[Freelance] Green Umbrella

image

Title     : Green Umbrella

Author : cupcakes95

Length : Drabble

Rating  : General

Genre   : Romance, fluff (WARNING: mengandung kadar keju yang agak berlebihan)

Cast     : Oh Sehun

Seo Joo Hyun

 

Holla!! Saya kembali dengan membawakan fenfik yang (lagi-lagi) cheesy, atau mungkin malah sekarang lebih keju lagi :’D saya harap kalian gak bosen ya baca cerita yang kadang bikin bulu kuduk kalian berdiri ini huhuhuhu. Selamat membaca!

 

Sehun merasa gugup saat melihat seorang wanita yang baru saja masuk dan saat ini sedang berjalan ke arahnya. Pria itu mengusap-usap kedua tangannya ke apron yang sedang digunakannya.

Green Tea Frappucino, gumamnya dalam hati. Sehun sudah tahu benar apa yang akan gadis itu pesan, bagaimana tidak, setidaknya dalam seminggu tiga kali gadis itu datang ke café tempat Sehun bekerja. Dan selalu memesan menu yang sama. Sehun tidak tahu pasti sejak kapan dia memerhatikan gadis yang saat ini berjarak kurang lebih 3 meter darinya. Apakah sudah sebulan? Mungkin lebih.

Awalnya Sehun merasa aneh saat pertama kali melihat gadis itu, dia selalu membawa payung hijaunya padahal kala itu cuaca sedang cerah, bahkan mendung saja tidak.

Tapi entah sejak kapan, dari sebuah payung hijau, Sehun menjadi tertarik pada pemiliknya yang memiliki mata bulat dan senyum yang manis.

Tapi ada yang aneh dengan gadis itu sekarang, kepalanya tertekuk, dan wajahnya terlihat masam. Baru kali ini Sehun melihat gadis yang biasanya menebar senyuman itu murung.

 

Green Tea Frappucino,” suara lembut yang menyapa telinganya membuat Sehun kaget.

Dengan senyum yang coba Sehun tahan, pria itu menggerakkan bibirnya, “Size?”

Grande,” jawabnya tenang. Padahal Sehun sudah tahu pasti jawabannya, tapi dia tetap bertanya. Tentu saja agar gadis itu berdiri lebih lama di hadapannya.

Terkadang Sehun merasa jika di saat seperti ini dirinya lebih mirip dengan anak SMP yang baru saja tahu yang namanya jatuh cinta. Dirinya merasa konyol dan bodoh.

“Atas nama?” tentu saja pertanyaan itu pun hanya basa basi, karena Sehun sudah tahu nama gadis di hadapannya. Seohyun. setidaknya itu yang Sehun tahu dari mulut gadis itu sendiri.

“Baiklah, silahkan tunggu sebentar.” Seohyun membalas perkataan Sehun dengan senyum tipis yang agak dipaksakan, yang walau begitu, masih saja memberikan sensasi menggelitik pada perut Sehun.

Shit, aku bahkan lebih menjijikan dari seorang anak SMP, rutuk Sehun pada dirinya sendiri.

 

………………………………………..

 

Seohyun bergeser ke tempat pesanan, memberikan jalan agar orang yang mengantri di belakang dapat memesan juga. Gadis itu menggenggam payung hijaunya sambil bersenandung kecil. Mencoba memperbaiki moodnya yang memburuk karena kejadian di kelasnya siang tadi. Bagaimana tidak, tugas yang sudah ia kerjakan selama 2 hari ternyata harus diulangnya lagi karena teman sekelompoknya yang salah memasukkan data.

Seohyun mencoba mengingat-ingat sesuatu yang bisa membuat keadaan hatinya membaik, tiba-tiba gadis itu teringat akan cerita Ibunya tentang payung hijau yang sedang digenggamnya,

 

“Ibu bertemu dengan ayah mu saat ibu membawa payung ini, kau tahu?”

Seohyun yang saat itu baru berumur 10 tahun hanya menggeleng pelan.

