Appa, Bogoshipta Scene 7

Appa, Bogoshipta Scene 7

Present by

Lee Midah

Cast :

Xi Luhan EXO-M    ||    Kwon Yuri SNSD

Kim Taeyeon SNSD

Sub cast

Oh Sehun Exo-K  || Lee Sunny SNSD || Lay Exo-M || Lee Ahreum ( OC ) || Im Yoona SNSD

Other Exo SNSD

Genre Romance Fluff Hurt Family | Length Multichpater | Rating PG-16

Disclaimer

Cerita terinspirasi dari film kayaknya tapi kagak tahu film apa hahaha😄, ceritanya mungkin pasaran jadi jika ada kesamaan plot cerita atau gambaran tokoh itu hal tidak disengaja dan cerita ini Sequel dari Believe Me, I Love You My Yul😀 . Cast All belong to theyself, they parent and God.

Note :

®Fanfiction Copyright Exoshidae Fanfiction © Lee Midah

If You Don’t Like Pairing Couple, Don’t Read And Close Your Tab!!!

Don’t Bashing!!!! Typo is Art of Writing ^__^

Happy Reading!!! ^__^

Seluruh reporter sudah bersiap – siap didalam sebuah ruangan untuk melakukan pers konference sebelum comeback yang akan dilakukan Luhan. Semua orang dibuat cemas karena Luhan belum juga memperlihatkan batang hidungnya.

“ Sunny-a, apa kau melihat Luhan? “, tanya Suho pada Sunny.

“ Anio Oppa. Luhan Oppa sudah pergi pagi sekali “, jawab Sunny.

“ Aish! Kemana dia? Seharusnya dia sudah siap sekarang “, kesal Suho.

Luhan tiba digedung dimana dia akan melakukan konser juga pers konference, dia merapatkan topinya karena fans sudah memenuhi gedung itu. Dengan susah payah Luhan masuk dan akhirnya dia pun bisa masuk tanpa diketahui fans.

“ Kau kemana saja eoh?! Kau hampir mengacaukan semuanya! “, marah Suho saat melihat Luhan.

“ Masih ada waktu 10 menit. Aku harus mengurus sesuatu dulu “, jawab Luhan yang langsung di tangani oleh make up artist.

Suho tidak bisa berbuat apa – apa karena dia berpikir yang penting Luhan sudah datang. Sunny menghampiri Luhan yang masih ditangani oleh make up artist.

“ Kau kemana saja Oppa? “, tanya Sunny.

“ Aku ada urusan dulu “, jawab Luhan.

“ Apa ini masalah… “, Sunny menggantungkan ucapannya karena Luhan menoleh padanya dan mengangguk, Sunny pun mengerti maksudnya.

“ Oppa, kau harus sabar ya “, ujar Sunny sambil mengusap pundak Luhan dan Luhan tersenyum sambil mengangguk.

~o0o~

Sehun mencoba mencari pekerjaan untuk menambah biaya perawatan Yuri juga biaya kehidupannya di Seoul. Dia menjadi seorang pengantar makanan disebuah restoran. Setelah melakukan pekerjaannya Sehun kembali ke rumah sakit dimana Yuri di rawat.

Yuri yang baru selesai berkonsultasi dengan Dokter tentang kondisinya berjalan menuju kamar inapnya, walaupun Sehun tidak ada ia tetap pergi sendiri dengan tubuhnya yang masih lemah.

“ Eh lihat itu! Luhan sudah melakukan comebacknya! “, tunjuk seorang suster pada layar televisi yang berada diruangan seorang pasien.

Yuri pun menolehkan kepalanya untuk melihat layar televisi, dia melihat Luhan mulai menyanyikan single terbarunya yang digarap dengan Yuri sebagai model MVnya.

“ Cukhahamnida Luhan-ssi, akhirnya penggemarmu bisa mendengarkan juga melihat penampilan terbaru dari single albummu lagi setelah vacum selama satu tahun. Apa ada yang sangat berperan penting dalam single terbaru ini? “, tanya seorang MC saat mengadakan wawancara pada Luhan, Yuri tetap berdiri menatap Luhan di layar televisi. Terkadang dia tersenyum karena bisa memandangi wajah tampan Luhan lagi.

“ Tentu saja, selalu ada yang berperan penting dalam hidupku. Seseorang yang sangat berharga bagiku sampai kapan pun “, jawab Luhan.

“ Jinjja? Nuguseyo? Apa dia seorang yeoja? “, tanya MC itu penasaran namun Luhan hanya menjawabnya dengan senyuman, senyuman yang begitu menyakitkan bagi Yuri karena tatapan Luhan memancarkan kesedihan yang mungkin hanya dia yang bisa melihatnya sendiri.

“ Tidakkah kau ingin mengatakan sesuatu padanya meskipun kami semua pasti bertanya – tang siapa orang beruntung itu? “, tawar MC.

“ Aku tidak akan mengatakan apapun, tapi lagu ini benar – benar untukmu. Kuharap kau bisa menikmatinya dan mengerti perasaanku “, ucap Luhan memandangi pada kamera.

“ Uuuuuhhhh… Romatis sekali! Aku jadi ingin menjadi orang itu “, ucap sang MC yang membuat penonton bersorak dan Luhan hanya terkekeh saja.

“ Siapa yang menjadi orang beruntung itu? “, tanya seorang suster pada temannya.

“ Neh, dia pasti sangat beruntung dicintai oleh seorang Xi Luhan “, setuju suster lainnya yang merasa iri.

Apa aku seberuntung yang  kalian katakan? “, batin Yuri sedih.

Taeyeon bersama Omma Lay baru pulang dari kegiatan Omma Lay. Taeyeon menjadi pusat perhatian dan membuat teman – teman Omma Lay menyukainya karena tingkahnya yang polos dan membuat mereka semua tertawa.

“ Taeyeon-a, kau ingin menonton? Lay mengatakan kalau artis yang bekerja sama dengannya sedang konser sekarang “,tawar Omma Lay membuat Taeyeon mengangguk walaupun dia tidak mengerti.

“ Neh, halmoni “, jawab Taeyeon.

Saat televisi itu menyala, terlihat Luhan sedang menyanyikan sebuah lagu dari salah satu singlenya.

“ Ajushii tampan!!! “, seru Taeyeon sambil menunjuk layar televisi.

“ Ajushii tampan? “, tanya Omma Lay heran, dia pun melihat layar televisi yang ditunjuk Taeyeon.

“ Ah… kau benar. Dia ajushii yang sangat tampan “, ucap Omma Lay yang melihat layar televisi.

“ Wahhh…. “, kagum Taeyeon membuat Omma Lay tersenyum.

