[Freelance] Happy Family (Chapter 1)

happy-family

Title                : Happy Family – Happy Birthday, Mom!

Author            : Park Jea

Genre             : Family, Brothership, AU, Comedy, OOC

Cast                : Jessica Jung || EXO Member

Other Cast     : Tiffany SNSD

Length            : Series

-oOo-

            16 April 2013

Sehun meletakkan tangannya yang mungil di pundak kakak sulungnya, Minseok. “Kak, 2 hali lagi Ibu ulang tahun.” Ujar Sehun polos. Sangat menggemaskan.

Yifan atau yang sering memaksa untuk dipanggil Kris itu menepuk tangan dengan heboh. “Kau benar, Sehuna. Apa yang akan kita hadiahkan pada Ibu?”

“Bagaimana kalau cincin?” Usul Baekhyun seraya memoleskan lipstick merah milik Ibunya pada bibirnya. Yifan menendang bokong Baekhyun dengan kesal, “Uang darimana, eoh?”

“Hey, 4 hari lagi juga ulang tahun-ku.” Ujar Luhan dengan polos. Namun tidak ada tanggapan dari kesebelas saudaranya, membuat Luhan memilih duduk dipojok ruangan.

“Kenapa tidak minta kak Junmyun saja? Dia kan memiliki uang yang sangat banyak.” Ujar Jongdae sembari manatap Junmyun yang sedang menghitung uang dengan sombongnya. “Apa? Tidak bisa! Kenapa harus cincin? Kenapa tidak yang lain?”

“Junmyun, kau tidak sayang pada Ibu? Selama ini Ibu selalu memberikan apa yang kita mau, tanpa mengeluh. Dan kau tidak mau membalas Ibu? Jahat sekali kau.” Oceh YiXing yang sebenarnya tidak tahu apa-apa. Yang dia tahu hanya Junmyun tidak mau membantu mereka membelikan Ibu hadiah.

“Baiklah, tapi kalian harus mengganti uangku jika kalian memiliki uang, mengerti?”

“Perhitungan sekali” Batin kesebelas saudaranya.

“Ya, terserah kau saja. Mana uangnya? Biar aku yang belikan.”

Kyungsoo memukul tangan Tao yang bersiap mengambil uang dari Junmyun. “Tidak bisa. Aku tahu akal busukmu. Besok kita pergi bersama untuk membeli cincin itu, mengerti?”

“Baiklah.”

“Tapi, kita akan membeli cincin itu dimana?” Tanya Jongin. Mereka termenung untuk sementara, hingga tiba-tiba Chanyeol berteriak, “Aha! Aku tahu!”

“Kak, kau membuatku hampir jantungan.” Protes Tao. “Hehe. Bagimana jika kita tanya Bibi Tiffany? Mungkin Bibi tahu dimana tempat yang bagus untuk membeli cincin?”

“Tsk. Aku pikir kau tahu dimana tempatnya.” Desis Minseok. Sedangkan Chanyeol hanya memperlihatkan senyum bodohnya.

“Okey. Jadi, besok sepulang sekolah kita berkunjung ke rumah bibi dan menanyakan hal ini, setuju?”

“Setuju.”

Setelah sepakat, mereka memutuskan untuk pergi kekamar masing-masing. Tanpa peduli dengan Luhan yang menatap kepergian mereka dengan tatapan sedih.

“Apa mereka tidak sayang lagi padaku? Mereka melupakan aku? Aku…  Aku benci kalian. Hueeeeee”

>>>

“Selamat makan~” Teriak duabelas anak lucu nan menggemaskan seraya mengangkat sendoknya tinggi. Jessica tersenyum kecil melihat kelakuan mereka. Walaupun terkadang kesulitan mengurusnya, tetapi dia tidak dapat menyangkal bahwa kehadiran anak-anak ini membuat rumahnya menjadi jauh lebih berwarna.

“Ibu, pulang sekolah kami akan berkunjung kerumah Bibi Tiffany, boleh kan?” Tanya Minseok. Jessica terdiam untuk beberapa saat. Dia sedikit bimbang, antara memperbolehkan dan tidak. Dia hanya takut kejadian 5 bulan yang lalu kembali terjadi.

Kejadian saat dirinya menitipkan anak-anaknya tersebut pada Tiffany. Dan kau tahu apa yang terjadi saat Dia akan menjemput anak-anak itu? Dia melihat Tiffany dalam keadaan sakaratul maut atau sekarat, ditambah dengan background dan backsound yang sangat mendukung. Sedangkan anak-anak lucu nan nakal itu tengah berada dihalaman belakang dengan dipenuhi kotoran.

Jessica menatap Minseok ragu, “Apa kalian yakin? Ibu saja tidak yakin. Ibu takut kalian membuat bibi Fanny kesusahan.”

“Tidak, Bu. Kita janji kita semua tidak akan menganggu Bibi Fanny lagi.” Luhan menatap Ibunya dengan puppy eyes. Jessica menghela napas dan mengangguk, membuat ke-duabelas anak itu bersorak girang.

“Semoga tuhan memberkatimu, Tiffany.” Ujar Jessica dalam hati.

>>>

“Ayo cepat, Sehuna. Nanti kau ditinggal, loh.” Ujar Yifan pada Sehun yang tengah berlari tergesa-gesa. Bukan, bukan karena Sehun berjalan terlalu lambat. Hanya saja, memang kakak-kakaknya yang tidak mau menunggu sang adik yang mungil itu.

“Kau juga, Baek-ie. Jangan berdandan terus. Kau itu pria, pria tidak suka berdandan!” Baekhyun memanyunkan bibirnya, menatap Chanyeol sebal. “Ya! Saat pesta ulang tahun nenek, kau juga berdandan. Jadi kau juga bukan pria!”

