Irritable – Drabble

irritable_vi_melurmutia

Irritable 

Written by Vi

Starring SNSD Yuri | EXO-M Luhan

Rated for Teen

Friendship | Romance | Sad -little bit-

.

.

Disclaimer: I just borrow the cast

Note: inspired by  Japanese Live Action Drama “Ouran High School Host Club Episode 9” maybe the storyline is similar but I did some modification.

Sorry for bad fanfic and story

Poster by MelurMutia @ cafeposterart.wordpress.com

*****

“Yuri !” teriak kelima sosok lelaki tampan. Kai, Sehun, Luhan, Kris, dan Xiumin nama mereka, mereka menyahuti sesosok gadis manis berambut hitam panjang yang tengah berjalan keluar dari villa miliknya dan keluarganya, ia memang mengundang mereka untuk berlibur bersamanya.

“Aissh, mengapa kalian juga ada disini ?” tanya Yuri kesal sambil mencibirkan bibirnya. Kai tertawa dan berkata, “bukankah kau yang mengundang kami ?” Yuri menghembuskan nafas malas dan menjawab, “baik .. baik .. Aku lupa.”

Kai tertawa dan mengusap rambut Yuri pelan. Kini mereka semua memang sedang berlibur ke Osaka dan mereka menginap di villa milik keluarganya Yuri. Awalnya , Yuri menolak untuk mengajak mereka berlibur kemari namun kakaknya itu menyuruhnya membawa mereka karena kakaknya memang ingin mengenal mereka semua lebih akrab.

“Huff, ini semua gara-gara kakak,” kata Yuri kesal sambil menatap horor kearah kakaknya yang bernama Tiffany itu, ia tengah membaca majalah fashion dengan santainya.

Yuri semakin kesal saat Tiffany malah tidak berinteraksi sama sekali dengan ke-5 lelaki yang ia undang ke liburannya kali ini.

Yuri masih memandang Tiffany sehingga akhirnya ia menabrak seseorang. Yuri pun mendongakkan kepalanya dan berkata, “sumimasen, aku tidak sengaja.” Setelah ia mengatakan kalimat itu, iapun terkejut melihat sosok di depannya, ia adalah Yixing, teman saat ia sekolah di China dulu.

“Yixing ? Sedang apa kau disini ?” tanya Yuri heran. Yixing pun tersenyum dan berkata, “aku melanjutkan studiku di Osaka sini. Kau sedang apa ?”

“Aku berlibur bersama mereka,” kata Yuri sambil menunjuk dan melirik kearah 5 lelaki itu dan kakaknya. Ke-5 lelaki yang merasa ditunjuk itupun berjalan mendekati Yuri dan menyapa Yixing dengan riangnya.

“Ini adalah dua orang kakak beradik , Luhan dan Sehun,” Yuri mulai memperkenalkan kelima lelaki itu dimulai dari Sehun dan Luhan kemudian ia melanjutkan dengan Kris, Kai,  dan Xiumin.

“Ini Kris-senpai , ia adalah senpai yang jago berolahraga dan ini adalah Xiumin-senpai , ia adalah sepupunya Kris. Lalu yang terakhir ini adalah Kai-senpai, ia adalah senpai yang baik,” lanjut Yuri. Yixing menganggukkan kepalanya mengerti , ia pun balik memperkenalkan dirinya namun Luhan malah memandang Yixing tajam, sepertinya ia tidak menyukai keberadaan Yixing diantara persahabatan mereka.

*****

Setelah perkenalan selesai, mereka pun berlanjut ke acara makan siang. Semua nampak menikmati makanan mereka , namun kakak beradik itu memisahkan diri mereka dari sahabat-sahabat mereka yang lain dan Yixing.

Nii-san , mengapa kita tidak ikut bergabung dengan mereka ?” tanya Sehun pada Luhan. Luhan mendengus kesal dan menggelengkan kepalanya.

Tidak mau,” kata Luhan dingin. Sehun yang hafal betul dengan sikap kakaknya yang inipun ingin segera menenangkan emosi kakaknya yang ia yakin pasti sebentar lagi akan meledak-ledak.

