[Freelance] Because of You

because of you

Author : fydiamond

Because Of You

Main casts : Exo’s Sehun & GG’s Taeyeon

Genre : Romance | Rating : PG15 | Length : Oneshoot

∞∞∞

Kicauan burung gereja di luar jendela bercat ungu itu membangunkan sesosok gadis berambut cokelat yang sesekali menguap di atas ranjangnya. Dengan langkah gontai gadis itu berjalan ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. Ini Hari Senin, dan terlambat bukanlah sesuatu yang bagus untuk hari ini. Maka dari itu Taeyeon−nama gadis itu−memilih mengalahkan rasa kantuknya, dibanding berjemur selama dua setengah jam di lapangan sepak bola yang terik itu.

Seusai sarapan, Taeyeon berpamitan pada ayah dan ibunya. Taeyeon melirik jam tangan yang melingkar manis di pergelangan tangan kirinya. “Astaga! Aku bisa terlambat!” pekiknya yang tanpa ia sadar beberapa pasang mata memandangnya dengan heran. Terlambat memang bukanlah kebiasaan yang mudah dihilangkan oleh seorang Kim Tae-Yeon. Meskipun ia sudah menyalakan alarm pukul setengah lima pagi, ia akan tetap terbangun pukul setengah tujuh. Banyak hal yang terjadi pada alarmnya. Pernah sekali ia membeli alarm mickey mouse berwarna ungu yang merupakaan kesukaannya. Dan keesokan harinya alarm itu berakhir di dalam aquarium ikan hias yang berada di samping meja riasnya.

Taeyeon masih harus berlari dari halte bus untuk mencapai sekolahnya. Sesekali ia melirik jam tangannya untuk memastikan ia belum terlambat. Dan tepat waktu. Ketika Taeyeon memasuki gerbang sekolah, bel baru berbunyi. Dengan napas yang terengah-engah, Taeyeon berjalan menuju kelasnya. Kelas 12-a, di mana murid-murid berprestasi dan populer dikumpulkan. Taeyeon cukup populer seantero sekolah. Siapa yang tidak kenal Kim Tae-Yeon? Cantik, pandai, anggota OSIS dan bersuara emas. Taeyeon selalu menjadi hidden card sekolahnya pada perlombaan menyanyi antar sekolah di Kota Seoul.

Seperti hari-hari sekolah biasanya, tidak ada yang menarik hari ini. Taeyeon telah menghabiskan separuh harinya di sini. Itu tandanya sekolah akan segera berakhir, karena jam telah menunjukkan pukul dua belas lebih empat puluh lima menit. Dan penderitaan Taeyeon di sekolah akan berakhir. Sungguh, ia merasa bosan setengah mati. Para guru hanya menulis materi di papan tulis, menjelaskannya, dan kemudian memberikan soal. Hanya itu-itu saja, dan tidak ada sesuatu yang istimewa.

Oh! Ada pengecualian…

Taeyeon bertemu pandang dengan kapten tim basket sekolah. Si bintang lapangan. Ah, bahkan tadi Kris melemparkan senyuman padanya. Senyum yang begitu menawan, menghangatkan hati Taeyeon. Dengan rambut blonde yang dicat pirang, Kris terlihat begitu bersinar di lapangan basket. Namun Taeyeon tidak pernah sedikit pun melupakan kenyataan bahwa Kris adalah milik Jessica−teman sekelasnya−yang lebih sering Taeyeon panggil dengan sebutan nenek lampir. Jessica benar-benar tidak bersahabat. Terkadang Taeyeon heran, kenapa Kris bisa jatuh cinta pada Jessica?

∞∞

Sehun menghentikan langkahnya ketika ia melihat Taeyeon melamun di kursinya. Bel sudah berbunyi sejak tadi, tapi Taeyeon nampaknya belum berniat untuk beranjak dari kursinya.