“Payung ini yang membuat ibu bertemu dengan ayah mu,” wanita yang belum genap berumur 50 tahun itu tersenyum hangat, membuat kerutan kecil tampak di sudut matanya.

Mata Seohyun berbinar saat mendengarkan Ibunya bercerita, “Benarkah?” tanyanya polos.

Ibu Seohyun mengangguk pelan sambil mengusap lembut puncak kepala anak gadisnya.

“Makanya, ibu ingin agar kau dapat menjaga payung ini, siapa tahu payung ini yang akan membuat mu bertemu dengan lelaki masa depan mu, sayang…”

 

Seohyun tersenyum geli mengingat cerita Ibunya. Gadis itu kadang merasa bahwa dirinya benar-benar konyol dan kekanakan karena masih mempercayai ucapan Ibunya dulu. Tapi toh, buktinya, sampai saat ini gadis itu masih membawa payung itu. Seohyun menghela napasnya pelan, setidaknya moodnya sudah meningkat beberapa persen.

 

“Nona Seohyun!”

Seohyun terperanjat sebentar saat namanya dipanggil. Ah, rupanya minumannya sudah jadi. Seohyun berbalik untuk mengambil Green Tea Frappucino kesukaannya. Sambil masih menekuk wajahnya gadis itu mengambil gelas di hadapannya sambil bergumam mengucapkan terimakasih.

 

Mata Seohyun bergerak mencari meja kosong yang dapat ditempatinya, ternyata meja yang tersisa hanyalah meja yang terletak beberapa meter dari kasir. Padahal gadis itu ingin duduk di samping jendela besar kesukaannya, tetapi sayangnya meja itu sudah ditempati. Dan hal itu membuat moodnya kembali memburuk.

Gadis itu menaruh payung hijaunya di kolong lalu duduk sambil membuang napas.

Seohyun mengaduk-aduk Green Tea miliknya sambil memutar-mutarkan gelasnya.

Gerakan gadis itu terhenti tatkala matanya menangkap sesuatu yang tertulis di gelas miliknya, tepat di bawah tulisan namanya terdapat catatan yang membuat gadis itu tersenyum sambil terkikik pelan.

 

“Tersenyumlah, karena senyum milik mu dapat mencerahkan hari seseorang, sama cerahnya seperti payung hijau milik mu” yang diakhiri dengan gambar matahari.

 

Rasa jengkel di hatinya karena semua kejadian hari ini meluap tanpa bekas, digantikan dengan sensasi menggelitik di perutnya saat sadar siapa yang menuliskan pesan itu di gelas miliknya. Seohyun melirik ke meja kasir sebentar, tatapannya langsung terkunci oleh sang barista yang juga sedang menatapnya sambil tersenyum hangat. Seohyun membalas senyuman itu dengan gumaman kecil yang dapat pria itu baca lewat gerakan bibir Seohyun

“Terimakasih banyak,”

Kali ini Seohyun benar-benar memberikan senyum yang cerah, seperti yang Sehun gambarkan di pesannya, senyum yang secerah matahari.

Seohyun kembali tertawa pelan saat berpikir, mungkin payung hijau milik ibunya benar-benar akan memberikan kisah cinta yang manis untuknya.

 

…………………………………………………………

 

Sehun benar-benar merasakan hatinya akan meledak saat itu juga. Ini adalah langkah pertama miliknya, yang akan membawanya ke dalam kehidupan gadis dengan payung hijau itu. Sehun tidak dapat berpikir jernih lagi, yang saat ini Sehun tahu hanyalah bahwa, Sehun siap untuk menawarkan gadis berpayung hijau itu untuk memiliki kisah yang manis bersamanya.

 

-END-

Ahahahaha ya maaf ya pendek banget, saya gak bisa bikin yang panjang-panjang, ntar ujung-ujungnya malah ngebosenin. Maaf ya kalo ceritanya mengecewakan huhuhhu. Selalu, saya gak lupa buat bilang makasih buat yang udah baca dan ngasih komentar ke ff ini. Komentar kalian saya terima dengan lapang dada :’D

 

 

44 thoughts on “[Freelance] Green Umbrella

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s