BLACK ROSE [PART 2/2]

Title                    :  ”BLACK ROSE” [PART 2]  END

Author             : JeniHwang (@cejexoxo)

 

Main Casts                   :

–         Jessica Jung

–         Kim Jongin

–         Xi Luhan

 

Other Casts                 : Find it by yourself

Length             : TWOSHOOT

Genre               : Romance, , Sad, Angst,  , Friendship, School Life

 

Author’s Talk :

Annyeong~~ Jeni kembali dengan part 2(?) dari “BLACK ROSE” hehe.. kayaknya sih bakalan panjang(?) maaf loh yaa klo ada  yang gak suka alur ceritanya 😀 ff bareng @vaeliselva ini cuma twoshoot  ouo. Mohon RCL nya 🙂 Jangan lupa baca FF Jeni yang  lainnya 😀

 

Baca Part 1 di sini –> BLACK ROSE [PART 1/2]

 

Happy Reading~~

 

***

[ Previous Chapter ]

“Hai sayang, sudah tidak sabar ya?” Ucap Jessica sambil tersenyum dan membalikan badannya. Seketika senyumannya hilang dan tergantikan oleh ekspresi yang luar biasa terkejut. Namja yang menepuknya bukanlah namja yang membawa ia ke penthouse mewah ini.

 

‘Dia….. kenapa dia ada disini.. Apa maksudnya ini.. A..aku.. aku tidak mengerti.’ Pikir Jessica setengah panik. Ia tidak menyangka bertemu dengan namja ini ditempat  seperti ini.

 

***

Jessica sangat terkejut dengan namja yang menepuk pundaknya itu.. Namja yang saat ini ada dihadapannya adalah namja yang ada di kafetaria beberapa waktu lalu, dilempar nampan makan siang oleh Jessica .

 

“Pulanglah..”kata namja itu dengan suara paraunya seperti baru bangun tidur. Jessica masih diam terpaku dan berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi.

 

“Diluar akan dingin, pakailah..” Katanya sambil memberikan Jessica jaket yang sedang ia genggam. Jessica melihat tulisan yang tersablon di jaket basket itu, “Jongin88” .Oh, jadi namanya adalah Jongin, pikir Jessica.

 

Jongin menarik tangan Jessica, memberhentikan taksi yang untungnya masih ada yang lewat, dan memberikan sejumlah uang kepada Jessica, “gunakan ini untuk membayar taksi. Hati-hati dijalan ,oke?” kata Jongin pelan sebelum akhirnya taksi yang membawa Jessica mulai melaju.

 

Jessica hanya bisa diam membeku didalam taksi. Ia merapatkan jaket yang Jongin berikan, yang sekarang melekat ditubuhnya, sebelum kemudian tangisnya kembali pecah. Ia tidak tau apa hubungan antara Jongin dan namja yang membawa ia dari klub tadi. Jessica merasa kotor dimata Jongin. Dan terlebih, sekarang ia merasa kembali kesepian, sangat kesepian..

 

[Beberapa Hari Kemudian]

Luhan melirik lagi ke meja yang ada di pojok belakang. Sudah beberapa hari Jessica tidak masuk ke sekolah. Guru-guru dan teman-teman tampak tidak peduli, bahkan Jongin pun sudah tidak menanyakan Jessica lagi. Luhan menghela nafas, entah mengapa ia merasa khawatir.

 

Saat jam istirahat makan siang, Luhan pergi ke kantor kesiswaan. Dia sendiri masih tidak mengerti mengapa ia peduli dengan Jessica. Ia hanya mengikuti apa yang hatinya katakan.

 

“Maaf, bisa aku meminta data seorang siswa??”  Tanya Luhan kepada seorang guru kesiswaan yang saat itu ada disana.

 

“Untuk apa?” Tanya guru lelaki itu kepada Luhan dengan tatapan menyelidik.

 

“Ia sudah 4 hari tidak masuk ke sekolah, dan wali kelas memintaku untukmenjenguknya.” Kata Luhan berbohong.

 

“Nama? Kelas?” Tanya guru kesiswaan itu akhirnya tanpa rasa curiga sedikitpun.

