[Freelance] Happy in Winter (Chapter 2)

poster Happy In Winter 2

Titles: Happy In Winter

Main Cast:

Im Yoona

-Xi Luhan

-Cristina Fernandez Lee

-Jung Yoogeun

Other Cast:

Find by yourself ^^

Genre:

Romance, Family (Maybe), Yadong (Just little, dikit), Marriage Life, dll

Length:

Part

Author:

yoohwanhee

Poster by:

Kkabtiffie

Disclaimer:

Cast bukan milik saya. Milik Tuhan, Orang tua mereka, dan agensi mereka

NB (Wajib dibaca):
Annyeong! Author balik lagi. Kali ini, ada sedikit yang berbeda dari FF “Happy In Winter” sebelumnya. Di part ini, nama castnya bukan lagi OC tapi udah nama sebenarnya. Ini permintaan para readers. Hehe~ Oh iya, kalau ada tanda ini “#BS” itu artinya backsound ya. Ini juga, yadong nya disini Cuma sekedar Kiss Scene aja dan ga berbau NC karena author yang buatnya juga belum cukup umur O.o. Dan, maaf kalau kebanyakan typo. Typo itu seni loh ^^

Backsound:
Alone – Tiffany Hwang, Yozoh – Again and Again, Its Love –Sunny ft. Taeyeon, Seoul Song – Super Generation, T-ara ft. Davichi – We Were In Love, Forever – SNSD

Hope You Enjoy The Story
.
.
.

::Happy In Winter::
Normal POV.

Mereka akhirnya sampai juga di rumah Yoona

“Aku akan meneleponmu nanti” Kata Yoona sambil menggenggam erat tangan Luhan

“Geurae. Goodbye kiss dulu” Yoona lalu mencium cepat bibir Luhan

“Annyeong!”

Luhan pun pergi kembali ke rumah dan Yoona pun masuk kedalam rumahnya. Tiba tiba…

Brukk brakk

Terdengar suara lemparan dari dalam rumah Yoona. Suara itu berkali kali mengagetkan Yoona

“A…ada apa.. ini?” Tanya Saera kepada 2 lelaki dan 1 perempuan yang membelakanginya itu

“Siapa kau? Apa kau, Im Yoona?” Tanya sang lelaki yang berada di samping perempuan yang masih membelakanginya itu. Lelaki itu memakai kaus hitam dan celana jeans. Saera mulai sedikit ketakutan

“Ne, a..aku…Yoon…yoon..Yoona” Jawab Yoona.

Ia gemetaran, takut, dan tidak tau apa yang harus dilakukannya. Memang, sejak tadi, tidak ada orang di rumah, hanya ada 4 satpam yang berada di depan rumah, dibelakang rumah, dan di samping rumah. Sedari tadi, 2 pembantu Yoona telah pergi untuk menjemput adiknya. Dan eomma dan appa nya kembali pergi ke kantor setelah menyiapkan pernikahannya. Tapi, kemana para satpam rumah Yoona?

“Apa kau tau? Kau dan keluarga mu berhutang padaku. Yaa, sekitar 9.2 Juta won. Dan, rumah ini tidak ada artinya bagiku! Walaupun rumah ini memiliki sebuah barang yang sangat berharga di bawah tanah pun tak berarti bagiku. Kau harus membayarnya” Jelas lelaki itu. Kemudian, 2 lelaki dan 1 perempuan itu membalikkan badannya. Betapa terkejutnya Yoona… entah kenapa ia begitu terkejut dan lebih ketakutan dari sebelumnya.

“Chan… Chanyeol?”

