[Freelance] Me, and My Husband (Chapter 10)

Me, and My Husband 10

Me, And My Husband (Chapter 10)

Author             :  _agrn

Main Cast        : Yoona, and Sehun

Other Cast       : Seohyun , EXO-K, Jung Hyemi (OC), Yonghwa (CNBlue)

Genre              : Romance, Marriage Life, Friendship, Family, Littlebit Comedy

Rate                 : PG 16? 16.5? gatau-_-

Length             : Multichapter

A/N                 : Hei, adakah yang menunggukan FF ini? Wkwkwk, maaf karena telat update lagi ya. Seperti yang kubilang. Setelah Tales of 9 Death Angel, baru akan kubikin Me, And My Husband. Jadwal yang sibuk juga bikin aku telat update, protesnya ke guru ya, kalo mereka gak ngasih pr, aku pasti udah update dari jaman jaman dulu,wkwkwk.

Soal rating… -_- gak bisa komentar. Karena ada sedikit bagian yang anu /?/ jadi.. yah. Tauk dah, terserah readers aja mau dibaca atau dilewatin.

Sip segitu aja, DON’T LIKE DON’T READ and Happy Reading!!

oOoOoOo

Yoona mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia menggeliat sedikit sebelum sadar bahwa sepertinya hari sudah menginjak fajar. Terbukti dari jam weker yang menunjukkan pukul 4:50 pagi. Sudah waktunya bagi Yoona untuk bangun.

Berbeda dengan waktu-waktu yang sebelumnya, Yoona merasa aneh dengan kamar ini. Aroma kamarnya tidak sama, wallpapernya tidak sama dan sepertinya ranjangnya pun lebih luas. Heran dengan keanehan tersebut, Yoona memutuskan untuk berbalik dan melihat ke sisi yang berbeda.

Sayangnya, ketika ia berbalik, ia justru dapat melihat wajah seseorang yang terlihat begitu damai dalam tidurnya. Alih-alih akan berteriak kencang dan memukulinya, Yoona justru terdiam dan hanya mengubah posisinya menjadi duduk.

Benaknya kembali mengingat semua kejadian semalam. Ia menyuarakan isi hatinya dengan jelas, dan akhirnya ia dapat mendengar kalimat pengakuan dari Oh Sehun bahwa ia mengakui Yoona sebagai istrinya. Belum lagi dengan apa yang terjadi setelah itu, akhirnya Yoona bisa mengingatnya dengan jelas, dan pipinya langsung bersemu merah.

“Mmmh…”

Yoona menoleh kearah Sehun ketika mendengar suara kecil dari namja itu. sepertinya namja itu baru terbangun. Matanya masih setengah terbuka dan pandangannya tidak fokus sama sekali. rambutnya kusut, namun bagi Yoona, Oh Sehun masih terlihat tampan.

Tidak salah kalau ia mengatakan bahwa suaminya tampan bukan?

“Kau sudah bangun? Mau kubuatkan sarapan?”tanya Yoona berusaha mencairkan suasana yang tiba-tiba saja menjadi tegang.

Sehun tidak menjawab. Ia menguap pelan dan berdiri, lalu berjalan keluar kamar. Meninggalkan Yoona dalam kebingungan. Apa yang membuat namja itu tiba-tiba mengabaikannya? Baru saja semalam Sehun melakukan hal-hal manis dan mengatakan hal manis pula. Kenapa pagi ini dia langsung berubah menjadi Sehun yang dingin?

Yoona mengedikkan bahu. Sudahlah, lebih baik dia mandi dan bersiap pergi ke sekolah.

oOoOoOo

Yoona merapikan rambutnya yang sudah disisir dan diikat menjadi kuncir kuda.  Tak lupa, ia juga membersihkan seragamnya dari debu dan menyandang tasnya. Yoona mengambil sepatunya yang ada didekat pintu kamarnya dan memakainya. Begitu yakin bahwa penampilannya sudah rapi dan sempurna, Yoona segera keluar dari kamarnya dan turun kebawah untuk sarapan.

Yoona mengeryitkan dahinya saat sudah tiba di lantai bawah. Biasanya, ia sudah dapat mencium aroma roti bakar dan susu yang dibuatkan Ahjumma, entah kenapa hari ini ia sama sekali tidak mencium aroma makanan. Aroma susu pun tidak.

“Mau sampai kapan kau berdiri disitu?”

Yoona menoleh kearah suara dan dia mendapati Sehun sedang duduk seraya membaca koran pagi. Ia berjalan dan mendekati Sehun. “Dimana Ahjumma? Kenapa sarapannya belum disiapkan? Apa dia sakit?”tanya Yoona.

Sehun menghela nafas. “Jangan bertanya sekaligus seperti itu.”nasihatnya. “Ahjumma tidak akan membuat sarapan dan makan malam hari ini. Aku yang menyuruhnya”

“Mwo?! Kenapa kau melakukan itu?! Mau makan apa kita hari ini!!”gerutu Yoona.

