[Freelance] Between Two Options (Chapter 1)

hh

Title : Between Two Options (Chapter 1)

Author : Selvy

Length : Chapter

Rating : PG15

Genre : romance, family, comedi

Main Cast : Taeyeon

Sehun

Luhan

Kris

Other Cast : Siwon, Changmin, Ryeowook

Author Note : Ini ff pertama aku, jadi semoga kalian suka. Soalnya demi ff ini aku mempertarukan waktuku yang sangat berharga #plak. aku harap aku akan bertahan sampai akhir (?) untuk terus berkarya demi menggapai cita cita #sok dramatis #abaikan. Ok, daripada makin nggak jelas mendingan selamat menyaksikan (?).

 . . . .. . . . . .

Author POV

“Aku tidak pernah melarangmu untuk berpaling dariku. Tapi aku tidak akan pernah rela kau melakukan itu di depan anak anakku” Bentak seorang lelaki berumur kepada seorang perempuan.

“Aku tidak pernah berselingkuh, justru kau yang berselingkuh. Mereka adalah anakku juga, jadi jangan pernah kau berbicara seolah- olah kau yang melahirkannya” Bentak nyonya Kim kepada lelaki yang menjulang (?) itu.

“sudah jelas- jelas siwon yang melihatmu bercumbu dengannya, dan sekarang kau masih menyangkal” ucap tuang Choi dengan smirk diwajahnya.

“Itu hanya salah paham, aku . . . “

“Sudahlah, tidak ada lagi salah paham diantara kita. Mulai saat ini kita resmi BERCERAI” Tandas tuan Choi tanpa mendengarkan penjelasan istrinya, atau lebih tepatnya mantan istrinya.

“Oke, jika itu memang maumu, kita urus perceraian kita sekarang juga” Balas nyonya Kim tak mau kalah.

Mereka terus berdebat tanpa ada yang mau mengalah. Tanpa mereka sadari seorang anak tengah memandangi mereka dari balik pintu kamar. Dan dengan wajah penuh air mata, ia menutup pintu kamarnya dan menangis sekeras- kerasnya.

“haaaaaa, appa dan oemma bertengkar lagi, mereka tidak sayang padaku” ucap seorang gadis kecil berumur 5 tahun yang duduk memeluk lutunya di belakang pintu .

“Sudahlah jangan menangis lagi” balas bocah laki laki yang menghampirinya lalu mengusap airmatanya.

“Oppa aku takut, aku tidak suka keributan” Ucap gadis kecil itu memeluk Oppanya yang 3 tahun lebih tua darinya.

“Kau jangan pernah takut, oppa akan selalu ada untukmu, memelukmu disaat kau ketakutan. Dengarlah detak jantungku, rasakan dan yakinkan dirimu bahwa suara detak jantunku akan selalu menemanimu Kim Taeyeon” Ucap bocah yang bernama choi siwon itu.

“Oppa kau tahu aku sangat menyayangimu, kita akan selalu bersama kan”

“Tentu” ucapnya singkat, lalu mempererat pelukannya.

 

. . . . . . . .

Setelah mengurus perceraian mereka di pengadilan, tuan choi dan nyonya kim  kembali ke rumah mereka.

“Kau angkat kaki dari rumahku SEKARANG JUGA” Bentak nyonya Kim. Yah memang rumah ini adalah miliknya, karena mereka sedang berada di china tempat lahir nyonya kim.

“Tanpa kau suruh aku juga akan pergi, tapi aku akan membawa anak- anakku” Balas tuang Choi tak kalah sengit.

“Jangan harap aku akan memberikan mereka pada ayah yang tidak bertanggung jawab sepertimu”

“kau yang tidak bertanggung jawab, bukan aku”

“Oke kita serahkan ke pengadilan”

“Aku malas berurusan lagi denganmu, jadi begini saja, aku akan membawa salah satu dari mereka”

“Apa kau gila, sejak kecil mereka selalu bersama. Apa kau setega itu memisahkan mereka” bantah nyonya kim.

“Mereka masih sangat kecil, apalagi taeyeon. Dia akan sangat cepat melupakan kejadian ini”

Nyonya kim tampak berfikir “ baiklah kau boleh membawa siwon, karena dia sudah terlanjur salah paham padaku” ungkapnya.

“Oke, malam ini juga aku akan membawa siwon kembali ke seoul. Tapi kita menunggu sampai meraka terlelap”

“Oke”

 . . . . . . . .

“Taeyeon . . “ ucap siwon sambil memeluk taeyeon di atas kasur.

“ne, oppa” Jawab taeyeon lalu menatap siwon.

“Kenapa kau belum tidur?”

“Aku masih takut”

“Sudah oppa bilang, ada oppa yang selalu disisimu. Jadi jangan pernah takut lagi yah” siwon mempererat pelukannya.

“Oppa, apakah kau akan meninggalkanku”

Siwon terlihat kaget, “kenapa kau berkata seperti itu, aku mana mungkin meninggalkan adikku yang lucu ini” ucap siwon sambil mencubit pipi taeyeon.

