DESTINY Part 6

Title :

DESTINY  Part 6

Present/Artwork by

Lee Midah

Main Cast :

Xi Luhan Exo-M || Kwon Yuri SNSD

Sub Cast :

Kai Exo-K || Kim Airin Oc ||  Choi Sooyoung ||  Baekhyun || Sehun || Park Chanyeol || D.O ||  Other Exo cameo

Rating  PG -15 || Lenght Multichapter || Genre  Angst, Romance, Hurt, Sad

Disclimer : Cerita ini murni hasil pikiran Author yang sedang ingin membuat FF tentang HanYul couple. Castnya milik God, SM, dan diri mereka sendiri. Author cuma minjem ^^It’s Just Mystory, so just for fun!!!  Don’t Siders!!! Don’t Plagiat!!! Don’t Bashing!!!! Typo is Art Of Writting ^___^

N/B : If You Respect To Me, Leave a Comment After read!!! Bila tidak suka pairingnya mending gak usah baca ya, cos Aku memilih Cast sesuai dengan karakter yang menurut aku cocok. Terserah readers mau berpendapat sama atau tidak. Ini hanya cerita jadi Mohon tidak Bashing, Be Friendly?!🙂

Happy Reading !!!

Preview Part 5

“ Jauhi Luhan Oppa dan aku tidak akan membocorkan rahasiamu “, lanjut Airin.

 “ Itu terserah padamu karena semua kau yang memutuskan “, ucap Airin meninggalkan Yuri di toilet yang terlihat lemas.

Yuri tidak tahu apa yang harus dia lakukan, walaupun dia sudah berjanji untuk mengatakan sejujurnya pada Luhan namun tidak untuk sekarang. Yuri masih belum siap untuk menerima kebencian Luhan padanya, hatinya masih ragu melakukan itu.

“ Apa yang harus aku lakukan? “, lirih Yuri sambil terduduk lemas di lantai.

“ Mengapa begitu sulit untukku? Sooyoung benar seharusnya aku tidak mendekatkan diriku pada Luhan dari awal. Seharusnya aku mengakuinya dan menerima semua kebenciannya padaku saat itu“, Yuri menyesali dirinya sendiri.

Yuri pun berpikir sejenak setelah beberapa menit berlalu dia berdiri dan melihat bayanganya di cermin. Yuri sudah tahu apa yang harus dia lakukan, dia akan mengambil keputusan yang menurutnya yang terbaik.

“ Mungkin ini yang terbaik untukku dan juga Luhan “,  Yuri membasuh wajahnya dengan air lalu dia pun memutuskan untuk kembali ke ruang latihan.

                                                                      Part 6         

Yuri kembali ke ruangan dimana semua orang berada, saat dia masuk dia tidak melihat siapapun disana. Yuri melihat sekelilingnya namun tetap saja ruangan itu kosong.

“ Kemana mereka semua? “, gumamnya.

“ Mereka sudah pulang “, jawab seseorang membuat Yuri berbalik.

“ Luhan? “, kaget Yuri melihat Luhan yang menghampirinya.

“ Sooyoung memintaku untuk mengantarmu pulang karena dia sudah pulang dengan Chanyeol “, tutur Luhan membuat Yuri mengangguk.

“ Lalu mengapa kau masih disini? “, tanya Yuri membuat Luhan tertawa.

“ Bukankah sudah kubilang kalau Sooyoung memintaku untuk mengantarmu pulang? “, jawab Luhan membuat Yuri tersenyum kaku karena memang tidak mendengarkan Luhan barusan.

“ Ah, Geurae “, jawab Yuri.

“ Kalau begitu, Kajja! Kita pulang sebentar lagi hari sudah gelap “, ajak Luhan dan Yuri pun mengikutinya.

Keduanya berjalan tanpa ada suara terlarut dalam pikiran mereka masing – masing. Yuri masih memikirkan tentang apa yang harus dia lakukan sekarang? Berkata jujur atau menjauhi Luhan seperti yang Airin minta.

“ Luhan! Yuri! “, keduanya memulai pembicaraan bersama – sama.

“ Neh?! “, keduanya pun menjawab bersama.

“ Kau duluan! “,

“ Baiklah aku dulu! “, keduanya terus saja mengucapkan kata yang sama membuat mereka akhirnya terdiam lagi.

“ Luhan, aku ingin mengataka sesuatu padamu “, ucap Yuri yang akhirnya bisa mengucapkannya sendiri.