“Jessica, 12C”

 

Guru itu segera memberikan data yang Luhan perlukan. Pulang sekolah, Luhan langsung memacu motor sportnya ke arah kawasan apartemen elit Kyongsang. Dia terpaksa tidak mengikuti latihan basket hari itu.

 

Luhan melewati taman di daerah itu, ketika kemudian ia melihat orang yang dicarinya sedang duduk di salah satu bangku disana. Luhan hampir saja menyangka itu patung jika saja ia tidak melihatnya bernafas. Jessica hanya duduk diam disana dengan headset yang menggantung di telinganya.

 

Luhan memarkirkan motornya di pinggiran trotoar dekat taman, baru setelah itu ia mulai melangkah perlahan ke arah Jessica duduk.

 

“Maaf…?” Tanya Luhan dan langsung duduk disebelah Jessica sebelum Jessica menjawab. Jessica tetap diam, tidak merespon Luhan sama sekali.

 

“Kenapa tidak masuk sekolah? Ingat aku tidak? Aku Luhan, teman sekelasmu” Lanjut Luhan lagi, tapi Jessica masih saja diam.

 

“Hello.. Bisa dengar aku??” Tanya Luhan lagi. Ia merasa sedikit kesal karena tidak mendapat respon apapun dari Jessica.

 

Jessica menatap Luhan ,memberikan isyarat agarLuhan diam, dan kemudian Jessica memberikan headset sebelah kirinya kepada Luhan. Luhan mengambilnya dan memasangkannya di telinganya. Jarak mereka kini begitu dekat. Entah kenapa, tanpa mengucapkan satu patah kata pun, Luhan merasa nyaman berada didekat Jessica.

 

Ketenangan itu tidak berlangsung lama. Jessica segera bangkit dari duduknya. Jessica berjalan ke arah apartemen elit Kyongsan. Luhan mengikuti dibelakang sambil tetap menjaga jarak diantara mereka. Tapi ternyata Jessica berjalan menujua apartemen dibelakang apartemen elit Kyongsan. Apartemen ini cuku kumuh jika dilihat dari luar. Mereka berhenti di depan sebuah pintu berwarna coklat kusam yang terukit angka 1808 disana.  Suara ceklikan pintu yang terbuka menyadarkan Luhan. Jessica menatap Luhan yang terlihat sedang memikirkan sesuatu,

 

“Mau minum teh?” Tanya Jessica pelan. Luhan mengangguk kecil dan mengikuti Jessica masuk ke dalam.

 

Apartemen Jessica cukup kecil namun tertata rapih. Barang miliknya pun tidak terlalu banyak. Luhan duduk disalah satu bangku yang ada didekat dapur. Jessica sibuk menyeduh teh untuk dirinya dan Luhan. Ruangan itu memiliki bau Lavender dan… asap rokok? Luhan agak ragu akan hal itu.

 

Luhan kembali memandang kesekeliling. Tidak ada satupun foto yang dipajang disini.

 

Apakah Jessica hidup sendiri?? Luhan masih sibuk melihat-lihat ketika Jessica memberikan secangkir teh hangat kepadanya,

 

“Gomawo” ucap Luhan sambil menerima cangkir teh itu.  Kemudian Jessica kembali ke dapur, membuka salah satu rak disana dan mengambil sebungkus rokok. Ia duduk didekat jendela dan mulai memantik api untuk rokoknya .

 

Luhan mengernyitkan alisnya, “Merokok??”  Tanya Luhan. Jessica tidak menjawab. Ia terus menghisap perlahan rokok miliknya dan menghembuskan asapnya dari dalam mulut. Keadaan menjadi hening sampai pada saat Luhan telah menghabiskan minumannya. Luhan terlihat bingung ingin berbicara apalagi ,melihat Jessica yang tidak begitu merespon.

 

“Kau anak basket?” Tanya Jessica kepada Luhan sambil tetap menatap lurus kedepan.

“Em, ya.. Waeyo?” Tanya Luhan.

 

Jessica tidak menjawab pertanyaan Luhan. Ia meletakkan puntung rokoknya diatas asbak dan berjalan menuju lemari pakaian miliknya . Jessica mengambil sesuatu dari sana sebelum akhirnya melempar sebuah jaket kepada Luhan. Luhan menangkap lemparan jaket itu, melihat bagian belakang jaket itu, dan menjadi terkejut karena jaket itu adalah milik Jongin.

