Brother VS Friend

vi-brothervsfriend

Brother vs Friend

Written by Vi

Starring SNSD Jessica | EXO-K Suho | EXO-M Lay

Rated for General

Friendship | Family | Fluff

.

.

Disclaimer: I just borrow the cast

Note: inspired by other ff, manga, anime, japanese drama, and my imagination

Sorry for bad fanfic and story

Poster by cocolollipop @ cafeposterart.wordpress.com

*****

“Sica nee-san, ayo ke bioskop !” sahut Lay dengan rasa gembira karena hanya hari-hari tertentu saja kakaknya yang bernama Jessica itu memiliki waktu luang untuk bermain dengannya dan hari inipun termasuk salah satu hari itu.

“Bi-bioskop ?” tanya Jessica kaget. Lay menganggukkan kepalanya cepat untuk mengiyakan pertanyaan Jessica. Jessica pun terdiam lalu menunduk dengan ragu, Lay menyadari perubahan ekspresi kakaknya itu.

Hari ini dan sekarang juga ?” tanya Jessica pelan. Lay menganggukkan kepalanya sekali lagi. Jessica pun tersenyum dan berkata, “gomennasai, aku tidak bisa. Nee-san sudah ada janji dengan Suho, teman sekolah nee-san.”

Lay yang mendengar jawaban Jessica pun mencibirkan bibirnya kesal, iapun merogoh sakunya dan meratapi 2 tiket yang berhasil ia pesan untuk menonton film di bioskop pada hari ini.

“Huff, memangnya kalian mau kemana ?” tanya Lay sinis. Jessica pun menjawab, “Suho hanya bilang kita akan  jalan-jalan saja. Ia belum tahu ingin pergi kemana.”

“Huh, kalau begitu lebih baik nee-san ikut dengan ku saja. Aku sudah memesan 2 tiket,” kata Lay dengan nada agak memaksa, Jessica sudah tahu bagaimana sikap Lay yang merupakan adiknya itu saat keinginannya ditolak. Pasti Lay akan merengek dengan nada setengah memaksa.

Gomen ne, kapan-kapan saja ya ? Nee-san sudah berjanji dengan Suho,” kata Jessica lembut sambil menatap adiknya itu dengan penuh rasa bersalah. Tapi bagaimanapun juga, Lay tahu bahwa Jessica tidak pernah melupakan janjinya pada sahabatnya sedikitpun, maka itu Lay sudah yakin bahwa Jessica pasti akan tetap pergi bersama Suho karena Suho sudah membuat janji terlebih dulu.

“Ah terserah nee-san saja. Biar aku jaga rumah sendirian saja,” kata Lay kesal dengan mata yang berkaca-kaca. Jessica menghela nafas pelan lalu berbisik, “jangan begitu Lay, jangan bertingkah kekanakan , kau sudah 14 tahun.”

Lay tetap diam saja tanpa memperdulikan Jessica.

TING TONG

Bel rumah Jessica dan Lay berbunyi. Jessica pun mendekati pintu rumahnya dan menemukan sosok lelaki berambut coklat tengah berdiri di depannya.

“Sica-chan , sudah siap ?” tanya Suho. Jessica mengangguk dan berkata, “ya begitulah.” Saat Jessica ingin menutup pintu rumah , Lay tiba-tiba berlari kearah pintu dan berkata, “Suho nii-san , aku ingin pergi dengan nee-san , aku sudah membeli tiket untuk bioskopnya. Biarkan aku pergi dengan nee-san dan kau nii-san pulang saja sana !” Suho dan Jessica terdiam dan membelalakan mata mereka. Jessica menghembuskan nafas kasar karena kesal dengan tingkah laku Lay yang kekanakan dan keras kepala, iapun berkacak pinggang dan berseru, “Lay ! Jangan egois !”

“Tapi , nee-san ! Kata Suho nii-san kan ia belum punya rencana untuk mengajakmu kemana ! Jadi nee-san pergi saja denganku !” kata Lay dengan sorot mata tajam. Jessica menggelengkan kepalanya lalu berteriak, “belajarlah untuk berhenti bersikap semaumu ! Tak semuanya bisa kau atur sendiri, Lay !”

“Lay-kun , apa kau mau ikut denganku dan nee-san mu ? Karena aku belum memiliki rencana mau pergi kemana dengan nee-san mu bagaimana kalau kita pergi menonton ke bioskop itu ? Kalau soal tiket milikku sih aku bisa membelinya disana nanti,” kata Suho lembut. Ia memang sangat ingin memiliki adik namun ia tak memilikinya, maka dari itu sejak pertama kali ia bertemu dengan Lay, ia sudah menganggap Lay seperti adiknya sendiri.

Nii-san , jadi .. Kau mau membawaku dan nee-san ke bioskop ?” tanya Lay polos. Suho mengangguk dan mengulum sebuah senyuman manis.

“Ayo kita berangkat,” kata Suho sambil menggandeng Lay. Jessica sedari tadi terdiam melihat perlakuan Suho terhadap Lay, kemudian ia tersenyum saat melihat kehangatan yang diberikan oleh Suho pada Lay.

“Huff, Suho ! Itu adikku ! Biar aku yang menggandengnya !” seru Jessica saat sadar bahwa ia ditinggal oleh Suho dan Lay. Suho dan Lay pun tertawa melihat Jessica yang berlari terbirit-birit mengejar mereka berdua.

“Hahh .. Hahh .. Kurasa keduanya memang sangat penting bagiku, Lay dan Suho sama-sama penting. Sebenarnya tadi juga aku tidak tega meninggalkan Lay sendirian di rumah dan ingin membawanya tapi aku takut Suho tidak memperbolehkannya, tapi kenapa malah Suho yang mengajak Lay pergi ?” gumam Jessica sambil memasang ekspresi datar.

END

Mian gaje, pls komen ya !

//

28 thoughts on “Brother VS Friend

  1. hehe… lucu .cm segitu j y thorr. q pkir bkal pnjang. tdi q pkir mreka akn brnjak dewasa & lay bkal cinta sm kk’a cndiri. haha… kumat ngehyal’a…

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s