“Oppa tadi aku mendengar appa dan oemma akan berncerai, aku pernah nonton di tv kalau orang bercerai nanti rumahnya pisah” ucapnya polos.

Siwon sebenarnya khawatir, tetapi demi adik semata wayangnya, ia mencoba untuk tegar, “ Kita tidak akan pernah berpisah, tenanglah. Tapi, kamu harus janji kepada oppa jangan sampai menangis lagi, ne . .  ?”

“Ne oppa”

“Taeyeon, oppa punya sesuatu untukmu”

“apa?” Tanya taeyeon penasaran.

Siwon membuka kalung yang dia pakai, “Oppa pernah bilang padamu, kalau kau takut dengarkan suara jantung oppa. Anggapplah ini jantung oppa bila oppa jauh darimu” ucap siwon lalu menyerahkan kalong dengan liontin berbentuk jantung.

“Terima kasih oppa, saranghae” Taeyeon memeluk siwon erat.

“Nado saranghae” Mereka pun tidur sambil berpelukan.

 

 . . . . . . .

“Pelayan tolong siapka semua barang- barang saya dan jangan lupa siapkan mobil juga” perintah tuan Choi.

“ne tuan”

“Oke mungkin mereka sudah tidur, kurasa sudah saatnya aku membawa siwon” kata tuan Choi yang dibalas anggukan kepala dari Nyonya kim.

Tuan Choi dan nyonya kim naik tangga menuju  kamar taeyeon dan siwon, kamar mereka memang berada di lantai dua. Dari kecil mereka memang selalu bersama bahkan tidur pun bersama. Yah tentunya itu karena orang tua mereka yang super sibuk sehingga tidak memerhatikan anaknya.

Setelah sampai nyonya Kim membuka kamar anaknya dengan sangat pelan, lalu berjalan menghampiri kasur dengan diikuti tuan Choi. “Siwon sayang, maafkan mama. Semua tidak seperti yang kamu fikirkan sayang. Mama janji akan mempertemukanmu kembali dengan adikmu, jika adikmu sudah berusia enam belas tahun” ungkap nyonya kim lalu mencium puncak kepala siwon.

Tuan Choi yang mendengar perkataannya hanya menatapnya bingung, “Apa maksudmu?”

“Itu bukan urusanmu, cepat bawa siwon sebelum dia bangun” kata nona Kim tanpa melihat tuan Choi.

“Baiklah, Kim taeyeon sayang kau harus tahu bahwa appa sangat menyayangimu, saranghae” ucap tuan Choi mencium pipi taeyeon, lalu melepaskan pelukan siwon darinya. Dia mengangkat siwon dengan sangat lembut, sampai siwon tak menyadarinya sedikit pun.

Kini mereka sudah didalam mobil, Tuan Choi masih memandangi rumahnya yang penuh dengan kenangan itu. Air matanya kini tidak bisa dibendung lagi ketika melihat wajah siwon yang tengah terlelap. Ia membayangkan wajah putrinya, tiba – tiba . . . .

“Oppa . .. . . . “ teriak seorang anak dari belakang, yah itu adalah taeyeon.

“Jalan sekarang” perintah Appa taeyeon dengan air mata yang semakin deras.

“Oppa jangan tinggalkan aku, oppaaaa . . ..  “ taeyeon terus mengejar mobil itu, tapi tangannya ditarik oleh oemmanya.

“sudahlah sayang, mereka sudah pergi” ucap oemma memeluk taeyeon.

Taeyeon terus berusaha melepas pelukan oemmanya, dan berhasil ketika ia menggigit tangan oemmanya. Ia terus berlari hingga terjatuh,” oppaaaaa .. . .. “ kini ia hanya bisa berteriak, lututnya berdarah dan sangat sakit, tapi hatinya jauh lebih sakit.

Di dalam mobil ternyata siwon telah bangun dari ttidurnya, ia melihat sekeliling dan . .

“Taeyeon . .. “ Teriaknya setelah ia melihat taeyeon jauh dari mobil yang ia naiki.

“appa apa yang terjadi?” Tanyanya panic.

“Maafkan appa sayang, kita akan ke seoul sekarang” katanya menatap lembut putranya.

“Tidak, aku tidak mau, taeyeon . ..  .. , taeyeon” Teriaknya sambil memberontak.

“Tenang siwon, tolong jangan seperti ini, atau appa . . . “ ucapnya terhenti.

“Atau apa ?, apa appa akan memukulku, pukul appa. Pukulllll . . ..  “ katanya masih memberontak.

Plak . .

Sudah terjadi, kini tuan Cho hanya bisa memandangi tangan kanannya, sedangkan siwon sudah tidak sadarka diri atau lebih tepatnya pingsan. “Maafkan Appa”.

^^TBC^^

Annyeong, bagaimana ceritanya ?, bagus tidak ?

Maaf kalau feelnya kurang dapat, tapi akan kuusahakan kedepannya lebih baik lagi, amien . . ..

Tunggu yah lanjutannya, . . . . . . .. .  ..

Gamsahamnida udah baca . . . ..

63 thoughts on “[Freelance] Between Two Options (Chapter 1)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s