 

“Darimana kau mendapatkan Jaket ini?” Tanya Luhan lagi. Ia benar-benar penasaran. Bagaimana mungkin Jaket Jongin bisa sampai ada ditangan Jessica.

 

Namun lagi dan lagi Jessica tidak menjawab. Ia hanya  berjalan menuju pintu apartemennya, membukanya, dan meminta Luhan untuk pulang.

 

“Pulanglah.. Tolong kembalikan Jaket itu kepada temanmu. Gomawo sudah datang kesini, Aku akan kembali masuk sekolah Senin minggu depan.” Jawab Jessica dengan tatapan dinginnya.

 

Luhan dapat melihat, kalau dari sorot matanya, Jessica sedang tidak ingin diganggu. Luhan mengangguk dan berjalan keluar dari apartemen mungil itu. Luhan masih bisa mendengar suara saat pintu itu ditutup dan dikunci.

 

Sementara didalam, Jessica menatap kosong ke pintu yang baru saja ia tutup. Jessica memutuskan akan tidur lebih cepat malam ini. Dia merasa sangat lelah. Besok Jessica akan pergi ke klinik untuk berobat dan meminta surat klinik sebagai bukti formalitasnya untuk sekolahan. Ini pertama kalinya ada seseorang berkunjung ke apartemen Jessica dan ini pertama kali juga Jessica membiarkan orang lain berkunjung. Jessica merebahkan badannya dikasur sebelum kemudian ia tertidur lelap. Dan beruntunglah ia, karena malam itu mimpi buruk tidak datang untuk menghantuinya..

 

-END Author POV-

 

-Luhan POV-

 

Kenapa Jaket ini bisa ada pada Jessica?

Jongin bukanlah namja yang suka membiarkan orang asing meminjam miliknya.

Apa Jongin menyukai Jessica?

Apa aku kalah cepat?

Entahlah…

 

END Luhan POV-

 

 

-Author POV-

 

Jessica menutup pelan pintu klinik. Dokter memberinya beberapa vitamin untuk menjaga daya tahan tubuhnya yang turun belakangan ini. Tiba-tiba Jessica melihat sesosok wanita separuh baya yang berjalan ke arah klinik. Jessica mengeanil wanita itu, dan wanita itupun sejenak menatap Jessica yang berdiri terdiam. Bukan jenis tatapan yang hangat melainkan tatapan yang sangat dingin. Wanita itu tidak menyapa ataupun hanya sekedar tersenyum kepada Jessica. Ia langsung aja melalui Jessica, menganggap seolah-olah tak ada Jessica disana. Dan begitu pula Jessica, hanya bisa diam mematung disana, bersama semua kenangan dan rasa sakit yang kembali muncul secara tiba-tiba. Jessica berusaha menenangkan dirinya. Ia berusaha menopang tubuhnya sendiri yang terasa lunglai dan perlahan berjalan menjauhi klinik.

 

Jessica berjalan seperti orang tak ada arah tujuan. Kakinya entah mengapa membawanya ke sebuah panti asuhan yang tidak jauh dari sana. Dari depan panti, ia dapat melihat anak-anak kecil yang dengan riang bermain berlari-larian di taman panti. Terlihat sangat menyenangkan dan begitu polos, sangat berbanding terbalik dengan kehidupan jessica sekarang.

 

”Jessica, apakah itu kau??” Seseorang menepuk pundak Jessica.

 

”Ah, iya” Jessica mencoba tersenyum kepada ahjumma penjaga panti.

 

”Wah, sudah lama sekali kita tidak bertemu. Sekarang kau sudah tumbuh menjadi yeoja yang sangat cantik..” Kata penjaga panti sambil tesenyum kepada Jessica.

 

”Apa kau ingin masuk kedalam sekedar untuk minum teh?” lanjut penjaga panti itu.