“ Neh, waeyo? “, tanya Luhan sambil menatap Yuri.

Yuri terlihat gugup sekali, dia mencoba menyiapkan dirinya untuk mengatakan sejujurnya pada Luhan. Dia tidak ingin terus – terusan merasa tidak tenang seperti ini. Dia mengatur nafasnya, menghirupnya dalam – dalam lalu mengeluarkannya. Yuri pun menatap Luhan yang kini juga menatapnya. Mata mereka bertemu membuat lidah Yuri terasa kaku. Tatapan mata Luhan padanya membuat ia sulit mengeluarkan sebuah kata yang ingin sekali ia ucapkan.

Otteokeh? Lidahnya terasa kaku sekali. Mengapa begitu sulit seperti ini “, batin Yuri sedangkan Luhan masih menunggu apa yang akan Yuri katakan.

Tiba – tiba saja ada seseorang yang berlari dan tidak sengaja mendorong tubuh Luhan membuat Luhan terdorong ke arah Yuri.

“ Jeoseowamida! “, sesal orang itu yang langsung pergi meninggalkan Luhan dan Yuri. Keduanya terlihat kaget dengan kejadian itu karena sekarang mereka dalam posisi bibir keduanya bertemu. Posisi itu bertahan beberapa detik sampai Yuri sadar lalu mundur melepaskan ciuman tidak sengaja mereka. Wajah keduanya masih terlihat kaget dan keduanya menjadi salah tingkah.

“ Mian “, sesal Luhan.

“ Anio, aku tahu tadi hanya kecelakaan kan? “, jawab Yuri yang tidak berani menatap Luhan.

“ Neh “, jawab Luhan.

Keduanya kembali terdiam melanjutkan perjalanan, Luhan menyunggingkan sebuah senyuman selama perjalanan menuju rumah Yuri. Dia masih mengingat kejadian barusan yang membuat hatinya sangat senang. Sedangkan Yuri masih meruntukki dirinya yang tidak bisa berkata jujur. Dia malah teringat kejadian yang dialaminya dengan Luhan barusan.

Aku tidak menyangka akan merasakannya lagi “, batin Luhan senang.

Mengapa aku tidak bisa mengatakannya? Dan mengapa harus ada kejadian barusan “, batin Yuri.

Tak terasa mereka pun sampai di depan rumah Yuri, Luhan menghentikan Yuri saat dia akan masuk.

“ Yuri! “, Yuri pun menoleh kembali pada Luhan.

“ Neh?! “,

“ Kami semua berencana untuk pergi liburan ke jeju, apa kau mau ikut? Sooyoung juga akan ikut “, ajak Luhan.

“ Jeju?! “.

“ Neh, aku harap kau bisa ikut kesana “,

“ Akan kupikirkan “, jawab Yuri, Luhan pun mengangguk dan mereka pun berpisah.

Luhan menatap pungung Yuri yang menghilang dibalik pintu rumahnya, kembali senyumnya terpampang diwajah tampannya. Luhan pun berbalik meninggalkan rumah Yuri dan kembali ke rumahnya.

Part 6

Luhan pulang ke rumahnya dengan senang, saat pintu rumahnya terbuka terlihat wajah kaget dari Omma Luhan yang melihat puteranya berdiri bahkan berjalan tanpa tongkatnya.

“ Luhan? Kau bisa berjalan? “, tanyanya tidak percaya.

“ Neh, Omma. Kakiku sudah sembuh “, jawab Luhan senang yang langsung di peluk Omma Luhan.

“ Syukurlah! Terima kasih Tuhan “, ucap Omma Yuri terharus sambil memegang pipi Luhan.

“ Neh, ternyata Tuhan masih mendengar doa kita “,

“ Appamu pasti senang Luhan “,

Luhan pun masuk ke kamarnya, dia membaringkan dirinya di atas tempat tidur lalu menatap langit – langit rumahnya. Dia tersenyum saat mengingat lagi apa yang terjadi tadi. Luhan pun menutup wajahnya dengan bantal sambil mengangkat kakinya seperti bayi.

Yuri menatap langit lewat jendela kamarnya, dia tidak bisa tidur karena memikirkan banyak hal. Donghae yang tidak sengaja lewat kamar Yuri melihat dongsaengnya itu yang belum tidur.

“ Yuri, kau belum tidur? “, tanya Donghae yang masuk ke kamar Yuri membuat Yuri menoleh.

