BLACK ROSE [PART 1/2]

Title                    :  ”BLACK ROSE” [PART 1] 

 

Author             : JeniHwang (@cejexoxo)

 

Main Casts                   :

–         Jessica Jung

–         Kim Jongin

–         Xi Luhan

 

Other Casts                 : Find it by yourself

 

Length             : TWOSHOOT

 

Genre               : Romance, , Sad, Angst,  , Friendship, NC 15+ (dikit doang kok(?))

 

Author’s Talk :

Annyeong~~ Jeni kembali dengan FF terbaru(?) #padahalyanglama belom kelar/? hehe. aku masih cari mood buat selesaiin “WHAT SHOULD I DO” dll (?) .FF ini cuma dua part kok.  ini ff hasil bersama dengan @vaeliselva ouo. Maaf ya kalo misalnya gajelas, alurnya berantakan, atau typo bertebaran..  Mohon kritik dan saran ya😀 jangan lupa RCL nya chingu🙂

 

Happy Reading~~

 

***

~~

Dia adalah hembusan nafas pada bulan Januari,

Panas matahari pada bulan Maret,

Kesejukan pada bulan September,

Dingin yang menusuk pada bulan Desember.

Dia adalah dia…..

Dia bisa kulihat, kusentuh, tapi tak dapat ku genggam.

Dia nyata tapi fatamorgana.

Dia ada kemudian tenggelam..

Dia adalah sumber suka dan mungkin juga duka.

Dia bukan awal tetapi akhir kisah yang ada.
Dia adalah segalanya

~~

 

***

-Author POV-

 

Luhan masih mengingat jelas kejadian di bulan januari itu…

 

            #FLASHBACK

Semua siswa sedang sibuk dengan masuknya semester sekolah yang baru. Dia…..ya dia, ada disana menatap acuh tak acuh kepaa Luhan atau mungkin menatap kepada mereka yang berlalu lalang didepan kelas. Dia hanya menggunakan satu buah kata singkat yang digunakan untuk perkenalan saat awal kelas dimulai, “Jessica”, bisa dibilang itulah namanya. Luhan tak mau ambil pusing dan ikut bersikap acuh tak acuh. Luhan kembali sibuk dengan sketch book miliknya dan menggambar apa yang ada dipikirannya saat itu. Tapi entah mengapa tak berapa lama kemudian ia melirik ke arah Jessica dan melihat yeja itu duduk dengan tatapan yang terlihat kosong. Dan saat itulah, jemari lentik Luhan seolah mulai bergerak sendiri membuat coretan garis-garis yang kemudian membentuk sosok yeoja misterius itu.

 

Sampai jam makan siang tiba, yeoja bernama Jessica itu masih duduk dibangkunya di pojok kelas.. Jessica seperti asik dengan dunianya sendiri. Luhan mengernyit heran melihat Jessica yang terlihat cukup aneh, sebelum kemudian ia berlari kecil menuju kafetaria untuk menyusul teman-temannya yang mungkin sudah tiba lebih dulu.

            #ENDFLASHBACK

 

 

Siang ini Luhan berniat menyusul ketiga temannya yang telah lebih dulu ada dikafetaria. Kafetaria penuh oleh siswa yang memang sedang lapar atau hanya sekedar untuk duduk berbincang dengan teman-teman mereka. Dengan santai Luhan berjalan menuju meja dimana ia dan beberapa teman dekatnya yaitu Jongin, Chanyeol, dan Yixing biasa menghabiskan jam makan siang disana. Jongin menyeringai melihat Luhan yang tiba di bangkunya dan dibalas Luhan dengan tepukan yang lumayan keras di puncak kepala Jongin.

 

Seperti biasa,Luhan tidak perlu berlama-lama mengantri untuk mendapatkan makan siang seperti siswa pada umumnya. Karena setiap harinya akan ada beberapa murid yeoja yang dengan senyum sumringah membawakan Luhan bekal buatan tangan mereka sendiri. Luhan menerimanya dengan senyuman hangat yang tentu saja membuat pipi para murid yeoja itu memerah seperti terbakar. Beberapa bekal itu rasanya enak, tapi tak jarang juga beberapa diantaranya memiliki rasa yang menyeramkan. Sebagai salah satu anggota tim basket inti sekolah, tentu Luhan cukup dikenal disekolah ini. Ditambah lagi dengan status ayahnya yang merupakan penyumbang terbesar untuk yayasan sekolahnya, dan tentu saja wajahnya yang memang tampan. Begitu pula dengan teman-temannya, baik Jongin, Chanyeol,maupun Yixing mempunyai klub penggemarnya sendiri. Ya, mereka berempat memang dijuluki Pangeran Sekolah. Kaya raya, tampan, dan cukup ramah. Siapa yang tidak akan terpesona?