 

”Ah mianhae, aku harus segera pulang ahjumma,ada acara yang harus ku hadiri.. Gomawo atas tawarannya.” kata Jessica berbohong. Setelah itu ia berpamitan pulang kepada ahjumma penjaga panti, yang tidak tau sedikitpun apa yang sebenanya terjadi pada Jessica.

 

Dalam perjalanan pulang, ingatan kelam itu kembali muncul. Dulu… Jessica juga tinggal disana, di panti yang baru saja ia tinggalkan lagi. Jessica tumbuh besar di panti asuhan itu, bersama kawan-kawannya ,dengan riang, seperti sekelompok anak kecil yang tadi dilihatnya. Jessica merasa lebih bahagia lagi, ketika saat usianya beranjak 10 tahun, ada sepasang orang tua yang sangat menginginkan anak perempuan, mengadopsi Jessica.

 

Jessica hanya tidak tau, bahwa pada saat itu ada takdir kelam yang sudah menunggunya.

 

– – – – – –

Jessica terbangun pukul 4 sore, ketika mendengar ada suara ketukan di pintu apartemennya. Raut kebingungan terpampang jelas di wajah Jessica yang masih sembab akibat menangis dan langsung tertidur tadi.

 

Apakah itu Luhan? Hanya Luhanlah yang tau letak apartemen Jessica yang bisa dibilang sulit ditemukan, karena berada dibalik megahnya apartemen elit Kyongsan.

 

Kebingungannya terjawab ketika ia memutuskan untuk membuka pintu dan mendapati sosok namja yang ia kenal.

 

“Jongin??” Ucap Jessica kaget. Dengan senyuman seingkat, Jongin langsung masuk ke dalam apartemen Jessica tanpa  terlebih dulu mendapat izin dari sang empunya apartemen. Jessica hanya diam, dan menutup pintu.

 

“Apa yang kau lakukan disini? Bagaimana kau bisa tau letak apartemenku? Apakah Luhan yang…….”

 

“Apa kau mempunyai makanan? Aku lapar..” Potong Jongin cepat sebelum jessica menyelesaikan kalimat pertanyaannya. Jessica menggelengkan kepala merasa heran dengan namja yang sekarang duduk disalah satu kursi di meja makan itu. Jessica berjalan ke arah dapur kecilnya dan menghangatkan soup yang tadi pagi sebelum ke klinik, telah ia masak.

 

”Kenapa kau tidak masuk sekolah beberapa hari ini?” Tanya Jongin memecahkan keheningan mencekam di antara mereka berdua.

 

”Sakit..” Jawab Jessica singkat.

 

”Bohong…. Jika kau tidak masuk karena ingin menghindariku, itu sangatlah tidak perlu.” . Kata Jongin sambil menatap punggung Jessica yang masih sibuk di dapur

 

Jessica hanya diam, terlalu malas untuk merespon Jongin. Ia mengambil mangkuk di rak dan menuangkan beberapa sendok soup untuk Jongin. Dia tidak berani melihat Jongin, yang masih saja terus menatapnya.

 

”Namja yang membawamu kerumahku saat itu adalah hyung ku. Namanya Jonghyun. Ia memang sering membawa yeoja pulang kerumah, dan…ya you know lah, meniduri mereka.. Jujur saja aku sangat kaget saat melihatmu ada didapurku.” Lanjut Jongin

 

Jessica masih saja diam. Ia tidak tau harus berkata apa. Ia meletakkan mangkuk soup itu ke meja dihadapan Jongin.  Jessica hendak mengambil rokoknya tetapi Jongin menghentikannya.

 

”Jangan. Duduklah disana.” Kata Jongin sambil menunjuk kursi yang berhadapan dengannya. Jessica seperti tersihir oleh perkataan Jongin. Ia meletakkan rokoknya dan duduk di kursi yang ditunjuk Jongin.
Jessica menatap Jongin yang sedang menikmati soup buatannya, ”Aku tau aku terlihat seperti yeoja yang kotor dan menjijikkan dihadapanmu. Aku ingin sekali mengatakan bahwa itu semua bukan seperti yang kau bayangkan. Tapi, kenyatannya memang begitu..” Kata Jessica pelan. Tubuhnya mulai bergetar, ia menahan tangisnya.

