Suckmmer (Part B-END)

suckmmer hyokai part b

Suckmmer (Part B-END)

By wolveswifeu

Starring

Kai | Hyoyeon

Genre

Sad-Angst-Romance

Disclaimer

Also published in others blog with different casts

Poster by

Tiffany Tania

Wolveswifeu’s New Fiction, Suckmmer (Part B)

“Aku mengidap AIDS.”

                “Bohong!” Tolak Hyoyeon. Dia menggeleng tidak percaya, bagaimana bisa? Hyoyeon menatap manik mata Kai dengan dalam. Mata milik Hyoyeon sudah mulai membendung air matanya sendiri. Dia mengepal kedua tangannya kuat-kuat, seolah menahan amarah. Ya, Hyoyeon marah. Dia merasa di bodohi oleh kekasihnya sendiri.

“Aku tidak—“

“Cukup! Cukup, Kai!” Balas Hyoyeon. Dia berdiri, air matanya pun terjatuh. “Aku kecewa!” Lanjut Hyoyeon lalu pergi dari hadapan Kai.

                Hyoyeon berbaring di atas kasur yang terletak di kamar hotelnya tersebut. Dia memeluk bed cover yang berwarna putih tersebut sambil menggigit-gigitnya. Bed cover itu pun basah oleh air matanya. Masalah Kai mengidap penyakit seperti itu bukan hal penting bagi Hyoyeon. Dia hanya merasa di bodohi, kenapa dia tidak menyadarinya?

Pintu kamar terbuka. Hyoyeon menoleh sebentar. Ah, Kai, batinnya lalu membuang pandangannya lagi ke arah lain. Kai berjalan ke tempat Hyoyeon lalu duduk di sebelahnya. Dia memegang pundak Hyoyeon.

“Maafkan aku,” Ucap Kai. Hyoyeon diam, diam seribu kata. Kai menghelakan nafasnya dan melepaskan pegangannya dari pundak Hyoyeon. “Maaf, aku sudah membohongimu.” Lanjut Kai.

Hyoyeon bangkit dari posisinya lalu duduk di sebelah Kai. “Mengapa berbohong?” Tanya Hyoyeon.

“Aku tidak mau membuatmu,” Kai menggantungkan perkataanya. Sepertinya dia sedang berpikir.

“Apa?” Tanya Hyoyeon.

“Kecewa?” Lanjut Kai yang jauh lebih terkesan sebagai pertanyaan.

“Asal kau tahu,” Kata Hyoyeon yang terdengar dingin oleh Kai. “Aku jauh lebih kecewa ketika kau tidka memberi tahuku.” Lanjut Hyoyeon lalu berdiri dan berjalan ke balkon. Kai mengikutinya.

                Hyoyeon berdiri di balkon tersebut. Melihat pemandangan pantai  di malam hari, angina berhembus pelan membuat rambut lembut Hyoyeon berterbangan pelan. Kai –yang sedari tadi sudah di belakang Hyoyeon. Dia mengambil beberapa helai rambut Hyoyeon dna menghirup harumnya.

“Hyoyeon-ah.” Panggil Kai. Tidak ada jawaban, yang terdengar adalah isakan Hyoyeon yang baru saja dimulainya.

“Hyo?” Panggil Kai lagi, Hyoyeon memutar tubuhnya sehingga berhadapan dengan Kai.

“Kita,” Ucap Hyoyeon lalu menatap mata Kai. “Tetap akan menikah-kan? Kau sudah janji-kan?” Lanjut Hyoyeon. Kai memeluk Hyoyeon, mengelus-elus kepala belakang Hyoyeon dan menciumi rambutnya.

“Iya, kita akan tetap menikah.” Balas Kai. Mendengar jawaban itu-pun Hyoyeon membalas pelukan Kai. Dia memeluk Kai dengan erat sambil mengangis di bahunya.

“Sudah, jangan menangis.” Ucap Kai. Hyoyeon mengangguk pelan.

                Hyoyeon tertidur pulas di dada Kai. Kai masih belum tidur. Dia memerhatikan tembok putih polos di hadapannya. Bibirnya semakin pucat, tubuhnya semakin mengurus, hidupnya semakin berkegantungan kepada obat-obatnya. Sudah dua tahun belakangan ini Kai merasakan virus di tubuhnya mulai aktif.

Lahir dari rahim milik wanita malam itu bukanlah kemauan Kai. Sungguh sakit kenyataannya untuk mengingat seluruhnya, mengingat bagaimana caranya Kai tercipta di dunia ini oleh karena hubungan ibunya dengan seorang pria yang tidak dikenal yang ternyata memiliki virus tersebut.

Malangnya Kai.

Air matanya pun terjatuh diluar kendalinya. Mengalir di pipi milik Kai hingga dagunya. Kai mengelus kepala Hyoyeon lagi. Kai betul-betul mencintai yeoja dihdapannya ini. Sangat.

                Tanpa terasa ini sudah hari terakhir mereka di Honolulu. Hyoyeon membereskan seluruh barang bawannya ke dalam koper, begitupun Kai. Kai sedang mengambil tas kecilnya dan –BRUK! Ternyata tas tersebut memiliki lubang yang lumayan besari dibawahnya, seluruh barang yang berada di ta situ bertebaran di atas lantai. Kai menunduk dan mengambil barang-barangnya. Hyoyeon yang melihat segera membantu Kai.

                “Sepertinya kita harus membeli yang baru, haha.” Canda Hyoyeon.

“Tentu!” Balas Kai juga.

Gerakkan tangan Hyoyeon memelan ketika hampir mengambil sebuah kotak merah yang berbahan bludru itu. Kai heran dan melihat arah tangan Hyoyeon. Matanya melebar, ini bukanlah sebuah kejutan lagi. Dengan cepat Kai mengambil kotak itu dan memasukkannya ke dalam saku jaketnya.

“Kai?” Panggil Hyoyeon.

“Kenapa? A—ada apa?” Tanya Kai dengan gugup.

“I—itu apa?”

“Hhhhh,” Kai menghelakan nafasnya dan memejamkan kedua matanya. “Hyoyeon-ah, aku akan melamarmu setiba kita di Seoul nanti.”

END

NEXT SEQUEL (RED AUTUMN)

Advertisements

24 thoughts on “Suckmmer (Part B-END)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s