Revenge

revenge_heerinssi_melurmutia

Revenge

A story by Heerinssi

Tiffany Hwang – Kim Jongin  – Other

PG 15

Oneshoot

Horror and Violence, maybe?

A/N : Hay! Aku datang membawa ff abalku ini dan maaf untuk seluruh typo-_- Terima kasih sama yang udah sempetin untuk baca ffku. Mian kalau ga ada sama sekali feel horrornya dan mian kalau terlalu sadis (tiba-tiba ga sadis sama sekali) Dan dimohonkan untuk para readers yang masih dibawah umur untuk tidak membaca ff ini, karena disini akan ada banyak unsur kekerasan. Jadi dimohon untuk tidak dibaca. Tapi kalau memang mentalnya siap(?) boleh aja untuk dibaca. Dan jangan pernah melakukan hal-hal sadis yang ada disini._. Aku ga akan nanggung akibat-akibatnya ya kalau kalian memaksakan untuk baca-_- Terima Kasih!

And

Thanks for MelurMutia! Thanks untuk posternya! Keren banget ><

Credit Poster: Melurmutia at cafeposterart.wordpress.com

Published on ExoShidaeFanfic and MyOwnBlog

+++

Tiffany berjalan menyusuri koridor-koridor yang cukup gelap. Ia tahu, seharusnya ia tidak perlu pergi ke sekolah di saat gelap seperti ini. Tapi mau bagaimana? Ia harus mengambil buku pelajarannya yang tertinggal dan besok akan ada ujian mata pelajaran tersebut. Pelan-pelan ia membuka kelasnya dan berjalan menuju meja di mana ia duduk. Saat ia memasukkan tangannya ke dalam loker kecil yang terdapat di mejanya, tiba-tiba terdengar bunyi sesuatu yang terjatuh.

Pluk!

Dan arah matanya langsung berubah mengarah ke lantai, terlihat sebuah kertas yang sudah digulung dan di ikat dengan pita yang cuku manis terletak dilantai. Dipungutnya kertas itu dan ia masukkan ke saku jaket yang ia kenakan. Dengan terburu-buru ia mengambil buku miliknya dan bergegas pulang. Saat ia berjalan keluar dari kelas ia merasa ada yang berjalan mengikutinya.

‘Siapa itu?’ gumamnya sambil melirik sekilas ke arah belakang.

‘Mungkin hanya halusinasi.’ Ia mencoba menenangkan pikirannya, agar tidak ketakutan dan bisa cepat-cepat pulang. Ia menambah kecepatan jalannya.

Trk!

Terdengar bunyi sepatu dari arah belakangnya, ‘suara apa itu?’ ia menaikkan alisnya sebelah. Ia dapat merasakan bahwa bulu kuduknya sedikit merinding. Tiba-tiba dua buah tangan menariknya dengan kasar, membawanya menuju kegelapan sekolah. Ia diseret, ia dapat merasakan tangan tersebut kasar. Dan ia pun dapat menebak bahwa itu adalah tangan seorang pria, tidak salah lagi. Dengan keringat yang sudah membasahi seluruh tubuhnya, ia mencoba untuk berteriak. Tetapi ia tahu bahwa itu akan sia-sia, karena di sekolah sudah sangat sepi. Yang dapat ia harapkan sekarang hanyalah pertolongan.

“Ya! Apa yang kau inginkan dariku hah?” tanya Tiffany sambil berteriak.

“Huh! Aku tidak ingin apapun darimu.” Jawab pria itu.

“Siapa kau sebenarnya? Siapa!?” tanya Tiffany lagi.

“Hahaha! Kau tidak akan pernah tahu siapa aku!” jawab pria itu lagi.

Tiffany menangis karena ia merasa takut dengan pria itu. Seharunya ia tidak perlu mengambil buku miliknya yang tertinggal. Tiffany merasa bahwa matanya ditutup oleh sesuatu. Sekarang ia tidak bisa melihat apapun. Sekarang ia dapat mengetahui bahwa tangan dan kakinya diikat, ia mencoba untuk menggerakan kaki dan tangannya namun sia-sia saja karena ikatan tersebut sangatlah kencang.

Srak!

Pakaiannya dirobek. Ia menangis sejadi-jadinya.

“Hm~ Jangan menangis, chagi.” Pria itu berjalan mendekat dan mengelus pelan pipi Tiffany dan lama kelamaan menjadi sebuah cakaran.

“Aw! H- Hentikan. Kumohon hentikan!” Teriak Tiffany sambil berteriak, darah segar mengalir dipipi sebelah kirinya.

Ctak!

“Aw! Sakit! Kumohon hentikan!” sekarang darah segar mengalir dibagian pahanya.

“Kenapa kau menyiksaku seperti ini!? Apa salahku!?” tanya Tiffany sambil menangis.

“Hm.” Pria itu hanya tersenyum, sebuah senyuman yang sangat licik.

Pria itu mengambil sebuah alat yang tak lain adalah pisau.

“Sabarlah sedikit, Chagi. Aku tahu kau sudah tidak dapat menunggu, kan?” tanya pria itu sambil mengasah pisaunya. Terdengar suara asahan yang begitu mengilukan di telinga Tiffany.

“Akan kumulai sekarang.” Ujar pria itu. Ia membekap mulut Tiffany, sehingga sekarang teriakan Tiffany tidak dapat terdengar. Perlahan-lahan, pria itu mengelus wajah Tiffany lagi dan

Plak!