Sehun berdecak kesal sebelum membalas “Jangan menggerutu dulu! Aku belum selesai bicara. Aku menyuruh Ahjumma mengurus taman belakang dan tidak memasak adalah karena aku ingin kau membuatkanku makan malam dan sarapan”

Yoona tertegun sejenak. Apa ia tidak salah dengar? Oh Sehun memintanya untuk membuatkan makan malam dan sarapan? “Apa? Kau? Memintaku membuatkan makanan?”ulang Yoona.

Sehun kembali menghela nafas, kali ini ia juga mengalihkan pandangannya kearah yang lain. Bermaksud agar Yoona tidak melihat semburat merah muda yang ada di pipinya. “Kupikir… ada bagusnya kita mengulangi semuanya dari awal…”

Yoona tak dapat mencegah senyumannya merekah. Bibirnya tertarik sendiri membentuk lengkungan manis yang makin membuatnya terlihat cantik. Apalagi ditambah dengan semburat merah muda tipis di pipinya. Ia semakin terlihat menawan.

“Arraseo. Kau ingin aku membuatkan apa?”

“Pancake”jawab Sehun singkat, masih sibuk menyembunyikan rona merah muda tersebut.

“Pancake? Entahlah, aku akan berusaha membuatnya cepat. Kita mungkin akan terlambat…”ujar Yoona seraya mengecek jam tangan yang ia kenakan.

“Sudah, buatkan saja.”Sehun kembali berkata dengan enteng. Yoona pun hanya dapat mengedikkan bahu dan mulai mengerjakan tugas memasaknya. Masa bodoh lah dengan terlambat atau tidak, toh dia tidak akan terlambat sendiri. Dan dia yakin Ayah-Ibunya akan memaafkannya ketika tahu alasannya.

Selama Yoona memunggunginya, Sehun hanya dapat menatap punggung tersebut dan mengulas senyum. Sejak semalam, tubuhnya terasa ringan dan hatinya sungguh berbunga-bunga. Ia seperti ingin tersenyum terus kala melihat yeoja itu.

Entah sudah berapa kali Sehun mengatakannya. Namun sekali lagi, ia akan mengatakan bahwa Yoona sungguh mempesona. Tidak hanya parasnya, cara ia berjalan, bergerak, bahkan mengedipkan matanya pun… bagi Sehun sungguhlah anggun dan mempesona. Ia sudah begitu masuk dalam pesona Im Yoona. Ah, sekarang namanya adalah Oh Yoona.

Oh Yoona. Sehun kembali mengulum senyumannya. Yoona memang istrinya. Yeoja yang akan menemaninya hingga masa tuanya. Yeoja yang akan membuatkannya makanan tiap hari. Satu-satunya yeoja yang akan ia cium, dan yeoja yang akan memberikannya seorang penerus.

Sehun tertawa lalu menggelengkan kepalanya. Keturunan? Terlalu cepat untuk memikirkan itu. Bahkan mereka belum lulus sekolah. Dan lagi…

Sehun menghela nafas saat memikirkannya. Ia memang belum pantas. Belum pantas untuk menjadi suami yeoja yang begitu mandiri dan hebat ini. Di usianya yang sekarang, Yoona sudah bisa memegang proyek besar dan membuat bangga ayahnya. Sedangkan dia? Boro-boro memegang proyek besar. Ia bahkan tidak pernah memimpin suatu rapat dan Sehun tak yakin dia cukup mampu untuk melakukannya. Ia juga tidak bisa membuat orang tuanya bangga. Yang bisa ia lakukan untuk membanggakan mereka hanyalah sekedar menurut.

“Hei, kenapa melamun?”

Sehun menengadah dan mendapati yeoja yang tadi ia pasati tengah duduk dihadapannya seraya mengambil garpu dan pisau. “Baru saja selesai, masih hangat. Makanlah”

Sehun mengangguk dan memakan pancake kesukaannya perlahan. Manis dan tentunya lezat. Memang pancake buatan Yoona-lah yang paling enak. “Enak.”puji Sehun tanpa diminta, membuat Yoona tersenyum.

Selanjutnya, mereka makan dengan hening. Hingga Sehun dan Yoona menyelesaikan makannya, tidak ada yang berbicara. Pada akhirnya, Yoona membuka pembicaraan. “Kau kenapa? Kau terlihat lesu”

“Maaf”ujar Sehun pelan, membuat Yoona menunjukkan raut bingungnya.

“Maaf untuk apa?”

Sehun mengangkat kepalanya, menatap manik mata Yoona dalam-dalam. “Maaf, karena aku belum cukup pantas untuk menjadi pasanganmu”

Yoona tidak bodoh untuk tidak mengerti apa yang dimaksudkan Sehun. Yoona mengukir senyum tipis lalu berdiri dari duduknya. Yoona mendekati Sehun dan menggenggam tangan Sehun. “Tidak perlu sekarang… Suatu nanti kau pasti bisa menjadi lebih hebat dariku. Maka dari itu, berusahalah lebih tekun dari sekarang.”ujarnya tulus. “Lagi pula, kalaupun kau tetap seperti ini…”

Yoona memberi jeda, pipinya merona. “Aku akan tetap menyukaimu…”

Sehun tertawa mendengarnya. Apalagi ketika melihat wajah malu Yoona. Sehun semakin ingin meledakkan tawanya.