“ Anio, Oppa. Aku belum mengantuk “, jawab Yuri.

“ Apa ada yang kau pikirkan? “, tanya Donghae melihat sikap aneh Yuri.

Yuri pun langsung memeluk Donghae erat, dia seakan butuh sandaran saat ini dengan hatinya yang masih galau. Donghae tahu adiknya sedang memikirkan sesuatu dia pun mengusap punggung Yuri lembut.

“ Oppa, apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa aku harus jujur padanya? “, tanya Yuri.

“ Yuri-a, Oppa tahu apa yang kau rasakan. Tapi semua ini pasti ada jalan keluarnya dan Oppa yakin kau pasti akan melakukan yang terbaik “, ucap Donghae mengusap rambut Yuri lembut.

“ Tapi mengapa sulit untukku Oppa, rasanya lidahku tidak bisa mengucapkan maaf padanya “,

“ Mungkin karena kau menyukainya, makanya kau tidak bisa mengatakannya takut Luhan marah padamu kan? “, goda Donghae.

“ Oppa, aku serius “, jengkel Yuri membuat Donghae terkekeh.

“ Hari sudah malam, tidurlah! Atau kau ingin Oppa menina bobokanmu? “, suruh Donghae membuat Yuri menatapnya kesal dan Yuri pun berbaring ditempat tidurnya setelah Donghae pergi.

Part 6

Airin menghampiri Kai dikamarnya yang terlihat melamun, dia tau apa yang sekarang ada dipikiran Oppanya itu.

“ Oppa, mengapa kau membiarkan Luhan Oppa mengantar Yuri tadi? Seharusnya kau kan yang mengantarnya? “, tanya Airin yang duduk di samping Kai.

“ Waeyo? “,

“ Kau tanya wae? Bukankah kau menyukainya? Kau harus mendekatinya sebelum dia menjadi milik orang lain “, jawab Airin yang terlihat kesal.

“ Bagaimana aku mendekatinya jika dia menyukai Luhan? “, tanya Kai yang terlihat tidak bersemangat.

“ Darimana kau tahu Yuri menyukai Luhan Oppa, eoh? “, tanya Airin.

“ Apa keajaiban itu datang sendiri pada Luhan yang kakinya langsung sembuh saat melihat Yuri bahaya? “,

“ Tapi kan belum tentu Yuri menyukainya? “,

“ Kau itu masih kecil, terkadang  tanpa mengatakan sesuatu kita akan tahu ketika mereka menyukai seseorang hanya dengan melihat cara mereka menatapnya  “, papar Kai.

“ Jadi kau menyerah Oppa? “,

“ Apalagi yang bisa aku lakukan? “, tanya Kai.

“ Aku akan membantumu untuk mendapatkannya, Otte? “, tawar Airin membuat Kai menatapnya.

“ Caranya bagaimana? “,

“ Tenang saja, kau serahkan padaku “, jawab Airin yakin sambil tersenyum, Kai hanya menatap heran dongsaengnya itu yang mulai melangkah keluar.

Part 6

Sooyoung pergi ke rumah Yuri untuk berangkat bersama menuju Jeju, dia datang bersama Chanyeol yang terlihat sangat mesra sekali.

“ Sooyoung-a! “, sapa Donghae saat melihat Sooyoung datang.

“ Anyeonghaseyo, Oppa “, sapa Sooyoung sambil membungkukkan tubuhnya.

“ Oia Oppa, kenalkan namjacinguku “,

“ Anyeonghaseyo, Park Chanyeol imnida “, ucap Chanyeol.

“ Neh, Anyeonghaseyo,Yuri Oppa Donghae Imnida “. ucap Donghae.

“ Kau pasti menjemput Yuri kan? Dia ada dikamarnya “, ujar Donghae membuat Sooyoung langsung ke kamar Yuri.

“ Yul, kau sudah siap? “, tanya Sooyoung.

“ Neh “, jawab Yuri yang sudah mengemasi barang – barang yang akan dia bawa.

“ Kajja! “, ajak Sooyoung dan mereka pun keluar dari kamar Yuri.

“ Oppa, aku pergi dulu “, pamit Yuri.

“ Hati – hati, Yul. Kalau ada apa – apa hubungi aku! “, peringat Donghae membuat Yuri mengangguk.

Mereka pun pergi dengan mobil Chanyeol menuju bandara dimana semua orang telah menunggu mereka.

“ Itu mereka datang! “, seru Sehun.