“Kim Taeyeon-ssi!” seru Sehun. Tidak ada respon. Dan akhirnya Sehun menepuk bahu kiri Taeyeon yang dengan sangat jelas sekali terlihat kaget. “Oh my God Sehun kau mengagetkanku!” balas Taeyeon dengan galak. Sehun mengernyitkan dahinya tidak mengerti. “Kau ini sebenarnya mendengar bel tanda pulang sekolah tidak? Bel sudah berdentang sejak sepuluh menit yang lalu dan kau belum merapikan mejamu sama sekali, astaga! Apa yang terjadi padamu?” tanya Sehun. Namun Taeyeon tidak menjawab dan merapikan alat tulisnya. Kemudian ia bangkit dari kursinya dan meninggalkan Sehun yang masih berdiri di samping kursinya. “Oh ya, terimakasih Sehun-ah jika bukan karenamu aku pasti sudah menginap di sini. Daah sampai jumpa besok”

∞∞

Sehun bukanlah tipe lelaki yang mudah diabaikan. Jika Kris dijuluki sebagai bintang lapangan, maka Sehun adalah bintang sekolah. Sang kapten sekolah atau lebih mudah dijuluki sebagai ketua OSIS. Ia tampan, bahkan beberapa gadis menyebutnya sangat tampan. Memiliki sorot mata yang tajam, namun menawan. Ketika Sehun tersenyum, pertahanan gadis-gadis bisa saja runtuh. Pernah, ketika Sehun berpidato di acara penyuluhan tentang pergaulan. Sehun tersenyum dan enam orang gadis jatuh pingsan. Dahsyat bukan? Sehun adalah orang yang sangat tegas, taat pada peraturan, dan juga penegak keadilan. Tak sedikit yang menyebut Sehun “hero” karena pernah menyelamatkan mereka dari gangster sekolah.

Sekolah sudah terlihat sepi, dan Sehun masih harus mengunci beberapa kelas dan ruang guru. Beberapa kali Sehun menggerutu karena kebosanan. Berada di sekolah seorang diri dan harus mengelilinginya untuk memastikan ruangannya sudah terkunci. Dua puluh menit kemudian, Sehun berjalan ke parkiran tempat ia memarkirkan motor sportnya.

Bermodalkan iPod dan earphone, Sehun membiarkan alunan musik itu mengaliri gendang telinganya. Berdentum sebagaimana mestinya, dengan alunan-alunan yang merupakan genre kesukaannya. Musik dengan dirinya adalah satu kesatuan yang benar-benar melekat dan tidak bisa dipisahkan. Karena musik bukanlah fatamorgana. Musik memang tidak bisa disentuh secara fakta, tapi musik juga butuh sentuhan seorang seniman untuk membuatnya enak didengar.

“Bukankah itu Taeyeon?” gumam Sehun lebih pada dirinya sendiri. “Mengapa ia masih di sana pada jam segini?” dan ia memantapkan hatinya untuk menghampiri Taeyeon di halte bus.

Sehun menghentikan laju motornya tepat di depan halte bus tempat Taeyeon duduk. Kemudian ia melepas helmnya dan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. “Kim Tae-“

∞∞

“Oh Sehun? Sedang apa kau di sini?” tanya Taeyeon yang menyela perkataan Sehun. Taeyeon dapat melihat ekspresi Sehun yang terlihat tidak senang kalimatnya disela. “Kenapa kau belum pulang?” kali ini Sehun bertanya. Taeyeon mendongak dan menatap Sehun. “Busnya terlambat datang” gumam Taeyeon lesu. Sehun tersenyum, dan Taeyeon mampu melihat dengan sangat-sangat jelas senyuman sang kapten sekolah. Setahunya, Sehun belum pernah tersenyum pada seseorang secara pribadi. Dan kini, Sehun tersenyum di hadapannya. Untuknya. “Bagaimana jika kau pulang denganku? Rumah kita searah, dan hanya berbeda blok, kan? Bagaimana? Mau tidak? Daripada kau terlambat pulang dan terlambat menonton drama naughty kiss, atau kau terlambat menyaksikan music-“ Sehun sadar mulutnya telah berbicara terlalu banyak. “Kau tahu kebiasaanku pada sore hari?” tanya Taeyeon curiga. Skakmat! Membuat Sehun salah tingkah. “Ah sudahlah, jadi kau mau kuantar atau tidak?” tanya Sehun lagi. Taeyeon hanya mengangkat bahunya, dan bergumam “Baiklah, daripada aku ketinggalan menyaksikan Beast nantinya”

