Day By Day [1/4]

day-by-day

Day By Day

Written by Vi

Starring SNSD Taeyeon | EXO-M Luhan

Rated for Teen

Sad | Romance | Drama | Little bit –psycho– | Friendship

.

.

Disclaimer: I just borrow the cast

Note: similar storyline with Naruto [SasuSaku’s Scene] but I also did some modification.

Sorry for bad fanfic and story

Poster by wolveswifeu

*****

“Ia tak terlihat sepertinya dirinya yang dulu.. Tapi ia tetaplah dirinya.. Ia tetaplah lelaki berambut coklat bernama Luhan..”

*****

Suara teriakan beberapa gadis terdengar di kelas tersebut namun lelaki yang diteriaki itu tetap terdiam seolah bukan dirinya yang diteriaki. Lelaki itu memang memiliki begitu banyak fangirl yang tak pernah diperdulikan olehnya sedikitpun.

“Hari yang baru ! Semangat baru ! Akhirnya aku dapat duduk bersama Luhan juga !” seru Taeyeon sambil tersenyum saat melihat sosok yang digemarinya tengah terduduk diam sambil memandang keluar jendela. Iapun berjalan mendekati tempat duduk Luhan dan duduk di kursi kosong yang ada di sebelahnya.

Ohayou gozaimasu, Luhan-kun,” sapa Taeyeon riang sambil meletakkan tasnya. Luhan hanya membalas ucapan Taeyeon dengan tatapan dinginnya lalu iapun segera membuang muka lagi. Taeyeon menghela nafas kasar, ternyata benar, lelaki bernama Luhan ini memang ketus dan dingin namun itu tak mengurangi semangatnya sedikitpun. Ia tak mau menjadi salah satu gadis yang ditolak oleh Luhan.

“Oh iya, mohon bantuannya karena mulai sekarang kita duduk bersebelahan,” kata Taeyeon. Taeyeon seperti berbicara sendiri karena Luhan tak peduli padanya bahkan tak meliriknya sedikitpun juga lagi.

Ohayou gozaimasu ! Ah, Luhan !  Aku sekelas dengannya !” seru Tiffany yang merupakan sahabat lama atau bisa dibilang mantan sahabatnya Taeyeon. Mereka bertengkar sejak beberapa tahun yang lalu karena berebutan Luhan. Memang sulit ketika sahabat mencintai seseorang yang sama.

“Taeyeon, bisakah kau pindah ? Aku akan duduk di samping Luhan,” kata Tiffany dengan nada imut. Taeyeon yang mengerti maksud Tiffany pun melempar tatapan mengerikan kepada mantan sahabatnya itu.

“Tak akan. Siapa cepat , ialah yang akan mendapatkannya ! Aku datang duluan !” tolak Taeyeon sambil melipat tangannya seolah tekadnya untuk duduk di sebelah Luhan sudah benar-benar bulat.

“Ihh, pokoknya takkan kubiarkan !” sahut Tiffany kesal sambil menarik tangan Taeyeon. Namun Taeyeon justru mendorong Tiffany sehingga Tiffany nyaris terjatuh.

“Huh, baiklah. Aku mengalah untuk saat ini, tapi lain kali aku akan duduk di sebelah Luhan !” kata Tiffany berapi-api lalu membuang muka, Taeyeon tersenyum penuh kemenangan. Iapun kembali melempar tatapan pada Luhan dan menatapnya hingga bel masuk kelas telah berbunyi dan pelajaran siap dimulai.

“Baik ! Ganbatte !” kata Taeyeon untuk menyemangati dirinya pada minggu ini.

*****

Setelah melewati 2 jam pelajaran. Akhirnya mereka beristirahat selama setengah jam dan kembali melanjutkan pelajaran. Taeyeon tampak menikmati saat-saatnya dengan Luhan namun Luhan tampak tidak tertarik sama sekali dengan Taeyeon. Ia belum mengucapkan sepatah katapun pada Taeyeon bahkan Taeyeon seperti berbicara sendiri sedari tadi itu.

Sampai pulang sekolahpun keadaan masih seperti itu, Taeyeon yang sudah kelelahan berbicara pun diam. Ia membiarkan Luhan meninggalkannya begitu saja, kesimpulan yang didapatkan Taeyeon setelah duduk seharian bersama Luhan adalah lelaki berambut coklat itu benar-benar merupakan seseorang yang dingin.

