[Freelance] Love Shuffle [Chapter 1]

loveshuffle

Author                        : jhshlh / so_one31

Title                             : Love Shuffle [Chapter 1]

Main Cast                    :

–          Xi Luhan

–          Byun Baekhyun

–          Kim Jong Dae a.k.a Chen

–          Im YoonA

–          Lee Sunny

–          Kim Taeyeon

Genre                          : Romance, AU

Lenght                         : Multi chapter

Author Note                : Haai, mungkin udah ada yang gak asing sama judul ff ini. Yup! Ff ini terinspirasi dari dorama Jepang “Love Shuffle”, aku sebenarnya belum nonton dorama ini , baru baca sinopsisnya aja. Jadi aku berinisiatif buat dorama ini versi aku. Hehe , jadi mungkin jalan ceritanya beda ya, tapi karakter dari setiap cast kubuat sama ehehe.

Remember, i’m not plagiarism hihi^^ happy reading!

***

            Luhan melangkahkan kakinya disebuah perusahaan IT tempat ia bekerja. Ia terlihat tampan dengan setelan tuxedo yang dikenakan nya selama ia bekerja. Pangkat Luhan bisa dibilang cukup tinggi, dia adalah manager diperusahaan ini. Semua orang tahu, alasan mengapa Luhan bisa dengan mudahnya menduduki posisi sebagai manager perusahaan. Ya, kekasihnya Lee Sunny adalah keponakan dari pemilik perusahaan ini. Tak heran Luhan selalu mendapat cibiran dari bawahannya yang merasa ia berlaku tak adil.

Perlahan Luhan mulai memasuki ruang kerjanya. Dia langsung mendapati Sunny yang sedang duduk dimeja kerjanya sambil mengetuk-ngetukan jarinya pada meja. Luhan tersenyum simpul dan langsung menghampiri gadis itu. Ia tau gadisnya itu sedang dalam keadaan bosan.

“Sunny-ah.” Panggilnya lembut.

Sunny mengadahkan kepalanya keatas, menatap kedua mata rusa Luhan dalam. Kemudian kedua sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman manis.

“Ah, kau sudah datang.”

Sunny bangkit dari duduk nya , lalu memeluk Luhan hangat.

“Kau sedang apa kesini? Tidak biasanya.”

“Apa tidak boleh? Aku hanya ingin bertemu dengan mu Lu.”

Sunny melepaskan pelukannya, dan menggembungkan pipinya imut. Luhan hanya terkekeh pelan dan memeluk pinggang Sunny erat.

“Jangan lakukan yang seperti tadi didepan orang lain selain aku , Sunkyu-ya.” Luhan tertawa gemas. Menghiraukan tatapan tajam yang diberikan Sunny.

“Ya! Sudah kubilang jangan memanggil aku dengan nama itu.” kembali, Sunny menggembungkan pipinya imut. Luhan mengacak rambut Sunny pelan lalu beranjak duduk di meja kerjanya.

Sunny tersenyum manis lalu menyisir rambutnya menggunakan jari-jari lentiknya. Setelah dirasanya sudah rapih, Sunny menatap arloji yang melingkar apik ditangan kirinya.

“Lu, sebaiknya aku pulang. 20 menit lagi aku ada janji dengan Sooyoung.” Kata nya. Sunny langsung mengambil tas selempangnya dan mencium pipi Luhan sekilas.

“Padahal baru beberapa menit bertemu, kau sudah mau pergi saja.” Gerutu Luhan.

“Ya! Kau sendiri yang datang terlambat tuan Xi. Aku sudah menunggu mu selama hampir 2 jam.”

“Baiklah-baiklah , kalau begitu hati-hati Sunkyu-ya. Maaf aku tidak bisa mengantar. Kau bisa lihat tumpukan file dihadapan ku ini.” Sunny menggerutu keras karna Luhan kembali memanggilnya dengan nama yang jelas-jelas sangat dibencinya itu, lalu tersenyum paksa.

“Aku tahu, sudah ya aku pergi dulu. Bye.”

***

            “Bagaimana hari mu hari ini?” tanya seorang photographer pada seorang gadis yang menjadi objek memotretnya sambil membersihkan lensa kamera digitalnya.

“Huh?  Pertanyaan aneh.” Gerutu gadis cantik bernama lengkap Jessica Jung itu.

Baekhyun hanya tersenyum simpul, yeah semua klien nya sudah pasti tahu tentang kebiasaan aneh Baekhyun ini. Jadi Baekhyun tidak terlalu mempermasalahkan gerutuan-gerutuan yang keluar dari mulut klien nya.