“Tapi aku dipaksa oleh Ibu!”

“Sama saja!”

“Itu beda!”

“Berhenti!! Kita tidak akan sampai kalau kalian bertengkar terus.” Kesepuluh anak itu menatap Yifan dengan pandangan kagum. Pasalnya Yifan kini tengah berdiri diatas punggung Minseok yang sebenarnya lebih kecil tubuhnya dari Yifan sendiri.

“Ayo kita lanjutkan perjalanan ini. Kita harus sampai dirumah Bibi Fanny tepat pukul 12 siang.”

“Ini mathih jam 10 thiang, kak. Bagaimana kalau kita beli eth klim dulu. Thehuna hauth.”

Junmyun mengangkat tangannya tinggi-tinggi. “Aku mau cokelat!”

“Pakai uangmu ya ~”

“Apa? Tidak. Tidak bisa! Aaaaaaaaaa.”

>>>

“Kak, ini sudah jam 11 siang. Ayo kita pergi kerumah Bibi.”

“Tunggu, Kyung-ie. Aku mau menghitung uang untuk membeli cincin untuk Ibu. Aku takut uang itu habis.”

Mereka mengangguk dan kembali duduk dibangku pinggir jalan. Tadi mereka baru saja membeli es krim dipinggir jalan. Dan, yah, Junmyun lah yang membayar semuanya.

“Kak.” Panggil Junmyun pada Minseok.

“Ya?”

“Bagaimana ini?”

Minseok menaikan sebelah alisnya. “Bagaimana kenapa?”

“Uang untuk membeli cincin Ibu…”

“Kenapa, Myun-ie?”

“… habis.”

“Oh”

“Apa?!!”

>>>

Sehun menangis sesenggukan dipundak Tao. “Bagaimana ini, kak? Kalau begitu, kita tidak bitha membeli cincin untuk Ibu?” Tao mengelus punggung Sehun dengan sayang. “Aku tidak tau, Hun-ie.”

“Dan bagaimana caranya kita pulang? Uang kita semua habis.” Keluh Jongin.

“Ini juga salahmu. Kenapa kau minta tambah es krim tiga kali? Jadinya kan kita gak punya uang untuk pulang.” Ujar Jongdae dengan informal.

“Sebaiknya kita kerumah Bibi Fanny dulu. Mungkin Bibi mau meminjamkan kita uang?”

“Aku punya ide.” Sebelas saudara itu menatap Luhan penuh tanda Tanya.

>>>

Tiffany menatap duabelas anak dihadapannya dengan takut. “Kalian mau apa? Kemana Ibu-kalian?”

Minseok maju sebagai perwakilan–karena dialah yang paling tua–dengan senyum yang teramat manis. “Kami tidak datang bersama Ibu. Kami kesini tanpa Ibu.”

“Be-benarkah? Kalau begitu masuklah, kalian pasti lapar dan haus.”

.

“Jadi ada apa kalian kemari? Apa Ibu-kalian tidak khawatir?” Tanya Tiffany saat dirinya tengah duduk dihadapan ke-duabelas anak lucu itu.

“Kami kemari karena ini adalah hal yang sangaaaaaaaaaaat penting. Dan kami sudah pamit pada Ibu.”

“Penting? Apa itu?”

“Tapi, apa Bibi mau membantu kami?”

Tiffany mengangguk ragu. “Semoga Tuhan memberkatiku” Batinnya.

“Kami mau membeli hadiah untuk Ibu.”

“Tapi kami tidak memiliki uang.”

“Tolong belikan cincin untuk kami~”

Mata Tiffany melebar, hidungnya pun ikut melebar, “APA??!!”

 

 

 

Preview for “Happy Family – Chapter 1 :: Happy Birthday, Lulu!” :

“Apa kau gila, Jong? Bagaimana jika Bibi Tiffany kembali sakaratul maut seperti dulu?”

“Kenapa aku lagi?”

“Aku tidak mau!”

“Aku benci kalian!”

“Ha! Dengar itu, Jung Sehun!”

“Ini semua ide Jongdae, Bu!”

“Kami mencintaimu, Lulu.”

-oOo-

Maaf. Aku gak terbiasa bikin FF yang panjang. Sekalinya panjang, endingnya ngegantung .-.

RCL+Kritik+Saran Juseyo~

10 thoughts on “[Freelance] Happy Family (Chapter 1)

  1. Keren thor. Ngebayangin gimana pusingnya sica umma punya 12 anak macem anak exo. Wkwk~

    tingkah anak exo ngegemesin minta dicipok gitu. Apalg thehun /cium/
    Junmen kan duitnya banyak, jadi pantes kalo diporotin mulu ama sodara-sodaranya /elus-elus dompet junmyun/ hehe.;3
    Oke, ditunggu thor chap 2nya. Jangan lama2 oke;);) mangatse!’-‘9

  2. pada nakhaaal tu cacing kremi xD
    bagus thor tapi kependekan jadi pas udah selesai baca langsung kaya “hah udahan?”
    tapi suka bgt~~~lanjuttt!!
    next chap panjanganin yaaa😀

  3. baru baca lgsng suka fanfic ini, lucuuuu, apalgi ngebayangin si sehun pasti imut dan lucu bgt. Ngakak bgt yg bagian tiffany nya, hahaa. Laanjjuuut thor next chapter panjangin ya.

  4. wkwkkwkwk..ngakak mulu bacanya thor,,gak bisa ngebayangin tingkah tengil anak” exo yg bandel tapi lucu”,,haduch haduch,,di lanjut ya thor
    fighting!! ^0^

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s