“Yuri-chan, aku senang sekali melihatmu baik-baik saja di sekolah itu, kupikir kau akan di-bully oleh murid-murid di sekolah itu tapi kau tampak sangat senang disitu,” kata Yixing. Yuri tersenyum lebar dan Luhan mengepalkan tangannya lalu berkata, “huff, jangan sok baik di depan Yuri. Aku tahu bahwa dibalik kebaikanmu itu, kau pasti ingin mendekati Yuri karena kau menyukainya diam-diam kan ? Lagipula, tenang saja, Yuri pasti akan baik-baik saja selama ada kita.”

Yuri  menolehkan kepalanya untuk melihat Luhan , lalu iapun kembali menatap Yixing. Kini, Yixing tampak sedih, Yuri mendengus kesal untuk ke sekian kalinya hari ini, iapun berjalan kearah Luhan dan menamparnya.

PLAK

“Y-Yuri-chan ?” Kai dan beberapa lelaki yang lain termasuk Sehun terkejut melihat tingkah Yuri pada Luhan.

“Bisakah kau berhenti mengeluarkan kata-kata yang menyakiti hati orang ? Meski kau sahabatku, tapi itu bukan berarti kau bisa seenaknya saja bertingkah, kau harus memperbaiki sikapmu itu , Luhan,” kata Yuri sinis. Luhan berdiri dan menggebrak meja dengan kasar.

“Terserah saja, memangnya mengapa jika sikapku seperti ini ? Ini memang sikapku sedari dulu kan ? Seharusnya kalau kau tidak menyukai sikapku ini, kau sudah menghentikan sikapku ini sejak dulu,” kata Luhan kesal lalu meninggalkan Yuri. Seperti biasanya, tingkah kekanakan Luhan mulai lagi, dan Yuri tahu betul kalau Luhan sudah begini pasti sulit untuk menghentikan kelakuan anehnya.

Nii-san !” kata Sehun yang berniat mengejar Luhan. Namun Sehun ditahan oleh Yuri.

“Biarkan ia memperbaiki sikapnya yang kekanakan itu dulu, ia butuh waktu untuk membuat dirinya menjadi lebih dewasa,” nasihat Yuri. Sehun pun menganggukkan kepalanya dan berjalan kearah kursinya lagi.

“Yuri, apakah kau mau jalan-jalan denganku dan nii-san besok ?” tanya Sehun pada Yuri. Yuri pun membulatkan matanya kaget lalu berkata, “kau tak bercanda ?”

“Tidak. Lagipula, siapa tahu di tengah perjalanan nanti kau bisa menasihatinya,” usul Sehun. Yuri pun berpikir sejenak lalu tersenyum dan mengangguk, “ya, benar juga. Cobalah kau ajak Luhan, ya ?” kata Yuri sambil menepuk pundak Sehun pelan.

*****

Luhan POV

Aku dengar semuanya.. Aku mendengar ucapanmu Kwon Yuri. Kau mengataiku kekanakan kan ?

“Huff, apa itu yang ia pikirkan mengenai diriku ?” batin Luhan lirih sambil menghela nafas pelan lalu melipat tangannya dan memandang sedih keluar jendela.

“Aku memang kekanakan .. Apa ia tak menyukai lelaki sepertiku ? Bahkan ia hanya menganggapku sebagai sahabatnya ! Apa ia tak menyadari bahwa kelakuanku padanya selama ini itu untuk menunjukkan bahwa aku mencintainya ?” seruku kesal. Tiba-tiba saja air mataku yang sedari tadi sudah kutahan meluncur bebas diwajahku, bisa dibilang bahwa aku ini tampak lemah sekarang tapi bagi begitu banyak orang yang mengenalku pasti tahu bahwa ini salah satu tingkah kekanakanku. Menangis saat dimarahi oleh Yuri –gadis yang kusukai sendiri–.

“Yuri, apakah kau mau jalan-jalan denganku dan nii-san besok ?”

Tunggu.. Itu kan suara Sehun ?

“kau tak bercanda ?”

Yuri menjawab ucapan Sehun, apa ia akan menerima ajakan Sehun ? Lagipula, mengapa Sehun tiba-tiba mengajak Yuri pergi besok terlebih mengapa ia membawa-bawa namaku ?

“Tidak. Lagipula, siapa tahu di tengah perjalanan nanti kau bisa menasihatinya,”

“ya, benar juga. Cobalah kau ajak Luhan, ya ?”

Apa artinya .. Yuri menerima ajakan Sehun dan besok aku bersama Sehun akan berjalan-jalan dengan Yuri di Osaka ?

