My Queen

My Queen YulKai

My Queen

By wolveswifeu

Starring

Yuri | Kai

Genre

Romance-Sad-Angst

Disclaimer

Published too on yoongexo.wordpress.com with Yoona and Kai as the casts

INSPIRED FROM JOSPEH VINCENT – MY QUEEN (MUSIC VIDEO)

You should watch the music video so you can imagine this story

Poster by Phoneixfrombusan

Wolveswifeu’s New Fiction, My Queen

31 August 2025

                Seorang pria terduduk di atas kasuryang agak berantakan. Dunia sudah leboh canggih tentunya di tahun 2025 ditambah lagi Kai –pria yang duduk tersebut adalah seorang penemu mesin waktu yang tidak pernah meluncurkan oenemuannya itu. Dengan lemas dia menyentuh layar komputer canggih itu layaknya menyentuh udara. Melihat sketsa proyek dia selanjutnya.

Kai menyingkirkan komputer itu dan bergumam, memuakkan. Dia mengalihkan pa ndangannya ke kanan, melihat seisi ruangan kamar sekaligus rumahnya itu. Terdapat dua bingkai foto dia dan kekasihnya, matanya menelusuri tempat lainnya, ada kalung di atas meja, kalung miik kekasihnya. Dia memutar bola matanya lagi kea rah lain, banyak bingkai foto kenangan mereka disana dan ada beberapa rosario di atas mejanya. Ada juga novel-novel koleksi kekasihnya. Ah, Kai sangat merindukan kekasihnya itu.

Kai membuka komputer lainnya dan melihat isinya. Banyak foto-foto kenangan mereka disana. Dia mengangkat komputer itu tepat di hadapannya dan tersenyum miris, aku merindukanmu Yuri-ah. Yuri –nama kekasih Kai tersebut sedang menunggu Kai diluar sana. Menunggu jemputan dari seorang Kai.

                Malam itu malam terakhir mereka satu kasur. Malam tersepi dan terdingin yang pernah ada. Walaupun masih seperti biasanya –satu selimut dan dua bantal tapi tetap saja, ada yang berbeda. Mereka membelakangi tubuh mereka masing-masing. Tidak ada kemesaraan diantara mereka sama sekali.

                Yuri menggeser tubuhnya lebih menjauh lagi dari Kai dan agak sedikit menarik selimut mereka. Kai masih belum tertidur, dia mengangkat sebelah alisnya dan melakukan hal yang sama, membuat jarak mereka lebih jauh lagi dari sebelumnya.

                Komputer canggih itu muncul lagi, memperlihatkan design dress berwarna ungu yang nampak anggun itu dengan detail-detail-nya. Kai meringis pelas, dia menutup seluruh wajahnya dengan telapak tangannya itu. Dia mengingat sesuatu…

                Mereka akan menghadiri pesta reunian mereka di sebuah bar nanti. Kai melihat Yuri dengan dress warna ungu dari belakang. Yuri tengah melihat bayangan dirinya di sebuah kaca besar. Ya, kaca besar, tentu Yuri tahu kehadiran Kai dibelakangnya. Kai pun pergi dari tempatnya dan Yuri menoleh ke arah Kai, melihat punggung lelaki tampan itu yang berpindah posisi ke tempat lain.

                Yuri berjalan mengikuti Kai, sepertinya Yuri tau arah tujuan Kai kemana. Sudah dengan pasti dan yakin, Kai menuju ruang kerjanya. Dengan pensil yang mulai tumpul, Kai membuat sketsa proyeknya –mesin waktu.

                “Kai, kita harus pergi sekarang.” Ajak Yuri. Tak ada jawaban. Yuri menggeleng pelan. Kai sudah terlalu ter-obsesi dengan proyek mesin waktunya sampai-sampai dia sudah berpakaian rapi untuk pergi ke pesta reuniannya malah tidak merespon ajakan Yuri untuk berangkat bersama.