Luhan yang duduk langsung berdiri saat mendengar Sehun. Wajahnya terlihat menampakan sebuah senyum mengembang. Airin yang berada disampingnya langsung memasang wajah kesal karena daritadi dia terus saja diacuhkan Luhan. Kai langsung berjalan menghampiri Yuri sambil memasang senyumnya, saat Luhan menyadarinya senyumnya mulai hilang.

“ Anyeong Yuri! Syukurlah kau ikut “, ujar Kai senang.

“ Neh, aku sedang bosan jadi aku memutuskan untuk ikut “, jawab Yuri.

“ Ok semuanya, Kajja sebentar lagi pesawat akan take off “, ajak Baekhyun.

“ Oppa, aku duduk denganmu ya “, pinta Airin pada Luhan sambil menggandeng tangan Luhan.

Yuri melirik Luhan dan Airin, ada sesuatu dalam hatinya yang merasa tidak suka namun Yuri berusaha menahannya.

“ Apa kau tidak keberatan untuk duduk denganku? “, tanya Kai membuyarkan lamunan Yuri.

“ Neh?! Ah… tentu saja “, jawab Yuri memaksakan senyum.

Luhan merasakan kesal lagi karena Yuri menerimanya begitu saja, melihat cara Kai memperlakukan Yuri membuatnya sangat jengkel.

“ Kajja Oppa! “, ajak Airin menarik tangan Luhan.

“ Airin-a, tidakkah kau mau duduk denganku? “, tawar Chen namun hanya di acuhkan oleh Airin.

“ Sudahlah, kau duduk denganku Chen-ah “, ajak D.O sambil merangkul Chen.

Mereka semua pun menaiki pesawat menuju pulau Jeju, setelah menempuh jarak setengah jam mereka pun sampai.

“ Biar aku bantu! “, ucap Kai saat Yuri menurunkan tasnya.

“ Anio, Gwenchana “, jawab Yuri.

“ Ani, aku saja “, Kai tetap membantu Yuri membawakan tasnya.

“ Gomawo “, ucap Yuri tidak enak, namun Kai hanya menjawabnya dengan senyuman.

“ Aduh! Berat sekali! “, keluh Airin yang memang membawa barang – barang yang sangat banyak, namun Luhan yang disampingnya langsung berjalan terlebih dahulu meninggalkannya.

“ Ya! Oppa! “, panggil Airin namun Luhan meneruskan langkahnya.

“ Airin-a, aku bantu ya! “, tawar Chen senang.

“ Geurae, kau bawa semua itu. Aku mau menyusul Luhan Oppa “,suruh Airin meninggalkan Chen dengan semua tasnya.

“ Ya! Kita bawa berdua! “, namun percuma Airin sudah jauh.

“ Aish! Mengapa dia membawa barang sebanyak ini “, Chen pun terpaksa membawa semua barang – barang milik Airin.

Part 6

Setelah menempuh perjalanan selama 25 menit dari bandara, mereka pun sampai disebuah penginapan milik keluarga Baekhyun. Penginapan itu berupa rumah yang terdiri 5 kamar tidur karena penginapan itu hanya untuk disewa bagi keluarga yang sedang berlibur di Jeju yang tidak ingin tinggal di Hotel. Setelah membagi kamar, yang masing – masing terdiri dari 3 orang mereka mulai menempati kamar itu.

“ Ladies! Ini kamar kalian”, ucap Baekhyun sambil menunjukan sebuah kamar pada para yeoja.

“ Oppa! mengapa aku harus sekamar dengan mereka? Tidakkah kau memberikan satu tempat saja untukku? “, pinta Airin manja.

“ Mianhae, Rin-a. Tapi kamar disini terbatas “, sesal Bakhyun.

“ Sudahlah Rin-a, kau tidak usah minta yang macam – macam. Terima saja “, ujar Kai membuat Airin cemberut.

“ Yuri, ini tasmu “, Kai menyimpan tas Yuri didalam kamar.

“ Gomawo “, ucap Yuri, Luhan hanya menatap iri juga kesal pada Kai.

Seharusnya aku yang membawakannya “, batin Luhan.

“ Chagi-a, aku pergi ke kamarku dulu ya! Sampai nanti “, pamit Chanyeol pada Sooyoung sambil memberikan kiss bye.

“ Neh, jangan nakal ya! “, jawab Sooyoung yang langsung mendapat kedipan dari Chanyeol.