“Baiklah, pemotretan kita lanjut minggu depan. Jessica-ssi , Terimakasih.” Ujar Baekhyun tersenyum seraya membungkuk 90º  , Jessica hanya mendecak kesal. Ia lalu beranjak membereskan barang-barang bawaanya dan segera pergi meninggalkan Baekhyun sendirian.

            Baekhyun terduduk diatas pasir putih pantai. Ya, memang setting tempat permotretan nya hari ini terletak di pantai, sesuai dengan tema yang telah ditentukan.

Tiba-tiba ponselnya bergetar, dengan tak sabaran Baekhyun meronggoh saku celananya dan segera mengangkat telpon dari kekasihnya -Im Yoona- .

“Noona..”

“Ah Bacon! Kau sudah selesai?”

“Sudah. Noona, sudah makan siang belum?”

“Mmm, belum. Kau sendiri?”

“Aku sama dengan mu.”

“Bagaimana jika kau datang kerumah ku. Aku akan membuatkan mu makan siang hehe. Kebetulan Sehun  sedang pergi.”

DEG! Hati Baekhyun sedikit tertohok saat mendengar Yoona menyebutkan nama Sehun, suaminya.

Baekhyun tau posisinya saat ini adalah sebagai ‘selingkuhan’ nya Yoona. Ia tahu ia salah telah merebut istri orang. Tapi toh, mereka tidak saling mencintai kan? Pernikahaan mereka juga terjadi karna sebuah paksaan.

Baekhyun memejamkan kedua pelupuk matanya , merasakan semilir angin merasuki tubuhnya. Tanpa memedulikan panggilan Yoona.

Sesaat Baekhyun tersadar, ia sadar ia berada diposisi yang salah. Kalau saja dia yang lebih dulu bertemu dengan Yoona, kalau saja dia orang yang akan dijodohkan Yoona, bukan Sehun. Sudah pasti sekarang dia hidup bahagia bersama Yoona. Ya , Baekhyun menyesalkan semuanya.

“Terkadang aku ragu untuk melanjutkan hubungan ini terus menerus, Noona.”

***

            Gadis imut itu dengan manjanya bergelayut dilengan kekasihnya. Sedang sang kekasih hanya mendesis kesal sambil membawa koper berisi uang yang diyakini milik sang gadis. Ya mereka Taeyeon dan Jong Dae.

“Taeyeon-ah, tolong berhenti bergelayut seperti itu.”  kata Jong Dae dingin.

Dengan lembut Jong Dae melepaskan tangan Taeyeon dari lengannya, dan memberikan koper berisikan uang itu.

Jong Dae tak memperdulikan tatapan kecewa yang diberikan Taeyeon, justru ia malah lanjut berjalan meninggalkan Taeyeon sendirian.

Sejujurnya Taeyeon sendiri tidak pernah tahu menahu Jong Dae balas mencintainya atau tidak. Awal mereka berpacaran adalah karna paksaan Taeyeon, jauh sebelum mereka berpacaran Taeyeon selalu berusaha mendekatkan diri pada Jong Dae. Sampai suatu ketika ia menyatakan perasaannya pada Jong Dae. Awalnya Jong Dae menolak, namun Taeyeon tak patah semangat. Ia selalu mengikuti Jong Dae kemanapun dia pergi -kecuali toilet._.- dan terus memaksanya untuk menerimanya.

“Tolong terima aku! Tak apa bila kau tak mencintai ku, tapi hanya dengan kau mau jadi pacar ku aku sudah sangat bersyukur Jong Dae-ah.” Ucapnya kala itu.

Entah karena apa, seminggu setelahnya secara tiba-tiba Jong Dae menerima pernyataan cintanya itu. Yang tentu saja membuat Taeyeon bahagia.

Taeyeon menyunggingkan senyum kecutnya. Mengingat semuanya membuat ulu hatinya kembali merasakan sakit.

Tiba-tiba Taeyeon merasakan ponselnya bergetar, ada email masuk dari Jong Dae.

From : ChenChen

Taeyeon-ah, hari ini aku ada klien dari Jepang. Kau pulang sendiri saja ya. Bye.

 

Taeyeon hanya menghembuskan nafas panjangnya.

“Bahkan dia tidak berkata ‘maaf’, Jong Dae-ah aku hanya ingin tahu. Sebenarnya aku ini kau anggap apa?”