 

Jongin menghentikan kegiatan makannya. Ia menatap Jessica tepat di kedua manik matanya, ”kau bukan yeoja seperti itu Jessica. Aku yakin kau bukan.. Makanya saat itu aku menyuruhmu untuk segera meninggalkan rumahku. Arraseo?”

 

Jessica hanya diam mendengar Jongin. Sesekali tubuhnya masih terlihat bergetar.

”Apa kau sudah makan? Kau terlihat sangat pucat.. Makanlah, soup buatanmu ini sangat enak.” Kata Jongin lembut sambil menyodorkan sesendok soup ke arah mulut jessica. Jessica ragu, ia menatap Jongin seolah bertanya apa artinya semua ini. Namun Jongin hanya tersenyum manis, dan lagi-lagi seperti tersihir, Jessica membuka mulutnya dan menelan soup itu perlahan.

 

Setelah beberapa sendok menyuapi Jessica, Jongin bangun dari duduknya dan mendekati Jessica. Ia berlutut disamping Jessica, “Aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi padamu. Tapi kamu bukanlah yeoja kotor seperti yang kau pikirkan ok?”

 

”Bagaimana kau bisa seyakin itu?” Tanya Jessica perlahan dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Tak pernah ia terlihat selemah ini didepan orang lain, apalagi seorang namja.

 

”Aku hanya mengikuti dua hal, insting dan hati. Percaya padaku?” Tanya Jongin lembut.

 

Jessica mengangguk pelan dan air matanya terasa menggenang di pelupuk matanya. Jongin menarik Jessica kedalam dekapannya dan memeluk jessica hangat. Jessica tidak menolak sama sekali, berbanding terbalik saat beberapa hari lalu ia membuat Jongin terjatuh di kafetaria saat memegang tangan Jessica.. Air mata Jessica mngalir begitu saja dari kedua matanya. Jongin mengecup lembut puncak kepala Jessica, memeluknya lebih erat seakan tak bisa ada orang lain yang dapat menyakiti Jessica.

 

Malam  itu Jongin menemai Jessica yang masih terlihat rapuh. Jessica terlelap dalam pelukannya. Nafasnya yang naik turun, terlihat jelas oleh Jongin. Jongin tesenyum melihat Jessica. ”Tidur saja terlihat cantik seperti malaikat..” Kata Jongin pelan sambil mengelus rambur panjang Jessica. Sesekali Jessica mengiigau mengucapkan kata ’jangan..’ yang Jongin tak tau kenapa. Jongin memeluk Jessica erat, memberikan rasa hangat kepada sang gadis, sebelum akhirnya ia pun ikut terlelap.

 

-END Author POV-

 

-Luhan POV-

 

Ini gila.. kenapa aku begitu bodoh memberikan alamat apartemen Jessica kepada Jongin. Bagaimana kalau Jongin memang benar kesana..

 

”Woy! Hanya melamun eoh?” Seru Chanyeol mengagetkanku. Ia segera duduk di sebelahku sambil mulai memakan Bulgogi yang baru saja ia pesan. Ya, saat ini kami memang sedang di restoran, menghabiskan waktu bersama di akhir pekan seperti biasa.. Namun kali ini, tanpa Jongin..

 

”Our charming prince sedang memikirkan sesuatu hm?” Lanjut Yixing dengan ekspresi wajahnya yang tenang seperti biasa.

 

“Kalian apa-apaan? Aku tidak memikirkan apa-apa..” Jawabku berbohong

 

” Aku tidak yakin, Xi Luhan..” Kata Yixing lagi dan tersenyum penuh arti padaku.

 

”Jangan bilang kau memikirkan yeoja..” Chanyeol berbicara dengan mulut penuh makanan.

 

”Terserah kalian sajalah..” Jawabku malas sambil mulai menyeruput lemon tea milikku.

 

-END Luhan POV-

 

-Author POV-

 

Pagi itu Jessica bangun dan merasakan kehangatan di belakangnya. Jongin masih terlelap dengan posisi tangan yang masih melingkar di pinggang kecil Jessica. Jessica tersenyum kecil. Bangun pagi tidak pernah semenyenngkan ini untuknya. Jessica hendak beranjak ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Ia berusaha menyingkirkan tangan Jongin perlahan tanpa membuat si empunya tangan terbangun

 

”Sebentar lagi..” Ucap Jongin sambil masih memejamkan kedua matanya. Pelukannya semakin erat.