Yoona yang melihatnya pun mempoutkan bibirnya lucu. Dia memukul bahu Sehun. “Tidak ada yang lucu!!”

Sehun mengangguk-angguk namun tetap tertawa kecil. “Iya, aku tahu, ahahaha. Tapi wajahmu itu sangat lucu”ucapnya.

“Tuan? Nona? Anda berdua tidak ke sekolah? Kalian sudah hampir terlambat…”ujar Ahjumma dari pintu belakang.

Sontak, Yoona melihat jamnya dan berseru “Akh! Memang! Sudah hampir jam setengah 8!! Aigoo… ottokhae?!”

Sehun segera berdiri dan mengambil kunci mobilnya. “Kajja”ujarnya singkat seraya menarik tangan Yoona menuju pintu utama.

Ahn Ahjumma yang melihatnya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. “Sejak kapan Nona dan Tuan jadi begitu akrab?”

oOoOoOo

Seohyun melirik jam tangannya. Ia mendengus. Kenapa Yoona tidak datang-datang? Gerbang sudah hampir ditutup dan yeoja itu belum menampakkan batang hidungnya. Biasanya dia akan datang bahkan sebelum Seohyun datang.

“Ck, Yoona Eonni… kau dimana?”gerutunya. Ia khawatir, apa dia sakit? Tapi biasanya Yoona akan menghubunginya duluan jika sakit.

“Seohyun-a? Kenapa disini?”

Seohyun menoleh kearah suara, dia tahu kalau yang memanggilnya pastilah Suho. “Ah, Oppa. Yoona Eonni belum datang. Makanya aku menungguinya. Aku khawatir kalau-kalau dia sakit”gumam Seohyun.

Suho tersenyum simpul. “Kenapa kau tidak coba meneleponnya saja?”

Seohyun menepuk jidatnya. “Ah! kenapa tidak terpikirkan dari tadi….”ujar Seohyun kesal. Ia merogoh sakunya dan segera menghubungi Yoona. “Yoboseo? Yoona Eonni? Kau dimana?”

“Aku sedang dijalan… Sehun-a tak bisakah kau lebih cepat?”

“Kau tidak lihat ini sedang macet?”

“Aish, dasar pemula”

“Pemula apa yang kau maksudkan?”

“Pemula dalam menyetir. Aish, kalau kau tidak minta yang macam-macam tadi kita tidak akan telat”

“Kalau kau menolaknya tadi aku tidak mempermasalahkannya”

Seohyun segera menutup telepon begitu mendengar suara teriakan Yoona. Dia yakin Yoona sedang bersama Sehun Dan alasan dia terlambat pastilah karena Sehun juga. Seohyun memutar bola matanya. “Newly Weds…”gumamnya kecil.

“Kenapa?”tanya Suho saat melihat Seohyun menghela nafasnya.

“Mereka berdua pasti terlambat. Entah apa yang mereka lakukan tapi kurasa keterlambatan Yoona berhubungan dengan Sehun.”jawab Seohyun.

Suho terkekeh “Wajar saja. Mereka pasangan pengantin baru. Dan sepertinya mereka sudah berbaikan. Bukankah itu bagus?”

Seohyun mengingat suara Yoona yang terdengar riang meskipun sedang berteriak pada Sehun. Sehun juga membalas perkataan Yoona dengan tidak sedingin biasanya. Mereka benar-benar telah berbaikan. Seohyun mengulas senyuman “Ya, syukurlah…”

“Suho Oppa? Sedang apa disini?”

Suho dan Seohyun menoleh kearah suara. Jung Hyemi sedang berdiri tak jauh dari mereka, yeoja itu menggaet lengan Yonghwa disampingnya.  Dengan senyum sok polos-nya, Hyemi mendekati Suho dan Seohyun, jelas dengan membawa Yonghwa.

“Oppa tidak masuk ke kelas?”tanya Hyemi saat telah berada didekat Suho.

Seohyun menatap Yonghwa. Entah kenapa perasaan sakit hati dan sesak menyerangnya. Ia masih, memiliki perasaan untuk Yonghwa. Ia masih, memiliki rasa sayang pada Yonghwa. Melihat Yonghwa berada disamping yeoja lain, didepan dirinya, sedekat ini…. Seohyun merasa sesak, Apalagi ketika Yonghwa memalingkan pandangannya dari Seohyun. Menolak menatap Seohyun. Seohyun sekali lagi, merasa ingin pergi dari sana. Namun kakinya tidak bisa digerakkan. Ia seperti terpaku disana.

Suho melirik Seohyun dan ia bisa tahu bahwa yeoja itu merasa tidak nyaman. Tapi jika langsung pergi tanpa menjawab pertanyaan Hyemi, itu sepertinya kurang sopan. Dia harus menjaga martabat ayah dan ibunya yang memang salah satu orang penting di pemerintahan juga. “Oh, aku hanya sedang menunggu Sehun dan Yoona bersama Seohyun”

Hyemi mengeryitkan dahinya. “Sehun Oppa… dan Yoona Sunbae? Memangnya mereka kenapa?”