 

***

            Luhan yang saat itu tengah menikmati segelas coffea dimeja kerjanya itu sedang bergelut keras tentang pernikahannya dengan Sunny yang akan dilaksanakan bulan depan.

Ia agak ragu dengan keputusannya untuk segera menimang Sunny.

Luhan menatap bingkai fotonya dan Sunny dimeja kerjanya. Menatap binar wajah Sunny dalam-dalam. Hal yang paling Luhan sukai dari Sunny adalah senyum dan cara tertawanya yang manis. Itu juga yang membuatnya jatuh cinta pada pandagan pertama.

Pikirannya menerawang jauh, saat ia melamar Sunny , saat ia dan Sunny menghabiskan waktu bersama di Lotte World, dan saat ia dan Sunny merasakan ciuman pertama mereka.

Tiba-tiba suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Luhan.

“Ya masuk.” Ucap nya. Sesaat ia terkejut melihat tamu nya masuk. Dia, Tiffany Hwang mantan kekasihnya.

“Ada perlu apa?” tanya Luhan dingin.

Masih terbayang jelas raut wajah Tiffany sembilan bulan lalu saat mengakhiri hubungan mereka. Jujur saja, Luhan sangat membenci gadis itu. Gadis yang telah mempermainkan hatinya.

Tiffany tersenyum penuh arti. Lalu berjalan mendekat ke hadapan Luhan.

“Aku hanya ingin mengucapkan selamat untuk pernikahan mu Luhan-ssi.”

Luhan tertawa getir, gadis dihadapannya sungguh sudah membuat mood nya jelek hari ini.

“Ya, terimakasih.”

Tiffany mendesis , “Tsk, jangan sombong Luhan-ssi. Aku tahu alasan mu bisa dengan mudahnya –“

Belum sempat Tiffany melanjutkan perkataannya , Luhan yang tahu maksud arah pembicaraan Tiffany langsung memotongnya cepat.

“Pergi”

Tiffany menatapnya tajam, tanpa dia sadari dia mengepalkan tangannya kesal. Dan Luhan menyadari itu, dia tersenyum remeh.

“Kurasa aku bicara sudah cukup jelas Nona Hwang, silahkan pergi. Aku sibuk!”

Tiffany yang memang sudah naik pitam, dengan kasar menghentakan kakinya berjalan keluar sambil terus mengumpat atas perilaku Luhan terhadapnya.

Luhan membuang nafas panjangnya. Tangannya meraih ponselnya dan langsung menelfon Sunny.

“Ada apa?” tanya Sunny dari sebrang sana.

“Sunny-ya, aku mau membicarakan tentang pernikahan kita bulan depan.”

“Ah , baiklah. Mau bicara apa?”

“Mmm, bagaimana kalau pernikahan kita bulan depan dibatalkan saja?”

“Mwo?! Ta-tapi kenapa?”

“Mianhae Sunny-ya. Aku juga tidak tahu mengapa. Intinya aku masih merasa ragu.”

“Ragu? Jadi kau ragu. Aku mencintai mu Lu dan kau mencintai ku. apa yang harus diragukan lagi?”

“Mian Sunny-ya, tapi aku harus membatalkan pernikahan ini. Sekali lagi , mianhae.”

“Aish.. terserah padamu sajalah!”

Dengan cepat Sunny langsung memutuskan sambungan telfonnya, sedangkan Luhan hanya mendecak kesal

***

At 21.00 pm KST

 

            Luhan melangkahkan kakinya masuk kedalam lift apartement dimana ia tinggal. Didalam lift ia tidak sengaja bertemu dengan teman baik nya , Kim Jong Dae dan seorang laki-laki berparas imut.

“Chen? Sudah lama tak bertemu.”

Ucap Luhan memulai pembicaraan diantara mereka.

“Kau Luhan kan? Astaga kau makin tampan saja.”

Luhan hanya bisa terkekeh mendengar pujian dari Jong Dae.

Beberapa detik kemudian , tiba-tiba lift mendadak berhenti dan macet. Luhan dan yang lain nya sontak panik. Tak sengaja kepala Luhan terbentur dinding lift akibat goncangan yang lumayan kuat.

“A-ada apa ini ? Lift nya kenapa tiba-tiba berhenti?”

Ucap Jong Dae panik, ia meremas rambutnya kesal.

“Biar aku telfon bantuan.”