Mereka terus menonton, Taeyeon tidak mengalihkan pandangannya dari televisi. Omma Lay hanya geleng – geleng melihat Taeyeon karena menurutnya jarang sekali anak berumur 5 tahun menyukai seorang artis dewasa.

Setelah lagu berakhir, Yuri merasakan air matanya turun karena lagu itu menceritakan seorang namja yang berharap cintanya kembali. Semua lirik itu menceritakan perasaan Luhan padanya. Yuri tidak bisa menahan isaknya yang sulit dia tahan karena dadanya susah terasa sesak.

“ Noona “, panggil Sehun membuat Yuri menoleh.

Sehun heran melihat Yuri menangis, dia tidak tahu mengapa Yuri menangis.

“ Kau kenapa Noona? “, tanya Sehun, Yuri menghapus air matanya lalu mencoba tersenyum.

Sehun menolehkan kepalanya kearah televisi, dilihatnya Luhan yang sudah mengakhiri lagunya dengan tepukan para penonton yang sangat meriah.

“ Aku ingin kembali ke kamar “, ucap Yuri mulai berjalan menuju kamarnya sedangkan Sehun hanya mentapnya sedih.

“ Jika kau masih sangat mencintainya, mengapa kau menyiksa dirimu sendiri Noona? “, lirih Sehun.

~o0o~

“ Good job, Luhan! Semua penggemarmu sangat puas dengan penampilanmu! “, puji Suho namun Luhan hanya menjawabnya dengan senyum tipis.

“ Apa aku ada jadwal lain lagi, Hyung? “, tanya Luhan.

“ Hmmm kalau tidak salah, kau ada satu sesi wawancara dengan sebuah tabloid ternama mengenai albummu ini. Tapi beberapa jam lagi reporter itu akan datang “, jawab Suho dan Luhan pun mengangguk.

“ Oppa, minumlah “, ucap Sunny memberikan minuman pada Luhan.

“ Gomawo “, Luhan mengambil minuman itu lalu meneguknya.

“ Kau sangat keren, Oppa “, puji Sunny.

“ Aku ingin dia melihatnya Sunny-a. Aku ingin dia merasakan kalau aku menginginkannya kembali “, gumam Luhan.

“ Semoga saja dia mendengarnya Oppa “, ucap Sunny.

“ Luhan Oppa! Daebak!!! “, datang Ahreum sambil teriak membuat Sunny menutup telinganya.

“ Ya! Kau itu! Tidak bisakah tidak berteriak?!! “, kesal Sunny.

“ Biar saja! Aku sangat menyukai penampilanmu Oppa “, ujar Ahreum yang langsung duduk disamping Luhan.

Luhan hanya menatapnya malas, dia terlalu lelah untuk menanggapi Ahreum yang terus memujinya membuat kepalanya pusing.

“ Ahreum-a, bisakah kau diam? Aku lelah dan butuh istirahat. Sebentar lagi akan ada sesi wawancara dengan sebuah tabloid. Jadi bisakah kau membiarkan aku istirahat? “, pinta Luhan dengan nada datar.

“ Geurae, kalau begitu aku akan menemanimu disini “, ucap Ahreum namun Luhan tidak peduli.

Sunny yang kesal meninggalkan ruangan itu, semakin lama dia melihat Ahreum semakin kesalnya bertambah. Saat keluar Sunny menabrak Lay yang sedang berjalan.

“ Ouch! “, ringis Sunny yang hampir terjatuh namun Lay langsung memeluknya untuk menahan tubuh Sunny.

“ Gwenchana Sunny-ssi? “, tanya Lay tanpa melepaskan pelukannya.

Sunny merasa kaget dengan posisi mereka, namun dia tidak bergerak sama sekali. Lay menatap Sunny heran yang masih terdiam, dia pun mendekatkan wajahnya pada Sunny.

“ Apa kau tidak apa – apa? “, tanya Lay lagi membuat Sunny kaget dengan jarak mereka lalu mendorong tubuh Lay membuat Lay jatuh.

“ Akh! “, ringis Lay saat dirinya menyentuh lantai.

“ Oh Mianhae, aku hanya kaget “, sesal Sunny membantu Lay berdiri.

“ Gwenchana, yang penting kau tidak apa – apa “, jawab Lay mengusap bokongnya.

Tiba – tiba saja wajah Sunny memerah mendengar ucapan Lay, Sunny pun salah tingkah dan bingung harus melakukan apa.

“ Apa kau benar – benar tidak apa – apa? “, tanya Lay yang melihat sikap Sunny aneh.

Sunny menatap Lay lagi namun sekarang jantungnya berdegup kencang. Sunny pun langsung lari meninggalkan Lay yang masih menatapnya heran.

“ Ada apa dengannya? “, tanya Lay bingung setelah itu dia berjalan kembali untuk pekerjaannya.

“ Mengapa aku jadi berdebar begini? “, tanya Sunny sambil memegang dadanya.

~o0o~

“ Sehun-a, jangan terlalu memaksakan diri untuk bekerja keras. Aku tidak ingin kau sakit karena kelelahan “, ucap Yuri yang melihat Sehun bersiap – siap untuk kerja malan di sebuah pembangunan.

“ Gwenchana Noona. Aku tidak apa – apa “, jawab Sehun.

“ Tapi kau tadi pagi sudah bekerja, harusnya kau istirahat sekarang “, ucap Yuri.

“ Noona, lihatlah aku masih kuat. Kau tidak usah mengkhawatirkan aku yang harus kau khawatirkan adalah kesehatanmu agar kita bisa menemukan Taeyeon secepatnya “, ucap Sehun sambil tersenyum, Yuri terdiam mendengar nama Taeyeon. Ia begitu merindukannya sekarang yang tidak tahu dimana.

“ Noona, jangan khawatir. Kita pasti menemukannya. Aku janji “, ucap Sehun yakin.

“ Gomawo, kau selalu membantuku sampai aku tidak tidak tahu bagaimana membalasnya “,

“ Noona, aku melakukan semua ini dengan senang hati. Jadi jangan merasa sungkan padaku “, Yuri pun tersenyum pada Sehun.

Senyumlah seperti itu Noona, karena jika kau tersenyum seperti itu aku sangat bahagia “, batin Sehun.

“ Hati – hati! Jangan sampai terluka atau sakit“, peringat Yuri saat Sehun akan pergi.

“ Neh “, Sehun pun meninggalkan Yuri di kamarnya untuk bekerja. Yuri membaringkan tubuhnya lalu menatap langit – langit rumah sakit sebelum memejamkan matanya.

