga itu telah ada di tanganmu, dan saat ini kau memegangnya. Tinggal kartu ucapannya. Maka, ambillah kartu ucapan itu. Would you be my girlfriend? Jawablah ya atau tidak.” Kata baekhyun gugup.

“Hmm….” kata taeyeon berfikir.

“Y-aa..” kata taeyeon gugup.

“Jeongmal?” kata baekhyun tak percaya.

Taeyeon pun menganggukkan kepalanya. Tanda bahwa ia benar-benar menerima baekhyun.

Baekhyun pun melompat kegirangan. Akhirnya usahanya tidak sia-sia. Walaupun, yang ia lakukan sempat membuat taeyeon benar-benar bingung dari awal.

-fate-

            Setelah menjalani hubungan mereka sekitar setahun. Mereka kini tidak lagi terlihat jalan bersama. Karena taeyeon yang kini terbaring lemah di rumah sakit. Dokter menyatakan bahwa taeyeon tengah mengidap penyakit kanker stadium akhir. Hingga ini, membuat baekhyun sibuk menjaga taeyeon di rumah sakit.

Semua waktu baekhyun, ia luangkan untuk tetap setia menjaga taeyeon. Ia tak rela melihat taeyeon harus sendirian melawan penyakitnya itu. Ditambah lagi orang tua taeyeon, tidak tinggal bersama taeyeon di seoul. Taeyeon tidak ingin merepotkan orang tuanya, oleh karena itu ia berusaha untuk tetap menyembunyikan hal itu dari orang tuanya.

Kini baekhyun benar-benar takut dan khawatir. Kekhawatiran akan sesuatu yang benar-benar ia tidak inginkan, yaitu harus menerima kenyataan jikalau suatu saat taeyeon harus meninggalkannya.

-fate-

           Hari demi hari terus berlalu. Keadaan taeyeon semakin parah. Untung saja, ada baekhyun yang menemaninya. Menemani setiap hari-harinya.

“baekhyun.” Kata taeyeon lemah.

“Ada yang ingin ku katakan.”

“ya. Katakanlah.” Kata baekhyun.

“Jika nantinya aku harus meninggalkanmu, meninggalkan dunia ini, kuharap kau bisa mencari penggantiku, mencari seseorang yang sempurna, yang bisa menemanimu disetiap kau membutuhkannya, yang bisa menemanimu di setiap langkah  kakimu. Aku akan bahagia, apabila kau tidak terus-terusan menangisiku seperti ini. Justru, aku akan kecewa apabila kau terus-menerus seperti ini. Jadi, kumohon turuti kemauanku ini, carilah seseorang yang tidak akan menyusahkanmu seperti sekarang ini.” Kata taeyeon sambil menitikkan air matanya.

“Tidak taeyeon. Kau tidak akan pernah meninggalkanku. Tuhan berikan kau untukku. Kita ditakdirkan untuk bersama. Bagiku kau seseorang yang sempurna. Karena kesempurnaanmu itulah, kau ditakdirkan untuk menjadi pelengkap dari segala kekuranganku. Tidak ada seseorang pun yang dapat menggantikan posisimu, walaupun nantinya aku juga akan meninggalkan dunia ini. Jadi, kumohon jangan tinggalkan aku.” Kata baekhyun sambil meneteskan air matanya.

Mendengar ucapan baekhyun, taeyeon pun semakin meneteskan air matanya. Perasaan haru kini benar-benar melekat pada dirinya. Dengan senyum yang terukir di bibirnya, dengan keadaan yang lemah, tiba-tiba saja tangannya yang lemah kini terjuntai ke bawah. Mata yang semula dapat melihat indahnya dunia kini seakan-akan berada dalam kegelapan, mata yang semula terbuka, kini tertutup, nafas yang semula terus berhembus kini terhenti seakan terhenti oleh waktu, yang menandakan bahwa kini ia telah tiada.

Baekhyun pun menangis, ia tak percaya orang yang ia sayangi, kini pergi meninggalkannya. Ia terus-menerus menyebut nama Taeyeon dan berkata…

“Suatu hal yang tidak ku inginkan, kini berada di hadapanku.”

-END-

Gimana readers ? Baru kali ini aku buat ff nya bener-bener dipikirin baik-baik jalan ceritanya. Jadi, semoga memuaskan. Don’t forget to leave your comment 🙂

11 thoughts on “[Freelance] Fate

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s