“Mereka kenapa juga bukan urusanmu”

Yonghwa, Hyemi dan Suho menoleh kearah Seohyun yang baru saja berujar dengan dinginnya. Ketiganya sedikit kaget dengan perubahan raut Seohyun. Seohyun yang tadi terlihat ketakutan dan tidak nyaman berubah menjadi dingin dan tenang. Seakan yang disamping Suho sekarang bukan lagi Seo Joo Hyun.

Seohyun sendiri tahu, bahwa dia tidak mungkin bertindak seperti orang ketakutan selamanya. Cepat atau lambat dia harus kuat dan menerima kenyataan bahwa Yonghwa meninggalkannya. Tapi ia tidak bisa memaafkan Hyemi yang merebut Yonghwa hanya untuk menyingkirkan Yoona dari Sehun. Menjadi tenang dan dingin adalah salah satu cara untuk meredakan emosinya, agar ia tidak menghajar Hyemi saat itu juga.

“Tentu saja itu urusanku! Semua yang berhubungan dengan Sehun Oppa termasuk urusanku!”ucap Hyemi.

“Memangnya Sehun itu siapamu hah? Kau pikir Sehun senang diperlakukan begitu olehmu? Kau pikir Sehun adalah bayi berumur 2 bulan yang perlu kau urusi semua urusannya? Kau sudah punya Yonghwa, untuk apa kau memikirkan Sehun lagi? Ah, bukankah kau yeoja brengsek yang hanya memanfaatkan orang lain? Kurasa itu memang sifatmu. Dengan sifatmu yang seperti itu, aku tidak yakin kau cukup pantas untuk Sehun”ujar Seohyun panjang dengan santainya.

“Apa yang baru saja kau ucapkan Seo Joo Hyun?! Kau tidak tahu siapa aku?! Aku bisa menghancurkanmu saat ini juga!!”Teriakan Jung Hyemi memancing perhatian seluruh orang yang ada disana. Hingga tak sampai 3 menit, sudah banyak orang yang mengerubunginya.

“Apa kau tidak punya telinga? Lagipula, siapa kau? Anak seorang penjabat tinggi negara? Apa suatu saat nanti kau pasti akan menjadi penjabat juga? Aku tidak yakin.”ujar Seohyun lagi.

Tatapan Jung Hyemi sudah terlihat sangat marah. Suho tahu itu, semua orang tahu. Suho menatap Seohyun yang masih terlihat tenang dan dingin. “Seohyun-a, su..”

“Dan lagi, kau? Menghancurkanku? Hah, mungkin aku yang akan menghancurkanmu. Aku adalah pewaris tunggal perusahaan Ayahku. Dengan kekuasaan yang masih belum sepenuhnya ditanganku pun aku sudah bisa menggulingkanmu. Ah, bagaimana jika itu Yoona Eonni?  Yoona Eonni jelas lebih berkuasa dibanding aku. Mungkin tanpa menyentuhmu, dia bisa menyingkirkanmu”Seohyun tidak mengindahkan isyarat Suho untuk menghentikan ucapannya. Entah kenapa, membuat Hyemi terpojok saat ini sungguhlah menyenangkan untuk Seohyun.

Mendengarnya, Hyemi kembali tersulut emosinya. “Yoona? Yoona sunbae? Akulah yang akan menghancurkan perusahaan kecilnya tanpa menyentuhnya sama sekali! Kau salah dalam berbicara, Seo Joo Hyun!!”

Seohyun menunjukkan smirknya. “Oh ya? Meskipun begitu, kurasa kau tidak bisa memisahkan mereka. Mereka sudah terikat, dan aku bersyukur Sehun memiliki Yoona. Bukannya orang yang tidak bisa apa-apa sepertimu”

Cukup sudah Hyemi mendengar ocehan itu. Hyemi mendekati Seohyun dan menaikkan tangannya, bersiap menampar pipi mulus Seohyun. Seohyun sendiri tidak berniat menjauh dari tempat itu. Seohyun tetap berdiri disana menunggu tangan Hyemi mendarat di pipinya. Ketika tangan itu sudah digerakkan dan Seohyun sudah menutup matanya untuk sekedar tidak melihat pipinya ditampar, ia justru tidak merasakan apa-apa.

Seohyun membuka matanya ketika ia mendengar suara orang-orang yang menahan napas, dan dia membelalakkan matanya. Didepannya, Yoona berdiri tegap dan Hyemi tersungkur di tanah. Suho dan Yonghwa pun sama sepertinya, membelalak.

“Hei ada ap…”

Kai dan rombongannya datang dan tak bisa berkata-kata setelah melihat yang terjadi. Sehun yang berjalan tak jauh dari Yoona pun hanya dapat diam. Namja itu mengerti dengan sikap Yoona.

Tadi, Sebelum tamparan Jung Hyemi mengenai Seohyun, Yoona sudah lebih dulu datang dan memegang tangan yang akan menampar Seohyun dengan tangan kirinya. Sementara tangan kanannya balik menampar Jung Hyemi dengan keras hingga tersungkur. Dari tatapan Yoona yang begitu tajam dan dalam, semua orang sudah tahu kalau Yoona marah, sangat marah.