Sehun berjalan menuju tempat kerjanya, saat ditengah jalan Sehun melihat seorang yeoja yang sedang diganggu oleh beberapa namja. Terlihat yeoja itu ketakutan saat salah satu dari namja itu mnyentuhnya. Sehun melihat jam tangannya dan dia sudah terlambat pergi bekerja tapi perasaannya mengatakan kalau dia tidak bisa membiarkan yeoja itu begitu saja.

“ Ya! Dia bilang tidak mau! Apa kalian tuli? “, tanya Sehun menghampiri yeoja yang diganggu itu.

“ Siapa kau? “, tanya salah satu namja dari ketiga namja yang mengganggu gadis itu.

“ Hey! Anak muda! Pikirkan saja urusanmu sendiri! “, ucap salah seorang namja dengan senyum meremehkan.

“ Tolong aku! Jebal! “, pinta yeoja itu membuat Sehun tersenyum menyeringai.

“ Sayangnya ini sudah menjadi urusanku , karena dia meminta tolong padaku “, ucap Sehun.

Para namja itu mulai kesal dan marah, mereka mencoba memukul Sehun namun dengan mudah Sehun menahannya lalu membalasnya. Terjadi perkelahian hebat yang membuat pelipis Sehun berdarah namun hal itu tidak membuat Sehun terjatuh. Dia terus memukul para namja itu sampai para namja itu kabur terbirit – birit.

“ Gwenchana? “, tanya yeoja yang ditolongnya.

“ Neh, Gwenchana “, jawab Sehun.

“ Tapi kau berdarah. Jakkaman! “, ucap yeoja itu mengambil sebuah tisu lalu menghapus darah dipelipis Sehun.

“ Mianhae, tapi aku sedang buru – buru. Lain kali jangan berjalan sendirian di jalan sepi seperti ini. Karena sangat berbahaya untukmu “, ucap Sehun lalu pergi meninggalkan yeoja itu.

“ Apa dia tidak tahu siapa aku? Tapi dia tampan juga “, gumam yeoja itu sambil tersenyum melihat Sehun pergi meninggalkannya.

~o0o~

“ Taeyeon-a, samchon membawakanmu ice cream. Igeo! “, ucap Lay pada Taeyeon.

“ Waaahhhhh…. Gomawo Samchon “, girang Taeyeon sambil menghampiri Lay.

“ Bagaimana pekerjaanmu Lay? “, tanya Omma Lay.

“ Seperti biasa Omma, cukup melelahkan. Apa Taeyeon baik – baik saja? “, tanya Lay.

“ Neh, dia anak yang baik dan ceria. Semua teman – teman Omma menyukainya. Kasihan sekali orang tuanya, mereka pasti khawatir dengannya. Oia apa kau sudah menemukan siapa orang tua anak ini? “, tutur Omma Lay.

“ Anio, aku belum sempat karena pekerjaanku begitu menumpuk Omma “, jawab Lay.

“ Kau harus segera menemukan mereka “, ucap Omma Lay membuat Lay mengangguk.

“ Taeyeonnya, apa yang kau lakukan hari ini? “, tanya Lay mendekati Taeyeon yang sedang memakan es krimnya.

“ Aku bernyanyi bersama halmoni dan semua halmoni “, jawab Taeyeon.

“ Jinjja? Kau bisa bernyanyi?”, tanya Lay.

“ Neh, samchon ingin lihat? “, tawar Taeyeon dan Lay mengangguk.

 Taeyeon berdiri lalu menyanyikan lagu tiga beruang ( lagu Han Jieun di Full House ) Lay tersenyum karena menurutnya Taeyeon sangat berbakat untuk menjadi penyanyi. Lay bertepuk tangan saat Taeyeon mengakhiri lagunya.

“Daebak!!! Taeyeon Jjang!!! “, puji Lay sambil mengacungkan kedua ibu jarinya.

Taeyeon melihat tas Lay yang tergeletak, disana terdapat sebuah gambar yang menarik perhatiannya. Taeyeon mengambil gambar itu dan wajahnya terlihat senang.

“ Ajushii tampan!!! “, seru Taeyeon senang membuat Lay menoleh.

“ Ajushii tampan? Nuguseyo? “, tanya Lay menghampiri Taeyeon.

Dengan senyum mengembang Taeyeon memperlihatkan gambar Luhan yang menjadi cover albumnya.

“ Maksudmu Luhan Hyung? Apa kau menyukainya? “, tanya Lay.

“ Neomu joahaeyo! “, jawab Taeyeon sambil tersenyum senang.

“  Jinjja? Apa kau ingin bertemu dengannya? “, tanya Lay.

Taeyeon semakin sumringah dan mengangguk cepat. Lay tersenyum melihat kepolosan Taeyeon yang mengidolakan penyanyi dewasa.

“ Samchon akan mengajakmu, tapi nanti jika Luhan Hyung dalam waktu senggang. Kau mau? “, tanya Lay lagi.

Taeyeon mengangguk lagi membuat Lay mencubit pipinya gemas.

~o0o~

“ Apa kau belum menemukannya? “, tanya Luhan pada seseorang diseberang teleponnya.

“ Anio, aku belum menemukannya karena sulit sekali jika mencarinya tanpa ada petunjuk apapun. Hanya saja data yang kau minta sudah aku dapatkan. Aku akan memberikannya nanti “, jawab orang itu.

“ Geurae, aku akan menunggunya “, ucap Luhan.

“ Oppa, mereka sudah datang! “, panggil Sunny membuat Luhan berbalik.

Kini didepannya seorang reporter juga cameraman yang siap untuk mewawancarainya.

“ Anyeonghaseyo Luhan-ssi, aku Park Jiwon dari Star magazine “, ucap seorang reporter.

“ Neh “, jawab Luhan singkat.

“ Kami ingin bertanya seputar album terbarumu juga tentang proses pembuatan MVnya. Kudengar ada perubahan model Mv? Bagaimana prosesnya? Dan kudengar juga model baru itu sangat profesional sehingga tidak menghabiskan waktu lama untuk syutingnya? Bisa kau jelaskan pada kami? “, tutur sang reporter dengan rentetan pertanyaan.

Luhan menjawab dengan santai semua pertanyaannya, bahkan saat reporter itu bertanya mengenai seseorang yang Luhan sebut dipanggung comebacknya Luhan hanya tersenyum seperti apa yang dilakukannya saat MC bertanya hal yang sama.

“ Haaaaah…. sungguh melelahkan “, desah Luhan setelah wawancaranya selesai, tidak hanya badannya yang dia rasakan lelah tapi hatinya juga.

Luhan pun mengingat Yuri yang masih di rumah sakit, dia pun beranjak untuk melihat Yuri. Sunny yang melihatnya pun bertanya.