“ Rin-a, ini semua barang – barangmu! “, ucap Chen yang terlihat kelelahan membawakan barang Airin segudang.

“ Simpan saja disitu! “, jawab Airin tidak peduli.

“ Aish! Nappeun yeoja “, cibir Sooyoung yang tidak suka melihat tingkah Airin sedangkan Airin hanya meliriknya tidak suka.

“ Chen-ssi, kau pasti lelah. Igeo, minumlah! “, ucap Yuri menyodorkan minuman pada Chen.

“ Gomawo, Yuri-ssi. Kau yeoja yang pengertian sekali “, jawab Chen sambil tersenyum, Airin semakin kesal karena merasa semua orang mulai menyukai Yuri.

Dasar tukang mencari perhatian! Lihat saja nanti! Kau pasti akan merasakan akibatnya karena berani – beraninya mendekati Luhan Oppa “, batin Airin.

“ Luhan, Kai, dan Sehun ini kamar kalian “, ucap Baekhyun meneruskan membagi kamarnya.

“ Aku, Chanyeol dan Suho disini “,

“ Kalian Kris, Lay dan Tao disana dan sisanya Chen, D.O dan Xiumin sebelah sana “, mereka pun masuk kekamar masing – masing untuk istirahat sejenak.

“ Aku ingin tempat tidur yang besar karena badanku tidak cocok dengan tempat tidur yang kecil. Kalian tidur berdua di kasur itu “, ucap Airin.

“ Mwo?! Ya! Kau menyuruh kami tidur berdua sedangkan kau enak – enakan tidur di tempat tidur yang besar sendirian?! Shireho! Kau saja yang tidur disana “, kesal Sooyoung yang langsung tiduran dikasur besar.

“ Ya! Itu milikku! Kalian yang itu!!! “, teriak Airin yang menghampiri Sooyoung lalu menarik Sooyoung turun dari kasur, namun sepertinya Sooyoung tidak ingin pindah dia terus bertahan dan terjadilah pertengkaran antara mereka berdua.

“ Kalian berhenti! Kita bisa bicarakan baik – baik! “, teriak Yuri mencoba memisahkan mereka namun kedua yeoja itu tidak mau saling mengalah.

“ Shireo! Kau yang pindah! “,

“ Anio, kau saja yang pindah! “, Yuri tidak bisa berbuat apa – apa melihat pertengkaran mereka dia hanya duduk di kasur yang lebih kecil menonton kedua yeoja yang sedang bergulat itu.

Setelah cukup lama, akhirnya mereka pun berhenti karena lelah. Keduanya berbaring di tempat tidur yang sama.

“ Jika kalian tidak ingin tidur disini, biar aku saja tidur sendiri dan kalian berdua tidur di kasur itu berdua “, putus Yuri sambil keluar dari kamar.

Sooyoung dan Airin ingin protes namun karena keduanya takut tidak mendapatkan tempat tidur yang besar mereka hanya diam dan berbaring disana.

“ Hai Yuri! “, sapa Luhan saat melihat Yuri keluar dari kamar, Yuri pun membalasnya dengan senyum.

“ Kau mau kemana? “, tanya Luhan.

“ Aku sedang ingin jalan – jalan karena di kamar sungguh berisik “, jawab Yuri.

“ Aku juga mendengarnya, apa yang terjadi disana? “, tanya Luhan.

“ Mereka tidak mau mengalah satu sama lain “, jawab Yuri sambil terkekeh.

“ Bolehkan aku temani kau jalan – jalan? Aku juga bosan disini “, pinta Luhan membuat Yuri mengangguk.

Mereka pun mulai berjalan keluar dari penginapan itu. Kai sempat melihat keduanya pergi ingin sekali dia ikut namun dia mengurungkan niatnya dan kembali ke kamarnya.

Part 6

“ Sehun-ah, apa yang akan kau lakukan jika kau menyukai yeoja yang juga disukai temanmu? “, tanya Kai pada Sehun yang sedang memainkan ponselnya.

“ Neh?! “, sahut Sehun.

“ Apa kau sedang menyukai seseorang? “, tanya Sehun tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya.

“ Mungkin, tapi sepertinya tidak hanya aku yang menyukainya “, jawab Kai membuat Sehun menoleh.

“ Nuguseyo?! Apa orang yang kau maksud itu… Yuri? “, tanya Sehun menatap Kai membuat Kai menoleh padanya.