“K…Kau!!”ujar Hyemi seraya memegangi pipinya yang memerah, hampir berdarah. Sikunya yang berdarah karena menghantam tanah. “Beraninya kau! Aku terluka! Bagaimana kalau aku sampai mati”

“Justru aku akan senang kalau kau mati sekarang juga”ucap Yoona dengan suaranya yang begitu dingin. “Sudah berapa kali kubilang, jangan pernah menyentuh orang yang kusayangi dengan tanganmu itu. Apalagi sampai melukainya! Apalagi kau  tuli?!”teriak Yoona. Matanya berair namun suaranya masih tegas. Ia ingin menangis, karena Seohyun hampir terluka karena Hyemi yang mendendam padanya.

“Semua ini karena kau! Kalau kau pergi dari Sehun Oppa, semua ini tidak terjadi! Maka dari itu, pergilah dari Sehun Oppa karena Sehun Oppa adalah milikku!”jerit Hyemi, air mata membasahi pipinya. Ia kesakitan karena tamparan itu. Bahkan orang tuanya tidak pernah memukul pipinya.

Sehun menghela nafas. Ia sadar bahwa ini semua berakar dari dirinya. Ia termasuk dalam persoalan ini. Sehun berjalan mendekati Yoona dan Hyemi. “Berhentilah Yoong. Tenanglah”ujarnya seraya merengkuh tubuh Yoona, membuat semua orang yang melihatnya terbelalak, bahkan tidak sedikit yang mengabadikan momen itu dengan kamera.

“O..Oppa!!”seru Hyemi, kaget dengan tingkah laku Sehun yang begitu manis pada Yoona.

“Dengar, Jung Hyemi”Sehun menarik napas. “Aku tidak akan pernah bisa berpisah dari Yoona, begitupun sebaliknya. Karena kami sudah terikat janji sehidup semati.”

Semua orang kembali membelalak, tak terkecuali Yoona yang tidak menyangka bahwa Sehun akan membongkar identitas mereka berdua. “Oh Sehun!”

“M…Maksudmu?”tanya Hyemi, masih dengan mata yang membelalak.

“Ya, Aku adalah Suami Yoona. Dan dengan kata lain… kami sudah menikah”ucap Sehun lantang. Sekali lagi, namja itu membuat orang-orang yang mendengarnya menahan nafas untuk sepersekian detik.

“Oh Sehun!”Yoona berteriak dan menatap Sehun tidak mengerti. Bagaimana mungkin namja itu mengungkapkan hal yang sebenarnya dihadapan banyak orang? Apa dia tidak memikirkan apa yang akan terjadi berikutnya? Apa namja itu tidak memikirkan bagaimana nasib mereka setelah ini?

Sehun menatap Yoona dengan pandangan datarnya seperti biasa. “Apa? Cepat atau lambat mereka akan tau”

“Tidak… tidak mungkin… TIDAK MUNGKIN!!!!”Teriakan Jung Hyemi membuat mereka semua menatapnya. “Tidak mungkin… Sehun Oppa… kau hanya bercanda kan? Tolong… kumohon katakan iya…”

“Sayangnya ini bukan candaan. Itulah kenyataannya. Kami saksinya”ujar Chanyeol yang berada tak jauh dari sana.

Hyemi berdiri, lalu berjalan mendekati Chanyeol, Baekhyun, Kyungsoo dan Kai. “Kalian… selama ini kalian menutupinya dariku…?”

“Bahkan kekasihmu menutupinya darimu. Jung Yonghwa tau kalau Sehun dan Yoona sudah menikah”jawab Baekhyun santai.

Kali ini pandangan Hyemi beralih ke Yonghwa yang mengalihkan pandangannya. “Kau.. juga mengetahuinya?!”hardik Hyemi.

“Ya”jawab Yonghwa pelan dan singkat. Ia menolak menatap Hyemi.

“Brengsek!! Aku membayarmu mahal agar kau membantuku menyiksa Seo Joo Hyun! Kenapa kau tidak memberi tahuku tentang itu dari dulu hah?!!”teriak Hyemi lagi.

“Kau tidak menanyakannya”Sekali lagi, Yonghwa menjawab dengan singkat. Hyemi semakin disulut api emosi, ia mendekati Yonghwa dan menampar pipi namja itu keras.

“Breng…”

Sebelum Hyemi melanjutkan perkataannya, ia sudah membungkam mulutnya karena sekali lagi, ia menerima tamparan di pipinya. Kali ini tamparan itu berasal dari Seohyun.

“Berhenti bicara… Shut your fucking mouth up!”seru Seohyun. Yeoja itu menatap Yonghwa yang masih berdiam. “Kau… kau melakukannya hanya karena uang? Aku tidak menyangka… aku…”

Seohyun menggigit bibir bawahnya, ia tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Ia sungguh kecewa. Ia kecewa terhadap Yonghwa. Ia kecewa pada dirinya yang menangis hanya untuk namja seperti dia.