Kata pria berparas imut yang diketahui bernama Byun Baekhyun itu, Jong Dae hanya mengangguk lalu melirik kearah Luhan yang terduduk dilantai Lift. Luhan memegang pelipisnya yang berdenyut, sepertinya benturan tadi menyebabkan kepalanya agak pusing. Kemudian Jong Dae ikut terduduk disamping Luhan disusul dengan Baekhyun usai menelfon bantuan.

Keheningan pun tercipta. Mereka bertiga terlalu sibuk dengan pikiran masing-masing, hingga akhirnya Baekhyun angkat bicara.

“Ng, bagaimana jika kita memperkenalkan diri sambil menunggu bantuan datang?”

Usul Baekhyun yang dijawab anggukan keduanya.

“Aku Kim Jong Dae, dan dia Xi Luhan. Kau?”

“Aku Byun Baekhyun, fotografer.”

“Jadi kau fotografer? Aku adalah penerjemah berbagai bahasa. Dan Luhan adalah manager di sebuah perusahaan IT.”

Lama kelamaan , mereka bertiga pun mulai berbagi tentang kisah cinta yang mereka alami.

Ternyata mereka memiliki masalah yang hampir sama. Sukses dalam karir tapi mereka tak mampu menghilangkan keraguan mereka akan pasangan yang mereka pilih.

20 menit kemudian , bantuan pun datang. Luhan , Baekhyun dan Jong Dae keluar dari lift dan langsung disambut orang banyak yang menonton aksi penyelamatan(?).

Atas usul Jong Dae, mereka sepakat untuk bertemu kembali besok di apartement Jong Dae untuk melanjutkan pembicaraan mereka yang tertunda tadi. Tentu saja, membicarakan masalah percintaan yang mereka alami.

***

Next Day at Jong Dae’s Apartement

            Luhan , Baekhyun dan Jong Dae kini kembali membicarakn tentang masalah cinta mereka. Mulai dari Luhan yang membatalkan pernikahannya dengan Sunny, hubungan terlarang antara Yoona dan Baekhyun dan Jong Dae yang terpaksa menerima Taeyeon menjadi pacarnya.

“Hei, aku punya ide. Tapi aku tidak tahu kalian dan pacar-pacar kalian akan setuju atau tidak.” Kata Jong Dae tiba-tiba.

Baekhyun dan Luhan yang penasaran pun beringsut mendekati Jong Dae.

“Ide apa?”

“Jadi begini, secara kebetulan atau memang sudah takdir kita bertiga memiliki masalah cinta yang hampir sama. Jadi bagaimana jika kita saling menukarkan pacar kita setiap 8 hari sekali? Fungsinya untuk mencari siapa cinta sejati kita kelak. Aku menamakan ini Love Shuffle. Bagaimana?”

Jelas Jong Dae panjang lebar yang membuat Baekhyun dan Luhan terlonjak kaget.

Jong Dae menatap kedua orang yang kini menjadi sahabat nya itu dengan tatapan menantang.

“Ini gila! Tapi aku setuju.”

Luhan mulai bersuara. Baekhyun melirik Luhan tak percaya. Sejujurnya , ia setuju dengan ide Jong Dae. Tapi dia takut , takut dia akan menyesal nantinya.

“Jadi bagaimana dengan mu Baekhyun-ah?”

“A-aku tidak tahu hyung. Aku bingung.”

Jong Dae mendesah. “Aish, kau ini bagaimana?”

Baekhyun menundukan kepalanya, terus menatap lantai apartement Jong Dae seakan-akan menatap lantai jauh lebih baik ketimbang menatap kedua mata Jong Dae dan Luhan.

Baekhyun menggigit bibir bawah nya. Sedangkan, Luhan dan Jong Dae masih setia menatap Baekhyun, menunggu jawaban darinya.

“Ba-baiklah aku setuju.”

“Tapi bagaimana jika Sunny dan pacar kalian tidak setuju?” tanya Luhan.

“Sudah tenang saja. Kalian bicara baik-baik saja ke pacar kalian masing-masing. Aku yakin mereka akan setuju.”

Baekhyun menggernyit, “Hyung yakin?” dan dibalas anggukan dari Jong Dae.

***

Baekhyun’s Side

            Hari ini usai pemotretan Baekhyun dan Yoona noona makan siang bersama di kedai jajangmyun pinggir jalan.

Niatnya hari ini juga Baekhyun ingin menanyakan Yoona noona setuju tidak jika kita menjalani Love Shuffle. Tapi yang jadi masalah, Baekhyun tidak tahu harus memulai darimana. Aigoo..