Perlahan Kai menganggukan kepalanya, Sehun langsung menatapnya tidak percaya. Dia langsung mendekati Kai untuk memastikannya.

“ Terus yang kau maksud temanmu juga menyukainya, itu Luhan? “, tanya Sehun lagi.

“ Mungkin saja “, jawab Kai lemas.

“ Haaaah… aku rasa cinta kalian akan rumit “, ucap Sehun.

“ Lalu apa yang harus aku lakukan untuknya? “, tanya Kai lagi.

“ Jika aku ada diposisimu atau Luhan, aku juga pasti akan bingung. Tapi jika kau ingin mencobanya, katakan saja perasaanmu pada Yuri dan kita lihat dia itu menyukaimu atau Luhan? “, saran Sehun.

“ Tapi kau harus siap dengan segala kemungkinannya “, tambah Sehun membuat Kai tersenyum kecil.

“ Berani mencintai harus berani patah hati juga! “, ucapan Sehun kali ini membuat Kai terkekeh.

“ Kau ini mendapatkan kata – kata itu dari mana? “, tanya Kai.

“ Insting “, jawab Sehun dan keduanya pun tertawa lagi.

Yuri dan Luhan berjalan di sekitar pantai, merasakan sejuknya angin pantai yang menerpa tubuh mereka. Tidak ada kata diantara keduanya, hanya deru ombak yang terdengar.

“ Apa kau suka pantai? “, tanya Luhan memulai pembicaraan.

“ Neh, disini terasa sejuk di bandingkan Seoul “, jawab Yuri.

Keduanya pun duduk diatas pasir sambil menghadap ke arah pantai. Yuri memikirkan apa ini waktunya untuk mengakui semuanya? Kesempatan seperti ini sangat langka untuknya, semakin lama ia menyimpannya semakin lama dia akan merasa risau.

“ Luhan… “,

“ Hmm “, sahut Luhan menoleh pada Yuri.

“ Seandainya ada seseorang yang pernah membuat kesalahan padamu, namun dia menyimpannya sangat lama kemudian dia mengatakan sejujurnya yang akan membuatmu marah juga kecewa apa yang akan kau lakukan? “, tanya Yuri yang melihat ke arah depan.

“ Apa kau bisa memaafkannya? “, tambah Yuri.

“ Jika dia benar – benar menyesal, aku rasa marah atau membencinya tidak akan mengulang semua yang sudah terjadi kan “, jawab Luhan membuat Yuri menoleh, Luhan pun tersenyum pada Yuri.

“ Jadi kau akan memaafkannya? “, tanya Yuri lagi.

“ Waeyo? Apa kau melakukan kesalahan? “, tanya Luhan dengan nada bercanda namun Yuri pun menunduk membuat Luhan mengerutkan keningnya.

“ Hey! Kalian berdua! Bantu aku! “, suara seseorang memanggil keduanya membuat keduanya menoleh.

Terlihat D.O membawa beberapa kantong bahan makanannya sendiri karena dia ditinggal Suho dan Chen saat berbelanja. Yuri dan Luhan langsung berdiri menghampiri D.O lalu membantunya membawa beberapa kantong plastik.

“ Ini semua gara – gara Suho Hyung dan Chen! Jika saja mereka tidak meninggalkan aku! “, kesal D. O sambil cemberut.

“ Yuri, biar aku saja yang membawanya. Ini sangat berat “, ucap Luhan mengambil beberapa kantong plastik dari tangan Yuri.

“ Anio, gwenchana. Aku biasa membawa barang – barang berat  “, tolak Yuri namun Luhan tetap saja ingin membantunya.

“ Luhan! Yuri bilang dia tidak apa – apa, kau bawa saja ini!!! “, ucap D.O memberikan Luhan beberapa kantong plastik lalu menarik Yuri meninggalkan Luhan dibelakang.

“ Ya! Kalau aku membawa semuanya, apa yang kau bawa? “, tanya Luhan kesal.

“ Aku membawa ini, yang ini untuk Yuri “, jawab D.O sambil memegang tangan Yuri lalu  kembali ke penginapan sedangkan Luhan hanya meruntukki D.O yang seenaknya. Dengan lemas dia mengikuti D.O dan Yuri yang berjalan didepan mereka.

Part 6

“ Yuri, kau bisa bantu aku memasak untuk makan malam? “, pinta D.O.

“ Aku tidak terlalu mahir dalam memasak, tapi aku akan membantumu “, jawab Yuri.