Jarak tempat tinggal Taeyeon dan Sehun memang cukup jauh. Butuh setengah jam bagi mereka untuk sampai di daerah komplek mereka. Beberapa kali Sehun mengingatkan Taeyeon untuk berpegangan karena jalanan memang lengang dan Sehun mengendarai motornya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Tak jarang pula Taeyeon mencubit pinggang Sehun sebagai pengingat untuk jangan mengebut.

“Terimakasih atas tumpanganmu Sehun-ah, mungkin aku akan sampai rumah pukul empat jika tidak ada kau” ujar Taeyeon dengan senyuman cerahnya. “Apakah kau mau mampir dulu? Aku yakin Oh ahjumma tidak akan mempermasalahkannya, lagipula sudah lama kau tidak bertamu ke rumahku” tawar Taeyeon. Sebenarnya, Taeyeon dan Sehun sudah saling mengenal sejak mereka SD. Mengingat mereka bertetangga, dan ketika SD mereka bersekolah di tempat yang sama. Ketika SMP pun mereka satu sekolah. Namun baik Sehun maupun Taeyeon tidak pernah menunjukkan kedekatan mereka dalam forum sekolah, atau pun organisasi. “Terimakasih untuk tawaranmu Taeyeon-ssi, tapi mungkin lain kali. Aku ada urusan sekarang, sampai jumpa besok” ujar Sehun sambil menyalakan motornya. Reflek Taeyeon melambaikan tangannya, dan ketika Sehun sudah hilang dari pandangannya. Taeyeon menatap tangannya “Mengapa aku melambaikan tanganku? Dan apa itu Taeyeon-ssi? Dia sudah melupakan……… Ah bukan urusanku” gumam Taeyeon pada dirinya sendiri.

∞∞

Taeyeon merutuki kebodohannya yang lupa membawa kertas unsur-unsur kimianya. Untungnya ia sudah berusaha mati-matian untuk menghafalnya semalam. Meskipun ia harus rela waktu tidurnya terpakai hingga tiga jam, tapi setidaknya ia akan bebas dari hukuman merangkum. Ia benci ipa, dan ia membenci kimia sebagaimana ia membenci fisika serta biologi. Atom, massa, genetika, ah Taeyeon benar-benar tidak paham akan hal-hal mengerikan itu. Dan jika bukan karena pesan singkat Sehun yang mengingatkannya tentang hafalan itu, mungkin Taeyeon akan berakhir dengan setumpuk buku tebal sekarang.

Ketika ia sedang asik mengulang kembali hafalannya, Taeyeon merasa kepalanya seperti ditimpuk sesuatu. Dan benar saja, kepala Taeyeon baru saja dilempar oleh secarik kertas yang dilipat seperti bola.

Taeyeon tahu itu tulisan tangan milik siapa.

Kim Tae-Yeon. Fighting!

Tulisan tangan milik Oh Sehun, yang duduk di sudut ruangan. Dan kini Sehun menatap Taeyeon sambil tersenyum dengan dua jari jempol yang diacungkan. Taeyeon mengangkat bahunya, ia benar-benar tidak mengerti apa maksud Sehun. Jadi ia hanya memberikan Sehun seulas senyuman yang biasa. Sebenarnya ini juga pernah terjadi, ketika Taeyeon dan Sehun masih di Sekolah Dasar. Sehun melemparkan bola kertas dengan tulisan tangannya. Hanya untuk sekedar menyemangati Taeyeon. Dan Taeyeon akan mentraktir Sehun semangkuk kimchi atau sepotong pizza. Tapi tidak untuk sekarang, karena ia dan Sehun berbeda. Sangat berbeda.