“Bacon, kau kenapa melamun?” tanya Yoona.

“Ng, noona ada yang ingin ku tanyakan sesuatu.”

“Apa?”

“Mmm, kemarin a-aku dan teman-teman ku , membicarakan tentang Love Shuffle.”’

Yoona menggernyit heran, “L-love Shuffle? Apa maksudnya?”

“Jadi..ah tapi aku takut noona nantinya marah.”

Yoona semakin dibuat bingung, dia membuang nafas panjangnya

“Baiklah , aku janji aku takkan marah. Sekarang jelaskan apa maksud mu?”

“Aku dan teman-teman ku sepakat menukarkan kekasih kami masing-masing setiap 8 hari sekali.”

Baekhyun menggigit bibir bawahnya sambil terus meremas ujung kemejanya.

“Pertukaran? Kau gila!” pekik Yoona seraya menatap tajam Baekhyun yang sedari tadi menundukan wajahnya. Yang tanpa sadar gadis itu sudah melanggar janjinya sendiri untuk tidak marah.

“Baekhyun,  kau fikir aku ini barang yang bisa ditukar-tukar hah!? Dengan keras, Aku menolak!”

Yoona menggebrak meja , yang membuat perhatian pengunjung lainnya tertuju pada mereka.

Tak mehiraukan tatapan sinis yang diberikan orang-orang, Yoona tetap menatap Baekhyun tajam.

Noona, ku mohon. Aku tahu ini gila, aku minta maaf. Tapi tolong jangan bersikap egois, ada kalanya… aku ragu dengan hubungan kita.”

Tatapan Yoona perlahan mulai sendu, tentu saja Yoona tahu alasan dibalik keraguan Baekhyun. Ia menyadari sikap egois nya.

Yoona membuang nafas panjangnya.

“Baiklah.”

***

Luhan’s Side

 

 

            Hal yang sama kini terjadi juga dengan Luhan dan Sunny. Kini mereka sedang makan malam bersama di sebuah restaurant mewah.

Sunny terus menatap iris mata Luhan, meminta penjelasan. Sedang yang ditatap malah menundukan kepalanya sambil terus menggigit bibir bawahnya.

“Jelaskan , apa maksud semua ini? Kau berniat mempermainkan ku huh?”

Sunny mulai mengeluarkan suaranya. Terdengar lirih, dan Luhan menyadari itu.

“Sunny-ya, mianhae.A-aku hanya ragu , aku takut gagal lagi.”

Luhan memberanikan diri menatap balik iris hazel dihadapannya teduh. Berharap Sunny luluh dengan tatapan teduhnya itu.

Gadis dihadapannya kini malah menundukan wajahnya seraya meremas ujung dress nya.

Sunny tahu, Luhan memang pernah beberapa kali gagal dalam hal percintaan.

Pikirannya mulai melayang-layang. Gadis itu mulai mengerti akan keraguan Luhan. Toh, dia tidak boleh egois kan?

Sunny mendongakan kepala nya menatap dua pasang bola mata dihadapannya, seraya tersenyum penuh arti.

Luhan yang mengetahui arti dari senyuman Sunny, dengan sigap berdiri dan merengkuh tubuh mungil Sunny hangat.

Gomawo.”

***

            Singkat cerita, kini ketiga pasangan itu pun mulai berkumpul di Apartement Jong Dae.

Berbeda dengan Yoona dan Sunny yang mulai akrab bercakap , Taeyeon yang tidak tahu maksud dari kedatangan kedua pasangan dihadapannya hanya memasang raut wajah bingung sambil terus merengkuh lengan Jong Dae.

Well, Jong Dae memang belum memberitahu Taeyeon tentang Love Shuffle.

“Kalian ini siapa?”

Akhirnya Taeyeon mulai membuka suaranya sambil menatap Yoona ,Sunny ,Luhan dan Baekhyun bergantian.

“Ah , Taeyeon-ah aku lupa memberitahu mu sesuatu.” Kata Jong Dae melepas rengkuhan Taeyeon.

“Jadi kita ber-enam akan menukarkan pacar kita masing-masing setiap 8 hari sekali.”

Ucap Jong Dae to the point yang membuat Taeyeon membelalakan matanya.

Kenapa Jong Dae tidak memberitahunya lebih awal? Jadi dia takkan sekaget ini.

“A-apa!? Kalian pasti sudah gila!” pekik Taeyeon langkahnya perlahan mundur menjauhi orang-orang yang ia anggap sudah ‘gila’.