Suho menyentuh bahu Seohyun. “Kajja, kita pergi”ujarnya. Seohyun mengangguk, dan membiarkan Suho memapahnya berjalan. Mereka tidak melihat tatapan Yonghwa pada mereka. Tatapan sakit dan menyesal.

“Apalagi yang ingin kalian lihat? Masuklah. Sudah 1 jam pelajaran lewat!”seru Kyungsoo, membuat lambat laun, mereka semua pergi. Tersisalah Hyemi, Sehun, Yoona dan Yonghwa.

“Kajja”ucap Sehun, mengajak Yoona pergi dari sana.

Yoona mengangguk, namun berjalan kearah Yonghwa lebih dulu. “Kau melihatnya? Seohyun sudah bersama orang yang lebih baik. Orang yang tidak akan meninggalkannya hanya karena uang”

“Mereka sudah menjadi pasangan?”tanya Yonghwa dengan suara yang kecil.

“Belum. Tapi aku akan sangat mendukungnya jika itu terjadi”jawab Yoona singkat, lalu berjalan mengikuti Sehun yang sudah melangkah lebih dulu.

oOoOoOo

Ketika Seohyun sadar dari lamunannya, ia sudah berada di atap sekolah. Ia menoleh kearah Suho yang ada disampingnya. “Kenapa…”

“Bukankah ini tempat yang tenang? Disini kau bisa meluapkan segala kekesalanmu tanpa ada yang melihat Seohyun-a”ujar Suho.

“Kau yang akan melihatnya”ucap Seohyun kecil.

“Ah? Aku mengganggu? Aku akan kelu…”

“Aniya”Seohyun memotong dan memegang lengan baju Suho. “Aku… mungkin akan membutuhkanmu… disini Oppa”ujarnya sedikit terbata. Dari nadanya saja, Suho tahu kalau Seohyun akan segera menangis.

Suho meraih bahu Seohyun, perlahan, ia membawa Seohyun ke pelukannya. Awalnya ia takut Seohyun akan menolak, namun ternyata tidak. Yeoja itu justru membiarkan Suho memeluknya. Maka dari itu, Suho berani mengatakan “Disini… mungkin kau bisa menangis. Dan aku akan meredam suara tangismu, Seohyun-a”

Mendengar perkataan lembut Suho, benteng pertahanan Seohyun hancur sudah. Air matanya mengalir deras dan ia tidak bisa mengontrol dirinya lagi. Ia langsung memeluk Suho erat. Berharap ia dapat tetap berdiri dengan berpegangan pada Suho. Ia menyandarkan kepalanya di dada bidang Suho, dan menangis keras.

Suho sendiri tidak bisa melakukan hal lain. Ia hanya dapat membalas pelukan Seohyun dan mengelus-elus kepala yeoja itu dengan hati-hati dan penuh sayang. “Menangislah Seohyun-a… namun berjanjilah dalam hatimu kalau ini adalah tangisanmu yang terakhir”

Seohyun mengangguk dalam pelukan Suho. “Sakit… sakit sekali Oppa…”gumamnya sambil memukuli dadanya yang memang terasa sesak.

“Kalau aku… aku tidak akan membuatmu menangis seperti ini. Aku akan menjagamu dan membuatmu tersenyum selalu”ucap Suho.

Seohyun menegakkan kepalanya dan menatap Suho bingung. “Ne?”

Suho tersenyum getir. Entah kenapa ia nekat mengatakan hal itu. “Aku… pasti akan menjagamu dan selalu membuatmu tersenyum. Aku… aku menyukaimu, Seo Joo Hyun”

oOoOoOo

Seperti malam-malam sebelumnya. Yoona duduk di tempat ia biasa membaca majalahnya. Dan Sehun duduk tak jauh darinya sembari menonton televisi. Namun jelas, pikiran keduanya tidaklah dipenuhi majalah atau televisi. Pikiran mereka masih dipenuhi kalimat yang dikeluarkan oleh kepala sekolah mereka tadi.

“Sebenarnya aku sudah mengetahui hal ini dari orang tua kalian. Dan jelas aku bisa mengerti hal itu karena aku juga pernah dalam posisi yang sama seperti kalian. Dijodohkan.”

“Apa kami akan dihukum?”tanya Yoona.

“Aniya. Kalian tidak akan dihukum. Bukan karena orang tua kalian telah membayar kami. Tapi itu karena sudah banyak tanggung jawab kami yang kalian selesaikan sendiri. Contohnya, saat Yoona-ssi dibully. Itu tanggung jawab kami dan mungkin jika Tuan Im mengetahuinya, sekolah ini akan ditutup. Untuk yang satu itu aku berterimakasih padamu Yoona-ssi. Tapi tolonglah, jangan ulangi hal yang tadi kalian lakukan.”

“Maksudnya?”tanya Yoona lagi.

“Melakukan kekerasan di sekolah sangat dilarang. Aku tahu Jung Hyemi adalah dalang yang membuatmu melakukannya Yoona-ssi. Tapi jangan diulangi. Arraseo?”