“Taeyeon !” sapaan nyaring itu terdengar di telinga Taeyeon, itu adalah sapaan adari Byun Baekhyun, seseorang yang mengejarnya dari dulu namun karena ia menyukai Luhan ia tak memperdulikan Baekhyun.

“Apa ?” tanya Taeyeon sinis. Ia memang sangat tidak suka pada Baekhyun, baginya Baekhyun itu menganggu, berisik, dan menghalangi jalannya untuk mendekati Luhan.

“Maukah kau pulang bersamaku ? Aku bersedia lho, aku berbeda dengan Luhan yang menyia-nyiakan cintamu,” kata Baekhyun dengan suara yang cukup keras, jujur saja aku agak malu karena sekarang aku menjadi pusat perhatian dari seluruh siswa-siswi yang ada disini. “Hey ! Apa yang baru saja kau bilang ?” tanya seorang lelaki yang berdiri agak jauh dari Taeyeon dan Baekhyun.

“Kau menyia-nyiakan cinta Taeyeon,” kata Baekhyun sambil menegaskan tiap kata-perkata yang disebutkannya. Luhan memandang geram pada Baekhyun, ia berjalan mendekati lelaki itu dan mengepalkan tangannya. Siapapun yang melihat adegan ini pasti yakin bahwa Luhan akan segera memukul Baekhyun namun anehnya Luhan justru menahan kepalan tangannya dan berkata pelan, “aku senang karena ia mencintaiku tetapi hatiku diselimuti oleh rasa benci pada seseorang, aku tidak tahu apa itu cinta.”

Luhan berjalan meninggalkan Baekhyun dan Taeyeon begitu saja. Baekhyun dan Taeyeon dibingungkan oleh kalimat yang baru saja diucapkan Luhan ? Dipenuhi rasa benci ? Luhan membenci siapa ? Apa hatinya dingin karena ia membenci seseorang ?

“Siapa yang Luhan benci ya ?” batin Taeyeon sambil mengusap dagunya. Baekhyun pun bergumam , “ada apa dengannya ?”

“Taeyeon, apa kau tahu bagaimana masa lalu Luhan ?” tanya Baekhyun bingung. Taeyeon pun menggeleng begitu saja, “aku tak tahu. Kurasa ini karena aku belum betul-betul mengenalnya. Tapi aku ingin mencari tahu mengenai dirinya, aku ingin mengetahui dengan benar-benar tentang seseorang yang kusukai.”

Baekhyun pun terdiam dan mengangguk mengerti, keduanya berpikir untuk mengikuti Luhan sampai rumahnya. Maka itu mereka buru-buru berlari mendekati Luhan yang sudah berjalan agak jauh, mereka mencoba untuk bersikap normal di belakang Luhan dan berpura-pura bahwa rumah mereka ada di dekat rumah Luhan agar Luhan tidak curiga pada niat mereka.

“Hihihi.” Baekhyun dan Taeyeon pura-pura membicarakan sesuatu yang lucu karena Luhan tampak mulai curiga pada mereka yang selalu melewati jalan yang sama dengannya. Sampai akhirnya , Luhan sampai di taman, ia memasukinya. Baekhyun dan Taeyeon yang tentu saja tak mau ketahuan mengikutinya pun berjalan meninggalkan taman itu dan beruntung Luhan duduk di bangku yang berada di dekat pagar taman itu. Jadi Baekhyun dan Taeyeon berdiri di balik pagar itu tanpa sepengetahuan Luhan.

“Apa mereka sengaja mengikutiku tadi karena penasaran dengan kata-kataku ?” kata Luhan malas sambil memandang dengan tatapan kosong ke air mancur di depannya. Otak Taeyeon yang pintar itupun mulai memasukkan ucapan Luhan barusan ke otaknya.

“Tapi meski mereka tahu mengapa aku berbicara begitupun kurasa mereka tak akan mengerti mengenai masa laluku,” lanjut Luhan sambil melipat tangannya.

“Mereka pasti tak tahu bagaimana rasanya apabila orang yang kusayangi dibunuh oleh orang yang kusayangi juga,” kata Luhan sambil mengepalkan tangannya. Taeyeon membulatkan matanya, sepertinya ia mulai mengerti bagaimana masa lalu Luhan.

“Mengapa sahabatku, bukan, mantan sahabatku bisa membunuh sepupuku yang paling dekat denganku ? Aku masih tidak mengerti apa yang sebenarnya ia pikirkan !” seru Luhan. Taeyeon terdiam sambil berusaha menahan air matanya, ia paham bagaimana rasa sakit di hati Luhan. Baekhyun yang memperhatikan ekspresi Taeyeon pun berkata, “ada apa ?”