**

Taeyeon baru saja menyelesaikan makan jam istirahatnya di kantin. Ia memilih untuk berjalan-jalan sebentar dibandingkan dengan mendengarkan gosip yang akan dilontarkan oleh Sunny, dan Hyoyeon. Kedua temannya tersebut benar-benar biang gosip. Bagaikan tabloid berjalan, mereka selalu tahu apa yang baru saja terjadi atau apa yang akan terjadi. Dari mulut ke mulut, dan sampai di telinga Taeyeon. Satu hal yang Sunny dan Hyoyeon belum pahami, Taeyeon bukanlah tipikal gadis yang suka bergosip. Ia lebih suka mendengarkan lagu, atau membaca novel.

Belum sampai lima menit Taeyeon duduk di bangku taman belakang sekolah. Ia sudah dikelilingi enam orang laki-laki. Sebenarnya Taeyeon tahu, hanya saja ia memilih pura-pura tidak peduli. Jika ia bisa, ia ingin lari dari sini. Karena dilihat dari cara mereka berpakaian, nampaknya mereka bukanlah murid baik-baik. Apakah mereka kingka sekolah? Entahlah. Tapi Taeyeon belum pernah terlibat masalah seperti ini sebelumnya, dan ia tidak berminat. Sungguh.

“Kau Kim Tae-Yeon, kan?” tanya salah seorang di antara mereka. Dan ketika Taeyeon mendongakkan kepalanya, barulah Taeyeon sadar siapa dia.

Park Chan-Yeol.

Dan yang berdiri di sebelahnya adalah Huang Zi-Tao. Hanya dua orang itu yang Taeyeon kenali. Karena mereka pernah berurusan dengan OSIS sebanyak delapan kali. Taeyeon menoleh ke kanan dan kirinya. Sial! Di sini sepi dan tidak ada orang. Karena taman belakang sekolah benar-benar jarang dikunjungi oleh para siswa. Satu lagi kesialan Taeyeon, ia yakin sekali ia tidak akan bisa lari dari sini.

“Ya, memangnya kenapa?” jawab Taeyeon. Berusaha keras untuk menyembunyikan rasa takutnya. Postur tubuhnya tidak tinggi, dan tidak besar. Target yang sangat empuk untuk dijadikan sasaran balas dendam para brandalan sekolah.

Chanyeol tersenyum, tapi bukan senyum yang ingin Taeyeon lihat. Lebih seperti senyum yang menijikan. Terlihat dengan jelas bahwa ia meremehkan Taeyeon. “Kau pasti sudah tahu siapa aku, dan aku hanya ingin menjadikanmu target balas dendamku. Manis” ujar Chanyeol sambil menyentuh dagu Taeyeon sekilas. Membuat Taeyeon merinding dan detak jantungnya berdetak lebih cepat. Tidak. Ini salah, dan akan menjadi masalah besar. Tapi percuma juga jika ia berteriak minta tolong. Siapa yang akan menolongnya di tempat seperti ini?

**

Sehun baru saja keluar dari ruang OSIS dan menguncinya kembali. Berkat jabatannya sebagai kapten sekolah, tugasnya menjadi tiga kali lipat lebih banyak. Dan ia harus menyelesaikan settingan untuk kompetisi menari lusa. Tidak ada tempat yang lebih nyaman untuk menenangkan diri selain taman belakang sekolah. Sehun masih punya waktu tiga puluh menit sebelum bel masuk berdentang. Jadi ia melangkahkan kaki-kaki jenjangnya ke taman belakang sekolah. Satu-satunya tempat di sekolah ini yang jauh dari kebisingan. Karena yang ada hanyalah rasa nyaman, dan ketenangan.