#BS (T-ara ft. Davichi – We Were In Love)
Uri saranghae jana
Jebal nal ullijima
Ojik naegen neo hanapeunnya
Nuneul gamado beoyo
Gwireul magadeo deulyo
Jebal nal ttonagajima

“Se..sejak kapan aku..berhutang pada..mu?” Tanya Yoona yang masih ketakutan.
Ia tak menyangka, Chanyeol selama ini baik padanya. Tak pernah mencelakainya dan bahkan, dulu ia pernah menjadi pacar Yoona selama 2 tahun lebih. Tapi, Yoona dijodohkan oleh orang tuanya dengan teman kecil nya, Luhan. Yoona tidak mengatakan kepada Chanyeol bahwa ia telah di jodohkan dengan Luhan. Yoona merahasiakan hubungannya dengan Luhan tanpa diketahui Chanyeol. Dan pada suatu hari, Chanyeol diajak keluarganya pindah ke Jepang dan tinggal disana selamanya. Chanyeol tidak memutuskan hubungannya dengan Yoona bahkan ia berjanji bahwa akan datang ke Korea 5 tahun lagi.

Setelah mengetahui bahwa Yoona akan menikah dengan Chanyeol, jelas jelas ia marah besar. Dan menurut Chanyeol, cinta yang selama ini ia berikan kepada Yoona harus ditukar dengan 15 Milyar won. Tapi, karena ia masih mencintai Yoona, maka ia kurangi menjadi 9.2 Juta won. Memang, Chanyeol adalah anak dari orang yang kehidupannya berkecukupan. Tidak seperti Yoona dan Luhan, anak seorang pengusaha besar. Jadi, cinta diganti dengan uang? Bagaimana bisa?

“Sejak 4 tahun lalu saat aku pergi ke Jepang. Kau mulai berhutang cinta padaku. Cinta yang selama ini yang aku berikan padamu, kau harus menukarnya!” Ancam Chanyeol

“M..mwo? Membayar cintamu? Dulu, aku sama sekali tidak mencintaimu. Aku hanya kasihan padamu yang selalu mengejarku. Sampai kau mengorbankan jam pelajaran mu di kampus hanya untuk melihatku. Aku kasihan karena itu, aku merasa kau dibodohi oleh cinta! Dan aku sama sekali tidak mencintaimu dan sama sekali tidak ingin menerima perhatian, belaian, dan cinta darimu. Aku sama sekali tidak mengenalmu. Tidak mencari tau siapa dirimu dan bagaimana kehidupanmu. Aku sama sekali tak peduli padamu! Aku tidak peduli!!!” Teriak Yoona lalu lari ke lantai atas dan mengunci pintu kamarnya. Melihat itu, Chanyeol berdiri seperti patung dan diam seribu bahasa.

Di kamar Yoona…

“Orang bodoh! Kau dibodohi oleh cinta, Chanyeol-ah. Kau bodoh! Aku tidak mencintaimu sama sekali. Untuk apa aku mencintai orang yang bodoh sepertinya. Tidak seperti Luhan. Luhan adalah orang yang ceria, tidak pernah dibodohi oleh cinta. Kau gila, Chanyeol-ah! Kau seharusnya tidak mencintaiku!” Yoona menitikkan air mata. Tapi, ia tidak merasa bersalah pada Chanyeol. Hanya saja ia terbawa suasana

Narang baphanbeon meongneunge geureoke himdeun…

Handphone Yoona pun berbunyi

Ia melihat nama penelpon itu dilayar ponselnya

‘Xi Luhan’

Ternyata, Luhan meneleponnya. Ia menghapus air matanya dan menarik nafasnya. Ia mengangkat teleponnya

“Hufh… Yeoboseo” Kata Yoona kepada orang yang meneleponnya itu

“Oh, Yoona! Kau baik baik saja, kan? Tidak terjadi apa apa?” Suara Luhan terdengar dari ujung telepon

“Ne. Aku baik baik saja” Jawab Yoona

“Syukurlah. Tadi, perasaanku aneh. Aku seakan merasakan sesuatu. Aku merasa takut akan terjadi apa apa padamu. Neo jeongmal jeongmal gwenchana?”

“Ne. Tadi.. tadi… aku… terpeleset dan sekarang sudah baikan. Kau tidak usah begitu khawatir”

“Benarkah? Apa tidak sakit? Aku kesana sekarang, ya? Bagaimana bisa aku tidak khawatir. Aku sangat sangat sangat khawatir”

“Ja..jangan. Kau tak usah kesini. Aku baik baik saja. Eomma dan appa sudah ada kok. Tenang saja. Ku tutup ya. Aku lelah”

“Baiklah. Yang penting eomma dan appa mu sudah ada. Annyeong!”