“ Kau mau kemana Oppa? “, tanya Sunny.

“ Aku ingin pergi ke rumah sakit “, jawab Luhan yang sudah bergegas.

“ Siapa yang sakit? “, sebelum Sunny mendapat jawabannya, Luhan sudah pergi meninggalkannya.

“ Sunny-ssi, Luhan mau kemana? “, tanya Lay yang tiba – tiba muncul membuat Sunny kaget.

Sunny kembali merasakan jantungnya berdegup kencang apalagi saat Lay menatapnya. Sunny pun lari meninggalkan Lay karena gugup dan dia tidak tahu mengapa dirinya selalu salah tingkah didepan Lay akhir – akhir ini.

“ Kenapa dia selalu lari saat melihatku? “, bingung Lay sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Luhan tiba dirumah sakit, dia tidak melihat Sehun karena Sehun sedang bekerja. Saat akan masuk kamar Yuri, Luhan melihat sosok yang dia kenal. Sosok yang sudah tidak asing dengannya masuk ke sebuah ruangan dimana Dokter itu yang menangani penyakit Yuri. Luhan pun mendekati ruangan Dokter itu dan berdiri di dekat pintu untuk mendengarkan apa maksud dari orang itu menemui Dokter Yuri.

“ Anyeonghaseyo Mr. Xi, ada yang bisa saya bantu? “, tanya Dokter pada seseorang yang ternyata Appa Luhan.

“ Apa kau yang menangani, pasien yang bernama Kwon Yuri? “, tanya Mr. Xi, Luhan semakin pensaran kenapa Appanya bertanya tentang Yuri?

“ Neh, waeyo? “

“ Apa penyakitnya parah? “, tanya Mr. Xi.

“ Penyakit yang dideritanya cukup parah, jika tidak cepat ditangani kemungkinan penyakitnya akan lebih parah dan juga bisa menyebabkan kematian “, jelas Dokter.

“ Kalau begitu, bisakah kau menyuruhnya untuk berobat di luar negri? Aku akan membayarkan semua biaya pengobatannya. Asalkan kau mau merekomendasinya untuk keluar negri “,

“ Mengapa anda ingin dia diobati di luar negri? Negara kita masih mampu untuk menangani penyakit yang dideritanya “,

“ Kau ikuti saja permintaanku karena bukankah diluar negri penanganannya lebih terjamin? “, ujar Mr. Xi.

“ Baiklah jika itu yang kau minta, tapi apa hubungan anda dengan Yuri? “, tanya Dokter itu heran.

“ Dia puteri temanku “, jawab Mr. Xi membuat Dokter itu mengangguk.

Mengapa Appa menyuruh Yuri ke luar negri? Apa maksudnya? “, batin Luhan.

Setelah selesai bicara Mr. Xi keluar dari ruangan itu dengan senyuman. Terlihat rencananya akan berhasil dengan mulus.

“ Jika dia ke luar negri, dia tidak akan bertemu Luhan lagi dan aku bisa segera menikahkan Luhan dengan Ahreum “, ucap Mr. Xi dengan senyum menyeringai.

“ Jadi kau ingin memisahkan aku dengan Yuri lagi? “, tanya Luhan membuat Mr. Oh terdiam dan berbalik menatap pada Luhan yang kini bersandar di tembok.

“ Luhan?! Apa yang kau lakukan disini?! “, kaget Mr.Xi melihat puteranya.

~o0o~

Sutradara Micky mengontak Lay untuk bertemu, Lay memang sering bekerja sama dengan Sutradara Micky dan Lay juga bekerja di agency Luhan. Setelah bertemu di sebuah cafe, terlihat Lay merasa Sutradara Micky yang tersenyum padanya. Lay heran karena biasanya Sutradara Micky selalu marah padanya.

“ Sutradara-nim, ada perlu apa kau memanggilku kesini? “, tanya Lay.

“ Lay-ssi, kenalkan dia adalah Jung Yunho. Seorang produser  ternama di Korea “,

“ Anyeonghaseyo “, sapa Lay dan Yunho pun tersenyum.

“ Kami bertemu denganmu karena Yunho-ssi ingin bertanya tentang Yuri, model MV Luhan yang kemarin kerja sama dengan kita “, jelas Sutradara Micky.

“ Yuri? Kwon Yuri? “, tanya Lay.

“ Neh, apa kau tahu cara mengontaknya? Aku ingin menawarinya bermain drama baru yang akan kami garap. Setelah melihatnya di MV milik Luhan, aku yakin dia sangat cocok membintangi film ini “, jelas Yunho.

“ Drama? “,

“ Apa kau tahu dimana kami bisa mengontaknya? “, tanya Sutradara Micky membuat Lay menggaruk kepalanya.

“ Aku juga tidak tahu dimana dia sekarang “, jawab Lay membuat kedua namja itu menatapnya heran.

“ Aku hanya bertemu dengannya di Jeju saat kita membutuhkan model pengganti. Tapi aku tidak mengetahui dimana dia tinggal atau apa pekerjaannya “, jelas Lay.

“ Lay-ssi, kami berharap kau bisa mengontaknya karena kami yakin dia cast yang cocok untuk film ini. Jika kau bisa membantu kami, kami akan memberimu bayaran yang cukup“, ucap Yunho membuat Lay menatap kaget.

“ Jinjja?! “,

“ Neh, aku yakin drama ini pasti sukses besar jika Yuri bisa memainkannya “, timpal Sutradara Micky.

Lay pun berpikir untuk mencobanya dan dia pun memutuskan untuk menerimanya. Kedua namja itu meninggalkan Lay setelah menerima keputusan Lay untuk mencoba mengontak Yuri.

“ Tapi aku benar – benar tidak tahu dimana Yuri itu “, bingung Lay.

Lay kembali ke gedung agency dimana dia bekerja. Dia melihat Sunny dan menghampirinya, semoga dengan bertanya pada Sunny dia bisa menemui Yuri.

“ Sunny-ssi? “, panggil Lay.

Sunny yang melihatnya menjadi gugup, dia tidak tahu mengapa dia merasakan hal itu saat dekat dengan Lay.

“ Neh, Wae? “, tanya Sunny tak berani menatap Lay.

“ Apa kau tahu dimana Yuri? Aku lihat dulu kau sempat akrab dengannya? “, tanya Lay membuat Sunny akhirnya menoleh.

“ Yuri? Ada urusan apa kau ingin bertemu dengannya? “, tanya Sunny penasaran.

“ Sutradara Micky menyuruhku menemuinya karena seorang produser ingin menjadikannya pemain utama di drama terbaru mereka “, jelas Lay.

“ Jinjja?! “, tanya Sunny tidak percaya.