Yoona mengangguk. “Arraseo”

“Bolehkah aku meminta tolong?”ucap Sehun, Kepala Sekolah dan Yoona menatapnya. “Tolong panggil orang tua Jung Hyemi dan beri dia skorsing. Kurasa… dia sedikit keterlaluan…”

“Algesseumnida”

“Kau meminta Hyemi diskors? Untuk apa?”tanya Yoona, memecahkan keheningan disana.

“Dia keterlaluan. Dia membuat banyak orang kerepotan dan kurasa dia perlu diberi pelajaran”jawab Sehun singkat.

“Kenapa kau melakukannya? Apa dia tanggung jawabmu?”tanya Yoona lagi. Ada sedikit nada tidak suka didalamnya. Dan Sehun tahu itu.

Sehun berdiri dan duduk disamping Yoona. “Bukannya begitu. Kurasa, dengan itu aku bisa membalas jasanya. Aku membimbingnya ke jalan yang baik, dan salah satunya adalah membuat ia belajar sesuatu”

Yoona mengangguk tanda mengerti dan meminum susu yang tersedia di mejanya. “Kurasa… setelah ini tidak akan lagi ada masalah”

Sehun tersenyum tipis. “Ya, kupikir juga begitu. Kuharap kita akan bahagia terus setelah ini. Semoga tidak ada lagi yang mengganggu kita”

“Kau sering bicara panjang belakangan ini Sehun-a”ujar Yoona sambil terkekeh kecil.

“Memangnya kenapa, huh?”Kali ini Sehun mengubah nadanya menjadi nada dingin dan raut yang dingin pula.

“Sudah bagus kau bicara sedikit lebih panjang dan sering tersenyum, kau malah menunjukkan tampang itu lagi”cibir Yoona.

“Apa tampang begini tidak tampan?”

“Tidak”jawab Yoona singkat. “Apa bagusnya bibir yang lurus terus dan tatapan yang datar begitu. Kau jelek sekali”

“Hei, bahkan dengan tampang begini sudah banyak yang takluk padaku”Sehun sedikit pamer.

“Tidak denganku. Seleraku tinggi. Tampang seperti itu sungguh jelek. Kalau tampangmu kembali seperti itu, tempat nomor satu orang tertampan ala aku akan berubah menjadi Luhan Gege”

Sehun sedikit merasa kesal ketika mendengar kata Luhan di ucapan Yoona. “Namja cantik seperti itu kau bilang tampan? Matamu bermasalah”

“Ya! Luhan Gege memang tampan! Makanya kau harus lebih banyak tersenyum jika mau melebihi ketampanan Luhan Gege!”

“Aku jauh lebih tampan bahkan dengan wajah seperti ini”

“Tidak. Luhan Gege jauh lebih tampan”

“Im Yoona, aku memperingatkanmu. Jangan bilang namja itu tam…”

“Luhan Gege tam…kyaaa!”

Yoona berteriak ketika tiba-tiba saja Sehun mendorong dirinya, sehingga sekarang posisi mereka berdua berubah. Sehun berada diatas Yoona dan Yoona berada dibawahnya. Jaraknya dan Sehun sangat dekat. Sehun pun hanya menggunakan tangannya untuk menjaga dirinya agar tidak menindih Yoona. Beruntung Ahn Ahjumma sudah pulang.

“Sudah kubilang jangan berkata begitu lagi. Kenapa kau sangat keras kepala?”

“I..itukan memang benar…”gumam Yoona tanpa menatap Sehun. Rona merah kembali terlihat di pipinya. “Oh Sehun, minggirlah”Yoona mendorong tubuh Sehun dan merubah posisinya menjadi duduk, lalu berdiri dan bersiap pergi ke kamarnya.

Sehun tidak tinggal diam, ia membalikkan tubuh Yoona dan mendorongnya hingga ke dinding. Namja itu menggunakan dua tangannya untuk menahan bahu Yoona disana. Tak lama kemudian, sebelah tangannya telah berpindah ke dagu Yoona dan Sehun mencium bibir Yoona lembut.

Awalnya Yoona kaget, namun ia membalas ciuman Sehun. Mereka menutup kedua mata dan menikmati ciuman hangat mereka. Bibir Sehun bergerak perlahan dan melumat sedikit bibir Yoona. Menikmati setiap sensasi yang diberikan oleh bibir pink tersebut.

Lama-kelamaan ciuman itu semakin menggila, semakin membuat keduanya bernafsu. Lumatan Sehun menjadi lebih liar, bibirnya bergerak lincah, mencari tempat yang lebih nyaman untuk ciuman panas mereka. Yoona pun tidak bisa menolaknya. Ia memasrahkan dirinya dan mengalungkan tangannya di leher Oh Sehun.

Sehun semakin berani melakukan ciuman itu dan menggigit bibir Yoona.“Mmmh…”lenguhan itu keluar dari mulut Yoona dan kesempatan itu digunakan Sehun untuk memasukkan lidahnya kemulut Yoona. Namja itu memainkan lidah Yoona, dan tak lupa mengabsen setiap gigi Yoona dengan lidahnya. Yoona membalas perlakuan Sehun dan terjadilah perang lidah dan saling bertukar saliva diantara mereka.