“Ne, annyeong”

Yoona menutup teleponnya dan menuju ke arah pintu. Saera membuka pelan pintu kamarnya agar tidak diketahui oleh Chanyeol

‘Ng? Apa ini? Dimana Chanyeol? Dimana pecahan vas bunga tadi? Apa… ia telah pergi?’ Batin Saera

‘Kemana Chanyeol? Tadi, ke empat satpam tidak ada, kenapa ke empat satpam itu kini berada di depan rumah? 2 Pembantuku  juga sedari tadi tidak ada. Tapi, sekarang mereka telah datang dan mengurus adikku.’ Batin Saera lagi

“Bi, apa bibi tidak melihat 3 orang yang berada di lantai bawah? Uhmm… oh iya, ada 1 perempuan disana. Memakai baju tak berlengan dan celana pendek” Jelas Yoona kepada sang bibi yang akan segera mengantar makanan adiknya itu.

“Hmm… Aniyo. Saya sedari tadi tidak melihat ada orang disini” jawab sang bibi

“Kalau begitu, aku masuk lagi ya” Pamit Yoona lalu masuk kedalam kamarnya

SKIP

25 Juli 2012

Di salon…

Yoona yang duduk di kursi rias itu tersenyum senang. Ia tahu ini bukan mimpi, tapi ia merasa ini adalah mimpi. Mimpi terbesar dalam hidupnya. Memakai cincin pernikahan, itu terasa seperti mimpi, bukan?

“Im Yoona!” Panggil seseorang

Saera pun menoleh kebelakang dan mendapati yeoja cantik yang memakai kaus biru dan hotpants jeans

“O, Yuri eonnie. Aku merindukanmu” Yoona pun beranjak dari kursi rias dan berlari kecil kearah Yuri, kakak sepupunya. Kwon Yuri adalah penerus perusahaan milik Bibi Im. Bibi Im dan ayah Yoona bersaudara. Sehingga itu, Yuri dikenalkan kepada Yoona sebagai kakak sepupunya.

“Ahh, senang sekali mendengarmu menikah” Ucap Yuri lalu memeluk Yoona yang memakai gaun putih itu.

Yoona POV.

“Gamsahamnida, eonnie. Kukira eonnie tidak akan datang di pesta ku hari ini” Aku tidak menyangka bahwa Yuri eonnie akan datang. Dan ini… ini terasa seperti mimpi.

“Tunggu” Aku pun melepaskan pelukan hangat itu

“Paman dan Bibi dimana?” Tanyaku.

“Sudah ada di gedung tempat pesta pernikahanmu. Ayo cepat, mereka menunggumu” Ujar Yuri eonnie. Ia mendorongku pelan menuju kursi rias. Ia merias wajahku dengan make up yang tipis. Dan ia pun menata rambutku. 1 menit.. 2 menit.. yap! 6 menit selesai!

“Whoa.. Gomawo, eonnie. Aku tidak pernah melihat diriku seperti ini sebelumnya” Kata ku.

“Baiklah. Yang kita perlukan sekarang adalah menuju ke gedung pernikahan. Ayo cepat, cepat” Yuri eonnie memegang tanganku dan menarik ku pelan keluar salon dan menuju ke mobil.

Yoona POV. End

Di gedung…

1 jam lebih berlalu. Yoona dan Luhan melayani para tamu dengan menawarkan makanan yang tersedia. Adat di keluarga pengusaha memang begitu. Bukan para pembantu yang menawarkan makanannya tetapi para pengantin sendiri.

“Selamat, Im Yoona” Ucap seseorang. Kira kira ada 2 atau 4 orang.