Langkah kaki Sehun terhenti begi saja ketika ia melihat pemandangan yang benar-benar meremas hatinya. Para brandal itu berusaha untuk menyakiti Taeyeon. Reflek Sehun menoleh ke kanan dan ke kiri. Sepi. Pantas saja para brandal itu berani mengganggu Taeyeon di sini. Lagipula apa yang dilakukan Taeyeon di sini sekarang? Sehun tidak pernah melihat Taeyeon di sini sebelumnya, atau mungkin karena dirinyalah yang jarang datang ke mari?

“Lepaskan tangan kotormu dari wajahnya Park Chan-Yeol” ujar Sehun lengkap dengan tatapan dingin dan menusuk khasnya. Wajahnya yang tanpa ekspresi, seolah ia adalah pembunuh berdarah dingin yang mampu membunuh korbannya kapan saja. “Cih, sang kapten sekolah rupanya. Jarang sekali aku melihatmu di tempat ini, tuan” cibir Chanyeol dengan seringainya.

Sehun berjalan mendekat ke arah mereka. Dan melepaskan tangan Chanyeol langsung dari wajah Taeyeon. “Jika aku melihatmu mengganggunya lagi, kalian atau lebih tepatnya kau Chanyeol-ssi tidak akan pernah bisa merasakan lagi nyamannya SM High School” ujar Sehun dengan nada yang benar-benar menusuk. Sebelum gerombolan brandal itu pergi, Sehun mampu mendengar beberapa dari mereka mengumpat dan menghujat dirinya. Tapi Sehun tidak menghiraukannya, dan tatapannya terfokus pada Taeyeon yang duduk mematung serta menatap kosong objek di depannya.

“Apa kau baik-baik saja?” tanya Sehun sambil memegang pergelangan tangan kanan Taeyeon. Sedangkan Taeyeon hanya menatap Sehun dan menganggukkan kepalanya. Sesungguhnya, Taeyeon masih belum bisa menetralkan detak jantungnya. Jika bukan karena Sehun, mungkin Taeyeon sudah berakhir di ruang janitor dengan keadaan terkapar lemah. Taeyeon pun memeluk teman kecilnya tersebut dan berkali-kali mengucapkan terimakasih.

∞∞

Sebenarnya, Taeyeon tahu jika ini adalah hari terakhir untuk latihan menari dengan pasangannya. Karena esok adalah kompetisi menari antar kelas dan Taeyeon terpilih sebagai perwakilannya. Konsep kelas 12-a tahun ini adalah menari dan juga menyanyi. Bukan rahasia lagi jika Taeyeon bisa menyanyi, tapi tidak ada yang tahu kalau Taeyeon pandai menari. Kemolekan tubuhnya benar-benar fantastis. Bahkan pasangan menarinya−Taemin−tidak menyangka dengan kemampuan Taeyeon yang luar biasa.

Dan seperti biasa, setiap latihan Sehun akan memerhatikan gerak mereka. Memanglah bukan Sehun yang menciptakan koreografinya, hanya saja Sehun-lah yang akan mengoreksi gerakan mereka. “Tidak-tidak, bukan begini Taeyeon-ssi. Kau kan harusnya duduk dan menyanyikan bagian dengan nada tinggi sambil berdiri memunggungi Taemin” ujar Sehun membenarkan. “Ok kita mulai lagi bagian ini five six seven eight”

∞∞

Sehun berlari secepat yang ia bisa, secepat kakinya bisa membawanya ke tempat di mana Taeyeon menunggu giliran. Dan dengan nafas yang terengah-engah, Sehun berhasil sampai di hadapan Taeyeon. “Taeyeon-ah, aku baru saja mendapat video call dari Taemin dan ia mengatakan bahwa ia tidak bisa tampil untuk hari ini. Penyakit ibunya kambuh, dan ia harus langsung terbang ke Jerman untuk mengobati penyakit ibunya” tutur Sehun menjelaskan. Dan hampir saja air mineral yang sedang Taeyeon genggam jatuh. “Lalu bagaimana nasib penampilan kami?” tanya Taeyeon. Sehun nampak berfikir sejenak. “Aku yang akan menggantikannya”

Dua puluh menit kemudian, Sehun telah mengenakan pakaian yang seharusnya dikenakan oleh Taemin. Nampak cocok, dan Sehun benar-benar kelihatan tampan. Sungguh. Bahkan Taeyeon tak henti-hentinya memuji Sehun dalam hatinya. Sudah lama ia tidak melihat Sehun yang berbeda, karena sejak SMP. Sehun terkenal dingin, cuek, dan terkesan tidak peduli pada apapun. Berbeda dengan Sehun ketika di tingkat SD. Setidaknya, begitulah menurut Taeyeon.