“ Neh, tapi aku tidak tahu dimana dia tinggal. Apa kau tahu? “, tanya Lay berharap Sunny tahu.

“ Anio, aku juga ingin sekali mengetahuinya “, jawab Sunny membuat Lay kecewa.

“ Lay-ssi, Hmm… mau… aku… “, ucap Sunny gugup membuat Lay menatapnya.

“ Waeyo? Mengapa kau gugup seperti itu? “, tanya Lay aneh dengan sikap Sunny.

“ Apa… kau ada waktu besok? Aku ingin me… mintamu menemaniku untuk pergi ke taman hiburan “, pinta Sunny membuat Lay kaget.

“ Neh?! Kau mengajakku ke taman hiburan? “, tanya Lay tidak percaya.

“ Ya! Jangan terlalu keras. Jika kau mau datang saja tapi kalau tidak mau ya sudah “, kesal Sunny karena Lay terlihat tidak mengerti maksudnya.

“ Jakkaman! Aku mau! “, jawab Lay membuat Sunny tersenyum.

“ Geurae, aku tunggu pukul 1 satu siang. Awas jangan sampai kau terlambat! “, perintah Sunny membuat Lay mengangguk.

Sunny kembali tersenyum meninggalkan Lay sendiri. Walaupun masih heran tapi Lay merasa sangat senang diajak oleh Sunny. Biasanya Sunny selalu galak padanya.

“ Tadi Sutradara Micky yang baik padaku, sekarang Sunny. Apa kesialanku sudah berakhir? “, gumam Lay senang.

~o0o~

“ Jawab Aku Appa? Apa maksudmu meminta Dokter itu mengirim Yuri ke rumah sakit? “, tanya Luhan menatap Appanya saat mereka ada dibangku taman rumah sakit.

“ Aku hanya tidak ingin dia mengganggumu lagi! “, jawab Appa Luhan.

“ Mengganggu?! Kau tahu aku tidak bisa hidup tanpanya, kau tahu aku sangat mencintainya? Apa kau yang menyuruhnya untuk meninggalkan aku dulu?! “, tanya Luhan dengan tatapan sedih bercampur emosi.

“ Dia tidak pantas untukmu, kau lebih pantas dengan Ahreum “, jawab Appa Luhan.

“ Kau tidak bisa memaksaku untuk bersama dengan Ahreum. Yeoja yang aku cintai hanya Yuri dan aku hanya ingin bersamanya “, ucap Luhan.

“ Dia tidak mencintaimu, dia sudah meninggalkanmu dan sekarang dia sudah memiliki namja lain. Apa kau masih mengharapkannya?! “, tanya Appa Luhan dengan nada tinggi.

“ Anio, aku tahu dia masih mencintaiku dan namja itu bukan kekasihnya. Aku tahu yang sebenarnya dan yang tidak aku habis pikir kenapa kau menyuruhnya meninggalkan aku? Wae Appa?!! Wae?!!! “, emosi Luhan tidak tertahankan lagi.

“ Kau tahu aku sangat menderita berpisah dengannya? Aku bahkan tidak tahu, Appaku sendiri yang merusak hidupku. Kau mengancamnya untuk meninggalkanku. Bahkan kau menyuruhnya menandatangani surat perjanjian segala. Kau tidak tahu perasaanku kehilangan puteriku? Darah dagingku? Aku malu memiliki Appa sepertimu yang selalu menilai seseorang dari status dan martabatnya. Aku kecewa padamu! “, ucap Luhan meninggalkan Appanya sambil membanting sebuah amplop besar yang berisi data – data yang ia dapatkan dari orang suruhannya..

Flashback

“ Ini yang kau minta “, ucap seorang namja memberika amplop pada Luhan.

“ Gomawo, ini bayaranmu! “,

“ Jika kau butuh apa – apa, jangan sungkan untuk bilang padaku Luhan “,

“ Kau memang bisa diandalkan Kai “, ucap Luhan dan namja bernama Kai itu pun meninggalkan Luhan.

Luhan membuka data yang diberikan Kai. Dia menatap tidak percaya bahwa selama ini yang mencoba memisahkan dirinya dan Yuri adalah Appanya sendiri. Appanya mengancam Yuri untuk mengambil puterinya jika dia tidak menghilang dari kehidupan Luhan. Bahkan surat perjanjiannya pun ada dimana tanda tangan Yuri tertera diatas materai saat Yuri akan melahirkan puterinya yang harus dilakukan dengan operasi. Appanya memang tidak suka dengan Yuri karena Yuri hanya seorang yatim piatu yang tinggal dipanti asuhan. Dia merasa hubungan Luhan dan Yuri membuatnya malu sebagai seorang pejabat negara. Hal itu membuatnya nekad untuk memisahkan Yuri dan Luhan padahal Yuri akan melahirkan puteri Luhan yang juga akan menjadi cucunya.

Flashback End

Appa Luhan membuang semua data itu ke tong sampah di pinggirnya. Semua yang dia lakukan sia – sia karena Luhan sudah mengetahui kebenarannya. Dia hanya menghela nafasnya panjang lalu pergi bersama sopir dan assistantnya.

~o0o~

Yuri merasakan pintu kamarnya terbuka, dia mengira kalau Sehun yang datang. Yuri mencoba bangun sambil mencoba menoleh ke arah pintu sambil tersenyum. Namun senyumannya hilang mendapati seseorang yang masuk itu bukanlah Sehun melainkan Luhan. Luhan berjalan mendekati Yuri dengan langkah gontai, dia tidak tahu bagaimana menderitanya Yuri yang disebabkan oleh Appanya. Yuri hanya menatap Luhan bingung, dia tidak menyangka kalau Luhan akan mengunjunginya lagi.

“ Apa lagi yang kau inginkan? “, tanya Yuri mengacuhkan Luhan, namun Luhan hanya diam membuat Yuri menoleh padanya.

“ Mengapa kau diam? “, tanya Yuri lagi dan Luhan hanya menatapnya yang kini sudah berada dihadapan Yuri.

Luhan langsung memeluk Yuri erat membuat Yuri kaget, Luhan sungguh merasa bersalah membiarkan Yuri menderita sendiri selama ini. Seharusnya dia bisa tahu dari awal sehingga Yuri tidak akan menderita seperti ini.

“ Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku! “, pinta Yuri mencoba melepaskan diri namun tubuhnya terasa lemah untuk berontak.

“ Mengapa kau menyimpannya sendiri, Yuri? Wae? Mengapa kau membiarkan dirimu tersiksa seperti ini? “, tanya Luhan membuat Yuri terdiam.