“Jessica? Tiffany?” Kaget Yoona. Kedua sahabatnya yang berada dihadapannya itu selama ini pergi mengurus perusahaan milik orang tua mereka. Jessica pergi ke Jepang dan Tiffany pergi ke Spanyol. Mereka sangat sangat sibuk. Tapi, mereka menyempatkan diri untuk datang kepesta Yoona. Sungguh sahabat yang baik

“Ka..kalian…” Yoona masih tidak percaya bahwa itu Jessica dan Tiffany. Lagi lagi ia merasa bahwa ini adalah mimpi.

Merasa Yoona tidak percaya, Jessica dan Tiffany pun memeluk Yoona bersamaan. Yoona hampir saja menangis, terharu. Tapi ia menahan air matanya agar tidak terlihat bodoh didepan umum

“Oh ya, Yoona” Tiffany melepaskan pelukan itu

“Akupun akan menikah dengan sahabat Luhan, Sehun” Ucap gadis berdarah Amerika-Korea yang lebih akrab dipanggil Fany itu

“Jinjjayo? Oh Sehun?” Kaget Yoona tidak percaya. Luhan dan Sehun adalah sahabat yang baik dan selalu lengket dimana saja. Begitupun Yoona dan Tiffany.

“Ne. Dia namja yang tampan” Kata Fany

“Hey hey hey. Kalian tidak memperdulikanku, ya?” Jessica yang merasa dihiraukan pun angkat bicara. Ia mengembungkan pipinya. Terlihat.. yaah, terlihat lucu dan imut

“Jangan begitu, Sica. Bagaimanapun kita adalah sahabat” Ujar Yoona lalu tersenyum

Mendengar ucapan Yoona, tersenyum.

“Tapi, Yoona” Raut wajah Jessica terlihat bingung. Entah kenapa ia menjadi seperti itu

“Bukannya kau… masih terlalu muda. Kau baru saja memasuki umur 19 tahun. Bukannya orang yang menikah harus umur 23 keatas?” Sambung Jessica

“Kenapa? Apa umurku bermasalah dengan ketentuan pernikahan? Tidak kan? Ini sudah cukup. Tapi, ini kan perjodohan dari orang tuaku. Aku saja berpacaran dengannya pada umur 15 tahun” Bantah Yoona. Memang, adat di keluarganya memang begitu. Para gadis yang sudah berumur 18 tahun keatas telah mencukupi umur untuk menikah. Begitu juga untuk pria. Jadi, tidak masalah bukan?

“Tapi mungkin akan sulit menjadi seorang istri yang masih berumur 19 tahun” Kata Tiffany

“Ah… itu… tidak! Pasti tidak akan sulit. Aku sudah berpacaran dengannya selama 4 tahun dan aku tahu sifatnya. Dan itu tidak akan membuatku kesulitan” Bantah Yoona lagi

“Bagaimana jika suamimu selingkuh dengan wanita lain? Apa yang akan kau lakukan?” Tanya Jessica

‘Sebenarnya yang dikatakan Jessica dan Tiffany adalah benar. Dan aku, adalah gadis yang masih terlalu muda untuk menikah. Tapi, demi membahagiakan kedua orang tuaku, aku harus menjalani pernikahan ini. Aku harus bagaimana?’Batin Yoona

“Yak! Im Yoona, kenapa kau diam saja.” Tegur Tiffany. Mungkin Yoona sedikit terlihat bodoh didepan teman temannya. Ia merasa seperti itu.

“Ah.. Aniya. Aku hanya… hanya… memperhatikan tamu tamuku” Yoona beralasan yang tidak masuk akal. Fyuuh… Inilah Yoona, selalu terlihat ceroboh saat tidak sadarkan diri. Dan sifat itu sangat disukai oleh seorang Xi Luhan. Tapi, kenapa kita berbicara tentang Luhan???

“Begitu rupanya. Kalau begitu, uruslah dulu para tamu. Kami akan menemuimu nanti!” Ujar Tiffany

“Ne… Terima kasih sudah datang” Yoona pun berbalik dan mulai mengurus kembali para tamu

Beberapa jam berlalu. Tidak terasa sekarang telah jam 17.28. Yoona dan Luhan yang tadinya berada di gedung pernikahan sekarang telah berada di rumah baru mereka berdua yang dibeli oleh appa dan eomma Luhan 4 hari yang lalu. Rumah yang berada di wilayah Busan itu kini telah ditempati oleh pasangan yang baru saja menikah. Suasana di rumah ber cat putih itu sangat hangat dengan kebahagiaan.