“ Aku juga akan membantu! “, ucap Luhan namun segera di tolak keras oleh D.O.

“ Shirheo! Kau tidak usah membantuku, karena aku tidak ingin penginapan milik Baekhyun ini terbakar karena ulahmu “,

“ Ya! Itu dulu saat kita masih highschool “, cemberut Luhan namun D.O tetap menolaknya, Yuri hanya terkekeh melihat wajah Luhan yang seperti anak kecil.

“ Memangnya apa yang terjadi? “, tanya Yuri penasaran.

“ Dulu dia menyalakan api untuk memasak saat kami camping, tapi dia memasang api yang besar sehingga hampir membakar semua yang ada disekitarnya “, jelas D.O membuat Luhan malu.

“ Ya! Hentikan! Jangan ceritakan yang aneh – aneh tentangku! “, larang Luhan.

“ Kau tahu Yuri, Luhan dulu…. “, sebelum D.O melanjutkan ceritanya Luhan langsung membekap mulutnya membuat Yuri tertawa melihat tingkah mereka yang menurutnya lucu.

“ Ada apa ini? “, tanya Kai yang ikut bergabung menghampiri mereka.

“ Anio, tidak apa – apa “, jawab Luhan.

“ Aish! Ya! Kau ingin membunuhku? “, tanya D.O kesal, sedangkan Luhan hanya tersenyum polos.

“ Kajja, Yuri! Kita mulai saja masaknya “, ajak D.O.

“ Neh “, jawab Yuri.

“ Aku akan membantu kalian, lagian kita harus membuat makanan untuk banyak orang kan “, tawar Kai yang langsung diijinkan oleh D.O.

“ Ya! Mengapa Kai boleh sedangkan aku tidak?! “, protes Luhan namun tidak membuat D.O mengijinkannya.

D.O memasak bagaikan koki profesional, Yuri pun terkagum – kagum melihatnya dari cara memotong sayuran sampai membuat bumbu.

“ Daebak!!! Aku baru pertama kali melihat namja memasak sehebat dirimu “. Puji Yuri membuat D.O tersenyum.

“ Dia memang jago memasak, karena dia bercita – cita menjadi koki terhebat didunia “, ucap Kai yang ikut memuji D.O.

“ Yuri , bisakah kau bantu aku mengaduk sup itu? “, pinta D.O dan Yuri pun segera menghampirinya.

Yuri mengambil satu sendok sup itu lalu mencobanya, dia tidak menyangka jika D.O membuat makanan sangat enak sekali.

“ Wah… masista!!! “, ucap Yuri.

“ Kai, kau ingin mencobanya? “, tawar Yuri membuat Kai mengangguk.

Yuri menghampiri Kai dengan satu sendok sup ditangannya, dia pun menyuapi Kai. Kai mengangguk sambil senyum karena masakan itu memang enak. Luhan yang sempat mengintip merasa kesal, dia juga ingin ikut masuk. Dengan perlahan – lahan dia melangkahkan kakinya ke dapur.

“ Yuri, aku juga ingin mencobanya “, pinta Luhan dengan sedikit berbisik karena takut D.O akan melihatnya dan mengusirnya lagi.

Yuri pun menoleh, lalu menyuapi Luhan namun sebelum Luhan menerimanya D.O langsung datang.

“ Ya! Luhan! Apa yang kau lakukan disini?! “, tanya D.O dengan tatapan  horror.

“ Aku hanya ingin mencoba masakanmu saja “, jawab Luhan polos.

“ Nanti saja sekarang kau pergi dari sini! “, usir D.O sambil mendorong Luhan meninggalkan dapur.

“ Waeyo Luhan? “, tanya Baehyun saat melihat wajah kusut Luhan.

“ D.O keterlaluan! Masa aku ingin mencoba makanannya tidak boleh? “, jawan Luhan.

“ Sudahlah, D.O itu trauma jika kau masuk ke dapur saat dia memasak “, ucap Baekhyun sambil mengusap pundak Luhan.

Part 6

Makanan sudah siap, semua orang terlihat sangat kelaparan. Sooyoung meninggalkan Airin yang masih menjaga tempat tidurnya. Setelah Sooyoung pergi Airin pun menyusulnya. Para namja sudah duduk ditempatnya masing – masing,

“ Chagi, disini! “, panggil Chanyeol pada Sooyoung.