 

Luhan baru saja akan mencoba kotak bekal yang pertama ketika Chanyeol kembali membuat kegaduhan diantara mereka berempat, “Hei kalian, lihat.. anak baru!!” Seru Chanyeol sambil menunjuk-nunjuk sesosok yeoja mungil yang berjalan menuju antrian makanan. Luhan mendongakkan kepalanya dan mendapati bahwa yeoja yang ditunjuk oleh Chanyeol adalah Jessica, murid baru dikelasnya. Luhan dapat melihat Jessica berjalan dengan gontai, terlihat seperti tak ada semangat.

 

“Yeppeuda…” seru Jongin perlahan tetapi masih dapat didengar Luhan yang duduk disebelahnya.

 

“Mwo?” Tanya Luhan memastikan.

 

“Kelas berapa dia, kalian tau?” Tanya Jongin kepada Luhan,Chanyeol dan Yixing sambil tak sedikitpun mengalihkan pandangannya dari sosok Jessica yang mulai berjalan maju selangkah demi selangkah begitu siswa yang mengantri didepan sana telah menyelesaikan bagiannya.

 

“Dia Jessica, murid baru dikelasku” jawab Luhan acuh tak acuh sambil menyuapkan sepotong daging kemulutnya dari kotak bekal yang sedang ia cicipi.

 

“Kenapa kau tak menceritakan kepada kami? Biasanya kau akan menceritakan hal ‘menarik’ seperti itu kepada kami.” Sambung Yixing santai sambil mengunyah perlahan kimchi yang ia makan. Sedangkan Chanyeol, setelah berbicara tadi langsung kembali sibuk dengan beberapa kotak bekal yang ia dapatkan dari penggemarnya yang ia sebut sebagai Chanyeolipop, nama yang cukup menggelikan bagi ketiga temannya itu.

 

“Ia saja baru masuk tadi pagi.” Jawab Luhan singkat. Dari sudut matanya, ia bisa melihat Jongin yang masih saja terus menatap Jessica.

 

“Sepertinya aku tertarik..” Lanjut Jongin dengan seringaian khas miliknya.

 

“Jangan..” Entah kenapa kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutnya.

 

“Wae?” Jongin mengernyit heran. Belum sempat Luhan menjawab, Jongin sudah berlalu untuk menghampiri Jessica. Dan kemudian, kejadian yang terjadi berikutnya terasa sangat cepat terjadi… Suara teriakan, piring pecah, dan Jongin yang jatuh terduduk dilantai kafetaria.

 

Yeoja yang bernama Jessica hanya menatap dingin pada Jongin dan melemparkan nampan makanannya ke arah Jongin. Tanpa basa-basi Jessica langsung keluar dari kafetaria, tanpa memperdulikan tatapan dari seluruh siswa yang ada di kafetaria.

 

Luhan segera bangun dari duduknya dan menghampiri Jongin untuk menolongnya bangun, disusul oleh Yixing yang ikut membantu. Sedangkan Chanyeol? Ayolah, ia masih sibuk dengan bekal dari para penggemarnya.

 

Terlihat  jelas Jongin seperti membeku, entah karena shock atau merasa dipermalukan. Tapi kata yang pertama keluar dari mulut Jongin  saat itu cukup membuat Luhan terkejut, “Aku yakin aku menyukainya..” kata Jongin pelan.

-END Author POV-

 

-Jessica POV-

Membosankan sekali mengantri panjang di kafetaria seperti ini untuk sepiring makan siang. Tapi mau bagaimana lagi, perutku merasa lapar. Baru saja aku mau kembali melangkah maju untuk mengambil nampan makan siangku ,sebuah tangan kekar menarik pelan pergelangan tanganku.

 

“Hai, bisa aku mengenalmu?” Tanya seorang namja berkulit agak gelap dengan senyuman yang… manis?? Apa terlihat pura-pura manis? Entahlah. Yang jelas aku sangat tidak suka disentuh tanpa ijin.

 

Aku meronta dan melepaskan pergelangan tanganku. Karna ia cukup kuat mencengkram lenganku, terpaksa aku menggunakan sedikit tenagaku untuk melawan.

 

“Lepaskan.” Kataku pelan tapi aku yakin dia mendengarnya. Ia terjatuh dengan posisi terduduk tapi terus menatapku. Apa dia gila? Nampan makan siang yang kupegang dengan tengan yang satunya kuhempaskan begitu saja ke atas tubuh namja itu dan berlalu keluar kafetaria.

 

Aku benci…. Aku benci situasi seperti ini..