 

”Aku butuh ke kamar mandi Jongin-ssi”

”Bagaimana kalau kita sarapan diluar nanti?” Tanya Jongin lagi.

 

”Baiklah, tapi sekarang biarkan aku ke kamar mandi dulu. ” Kata Jessica. Jongin melepaskan tangannya dari pinggang Jessica dan membiarkan Jessica melakukan apa yang ingin ia lakukan

 

Setelah mereka masing-masing memebrsihkan diri,akhirnya mereka berdua keluar bersama untuk mencari sarapan. Jessica melirik jam tangannya. Masih jam 10, belum terlambat untuk menyebutnya sebagai sarapan..

 

Hari itu mereka habiskan bersama. Pergi ke taman hiburan, makan siang bersama, membeli es krim, semuanya dilakukan dengan penuh kegembiraan yang terukir jelas diwajah Jessica. Jessica tidak pernah merasa sebahagia itu sebelumnya.

 

”Hey, bagaimana kalau kita memasak makan malam bersama nanti?” Kata Jongin kepada Jessica saat diperjalanan pulang.

”Ide bagus..” Kata Jessica dengan tersenyum kecil.

 

Jongin menggandeng tangan Jessica menuju sebuah supermarket dekat apartemen jessica. Setelah membeli apa yang mereka perlukan dan membayarnya di kasir, Jongin menyuruh Jessica untuk menunggu di depan supermarket,

 

“Tunggu disini ok. Jangan kemana-mana, aku ke toilet sebentar.” Ucap jongin sambil menepuk pelan puncak kepala jessica, disambut anggukan kecil dari Jessica.

 

Sudah beberapa menit berlalu sejak Jongin menyuruhnya menunggu. Dengan sabar Jessica menunggu Jongin sampai kemudian ia melihat seorang lelaki paruh baya menghampirinya. Seketika plastik belanjaan terlepas dari tangan Jessica. Tubuhnya kaku membeku. Lagi, kenangan buruk itu kembali muncul, dan mungkin inilah yang terburuk. Masa lalu yang sangat ia ingin kubur sedalam-dalamnya

 

#FLASHBACK

            Hari itu adalah hari perayaan ulang tahun ke 16-nya. Jessica sangat bahagia. Semuanya berjalan sempurna sampai pesta meriah itu selesai. Sampai ketika tengah malam tiba, appa angkatnya mengendap-endap masuk ke dalam kamar Jessica yang kebetulan tidak terkunci.  Ia melihat Jessica yang terlelap dibawah selimut tebal yang hangat. Dengan sigap appa angkatnya membekap mulut Jessica dengan tangannya dan langsung menindih jessica. Ia melakukan hal yang sangat keji yang tak pernah Jessica bayangkan sebelumnya. Jessica hanya bisa menangis frustasi saat itu. Setiap kali Jessica akan menjerit, satu tamparan panas akan mendarat di pipi mulusnya. Dan ketika eomma angkatnya mengetahui kekejian itu, eomma malah menyalahkan Jessica. Eomma angkat itu hanya bisa melihat seolah Jessica adalah makhluk yang paling hina di dunia. Eomma angkatnya mengusir Jessica dari rumah hanya dengan pakaian yang melekat ditubuhnya saat itu.

 

Beruntung, saat itu ada seorang dernmawan yang membantu Jessica kembali menata kehidupannya. Walau ternyata,dermawan itu memilik maksud lain dibalik semua kebaikannya kepada Jessica. Ia menggunakan tubuh Jessica untuk memuaskan hasrat birahinya. Jessica yakin hidupnya saat itu seperti berada di neraka. Sampai tak lama kemudian, sang dermawan meninggal dunia dan Jessica mendapatkan setengah harta kekayaannya. Dan beginilah hidupnya sekarang, kosong, menderita, dan menyedihkan..sampai akhirnya Jongin hadir di hidup Jessica, sampai Jessica pindah ke apartemen kumuh dibalik apartemen elit Kyongsan.