“ Mengapa kau menuruti permintaannya untuk pergi? “,

“ Mengapa kau tidak mengatakannya padaku Yuri, wae? “, tanya Luhan yang tidak melepaskan pelukannya dari Yuri.

Yuri tidak menjawab, dia hanya diam saja mendengar semua ucapan Luhan. Yuri mulai merasakan dadanya sesak menahan isak tangis yang sudah ingin keluar. Kini Luhan sudah mengetahu semua kebenarannya.

“ Aku merasa bodoh dan tidak berguna membiarkan istriku menderita dan mengurus puteriku sendiri “, Luhan mulai menyalahkan dirinya sendiri, hal itu membuat Yuri tidak bisa menahan tangisannya lagi.

Dadanya sudah sangat sesak, dia tidak kuat menahan kesedihannya lagi. Isakan tangisnya semakin kencang membuat Luhan semakin memeluknya erat. Sehun yang melihatnya didepan pintu kamar Yuri hanya bisa diam melihat kejadian itu. Perasaaan Sehun bercampur aduk, antara senang juga sedih. Dia pun tersenyum getir lalu meninggalkan kamar Yuri, memberikan waktu untuk Yuri dan Luhan bersama.

“ Aku rasa saatnya kau mengakhiri penderitaanmu, Noona. Kau berhak mendapatkan kebahagianmu “, gumam Sehun sambil menghapus air mata dipelupuk matanya.

Saat Sehun berjalan keluar, terlihat seorang yeoja yang menatapnya sampai yeoja itu menghentikan Sehun.

“ Cheogieo! “, ucap yeoja itu membuat Sehun menoleh.

“ Kau yang kemarin menolongku kan? “, tanya yeoja itu sambil membuka topinya.

“ Oh… kau yeoja yang kemarin malam? “, ucap Sehun membuat yeoja itu tersenyum karena Sehun masih mengingatnya.

“ Aku belum berterima kasih padamu, gomawo jika kau tidak menolongku aku mungkin tidak tahu apa yang terjadi nantinya “, ucap yeoja itu.

“ Gwenchana, aku juga hanya kebetulan lewat “, jawab Sehun.

“ Apa kau sedang ada masalah? “, tanya yeoja itu melihat wajah Sehun yang murung.

“ Anio, ada atau tidak  kau tidak perlu tahu urusanku “, ucap Sehun terdengar datar.

“ Kalau kau mau aku bisa mendengarkanmu atau kau mau aku temani? “, tawar yeoja berkucir kuda itu.

“ Aku tidak butuh. Kau sudah berterima kasih kan? Kalau begitu aku permisi “, pamit Sehun namun sepertinya yeoja itu tetap penasaran karena baru kali ini ada namja yang bersikap dingin padanya.

“ Jakkaman! Namamu siapa? Aku Im Yoona “, tanya yeoja itu namun Sehun seperti tidak mendengarnya.

“ Dia namja yang unik “, gumam Yoona menatap punggung Sehun.

Setelah beberapa menit berlalu Luhan melepaskan pelukannya pada Yuri, dia menatap yeoja cantik itu yang masih terisak. Luhan menghapus air mata Yuri yang mengalir deras, dia tersenyum sambil membelai pipi Yuri.

“ Kau terlihat kurus Yuri, aku lebih suka kau yang dulu “, ujar Luhan membuat Yuri tersenyum.

“ Jangan pernah meninggalkan aku lagi, kau tahu aku tidak bisa hidup tanpamu dan Taeyeon “, tutur Luhan membuat Yuri mengingat sesuatu Taeyeon hilang dan Luhan belum mengetahuinya.

“ Luhan, tentang Taeyeon. Dia… “, belum sempat Yuri mengucapkannya Luhan menyelanya.

“ Aku tahu. Kau tidak usah khawatir. Aku sudah meminta temanku untuk mencarinya “,

“ Mianhae, aku tidak bisa menjaganya dengan baik “, sesal Yuri yang kembali menangis, Luhan menarik Yuri kedalam pelukannya. Dia mengusap kepala Yuri kemudian mencium keningnya.

“ Jangan kau pikirkan hal itu dulu, untuk sekarang kau harus sembuh. Kita akan mencarinya bersama – sama. Arra? “, ucap Luhan namun Yuri bukan orang yang bisa tenang saat kehilangan Taeyeon tapi dia mencoba tenang karena Luhan sudah ada disampingnya.

“ Kita pasti bisa berkumpul lagi “, gumam Luhan dan Yuri semakin membenamkan wajahnya didada Luhan.

~o0o~

“ Ya! Sampai kapan kau akan mengikutiku terus? “, kesal Sehun karena gadis yang bernama Yoona itu terus mengikutinya.

“ Sampai kau memberitahu namamu “, jawab Yoona.

“ Untuk apa kau ingin tahu namaku? “, tanya Sehun lagi yang semakin jengkel.

“ Aku hanya ingin tahu nama penyelamatku, apa tidak boleh? “, ucap Yoona membuat Sehun semakin kesal dibuatnya.

“ Andweh!!! “, bentak Sehun namun tidak membuat gadis cantik itu menyerah.

“ Kau mau kemana? aku ikut ya “, pinta Yoona yang tidak memperdulikan Sehun yang kesal padanya.

Sehun berhenti disebuah kedai soju, rasanya dia ingin minum yang banyak untuk melepaskan perasaan sakit hatinya. Walaupun dia mencoba merelakan Yuri tapi hatinya tetap sakit karena Sehun masih mencintai Yuri. Sehun meminum sojunya diikuti Yoona, Sehun sudah melarang Yoona namun Yoona bersikeras untuk menemani Sehun. Tak terasa mereka pun mabuk namun Sehun masih sadar dan bisa melihat dengan jelas sedangkan Yoona sudah tidak bisa bangun lagi.

“ Aish! Kenapa yeoja ini minum begitu banyak? Jadi merepotkan! “, runtuk Sehun.

“ Ya! Dimana rumahmu? “, tanya Sehun mencoba membangunkan Yoona namun yeoja itu sudah tidak sadarkan diri.

Sehun terpaksa menggendong Yoona dipunggungnya, namun saat dia berjalan beberapa meter dari kedai itu beberapa orang berjas hitam menghentikannya. Mereka pun membawa Sehun juga Yoona masuk ke sebuah mobil yang mewah. Sehun berontak namun efek mabuknya membuat dirinya tidak bisa melawan. Sehun pun pasrah dibawa oleh orang – orang berjas hitam itu tanpa tahu kemana dia akan dibawa.

Keesokan harinya, Sehun mendapati dirinya disebuah kamar yang mewah. Dia melihat kanan – kirinya yang terasa asing untuknya.