-END Jessica POV-

 

-Author  POV-

Disepanjang koridor Luhan masih memikirkan kata-kata Jongin di kafetaria tadi. Jongin tertarik?? Benarkah? Jongin memang terkenal disekolah tapi tak ada satupun yeoja disekolah yang menarik perhatiannya. Ia merasa tidak suka setiap mengingat kata-kata Jongin itu.

 

Begitu Luhan melewati taman sekolah,ia melihat kembali sosok mungil itu, sedang terduduk diam disalah satu bangku tangan, memandang lurus kedepan. Sorot matanya menggambarkan seperti ia sedang memikul beban yang berat, yang jelas tak mungkin Luhan ketahui.

 

Dengan santai ia berjalan menghampiri Jessica dan berdiri dihadapannya. Jessica masih tak menyadarinya, hingga Luhan mengeluarkan sebungkus roti coklat dan menyodorkannya kedepan muka mungil Jessica.

 

“Makanlah.. Aku tau kau merasa lapar karena tadi membuang makan siangmu begitu saja.” Kata Luhan. Jessica mendongak dan masih terdiam.

 

Luhan meraih salah satu tangan Jessica dan meletakkan roti coklat itu diatasnya. Dan kemudian ia pergi berlalu meninggalkan Jessica yang masih terlihat bingung.

 

Diatatapnya roti coklat itu. Perutnya kembali berbunyi minta diisi. Tak ada pilihan bagi Jessica kecuali memakan roti itu. Dibukanya bungkus roti itu perlahan dan mulai memakannya. Sedangkan Luhan, ia mengintip dari balik salah satu pilar di koridor yang menghadap langsung ke taman, dan tersenyum melihat Jessica.

 

-END Author POV-

 

~ ~

Dia adaah malaikat dalam setiap doaku kepada Tuhan,

Dia adalah panas yang akan mencairkan hatiku yang membeku,

Dia adalah jeritanku pada setiap malam aku bermimpi buruk.

Dia lagi lagi hanyalah fatamorgana

Dia bisa kulihat tapi tak bisa kusentuh

Dia adalah arah dimana mataku selalu tertuju.

Setelah beberapa saat, aku menyadari satu hal………..

Dia adalah duniaku..

 

~~

 

-Author POV-

Jessica tiba-tiba terbangun dari mimpi buruknya. Air matanya mengalir begitu saja tanpa ia pinta. Lagi-lagi rasa sakit itu muncul. Tangannya berusaha mencari sesuatu disampingnya, tapi yang ia temukan hanyalah ruang kosong. Badannya kembali meringkuk di kasur dan  air matanya tetap mengalir. Bayang-bayang kelam dan semua kenangan buruk memuakkan itu muncul kembali, dan kali  ini semakin parah. Semakin menyakitkan untuk dia tahan sendiri, matanya menatap ke arah jam di dinding kamarnya yang telah menunjukkan pukul setengah satu tengah malam. Jessica bangkit dan menyadari kalau ia tidak akan bisa kembali tidur lagi. Ia beranjak menuju lemari pakaiannya  dan mengganti piyama tidurnya dengan gaun malamnya yang berwarna gelap lalu menatap ke cermin yang berukuran cukup besar. Seandainya ia tidak dalam keadaan seperti ini, pastilah ia akan menaydari betapa cantiknya dirinya itu. Tapi yang terlihat sekarang adalah dirinya yang terlihat sangat menyedihkan. Tapi siapa peduli? Yang jelas Jessica hanya tak ingin menghabiskan malam ini sendiri lagi. Tidak lagi.

 

            [Klub Malam]

Jessica membuka pintu klub malam itu .Klub malam ramai seperti biasanya. Dentuman house music terdengar jelas membahana diseluruh klub. Tubuh Jessica mengkuti irama musik, tidak peduli dengan orang disekitanya. Beberapa namja hidung belang berusaha menggodanya tapi Jessica tetap tak peduli. Ia hanya ingin merasa tidak sendirian malam ini.

 

Setelah merasa mulai lelah meliukkan badan mengikuti musik, Jessica berjalan ke arah bar memesan Liquor  yang biasa ia minum. Satu, dua, tiga tegukkan dan itu cukup menghangatkan Jessica. Mata Jessica menatap sekeliling klub mencari dengan siapa ia akan menghabiskan malam ini. Tak lama kemudian Jessica mencibir, tak ada yang cukup menarik dan itu membuat Jessica sedikit kesal. Dengan kondisi yang mulai mabuk, ia berjalan ke pintu belakang bar. Keadaan sepi dan tenang disana sangat berbanding terbalik dengan keadaan yang ada didalam klub sana. Jessica mulai menyalakan rokok yang dia bawa dan mulai menikmati hisapan demi hisapan sambil sesekali menerawang kedepan.