Sehun meliukkan tubuhnya, begitu pula dengan Taeyeon. Alunan musik membawa mereka pada dunia mereka sendiri. Dan ketika Taeyeon mulai bernyanyi, Sehun merasa ketegangan yang sejak tadi ia rasakan sama sekali tidak beralasan. Taeyeon mendekat pada Sehun, dan kemudian menjauh lagi. Judul lagunya memang A Bitter Day yang dinyanyikan oleh Gna, Hyuna dan Junhyung. Dan Sehun juga ikut andil dalam penampilan kali ini, karena ialah yang mengambil bagian rappnya. Riuh teriakan penonton dan juga tepuk tangan di akhir penampilan mereka. Menyadarkan mereka kembali ke dunia yang seharusnya. Di mana seharusnya mereka berada.

Seusai tampil, Taeyeon berjalan ke ruang kelasnya. Dan Sehun mengikuti Taeyeon. Namun belum sampai mereka di kelas, Taeyeon berbalik dan memaksa Sehun menghentikan langkahnya. “Sebenarnya apa yang terjadi padamu?” tanya Taeyeon dengan volume suara yang cukup keras. Sehun yang tidak mengerti apa maksud Taeyeon hanya mengernyitkan dahinya. Ia sama sekali tidak paham. “Kau berubah, odult” ujar Taeyeon dengan nada yang dingin. Benar-benar menghujam hati Sehun. Odult, memang panggilan yang Taeyeon berikan padanya ketika mereka masih kelas empat SD.

Taeyeon masih menunggu jawaban Sehun, tapi nampaknya Sehun tak berniat menjawab. “Kau tidak seperti Odult yang kukenal dahulu, sebenarnya apa yang membuatmu berubah Oh Sehun?” tanya Taeyeon lagi. Geram rasanya. “Kau-lah alasanku berubah, Kim Taeyeon” dan jawaban Sehun membuat mata Taeyeon membulat.

“Apa?”

“Kau yang mulai menghilang dari duniaku sejak kelas satu SMP, kau lebih memilih bermain dengan Kim Jong In yang menjadi pujaan hatimu saat itu, kan?”

“Apa? Astaga Sehun, itu….”

“Kau meninggalkanku setiap pulang sekolah, tapi apa? Jongin-mu itu malah memilih berpacaran dengan Tiffany, kan?”

Taeyeon merunduk. Ternyata awal dari semua ini adalah keegoisan dirinya. Dan dirinya telah dibutakan oleh perasaan. “Tapi aku masih mencintaimu, bahkan aku masih mengingat perkataanmu sewaktu kita pulang sekolah bersama dulu. “Aku akan menikahimu suatu saat nanti ya Odult!” begitu, kan?”

“Sehun aku………….”

Belum sempat Taeyeon berkata-kata, Sehun telah membungkam bibir Taeyeon dengan bibirnya. Memaksa Taeyeon merasakan apa yang ia rasakan selama ini.

“Dan aku masih mencintaimu, Oh Sehun”

END

Author’s Note : Astaga! FF apa ini-_______________- ancur ya? Ini pairing exoshidae pertama, dan pesenan Taeyder kesayangan. Salam hangat dari cea sayangku. Maaf kalo ffnya ga sesuai sama apa yang kamu mau T_T author macam apa aku. Huew. Ok, lastly and the most important. Comment please?:—D

46 thoughts on “[Freelance] Because of You

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s