“ Dimana aku? “, gumam Sehun yang tidak ingat apa yang terjadi dengannya semalam.

Sehun melihat tubuhnya tanpa busana, dia pun mencoba mengingat apa yang terjadi semalam.

“ Selamat pagi! “, sapa seorang yeoja cantik dengan rambut terurai panjang.

Sehun menatap gadis itu terpaku, sosok yeoja itu mengingatkannya pada Yuri karena mereka sangat mirip sekali.

“ Kau sudah baikkan? “, tanya yeoja itu dengan senyum cerianya.

“ Siapa kau? Mengapa aku bisa berada disini? Dimana aku? “, tanya Sehun.

“ Kau tidak mengingatku dan yang kita lakukan semalam? “, tanya yeoja itu yang pasti adalah Yoona.

“ Semalam? Apa yang terjadi semalam? “, tanya Sehun.

“ Kau… “, belum Yoona menjawab Sehun sudah menyelanya.

“ Tidak mungkin! “,

“ Tidak mungkin? “, bingung Yoona.

“ Kita tidak melakukan apapun kan? “, tanya Sehun, Yoona pun mengerti apa yang dimaksud Sehun.

“ Hahaha… kau pasti mengira yang macam – macam ya? Kita tidak melakukan apapun. Pengawalku membawa kita pulang “, tawa Yoona melihat ekpresi takut Sehun.

“ Kau sangat lucu! Mulai sekarang aku memutuskan untuk menyukaimu dan menjadi yeojacingumu “, ucap Yoona membuat Sehun kaget.

“ Mwo?! “,

“ Neh, karena aku sudah menyukaimu “, jawab Yoona dengan senyum mengembang.

~o0o~

Lay melihat Taeyeon melamun di depan rumahnya, dia pun menghampiri Taeyeon dan duduk disampingnya.

“ Kau memikirkan apa Taeyeon-a? “, tanya Lay.

“ Samchon, aku rindu Omma “, jawab Taeyeon terlihat sedih.

“ Aku ingin bertemu dengannya. Aku takut Omma marah padaku karena cemas. Samchon, bisakah aku bertemu Omma? “, ucap Taeyeon membuat Lay bingung.

Dia ingin sekali mengantarkan Taeyeon tapi kemana? anak ini pun tidak tahu dimana rumahnya.

“ Taeyeon-a, kau tenang saja. Sebentar lagi kau pasti akan bertemu dengan Ommamu. Samchon janji secepatnya akan mencari tahu dimana rumahmu. Jadi kau jangan bersedih ya “, hibur Lay sambil mengusap kepala Taeyeon.

“ Oia samchon akan pergi ke taman bermain, apa kau mau ikut? “, tawar Lay.

“ Taman bermain? “,

“ Neh, disana kau bisa bermain apa saja sesukamu. Samchon yakin kau pasti akan senang pergi kesana “, ucap Lay terlihat wajah Taeyeon berubah ceria, dia pun mengangguk cepat setuju dengan ajakan Lay.

Sunny menunggu Lay dengan kesal, dia memang datang lebih pagi dari jam janjian mereka karena Sunny tidak sabar untuk pergi dengan Lay setelah memberanikan diri mengajaknya.

“ Mianhae, aku terlambat “, ucap Lay membuat Sunny tersenyum lalu berbalik namun senyumannya hilang saat Lay menuntun tangan seorang yeoja kecil.

“ Tidak apa – apa kan aku mengajaknya bersama kita? “, tanya Lay tidak enak.

Aish! Kupikir kami akan jalan berdua “, batin Sunny kecewa.

“ Anio, tentu saja. Siapa namamu anak manis? “, tanya Sunny mencoba bersikap manis.

“ Taeyeon Imnida, ajumha “, ucap Taeyeon.

“ Aigo! Kau manis sekali “, puji Sunny mengusap rambut Taeyeon.

Sunny terlihat berpikir sejenak, dia merasa familiar dengan nama Taeyeon yang sepertinya sudah pernah dia dengar sebelumnya tapi Sunny tidak ingat dimana dan siapa yang menyebutkan nama Taeyeon.

Mengapa aku merasa familiar dengan nama itu? “, batin Sunny.

“ Sunny-ssi, Kaja! “, ajak Lay membuat Sunny tersadar dan mengikuti mereka.

Mereka bertiga bermain layaknya sebuah keluarga, walaupun Sunny sempat kesal karena tidak berjalan berdua tapi kali ini Sunny merasa senang dengan adanya Taeyeon yang melengkapi mereka.

“ Waahhhhh…. aku senang sekali “, ucap Taeyeon membuat Sunny dan Lay tersenyum.

Sunny dan Lay memegang tangan Taeyeon masing – masing sampai seseorang menghentikan mereka.

“ Apa kalian ingin foto keluarga? Kulihat kalian keluarga yang sangat bahagia? “, tawar tukang foto keliling itu.

“ Anio, kami… “, saat Sunny akan mengelak Lay menarik tangan Sunny untuk berfoto.

Sunny yang kaget hanya mengikutinya, mereka pun berfoto bersama layaknya sebuah keluarga bahagia. Setelah mendapatkan fotonya yang masing – masing dimiliki oleh Sunny dan Lay mereka pun melanjutkan bermain lagi sampai puas.

“ Taeyeon-a, apa kau lelah? “, tanya Lay.

“ Neh, samchon “, jawab Taeyeon.

“ Sini samchon gendong “, ucap Lay yang menggendong Taeyeon dipunggungnya.

“ Kau sangat menyukai anak kecil ya? “, tanya Sunny.

“ Neh, mereka sangat lucu “, jawab Lay memasang senyumannya yang membuat pipi Sunny memerah.

“ Lay-ssi, aku ingin mengatakan sesuatu padamu “, ucap Sunny memberanikan diri.

“ Neh, waeyo? “, tanya Lay yang masih berjalan menggendong Taeyeon.

“ Na Joahaeyo “, ucap Sunny membuat Lay berhenti lalu menatap Sunny tidak percaya.

“ Mwo?! “,

“ Aku menyukaimu “, aku Sunny malu – malu.

“ Aku… “, belum Lay mengucapkan sesuatu Sunny sudah mencium pipinya dan langsung lari menuju rumahnya yang sudah dekat.

Lay membeku, dia memegang pipinya yang baru saja dicium oleh Sunny. Lay pun tersenyum senang, dia berjalan dengan gembira menuju rumahnya. Walaupun dia menggendong Taeyeon yang tertidur karena kelelahan tapi dia merasa tidak membawa apa – apa karena hatinya terasa melayang dengan apa yang terjadi baru saja. Sunny pun tidak berhenti tersenyum di dalam kamarnya. Dia menatap foto mereka bertiga yang baru saja diambil ditaman hiburan.