“T-Tidak, sudahlah. KIta pulang saja, kurasa aku sudah mengetahui maksud Luhan,” kata Taeyeon sambil melangkah pergi dan menatap Luhan sekilas.

“Aku tak pernah menyangka dibalik ekspresi dinginnya itu tersimpan kesedihan yang mendalam..”

*****

Keesokan harinya, Taeyeon bersikap agak berbeda pada Luhan. Ia tak lagi se-ekspresif kemarin dalam mendekati Luhan. Ia lebih banyak menunjukkan ekspresi sedihnya pada Luhan.

Luhan merasa agak aneh dengan tingkah laku Taeyeon. Setahunya , Taeyeon yang ia kenal dari kecil dulu itu menyukainya dan tak pernah bersikap sedingin ini padanya.

“Ada apa ?” tanya Luhan pelan pada Taeyeon. Taeyeon yang sadar bahwa Luhan tengah bertanya padanya pun buru-buru menyembunyikan semburat merahnya dan menggeleng kaku. Luhan merasa curiga pada sikap Taeyeon. Ia merasa bahwa kemarin Baekhyun dan Taeyeon mengikutinya, dan hari ini tingkah Taeyeon agak aneh, apa bisa jadi Taeyeon mendengar ucapannya di taman kemarin ?

“Jawab aku dengan jujur, apa kemarin kau mengikutiku sampai di taman ?” tanya Luhan. Taeyeon menggigit bibirnya, ia tak tahu harus menjawab apa karena ia tak mau Luhan marah padanya, bisa jadi ucapan Luhan kemarin itu rahasia, tapi ia malah mendengarnya dengan jelas.

“A-aku mengikutimu,” jawab Taeyeon jujur. Akhirnya ia lebih memilih untuk jujur.

“Jadi benar dugaanku, kau seperti ini pasti karena terkejut dengan ucapanku saat di taman kemarin. Tak seharusnya aku berbicara mengenai itu di tempat seperti itu ya,” kata Luhan sambil menyunggingkan smirk atau senyuman miringnya. Taeyeon terdiam, melihat smirk Luhan, Taeyeon semakin khawatir jika Luhan benar-benar marah pada dirinya.

“Tapi ya sudahlah, lagipula itu juga bukan rahasia. Banyak yang sudah tahu mengenai hal itu,” kata Luhan malas. Taeyeon membulatkan kedua matanya kaget, “banyak yang tahu ? Tapi mengapa aku baru mengetahuinya kemarin ?”

“Tak banyak yang membicarakan mengenai hal ini, tapi kebanyakan sudah tahu bahwa aku ingin balas dendam pada sahabatku itu,” kata Luhan sambil menopang dagunya. Taeyeon seolah melihat sisi lain dari Luhan pada hari ini dan kemarin. Ia tak sadar bahwa Luhan menyembunyikan semua ini dari orang lain dengan ekspresi dinginnya.

“Mengapa hanya dengan duduk bersamamu saja aku seperti bisa mengetahui dirimu lebih banyak ? Seharusnya sebagai fansmu aku mengetahui ini lebih dulu,” kata Taeyeon sambil mencibir. Tiffany yang tengah duduk di belakang Taeyeon pun mendengar semua perbincangan antara Luhan dan Taeyeon.

“Taeyeon, Taeyeon.. Bahkan aku sudah tahu tentang ini dari dulu, tapi aku sudah terpesona dengan tampannya wajah Luhan maka itu aku nyaris lupa tentang ini,” kata Tiffany sambil tersenyum lebar dan menatap kearah Luhan.

“Huff, terserah dirimu saja,” kata Taeyeon sambil mendengus kesal lalu menatap kearah papan.

To be continued

Mian agje, ini masih awal , nanti di next chapter mungkin baru ada sad-sadnya🙂 , pls komen ya !

49 thoughts on “Day By Day [1/4]

  1. Baru kebaca nih thor, abis seharian ini sinyal minta digebuk -_- jadi kalo malem2 sinyalnya bagus gitu/???? Aigoo itu sahabatnya Luhan kejem ngapain bunuh sepupu luhan, adooh mistery/? Yang ke 2nya udah di post ya? Nanananana makasih thor muach;*

  2. daebak thor..kren bgt ff nya..
    emg mrip sama line kiasah cinta sakura sasuke dan naruto.
    tpi tetep ada bdanya kok.
    dan ini kren bgt.lanjutkan

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s