“Rumah ini sangat indah. Sejuk!” Kagum Yoona. Memang, rumah ini berlantai 3 dan juga banyak jendela besar. Jadi, Yoona bisa melihat pemandangan Kota Busan dari atas rumah itu.

Luhan masih ingin melihat lihat rumah yang telah di atur rapih beserta furniture-furniturnya itu. Dilantai pertama, ada sebuah bingkai foto di atas meja kecil dekat sofa. Bingkai dengan foto Luhan dan Yoona itu pun diangkat Luhan dan dilihatnya dengan saksama. Ia lalu tersenyum senang. Lalu ia menuju ke lantai atas yaitu lantai kedua. Terlihat 3 pintu disana. Setelah di lihat-lihat, pintu pintu itu adalah pintu kamar Luhan, Yoona, dan anak anak mereka nanti. Kemudian, Luhan menuju ke lantai paling atas dan melihat pemandangan Busan lewat balkon rumah itu. Indah sekali!

“Yoona-ah” Panggil Luhan. Yoona yang berada dilantai dua dapat mendengar panggilan Luhan. Merasa dipanggil, Yoona menuju ke lantai atas. Ia melihat Luhan sedang duduk dibalkon. Ia pun melangkahkan kakinya kearah balkon

“Waeyo?” Tanya Yoona. Tapi, sejak menginjakkan kaki dibalkon ini, raut wajahnya terlihat bingung. Entah apa yang membuatnya bingung seperti ini

“Aku seharusnya yang menanyakan itu padamu. Kenapa kau terlihat seperti orang bodoh?” Tanya Luhan lalu tersenyum kecil

“Ani… itu… kenapa hanya ada 1 kursi di balkon ini?”

Luhan terkekeh pelan. Ia lalu mengulurkan tangannya pada Yoona. Kemudian, ia menarik Yoona pelan ke pangkuannya dan memeluknya. Hangat, nyaman. Itulah perasaan Yoona saat duduk dipangkuan Luhan.

“Hari yang indah, ya?” Ujar Luhan.

“Ne.. Hari yang sangat sangat indah” Yoona tersenyum senang

#BS (Backsound: Forever – SNSD)

Jichyeoittdeon gaseumi dashi seumswhigo

Gananhaejin maeumi bicheul chajasseo

Yeongwonddeorok ireohke naye sonjapgo gatchi geotgo shippeo

Uri deul  manui sesange saranghaneun nae saramgwa hamkke

Secara mendadak, di dalam pikiran Yoona, ada hal yang ingin disampaikan kepada Luhan. Begitupun dengan Luhan. Ada hal yang ingin disampaikan kepada Yoona.

“Yoona-ah” “Luhan-ah” Ucap mereka berdua bersamaan.

Mereka menatap satu sama lain. Jarak wajah mereka dekat, bahkan sangat dekat. Hanya beberapa centimeter. Entah apa yang membuat wajah mereka semakin dekat. Terasa seperti ada yang mendorong wajah mereka agar lebih dekat lagi. Dekat dekat, dan semakin dekat. Akhirnya…

Chu~

Kedua bibir sepasang kekasih yang baru saja menikah itu bertemu. Refleks, mereka berdua menutup matanya pelan. Pada saat itu juga, matahari mulai terbenam.