~o0o~

“ Luhan, tidakkah kau akan pulang? “, tanya Yuri pada Luhan yang masih berada disampingnya dan memegang tangannya erat.

“ Aku ingin disini menemanimu “, jawab Luhan sambil menatap Yuri dengan tersenyum.

“ Tapi bukankah kau sedang masa promosi album terbarumu, kau pasti sangat sibuk “, ujar Yuri.

“ Jangan khawatir untuk sekarang sampai besok aku tidak akan menerima pekerjaan dahulu karena aku ingin selalu berada disampingmu. Aku tidak ingin kau merasakan sakit sedangkan aku tidak ada disisimu “, tutur Luhan membuat Yuri tersenyum haru.

Baru kali ini dia merasa bahagia lagi setelah penderitaan panjang berpisah dengan Luhan. Kini mereka bersama lagi walaupun masih ada satu yang kurang yaitu Taeyeon.

“ Jika saja Taeyeon ada disini, aku tidak akan merasa kecewa jika Tuhan mencabut nyawaku saat ini juga “, ucap Yuri yang membuat Luhan menatapnya marah.

“ Jangan ucapkan kata seperti itu! Aku tidak ingin mendengarnya “, ucap Luhan terdengar marah, Yuri hanya tersenyum saja menanggapinya.

“ Permisi, bisakah saya berbicara dengan pihak keluarga? “, tanya Dokter yang masuk ke ruangan itu membuat Luhan dan Yuri menoleh.

“ Oh Luhan-ssi? Mengapa kau ada disini? “, tanya Dokter itu yang tahu tentang Luhan dan keluarganya walaupun dia tidak tahu tentang Yuri karena Dokter itu mengeal keluarga Luhan 4 tahun terakhir.

“ Dr. Kim bisa bicara denganku, aku suaminya “, ucap Luhan membuat Dr. Kim kaget.

Luhan pun pergi ke ruangan Dr. Kim untuk bicara. Setelah menceritakan semuanya Dr. Kim pun mengerti apa yang terjadi antara Luhan dan Yuri juga Appanya yang sangat kenal baik dengan Dr. Kim.

“ Jadi kalian sudah menikah? “, tanya Dr. Kim membuat Luhan mengangguk.

“ Lalu apa yang ingin anda bicarakan? Apa ini mengenai kondisi Yuri? “, tanya Luhan penasaran.

“  Kondisi radangnya semakin parah. Jika kita biarkan kemungkinan akan merusak sel – sel dalam otaknya dan sangat berakibat fatal. Kita harus segera melakukan operasi untuknya “, jelas Dr. Kim membuat Luhan tidak percaya.

“ Operasi?! “,

“ Neh, lebih cepat lebih baik. Karena radang itu sudah menyebar “,

“ Lalu berapa persen kemungkinan Operasi itu berhasil? “, tanya Luhan hati – hati.

“ Persentasenya 50:50, tapi jika respon tubuh dari pasien untuk sembuh begitu besar persentase itu bisa menjadi 60:40 “, tutur Dr. Kim.

Luhan kembali keruangan Yuri. Yuri yang sudah menunggu melihat Luhan masuk ke ruangannya sambil mencoba tersenyum namun Yuri tahu senyum itu bukan senyum biasanya melainkan senyum paksa yang menandakan ada hal serius yang Luhan pikirkan.

“ Waeyo? Apa yang Dr. Kim katakan? “, tanya Yuri penasaran.

Luhan duduk dikursi samping Yuri, kemudian tangannya menggenggam erat tangan Yuri dan menciumnya. Yuri mengerutkan keningnya merasa aneh dengan sikap Luhan.

“ Waeyo? “, tanya Yuri semakin dibuat penasaran.

“ Dr. Kim mengatakan kau harus operasi secepatnya “,

“ Mwo?!!! Operasi?!!! “, kaget Yuri dan Luhan mengangguk.

“ Neh, tapi kau tidak usah khawatir. Setelah operasi itu berhasil dilakukan, kau bisa kembali seperti biasa lagi “, hibur Luhan mencoba membuat Yuri tenang.

“ Tapi bagaimana jika gagal? “, tanya Yuri membuat senyum Luhan menghilang.

“ Jangan katakan hal seperti itu, mereka pasti melakukan yang terbaik untukmu “, ucap Luhan memeluk Yuri.

“ Aku takut Luhan, aku takut tidak bisa melihat Taeyeon lagi “, lirih Yuri dalam pelukan Luhan, terdengar tangisan dari Yuri yang membuat Luhan ikut bersedih.

“ Jangan berpikir macam – macam, setelah operasi itu selesai. Kita pasti bisa menemukan Taeyeon dan berkumpul kembali bersama “, ucap Luhan mencium kening Yuri dan semakin mempererat pelukannya.

To Be Continue….

Yey Yulhan sudah bersatu!!!! #plakkk Girang sendiri. Bagaimana readers tanggapannya? Ada cast baru juga yang baru muncul ya buat ngelengkapin cerita. Mianhae jika aku lama ngelanjutinnya baru sempet hehehe😛 Jangan Lupa RCL ya karena aku butuh support dari kalian. Kritik dan saran juga boleh🙂 See You next Scene ^^

76 thoughts on “Appa, Bogoshipta Scene 7

  1. Daebakkkk!!! aku paling seneng sama FF ini,,, tiap hari aku bolak sana bolak sini,.. gk ketemu2 FF ini… kenapa ya? susah bgt nyarinya,,, apa lgi yang destiny,,, Pkoknya YulHan deh couple yg paling Daebak,,, Kira2 tamat diepisode brp nih>>??
    eon, add aku boleh? aku di blokir slama 2 minggu…
    atau gk aku follow tweeter eon?
    Thanks for Fanfictionnya

  2. Aigoo aku paling suka pas liat sunny ma lay ke taman bermain itu apalagi pas foto ma taeyeon yg di bilang keluarga yg bahagia oppa sunny uda blng tuh klu dia cinta sama mu balas dong klu yg hanyul akan aku doakan operasi yuri berhasil biar kalian bisa bersatu lagi habis uda bnyk cobaan yg kalian lalui kalian harus berbahagia
    unnie next part harus ada sunny & lay moment lgi ya dan jga bukannya yuri ditawari main film buat mereka main sama dong ingin bngt liat mereka akting berdua

  3. Akhirya yuri dan luhan bersatu juga tapi taeyeon harus hilang hah ada aja kekurangannya aduh aduh…di tunggu nex chapnya thor..mudah – mudahan di chap selanjutnya mereka bisa lengkap amin…

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s