Luhan berharap Yuri akan duduk disampingnya, namun bukan Yuri yang duduk melainkan Airin yang langsung duduk begitu saja. Yuri memilih duduk di dekat Kai karena tempat itu satu – satunya yang kosong.

“ Wah Jinjja! Masista! “, ucap Sooyoung yang langsung melahap makanannya.

“ Pelan – pelan chagi, nanti kau tersedak “, ucap Chanyeol memperingatkan yeojacingunya itu.

“ Oppa, aku suapin ya! “, tawar Airin yang ingin menyuapi Luhan, Yuri sempat meliriknya namun dia kembali fokus pada makanannya.

“ Anio, aku bisa sendiri “, tolak Luhan.

“ Ayolah Oppa! coba saja! “, paksa Airin.

“ Rin-a, jika dia tidak mau aku mau. Aaaaa! “, ucap Chen sambil membuka mulutnya.

“ Makan saja sendiri!!! “, ujar Airin kesal.

Airin melihat tatapan Luhan pada Yuri, walaupun Yuri sedang mengobrol dengan Kai tapi Luhan masih saja menatap mereka.

Aish! Kenapa Luhan Oppa selalu memandanginya?! Apa bagusnya yeoja itu?! Kai Oppa juga, mengapa para namja itu selalu menyukainya “, batin Airin kesal.

“ Akh! “, ringis Airin pura – pura sakit membuat semua orang menatapnya.

“ Perutku sakit!!! “, ringis Airin.

“ Waeyo? Apa kau baik – baik saja? “, tanya Kai yang langsung menghampiri Airin.

“ Luhan Oppa, bisakah kau menggendongku ke kamar. Aku tidak kuat! “, pinta Airin.

“ Luhan, sebaiknya kau bawa Airin. Kasihan dia “, suruh Yuri membuat Luhan tidak bisa menolaknya.

“ Paling dia hanya ingin perhatian dari Luhan “, gumam Sooyoung sambil melirik Airin.

“ Apa yang kau katakan Chagi? “, tanya Chanyeol yang tidak jelas mendengar ucapan Sooyoung.

“ Anio, aku tidak mengatakan apapun “, sangkal Sooyoung.

Luhan pun menggendong Airin ke kamarnya, terlihat Airin tersenyum menyeringai saat Luhan menggendongnya. Dia melirik Yuri yang melihat kearahnya.

“ Kai, apa tidak apa – apa membiarkannya seperti itu? “, tanya Yuri.

“ Anio, dia hanya butuh istirahat saja “, jawab Kai dan mereka pun kembali menyelesaikan makan malamnya.

Yuri mencuci piring dibantu oleh Kai, mereka saling membagi tugas dan sesekali bercanda. Kai melemparkan busa pada Yuri, sedangkan Yuri melempar air pada Kai.

“ Ya! Gemanhae, jika kita bercanda terus kita tidak akan menyelesaikannya “, ucap Kai.

“ Kau yang memulainya “, cibir Yuri membuat Kai terkekeh.

“ Yuri! “, ucap Kai membuat Yuri menoleh.

“ Hmm? Waeyo? “, sahut Yuri.

“ Aku menyukaimu! “, aku Kai tiba – tiba membuat Yuri menatapnya tidak percaya.

“ Neh?! “,

“ Aku tidak tahu sejak kapan, tapi aku benar – benar menyukaimu! “, ulang Kai membuat Yuri bingung

“ Aku… “, Kai tidak menunggu Yuri mengucapkan sesuatu

“ Kau tidak perlu menjawabnya sekarang, aku akan menunggu sampai kau siap memberikan jawabanmu “, sela Kai yang mengerti kalau Yuri pasti terkejut dengan pengakuannya.

Mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka dengan hening, setelah selesai Yuri pamit untuk ke kamarnya duluan dan Kai hanya menganggukan kepalanya sambil memandang Yuri yang semakin menjauh. Saat Yuri agak jauh dari dapur Yuri melihat Luhan yang berada tidak jauh darinya.

“ Luhan?! “, kaget Yuri.

Kai pun menyusul Yuri untuk kembali ke kamarnya, dia menghentikan langkahnya saat melihat Yuri berdiri dihadapan Luhan yang berada tidak jauh darinya.

To Be Continue….

Akhirnya bisa lanjut juga ff yang ini, Mian para readers yang menunggu aku telat post karena lagi krisis ide. Moga kalian memakluminya ya😀 Jangan Lupa RCL’y aku tunggu. Gomawo😀

 

39 thoughts on “DESTINY Part 6

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s