                Kai memakai jasnya dengan rapid an berdiri memerhatiakn koper yang berisi komputer dan mesin waktu dalamnya. Dia menutup koper itu dan menghelakan nafasnya. Ini jalan terbaik. Pergi ke tempat Yuri berada.

                Kai berjalan di srerumputan yang menguning. Di hadapannya ada sebuah pohon besar dan Yuri di bawahnya. Dia tersenyum, dia senang bahwa dia bisa bertemu dengan Yuri. Dia memasuki tangannya ke saku celananya dan koper di tangan kirinya. Koper itu besar, nampak sangat berat.

Jarak Kai dan Yuri semakin dekat. Dia tersenyum melihat ke arah Yuri. Jarak mereka pun semakin mendekat. Selagi jarak mereka semakin berkurang, Kai mengingat sesuatu. Mengingat dimana hari terakhirnya dia melihat Yuri.

                Kai menaiki tangga rumahnya dengan terburu-buru, ini sudah hari diujung bulan kedelapan dan sudah hampir dua minggu dia bersikap dingin ke Yuri karena sedang mengerjakan proyek miliknya.

                Kosong. Tidak ada barang Yuri sama sekali disana. Novel-novelnya, foto-foto mereka, rosario milik Yuri, dan kalung kepunyaan Yuri yang selalu dipakai olehnya. Tidak ada. Kai berjalan mendekati kasur milik mereka berdua, dia melihat bingkai foto dan mereka ada didalamnya. Yuri memeluk Kai dari belakang di foto tersebut.

                Terdengar suara tabrakan dari luar rumah. Kai menoleh ke arah jendela dan membuang bingkai beserta fotonya ke atas kasur lalu menuruni tangga rumahnya, keluar dari rumahnya dan dia melihat sang pengemudi di dalam mobil dengan darah di dahinya.

                Kai tersentak.

                Dengan cepat dia melewati kerumunan yang ada di hadapannya dan mendapati seorang wanita yang tergeletak di atas asmpal yang panas tidak berdaya. Darah segar mengalir dari dahinya, luka yang dialami wanita itu sangatlah parah.

                “YURI!!” Teriak Kai lalu berlutut, meraih tubuh Yuri yang sudah tidak bernyawa. Memeluk dan mendekapnya.

                “Yuri!!” Teriak Kai sekali lagi. kai menyesal, menyesal karena sudah mengacuhkan Yuri demi proyek itu, tapi mau apa, semua sudah terlambat.

IN LOVING MEMORY

MAY 30, 1990

AUGUST 30, 2013

                Kai terdiam, wajahnya datar. Ntah dia harus merasa senang atau tidak. Senang karena dia akan bertemu dengan Yuri sebentar lagi atau tidak karena kesalahannya yang telah dia lakukan itu. Kai menggaruk belakang lehernya dengan tangan kanannya lalu membersihkan debu yang berada di atas batu nisan tersebut.

Kai berdiri tegap, memeluk koper yang berat itu tepat di depan dadanya. Mesin waktu yang berada di dalam koper itu berkerja. Kai meyadarinya dan memutar badannya seakan-akan dia mau mulai melangkah. Namun salah, tubuh Kai perlahan menghilang, seluruh jarum jam yang ada di dunia ini berputar melawan arah dan seluruh angka pada jam di dunia ini menghitung mundur.

Tubuh Kai masih nampak sedikit dan akhirnya hanya tersisa serpihan sinar dari koper itu. Kai dan koper tersebut besrta batu nisan Yuri telah menghilang, lenyap dan…

15 August 2013

END

Halo, aku kembali bwahahaha maaf ya kalo nge gantung. Ngarep sequel boleh kok, tapi gak semudah itu. FF ini gak bakal ada sequel kalo comment dari kalian gak lebih dari 15! 😀

Gomawo

visit here : Songfic Project

Advertisements

43 thoughts on “My Queen

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s