Ficlet : Sasaeng FAN

sasaeng fan

Sasaeng FAN

By wolveswifeu

Starring

Yuri | Kris

Genre

I dunno what the genres for this fiction. Can I guess? Tragedy-lil bit Psycho

Rating

PG 17+

Author’s Note

Semoga FF ini bisa jadi ‘pesan’ kalian untuk fangirl-ing atau fanboy-ing.

Summary

“Di bumi ini mempunyai batasan. Seluruhnya. Terkecuali, oksigen.”

Wolveswifeu’s New Fiction, Sasaeng FAN

                Kenapa harus selalu berada di tengah kerumunan seperti ini? Ah, sial-nya! Aku benar-benar membenci untuk berada di tengah kerumunan seperti ini. Tapi, mau diapakan lagi. aku harus segera bertemu dengannya. Bertemu dengan idolaku, pujaan hatiku, orang yang kukagumi, aku.. sudah kecanduan oleh orang itu.

Mobil yang digunakan oleh dia sudah tiba, Wu Yi Fan yang jauh lebih sering disapa sebagai Kris Wu itu turun dari mobil tersebut. Pintunya terbuka, dengan cepat kunaikkan kameraku dan memotret dirinya –sepatunya yang baru saja menginjak tanah itu. Kris Wu, aku sudah kecanduan.

Kris Wu sudah berdiri tegap di depan mobil itu. Ah, mungkin ini bukan yang pertama kalinya aku melihat namja tampan seperti dia. Ntah mengapa hati dan jantungku selalu berdegup kencang. Memang menyebalkan, tapi aku menyukainya.

Aku memotretnya lagi, lagi, dan lagi. Blitz yang keluar dari kameraku tak berhenti-henti menyinari tubuh Kris dan wajah tampannya. Aku juga tak berhenti meneriakkan namanya. Aku tidak peduli jika suaraku akan hilang selama satu minggu untuk kesekian kalinya –aku sudah terbiasa.

“Kris!!” Aku meneriakkan namanya. Dia masih belum melihatku. “Kris Wu!!” Sekali lagi dan oh, aku meleleh sepertinya. Layaknya di sengat oleh lebah. Darahku berdesir dengan cepat. Mata Kris bertemu dengan mataku secara tidak langsung–ada lensa kamera. Kakiku bergemetar. Rasanya cairan merah akan keluar dari kedua hidungku.

Kris tersenyum.

Dengan cepat dan tidka membuang kesempatan emas ini, aku memotretnya sebanyak-banyaknya. Tidak membiarkan sedetikpun senyuman itu tidak terpotret olehku. Kris pun jalan melewati para fans-nya, tentunya juga aku. Aku mendobrak seluruh orang yang berada di hadapanku. Masa bodoh dengan mereka.

Aku mengikuti arah Kris berjalan. Bedanya hanya Kris tanpa halangan dan aku sangat banyak halangan. Aku berlari walaupun terhalang tetap saja ingin mengikuti dan mengambil gambarnya yang banyak dan –“AAAAAAAKK!”

Aku terjatuh. Tali sepatuku terinjak oleh orang lain. Perutku sesak, rasanya sakit, amat sakit dan aku teringat, KAMERAKU? Aku langsung bangkit berdiri seolah tak peduli dengan rasa sakit di perutku itu.

“Ba-bagaimana bisa?” Ocehku sambil melihat kameraku yang sudah hancur karena aku terjatuh. Aku menggigit bibir bawahku, aku menatap seluruh orang yang berada disini. Mencari mata mana yang seolah-olah, “Maafkan aku, aku bersalah.”

                Dan ya, aku mendapatkan sepasang mata yang sangat teramat sendu. Keringat pun keluar dari dahinya, kurasa dia takut jika aku akan meminta bayaran karena dia, kameraku rusak. Aku berjalan menghampirinya sambil tersenyum –menyeringai.

“Kau yang membuatku jatuh?” Tanyaku. Dia tidak menjawab.

“Kau yang menginjak tali sepatuku, bukan?” Tanyaku sekali lagi. bibirnya masih tidak bergerak.

“Ya! Kau ingin mati?” Tanyaku setengah berteriak. Dia menggeleng sambil menundukkan wajahnya dalam-dalam. Aku menarik kamera yang bergelantungan di lehernya dan membantingnya dengan keras –BRAAAAK!

“A-aaah, kameraku.” Suaranya sambil mengambil kameranya yang sudah hancur lebur itu. Dia menatapku dengan mata yang sudah penuh dengan air mata. Masa bodoh, dia yang memulainya.

“Kau membuatku terluka! Perutku sakit karena terjatuh dan menekan kameraku! Dan itu karena kau!!” Tunjukku tepat di depan wajahnya. Aku menendang perutnya –tidak keras sampai orang-orang yang mengerumuni kami mengeluarkan seru-seruan aneh.

“Setimpal. Tapi aku belum puas.” Kataku lalu aku menjambak rambutnya sampai dia meringis kesakitan dan melepasnya. Beberapa helai rambut panjang yang berwarna coklat keemasan itu ada di telapak tangan kananku.

“Ini baru puas.” Ucapku lalu pergi meninggalkannya.

                Aku sedang meng-update fansite milikku untuk Kris.  Untung saja kameranya yang rusak, bukan memorinya. Sudah pasti kamera itu sudah tidak akan bisa di-service atau dipakai lagi. aku membuangnya dan besok aku harus membeli yang baru lagi.

Hasil potret dari wuyifansite sangat bagus.

                Eye contacts lagi!

                Wuyifansite? Bukankah ownernya tadi membuat salah satu fan babak belur?