#BS (Backsound: Forever – SNSD)

Aju oraen shigani heulleo jinaseo ([Jessica] Aju oraen jinaseo)

Neowa naye moseubi jogeum dallado ([Tiffany] Jogeum dallado)

Yeongwonddeorok ireohke neowa duriseo kkumeul kkugo shippeo

Naye sowoni dwieojun

Naye mideumi dwieojun neowa

2 menit ciuman itu berlangsung, akhirnya dilepaskan juga oleh Yoona yang wajahnya telah memerah. Begitu juga dengan Luhan, wajahnya bahkan sangat memerah. Hening… Tidak tau apa yang harus dibicarakan. Tiba tiba… telepon rumah berbunyi

Kring… Kring…

Yoona yang mendengar suara itu pun langsung beranjak dari pangkuan Luhan dan menuju ke lantai dua. Dengan cepat ia mengangkat telepon itu

“Yeoboseo?” Ucap Yoona seraya memperbaiki rambutnya

“Ne, yeoboseo, Yoona?” Tanya seorang namja dari telepon. Terdengar suara berisik disana

“Ne, nugu?” Tanya Yoona yang bingung akan suara asing daari seberang telepon

“Aku Kim Jong In. Teman Luhan. Aku ingin mengajak kalian untuk datang ke kafe. Temui aku di kafe xxxxx. Aku tunggu 20 menit lagi, ya” Namja yang akrab dipanggil Kai itu menjelaskan maksudnya untuk menelepon

“Ne, akan aku sampaikan pada Luhan” Kata Yoona

Entah kenapa telepon itu langsung saja ditutup.

“Mwoya. Tidak sopan.” Kesal Yoona lalu menendang pelan meja dihadapannya itu.

Yoona lalu menuju ke lantai atas dan menjelaskan ajakan Kai tadi kepada Luhan.

Beberapa menit kemudian, mereka telah siap dengan outfit yang stylish. Yoona dengan dress putih dan Luhan dengan kaus hitam.

“Kira-kira, apa yang ingin Kai bicarakan dengan kita?” Gumam Yoona pelan. Ia mengambil handphone nya yang ada di meja kecil.

Mereka akhirnya pergi ke kafe menggunakan mobil silver milik Luhan.

Narang baphanbeon meoneungge…

Handphone Yoona berbunyi. Tertera nama ‘Kim Jong In’ di layer handphone Yoona. Yoona pun mengangkat handphone yang sedari tadi berdering itu

“Yeoboseo, Jong In-ah?”

“Kau dimana? Lama sekali”

“Di jalan” Jawab Yoona singkat

“Cepatlah”

Lagi lagi telepon itu langsung ditutup begitu saja. Yoona semakin kesal dengan tingkah Kai yang menyebalkan itu

Tidak terasa, mereka telah sampai di kafe yang dituju. Terlihat Kai dan 5 orang lainnya disana. Sepertinya itu Sehun, Kris, Hyoyeon, Jessica, dan… Tiffany???

“I…ige… mwoya?” Kaget Yoona melihat kedua sahabatnya juga berada disana. Ya, Jessica dan Tiffany.

“Mereka adalah teman ku juga” Ujar Luhan lalu melangkah menuju Kai.

Yoona yang melihatnya pun mengikutinya dari belakang

“Hi, friend!” Sapa Jessica lalu tersenyum kearah Yoona. Yoona pun membalas senyuman Jessica.

“Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Luhan cepat. Ia lalu mengambil tempat duduk di sebelah Yoona

“Ini, aku, Kai Hyung, dan Kris Hyung sudah bicarakan dengan kedua orang tua kalian berdua. Dan mereka setuju” Ucap Kai memulai pembicaraan

“Memangnya apa yang kalian bicarakan dengan orang tua kami berdua?” Tanya Yoona. Ia mengambil gelas yang berisi jus anggur itu dan meminumnya

“Aku dan Sehun yang mengatakannya kepada orang tua kalian. Jadi begini, bagaimana kalau kalian…”

7 thoughts on “[Freelance] Happy in Winter (Chapter 2)

  1. Ahh akhirnya xhap 2 keluar juga..
    Aku rada bigung thor ‘-‘v
    Kalian ..? Ahh penasaran .Yang chenyeol itu aku rada bigung ‘-‘
    Next chap dong .jagan lama” yaa

  2. kailian ngapain…??
    Ahh athor.a bikin penasaran nie..
    pokokk.a next chap.a harus keluar cepet* ne..😉
    ff.a keren banget thor aku suka

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s