#END FLASHBACK

 

Jessica tersadar ketika appa angkatnya itu memegang kedua lengannya.

 

”Lepaskan!!” Teriak Jessica histeris. Ia mulai menangis.

 

”Ayolah, ini hal yang mudah. Bukankah dulu kita pernah melakukan ini sayang?” Ucap appa angkatnya tanpa dosa. Jessica semakin histeris. Air matanya mengalir begitu deras dari kedua pelupuk matanya. Ia berusaha menendang appa angkatnya itu tapi nihil. Tenaganya sebagai seorang yeoja tentulah tidak akan sebanding.

 

Jongin datang dan langsung memukul wajah appa angkat Jessica dengan sangat keras. Darah mulai mengucur dari hidung sang appa. Jessica masih sempat mendengar kata-kata kasar, cacian, dan makian sebelum akhirnya ia berlari. Ia berlari meninggalkan Jongin dan appa angkatnya yang masih berkelahi dibelakang.  Jessica berhenti ketika dirinya sampai di taman dekat apartemennya, taman dimana dulu Luhan menemukannya duduk sendiri. Ia terjatuh lemas. Air matanya terus saja mengalir tiada henti. Ia tidak menyadari kehadiran Jongin yang berdiri didepannya. Jongin berlutu, menyetarakan dirinya dengan Jessica. Ia merengkuh kedua pipi Jessica yang sudah basah akrena air mata dan menatapanya dalam.

 

”Jangan sentuh aku..” Kata Jessica dengan suara parau sambil sesekali sesegukan diantara isak tangisnya.

 

”Dengarkan aku Jessica, tenanglah. Aku mohon tenang.. Semua akan baik-baik saja. Lelaki itu tidak akan bisa menyakitimu, tidak akan lagi. Aku disini, aku janji..”  Kata Jongin dan menarik Jessica kedalam pelukannya.

 

”Aku tidak tau apa yang telah dilakukan si tua bangka itu dahulu. Tapi yang penting, kau aman sekarang.” Kata Jongin sambil mengecup kening Jessica. Jessica masih terisak perlahan. Dan kemudian cerita itu mengalir begitu saja. Semua cerita tentang bagaimana ia dahulu, tentang apa yang appa angkatnya lakukan kepadanya, semuanya terucap dari bibir mungil Jessica.  Jongin mendengarkan jessica bercerita, tanpa berusaha memotongnya.  Setelah bercerita, jessica kembali terdiam dan mulai terisak lagi.

 

Jongin membelai lembut rambut Jessica yang terurai panjang itu, ”Jess, apapun yang terjadi di masa lalu, aku harap kamu bisa melupakannya. Aku tidak tau mengapa aku mencintaimu dan sangat ingin menjagamu. Tapi kau harus tau, aku akan selalu berada di sisimu, dan tak akan pernah membiarkan siapapun mencoba membuatmu merasa sakit.. Paham?” Kata Jongin sambil mengusap air mata Jessica. Jessica menangguk pelan. Jongin mendekati wajah Jessica dan mencium lembut bibir merah muda itu. Ini berbeda dari ciuman penuh nafsu atau penuh tuntutan yang pernah Jessica rasakan. Ciuman kali ini begitu manis walau terasa sedikit menyedihkan. Jessica menatap ke arah jongin. Dimata Jongin ,Jessica bisa melihat masa depan. Ya, masa depan yang dulu pernah direnggut darinya.

 

-END Author POV-

 

~~

 

Dia adalah mawar yang awalnya hanya bisa kuamati dari jauh,

Dia adalah luka ketika tanganku menyentuh duri mawar itu,

Dia adalah kejapan mata..

Dia hilang dan muncul sesukanya..

Dia adalah kata-kata yang tak bisa ku ungkapkan..

Dia adalah senyum indah yang membuatku terpana..

Dia bisa merasakan apa yang kurasa walau terkadang berbeda

Dia adalah yang kucintai dengan sangat, selalu mataku hanya memandang dirinya seorang.

 

~~

 

-Author POV-

 

 [Beberapa Bulan kemudian] 

Luhan memandang teman-tamannya yang sekarang ada bersama dengannya, satu meja bersama di sebuah kedai es krim langganan mereka.