Terdengar suara kesakitan dari mulut Tiffany yang dibekap itu. Pria itu telah menamparnya.

Srak!

Suara kesakitan Tiffany semakin menjadi. Pria itu telah membeset kulitnya. Semakin banyak darah mengalir. Pria itu sekarang mengelus tangan Tiffany pada bagian yang ia beset tadi.

“Nikmat bukan?” tanya pria itu sambil tertawa.

Pria itu melanjutkan kegiatannya. Ia membeset-beset seluruh bagian tubuh Tiffany. Ia mengambil alat lain, yang tak lain adalah bor. Di nyalakannya bor tersebut dan terdengar suara bor yang sangat berisik. Tiffany sudah kehilangan kesadarannya setengah, ia terlalu kesakitan. Ia sudah tahu siapa pria itu, ia adalah Kai. Pria yang beberapa hari ini mendekatinya. Tidak salah lagi! Ia sudah mengetahu itu. Ia terheran-heran dan tidak percaya dengan apa yang dilakukan Kai dan bagaimana sifat Kai sebenarnya.

Drrrttt!

Erangan Tiffany membesar saat pria yang tak lain itu adalah Kai membor telinganya, tertampang jelas diwajah Kai bahwa pria itu menikmati apa yang sedang ia lakukan. Kai terus saja membor kedua telinganya. Ia pun membor bagian tubuh Tiffany lainnya. Darah berceceran dimana-mana, darah milik seorang gadis yang tidak mempunyai salah sama sekali. Kai tetap saja melanjutkan kegiatannya itu. Sekarang, Terdapat banyak lubang di tubuh Tiffany. Pria itu melanjutkannya dengan mengambil golok dan di arahkan ke tubuh Tiffany, ia sudah siap untuk mengayunkannya ke arah kepala Tiffany. Dan

DUK!

Suara benda jatuh yang tak lain adalah kepala milik Tiffany. Kai tertawa puas dan tetap saja melanjutkan kekejamannya dengan memotong tubuh Tiffany. Ia mengambil pisau dan menguliti tubuh Tiffany yang sudah bersimbah darah. Ia memulainya dari bagian lehernya, dia melepas kulit yang terdapat di leher Tiffany tanpa berperasaan. Ia melanjutkan dengan melepas kulit pada bagian tubuh Tiffany yang sudah tidak berkepala itu. Dipotongnya perut milik Tiffany, dengan sadis Kai menarik seluruh isi perut Gadis yang sudah tidak berdaya itu dengan kejam. Dilepaskannya isi perut gadis itu. Kai mengambil gunting miliknya dan menggunting hancur perut gadis itu. Sudah berkali-kali darah milik gaid itu muncrat mengenai tubuh dan wajahnya, Namun kai sama sekali tidak terganggu. Ia malah terus melanjutkan kegiatannya itu. Diguntingnya kaki milik gadis itu, itu mengambil golok yang tadi sudah ia gunakan dan memotong kedua kaki gadis itu hingga terlepad dari tubuhnya. Ia melanjutkannya ke bagian kedua tangan gadis itu. Ia memasukkan tangannya kelubang kepala gadis itu, ia keluarkan semua isi yang terdapat di kerongkongan milik gadis itu. Ia mengambil kepala gadis itu, dan mencolok kedua mata yang terbuka itu hingga kedua bola mata tersebut terlepas. Di guntingnya seluruh bagian wajah gadis tersebut. Sudah puas ia memotong-motong seluruh bagian tubuh gadis itu. Ia tertawa puas dan tersenyum licik. Dengan cepat ia meninggalkan seluruh bagian tubuh milik gadis tersebut. Tanpa ia sadari, sebuah kartu yang bisa disebut name tag miliknya terjatuh.

***

“Hey Tiffany! Kau mau pulang dengan kami?” tanya Jessica.

“Tidak perlu! Kalian pulanglah duluan. Ada barang yang tertinggal dikelas dan aku harus mengambilnya!” jawab Tiffany sambil tersenyum.

“Ah~ Baiklah. Tapi, hati-hati ya. Kau ingatkan dengan apa yang pernah diceritakan oleh Chanyeol, hm?” tanya Jessica mencoba membuat Tiffany takut.

“Ya! Tenang saja! Aku tidak percaya dengannya. Kau tahu kan dia itu pembohong? Haha!” jawab Tiffany sambil tertawa.

“Ya sudah! Bye!” teriak Jessica sambil berjalan menjauh.

Tiffany tersenyum sambil melambai dan berjalan memasukki gedung sekolah miliknya yang sudah mulai gelap. Tiba-tiba terbesit mimpi yang kemarin menghantuinya, tidak mungkin itu terjadi. Itu hanyalah sebuah mimpi. Tidak mungkin itu benar. Saat Tiffany berjalan memasukki kelasnya, tiba-tiba sebuah kertas terjatuh dari loker kecil miliknya…

THE END

Mian karena ff ini sama sekali ga serem atau sadis #plakk. Terima kasih karena kalian sudah menyempatkan diri untuk membaca ff ini! Kamsahamnida readers! Jangan lupa untuk meninggalkan komentar, saran atau kritik sekaligus #promosi. Hahaha! Dan yang ga ngerti maksudnya apa, let me explain it. Yang bagian tulisannya di italic itu yang akan terjadi sama Tiffany. Yang pas ada jessicanya, itu yang real life._.

24 thoughts on “Revenge

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s