Yoona dan Sunny beringsut mendekati tubuh mungil Taeyeon, dan segera menarik nya ke dapur Apartement Jong Dae.

Sepertinya kedua gadis itu berniat untuk menjelaskan semuanya pada Taeyeon.

“Ya! Chen-ah, kenapa kau tidak memberitahu nya lebih dulu? Jadi kita tak perlu memakan waktu lama.”

Keluh Luhan seraya menduduki sofa empuk Jong Dae, diikuti Baekhyun yang dari tadi hanya bisa menutup mulutnya. Sepertinya dia masih ragu, ini akan berfungsi(?) atau tidak.

“Aku lupa , kemarin aku sibuk dengan klien ku.”

“Wah, iya ya kau kan penerjemah berbagai bahasa hahaha.” Sindir Luhan.

“Ah tidak , aku hanya lancar 3 bahasa , yang lainnya masih tahap pembelajaran.”

“Benarkah?”

“Tidak. Tentu saja aku bisa berbagai bahasa hahaha.”

Jong Dae mulai mengeluarkan troll andalannya. Yang tentunya membuat Luhan mendelik sebal. Sedang Baekhyun berusaha menahan tawanya.

Akhirnya setelah 5 menit berbincang-bincang, Taeyeon dengan wajah konyol nya keluar menghampiri ke-tiga namja tersebut dibuntuti Yoona dan Sunny.

“Jadi bagaimana?” tanya Jong Dae menatap iris mata Taeyeon dalam, tahu maksud arah pembicaraan Jong Dae dengan cepat Taeyeon menganggukan kepalanya dan tersenyum paksa.

Whoa! Jadi semuanya sudah setuju ‘nih? Baiklah, sekarang bagaimana cara ‘main’nya?”

Tanya Luhan tak sabaran.

Jong Dae menaikan sebelah alis nya sambil tersenyum menyeringai. Ke-empat orang -minus Taeyeon- dihadapannya beringsut mendekati Jong Dae.

Perlahan tapi pasti(?) tangan Jong Dae bergerak meronggoh saku celananya. Setelah dirasanya benda yang diingankan nya sudah berada ditangannya, dengan cepat ia mengeluarkan nya dari saku. Yang membuat ke-lima orang dihadapannya melotot.

“Ka-kartu remi?!” pekik mereka bersamaan. Sambil terus menatap Jong Dae seolah-olah berkata apa-maksudnya-ini?

“Jadi begini, kalian semua ambil kartu remi ini satu persatu, nah jika setiap pasangan mendapat kartu yang sama, berarti mereka lah yang akan berkencan selama 8 hari. Begitu terus hingga kita memperoleh kebahagiaan. Bagaimana?”

“Ini sungguh menarik! Oke, ayo kita ambil satu persatu kartu nya!”

Ke-enam orang berbeda jenis ini pun mengambil satu persatu kartu remi yang ada ditangan Jong Dae.

“Dalam hitungan ke tiga, kita tunjukan kartu kita masing-masing lalu sambil berteriak ‘Love Shuffle’! arrachi?” kata Jong Dae yang dibalas anggukan ke-lima temannya.

“Satu…”

“Dua…”

“Tiga! Love Shuffle!” hitungan ketiga pun dengan kompak mereka ber-enam saling mengeluarkan kartu remi mereka masing-masing.

Dapat kita lihat(?) , Sunny dan Baekhyun mendapatkan kartu yang sama yaitu bergambar sekop, Luhan dan Taeyeon juga mendapatkan kartu yang sama yaitu bergambar hati , dan Yoona dan Jong Dae yang sama-sama mendapatkan kartu AS.

Dengan kata lain, minggu pertama’Love Shuffle’ yang berpasangan adalah,

Sunny-Baekhyun,

Taeyeon-Luhan, dan

Yoona-Jong Dae.

 

-To Be Continued-

Huah, akhirnya chapt 1 jadi juga. Mian lama ya, banyak tugas dan hafalan soalnya /curcol/

Okesip, gomawo yang udah mau baca ff absurd ku ini.

RCL jangan lupa yah😉 annyeong!

36 thoughts on “[Freelance] Love Shuffle [Chapter 1]

  1. klo dipikir-pikir kasian juga ya….mereka punya pacar tapi saling tuker-tukeran gt…kasian sunny, yoona m taeyeon’y thor….pasti mereka shok bgt….semoga mereka dapet pasangan terbaik buat ke depannya….happy ending y thor ^^

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s