 

Luhan melirik Jongin dan Jessica, kedua orang ini tidak pernah lepas sejak beberapa bulan belakangan. Sejak kejadian saat itu, Jongin sangat menjaga dan melindungi Jessica, seolah-olah Jessica bisa hilang kapan saja bila Jongin tidak menjaganya.

 

Ah, apakah Luhan tau kejadian itu??

Tentu saja tau. Luhan ada disana, di taman itu, ketika melihat jessica menangis dan menceritakan semuanya kepada Jongin. Luhan awalnya ingin menjenguk Jessica di apartemennya,ia merasa merindukan sosok yeoja itu. Tapi ia terhenti begitu melihat Jessica terisak seorang diri di taman. Dengan sigap, Luhan hendak menghampiri Jessica. Tapi ia mengurungkan niatnya saat melihat Jongin lebih dulu tiba dihadapan Jessica.

 

Luhan juga melihat bagaimana bibir Jongin dan bibir Jessica besentuhan lembut. Dan bagaimana saat itu Luhan merasakan sesak di dadanya. Luhan tau, Luhan mengerti, tapi Luhan tetap diam.

 

Mungkin benar bahwa dari awal,sejak dari perkenalan saat itu, ia mulai tertarik kepada Jessica. Mungkin dia memang mencintai Jessica dari awal, tetapi terlalu ragu untuk memastikannya.

 

Tetapi melihat Jessica bahagia sekarang ,itu lebih dari cukup bagi Luhan. Ia yakin Jongin mampu menjaga Jessica dengan sangat baik.

 

Luhan tersenyum kecil mengingat kejadian itu. Miris, ia tau perasaanya terluka, tapi ia bukanlah seorang namja yang merelakan persahabatan yang telah dibangun lama, menjadi hancur karena sebuah keegoisan yang tinggi.

 

Mata Luhan bertemu dengan mata jessica sebelum akhirnya mereka berdua tesenyum. Luhan mengalihkan pandangannya pada Jongin yang juga tersenyum kepadanya. Ia melirik kedua temannya yang lain, Chanyeol dan Yixing. Chanyeol sibuk dengan es krim super besarnya sedangkan Yixing  hanya berdiam diri, bersender pada kursi dengan earphone yang tergantung di telinganya.

 

Jessica menyandarkan kepalanya ke bahu Jongin. Luhan tersenyum melihat Jessica yang merasa nyaman dengan Jongin. Dapat Luhan lihat dengan jelas, Jongin menggenggam salah satu tangan Jessica dengan erat.

 

Lagi-lagi Luhan tersenyum, kali ini ia benar-benar tersenyum tulus untuk kedua insan itu. Selama orang yang ia cintai merasa bahagia, ia pun akan merasa bahagia, sesederhana itu.

 

***END***

Taraaaaaaaa!! 😄 selesai juga akhirnya fufufuf u,u otokkhe?? endingnya memuaskan kah?? apa tidak?? pfft.. Makasih banget ya buat kalian yang udah baca dan komen part 1, aku jd semangat ngetik(?)

65 thoughts on “BLACK ROSE [PART 2/2]

  1. q suka bget sm ff u ni thor. singkat ,pdat& jelas. feel’a jg dpet bget. gk nyang ending’a bkal sebagus ni. sikap jongin kesica dsni cool bget.mksa tp gk nyakitin. lqw luhan yah dia org yg claly lmbut & ngutamain kbhagiaan prg lain. pkok’a daebakk dehc… ditggu ff u lain’a… jessica..

  2. Aku nangis loh bacanya ‘-‘)/
    Tapi bukan karena Jessica -____-
    Karena Luhannya. Beneran deh kasian Luhannya. -________-” kenapa Jessica gak sama Luhan aja gitu? -,-

  3. ah feel nya dapet, jongin-sica-luhan

    aku pengen after story, squel dari KaiSica thor, 4jempol deh buat authornya

  4. Eonni….. Daebak……. >_< sumpah sedih!! Kasian Luhan Oppa…. Tapi aku juga seneng soalnya aku suka KaiSica & LuSica jadi gunda hehehehehe…. tapi gpp Endingnya bagus kok!!!

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s