“Apa yang sebenarnya Sehun rencanakan ?” gumamku pelan sambil mencerna maksud percakapan Yuri dan Sehun tadi.

*****

author POV

Keesokan harinya, Luhan nampak tengah mendengarkan lagu lewat headsetnya sambil duduk di sebuah taman. Tiba-tiba ia merasakan sebuah tepukan di pundaknya, iapun melepas headsetnya dan menolehkan kepalanya kearah seseorang yang baru saja menepuk pundaknya itu.

“Y-Yuri ?” Luhan terkejut saat melihat penampilan Yuri. Kali ini penampilan Yuri sangatlah feminim, ia mengenakan dress yang cukup indah , rambutnya pun ditata rapi.

“Luhan , itu.. Mana Sehun ?” tanya Yuri heran saat ia tak mendapati Sehun disana. Luhan pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan berkata, “Sehun bilang ia kurang enak badan dan memintaku untuk menemanimu hari ini.”

“Ah, apa kita harus kembali ? Aku yakin bahwa kau khawatir pada keadaan Sehun,” kata Yuri. Namun Luhan buru-buru menolak. “Tidak, hari ini aku akan menemanimu !”

Yuri yang melihat Luhan agak canggung padanya pun tersenyum dan menarik tangan Luhan. “Ayo !” kata Yuri ceria sambil berjalan cepat sehingga Luhan juga harus mempercepat langkah kakinya agar bisa mengikuti Yuri.

“Yuri-chan ? Luhan-san ? Apa yang kalian lakukan disini ?” Lagi-lagi suara itu, suara yang baru-baru ini Luhan dengar kembali terdengar di telinga Luhan sekarang. Luhan berharap bahwa bukan lelaki yang bernama Yixing kemarin yang memanggilnya dan Yuri, namun sayangnya rupanya yang tengah menyapa mereka itu Yixing.

“Yixing ? Mengapa kau ada disini ?” tanya Yuri. Luhan merasa tidak nyaman dengan keberadaan Yixing.

“Aku hanya berjalan saja di daerah sini. Kalian sedang apa ?” tanya Yixing balik. Yuri pun menjawab, “kami ingin jalan-jalan di kota ini saja. Sayang sekali kalau melewati kesempatan untuk berlibur dengan nyaman di Osaka ini.”

“Ah bolehkah aku ikut ? Aku sangat bosan sekarang ini,” tanya Yixing. Luhan mengepalkan tangannya berusaha meredam amarahnya, ia berharap Yuri menjawab ‘tidak’. Namun diluar dugaannya, Yuri justru menjawab sebaliknya.

“Iya, tentu saja,” jawab Yuri yang sukses membuat emosi Luhan kembali meledak. “Kalian pergi saja sana ! Aku takkan ikut dengan kalian !” teriak Luhan kesal lalu berjalan meninggalkan Yuri dan Yixing. Yuri khawatir dengan Luhan dan berseru, “Mou ! Luhan !” Yuri bermaksud mengejar Luhan namun ia tak tahu kemana Luhan berlari tadi.

“Huff, kekanakan ! Pemarah !” seru Yuri dengan penuh kekesalan. Tanpa Yuri sadari Luhan masih bersembunyi dibalik pohon besar di taman itu, Luhan pun tertawa kecil dan berkata, “begitukah yang kau pikir setelah mengenalku ? Kurasa .. Aku sudah menunjukkan banyak sikap burukku di depan Yuri. Yuri pasti tidak menyukaiku lebih dari sahabat, ia bahkan bersikap lebih baik pada Kai daripada diriku. Huff..”

Luhan pun tersenyum kecil, tersenyum miris. ia miris pada dirinya yang tidak bisa menunjukkan sikap baiknya di depan Yuri dan malah menunjukkan sikap buruknya di depan gadis itu.

Gomennasai.. Aku selalu bertingkah kekanakan dan pemarah di depanmu, sehingga aku sering merepotkanmu, Yuri. Gomennasai..” bisik Luhan sambil mengintip Yuri yang tampak masih mencari-carinya di taman itu.

END

Mian gaje, gak dpt feel dll. Aku kurang feel sama FF K-Pop akhir2 ini, lebih suka liat drama Jepang dan artis2 Jepang makanya kalo buat ff itu castnya itu2 aja (Yuri, Luhan, Seohyun, Sehun, Sooyoung, Kris , dll.) , pls komen ya !

34 thoughts on “Irritable – Drabble

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s