                Mereka tidak tahu diuntung. Susah payah aku mengejar Kris dan memotretnya. Mereka malah menghinaku seperti ini! Benar-benar menyebalkan! Aku langsung menutup laptop-ku dengan kasar lalu memukul meja dengan keras.

“Aku benci!” Kataku sambil menatap poster-poster Kris yang menempel  dengan sinis.

“Aku membencimu, Kris.” Ucapku lalu bangkit berdiri, berjalan mendekati salah satu poster Kris itu. Aku menyentuh poster tersebut lalu tersenyum. “Aku mencintaimu, Kris.”

Pikiranku kacau. Aku memukul-mukul poster Kris itu dengan tanganku. Aku benci kau, Kris. Karena kau, aku kecanduan. Bagaikan manusia yang sedang sakaw harus diberi narkoba untuk menghilangkannya. You’re my drugs.

                Fansign lagi hari ini. Sudah tak terhitung berapa kali aku mengikuti fansign Kris ini. Mungkin sudah lebih dari empat belas kali? Atau ini yang keempat belas? Ah, lupakan saja. Yang penting sekarang aku ahrus mengantri agar mendapatkan –“HEI, Beibei muncul!!” Aku mendengar teriakkan seseorang. Beibei nama yang sangat familiar di kalangan Kris-stan. Sudah lebih dari tiga bulan Beibei menghilang. Salah satu fans yang selalu beruntung.

“Hei, dia beneran Beibei!” AKu mendengar suara orang lagi dari belakangku. Aku menatapnya dengan aneh, mana da sih manusia bohong-bohongan? Aku membuang penglihatanku ke arah Kris. Ntah ini perasaanku atau bukan, Kris menatap ke arah kamera Beibei? Menyebalkan. Mengapa Beibei mudah sekali mengambil perhatian dari Kris?

Aku menghentakkan kakiku kuat-kuat. “Aw!” Erangku. Ternyata aku meginjak kerikil kecil, agak sakit sih. Aku mengambil kerikil itu lalu mengenggamnya. Sepertinya akan seru jika aku melempar ini ke arah Beibei. Setidaknya aku sudah memberi dia sedikit teguran agar tidak kegenitan dengan Kris-ku.

Aku melempar dengan hati-hati, setidaknya harus tepat di kepala Beibei. Melempar batu sekecil ibu jari bukankah masalah sepertinya. “Aw!” Ringisannya terdengar sampai ke arahku. Padahal jarak kami bisa dibilang hampir sekitar lima meter.

                Jantungku berdegup kencang ketika Kris berada di hadapanku. Dengan tangan yang agak bergemetar aku memberikan notebook-ku kepada Kris.

“Aku penggemarmu.” Ucapku dengan hati-hati. Kris tersenyum, ahhhh, aku meleleh.

“Aku tahu,” Ucap Kris menggantung. Dia menanda tangani notebook-ku dengan pen-nya. “Namamu?” Tanya Kris.

“K-Kwon Yuri.” Jawabku senormal mungkin.

“Terima kasih sudah mau menjadi fan aku.” Kata Kris, aku tersipu. Wajahku pasti memerah sekarang.

“AKu juga senang menjadi penggemarmu.” Balasku.

“Tapi, ada baiknya jika kau menjadi penggemar biasa.” Kata Kris,mataku melebar. Maksudnya?

“Di bumi ini mempunyai batasan. Seluruhnya. Terkecuali, oksigen.” Lanjut Kris.

Benar.

“Oleh sebab itu, menjadi penggemar juga ada batasannya.” Ucap Kris sambil tersenyum lalu mengacak rambutku pelan.

“Baiklah.” Balasku.

“Aku tidka mau nasibku seperti Taecyeon 2PM yang dikirimkan darah kotor perbulannya oleh fan-nya ataupun di tampar seperti Micky Yoochun agar dia selalu mengingat fan yang menamparnya.” Cerita Kris. Aku mengangguk.

“Jadilah fan yang biasa. Aku lebih menyukai itu.” Nasihat Kris. Aku tersenyum, memamerkan deretan gigiku ini.

“Ada baiknya kau minta maaf kepada orang yang kemarin dan tadi –Beibei.” Saran Kris. Ya, Tuhan, Kris benar-benar mempunyai hati yang mulia.

“Nah, notebook-mu.” Kata Kris sambil memberikan notebook-ku. Aku mengangguk dan menundukkan tubuhku.

Gomawoyo.” Aku pergi meinggalkan dia sambil melihat hasil tanda tangan Kris. Aku tersenyum, bukan hanya karena tanda tangan Kris. Dia menulis sebuah kalimat, kau cantik, aku menyukaimu.

Sepertinya aku harus menjadi fan yang normal dan meminta maaf kepada dua orang itu. Ya, harus.

END

Maaf ya, absurd banget kan?

36 thoughts on “Ficlet : Sasaeng FAN

  1. Ihh aku suka banget masa Thoorrr ^^d
    keren!! apa lagi pairnya Kris-Yuri!!

    ada pesan yg sangat berarti untuk para Sasaeng fans juga lagi!!😀

    Bikin FF KrisYul lagi ya author ^^~

  2. Aigoo, ini kenapa endingnya manis banget>< waaa keren, dapet pelajaran(?) juga nih '-'

    keep writing thor, di tunggu karya karya selanjutnyaa 'o')/~

  3. Yg taecyeon itu apa bener dia dikasih darah kotor perbulannya oleh fan-nya aku baru tau aish itu kan jorok tega bener sasaeng fansnya klu ff nya itu yg terakhir endingnya tanggung hehehe

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s