 

Dua tahun lalu, Jessica akan memandang jijik kepada yeoja yeoja yang pergi ke klub malam dengan pakaian minim. Dia pasti sekarang berada dibawah kasur hangatnya dan tidak tau bahwa dunia yang dia tempati adalah dunia yang kejam.

 

Jessica mulai menggigil kedinginan bahwa dia terlalu lama berada diluar klub. Jessica baru saja membalikkan badannya, hendak kembali masuk ke dalam klub saat kemudian sepasang tangan memeluk pinggangnya dari belakang.

 

“Mau kemana sayang?” Suara parau seorang namja menggelitik telinga Jessica. Jessica berbalik berusaha melepaskan tangan orang asing itu sebelum menilai bahwa wajah namja itu lumayan juga.

 

“Butuh teman untuk malam ini?” Tanya namja itu dengan seringaiannya. Belum sempat Jessica menjawab, bibirnya sudah bertemu dengan bibir namja itu. Jessica mengalungkan kedua tangannya di leher namja asing itu dan mulai menikmati setiap hisapan atau gigitan kecil dari bibir namja itu. Jessica member isyarat kepada namja itu untuk segera pergi dari klub sebelum melanjutkan ‘kegiatan’ mereka. Namja itu menggandeng tangan Jessica dan membukakan pintu mobil disamping kursi pengemudi untuk Jessica. Jessica melirik mobil si namja asing itu. Jaguar? Berarti dia memang orang kaya, piker Jessica. Jessica masuk disusul dengan namja itu. Mobi jaguar berwarna silver itu pun mulai melaju cukup cepat di jalanan Myeongdong yang sangat sepi di dini hari seperti itu. Jessica tidak peduli namja itu akan membawanya kemana atau siapa identitas namja itu, apa latar belakanganya dan sedabagainya. Jessica hanya tau satu hal, ia akan menghabiskan sisa malam itu dengan namja yang sekarang ada disebelahnya.

 

Mobil itu memasuki pekarangan sebuah Penthouse yang terbilang mewah dan besar. Seperti yang sudah diduga Jessica, namja ini pastilah seorang yang kaya raya. Namja besar itu merangkul pinggang Jessica dan mengajaknya ke kamar atas yang cukup besar dimana namja itu langsung membaringkan tubuh Jessica dan memulai ‘Kegiatannya’ . Lidah mereka mulai berpautan. Tangan namja itu sesekali mengelus kedua buah dada Jessica. Permainan bibir mereka semakin sengit. Namja itu akan mulai membuka dress Jessica sebelum akhirnya Jessica merasa sangat kehausan. Liquor yang tadi ia minum di klub serasa membakar kerongkongannya dan ia membutuhkan air untuk menyegarkan kerongkongannya.

 

“Aku haus. Dapur dimana?” Tanya Jessica sambil melepaskan pertautan bibir mereka.

 

“Keluar kamar, turun kebawah, di sebelah kiri sayang. Ingat, jangan terlalu lama..” Kata namja itu sambil mengecup pipi putih Jessica. Jessica mengangguk sambil tersenyum menggoda sebelum akhirnya turun kebawah.

 

Jessica berjalan pelan. Walau rumah mewah ini sangat sepi, tapi Jessica takut jika ada orang lain disini. Dia membuka lemari es dan mengambil sebotol air dingin dari dalamnya. Ia menuju rak gelas dan mengambil satu gelas kecil yang terbuat dari kaca. Ia mulai menuang air dingin itu dan menegukanya. Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang.

 

“Hai sayang, sudah tidak sabar ya?” Ucap Jessica sambil tersenyum dan membalikan badannya. Seketika senyumannya hilang dan tergantikan oleh ekspresi yang luar biasa terkejut. Namja yang menepuknya bukanlah namja yang membawa ia ke penthouse mewah ini.

 

‘Dia….. kenapa dia ada disini.. Apa maksudnya ini.. A..aku.. aku tidak mengerti.’ Pikir Jessica setengah panik. Ia tidak menyangka bertemu dengan namja ini ditempat  seperti ini.

 

*** TBC  ***

Otokkhe ?? ada yang penasaran kah dengan kelanjutan FF ini?? Hehhe.. sebenarnya sudah dibuat sampe ending kok(?) RCL nya ditunggy yaa😀

65 thoughts on “BLACK ROSE [PART 1/2]

  1. Thor FF Daebak… banget!!! Aku suka Thor!! Ada typonya sih tapi cuma sedikit kok!! Bagus thor!! Terus FF yang lebih bangus lagi!! Jjang…

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s