Tiba-tiba saja, ketukan dipintu terdengar. Membuat keduanya sontak menghentikan kegiatan mereka. Keduanya bertatapan malu lalu tersenyum bersamaan. “Dasar namja mesum”Yoona memukul pelan lengan Sehun yang hanya dibalas dengan kekehan oleh Sehun.

“Kajja, buka pintunya”Sehun berjalan menuju pintu utama dan diikuti Yoona. Begitu membuka pintu, yang mereka lihat adalah Kai yang datang dengan wajah panik.

“Kai?”gumam Yoona kecil sebagai respon.

“Sehun! Oh Sehun! Gawat! Perusahaanmu! Perusahaan keluargamu!!!”teriak Kai dengan wajah yang semakin panik.

“Mwo? Apa yang terjadi dengan perusahaanku?”

“Sepertinya ada yang telah menipu perusahaanmu. Sekarang, perusahaanmu sedang kacau! Banyak sekali kerugian dan sudah banyak yang memutuskan kontrak kerjasama dengan perusahaanmu! Jika begini terus… perusahaanmu bisa bangkrut, Oh Sehun!!”

Sehun tidak berkata apa-apa, dia masih dalam keadaan terkejut yang luar biasa. Yoona menatap Sehun khawatir. “Sehun-a, gwenchana?”

Sehun mendengus dan tidak menjawab pertanyaan Yoona, namun pegangan tangannya pada Yoona yang sedari tadi masih tertaut semakin erat, menandakan bahwa Sehun sedang berusaha mengontrol emosinya sekarang.

“Bagaimana dengan orang tuaku?”

“Aku baru dapat kabar jika Ibumu shock dan dibawa ke rumah sakit. Ayahmu sekarang sudah  berada di kantor. Kurasa kau harus ikut. Aku bawa mobil dan ada baiknya kau ikut saja denganku. Aku tak yakin kau akan bisa membawa mobil dengan keadaan batin yang kacau…”ujar Kai, lalu namja itu beranjak pergi untuk menyiapkan mobilnya.

Saat Kai pergi, Sehun mendengus lagi. Wajahnya terlihat letih dan shock. “Apa yang harus kulakukan? Aku bukan dirimu yang biasa melakukan hal seperti ini. Aku tidak bisa…”ujar Sehun lirih.

Yoona menggenggam kedua tangan Sehun dengan erat. “Aniya. Kau memang bukan diriku, tapi aku yakin kau bisa. Ingatlah, aku ada disini. Aku ada disini untuk membantu dan menyemangatimu. Jangan menyerah secepat itu. Oh Sehun yang kukenal tidak selemah ini. Suamiku pasti tidak akan menyerah”ujar Yoona sambil menunjukkan senyum manisnya.

Sehun tersenyum tipis dan memeluk Yoona. “Gomawo. Terimakasih sudah menyemangatiku.”

Yoona membalas pelukannya, “Ne, cheonmaneyo Sehun-a”

Sehun melepas pelukan itu saat klakson dari mobil Kai terdengar. “Aku harus pergi. Kau jagalah rumah dan tidur, besok kau harus sekolah.”Setelah mengatakannya, Sehun mengecup singkat bibir Yoona. “Saranghae”

Yoona tersenyum. “Nado Saranghae… pergilah dan hati-hati”

Sehun mengangguk dan segera berlari masuk ke mobil Kai. Tak butuh waktu lama, mobil itu sudah melesat pergi. Meninggalkan Yoona sendiri di rumah.

Entah kenapa, Yoona memiliki firasat buruk. Dan firasatnya seringkali benar. Tidak, jangan sampai. Jangan sampai hal yang ada dipikirannya terjadi. Jangan sampai ia dan Sehun harus berpisah.

Ia… tidak akan sanggup berpisah dari Oh Sehun.

TBC

Fuaaaaaa! Tumben selesainya cepet banget, Cuma butuh 2 hari>< satu hari buat ide dan satu hari buat nulis! Kyaaaa!!! Aku seneng.

Adegan yang ada Hyeminya panjang ya? Entah kenapa suka banget nyiksa Hyemi disana,wkwkwk. Dan soal Seohyun –Suho…. Wkwkwk mereka udah mulai gitu gitu /?/ haha. Aku cukup puas dengan chapter ini walau mungkin masih ada yang kurang.

Soal adegan Yoona Sehun yang kisseu itu… aku gak bisa komen apa-apa -_- astaga readers, entah setan yadong apa yang merasuki jiwa author yang masih bocah 99line ini.  Kalau mau jujur, aslinya author bikin itu si Sehunnya udah yadong banget-_- tapi author hapus karena yakin deh yang baca pasti ada yang masih belum boleh dan aku yang buat pun masih belum boleh-_- jadi well, karena gak mau banyakin dosa, mending stop aja ngomongin beginian dan lupakan hal itu-_-

Sip, segitu dulu deh, RCL yah~ love kalian semuah~

Advertisements

113 thoughts on “[Freelance] Me, and My Husband (Chapter 10)

  1. Pingback: FanFictions | Infinitely A

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s